Tampilkan postingan dengan label Akomodasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akomodasi. Tampilkan semua postingan
Menikmati liburan yang seru di kota sendiri atau yang dikenal sebagai staycation memang sudah sering kita lakukan. Menurut beberapa orang, staycation itu bisa berlibur dan menginap dihotel di dalam negeri atau bahkan hanya liburan di tempat wisata di kota sendiri.

Di Kota Malang, ada rekomendasi staycation untuk yang menarik untuk menghilangkan penat. Tentu, staycationbisa dilakukan dalam waktu beberapa jam.

Mau menikmati wisata Malang dengan staycation bergaya kolonial Belanda, kita bisa mengunjungi hitel Shalimar Malang yang da di Jalan Buring, di depan Taman Cerme.

Kebanyakan bangunan jaman kolonial itu menyeramkan tapi kesan itu sekarang tidak terlihat pada hotel shalimar Kota Malang. Setelah saya memasuki hotel itu dan menelusuri hingga ke kamar hotel, justru saya merasa homy sekali.

Hotel ini baru saja direnovasi. Setelah sesi tips menulis cerita travelling yang saya ikuti, para peserta pun diajak berkeliling hotel dan melihat dua kamar hotel (Executive Room dan President Room).

Manajemen hotel juga menjelaskan kenapa disebut Boutique Hotel karena konsep yang ditawarkan tak hanya untuk penginapa saja. Jadi pengunjung seolah-olah sedang berada di butik yang ada di Bali, bukan di Malang.
Yang pasti hotel ini sangat bagus untuk foto-foto. Bayak spot foto yang bisa diambil untuk mengabadikan momen kita. Bahkan juga sering ada foto prewedding di hotel ini.

Setelah selesai mengelilingi hotel, ada beberapa cara menarik menikmati staycation di Hotel Shalimar Malang, yaitu:

1. Menikmati sunset di sun terrace.
Sun terrace ini dibuka dari jam 10.30-21.00. Teras hotel ini disediakan sofa-sofa untuk menikmati matahari terbit dan matahari terbenam. Di sini kita bisa juga mengambil foto-foto selfie/wefie. Udara yang sejuk membuat nyaman untuk mengobrol bersama pasangan di sun terrace ini.



2. Menikmati kuliner ala Belanda
Menurut manajemen hotel, de Hemel Restaurant menyediakan menu ala Belanda seperti de rijstaffel dan ayam kodok ala Belanda. Chef restaurant di sini memang jago membuat masakan-masakan Eropa.

3. Menambah pengetahuan kesejarahan di perpustakaan hotel
Well, orang Eropa memang suka sekali membaca terutama saat di dalam kereta bawah tanah. Fasikitas perpustakaan ini mungkin saja disediakan untuk tamu hotel asal Eropa, khususnya Belanda, yang ingin mengetahui kesejarahan Indonesia dengan bahasa Belanda. Saya menemukan banyak sekali buku berbahasa Belanda. Memang tak banyak buku yang disedaikan tapi menurut saya cukup berbobot untuk pengetahuan kesejarahan. Saya tak menemukan novel-novel teenlit atau fantasi hehe.



4. Memakai baju vintage dan berfoto di sudut bangunan
Rasanya kurang pas kalau tidak berfoto di bangunan yang terkesan jadul itu. Maka staycation di Hotel Shalimar bisa menggunakan baju vintage dengan aksesoria vintage seperti topi, sepatu atau tas untuk berfoto di setiap sudut bangunan. Di depan hotel ini juga ada mobil kodok VW berwarna putih sebagai tempat yang cocok untuk foto atau untuk prewedding.

Menikmati cara menarik saat wisata Malang di Hotel Shalimar bisa membuat liburan kamu berkesan. Ada banyak cara agar staycation kamu berkesan coba cari aja di travelingyuk.com.
Read More
Setelah berjalan-jalan di Masjid Agung Jawa Tengah, kami pun langsung ke Hotel Kesambi Hijau untuk check in. Dengan bantuan google map, akhirnya kami sampai juga di  Hotel Kesambi Hijau. Menurut web ini,  Hotel Kesambi Hijau dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan dikelola oleh Perusahaan Daerah Cinta Mandiri Jateng (PD TMJT).

Lokasi Hotel Kesambi Hijau

Hotel Kesambi Hijauini berada di Jalan Kesambi, Gajahmungkur. Kalau dari Jalan Pemuda lurus saja sampai ada perempatan merah. Jalannya naik ke atas. Setelah Siranda reservoir dan favehotel Diponegoro, ada Jalan Siranda di sebelah kanan. Kelihatan kok dari jalan ada hotel berwarna hijau seperti nama hotelnya.  Kami masuk aja ke jalan itu. Kebetulan ada plang yang bisa terbaca jelas.

Sampai di halaman hotel yang sangat sepi dari mobil, kami pun memilih parkir yang dinaungi oleh pohon-pohon yang dekat ATM Bank Jateng.
Oiya alamat  Hotel Kesambi Hijau yaitu Jl. Kesambi No.7, Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Check in

Apa yang menjadi kekhawatiranku saat pesan hotel online adalah kamar hotel yang tiba-tiba kehabisan. Saya pernah mendengar keluhan ini terjadi. Jangan sampai deh. Alhamdulillah, itu nggak terjadi pada saya.

Hotel Kesambi Hijau Semarang

Saya pun segera masuk ke bangunan yang berwarna hijau itu. Begitu saya masuk lobi hotel yang nyess alias sejuk, ada sofa berbentuk melingkar di tengah lobi seolah menyambut kami dengan kesegarannya.
Lobi Hotel Kesambi Hijau Semarang


Saya pun langsung menuju ke resepsionis hotel. Dua orang petugas sedang berada di meja resepsionis. Seorang petugas wanita menyambut saya kemudian saya  tunjukkan kode pemesanan yang dikirim via email oleh traveloka. Petugas yang ramah dan cantik itu meminta KTP saya sebagai jaminan. Tak lama, sekitar 3 menit, saya pun dapat kunci kamar hotel. Alhamdulillah.

Seorang petugas hotel laki-laki dengan ramahnya menawarkan diri untuk membawakan barang bawaan kami yang cukup banyak printilannya. Sebagai orang Jawa, saya merasa merepotkan karena sudah membawakan tas kami. Pertama saya menolaknya dengan halus. Tapi petugas hotel bersikeukeuh meminta dibawakan. Yaudah deh nggak apa-apa.

Melewati Garden Resto

Begitu keluar dari lobi hotel, kami berada di taman hotel. Saya melihat ada panggung kecil. Sepertinya akan ada acara live music atau mungkin sudah selesai? Taman itu sebenarnya bisa berfungsi tak hanya untuk live music tapi juga buat garden resto karena banyak gazebo-gazebo taman berbentuk payung di setiap pojok taman. Di depan garden resto ada bangunan sebagai tempat para tamu hotel untuk sarapan. Yap, itu resto hotel yang di dalam ruangan.

Garden Resto yang disulap menjadi panggung

Superior room is Super!

Kami memasuki lift dan menuju ke lantai satu. Petugas hotel menunjukkan kamar kami yang ada di ujung bangunan. Begitu kartu kamar hotel di scan di pintu, kamar pun terbuka. Pak petugas langsung memasukkan kartu hotel ke dalam slot kartu di dalam kamar. Seluruh jaringan listrik dalam kamar pun menyala.

Saya langsung merebahkan si kecil di tempat tidur. Dia langsung ketawa-ketiwi pertanda hatinya yang lega akhirnya bisa tidur di tempat tidur. Raceqy juga bahagia dan minta dinyalakan televisi untuk nonton kartun.
Saya teringat makanan si bayi yang saya buat dari Sragen. Bubur bayi yang saya bekukan. Sampai Semarang mulai melembek, nggak mencair, tapi masih dingin. Soalnya waktu perjalanan saya taruh di laci mobil jadi suhunya tetap dingin. Saya pun memasukkannya ke dalam kulkas walaupun saat itu kulkasnya belum dingin.

Fasilitas Kamar Superior (hape baterai habis jadi pake kamera hape jadul)


Dengan harga yang cukup murah, saya merasa cukup puas dengan fasilitas yang diberikan, seperti:

  • Kamar yang bersih. Sepertinya kebersihan ini harus menjadi prioritas utama agar tamu menjadi betah.
  • Tempat tidur nyaman. Setelah lelah perjalanan seharian, tempat tidur hotel menjadi tempat melepas lelah.
  • Fasilitas coffee dan tea. 
  • Fasilitas peralatan mandi. Saya lupa membawa peralatan mandi. Saya sempat kepikiran kalau saya harus keluar lagi dari hotelmhanya untuk membeli peralatan mandi. Alhamdulillah, ternyata disediakan. Iya lah, sekelas hotel Kesambi Hijau yang merupakan kelas bintang dua.
  • Standing shower, wastafel, kloset duduk.  
  • AC yang cukup dingin walaupun sedikit berisik. Biasanya ac hotel itu dingin tapi menurut saya tidak terlalu dingin.
  • Sandal hotel dan laundry bag.
  • Wifi. Sayangnya jaringan wifi di kamar saya terlalu lemah jadi saya nggak bisa berselancar menggunakan jaringan wifi. Menurut saya sih justru biar saya istirahat. Lagian hape saya juga lowbat dan lagi di charge. Hanya saja kalau misal ada acara di hotel seperti meeting atau live music maka kestabilan sinyal wifi ini perlu diperhatikan.
  • Fasilitas air panas di kamar mandi. Saya kira di wastafel ada air panasnya ternyata nggak ada. Fasilitas air panas hanya ada di shower.

Setelah memandikan anak, kami pergi lagi ke tempat acara. Malamnya sekitar pukul sembilan kami kembali lagi dari hotel. Karena hotel ini berada di jalan masuk dan di depan hotel nggak ada toko atau minimarket, jadi sebelum masuk hotel, lebih baik beli air minum botolan dari luar atau makanan ringan untuk dimakan di hotel jika dibutuhkan.

Begitu sampai hotel malamnya, kami terkejut karena parkir mobil tiba-tiba menjadi penuh sekali. Suami bertanya kepada Pak satpam. Untungnya Pak Satpam dengan baik hati mau mengarahkan kami memarkir mobil di antara mobil-mobil lainnya.

Kami pun beristirahat sampai esoknya pagi-pagi sekitar jam enam pagi kami check out untuk melanjutkan berwisata ke Museum Kereta Api Ambarawa.

Oiyaa, saya memang nggak memilih sarapan di hotel. Soalnya mau kuliner pagi di Semarang.

Restauran di Hotel Kesambi Hijau yang mengarah ke Semarang Bawah


Kalau diberi skor, saya bisa memberi skor pada Hotel Kesambi Hijau:

  • Kenyamanan nilai 8
  • Kebersihan nilai 8
  • Ketersediaan fasilitas (termasuk wifi, AC) nilai 7
  • Keramahan petugas nilai 9
  • Keamanan 9

Jadi jangan ragu lagi kalau mau menginap di  Hotel Kesambi Hijau. Selamat berlibur!
Read More
Setelah perjalanan panjang dari Surabaya, tibalah rombongan kami di hotel Hardys Rofa. Saya segera memberesi barang-barang yang ada di bawah kursi dan kabin Bus. Suami membawa beberapa tas dan menggendong si Raceqy turun dari bus. Suami juga menurunkan tas-tas dari bagasi dan stroller yang kami sewa di Surabaya. Ini gara-gara stroller di Malang nggak dibawa ke Surabaya.

Baca juga : Jasa Sewa Stroller di Rungkut Surabaya

Karena kesulitan membawa tas, akhirnya strollernya kami gunakan untuk membawa tas-tas. Benar-benar efektif. Sebenarnya stroller ini kami sewa untuk menaruh bayi kalau ke Tana Lot karena di sana sudah bisa pakai stroller tapi karena kesorean akhirnya batal ke Tana Lot. Menyedihkan.
Kami pun mengambil kunci kamar hotel Hardys Rofa yang sudah ditentukan oleh panitia. Saya dapat kamar di lantai lima. Saya dan suami langsung masuk lift setelah antri dengan rombongan yang lain.

Angin sore Legian memasuki sebagian koridor hotel yang terbuka. Kami berjumpa dengan cleaning service yang sedang membersihkan kamar. Mereka tersenyum ramah kepada kami.

Kunci berbentuk kartu

Kami pun tiba di pintu kamar. Kunci yang berbentuk kartu di scan di mesin pembuka pintu. Klik. Pintu terbuka. Saya memasukkan kartu di tempat samping pintu. Listrik pun menyala otomatis. Kami menyalakan lampu yang belum menyala. Kunci semacam ini memang biasa diterapkan di hotel-hotel berbintang. Kekurangannya kalau sampai kuncinya tertinggal dan pintu sudah menutup maka hanya pihak hotel yang bisa membukanya.

Kamar nyaman

Begitu saya melihat spring bed diselimuti bed cover putih, saya langsung menidurkan bayi saya. Melihatnya terlelap dan merasa kasihan karena dia sudah melewati perjalanan darat yang sangat panjang.
Kamar yang nyaman di Hardys Rofa via Trip Advisor

Balkon

Suami membuka gorden. Kami melihat kolam renang di bawah sana. Dia mencoba membuka pintu dan menikmati udara sore Legian yang kencang. Beberapa orang mengobrol-obrol di balkon sambil merokok dan menikmati minuman yang disediakan di setiap kamar.

View Hotel Dari Balkon Kamar via IG @ly_lestem


Pendingin ruangan

Saya menyalakan pendingin ruangan yang bermerk Daikin dengan pengaturan suhu pada titik 29 dersel. Bagi pecinta AC tentu suhu segitu masih panas. Tapi karena saya dari luar dan tidak ingin merasakan suhu yang begitu drastis maka saya menyalakan pada titik 29 dersel. Padahal sih memang tidak tahan AC, hehe.


Kamar mandi

Menurut saya, kondisi sebuah hotel bisa dilihat dari kamar mandinya. Jika kamar mandinya bagus dan bersih maka secara tidak langsung hotel itu sangat memperhatikan kebersihan di setiap bagian hotel. Saya memberi nilai 8 pada kamar mandinya karena ada beberapa bagian lantai yang muncul kerak.  Sama seperti kebanyakan hotel, fasilitas kamar mandinya dilengkapi wastafel, kloset duduk, tempat jemur handuk, handuk bersih, shower, tempat sampah, sabun, sikat gigi, shower cap, sabun, dan shampoo.
Air panasnya pun berfungsi walaupun harus menunggu beberapa saat. Saya memandikan si kecil cukup di wastafel saja.

Fasilitas kamar

Selain pendingin ruangan, di dalam kamar juga disediakan lemari, gantungan baju, meja, kursi, note dan pensil, brankas, heater dan air mineral.

Ruang Aula

Ruang aula ini berada di lantai dasar. Sesampainya di hotel Hardys Rofa, kami tidak makan di restoran hotel tapi di aula karena makanannya pakai catering. Setelah itu, ada acara yang diadakan panitia untuk anak kecil maupun bernyanyi. Sayangnya karena saya ingin segera istirahat dan kasihan juga bayi saya yang masih usia satu bulan, maka saya memutuskan kembali ke kamar dan tidur.

Baca Juga : Senangnya Jalan-Jalan wisata Ke Bali

Restoran

Besok paginya, kami sarapan di restoran hotel Hardys Rofa. Menunya cukup beragam walaupun dua hari sarapan di restoran hotel Hardys Rofa menunya tidak jauh berbeda dengan menu sebelumnya. Ada menu jawa nasi, sayur dan lauk. Eh tapinya lauknya sosis sih, hehe. Ada makanan barat seperti roti panggang, sereal, salad buah dan salad sayur. Minumannya ada susu, teh, kopi, air putih, dan infused water.

Restoran hotel Hardys Rofa ini berada di lantai dua jadi ada tempat duduk di balkon atau teras sehingga bisa melihat pemandagan keluar hotel walaupun pemandangannya hanya jalan raya, hehe.

Kamar mandi umum

Bagi yang ingin menyelenggarakan acara di hotel Hardys Rofa ini, tidak perlu khawatir soal kamar mandi karena ada kamar mandi umum di lantai dua dekat dengan restoran.


Kolam Renang

Fasilitas lainnya yang tidak kalah penting adalah kolam renang. Di hari kedua ketika saya dan suami tidak ikut rombongan jalan-jalan, suami dan anak memanfaatkan kolam renang hotel.

Sewa Motor dan Mobil

Tidak hanya itu, di hotel ini juga disediakan persewaan motor dan mobil. Kalau ingin menyewa motor atau mobil tinggal bilang ke petugas keamanan di depan hotel. mereka yang akan menghubungi persewaan untuk datang ke hotel. setelah itu kita langsung transaksi dengan pemiliknya. Harganya 75.000 per hari untuk motor dan siap-siap dana lebih sekitar 30.000 jika terjadi ban bocor. Pengalaman sewa motor di Bali sudah saya ceritakan di blog sebelumnya ya.

Harga per kamar

Bagi saya, hotel Hardys Rofa ini cukup murah untuk fasilitas yang diberikan. Setelah saya google di internet. Harga kamar di hotel Hardys Rofa ini mulai dari 400.000 rupiah.

Lokasi Hotel

Lokasi Hotel Hardys Rofa ini berada di Jalan Nakula No. 9, Legian, Kuta. Tidak jauh dari Pantai Kuta sekitar tujuh menit kalau naik motor. Tapi kalau ke Denpasar, dari hotel Hardys Rofa ini membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit.

Demikian review saya tentang hotel Hardys Rofa. Bagi kalian yang ingin ke Bali dan mencari hotel. Hotel Hardys Rofa ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk menginap.

Read More
Kota Malang itu termasuk kota berhawa sejuk. Dulu awal tinggal di Malang, nggak kebayang kalau berenang di hawa yang seperti itu. Ternyata... emang ademmm (dingin) boowwkk... tapi ada juga sih kolam renang yang airnya hangat walaupun harganya cukup mahal, hehe. 

Nah, waktu diajak berenang ke Sengkaling, di Taman Rekreasi Tertua di Malang, kebayang bagaimana ademnya, jadinya saya nggak berenang, cukip dipinggir saja mengamati, hehe. Dan akhirnya saya menyesal, karena berasa di kolam renang pribadi, seeppiii. 


Pas diajak ke tempat wisata Kusuma Agro di Kota Batu, sekitar setengah jam dari Kota Malang, saya memutuskan ikut berenang dan membawa baju renang. Qodarullah, tante ada paket promo dari tempat wisatanys, jadinya bisa dapat murah. Harga normal 35rb dapat diskon 50%, juga beli 1 gratis 1.

Kusuma Agro ini selain tempat penginapan, kolam renang, ada juga wisata petik buah loh. 

Wisata Petik Buah Apel

Pas kesana pas weekend, yah jadilah antri banyak. Walaupun antri banyak, tapi tempat ini beersihhh. Begitu masuk disuguhi megahnya gunung Arjuno. Entah kenapa saya selalu terkesima dengan pemandangan gunung.

 
Pemandangan Gunung Arjuno

Begitu turun sudah terlihat banyak permainan di kolam renangnya. Wah, anak-anak kecil pasti senang banget. Kalau untuk melatih kemampuan berenang tempat ini kurang cocok. Walaupun ada kolam khusus setinggi 1,5 meteran, bisa buat berenang tapi tidak cukup besar. Dengan kondisi ramai seperti itu, yang ada malah nabrak orang, hehe.

Food court dan Musholla

Arena Bermain Anak

Kolam dengan air setinggi mata kaki orang dewasa

Walauoun banyak orang tetap kesan bersih



Waterboom yang bikin teriak-teriak

Kamar mandinya juga nyaman. Selain ruang untuk mandi, ada juga ruang khusus ganti baju.
Pintu keluar
Dari sisi kebersihan, tempat wisata ini bisa dibilang bersiihh, karena disediakan tempat sampah di beberapa titik. Ada gazebo-gazebo khusus pengunjung tapi harus bayar sebesar 50 ribu. Kalaupun tidak mau bayar, ada tempat duduk di pinggir-pinggir taman. 

Kalau dari airnya, walaupun kerasa mengandung kaporit, tapi airnya tidak kotor. Malah di bawah jembatannya ada petugas membawa jaring-jaring panjang untuk membersihkan kolam dari kotoran hewan, bungkus, daun yang terbawa angin. 


Dan pastinya airnya dingin ditambah hawa Kota Batu yang dinginnn jadilah sempat menggigil kalau naik dari air. Jadi kalau sudah di dalam air jangan sering-sering naik ke atas ya biar tidak dingin.

Ada satu yang membuat saya tidak sreg adalah penataan site nya. Waktu itu, ponakan saya mau minta dibelikan pop mie, Nah ada yang dekat dengan tempat duduk tanpa harus ke foodcourt. Tempatnya di atas kamar mandi, lantai dua menghadap ke Gunung Arjuno. Ternyata untuk naik ke atas harus lewat foodcourt dan melewati jembatan, tidak ada tangga langsung kesana. Alhasil nggak jadi beli disana, untung di foodcourt nya ada.

Selain foodcourt, musholla, dan kamar mandi, ada juga penyewaan baju renang disana juga penyewaan ban.

Setelah beberapa menit berenang, juga si kecil, saya memutuskan ganti baju, lagi-lagi khawatir kalau si anak masuk angin, hehe. Pulangnya kita melewati stand penjual souvenir khas Malang dan Batu. Yang banyak malah menjual hasil kebun.
Read More

Follower