Tampilkan postingan dengan label Beauty. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beauty. Tampilkan semua postingan

Beberapa waktu lalu, aku risiiiihh banget sama kulit yang mulai muncul bercak flek cokelat di wajah. Aku tanya sama emak-emak blogger Kodew Malang di grup, ya emang grup blogger khusus emak-emak itu nggak cuma urusan ngeblog aja, tapi juga urusan macam perawatan dan pengalaman lainnya. Jawabannya macam-macam. Dari pakai SPF sampai ke skin care.



Iya sih, selama pandemi ini aku udah nggak pernah lagi ke skin care. Biasanya, seenggaknya 1 tahun sekali aku ke skin care. Tapi tahun kemaren nggak sama sekali. #nangis


Akhirnya aku cuma perawatan seadanya dirumah. Perawatan itu pun cuma facial wash, terus krim pagi. Itu yang paling simpel seantero jagat raya dan memang cocok perawatan wajah untuk pemula. 


FACIAL WASH

Pemilihan facial wash juga ditentukan dengan kulit wajah. Kalau kulit wajahku kering cenderung berminyak, dan aku biasanya tetap pilih facial wash untuk kulit normal. Biasanya aku pakai Ponds selama bertahun-tahun, sekitar 15 tahun. Wow banget yah! Ternyata Ponds bener-bener menemani perjalanan perawatan wajahku. 


Selama aku pakai itu, memang wajah terasa lebih segar dan bersih setelah pakai, tapi pas setelah lama di luar tetap terasa lusuh. Dan memang beda sih kalau perawatan di salon sama perawatan sederhana itu. Aku pernah nggak pakai produk skin care yang beredar di toko tapi memilih di skin care. 


Kulitku bener-bener kinclong, kenyal dan nggak kusam meski sudah berlama-lama di luar. Tapiii setelah itu, jerawatku tumbuh banyak. Dan disuruh berhenti memakai krim dari skin care itu. Sengaja nggak aku sebutin. Kata dokternya memang agak bermasalah skin care itu.



Setelah sembuh akhirnya aku pindah facial foam Citra. Nggak ada alasan khusus sih, memang pengen ganti aja. Hasilnya sih kurang lebih sama. Hahaha. Terus pas di web Wardah ada promo aku coba aja facial wash untuk oil dari Wardah. Hasilnya belum kerasa sih karena baru beberap kali pakai.


SERUM

Nah, biasanya habis pakai facial wash, aku pakai pelembab atau cream tanpa SPF (Entah kenapa sekarang susah banget cari day cream tanpa SPF). Tapi karena aku beli day cream anti aging di web Wardah jadi deh aku dapat bonus facial foam dan serum Hazel. Lumayan banget.



Manfaat serum sendiri membuat kulit wajah lembab, membantu meringkas pori karena mengandung Vitamin E dan Hyaluronic Acid.


Jangan tanyakan efeknya di wajahku karena aku baru pakai sekali. wkwkw. Dasar emang agak males sih. Soalnya baru pertama coba jadi agak takut karena dulu pernah jerawatan. Teman-temanku malah pengen banget dapat serumnya, Haha.


CREAM 

Kalau krim wajah ini wajib dipunya setelah pemakaian facial wash karena setelah pakai facial wash biasanya kulit agak kering jadi perlu pakai pelembab. Nah, sekarang tuh jarang banget cream yang nggak pakai SPF. Semua krim siang biasanya selalu ada SPF nya padahal kan kalau nggak keluar rumah nggak perlu pakai SPF. Bener gitu nggak? Atau harus tetep pakai SPF di dalam rumah? Cream ini bisa cuma moisturizer tanpa SPF, day cream dengan SPF dan night cream.


- MOISTURIZER

Ini yang sering aku pakai dari dulu setelah pemakaian facial wash. Cream moisturizer, krim pelembab. Lumayan memang membuat kulit wajah terasa lembab. Aku biasanya pakai pelembab wajah Ponds sejak aku remaja, terus aku pindah pakai krim Citra, sekarang pindah lagi pakai Wardah. Haha.





- DAY CREAM SPF

Sebenarnya aku nggak biasa sih pakai SPF, tapi mengingat wajah semakin menua, sinar UV dari matahari semakin berbahaya, rasanya pemakaian SPF saat keluar rumah itu wajib. Maka, saya usahakan pakai SPF setiap keluar rumah, kecuali nyapu depan rumah sih. Oiya, sebenarnya SPF ini bisa terkandung di dalam day cream atau liquid foundation. Sayangnya, setelah selesai pakai day cream SPF wajahku langsung timbul merintis-merintis kecil banyak. Kadang malah jerawat yang gedean dan sakit. Setelah itu biasanya aku nggak pakai SPF day cream. Apa karena nggak cocok pakai SPF? Terus gimana dong kalau lagi keluar rumah nggak pakai SPF? tapi emang sih setelah pemakaian day cream SPF kalau selesai mandi aku pakai facial foam, bukan pakai cleansing milk atau toner, semacam itu. Dan kayaknya aku nggak cocok deh pakai SPF.







- NIGHT CREAM

Entah kenapa suatu waktu aku beli night cream, pengennya perawatan komplit yang sederhana di rumah. Eh ada nggak sih komplit yang sederhana? haha. Jadilah aku beli night cream. Sebelum tidur aku pakai night cream. Pas bangun tidur kerasa lebih lembab gitu. Beda kalo nggak pake night cream yang terasa muncul minyak di beberapa bagian wajah dan kering di beberapa bagian.



Terus aku kudu gimana dong kalau mau perawatan wajah yang makin sensitif ini? Hiks.






Read More

Rasanya semenjak tinggal di Sidoarjo, kota panas di Jawa Timur, aku merasa kulitku menjadi lebih kusam dan menghitam karena seringnya naik sepeda ke psar atau kemana gitu naik motor. Meskipun cuma sebentar, tapi kalau terpapar sinar matahari yang menyengat setiap hari ya lumayan juga bikin kulit menghitam. Belum lagi debu-debu jalanan yang menempel di kulit membuat kulit semakin dekil.


Padahal dulunya, waktu msih tinggal di Malang, kulitku nggak sedekil dan sehitam ini. Kadang, aku merasa sebel ngelihat kulitku yang semakin menghitam. Sempat kepikiran bagaimana caranya mencerahkan kulit tangan, seenggaknya bisa kembali saat aku masih kuliah di Malang. Bersih dan nggak dekil.


Cuma aku nggak pernah percaya dengan produk apapun yang bisa memutihkan kulit. Apalagi dulu pernah tahu kalau produk pemutih kulit biasanya pakai bahan berbahaya seperti merkuri. Jadinya, aku nggak pernah hunting produk pemutih kulit. Yes, bayangin putih kayak orang korea? Kan nggak mungkin juga sih wong lahirnya juga sudah begini.


Jadi, aku nggak berharap putih seperti orang Korea. Tapiiii, aku mau kulitku seperti dulu lagi, nggak sehitam gini dan nggak separah gini kusam dan dekilnya.


Akhirnya aku coba pakai Scarlett Whitening milik seorang artis Felicya Angelista. Jadi, aku pilih body care karena emang mau fokus mencerahkan kulit tangan yang lebih sering terpapar matahari.




Tiga macam Body care yang aku coba pakai yaitu Whitening Body Scrub, Whitening Shower Scrub, dan Whitening Body Lotion. Aku coba tiga item whitening itu karena menurutku mereka saling melengkapi. Kurasa kalau cuma satu aja nggak akan maksimal hasilnya. 


Tapi yang sempat muncul dalam pikiranku adalah aman nggak produk whitening-nya? Oiya, aku sudah pakai produk ini sekitar 19 hari. Kira2 efektif nggak produk ini bisa mencerahkan kulit? 


PRODUK 

Saat paket pengiriman tiba di rumah, aku langsung membukanya. Paketnya dibungkus dengan kardus. Tiga item (body scrub, shower scrub dan body lotion) juga dibalut dengan bubble wrap. Jadi sampai rumah, paket aman dan tidak pecah. 




Kemasan botol pada tiga produk itu BUKAN terbuat dari bahan yang mudah pecah seperti kaca tapi mika/plastik jadi nggak berat. Waktu itu sempat terjatuh di kamar mandi. Untungnya nggak pecah. Karena bahan kemasannya ringan dan ukurannya tidak begitu besar, tiga produk itu mudah dibawa kemana-mana.


Ketiga produk ini dibuat untuk mencerahkan, melembabkan dan menutrisi kulit karena terdapat kandungan glutathione dan Vitamin E. Glutathione ini mengandung antioksidan yang paling kuat dengan kemampuan mencerahkan kulit. Jadi memang glutahione ini digunakan pda berbagai macam kosmetik unuk mencerahkan kulit, baik untuk diminum sebagi kapsul maupun krim. Glutathione ini dikenal sebagai induk dari segala antioksidan alias antioksidan terbaik. Vitamin E yang terdapat pada produk Scarlett Whitening juga bermanfaat untuk menyegarkan dan merevitalisasi kulit.


Aku khawatir kalo produk ini nggak aman buat kulit tetapi kekhawatiranku hilang karena produk ini sudah terregistrasi pada BPOM (Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan). Dengan terdaftar di BPOM berarti kandungan yang ada dalam kosmetik sudah teruji standar dan persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk. Makanya aku nggak khawatir sih pakai Scarlett Whitening.


Kelebihan lainnya dari produk ini adalah No Tested On Animal. Kenapa harus begitu? Karena saat ini banyak sekali kosmetik yang diuji coba ke hewan sebelum dipasarkan. Alasannya, jika hewan tidak akan bereaksi pada kosmetik, maka kosmetik tersebut sudah layak dipasarkan. Kenyataannya, tidak 100% kosmetik yang sudah berhasil diujicoba ke hewan akan berhasil di manusia. Jelas, karena hewan dan manusia memiliki kondisi biologis yang berbeda. Dan biasanya saat perusahaan kosmetik itu menggunakan hewan untuk diujicoba, maka akan ada banyak hewan yang tersakiti bahkan mati. Nah, apakah kita mau kosmetik yg kita gunakan untuk adalah hasil dari penyiksaan hewan-hewan? Mau cantik kok tega sama binatang? Jangan ya! Makanya produk dari Scarlett Whitening ini nggak diujicobakan ke hewan. Kalo kalian menggunakan produk ini berarti sama saja kalian menyelamatkan banyak hewan.


Oya, jangan sampai beli produk yang palsu ya, karena produk asli Scrlett Whitening ini ada stiker hologramnya di setiap kemasan produk.


Dan pastikan juga pemakaiannya tidak melebihi tanggal expired-nya unuk mencegah hal-hal yang berdampak negatif pada kulit.


BODY SCRUB ROMANSA




Setelah dibuka tutupnya, bagian dalam kemasan produk Body Scrub ini dilapisi plastik wrap agar scrub nya tidak menempel di tutupnya. Kalau dari teksturnya, buliran scrubnya halus dan nggak bikin sakit saat dibalurkan ke kulit. Warna dari Body Scrub dan bulirnya ini putih bersih. Bulir-bulir itulah yang membantu sel-sel kulit mati dapat terangkat sehingga sel-sel kulit bisa mengalami regenerasi. 


Add caption


Apa yang aku suka dari Body Scrub adalah wangi Romansa yang tahan lama. Bau keringat yang sering keluar karena tinggal di daerah panas ini jadi berkurang. Aku lebih percaya diri aja. Wanginya juga bisa menjadi treatment. Badan menjadi lebih segar dan nyaman.


Cara pemakaiannya dengan membalurkan scrub ke seluruh tubuh dengan kondisi tubuh kering. Kenapa dengan kondisi kering? Tujuannya agar sel-sel kulit matinya bisa terangkat dan hilang saat dibersihkan. 





Bagi yang pertama pakai scrub mungkin agak aneh, tapi memang begitu agar hasilnya maksimal. Tunggu selama 2-3 menit setelah itu dibilas dengan air bersih kalo bisa berkali-kali agar lebih bersih. Pemakaian ini sebanyak dua kali seminggu.




Kalo kalian paham dengan ingredientsnya, nih aku bocorin apa aja ingredientsnya. 


Ingredients :

Acrylic Polimer, Triisopropanol Amin, Glycerin, Mineral Oil, Cetyl Alcohol, Cetearyl Alcohol, Propylene Glycol, Glycol Distearate Dmdmhydantoin, Fragrance, Scrub, Glutathione, Water. 

Nomor BPOM nya adalah NA18190705488.


BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE


Semenjak aku punya brightening shower scrub yamg warnanya ungu cantik ini, aku lebih semangat untuk mandi. Haha. Sama seperti body scrub, baunya wangi sekali. Saat dipakai, busanya tidak sebanyak sabun biasa dan memang sedikit lebih licin. Tapi justru itu, saat aku membilasnya, aku sambil menggosoknya sehingga daki-daki, kuman, kulit-kulit yang kering bisa terangkat. Tekstur Shower Scrubnya ini halus dan terdapat butiran kecil berwarna ungu dan pink. 




Cara pemakaian dengan dibalurkan ke seluruh tubuh seperti sabun biasa kemudian dibilas dengan digosok agar tidak terlalu licin.



Shower scrub varian pomegrante ini juga banyak manfaatnya. Katanya sih pakai pomegrante atau ekstrak buah delima untuk kulit bisa menghindari kerusakan kulit akibat sinar matahari, melembabkan kulit dan membuat kulit lebih bersinar.




Ingredients : Sodium Lauryl Sulfate, Sodium Lauryl Sulfate, Fatty Alcohol Sulfate, Coconut Diethanolamine, Coco Amido Propyl Betaine, Lauryl Betaine, Ethyl Diamin Tetra Acetic Acid, Glycol Distearat, Steareth-20 Methacrylate Copolymer, Dmdm Hydantoin, Glycerin, Fragrance, Beads A2 milicapsule, Glutathione, Water. 

BPOM: NA18180701928.



FRAGRANCE BRIGHTENING BODY LOTION CHARMING


Terakhir, item dasar yang harus dimiliki kalau mau mencerahkan kulit adalah Whitening Body Lotion Charming. Wanginya seperti wangi parfume Baccarat Rouge 540 Eau De yang lembut dan tahan lama. Warnanya putih agak ungu. Teksturnya halus, mudah meresap dan tidak lengket di kulit.




Yang paling aku suka dari kemasan botol body lotion ini adalah ada lock unlock-nya. Lock nya harus dibuka dulu terus diputar ke kiri untuk membukanya. Jadi yang punya anak kecil nggak khawatir dibuat mainan dan ditekan-tekan. Atau kalau lagi dalam perjalanan nggak khawatir ketekan.





Cara pemakaian oleskan lotion setelah mandi ke seluruh tubuh secara merata. Gunakan dua kali sehari untuk hasil yang maksimal.





Ingredients : Acrylic polimer, Cetearyl Alcohol, Triisopropanol Amin, Propana-1-2-diol, Propane-1,2,3-triol, Dmdm Hydantoin, Fragrance, Beads A2-millicapsule, Glutathione, Water. 

BPOM: NA18190123882.


SETELAH 19 HARI PENGGUNAAN


Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya, apakah efektif pakai Scarlett Whitening untuk memutihkan eh mencerahkan kulit? Jangan bayangkan kulitku jadi putih seperti artis korea loh ya. :D



Lihat yang kanan bawah, mungkin kurang jelas ya? Kalau aku sendiri memang merasa ada sedikit perubahan, nggak malu-maluin lah kalau dilihat sendiri, nggak gosong banget : D

Setidaknya kulitku tidak terlihat kusam tapi lebih halus, lembab dan sedikit lebih cerah. Dan pastinya badan lebih wangi hampir sepanjang hari. Pantas saja banyak yang bilang produk Scarlett Whitening ini bisa melembabkan dan mencerahkan kulit, ternyata kandungan juga mendukung.


HARGA PRODUK DAN PEMESANAN


Harganya juga nggak masih bisa dijangkau ya. Tiap item Rp. 75.000,-. Kalau beli 5 item harganya Rp. 300.000,- sudah dapat box exclusive dan free gift. Bagi kalian yang tertarik, bisa banget kirim direct message ke instagram @scarlett_whitenening. Pastikan juga expired-date saat membeli ya.



Read More
Sejak dulu, saat masih kuliah, saya paling sulit berhias diri. Tak hanya urusan make-up wajah tapi juga untuk urusan penampilan. Terkadang adik saya gregetan melihat saya berpakaian seadanya.

"Bajumu itu nah. Kayak orang rembes!"

Begitu protesnya setiap saya dan adik saya akan pergi ke Mall dan saya memakai baju 'rembes' di mata dia. Maksudnya, saya seperti -maaf- pemulung. Sadis kan!

Meskipun menurut saya, penampilan saya itu biasa saja. Pakai celana jeans dan kaos lengan panjang serta jilbab segiempat. Tak cuma sekali, berkali-kali dia suka protes dengan penampilan saya. Tak jarang, ibu juga ikut mengomentari pakaian yang saya kenakan.

Waktu itu, saya ketawa saja. Karena ketika saya nyaman akan sesuatu ternyata menurut pandangan orang itu jelek. Pada akhirnya, saya memasrahkan diri. Saya biarkan adik atau ibu saya memilihkan pakaian jalan untuk saya. Kadang, saya protes dengan pakaian yang mereka pilih karena saya merasa semakin kurus, semakin hitam, dan semakin semakin lah memakai baju yang mereka pilih. Terkadang juga saya menurut saja apa yang mereka pilihkan.

Betapa cueknya saya padahal saya sudah cukup dewasa untuk bisa memilih pakaian yang saya inginkan. Nyatanya, tidak juga.

Ketika di kampus, saya sudah terlepas dari penglihatan adik dan ibu saya, otomatis saya makin bebas dong memakai pakaian yang nyaman menurut saya. Tidak ada lagi yang protes-protes saya mau pakai baju apa.

Namun, kecuekan saya itu tidak berlangsung lama. Saya suka melihat teman-teman saya yang bajunya mengikuti perkembangan jaman. Meski di fakultas teknik, banyak teman-teman saya yang perempuan penampilannya fashionable. Semua chic mulai dari jilbab, baju, tas dan sepatu. Misal hari ini pakai baju hijau, besok baju pink, lusa baju biru.

Sedangkan saya? Baju, jilbab dan sepatu saya banyak sekali yang berwarna netral, seperti hitam, coklat, biru navy. Karena saya ingin menjadi seperti mereka, saya pun pergi ke toko baju.

Lima menit. Sepuluh menit. Lihat baju model A. Lihat baju mode B. Lihat baju berwarna A. Lihat baju berwarna B. Selama satu jam akhirnya saya memutuskan untuk beli baju model Z dengan warna yang tidak jauh beda dengan warna-warna pakaian yang ada di lemari saya. Cokelat muda.
Begitu saya pakai ke kampus, saya merasa aneh karena tidak bisa jadi diri sendiri. Kenapa pula harus mengikuti jaman kalau memang tidak nyaman dan tidak percaya diri?

Sampai suatu ketika, saya penasaran mau coba kosmetik di dokter kecantikan. Dengan biaya cukup murah, kulit wajah saya yang kusam bisa menjadi kinclong, segar dan terasa kenyal seperti karet. #eh. Ada perasaan yang berbeda setiap saya melihat wajah saya saat melewati kaca. Seperti ada yang bersinar. Ciyeh. Beneran.

Wisuda pun tiba. Saya harus memakai kosmetik dari periasnya. Dan kalian tahu apa? Dua hari setelah wisuda, wajah saya langsung jerawatan. BANYAK. Merah-merah. Sampai satu wajah. Jerawat membandel pokoknya. Saya mulai bingung bagaimana menghilangkan jerawat yang banyak dan parah ini.

Saya pun ke dokter kulit (namanya Dokter Rofiq, dokter kulit yang ramai dan terkenal di Malang) dan menceritakan semuanya. Dokter pun menyuruh saya menghentikan memakai kosmetik dari dokter kecantikan itu. Kata beliau, itu yang menyebabkan jerawat. Saya tidak percaya. Masak sih? Namun, karena saya dalam masa pengobatan, saya pun menurutinya. Selama 1,5 tahun akhirnya jerawat saya sembuh!

Semenjak itu, saya tidak berani memakai kosmetik macam-macam. Saya pun kembali ke perawatan sederhana saya. Facial foam, krim siang dan bedak. Setiap saya mau jalan jauh, saya masih bisa pakai krim siang dan bedak. Terkadang juga lipstik. Sama seperti memilih warna baju, saya memilih warna lipstik pun beraninya cuma warna natural.

Setelah menikah, kecuekan saya semakin menjadi-jadi soal penampilan. Awal-awal saya memang masih bisa memperhatikan penampilan setiap mau keluar rumah atau jalan-jalan. Lama-lama saya semakin tak perduli. Saya masih sangat nyaman memakai kaos panjang, celana kain (dulunya celana jeans), jilbab segiempat dan kadang sandal jepit. Apalagi ada dua anak yang aktif, memakai baju yang nyaman dan membuat bebas bergerak masih menjadi pilihan utama.

Urusan berdandan wajah lain lagi. Meski saat SMA, sekolah pernah mengadakan beauty class, saya tidak benar-benar bisa berdandan. Paling-paling pakai facial foam, krim siang, dan bedak. Saat kuliah pun masih bertahan pakai tiga benda itu.


Namun, semenjak 2 tahun belakangan ini, saya jarang pakai facial foam atau krim siang. Bahkan bedak sekalipun. Saya sudah tidak telaten padahal perawatan diri adalah salah satu cara bersyukur kita pada Allah kan ya.

Untungnya, ketidaktelatenan saya tidak diprotes suami. Dia justru tidak suka kalau saya dandan. Pakai lipstik saja diketawain. Katanya aneh. Lah padahal saya pakai lipstik dengan warna natural meski menurut saya warna natural tetap muncul warna merahnya.

Kemudian, beberapa hari lalu, saya  diajak suami ke Tunjungan Plaza. Sebenarnya suami ingin nyari sesuatu di toys kingdom tapi tidak ada. Jadi kami jalan-jalan dari TP 3 ke TP 1. Setiap saya melewati kaca, saya melihat diri saya yang benar-benar 'rembes'. Sepertinya kalau adik saya ada, dia bakal ngomel-ngomel melihat penampilan saya. Tidak cuma masalah pakaian saja, tapi juga kulit wajah.

Tuh kan penampilan saya (kanan) wkwkwk

Saya lihat wajah saya semakin hitam dan kusam, seperti kembali ke jaman SMP. Padahal saya jarang sekali keluar rumah. Saya sampai malu sendiri. Sampai saya bilang ke suami.

"Weh. Weh. Aku kaya keluar dari goa. Kok bisa hitam kayak gini padahal jarang keluar rumah," kataku pada suami. Seperti biasa, suami cuma mesem saja. Dia juga sama. Cuek saja.

Setelah sampai di rumah, saya langsung pakai facial foam, cream cleansing sama tonic. Sepertinya saya harus jalan-jalan begitu dulu biar tergerak hati saya buat membersihkan wajah. Wkwkwk.

Melihat ketidaktelatenan saya, apa teman-teman punya resep khusus biar wajah tetap kinclong tanpa harus ribet perawatan wajah?

Kalau masalah pakaian, sepertinya saya memang belum tergerak untuk bisa tampil fashionable seperti orang-orang di Mall. Wkwkwkwk.

Kalau begitu, sampai kapan saya mulai tergerak memperhatikan penampilan dan merawat kulit wajah?

Read More

Sudah beberapa bulan ini, saya merasa kulit muka saya iritasi. Karena setiap saya pakai toner, kulit saya perih. Saya juga nggak tahu sejak kapan itu mulainya. Memang semenjak saya hamil anak pertama (sekitar tahun 2015) saya nggak pernah perawatan. Mentok-mentok pakai facial foam Ponds saat mandi atau pakai ekstrak bengkoang lotion dan toner setelah mandi atau setelah pakai make up.

Tapi saat Ponds saya habis, saya malah nggak pernah beli lagi dan nggak perawatan lagi. Bahkan hanya memakai pelembab kecuali kalau keluar rumah baru deh pakai foundation cair yang ber-SPF.

Saya sudah nggak pernah lagi perawatan. Sebenarnya banyak klinik kecantikan di Malang tapi saya belum tergerak ke klinik itu. Nah, kebetulan temen saya ngasih tawaran untuk nyoba perawatan di klinik kecantikan di Malang. Namanya DNI Skin Centre di kota Malang.

Lokasi DNI Skin Centre

Klinik spesialis kulit DNI Skin Centre ini di Kota Malang ada di Jl. Soekarno Hatta No.4, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65142. Telepon (0341) 4374036. Ternyata dekat dengan rumah mertua saya. Jadi dari pertigaan lampu merah Universitas Brawijaya lurus saja lewat jembatan Soekarno Hatta. Terus ketemu perempatan. Biasanya perempatan ini ditutup jadi nggak bisa belok kanan. Nah di perempatan itu ada Pizza Hut. DNI Skin Centre ada di sebelah kiri setelah Pizza Hut itu.

DNI Skin Centre di Malang

Profil DNI Skin Centre

DNI Skin Centre merupakan klinik spesialis kulit ini memiliki kantor pusat di Renon, Denpasar, Bali. Klinik spesialis kulit ini berdiri sejak 14 Februari 2011 oleh dokter spesialis kulit bernama Dr.dr. I Gusti Nyoman Darmaputra SpKK. Dokter Darma berempati terhadap pengetahuan masyarakat yang masih rendah pada kesehatan kulit dan efek sampingnya. Sehingga Dokter Drama membuka klinik spesialis kulit bernama DNI Skin Centre.
Hingga saat ini DNI Skin Centre ada enam cabang di Indonesia yaitu Bali, Jakarta, Malang, Lombok, Gresik, Makassar.



Review Pelayanan dan Treatment

Begitu saya masuk ke ruangan dokter, saya pun diperiksa dengan alat untuk melihat secara detail kondisi kulit saya. Saya pun bisa melihat kulit saya yang merah-merah karena iritasi. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, dokter pun menyarankan saya untuk facial dan injeksi.



Facial di klinik DNI Skin Centre ada bermacam-macam juga, seperti lifting facial, facial detox, acne/glowing facial, dan hidro facial.

Kalau tidak salah saya disaranin hidro facial tapi saya nggak begitu suka facial. Akhirnya dokter memilihkan treatment saya yaitu peeling. Saya pun bertanya tentang injeksi. Ternyata itu adalah jarum yang ditusuk-tusukkan ke kulit agar kulit kenyal. Saya tambah nggak berani seh. Akhirnya treatment injeksi diganti jadi treatment elektro glowing.

Untungnya, dokternya sabar dan mau menjelaskan tentang treatment injeksi yang bisa membuat orang tidak nyaman tapi hasilnya memang lebih bagus.

Saya pun ke lantai atas bersama anak bayi saya, Raceqy (34 bulan). Saya berada di ruangan treatment yamg terdiri dari dua tempat tidur.



Setelah itu wajah saya dibersihkan dengan susu pembersih. Oiya karena DNI Skin Centre di Malang ini ada beautician lagi jadi yang memberi treatment ya pegawai yang membantu saya di meja resepsionis. Saya pun berbaring dan membuka jilbab.



Mata saya ditutup dengan sesuatu (mungkin kapas) yang diberi air dingin. Rasanya nyesss. Melakukan peeling pun tak lama, tak sampai 10 menit peeling selesai.

Yang saya khawatirkan saat treatment adalah anak saya rewel minta pulang karena lama. Untungnya dia malah melihat saya dengan anteng sambil bertanya-tanya apa yang saya lakukan.

Treatment kedua yaitu elektro glowing. Wajah saya diolesi dengan serum kemudian saya disuruh pegang dengan tangan kanan dan kiri sebuah besi kali ya (saya nggak paham namanya) yang tersambung dengan kabel ke suatu alat. Kemudian alat yang bersinar itu mengelilingi seluruh wajah saya agar serum lebih meresap.

Mbaknya memang sudah menjalani pelatihan untuk melakukan treatment ini. Biasanya mbaknya melayani facial dan baru pertama kali melayani Elektro Glowing. Walupun begitu, mbaknya tampak sudah terlatih dengan alat yang modern. Tanpa canggung.

Di beberapa bagian kulit saya yang mengalami iritasi dan perih saat di treatment, tapi mbaknya cukup pelan dan tetap membuat saya nggak kesakitan.

Penggunaan produk DNI Skin Centre

Karena kulit saya kering-kering, akhirnya saya diberi produk kecantikan berupa nutrisi dan sunscreen. Mungkin nutrisi yang dimaksud adalah pelembab. Oiya, untungnya produk kecantikan ini nggak perlu ditaruh di kalkus tapi cukup di suhu ruang.



Untungnya lagi, saat selesai memakai nutrisinya selama tiga hari, saya nggak perlu memakai lagi kecuali kalau kulit terasa perih dan iritasi. Baguslah, apalagi saya termasuk tipe orang yang nggak telaten memakai produk-produk kecantikan, hehe.

Oiya, saya sempat bertanya-tanya dengan produk DNI Skin Centre, apakah sudah ada label LPPOM? Dengan mata seperti elang alias membaca tulisan kecil-kecil di produknya, saya pun menemukan kode produk dari LPPOM.

Kelebihan dari produk DNI Skin Centre

Kualitas dan harga

Dokter Drama yang juga bekerja menjadi dosen ini membuat beliau mengetahui riset-riset terbaru sehingga saat dia membuat racikan obat ini, beliau membuatnya dengan kandungan yang sesuau. Sehingga nggak perlu membutuhkan banyak biaya untuk menciptakan sebuah produk. Dengan begitu, harga jualnya juga tidak sampai menguras kantong.

Kejujuran terhadap produk dan treatment

Ketika saya kesana dan diperiksa kulit wajah saya, dokter kemudian merekomendasikan jenis treatment yang cocok buat saya. Jadi walaupun kalau kita minta perawatan yang tidak sesuai dengan kulit pasien, maka dokter nggak akan memberikan. Prinsip DNI Skin Centre ini tak hanya memberikan pelayanan yang baik saja tapi juga pelayanan yang jujur terhadap treatment terhadap pasien. Begitu juga dengan produknya, semua tergantung masalah kulit pasien.

Tampil percaya diri tanpa make-up

Dengan slogan "Beauty For Everyone" diharapkan DNI Skin Centre bisa menjangkau semua kalangan karena harganya yang tidak terlalu mahal. Selain itu, DNI Skin Centre ingin para wanita percaya diri tanpa make-up karena kecantikannya terpencar. Wuzzz. Saya pengen banget bisa begini. Tanpa susah-susah pakai make-up, sudah kayak pake make-up aja, hehe. Maklum kadang saya malas keluar pakai make-up, need a time. Kalau nggak pake make-up wajah keliatan kumus-kumus. Harapannya DNI Skin Centre bisa buat wajah saya nggak kumus-kumus, hehe.

Menurut pegawai DNI Skin Centre, treatment di klinik kecantikan di Malang itu cukup lengkap walaupun di kantor pusat lebih lengkap treatmentnya.
Di klinik spesialis kulit ini nggak hanya untuk wajah tapi juga untuk kulit rambut, tangan, kaki, leher. Pokoknya semua kulit.

Pulang ke rumah setelah merasakan peeling dan elektro glowing, efeknya mungkin tidak terllu signifikan karena memang baru pertam kali perawatan. Tapi saya merasa wajah sedikit lebih segar.Tinggal perawatan pakai krim nya nih.

Ketika menulis ini, sudah seminggu saya menggunakan krimnya. Hasilnya wajah saya tidak kering lagi walaupun wajah saya nggak jadi lebih putih  tapi saya merasa kulit saya nggak perih lagi.

Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower