Pernah Lihat SPBU Pertamina Dominan Biru? Ini Bedanya!

No Comments
Akhirnya bisa ikutan acara GIIAS juga...
Begitu kata suami. Kebetulan pameran mobil GIIAS kali ini diselenggarakan di Grand City Surabaya. Biasanya acara ini diselenggarakan di Jakarta bahkan dihadiri oleh pembalap nasional seperti Rifat Sungkar. Sayangnya, tidak ada di Surabaya, hehe. Di event ini juga ada penjelasan dari Pertamina tentang pengembangan pelayanan terbaru mereka. 


Para Blogger Mendengarkan Penjelasan Dari Pertamina
Mendengar penjelasan dari pihak Pertamina, ternyata ada yang baru dari Pertamina. Logonya dan juga warna papan pilar atau totem SPBU-nya! Selama ini kalau lewat hanya melihat totem yang baru itu. Nggak begitu paham dengan perbedaan perubahan totem itu yang ternyata ada hubungannya sama pelayanan di SPBU.

Totem SPBU Pertamina yang Baru dan Biru (Sumber disini)

Kalau ngeliat totem SPBU biru itu kesannya wah. Setelah ikut acara GIIAS Pertamina ini akhirnya tahu juga perbedaan SPBU dengan totem yang baru biru dan yang lama merah.


SPBU dengan Totem Baru Warna Biru (sumber disini)

Logo

Kalau kita lihat di SPBU ada logo jempol artinya PASTI PAS, tapi sejak tahun 2016 pertamina meng-upgrade pelayanan dari PASTI PAS menjadi PASTI PRIMA. Jika ada logo Pasti Prima berarti SPBU itu sudah layak menyandang status Pasti Prima. Sayangnya, tidak semua SPBU menyandang Pasti Prima.


Logo Baru dan Lama di Totem SPBU Pertamina 

Selama ini yang kita lihat, logo di totemnya yang jempol dan dominan warna merah. Pelayanan yang diberikan adalah Pasti Pas. Pelayanan ini diluncurkan Pertamina di tahun 2006 dimana kompetitor Pertamina sudah masuk ke Indonesia.

Sejarah BBM sektor hilir

Pertamina menjadi pemain yang memonopoli sektor migas dari 1991-2005. Pemerintah membuat undang-undang baru terkait migas sehingga pasar migas dibuka secara bebas. Sebelum tahun 2005 yang menjual BBM hanya boleh Pertamina, setelah itu selain Pertamina juga boleh, seperti Shell, Petronas, Total. Otomatis Pertamina meluncurkan Pasti Pas jadi menahan benturan pemain-pemain migas lainnya.

Pasar BBM di Indonesia sangat menguntungkan bagi mereka. Adanya Pasti Pas mampu menghalau benturan pemain asing lainnya. Pertamina mampu mengalahkan perusahaan asing itu. Beberapa SPBU asing malah dibeli oleh Pertamina.

Sepuluh tahun berjalan, Pertamina melakukan survey kepada masyarakat, keinginan harapan masyarakat sudah berubah. Saat meluncurkan Pasti Pas harapan masyarakat adalah Pas Pelayanannya, Pas Takarannya dan Pas kembaliannya. Setelah 10 tahun, masyarakat tidak hanya menginginkan tiga pelayanan itu tapi lebih dari itu, seperti kamar kecil yang bersih, musholla yang representatif, minimarket, dan ATM. Sehingga pertamina meluncurkan Pasti Prima di tahun 2006.

Tampilan Fisik SPBU Pasti Prima

Di gambar itu ada perbedaan dengan SPBU yang kebanyakan sekarang. Pasti Pas totemnya dominan warna merah dan Pasti Prima totemnya dominan warna biru.

Arti logo Pasti Pas dan Pasti Prima
Pasti Pas dominan warna merah artinya kuat Pasti Prima dominan warna biru artinya dipercaya oleh masyarakat.

Logo pertamina didominasi tiga warna yaitu merah artinya kuat, biru artinya dipercaya, hijau artinya energi ramah lingkungan.

Perbedaan sekilas

Tampilan fisik pada logo Pasti Prima artinya SPBU itu sudah lolos audit. Untuk seragam operator, dulu seragamnya dominan merah, kalau Pasti Prima baju atas warna abu-abu dan bawah berwarna merah.

Persyaratan Pasti Prima

Untuk menyandang status Pasti Prima itu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu :

1. Energi yang terintegrasi

Pertamina harus menyediakan bbm yang terintegrasi. Pertamina memiliki 5 produk unggulan Pertamina (pertamax turbo, pertamax, pertamina dex, pertalite, dan dexlite).

Lima Produk Unggulan Pertamina

- Setiap SPBU Pasti Prima harus menyediakan minimal 2 produk unggulan BBM.
- Setiap SPBU Pasti Prima wajib menyediakan elpiji non subsidi seperti bright gas.
- SPBU Pasti Prima wajib menyediakan pelumas pertamina.


2. Non fuel retail

Artinya pelayanan tambahan di SPBU di luar BBM. SPBU Pasti Prima harus punya:
- minimarket. Menurut survey konsumen, fasilitas yang diinginkan konsumen adalah minimarket.
- tersedia makanan atau cafe.
- tersedia ATM
- Bengkel yang sederhana untuk tambal ban dan ganti oli.
Sebesar apapun SPBUnya kalo belum ada empat item ini maka belum dikatakan SPBU Pasti Prima.


3. Costumer service yang lebih bagus

Operator Pasti Prima harus lebih baik dari layanan Pasti Pas. Di SPBU Pasti Pas hanya melakukan Senyum, Salam, Sapa. Sedangkan di SPBU Pasti Prima berharap ada interaksi yang lebih antara operator dan konsumen (bukan interaksi yang berakhir pada sms loh, ya, hehe).

Setiap bulan SPBU-SPBU Pasti Prima dilakukan audit. Auditnya bukan oleh pertamina tapi dari tim independen. Tim ini akan menjadi mystery guest dan menilai apakah SPBU itu layak menyandang SPBU Pasti Prima atau tidak. Jadi tim itu akan menilai diam-diam untuk menyidak SPBUnya.


4. Digital engagement

Di jaman digital ini, lebih dari 60% masyarakat Indonesia ponselnya sudah terhubung dengan internet. Ini dimanfaatkan Pertamina untuk meluncurkan aplikasi Pertamina Go. Kenapa harus aplikasi ini?


Karena aplikasi ini memiliki fitur yang sangat membantu kita untuk mencari lokasi SPBU terdekat, produk yang dijual di setiap SPBU, jarak ke SPBU itu, motorist diary (mencatat jadwal service kendaraan, jadwal ganti oli, cek tekanan ban, jadwal memperbaharui STNJ), promo-promo, berita tentang Pertamina, dan mini game.

5. Costumer loyalty

Saat ini Pertamina masih akan mengembangkan My Pertamina, sebuah kartu cashless untuk membeli BBM dan direncanakan akan ada point reward dan promo. Yang sudah berjalan adalah Pertamina kerjasama dengan Bank Mandiri mengeluarkan kartu namanya co-branded card. Kartu ini merupakan kartu kredit yang bisa digunakan untuk membeli BBM di SPBU yang memiliki mesin EDC (Electronic Data Capture) jadi tiap minggu ada upgrade harga jadi beli pertamax harga pertalite. Enak, ya?


Pertamina juga menjalankan perintah dari Bank Indonesia untuk mempromosikan cashless. Ini cukup bermanfaat bagi konsumen karena saat pembelian tidak perlu lagi pembulatan harga, jadi saldo akan berkurang sesuai jumlah yang tertera di mesinnya. Tidak hanya itu, kartu elektronik juga bermanfaat untuk SPBU dalam menghindari pemalsuan uang karena seringkali SPBU menerima uang palsu. Selain itu juga untuk menghindari perampokan. SPBU Pasti Prima harus memiliki mesin EDC untuk transaksi non tunai.

Bagaimana dengan Pertamini yang banyak beredar sekarang?
Pertamini yang beredar sekarang itu tidak mendapatkan legalitas langsung dari pertamina karena pertamina memang bukan regulator tapi operator. Sehingga pemilik pertamini

Kenapa di tempat tertentu masih menjual premium dan di tempat lain tidak menjual? 
Kendaraan di atas tahun 2005, kalau kita baca manual book nya, tidak ada lagi yang cocok pakai premium. Menurut survey yang dilakukan, pemilik kendaraan jarang membaca manual book terkait bahan bakar yang sesuai. Paling banyak yang dibaca adalah oli yang sesuai. Sudah hampir tidak ada di manual booknya merekomendasikan premium.

Kendaraan di atas tahun 2008, termasuk motor, mensyaratkan bbm di atas oktan 90. Memang di manual book tidak menyebutkan merk BBM tapi jumlah oktannya yaitu diatas 90.
Nah, biasanya premium ini masih digunakan oleh angkutan umum, seperti bis dan angkutan kota.

Kalau cashless ada kesalahan bagaimana? Perlindungan konsumennya?

Mintalah struk pembelian yang jadi bukti. Pernah terjadi seorang konsumen membeli bbm pakai kartu kredit 300ribu. Tanpa sengaja, si operator menuliskan 3juta. Jadi bisa dikembalikan selama ada struk pembelian.

Ternyata memang Pertamina selama ini melakukan pengembangan dalam pelayanannya kepada masyarakat melalui Pasti Prima. Kebayang enaknya kalau semua SPBU sudah menyandang status Pasti Prima. selain itu, SPBU ini bisa menjadi alternatif tempat istirahat saat perjalanan jauh hanya untuk sekedar membeli minum atau istirahat santai.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar

Follower