Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Sebagai negara maritim, salah satu hal yang sayang sekali untuk dilewatkan adalah mengunjungi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Sejak lama memang aku menginginkan pergi ke tempat yang menjual berbagai macam hasil laut tersebut. Lebih tepatnya, semenjak suami mengirimkan foto sedang makan bersama temannya di warung dekat TPI, aku begitu tergugah tapi belum juga pergi ke sana. 


Sebenarnya sebelum diajak temannya suami, sebut saja Mas R, dia pernah memberitahu kalau di daerah Kalanganyar ada pasar yang menjual ikan murah dan segar. Kami diberitahu ancer-ancernya. Ternyata di sana kami bingung dimana tempatnya. Karena tempatnya malah menjauh dari pasar Kalanganyar. Akhirnya, kami berhenti di rumah makan Latarombo. Dan memilih makan di sana. Setelah diajak Mas R, kami jadi tahu tempatnya dan masih jauh dari Latarombo. 


Baca juga : Rumah Makan Seafood Gubuk Latarombo, Sidoarjo


Ketika suami ingin makan lobster, tanpa banyak pikir, aku menanyakan kapan kesana setelah suami menyelesaikan tanggung jawabnya mengurus mahasiswanya lewat daring. Berangkatlah kami Jumat pagi yang sudah beranjak siang (sekitar jam 8 pagi).


Perjalanan menuju ke sana disuguhkan dengan pemandangan yang jarang kutemui. Pemandangan tambak di kanan kiri begitu menyenangkan. Para petani garam juga sedang sibuk panen di tambak. Meski jalanan cukup jelek, berdebu dan tidak lebar, tapi aku begitu menikmatinya. Mungkin karena pemandangan tambak yang bagus.


Jam delapan pagi di daerah pesisir memang terik sekali. Panas kering. Alangkah baiknya kalau mengunjungi tempat -tempat itu kalian bisa menggunakan kacamata hitam, topi, dan masker.


Perjalanan kami pun hanya memakan waktu 20 menit dengan mobil. Dari rumah makan Latarombo masih terus saja kemudian bertemu pertigaan belok kiri melewati jembatan kecil. Nah itu, jalan masih terus mengikuti jalan utama bertemu tambak di kanan kiri sampai bertemu gapura selamat datang tidak sampai masuk gapura tapi belok ke kanan. 


Tibalah kami di TPI Sidodadi Juanda yang beralamat di Jl. Tambak Cemandi No.1, Gisik Cemandi, Kec. Sedati, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur. Oiya, lokasi ini dekat sekali dengan Bandara Juanda. Jadi kalau pesawat mau mendarat terlihat banget di kanan kiri tambak yang membentang luas termasuk TPI ini. 


Jalan Masuk ke TPI Sidodadi Juanda, Sidoarjo
Jalan Masuk ke TPI Sidodadi Juanda


Tempat parkir mobil luas, masih tanah dan minim pohon teduh sangatlah lowong. Alias tidak banyak pengunjung. Maklum saat itu sedang hari Jumat sedangkan kalau weekend tempatnya ramai sekali.


Aku melihat pasar masih sepi dari pengunjung, termasuk penjual yang membuka lapaknya. Beberapa orang duduk-duduk saja seolah ada yang ditunggu. Aku langsung mendatangi lapak paling depan. Penjual itu tidak hanya menjual lobster tapi juga kerang, udang, kepiting, dan ikan.


Kondisi Pasar Ikan TPI Sidodadi Juanda
Kondisi Pasar Ikan TPI Sidodadi Juanda


Untuk harganya jangan kaget ya! Harga lobster 175 ribu rupiah per kilo. Isinya 4 lobster yang sedang dan 1-2 lobster yang besar. Bagi sebagian orang menganggap ini mahal, tapi bagi sebagian lainnya akan mengatakan itu murah sekali. Ya, sangat tergantung apa yang kita bandingkan. Dulu, kukira membeli ikan di TPI itu harus ada pembelian minimalnya. Ternyata tidak.


Setelah mendapatkan lobster yang diinginkan suami, aku pun berkelana masuk ke dalam pasar. Sayangnya, banyak meja-meja yang kosong. Aku mencari gurame tapi yang banyak malah orang yang berjualan ikan asin, bandeng, mujaer, dan ikan yang panjang itu (lupa namanya). Sempat tanya ke beberapa orang, mereka hanya menjawab tidak. Akhirnya aku keluar dari pasar.


Tak jauh dari pasar, aku mendatangi warung yang menyediakan jasa bakar. Sebenarnya ada rasa lain juga misal asam manis atau lada hitam. Tentu, harganya juga berbeda. Aku hanya meminta bakar saja. Harganya juga dihitung per kilo. 


Warung Yang Menyediakan Jasa Bakar
Warung Yang Menyediakan Jasa Bakar

Tak hanya jasa bakar ikan, di warung itu juga disediakan ikan bakar dengan harga yang tentunya lebih mahal. Karena aku tidak mendapatkan gurame, jadi aku memesan ikan gurame bakar di san saja. Eh ternyata kehabisan. 


Aku disuruh membeli ke toko menjual ikan fresh yang menyeberang jalan utama. Namun, seorang pengunjung yang juga ingin meminta bakar ikan mengatakan padaku kalau di pasar ada yang menjual gurame. Dengan baik hati, dia menunjuk tempat orang yang berjualan gurame di TPI.


Setelah mengucapkan terima kasih, aku kembali ke pasar, ke lapak yang ditunjukkan dari jauh tadi. Ternyata gurame yang dijual masih dimasukkan dalam box es yang besar. Pantas saja aku tidak tahu. Dan harganya juga lebih murah ketimbang di tukang sayur yang biasa aku beli. Harga gurame Rp. 35.000 per kilo sudah dibersihkan sama orangnya.


Beli Gurame di TPI Sidodadi Juanda
Jasa Bersihkan Ikan Gurame 


Aku kembali lagi ke warung dengan membawa dua kilo gurame. Isinya 3 ukuran sedang dan 2 ukuran besar. Murah banget untuk makan bersama keluarga besar. 


Udang dan Lobster di TPI

Ikan dan lobster siap bakar


Membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk membakar semua ikan dan lobsterku. Dan hasilnya juga dibungkus dengan daun pisang biar sedap. Kalau mau makan di sana juga bisa. Tentu harganya juga tambah untuk nasi dan minum.


Menurut Mas R, kalau datang ke sana pas weekend, orang yang datang ke sana banyak. Yang antri membakar ikannya juga banyak. Bahkan kalau datang sore hari dan saat antri banyak, kemungkinan besar akan ditolak.


Jasa Bakar Ikan di TPI Sidodadi Juanda

Lobster bakar


Meski kekurangan TPI Sidodadi Juanda adalah tempatnya yang menurut saya perlu perbaikan agar pengunjung dan penjual juga nyaman, tapi aku senang berkunjung ke TPI ini karena harganya yang murah, produk hasil lautnya yang segar dan pilihannya juga tidak semua tersedia di pasar umum.



Dan recommended banget buat makan dengan personil yang banyak. Menurutku rasanya juga enak. Kalau untuk anak-anak, lobster bakarnya sedikit lebih pedas sedangkan ikan bakarnya tidak pedas. Serunya ajak anak-anak kesini adalah banyak perahu yang bersandar di sungai samping TPI.


Melihat Kapal Nelayan TPI Sidodadi Juanda




Read More

 Beberapa bulan lalu, sebelum ramai virus covid-19, suami ngajak makan ikan di daerah yang (katanya) tak begitu jauh dari rumah. Nyatabya, dari Waru (Sidoarjo) sampai sentral penjualan ikan sekitar 20-30 menit dengan kendaraan roda empat. Sebenarnya suami juga belum pernah ke sana jadi suami hanya menerka-nerka saja dimana tempat jual ikan yang murah. Itu pun hanya berbekal petunjuk dari seorang teman. 

Lokasi Gubuk Latarombo

Katanya, tempatnya jalan terus sampai pertigaan belok kiri, jalan terus sampai ketemu pasar. Nah, kami belum belok kiri sudah ketemu seperti pasar. Setelah pasar, sepanjang jalan yang tidak lebar itu, hamparan tambak terbentang luas di sebelah kanan kiri jalan. Anginnya begitu kencang. Bau amisnya juga menyengat begitu menusuk.


Di sebelah kanan kiri jalan banyak warung-warung kayu kecil di pinggir jalan dengan spanduk bertuliskan jual jenis hasil tambak, seperti ikan mujaer, gurame, kakap, kepiting, lobster, udang.


 Ikan-ikan dan hasil tambak lainnya dijejer di depan warung itu. Kami terus saja jalan sampai bertemu pertigaan dan belok ke kiri. Namun, setelah itu kita tidak bertemu pasar. Hanya rumah-rumah penduduk. Tidak terlihat ada orang menjual ikan seperti yang baru saja kami lewati.


Suasana di Gubuk Latarombo

Jadi terpaksa kami kembali dan memilih makan di warung makan Latarombo. Suasananya sepi. Maklum di samping dan seberangnya adalah tambak. Tempat parkirannya juga masih tanah. Kami menduga tidak ada yang datang ke rumah makan itu.


Meskipun terkesan sepi, desain pintu masuknya yang melewati sungai kecil cukup sederhana dan tidak kaku. Begitu masuk, aku melihat gazebo-gazebo di pinggir tambak yang terlihat romantis. Selain itu juga ada satu spot khusus foto-foto dengan latar tambak dan latarombo.


Kami pun memilih gazebo bambu itu yang dekat dengan musholla. Sayang gazebonya ada beberapa bambu yang rusak. Aman sih tapi aku tetap meminta anak-anak untuk berhati-hati. apalagi mereka suka manjat-manjat. 


Menu di rumah makan ini juga kebanyakan hasil laut seperti gurame, kakap merah, lobster, udang, dan lain-lain. Bumbunya juga bisa pilih bakar, asam manis atau lada hitam. Harganya untuk lobster, 2 gurame, sekitar 250.000 rupiah. 


Sambil menunggu ikan dibakar, kami menikmati pemandangan tambak dengan burung-burung putih yang sibuk mencari ikan di tambak. Beberapa orang memancing ikan di pinggir tambak. Sebagian sumringah karena berhasil mendapatkan ikan, sebagian lagi masih menunggu dalam diam. Anak-anak bermain ayunan, aku mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat.


Menikmati Sajian Bakaran Gubuk Latarombo

Setengah jam makanan kami pun siap. Hal yang sangat diperhatikan oleh suamiku adalah tidak ada asap bakar. Aneh katanya. Tapi kubilang, ya bisa aja lah pakai happy call yang nggak pakai asap. Haha. ada-ada saja suamiku. Kami pun makan dengan lahap. Memang pas lagi lapar-laparnya. 


Rasanya kubilang enak aja sih. Tapi beda selera ya. Selama kami makan, beberapa pengunjung mulai datang. Mungkin tempat tersebut ramainya sore dan malam karena memang tempatnya romantis banget. 



Read More
Well, setelah mengalami kehilangan file-file naskah juga foto-foto untuk blog di tab, mood ku langsung terjun bebas untuk kembali menulis baik fiksi maupun blog. Namun, kusadar mengendalikan mood itu harus dilakukan untuk terus menghasilkan karya. Maka ketika mood menguasaiku saat ini, aku coba menulis yang mudah dulu, seperti curhatan di blog sambil memperbaiki moodku.

Sebelum file-file ku hilang, aku sudah mencatat beberapa hal yang akan kutulis dalam blog. Namun, selalu kutunda-tunda. Sampai foto-foto hilang aku pun mencoba menyelesaikan semua rencana tulisan itu meski banyak foto yang hilang.

So, mungkin dalam blogku, aku akan menulis dari hasil pengalamanku tanpa banyak foto atau mungkin memakai foto dari yang lain, kecuali kalau ada kesempatan kesana lagi baru deh diupdate fotonya. Pfuuh. Rasanya memang kurang sreg kalau tidak pakai foto sendiri.

Ceritanya, aku pengen cerita saat aku makan Mie Aceh di daerah Rungkut. Aku sudah lama ingin mencicipi Mie Aceh yang terkenal pedas dan kaya rempah itu. Di Malang, juga ada menjual Mie Aceh tapi konsep tempat makannya modern, aku kurang tertarik karena kupikir rasanya juga sudah nggak original.

So, setelah menemani suami ke mantan kampusnya di ITS, kita pun makan siang di rumah makan Mie Aceh. Namanya warung makan Asokaya.

Tempatnya biasa, alias bukan warung modern. Sayangnya, parkir mobil di sana agak susah karena berada dekat persimpangan dan jalannya pun tidak lebar. Apalagi saat jam istirahat siang jalanan daerah situ ramai banget. Jadi, harus pinter parkir mepet-mepet, hehe. Kalau nggak, bisa menimbulkan kemacetan.

Menunya sebenarnya banyak banget hanya saja yang membedakan campurannya seperti untuk Mie Aceh ada daging, udang, kepiting, telur, cumi atau istimewa. Mie gorengnya bisa dibikin kuah, tumis, atau goreng. Menu Nasi Gorengnya juga bisa mau pilih yang biasa, daging, udang, kepiting, cumi, telur atau istimewa. Sebenarnya ada menu sate juga, tapi saat kami pesan, ternyata lagi kosong.

Jadi, kami pun memesan makanan Mie Aceh daging dan Nasi goreng istimewa (campurannya daging sama sea food). Terus, kami pun memesan teh tarik atau teh tarek yang menjadi minuman nasional di Malaysia.

Sekitar 20 menit, akhirnya makanan pun datang. Tak sabar, suami dan aku melahapnya apalagi perut kami juga lapar. Rasanyaaa.. tebakanku benarr.. Pedaaaas dan kaya rempah!



Aku mencoba nasi goreng istimewanya juga begitu. Menurutku, rasa Mie goreng dan Nasi Gorengnya sedikit berasa kare-nya. Aku jadi inget cerita seseorang yang pernah ke Malaysia kalau di sana itu makanan serba rasa kare.

Kenapa makanan Aceh juga terasa ada karenya seperti di Malaysia? Mungkin karena jaman dulu Aceh dan Melaka punya hubungan perdagangan yang kuat hingga terjadi akulturasi budaya termasuk juga kulinernya. Begitu pun dengan minuman teh tarikhya. Minuman ini juga berasal dari orang India muslim yang berimigrasi ke Malaysia.

Sebenarnya, aku agak khawatir karena perutku nggak tahan sama yang makanan pedas. Akan tetapi saat itu aku lahap saja sampai habis. hahaha.

Dan pada akhirnya, anakku cuma minum teh tarik aja. Minuman campuran teh, susu dan creamer ini cukup menyegarkan dan harganya juga murah meski menurutku kurang kental.

Harga Mie Aceh dan Mie Goreng berkisar 10.000-25.000. Murah apa nggak?

sumber : Instagram surabaya makan-makan

Alamat warungnya di Jalan Kali Rungkut No 68, Surabaya.

Referensi :
infosurabaya.id.
travel.kompas.com
id.wikipedia.org

Read More

Hari itu, anak saya seperti biasa lagi susah makan. Kebetulan pas ada acara ketemu teman-teman di Mr. Mac Resto, saya pun ajak anak saya ke resto itu untuk makan ayam krispi.

Mr. Mac Resto ini berlokasi di Jalan Cengger Ayam no. 30. Tak jauh dari pesantren Al-Hikam. Saya pun diantar suami ke restonya. Bangunan dua lantai itu memiliki parkiran yang cukup luas untuk mobil dan motor. Tempatnya juga luas terlihat dari luar. hehe.


Lantai dasar Mr. Mac Resto

Seorang pelayan menyambut saya dengan ramah dan menpersilakan saya naik ke lantai dua. Di lantai dasar. Setelah saya menyapa teman-teman saya, saya mengambil tempat duduk da mulai berfoto-foto.
Tak lama, seorang pelayan memberi sepiring ayam crispy dengan nasi putih yang dibentuk pakai mangkok. 

Anak Saya Makan Ayam Krispi Mr. Mac Resto


Saya pun menyuapi anak saya. Setelah melihat ada teman sebayanya yang duduk tak jauh darinya, dia minta makan sendiri. Ya sudah saya cuci tangan saja yang berada tak jauh dari kamar mandi.

Di lantai dua Mr. Mac resto ini memang punya fasilitas kamar mandi yang bersih, musholla, wastafel, wifi, sound, alat lcd dan layar, smooking area, pesan gojek, bisa untuk meeting 200an orang. 

Fasilitas di Mr. Mac Resto


Seorang pemilik Mr. Mac Resto yang bernama Pak Machrus datang kemudian bercerita tentang perjalanan beliau selama jadi pengusaha kuliner. Inspiratif dan membuat saya trenyuh.

 

Modal Utama dalam Berwirausaha à la Mr. Mac Resto

Untuk menjadi seorang pengusaha, setidaknya memiliki sikap yang mampu membawa usahanya berhasil. Pak Machrus memiliki modal yang mungkin bisa kita contoh. Modal apa sajakah itu?

Percaya diri.

Tahun 1995, beliau membuka usaha tempura dimana usaha itu belum banyak penjualnya seperti sekarang. Selain itu, beliau lebih banyak menjual masakan jepang, seperti chicken katsu.

Saya bilang beliau memang perlu diacungi jempol atas kepercayaan diri dan keberaniannya membuka usaha yang berbeda dengan lainnya dan belum banyak yang buka usaha tersebut.

Berani.

Awalnya kerja di resto Jepang kemudian resign tahun 1994 dan membuka usaha STMJ di pinggiran kota Surabaya. Sayangnya jualannya tidak begitu ramai. Kemudian dia pun hijrah ke Malang sendirian dan meninggalkan Malang serta satu anaknya. Beliau membuka usaha ayam kripsy di Siswa Food Center di depan Matahari Mall, kota Malang. Terkadang kesuksesan itu diawali dengan langkah yang berani.

Tak mudah menyerah. 

Walaupun Pak Machrus pernah gagal berwirausaha tapi hal tersebut tidak membuat beliau menyerah. Setelah gagal menjual STMJ dan roti bakar di Surabaya, ia pun berjualan usaha ayam krispy, tempura, dan chicken katsu.


Disiplin.

Saat Pak Machrus berjualan di Siswa foodcenter, beliau termasuk orang yang disiplin. Tempat beliau berjualan buka paling pagi dan tutup paling malam. Alias buka jam 8 pagi dan tutup jam 10 malam. Beliau mendisiplinkan diri sebelum mendisiplinkan pegawainya.

Gigih dan tekun.

Berkat kegigihan dan ketekunan dalam menjalani usaha, beliau sekarang memiliki tiga cabang Mr. Mac Resto.

Tanggal 15 Oktober 1995, beliau mengawali membuka restoran ayam krispi di depan Matahari Mall, kota Malang, di Siswa foodcenter. 

Tahun 2006, beliau membuka outlet di Kepanjen. Tepatnya di Jalan Kawi No. 25, Kepanjen. Outlet tersebut ditangani berdua dengan istri beliau. Kelebihan ayam krispi ini di Kepanjen yaitu ada es krimnya.

Tahun 2008, beliau juga buka outlet di Turen tepatnya di Jalan Pang. Sudirman No. 1.

Tahun 2018, Mr. Mac Resto buka cabang tanggal 7 Desember 2018 tepatnya di Jalan Cengger Ayam No. 30. Tidak jauh dari pesantren Al-Hikam.

Teras Atas Lantai 2 di Mr. Mac Resto


Kreatif.

Mungkin sudah banyak kreativitas yang beliau wujudkan dalam usaha kuliner, seperti jenis usaha kuliner. Tak hanya itu, strategi yang beliau lakukan adalah strategi pemasaran. Saat bulan puasa Ramadhan, ketika kebanyakan orang membeli makanan harus menunggu, beliau dengan anak buahnya malah menjemput bola sehingga pembeli tak harus menunggu lama setelah adzan maghrib sudah berkumandang.

Selanjutnya beliau juga membuat slogan seperti layaknya resto-resto terkenal lainnya. Slogannya adalah "Nikmatnya tak terduga". Slogan tersebut terinspirasi dari seorang pembeli pertama kali datang dan makan di Siswa foodcenter kemudian memuji masakannya.

Selain itu, saat ini, beliau membangun Mr. Mac Resto di Jalan Cengger Ayam mengutamakan sudut-sudut restoran yang cocok untuk berswafoto. Maklum jaman sekarang kan jamannya Instagram berkembang maka suatu tempat yang instagrammable pasti menjadi incaran anak-anak muda untuk berswafoto.



 Konsisten dengan rasa.

Namanya berjualan produk kuliner otomatis rasa menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Maka Pak Machrus sangat memperhatikan hal tersebut. Jangan sampai rasanya tiap hari berubah.

Mengutamakan Keluarga.

Suatu ketika, Pak Machrus pernah bersekolah di SHS Surabaya ambil bartender dan minuman standar internasional termasuk alkohol. Suatu ketika, Ayah beliau datang ke surabaya melihat botol-botol minuman koleksi termasuk alkohol. Kemudian botol tersebut beliau musnahkan dan tidak kerja di tempat hiburan malam lagi. Kemudian beliau kerja di resto jepang dan selanjutnya ditunjuk jadi supervisor. Itulah mengapa beliau jadi sedikit-sedikit tahu tentang masakan jepang. Insyallah berkahnya lebih dapat yaaa…

Pernah juga, suatu ketika, istri dan anak beliau masih di Surabaya. Jadi mereka terpisah jarak. Setelah usaha ramai, sekitar 1,5 tahun, beliau berkunjung ke rumah guru beliau. Saat itu guru beliau bertanya, "Bagaimana jualannya?"
 
Pak Machrus menjawab, "Alhamdulillah sudah ramai."

Guru tersebut kemudian menyuruh beliau segera memboyong istrinya.

1 Maret 1997, istri dan anaknya dibawa ke malang. Mereka kontrak di daerah Jalan Ikan. Satu tahun kemudian rumah yang dikontrak akhirnya terbeli. Ternyata hidup bersama di Malang justru membuat usaha Pak Machrus semakin laris.

Puncak-puncak ramai ayam krispi nya dari tahun 1998-2004. Paling sepi sekitar 70 ekor ayam dan paling banyak sekitar 110 ekor ayam.

Saat mereka ingin punya anak kedua, beberapa dokter kandungan memvonis kalau istri beliau nggak bisa punya anak lagi karrna ada sesuatu di dalam perut sebesar telur puyuh.

Tahun 1999 mereka pergi haji dengan istri. Ke Mekkah, beliau berusaha mencium Hajar Aswad yang katanya dengan begitu seolah-olah sudah bertemu dengan Allah. Beliau oun gandolan di pintu ka'bah dan berdoa minta anak.

Lima bulan kemudian ternyata Allah mengabulkan doa beliau. Istrinya hamil.



Persiapan saat Membuka Usaha

Jika kita ingin membuka usaha kuliner, persiapan yang harus dilakukan untuk menjalani usaha kuliner, seperti yang dilakukan oleh Pak Machrus, adalah plan, do, check dan action.

Kita rencanakan (plan) dari usaha kuliner yang akan dilakukan. Selanjutnya kerjakan (do) rencana yang telah dibuat. Lakukan pengecekan (check) sebelum melayani konsumen. Terakhir adalah beraksi (action) atas rencana jualan kuliner yang telah dibuat.


Menu di Mr. Mac Resto

Oiyaa… rasanya tak lengkap kalau saya tidak menyebutkan sekilas menu-menu yang ada di Mr. Mac Resto. Menunya  tak hanya western menu, seperti ayam krispy saja, tapi juga ada menu chinese, jepang dan jangan khawatir ada menu indonesia juga. Beraneka ragam menu ini menurut saya cocok untuk segala usia dan kebangsaan jika ingin mencari makan.Sekedar informasi, untuk semua menu resto sedang dalam proses pembuatan sertifikasi halalnya sedangkan untuk ayamnya sudah ada sertifikasi halalny.
Menu di Mr. Mac Resto

Menu di Mr. Mac Resto

Menu dessert di Mr. Mac Resto


 Nah, Mr. Mac udah berbagi tips kalau ingin membuka usaha kuliner. Jadi mau buka usaha apa nih? Jangan lupa kabar-kabar ya! Hehe.

Read More
Setelah puas naik kereta wisata di Museum Kereta Ambarawa, kami pun pulang. Karena hari sudah menjelang tengah hari, saya dan keluarga memutuskan mencari makan siang. Suami penasaran dengan Wisata Apung Kampung Rawa yang tak jauh dari Museum Kereta Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Resto Apung Kampoeng Rawa ini berada di pinggir Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Salah satu wisata kuliner di Ambarawa ini dibuat dan dikelola oleh 12 paguyuban petani nelayan di danau Rawa Pening. Memang saat saya naik kereta wisata dan melewati Rawa Pening, saya melihat banyak sekali keramba-keramba di pinggir danau.

Ketika saya tiba di depan gapura bertuliskan Wisata Apung Kampoeng Rawa Ambarawa terdapat bis yang sedang berhenti. Rupanya mereka sedang menunggu rombongan.


Setelah itu, saya melewati sebuah loket dan saya harus membayar tiket. Saya sempat kaget juga, untuk makan saja saya harus mengeluarkan tiket. Biaya masuk ke lokasi Wisata Apung Kampoeng Rawa adalah Rp. 15.000,- untuk mobil sedangkan untuk bis sebesar 20.000 rupiah. Dan ternyata, wisata kuliner di Ambarawa ini bukan hanya wisata kuliner biasa tapi juga terintegrasi dengan wisata alam juga wisata buatan.

Saya pun tiba si tempat parkir mobil cukup luas. Beberapa bagian yang terdapat pepohonan sudah terisi penuh. Jadi kami dapat bagian yang sangat terik matahari. Mungkin karena weekend dan kami berangkat sudah siang jadi kami nggak dapat tempat parkir yang teduh.

Toko Oleh-oleh

Di dekat tempat parkir terdapat beberapa warung yang menjual oleh-oleh dan berbagai produk makanan. Ada juga rumah khusus yang menjual oleh-oleh khas Semarang dan Ambarawa

Pendopo Joglo

Ada pendopo berbentuk joglo dekat tempat parkir.  Siapapun bisa menggunakan pendopo joglo itu. Bisa juga kali ya untuk melaksanakan resepsi pernikahan.


Pemancingan Ikan

Di wisata ini ada juga resto yang menyediakan pemancingan ikan bagi yang suka memancing. Awalnya suami mengajak untuk memancing ikan tapi saya nggak mau. Bayangkan saja masa saya harus menunggu mancing dulu. Perut mah sudah keroncongan.

Wahana permainan

Sebelum pintu masuk, ada wahaan permainan sederhana seperti trampolin, mandi bola, dan kereta-keretaan. Harganya Rp. 10.000,- sepuasnya.




Anak saya sudah mupeng duluan. Saya mengatakan harus makan dulu baru main. Untungnya dia mau dibujuk walaupun cukup lama. Nggak cuma itu aja, tapi ada juga bebek air yang ada di depan restoran.


Perahu masuk ke Resto

Yang unik adalah untuk masuk ke resto, saya harus naik perahu yang ditarik tali. Si bapak menarik tali dengan pelan. Kami melewati kolam yang banyak sekali ikan-ikan yang siap diolah dan dikonsumsi. Sebenarnya ada satu jalan untuk masuk ke restonya dan berada di pinggir restoran tapi saya nggak tahu. Baru tahunya pas sudah duduk di gazebonya. Hehe.





Menunggu-nunggu Pelayan

Begitu turun dari perahu/getek, saya merasakan resto apung yang bergerak mengikuti ombak air Rawa Pening. Saya pun mencari tempat duduk. Di resto apung ini kita bisa memilih temoat lesehan atau yang menggunakan kursi. Saya mencari tempat lesehan karena bisa selonjoran. Maklum perjalanan jauh rasanya ingin selonjoran saja. Sayang, karena saat weekend disana ramai sekali jadilah kami dapat gazebo di bagian depan bukan di bagian belakang yang dekat sawah dengan pemandangan gunung Sumbing, Sindoro, Telomoyo, Ungaran, dan Merbabu.



Seorang petugas sibuk sekali berlalu lalang melayani pengunjung. Kami dilewati begitu saja. Saya sempat deg-degan jangan-jangan karena sedikit jadi dilayani belakangan. Cukup lama menurutku sampai kami bisa memegang menu makanan yang beragam.

Menu-menu makanan

Makanan yang disuguhkan nggak cuma ikan-ikanan saja, seperti : gurame, mujair, lele, nila, tapi juga ada ayam, udamg, sop, oseng/cah. Minumannya juga ada degan, jus buah, es Kampoeng Rawa, es lidah buaya, es kacang manado, dan lainnya. Karena kami berada di warung apung jadinya kami memesan ikan bakar dan minuman saja. Si Raceqy terlihat seperti nggak mood makan jadi saya pesankan french fries saja. Di Restoran Kampoeng Rawa ini disediakan menu untuk anak-anak (Kids menu). Ada juga paket hemat dari harga Rp. 34.000-Rp. 54.000,-. Isinya juga lengkap dari Nila/Ayam/Bebek, nasi, sambel, sayur lalapan, tahu tempe dan minuman. Karena Restoran Kampoeng Rawa juga menyediakan tempat untuk meeting atau acara jadi menyediakan paket prasmanan dengan menu berbeda-beda tiap paket.
Menu lebih lengkapnya coba klik link ini ya.

Harga

Menurut saya harganya nggak murah tapi juga nggak terlalu mahal dan sesuai dengan yang disajikan. Misalnya ikan gurame bakar seharga 12ribu per ons (rata2 1 ekor sampai 4 ons) bisa untuk dua orang. Untuk selera saya sih rasa manis dan gurihnya udah cukup.

Spot Foto

Yang pasti, di Wisata Apung Kampoeng Rawa banyak sekali tempat foto yang cocok untuk berselfie atau wefie ria, seperti gazebo dengan pemandangan sawah dan gunung, di atas perahu, ataupun gazebo tengah kolam yang ada kursinya dan di belakangnya bertuliskan "Kampung Rawa".



Akhirnya selesai juga wisata kuliner saya di tengah danau Rawa Pening di Ambarawa. Wisata Apung Kampoeng Rawa memang wajib dicoba bagi siapapun yang merencanakan liburan di Ambarawa atau Semarang.
Read More
Sidoarjo yang panas, walaupun saya di dalam rumah terus, membuat tenggorakanku berteriak-teriak minta minum. Air putih bergelas-gelas pun masih belum mampu mengurangi rasa dahaga.

Kalau sudah begini, saya biasanya buat teh hangat atau kadang malah membuat teh dingin yang membuat tenggorokan makin nggak enak. Biasanya kalau suami pulang dari kantor akan bawa degan atau minuman es lainnya. Ternyata nggak.

Ketika suami pulang dari kantor, suami membawakan beberapa botol minuman berasa. Sebenarnya saya nggak begitu suka sengan minuman berasa seperti jamu-jamuan apalagi yang warnanya sangat mencolok seolah-olah berasal dari warna buahnya. Saya khawatir dengan pewarna makanannya.



Begitu saya rasakan. Seger banget.

Namanya UNICK. Unick ini menggunakan resep sejak tahun 1962. Bahannya juga 100% alami dan tanpa bahan pengawet.

Varian Ras

Minuman Unick dibuag dengan tiga rasa seperti Rosella, Sinom dan Temulawak. Saya berharap anak saya akan menghabiskan temulawak. Tujuannya biar nafsu makannya bertambah.

Minuman segar Unick ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Hanya saja perlatan yang digunakan cukup terbatas. Kemudian pihak Teknik Mesin Unesa mencoba membuat alat yang dapat membantu penjual dalam mengolah minuman segar tersebut.

Kemudian setelah alat tersebut jadi, pihak Unesa melakukan briefing kepada penjual tentang tata cara penggunaannya untuk lomba Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).


Pemesanan

Pemasaran yang dilakukan pun bisa online dan offline. Bisa juga hubungi nomor whatsapp yang ada tertera di foto. Harganya pun tidak mahal. Saya lupa tepatnya berapa, hehe. Anak saya suka banget sama teh bunga rosella. Dan empat botol minuman yang saya beli, nggak sampai satu hari satu malam.


Minuman ini enak sekali disajikan dengan dingin.
Jika ada ingin membeli  minuman ini ini bisa pesan minimal dua minggu sebelum.

Khasiat

Menurut testimoni, minum minuman segar Unick ini dapat memperlancar ASI, membuat badan segar dan lebih sehat.


Oiya,  bagi ibu-ibu yang belum sempat menstruasu setelah nifas, coba aja minuman ini. Kata testimoninya bisa membuat si  pengkonsumsinya kembali menstruasi. Sebenarnya hal biasa ibu-ibu yang belum menstruasi setelah nifas termasuk saya, hehe. Boleh dicoba.

Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower