Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan



~ Apakah perempuan harus bisa memasak? ~


Sepertinya pertanyaan ini menjadi keresahan pada hampir sebagian besar perempuan yang akan menikah. Seolah-olah memasak adalah salah satu parameter menjadi seorang istri yang baik. Bahkan sampai ada yang tidak berani jatuh cinta bahkan menikah karena merasa belum siap menjadi istri yang bisa memasakkan makanan untuk suaminya kelak.

Aku pernah mengalami kekhawatiran itu. Di keluarga besarku, aku hanyalah seorang gadis yang tidak jago masak. Beda dengan sepupuku yang di usia muda sudah jago masak. Sempat kuutarakan kekhawatiranku pada ibu. Melihat ibuku bisa menyajikan makanan untuk keluarga dan rasanya enak membuat nyaliku ciut. Bagaimana aku kelak saat berumah tangga?

Ternyata aku terkejut dengan jawaban ibu. Aku salah mengira selama ini.

“Ibu juga waktu baru-baru nikah juga nggak bisa masak.”

Kukira ibuku sudah bisa memasak saat baru menikah. Ternyata tidak. Ibuku tentu menjadi sosok yang aku panut selama ini. Jadi ketika ibu mengatakan itu aku mulai tenang.

“Terus bagaimana ibu menyajikan makanan untuk bapak?”

“Pokoknya kalau ada buku resep itu semua gampaanggg.” Begitu ujar ibuku seolah menganggap semua aktivitas memasak itu gampaaang. Perkataan ibu itu setidaknya mengembalikan kepercayaan diriku sebagai perempuan.

Beruntung ibuku tidak menuntut harus jago masak. Meskipun begitu, ibuku selalu memintaku untuk membantunya setiap kali memasak. Tidak dilepas begitu saja. Paling-paling cuma potong sayur atau mengulek sambal. Makanya kadang aku diejek sama tante kalau aku nggak bisa masak. Haha. Tapi biarin saja toh ibuku juga bisa masak juga akhirnya meski di awal-awal menikah juga tidak bisa memasak. Hanya karena melihat buku resep jadilah ibuku bisa memasak sedikit-sedikit.

Aku kadang heran dengan pasangan yang harus memaksa istrinya pintar masak seperti ibunya. Padahal untuk menjadi orang yang pandai memasak pun tidak instan. Semua bertahap. Jika memang seorang laki-laki menetapkan kriteria jago memasak adalah yang utama dan kewajiban ya harusnya dijelaskan dari awal. Apakah perempuan menyanggupi? Karena beban loh ketika seorang perempuan sudah capek memasak ternyata tidak dihargai bahkan makanannya pun dicela.

Jika menurut agama Islam sendiri, penentuan pasangan pun bukan karena jago masak atau tidak tapi agamanya yang utama. Itulah yang bisa menyelamatkan rumah tangga. Bahkan mencela makanan pun tidak diperbolehkan.

Beruntung pula aku mendapat mertua yang nggak memaksaku untuk bisa memasak. Bahkan kadang suamiku sendiri yang masak sesuai keinginan suami. Bagiku sebagai istri itu sudah sangat membantu pekerjaan istri dan menyenangkan istri. Bukankah itu termasuk pahala daripada harus mencela?

Jika kembali ke pertanyaan apakah perempuan harus bisa masak? Tidak ada kewajiban untuk itu. Tapi... setidaknya perempuan bisa mencoba untuk memasak meski masakan sederhana, yang mudah dan ringkas.


~ Haruskah perempuan belajar masak? ~


Aku tidak pernah menuntut belajar memasak untuk diriku sendiri. Membantu ibu memasak di dapur sebenarnya adalah salah satu kegiatan yang cukup membuatku malas. Aku lebih suka berkutat dengan buku-buku dan bersantai di kamar. Namun, sebagai anak, aku tetap memaksa diriku untuk membantu ibu di dapur.

Ketika masih gadis, aku tidak disuruh untuk memasak ini dan itu. Cukup memotong sayur, mengulek sambal, membersihkan sayur, menggoreng tempe tahu. Oiya aku tak pernah mau menggoreng ikan karena minyaknya suka ke mana-mana. Haha.

Ketika aku menjadi anak kos, di beberapa waktu senggang ketika kangen dengan masakan ibu, aku memasak sendiri. Padahal aku bisa saja beli di warteg dekat kos. Jadi bukan karena aku ingin belajar masak tapi karena aku kangen masakan ibu saja. Ternyata itu menjadi sarana pembelajaran buatku.

Apalagi ketika tinggal di luar negeri, mau tidak mau aku harus memasak untuk diriku sendiri agar pengeluaran tidak membengkak. Ketika aku rindu masakan Indonesia, aku tinggal menelusuri Google dan mencari resep yang aku suka. Waktu itu jaman chat belum banyak berkembang jadi aku jarang menghubungi ibu via sms atau telepon untuk meminta resep. Mahal cuy!

Sampai saat ini, aku bisa masak seadanya dan sederhana. Nggak jago-jago banget sih. Semua itu karena sebuah keterpaksaan. Seperti tinggal jauh dari ortu. Maka bagi kalian para perempuan tidak perlu khawatir. Naluri kewanitaan kalian akan keluar ketika berada dalam kondisi terpaksa untuk bisa memasak.


~ Darimana kita belajar memasak? ~


Jaman aku gadis dulu masih banyak buku-buku resep makanan yang dijual. Ibuku menyimpan beberapa buku resep masakan dan membukanya ketika akan memasak makanan tertentu.

Sekarang, jaman teknologi yang sudah sangat canggih ini kita dimudahkan dalam hal apa pun. Perempuan bisa belajar memasak dari mana saja seperti berikut:

Buku resep


Belajar memasak dari buku resep ini sudah banyak dilakukan oleh para perempuan dari jaman dulu. Banyaknya penjual buku resep di toko buku ataupun di tukang koran memudahkan para perempuan untuk meningkatkan skill memasak. Sekarang meski ada yang menjual buku resep mungkin tidak banyak yang membelinya. Tapi kalian bisa mencobanya. Pastikan resepnya yang sederhana dulu.

Dari penelusuran google


Banyaknya resep masakan yang berseliweran di artikel google kadang membuat kita harus pintar-pintar memilih resep yang tidak ribet. Banyak sekali satu menu tapi berbagai macam bahan. Misalnya untuk membuat ayam goreng saja bisa berbagai macam resep bahan dan caranya. Untuk yang baru belajar memasak, lebih baik menggunakan resep yang sederhana dulu.

Belajar dari Orang Tua

Salah satu guru terbaik bagi seorang anak adalah orang tuanya. Kita belajar banyak dari orang tua kita termasuk saat belajar memasak. Sebenarnya, belajar memasak juga tidak terpaku dari orang tua kita saja tapi juga bisa dari keluarga atau dari teman yang memang punya pengalaman lebih bantak. Bahkan aku sendiri masih suka minta resep masakan dari tetangga yang memang sudah kuanggap orang tua sendiri. Dan belajar dari mana saja itu akan memperkaya pengetahuan dan skill memasak kita.

Dari aplikasi memasak


Kalau kalian berniat belajar memasak dengan tahapan memasak yang sederhana, coba cari aplikasi memasak yang banyak seliweran di Google Play Store. Salah satu aplikasi memasak yang punya langkah sederhana dan tidak buat bingung adalah Yummy App.




~ 10 Kelebihan Menggunakan Aplikasi Yummy App ~


Aplikasi berwarna orange ini adalah aplikasi resep masakan rumahan terlengkap. Kita yang masih belajar memasak perlu banget memasang aplikasi ini di smartphone kita. Ini sangat membantu untuk bisa belajar memasak tanpa harus pusing dan ribet dengan resepnya. Banyak kelebihan kenapa kita harus memasang aplikasi Yummy App. Mau tahu? Ini dia 10 kelebihan aplikasi Yummy App untuk belajar memasak:


1. Menu mudah dan singkat


Salah satu hal yang mungkin membuat sebagian perempuan agak malas untuk belajar memasak adalah banyak waktu yang dihabiskan di dapur. Apalagi perempuan jaman sekarang yang inginnya praktis karena harus mengerjakan pekerjaan lain. Nggak cuma untuk kita yang baru belajar memasak, kalian yang sedang berkarir atau punya kesibukan luar biasa bisa memilih waktu yang diinginkan dari fitur durasi di aplikasi Yummy App. Kita bisa mengira-ngira waktu yang akan kita habiskan di dapur untuk memasak. Selain bisa memilih waktu yang cepat, menu resep masakan di Yummy App ini juga mudah. Kita nggak perlu pusing lagi. Belajar memasak jadi lebih mudah dengan Yummy App.




2. Bisa tahu menu makanan yang lagi trending


Kalau lihat makanan yang lagi booming pasti rasanya pengen banget nyobain. Tapi beda lagi kalau kita yang baru belajar masa. Bisa memasak makanan yang lagi trending saat ini saja ada rasa kepuasan tersendiri ketika berhasil memasak makanan tersebut. Ya kan? Nah, di aplikasi Yummy App ini juga ada loh resep makanan yang lagi trending. Dan yang pasti mudah banget tahapannya. Resep makanan yang kelihatannya ribet ternyata mudah sekali, loh!




3. Bisa belajar masak dari para chef atau akun official


Kelebihan lainnya mencari resep makanan di aplikasi Yummy ini adalah kita bisa belajar memasak dari para chef yang sudah terkenal dan juga akun official produk masakan tertentu. 

Beberapa chef yang memiliki akun dan resep di Yummy App adalah chef Arnold yang jadi juri MasterChef, chef Gilang yang sangat jagoan dalam dunia pastry, chef Nunu yang dulunya peserta MasterChef yang sekarang aktif di Yummy App. Tentunya masih banyak chef lainnya yang aktif memberikan resep mereka di Yummy App.

Nggak cuma dari para chef, kita juga bisa memilih menu masakan yang enak dan lezat dari Chef Yummy. Tampilannya dari Chef Yummy itu biasanya ada watermarknya Yummy di setiap fotonya.

Nggak usah bingung dengan cara masaknya. Video yang ada di setiap resep Chef Yummy itu memudahkan kita yang lagi belajar masak. Kita jadi punya bayangan gimana cara masaknya. Durasi videonya juga tidak lama jadi nggak bakal kehabisan kuota. Hehe. Sedangkan resep menu makanan dari komunitas nggak semua ada videonya. Tapi nggak usah khawatir karena cara memasak gampang.


4. Nggak akan kehabisan ide masak kuliner nusantara


Ibu-ibu pasti sering banget mengalami kehabisan ide menu memasak. Yang ada, jadinya masak itu-itu saja. Salah satu penyebab anak-anak susah makan juga karena anak-anak merasa bosan dengan makanan yang disajikan. Kalau kita buka aplikasi Yummy App, kita akan melihat banyak sekali menu makanan nusantara yang lezat-lezat, mulai dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia. Ada Mie Aceh, Coto Makassar, Papeda Ikan Kuah, dan lain sebagainya. Kita yang baru belajar masak juga bisa mencari inspirasi dari kuliner nusantara ini. Nggak perlu khawatir karena semua resep sangat mudah! Rata-rata cuma lima langkah.



5. Bisa berkreasi makanan dari luar negeri


Nggak cuma masakan nusantara aja loh yang tersedia di Yummy App ini, tapi juga ada makanan khas negara lain seperti Korea, Eropa, Arab dan lain sebagainya. Resep menu makanan khas Korea ini langsung muncul di Beranda aplikasi. Kalian penggemar K-pop dan ingin belajar masak makanan Korea, coba install Yummy App deh! Gampang dan nggak ribet!




6. Memberi inspirasi menu sesuai bahan yang tersedia 


Siapa yang pernah mengalami bingung mau masak apa dan bahan di kulkas masih banyak? Aku sering banget mengalami itu. Kadang suka duduk di depan kulkas terus utak-atik isi kulkas. Bingung mau masak apa. Mau masak A eh bahan kurang. Mau masak B bahan juga kurang. Kalau nggak dimasak nanti keburu busuk sayurnya. Kalau dimasak juga bingung karena kurang komplit bahannya.

Setelah aku pasang aplikasi Yummy App, aku nggak mengalami bingung lagi karena ada fitur Memasak yang memberikan inspirasi menu masakan yang tersedia di rumah. Kita tinggal tulis saja bahan-bahan apa saja yang ada di rumah atau di kulkas kemudian pilih terapkan. Setelah itu akan muncul resep makanan yang sesuai dengan bahan yang tersedia. Fitur ini yang membuat kita yang nggak kepikiran mau masak apa jadi punya banyak inspirasi menu masakan untuk keluarga. Bye bye kehabisan ide. Bye bye rasa bosan sama makanan itu-itu saja.




7. Ide memasak akhir bulan


Akhir bulan bagi sebagian pekerja adalah waktunya berhemat termasuk juga menentukan menu makanan yang low budget. Masalahnya adalah saat mencari menu makanan yang low budget biasanya yang kepikiran hanya menu lalapan tahu tempe. Kalau tinggal sendiri nggak masalah ya. Kalau sudah berkeluarga kan kasihan banget tuh pasangan dan anak-anak kita. Nggak usah bingung selama kita memasang aplikasi Yummy App kita nggak akan kehabisan ide karena dengan fitur Filter Budget kita bisa memilih budget yang kita inginkan, mulai dari 10.000 sampai 70.000 rupiah.




8. Mendapat penghasilan dari menulis resep


Kelebihan lainnya dari aplikasi Yummy App adalah kita nggak hanya ‘membuang uang’ untuk mencoba resep masakan yang tersedia tapi juga bisa menghasilkan uang dari resep yang kita tulis dari fitur Tulis Resep. Oiya, menulis resep masakan di Yummy App juga nggak asal nulis ya. Yummy App juga punya panduan menulis resep di sana. Salah satu syaratnya adalah tidak boleh menulis resep yang sederhana seperti membuat telur ceplok. Bahan yang digunakan dalam resep makanan adalah minimal tiga bahan.

Menulis resep di yummy App juga gampang banget. Cara menulis resep makanan di Yummy App yaitu:

- Buat judul resep minimal tiga kata.

- Ceritakan resep masakan yang menarik. Cerita bisa apa saja ya baik cerita resep turunan atau tips singkat saat membuat resep.

- Tuliskan bahan-bahan yang dibutuhkan berdasarkan takarannya. Bisa sesuai kelompok bahannya seperti bahan utama, bumbu halus, atau yang lainnya.

- Tuliskan cara memasak dalam lima langkah atau seperlunya disertai dengan foto agar memudahkan pengguna dalam mencoba resep masakan.

- Unggah foto hasil resep masakan yang sudah jadi maksimal 1 Mb.

- Nah setelah itu tunggu saja Chef Yummy menyetujui resep yang kalian tulis. Bisa saja resep kalian direvisi jika ada yang perlu direvisi.



Semakin banyak kreasi resep yang kita buat maka kita punya peluang untuk mendapatkan Yummy Point. Semakin banyak Yummy Point semakin banyak pendapatan yang diperoleh.

Kalau kita berhasil mengajak teman kalian memasang aplikasi Yummy App dan menggunakan kode referralkalian maka kalian berhak mendapat 50 Yummy Point atau setara 5.000 rupiah. Teman kita yang pasang juga akan mendapatkan 50 Yummy Point. Yuk, install Yummy App dan pakai kode referralku ya! 




Yuk, daripada resep enak kalian cuma disimpan dalam kertas lebih baik kalian simpan di aplikasi Yummy App. Selain bermanfaat untuk orang lain juga bisa memberikan penghasilan.


9. Filter yang memudahkan pengguna


Mencari resep makanan dengan berbagai macam filter tentu memudahkan pengguna mencari resep masakan yang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Mau cari makanan pembuka, makanan penutup, cemilan, makanan utama, minuman atau makanan pendamping sudah diseleksi per kategori. Kita tinggal pilih saja mau yang bagaimana. Sebenarnya Fitur Kategori ini banyak sekali pilihannya.

Oiya, kalian yang baru belajar memasak ada juga loh resep Yummy Bumbu Dasar. Biasanya resep ini kalau kalian mau mencari praktisnya. Jadi nggak perlu mengulang membuat bumbu dasar setiap akan memasak makanan. Misalnya bumbu dasar kuning, bumbu dasar merah, saus, sambal dan lain sebagainya. Tinggal taruh di kulkas jadi saat mau masak tinggal ambil beberapa takaran sendok.



Mungkin kalian bertanya-tanya bagaimana membersihkan bagian bawah panci yang sudah menghitam? Nah, di Yummy Tips ini ada juga loh cara membersihkan bagian pantat panci. Nggak cuma itu, tips-tips sederhana di dunia masak-memasak juga tersedia di Yummy Tips seperti menyimpan ketupat, membuat kaldu sapi, mengasah pisau dan masih banyak lagi.


10. Dukungan UMKM lewat event dan promosi


Ibu-ibu yang punya usaha UMKM kuliner bisa banget bergabung dengan komunitas di Yummy App ini karena salah satu kelebihan aplikasi ini adalah adanya dukungan terhadap UMKM lewat event dan promosi. Pastinya ini kesempatan yang bagus bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya hingga level nasional. Apalagi ada media promosi dari event yang diselenggarakan Yummy App.



Komunitas Yummy App ini sudah tersebar di seluruh Indonesia loh. Kita bisa bergabung dengan komunitas Yummy App sesuai kota domisili kita. Pastinya kita bisa belajar banyak dari komunitas tersebut. Nggak hanya mengembangkan skill memasak tapi juga saling mendukung agar bisa mendapat penghasilan dari Yummy Point atau usaha kuliner.


~ Yuk, Cobain Yummy App! ~



Banyak banget kan kelebihan aplikasi Yummy App? Bisa belajar memasak, dapat penghasilan bahkan dapat jaringan dari komunitas Yummy App. Kalau sudah pasang aplikasi Yummy App, nggak bakal bingung lagi deh mencari inspirasi resep makanan saat ingin menghabiskan stok bahan di kulkas, saat budget kalian menipis, saat ingin belajar memasak yang simpel tapi menarik.

Dijamin deh bakal jago masak nih kaya Chef Yummy dan Chef Arnold!

Read More

Sebagai negara maritim, salah satu hal yang sayang sekali untuk dilewatkan adalah mengunjungi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Sejak lama memang aku menginginkan pergi ke tempat yang menjual berbagai macam hasil laut tersebut. Lebih tepatnya, semenjak suami mengirimkan foto sedang makan bersama temannya di warung dekat TPI, aku begitu tergugah tapi belum juga pergi ke sana. 


Sebenarnya sebelum diajak temannya suami, sebut saja Mas R, dia pernah memberitahu kalau di daerah Kalanganyar ada pasar yang menjual ikan murah dan segar. Kami diberitahu ancer-ancernya. Ternyata di sana kami bingung dimana tempatnya. Karena tempatnya malah menjauh dari pasar Kalanganyar. Akhirnya, kami berhenti di rumah makan Latarombo. Dan memilih makan di sana. Setelah diajak Mas R, kami jadi tahu tempatnya dan masih jauh dari Latarombo. 


Baca juga : Rumah Makan Seafood Gubuk Latarombo, Sidoarjo


Ketika suami ingin makan lobster, tanpa banyak pikir, aku menanyakan kapan kesana setelah suami menyelesaikan tanggung jawabnya mengurus mahasiswanya lewat daring. Berangkatlah kami Jumat pagi yang sudah beranjak siang (sekitar jam 8 pagi).


Perjalanan menuju ke sana disuguhkan dengan pemandangan yang jarang kutemui. Pemandangan tambak di kanan kiri begitu menyenangkan. Para petani garam juga sedang sibuk panen di tambak. Meski jalanan cukup jelek, berdebu dan tidak lebar, tapi aku begitu menikmatinya. Mungkin karena pemandangan tambak yang bagus.


Jam delapan pagi di daerah pesisir memang terik sekali. Panas kering. Alangkah baiknya kalau mengunjungi tempat -tempat itu kalian bisa menggunakan kacamata hitam, topi, dan masker.


Perjalanan kami pun hanya memakan waktu 20 menit dengan mobil. Dari rumah makan Latarombo masih terus saja kemudian bertemu pertigaan belok kiri melewati jembatan kecil. Nah itu, jalan masih terus mengikuti jalan utama bertemu tambak di kanan kiri sampai bertemu gapura selamat datang tidak sampai masuk gapura tapi belok ke kanan. 


Tibalah kami di TPI Sidodadi Juanda yang beralamat di Jl. Tambak Cemandi No.1, Gisik Cemandi, Kec. Sedati, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur. Oiya, lokasi ini dekat sekali dengan Bandara Juanda. Jadi kalau pesawat mau mendarat terlihat banget di kanan kiri tambak yang membentang luas termasuk TPI ini. 


Jalan Masuk ke TPI Sidodadi Juanda, Sidoarjo
Jalan Masuk ke TPI Sidodadi Juanda


Tempat parkir mobil luas, masih tanah dan minim pohon teduh sangatlah lowong. Alias tidak banyak pengunjung. Maklum saat itu sedang hari Jumat sedangkan kalau weekend tempatnya ramai sekali.


Aku melihat pasar masih sepi dari pengunjung, termasuk penjual yang membuka lapaknya. Beberapa orang duduk-duduk saja seolah ada yang ditunggu. Aku langsung mendatangi lapak paling depan. Penjual itu tidak hanya menjual lobster tapi juga kerang, udang, kepiting, dan ikan.


Kondisi Pasar Ikan TPI Sidodadi Juanda
Kondisi Pasar Ikan TPI Sidodadi Juanda


Untuk harganya jangan kaget ya! Harga lobster 175 ribu rupiah per kilo. Isinya 4 lobster yang sedang dan 1-2 lobster yang besar. Bagi sebagian orang menganggap ini mahal, tapi bagi sebagian lainnya akan mengatakan itu murah sekali. Ya, sangat tergantung apa yang kita bandingkan. Dulu, kukira membeli ikan di TPI itu harus ada pembelian minimalnya. Ternyata tidak.


Setelah mendapatkan lobster yang diinginkan suami, aku pun berkelana masuk ke dalam pasar. Sayangnya, banyak meja-meja yang kosong. Aku mencari gurame tapi yang banyak malah orang yang berjualan ikan asin, bandeng, mujaer, dan ikan yang panjang itu (lupa namanya). Sempat tanya ke beberapa orang, mereka hanya menjawab tidak. Akhirnya aku keluar dari pasar.


Tak jauh dari pasar, aku mendatangi warung yang menyediakan jasa bakar. Sebenarnya ada rasa lain juga misal asam manis atau lada hitam. Tentu, harganya juga berbeda. Aku hanya meminta bakar saja. Harganya juga dihitung per kilo. 


Warung Yang Menyediakan Jasa Bakar
Warung Yang Menyediakan Jasa Bakar

Tak hanya jasa bakar ikan, di warung itu juga disediakan ikan bakar dengan harga yang tentunya lebih mahal. Karena aku tidak mendapatkan gurame, jadi aku memesan ikan gurame bakar di san saja. Eh ternyata kehabisan. 


Aku disuruh membeli ke toko menjual ikan fresh yang menyeberang jalan utama. Namun, seorang pengunjung yang juga ingin meminta bakar ikan mengatakan padaku kalau di pasar ada yang menjual gurame. Dengan baik hati, dia menunjuk tempat orang yang berjualan gurame di TPI.


Setelah mengucapkan terima kasih, aku kembali ke pasar, ke lapak yang ditunjukkan dari jauh tadi. Ternyata gurame yang dijual masih dimasukkan dalam box es yang besar. Pantas saja aku tidak tahu. Dan harganya juga lebih murah ketimbang di tukang sayur yang biasa aku beli. Harga gurame Rp. 35.000 per kilo sudah dibersihkan sama orangnya.


Beli Gurame di TPI Sidodadi Juanda
Jasa Bersihkan Ikan Gurame 


Aku kembali lagi ke warung dengan membawa dua kilo gurame. Isinya 3 ukuran sedang dan 2 ukuran besar. Murah banget untuk makan bersama keluarga besar. 


Udang dan Lobster di TPI

Ikan dan lobster siap bakar


Membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk membakar semua ikan dan lobsterku. Dan hasilnya juga dibungkus dengan daun pisang biar sedap. Kalau mau makan di sana juga bisa. Tentu harganya juga tambah untuk nasi dan minum.


Menurut Mas R, kalau datang ke sana pas weekend, orang yang datang ke sana banyak. Yang antri membakar ikannya juga banyak. Bahkan kalau datang sore hari dan saat antri banyak, kemungkinan besar akan ditolak.


Jasa Bakar Ikan di TPI Sidodadi Juanda

Lobster bakar


Meski kekurangan TPI Sidodadi Juanda adalah tempatnya yang menurut saya perlu perbaikan agar pengunjung dan penjual juga nyaman, tapi aku senang berkunjung ke TPI ini karena harganya yang murah, produk hasil lautnya yang segar dan pilihannya juga tidak semua tersedia di pasar umum.



Dan recommended banget buat makan dengan personil yang banyak. Menurutku rasanya juga enak. Kalau untuk anak-anak, lobster bakarnya sedikit lebih pedas sedangkan ikan bakarnya tidak pedas. Serunya ajak anak-anak kesini adalah banyak perahu yang bersandar di sungai samping TPI.


Melihat Kapal Nelayan TPI Sidodadi Juanda




Read More

Beberapa bulan lalu, sebelum ramai virus covid-19, suami ngajak makan ikan di daerah yang (katanya) tak begitu jauh dari rumah. Nyatanya, dari Waru (Sidoarjo) sampai sentral penjualan ikan sekitar 20-30 menit dengan kendaraan roda empat. Sebenarnya suami juga belum pernah ke sana jadi suami hanya menerka-nerka saja dimana tempat jual ikan yang murah. Itu pun hanya berbekal petunjuk dari seorang teman. 

Lokasi Gubuk Latarombo

Katanya, tempatnya jalan terus sampai pertigaan belok kiri, jalan terus sampai ketemu pasar. Nah, kami belum belok kiri sudah ketemu seperti pasar. Setelah pasar, sepanjang jalan yang tidak lebar itu, hamparan tambak terbentang luas di sebelah kanan kiri jalan. Anginnya begitu kencang. Bau amisnya juga menyengat begitu menusuk.


Di sebelah kanan kiri jalan banyak warung-warung kayu kecil di pinggir jalan dengan spanduk bertuliskan jual jenis hasil tambak, seperti ikan mujaer, gurame, kakap, kepiting, lobster, udang.


 Ikan-ikan dan hasil tambak lainnya dijejer di depan warung itu. Kami terus saja jalan sampai bertemu pertigaan dan belok ke kiri. Namun, setelah itu kita tidak bertemu pasar. Hanya rumah-rumah penduduk. Tidak terlihat ada orang menjual ikan seperti yang baru saja kami lewati.


Suasana di Gubuk Latarombo

Jadi terpaksa kami kembali dan memilih makan di warung makan Latarombo. Suasananya sepi. Maklum di samping dan seberangnya adalah tambak. Tempat parkirannya juga masih tanah. Kami menduga tidak ada yang datang ke rumah makan itu.


Meskipun terkesan sepi, desain pintu masuknya yang melewati sungai kecil cukup sederhana dan tidak kaku. Begitu masuk, aku melihat gazebo-gazebo di pinggir tambak yang terlihat romantis. Selain itu juga ada satu spot khusus foto-foto dengan latar tambak dan latarombo.


Kami pun memilih gazebo bambu itu yang dekat dengan musholla. Sayang gazebonya ada beberapa bambu yang rusak. Aman sih tapi aku tetap meminta anak-anak untuk berhati-hati. apalagi mereka suka manjat-manjat. 


Menu di rumah makan ini juga kebanyakan hasil laut seperti gurame, kakap merah, lobster, udang, dan lain-lain. Bumbunya juga bisa pilih bakar, asam manis atau lada hitam. Harganya untuk lobster, 2 gurame, sekitar 250.000 rupiah. 


Sambil menunggu ikan dibakar, kami menikmati pemandangan tambak dengan burung-burung putih yang sibuk mencari ikan di tambak. Beberapa orang memancing ikan di pinggir tambak. Sebagian sumringah karena berhasil mendapatkan ikan, sebagian lagi masih menunggu dalam diam. Anak-anak bermain ayunan, aku mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat.


Menikmati Sajian Bakaran Gubuk Latarombo

Setengah jam makanan kami pun siap. Hal yang sangat diperhatikan oleh suamiku adalah tidak ada asap bakar. Aneh katanya. Tapi kubilang, ya bisa aja lah pakai happy call yang nggak pakai asap. Haha. ada-ada saja suamiku. Kami pun makan dengan lahap. Memang pas lagi lapar-laparnya. 


Rasanya kubilang enak aja sih. Tapi beda selera ya. Selama kami makan, beberapa pengunjung mulai datang. Mungkin tempat tersebut ramainya sore dan malam karena memang tempatnya romantis banget. 



Read More
Well, setelah mengalami kehilangan file-file naskah juga foto-foto untuk blog di tab, mood ku langsung terjun bebas untuk kembali menulis baik fiksi maupun blog. Namun, kusadar mengendalikan mood itu harus dilakukan untuk terus menghasilkan karya. Maka ketika mood menguasaiku saat ini, aku coba menulis yang mudah dulu, seperti curhatan di blog sambil memperbaiki moodku.

Sebelum file-file ku hilang, aku sudah mencatat beberapa hal yang akan kutulis dalam blog. Namun, selalu kutunda-tunda. Sampai foto-foto hilang aku pun mencoba menyelesaikan semua rencana tulisan itu meski banyak foto yang hilang.

So, mungkin dalam blogku, aku akan menulis dari hasil pengalamanku tanpa banyak foto atau mungkin memakai foto dari yang lain, kecuali kalau ada kesempatan kesana lagi baru deh diupdate fotonya. Pfuuh. Rasanya memang kurang sreg kalau tidak pakai foto sendiri.

Ceritanya, aku pengen cerita saat aku makan Mie Aceh di daerah Rungkut. Aku sudah lama ingin mencicipi Mie Aceh yang terkenal pedas dan kaya rempah itu. Di Malang, juga ada menjual Mie Aceh tapi konsep tempat makannya modern, aku kurang tertarik karena kupikir rasanya juga sudah nggak original.

So, setelah menemani suami ke mantan kampusnya di ITS, kita pun makan siang di rumah makan Mie Aceh. Namanya warung makan Asokaya.

Tempatnya biasa, alias bukan warung modern. Sayangnya, parkir mobil di sana agak susah karena berada dekat persimpangan dan jalannya pun tidak lebar. Apalagi saat jam istirahat siang jalanan daerah situ ramai banget. Jadi, harus pinter parkir mepet-mepet, hehe. Kalau nggak, bisa menimbulkan kemacetan.

Menunya sebenarnya banyak banget hanya saja yang membedakan campurannya seperti untuk Mie Aceh ada daging, udang, kepiting, telur, cumi atau istimewa. Mie gorengnya bisa dibikin kuah, tumis, atau goreng. Menu Nasi Gorengnya juga bisa mau pilih yang biasa, daging, udang, kepiting, cumi, telur atau istimewa. Sebenarnya ada menu sate juga, tapi saat kami pesan, ternyata lagi kosong.

Jadi, kami pun memesan makanan Mie Aceh daging dan Nasi goreng istimewa (campurannya daging sama sea food). Terus, kami pun memesan teh tarik atau teh tarek yang menjadi minuman nasional di Malaysia.

Sekitar 20 menit, akhirnya makanan pun datang. Tak sabar, suami dan aku melahapnya apalagi perut kami juga lapar. Rasanyaaa.. tebakanku benarr.. Pedaaaas dan kaya rempah!



Aku mencoba nasi goreng istimewanya juga begitu. Menurutku, rasa Mie goreng dan Nasi Gorengnya sedikit berasa kare-nya. Aku jadi inget cerita seseorang yang pernah ke Malaysia kalau di sana itu makanan serba rasa kare.

Kenapa makanan Aceh juga terasa ada karenya seperti di Malaysia? Mungkin karena jaman dulu Aceh dan Melaka punya hubungan perdagangan yang kuat hingga terjadi akulturasi budaya termasuk juga kulinernya. Begitu pun dengan minuman teh tarikhya. Minuman ini juga berasal dari orang India muslim yang berimigrasi ke Malaysia.

Sebenarnya, aku agak khawatir karena perutku nggak tahan sama yang makanan pedas. Akan tetapi saat itu aku lahap saja sampai habis. hahaha.

Dan pada akhirnya, anakku cuma minum teh tarik aja. Minuman campuran teh, susu dan creamer ini cukup menyegarkan dan harganya juga murah meski menurutku kurang kental.

Harga Mie Aceh dan Mie Goreng berkisar 10.000-25.000. Murah apa nggak?

sumber : Instagram surabaya makan-makan

Alamat warungnya di Jalan Kali Rungkut No 68, Surabaya.

Referensi :
infosurabaya.id.
travel.kompas.com
id.wikipedia.org

Read More

Hari itu, anak saya seperti biasa lagi susah makan. Kebetulan pas ada acara ketemu teman-teman di Mr. Mac Resto, saya pun ajak anak saya ke resto itu untuk makan ayam krispi.

Mr. Mac Resto ini berlokasi di Jalan Cengger Ayam no. 30. Tak jauh dari pesantren Al-Hikam. Saya pun diantar suami ke restonya. Bangunan dua lantai itu memiliki parkiran yang cukup luas untuk mobil dan motor. Tempatnya juga luas terlihat dari luar. hehe.


Lantai dasar Mr. Mac Resto

Seorang pelayan menyambut saya dengan ramah dan menpersilakan saya naik ke lantai dua. Di lantai dasar. Setelah saya menyapa teman-teman saya, saya mengambil tempat duduk da mulai berfoto-foto.
Tak lama, seorang pelayan memberi sepiring ayam crispy dengan nasi putih yang dibentuk pakai mangkok. 

Anak Saya Makan Ayam Krispi Mr. Mac Resto


Saya pun menyuapi anak saya. Setelah melihat ada teman sebayanya yang duduk tak jauh darinya, dia minta makan sendiri. Ya sudah saya cuci tangan saja yang berada tak jauh dari kamar mandi.

Di lantai dua Mr. Mac resto ini memang punya fasilitas kamar mandi yang bersih, musholla, wastafel, wifi, sound, alat lcd dan layar, smooking area, pesan gojek, bisa untuk meeting 200an orang. 

Fasilitas di Mr. Mac Resto


Seorang pemilik Mr. Mac Resto yang bernama Pak Machrus datang kemudian bercerita tentang perjalanan beliau selama jadi pengusaha kuliner. Inspiratif dan membuat saya trenyuh.

 

Modal Utama dalam Berwirausaha à la Mr. Mac Resto

Untuk menjadi seorang pengusaha, setidaknya memiliki sikap yang mampu membawa usahanya berhasil. Pak Machrus memiliki modal yang mungkin bisa kita contoh. Modal apa sajakah itu?

Percaya diri.

Tahun 1995, beliau membuka usaha tempura dimana usaha itu belum banyak penjualnya seperti sekarang. Selain itu, beliau lebih banyak menjual masakan jepang, seperti chicken katsu.

Saya bilang beliau memang perlu diacungi jempol atas kepercayaan diri dan keberaniannya membuka usaha yang berbeda dengan lainnya dan belum banyak yang buka usaha tersebut.

Berani.

Awalnya kerja di resto Jepang kemudian resign tahun 1994 dan membuka usaha STMJ di pinggiran kota Surabaya. Sayangnya jualannya tidak begitu ramai. Kemudian dia pun hijrah ke Malang sendirian dan meninggalkan Malang serta satu anaknya. Beliau membuka usaha ayam kripsy di Siswa Food Center di depan Matahari Mall, kota Malang. Terkadang kesuksesan itu diawali dengan langkah yang berani.

Tak mudah menyerah. 

Walaupun Pak Machrus pernah gagal berwirausaha tapi hal tersebut tidak membuat beliau menyerah. Setelah gagal menjual STMJ dan roti bakar di Surabaya, ia pun berjualan usaha ayam krispy, tempura, dan chicken katsu.


Disiplin.

Saat Pak Machrus berjualan di Siswa foodcenter, beliau termasuk orang yang disiplin. Tempat beliau berjualan buka paling pagi dan tutup paling malam. Alias buka jam 8 pagi dan tutup jam 10 malam. Beliau mendisiplinkan diri sebelum mendisiplinkan pegawainya.

Gigih dan tekun.

Berkat kegigihan dan ketekunan dalam menjalani usaha, beliau sekarang memiliki tiga cabang Mr. Mac Resto.

Tanggal 15 Oktober 1995, beliau mengawali membuka restoran ayam krispi di depan Matahari Mall, kota Malang, di Siswa foodcenter. 

Tahun 2006, beliau membuka outlet di Kepanjen. Tepatnya di Jalan Kawi No. 25, Kepanjen. Outlet tersebut ditangani berdua dengan istri beliau. Kelebihan ayam krispi ini di Kepanjen yaitu ada es krimnya.

Tahun 2008, beliau juga buka outlet di Turen tepatnya di Jalan Pang. Sudirman No. 1.

Tahun 2018, Mr. Mac Resto buka cabang tanggal 7 Desember 2018 tepatnya di Jalan Cengger Ayam No. 30. Tidak jauh dari pesantren Al-Hikam.

Teras Atas Lantai 2 di Mr. Mac Resto


Kreatif.

Mungkin sudah banyak kreativitas yang beliau wujudkan dalam usaha kuliner, seperti jenis usaha kuliner. Tak hanya itu, strategi yang beliau lakukan adalah strategi pemasaran. Saat bulan puasa Ramadhan, ketika kebanyakan orang membeli makanan harus menunggu, beliau dengan anak buahnya malah menjemput bola sehingga pembeli tak harus menunggu lama setelah adzan maghrib sudah berkumandang.

Selanjutnya beliau juga membuat slogan seperti layaknya resto-resto terkenal lainnya. Slogannya adalah "Nikmatnya tak terduga". Slogan tersebut terinspirasi dari seorang pembeli pertama kali datang dan makan di Siswa foodcenter kemudian memuji masakannya.

Selain itu, saat ini, beliau membangun Mr. Mac Resto di Jalan Cengger Ayam mengutamakan sudut-sudut restoran yang cocok untuk berswafoto. Maklum jaman sekarang kan jamannya Instagram berkembang maka suatu tempat yang instagrammable pasti menjadi incaran anak-anak muda untuk berswafoto.



 Konsisten dengan rasa.

Namanya berjualan produk kuliner otomatis rasa menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Maka Pak Machrus sangat memperhatikan hal tersebut. Jangan sampai rasanya tiap hari berubah.

Mengutamakan Keluarga.

Suatu ketika, Pak Machrus pernah bersekolah di SHS Surabaya ambil bartender dan minuman standar internasional termasuk alkohol. Suatu ketika, Ayah beliau datang ke surabaya melihat botol-botol minuman koleksi termasuk alkohol. Kemudian botol tersebut beliau musnahkan dan tidak kerja di tempat hiburan malam lagi. Kemudian beliau kerja di resto jepang dan selanjutnya ditunjuk jadi supervisor. Itulah mengapa beliau jadi sedikit-sedikit tahu tentang masakan jepang. Insyallah berkahnya lebih dapat yaaa…

Pernah juga, suatu ketika, istri dan anak beliau masih di Surabaya. Jadi mereka terpisah jarak. Setelah usaha ramai, sekitar 1,5 tahun, beliau berkunjung ke rumah guru beliau. Saat itu guru beliau bertanya, "Bagaimana jualannya?"
 
Pak Machrus menjawab, "Alhamdulillah sudah ramai."

Guru tersebut kemudian menyuruh beliau segera memboyong istrinya.

1 Maret 1997, istri dan anaknya dibawa ke malang. Mereka kontrak di daerah Jalan Ikan. Satu tahun kemudian rumah yang dikontrak akhirnya terbeli. Ternyata hidup bersama di Malang justru membuat usaha Pak Machrus semakin laris.

Puncak-puncak ramai ayam krispi nya dari tahun 1998-2004. Paling sepi sekitar 70 ekor ayam dan paling banyak sekitar 110 ekor ayam.

Saat mereka ingin punya anak kedua, beberapa dokter kandungan memvonis kalau istri beliau nggak bisa punya anak lagi karrna ada sesuatu di dalam perut sebesar telur puyuh.

Tahun 1999 mereka pergi haji dengan istri. Ke Mekkah, beliau berusaha mencium Hajar Aswad yang katanya dengan begitu seolah-olah sudah bertemu dengan Allah. Beliau oun gandolan di pintu ka'bah dan berdoa minta anak.

Lima bulan kemudian ternyata Allah mengabulkan doa beliau. Istrinya hamil.



Persiapan saat Membuka Usaha

Jika kita ingin membuka usaha kuliner, persiapan yang harus dilakukan untuk menjalani usaha kuliner, seperti yang dilakukan oleh Pak Machrus, adalah plan, do, check dan action.

Kita rencanakan (plan) dari usaha kuliner yang akan dilakukan. Selanjutnya kerjakan (do) rencana yang telah dibuat. Lakukan pengecekan (check) sebelum melayani konsumen. Terakhir adalah beraksi (action) atas rencana jualan kuliner yang telah dibuat.


Menu di Mr. Mac Resto

Oiyaa… rasanya tak lengkap kalau saya tidak menyebutkan sekilas menu-menu yang ada di Mr. Mac Resto. Menunya  tak hanya western menu, seperti ayam krispy saja, tapi juga ada menu chinese, jepang dan jangan khawatir ada menu indonesia juga. Beraneka ragam menu ini menurut saya cocok untuk segala usia dan kebangsaan jika ingin mencari makan.Sekedar informasi, untuk semua menu resto sedang dalam proses pembuatan sertifikasi halalnya sedangkan untuk ayamnya sudah ada sertifikasi halalny.
Menu di Mr. Mac Resto

Menu di Mr. Mac Resto

Menu dessert di Mr. Mac Resto


 Nah, Mr. Mac udah berbagi tips kalau ingin membuka usaha kuliner. Jadi mau buka usaha apa nih? Jangan lupa kabar-kabar ya! Hehe.

Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower