Tampilkan postingan dengan label Language. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Language. Tampilkan semua postingan
Bahasa itu....
Seperti masakan, kalau nggak dipraktekkin, nggak bakal berkembang-berkembang.

Seperti yang aku ceritakan tentang metode belajar bahasa arab dengan metode tamyiz, bahwa belajar arab itu gampang-gampang susah sebenarnya. Semenjak belajar bahasa arab beberapa bulan lalu, jadinya aku sedikit paham tentang fi'il (kata kerja), isim (kata benda), dan huruf, walaupun belum menguasai benar. Sayangnya, setelah beberapa bulan, harus off (Duh, teh.. ditunggu banget loohh belajar tamyiz nya lagi).

Nggak ada yang bisa dilakukan selain belajar sendiri, mengulang-ulang (walaupun sangat jaraaaaanggg). Untungnya pula ada keponakan yang sekolah di Muhammadiyah. Setiap ada ujian, selalu belajar sama aku. Untungnya pula bahasanya masih ringan.

Temanya mulai dari perkenalan, tanya kabar, penunjukkan kata benda, kata ganti orang.



Dan ujian keponakan kali ini, membuatku merasa asing dengan vocabulary nya. Untungnya lagi, buku anak-anak dilengkapi dengan gambar-gambar. Mau nggak mau akhirnya aku juga ikut menghapal.

Kata-kata yang baru ku pelajari nii:

كراسة  (kurraasatun) : buku catatan
نافذة (naafidzatun) : jendela
صورة (syuuratun) : foto/gambar
حقيبة (hakiibatun) : tas /kopor
ممحاة (mimhaatun) : penghapus
مسطرة (mistaratun) : penggaris

Beruntunglah, aku pernah sedikiiittttt sekali belajar bahasa arab, jadi saat dihadapkan dengan buku arab anak SD tidak begitu canggung lagi. Ada cara lain belajar bahasa dengan cukup mudah. Beberapa cara belajar bahasa asing dengan mudah berikut semoga bisa membantu.

Belajar dari buku anak-anak

Buku anak-anak dirancang dengan cukup mudah sehingga anak-anak bisa memahami apa yang diajarkan. Belajar bahasa dari buku anak-anak tentunya dilengkapi dengan gambar-gambar sehingga memudahkan pemula untuk belajar. Jangan khawatir dengan artinya. Tinggal lihat buku catatan anak anda yang sudah dicatat di sekolah. Kalau belum tahu artinya bisa cek di kamus, atau mbah google, hehe.. lebih afdol lagi kalau ada rekan atau keluarga yang bisa bahasa arab, tinggal ngehubungi aja. Kalau misal nggak ngerti juga, jawab saja nggak ngerti. Hehee..

Ikut belajar dengan anak-anak

Selain mengawasi, belajar bahasa dengan anak-anak juga merupakan salah satu cara agar bisa berbahasa asing.

Sedia kamus

Kamus juga penting ni buat belajar bahasa asing, walaupun cuma aplikasi kamus yang diperoleh dari internet, tapi kalau untuk kata benda yang umum pasti tersedia.

Tanya rekan

Jika kamus pun kurang meyakinkan, coba tanya rekan yang memang ahli dalam bidang bahasa. Waktu ngajarin ponakan ada kata asing dan di kamus pun tak ada.
أحسنت  (ahsanta), aku kira artinya sama kaya bahasa perancis enchanté (ongsongte) yang artinya senang berkenalan denganmu. Ternyata setelah ditanya artinya very good/pintar. Misalnya saat murid bisa menjawab pertanyaan guru, dapat dijawab ahsanta.

ألى اللقاء (ilallika') artinya sampai jumpa lagi
مع السﻻ مة (ma'assalama) artinya keselamatan menyertaimu

Tips di atas tidak saja untuk bahasa arab tapi juga untuk bahasa asing lainnya.

Seperti pada quote berikut yang siapa tahu membuat semangat kita untuk belajar bahasa asing.

Www.gospeaky.com


Read More
Well, sebenarnya keinginan belajar bahasa Arab muncul saat berbelanja ke pasar di Place d'Aligre (Prancis) dan diajak ngomong bahasa Arab. Dominan penjualnya berasal dari daerah Maghreban (Afrika Utara). Karena tahu aku berjilbab dia mengira aku orang Aljazair. Wow, seneng donk, secara orang Aljazair kan mancung-mncung dan cantik-cantik, hehe..
Aku bilang bukan, aku orang indonesia.
Kemudian dia berbicara (sepertinya) bahasa Arab yang aku tak paham artinya.
"Maaf, saya nggak paham. Saya nggak bisa bahasa arab"
Kemudian dia bilang, "kamu nggak ngerti? Tapi kamu kan orang muslim, harusnya kamu bisa bahasa arab dong?"
Jedyarrrr....
"Nggak, saya nggak bisa, Pak."
"Ah, nggak mungkin, kamu pasti bisa!"

Duh, ni orang ngotot juga. Cukup lama ya eyel-eyelan, ujung-ujungnya dia bilang, "kamu bisa lah! Kamu sholat pakai bahasa Arab kan?!" Sambil pasang tampang senyum-senyum.
Ehhmmm.... oke. Dia ajak bercanda rupanya *pasang tampang datar dan bilang merci (trims) dan au revoir (goodbye). Dan dia hanya senyum-senyum aja sambil merapikan sayur-sayur jualannya.

Sejak itu kepikiran deh pengen bisa bahasa Arab, apalagi pas ikut solat jumat di Masjid Paris, khotbahnya pake tiga bahasa (Arab, Prancis, Inggris), dan bahasa Arab yang paling banyak digunakan mengingat jamaahnya banyak berbahasa Arab.

Dan saat pulang ke Indonesia, keinginan belajar bahasa arab itu baru bisa dieksekusi beberapa bulan belakangan ini. Walaupun cuma seminggu sekali, tapi lumayan lah bisa sedikiiiittttt baca tulisan arab tanpa harokat. Apalagi saat lewat di asrama gontor putri di Ngawi. Walaupun cuma bisa baca kata "bintu" di pintu gerbang utamanya, rasanya senangggg bangetttt.. hahha.

Alhamdulillah, Allah mempertemukan dengan kawan yang memang jurusan bahasa Arab di UIN Malang melalui komunitas menulis FLP. Istilahnya sih kita "barter bahasa". Dia ngajarin bahasa arab, aku ngajarin bahasa perancis semampuku.

Dan baru beberapa minggu ini, temanku mengenalkan metode khusus Pintar Terjemahan Al-Quran dengan Metode Tamyiz, yang sudah dia pelajari selama sebulan di Indramayu

Apa itu Tamyiz?


Sebenarnya metode ini digunakan untuk anak kecil. Bayangkan kita berlagak menjadi anak kecil yang diajari bahasa arab. Jadi kebanyakan menghafal sambil bernyanyi-nyanyi. Dan lagi karena rasa ingin tahu besar, aku selalu aja bertanya macam-macam, sampe temanku bingung sendiri. Ujung-ujungnya, dia menegaskan berlagaklah seperti anak kecil yang tidak kritis dan nggak banyak tanya! Hahaha. Baiklah.

Menurut buku Tamyiz nya pak Abaza, MM, metode Tamyiz adalah lembar kerja tentang formulasi teori dasar Quantum Nahwu Shorof yang masuk dalam kategori Arabic for specific purpose (ASP) dengan target sederhana bahwa dari kecil anak SD/MI dan pemula pintar membaca, menterjemah dan menulis (imla) Qur'an dan kitab kuning.

Biar kaya Imam Syafi'i yah, kecil-kecil aja udah bisa.

Prinsip Cara Mengajar Tamyiz


  • Mengajar dengan bahasa hati (mengajar bisa dengan mulut bisa dengan hati, karena Allah menurunkan Qur'an ke hati manusia)
  • Mengajar dengan mematuhi tahapan 

Prinsip Belajar Tamyiz


  • LADUNI (ilate kudu muni) : santri belajar dengan mengeraskan suaranya sebagai salah satu cara untuk mengoptimalkan penggunaan potensi otak kiri dan otak kanan secara seimbang, ditambah dengan teknik pengulangan yang integratif sebagai salah satu cara mengoptimalkan potensi otak bawah sadar sehingga hasil belajar akan lebih optimal.
  • SENTOT (santri TOT) : model belajar santri diharapkan setelah ustadz mengajarkan ke para santri, maka santri pun bisa mengajarkan kepada orang lain.

Metode Tamyiz

Tamyiz dikelompokkan menjadi:

  • TAMYIZ 1 : Santri pintar menterjamahkan Qur'an dengan bantuan kamus Kawkaban
  • TAMYIZ 2 : Santri pintar membaca I'rob kitab kuning tanpa terjemahan.
  • TAMYIZ 3 : Santri pintar tarkib dan mengajarkan Qur'an san kitab kuning
  • KITAB KUNING DIGITAL : Santri pinyar maktabah syamilah yang berisis minimal ribuan kitab yang dapat diakses gratis
Untuk belajar Tamyiz 1 pun tidak sedikit, karena harus menghafalkan Isim, Fi'il dan Huruf disertai artinya. Tapi itu tidak sulit kalau kita menghafalkannya sambil menyanyi. 

Contoh aku harus menghafal 26 kolom huruf. Satu kolom huruf beda artinya. Contoh di kolom pertama ada huruf ب ك ل إل على من في عن ظرف حتى  yang harus dinyanyikan dengan lagu anak kecil seperti lagu ulang tahun.
Selain itu, ciri isim dan fi'il pun dinyanyikan, jadi dengan menghafal itu semuanya plus dilagukan, memudahkan kita untuk mengartikan dengan bantuan kawkaban. Padahal sebelum kenal metode tamyiz, arti apa dan siapa aja sering kebalik-balik.

Padahal kalau ini dilajukan intensif setiap hari (3-4 jam sehari) seperti di pondok pesantrennya, santrinya insyallah bisa mengerti kitab kuning dalam waktu kurang lebih 100 jam.

Karena terbatasnya waktu belajar, akhirnya cuma belajar seminggu sekali, inipun baru saja menjadwalkan kembali untuk belajar 2x seminggu. 
Semogaa setelah ini Pintar Terjemah Al-Quran habis seru aja tiap ngaji tanpa baca terjemahannya sudah tahu artinya. hehe. Melatih juga sih, siapa tahu punya kesempatan ke negara berbahasa arab trus nggak asing dengan tulisan arab gundul di setiap jalan. 

Bukannya Allah menjamin ya dalam Surah Yusuf ayat 2.


Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

Begitu juga dalam surah Al-Qamar ayat 17.

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[30], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Semoga dimudahkan amin....
Read More
Jika kita hidup di negara Perancis dalam waktu lama, dan bergaul dengan sesama teman. Penting sekali untuk mengerti bahasa gaul yang sering digunakan di kalangan muda mudi Perancis. Tentunya agar kita bisa berbaur dengan mereka karena bisa memahami bahasa slang yang mereka ucapkan. Penting sekali dipelajari sebagai persiapan sebelum berangkat ke Prancis.

chezjerome.over-blog.com

Bahasa Perancis sendiri memiliki tiga jenis bahasa gaul, yaitu Le Verlan, Le Franglais dan L'argot

Le Franglais

Campuran Francais (Prancis) dan Anglais (Inggris). Banyak sekali percakapan sehari-hari anak muda Prancis yang menggunakan campuran Bahasa Prancis dan Inggris.

Contoh:
  • Longtemps, pas voir. – Long time, no see.
  • Je vais driver downtown. – I'm going to drive downtown. (Je vais aller en voiture au centre-ville)
  • Je suis tired. – I am tired. (Je suis fatigué)
  • Je ne care pas. – I don't care. (Ça m'est égal OR Je m'en fous)
  • J'agree. – I agree. (D'accord)
  • Le week-end 
  • Le shopping
  • Le sport
  • Le basketball
  • Un e-mail
  • C'est cool - it's cool
  • Le message

Le Verlan

Sebenarnya ini bahasa walikan nya Prancis. Nggak cuma Malang ya yang punya bahasa walikan, Perancis juga. Berasal dari kata "L'envers" (Lang-ver) kemudian dibalik menjadi Le Verlan. Banyak sekali contoh le verlan ini, tapi hanya beberapa yang sering digunakan.
Contoh:
  • Cecla (Classe) - kelas
  • Gnolba (Bagnole) - mobil
  • Jourbon (Bonjour) - Selamat Pagi
  • Sicmu (Musique) - Musik
  • Zonmai (Maison) - Rumah
  • Meuf (Femme) - wanita
  • Keuf  (Flic) - polisi
  • Beur/ rebeu (Arabe) - orang arab
  • Mifa (Famille) - keluarga
  • Reuf (Frère) - saudara laki-laki
  • Rega (Gare) - Stasiun
  • Relou (Lourd) - Berat
  • Géman (Mange) - makan
  • Keum (Mec) - guys! atau teman
  • Cimer (Merci) - Terimakasih
  • Trom (Métro) - Kereta Bawah Tanah
  • Portnawak (N'importe Quoi) - Tidak apa-apa
  • Béton (Tomber) - Jatuh
  • Keutru (Truc) - Sesuatu
  • Teuf (

    te) - pesta


L'argot

Bahasa slang yang biasa digunakan oleh anak muda Prancis.

  • Bouquin - buku
  • Truc - sesuatu
  • Flic - polisi
  • Bagnole - mobil
  • Bouffer/ Bouffe - makan/ makanan 
  • Bousser - bekerja
  • Toubib - dokter
  • Boulot, taf - kerja
  • Dodo - tidur
  • Dalle/ crocs - J'ai la dalle - saya lapar
  • Gosse - anak-anak
  • Gonzesse - wanita
  • Fringues - baju
  • Artiche, flouze, caillasse, fric - uang
  • Bouffon - idiot
  • Kiffer - mencintai
  • Grave - sangat
  • Joujoux - permainan
  • Misquina - miskin
  • les nanas - anak perempuan
  • les gars/ les mecs - boys - anak laki-laki
  • pote - teman
  • Flotte - air/ hujan
  • Gueule - wajah
  • Rencard - kencan
  • Rigoler/rigole - tertawa, bercanda/ candaan
  • Dingue - bodoh
  • Nul - tidak menarik
  • Vachement - sangat
Selamat menghafal! :D
Read More
entah kenapa lagi pengen nulis tentang bahasa ini, maklum saat itu kepikirannya pas lagi baca tentang espace agricole périurbain tapi kok mumet bahasanya, alhasil membuatlah note ini.

bahasa perancis itu ruwetnya adalah harus dibedain femina dan masculin,
gimana ngga, semua kata benda pun ada pembedaan jenis laki-laki dan perempuan.
kebanyakan bahasa eropa sih emang bedain jenis masculin ama feminin, cuma disini ngasih contoh bhsa prncis :D

tiba-tiba terbersit aja pengen nulis, berarti bahasa perancis ini bahasa yang cukup (kalo kata anak muda gaul sekarang) "kepo" (pengen tauuu ajahh atau pengen tau bangeet ??)
kenapa?
ketika dalam bahasa indonesia, kita mengatakan "dia" ,
dan kita ngga bakal tau "dia" itu cewe atau cowo,
maka,
dalam bahasa inggris akan diartikan "she" dan "he", dan 
dalam bahasa perancis menjadi " il " untuk cowo dan " elle " untuk cewe
kepo ya? 

ngga cuma itu,
ketika dalam bahasa indonesia, kita mengatakan "teman saya"
dan lagi-lagi kita ngga tau kan teman saya itu cewe atau cowo,

gimana kalo dalam bahasa inggris?? 
dan akan berubah menjadi "my friend" ngga ada pembedaan cewe ama cowo, 
jadi kalo bilang ke pasangan "my friend" mungkin pasangan kita ngga akan cemburu kan yah, 
kalo ternyata my friend kita lawan jenis #loh

gimana kalo dalam bahasa perancis??
"teman saya" akan berubah menjadi "mon ami" untuk cowo, dan "mon amie" untuk cewe,
hanya beda "e" doank udah membedakan cewe atau cowo
tapi sayangnya, kalo kita lagi ngomonng maka ngga ada bedanya mon ami dan mon amie karena cara bacanya sama

ada lagi...
misal mau ijin nih sama pasangan masing2,
"aku mau pergi/keluar ni ama mereka"
dalam bahasa inggris jadi " i wanna go there with them"
ngga cukup kepo sih, karena ga dibedain them itu wanita atau pria
coba bahasa perancis, " je veux sortir avec eux/elles "
"eux" itu untuk beberapa orang laki2, tapi kalo campuran laki dan perempuan tetep pake "eux"
"elles" yang jelas untuk beberapa orang cewe2.

nah kan, jadi ketauan banget kaan, bahasa apa yg paling tidak kepo dr 3 bahasa itu?? :D :D

mungkin bahasa lain di eropa yang membedakan jenis laki dan perempuan, itu trmasuk bahasa yang paling "pengen tau bangeett" :D :D

#justkidding

Read More
Menunggu pengumuman Delf itu rasanya serba nano-nano, manis asam asin. Apalagi kalo dibumbui mimpi-mimpi tentang pengumuman Delf. Waktu tu sempet mimpi aku ga lolos, huah.. rasanya dunia memang [belom] berakhir [seyh]. Tapi beda sensasinya, sesaat setelah bangun tidur kemudian merancang kehidupan selanjutnya kalo ngga lolos delf B2. Antara mau nangis dan masih menaruh harapan, sampe memperkirakan sendiri nilaiku berapa. Berharap banget bisa lolos, walau cuma 51 (syarat lolos 50). Hari-hari setelah mimpi itu serba ga enak, mood turun, tapi mencoba membesarkan hati, menegarkan diri, bahwa apapun yang diberikan itu yang terbaik, mencoba belajar mengikhlaskan apapun itu. Padahal belum pengumuman, tapi usahanya udah macam-macam biar ngga jatuhnya pake banget.

Mimpiku itu keterbalikan banget sama mimpi temenku, sebut saja Sari. Katanya aku lulus. Aku malah mimpi temenku itu yang lulus, bahkan dalam mimpiku, dia yang pertama kali bilang aku lulus, dan saat aku mau memastikan namaku, ehh aku terbangun. Yang jelas dalam mimpiku, aku ngga lulus. Yawudalah.. menikmati hari-hari ku ajah dengan konsen ke thesis.

Hampir sebulan setelah ujian delf, saat itu jumat sore, Sari sms aku kalau aku lulus, aku ngga percaya, belum liat langsung. Tanya temen2 yang lain, katanya gitu. Tapi memang bener ngga percaya, masak iya? Ngga percaya sebelum liat langsung.. akhirnya harus menunggu senin pagi kekampus buat ngeliat pengumumannya. Dan lagi-lagi ngga percaya, karena nilai delf B2 ku 56,5 akhirnya sms ke temen yang udah lulus B2 tahun kemaren, nanya “ini lulus B2 kalo lebih dari 50?nilaiku 56,5. Soalnya ngga ada pengumuman lulus atau ngga, Cuma nilai doank dipampang di papan pengumuman”, temenku itu meyakinkan “iya, nilai lebih dari 50 itu lulus”.

Tetep ngga percaya, akhirnya ada sertifikat kelulusan yang dapat dari admin di kampus, wah baru deh percaya kalau lulus. Hehe.. ngeliat nilai A2 waw lumayan 91/100, hehe.. nilai B1 64,5/100. Akhirnya punya sertifikat bahasa perancis seumur hidup ! :D

Perjuangan belum berakhir, belum tentu lulus B2 bisa berangkat ke perancis. Sejuta kendala untuk sekolah kalau ngga niat, mungkin susah buat ngejalaninya. Tahap selanjutnya, harus menunggu pengumuman kuota yang diberikan pemberi beasiswa. Temen-temen yang lulus ada 8, tetapi kalau kuota Cuma 2 ya Cuma 2 yang berangkat. Olala... Dan baru saja, aku mendengar kuota Cuma 5, waw... dan penawarannya kalo mau semua berangkat, berarti biaya 5 orang itu ditanggung buat 8 orang.  Wonderful... Semoga pemberi beasiswa tidak kekurangan dana buat berangkatin 8 orang. Amin.. tapi bagi aku, udah dapat sertifikat itu alhamdulillah banget.. kalaupun aku jadi berangkat, bagiku itu merupakan hadiah dari Allah yang diberikan padaku.. 
Read More

olàlà... C'est le temps de passer l'examen du delf...Apa itu delf ? Delf (diplôme d'études en langue française) adalah tes bahasa perancis untuk orang asing yang ingin hidup di perancis.

Karena jurusanku S2 sekarang kerjasama double degree dengan perancis, jadi aku harus belajar perancis selama setahun sebelum ikut tes delf. Satu tahun belajar bahasa perancis tentu saja perlu perjuangan. Di tengah-tengah sibuknya kuliah, harus ikut les perancis dari pagi,siang,sore, dimana ada waktu kosong ya dimanfaatkan untuk les. Dan tanggal 19 juni 2012 adalah hari dimulainya perjuangan melewati tes delf. Ujian delf dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:

Comprehension Orale (CO) : mendengar rekaman dialog bahasa perancis dan menjawab soal-soal yang dibicarakan dalam dialog tersebut, seperti listening di toefl.
Comprehension Ecrit (CE)  : menjawab soal-soal dari bacaan/artikel/pengumuman/iklan2, hampir seperti reading, tapi CE di delf biasanya ngga cuma bacaan, tapi juga iklan/lebih gambar.
Production Ecrite (PE) : menulis karangan dalam bahasa perancis yang sudah ditentukan, seperti writing.
Production Orale (PO) : berbicara dalam bahasa perancis dari tema-tema yang sudah ditentukan, seperti speaking.


Berdoa

Berbekal doa-doa, akhirnya bisa melewati ujian delf A2 walaupun saat PO (production orale=harus ngomong bahasa perancis didepan penguji) deg-degan. Ga tenang, takutnya ga bisa ngomong. Pada level ini, listening/CO dan reading/CE masih sangat gampang, walau saat CO ada tiga atau empat soal sih yang rada bingung mau jawab apa (eciyehh). Beneran dah, kalau udah belajar sampai B1, soal2 di A2 itu jadi gampang. Jadi kalau mau ikut A2, usahakan udah belajar sampai B1. Dan tentunya diperhatikan waktunya. Jangan sampai terlalu lama di satu soal,sampe soal lain ga kejawab. Dan harus udah sering latihan sesuai batas waktu, biar pas ujian bisa diselesaikan semua. Soalnya pas delf A2, ada yang nggak selese writing/PE-nya.

Datang lebih awal

Besoknya, tanggal 20 juni 2012, saatnya ujian delf B1. Ujian kali ini nggak bisa dianggap remeh. Susah-susah gampang ! Lebih baik datang lebih awal ketempat ujian, biar nafas nggak tergesa-gesa, jadi lebih tenang ngerjain soalnya. Dan hari itu, aku hampir telat,haha.. Kebiasaan ! setelah duduk manis, berdoa, dan mengisi identitas nama dan nomor peserta, kemudian mengerjakan soal-soalnya.

Konsentrasi

Untuk listening/CO delf B1, sudah mulai samar-samar kedengeran ngomong apa, jadi kalau nggak konsentrasi, ya udah kelewat tu orang perancis ngomong apa. Tapi kalau udah bisa konsen, insyallah bisa ngerjain kok :) . Sedangkan untuk reading/CE juga udah mulai sulit, vocab-vocabnya udah mulai bervariasi, at least, waktu itu ngerti sih maksudnya apa, tapi kalo udah ngerjain Vrai/Faux, itu harus bener justifikasi kenapa pilih vrai/faux, kalo justifikasi bener tapi jawaban vrai/faux salah ya tetep salah. Jadi mesti hati-hati, dan jadi kelemahanku itu.

Gunakan verb yang bervariasi/sinonim


Buat PE, yang diminta pun udah spesifik dan memaksa kita untuk menggunakan vocab yang lebih luas. Jangan lupa perhatikan waktu. Pas ujian ini, beberapa soal nggak keisi, pas writing/PE aku ngebut biar selese,biar bisa ngerjain yang lain. Pada akhirnya satu soal nggak kejawab.. Sayangnya.. Pas speaking/PO, olala dapet jam sore, dan syukurnya yang nguji bukan native, hehe..

Perhatikan perintah tiap bagian


Keesokannya, the final test that i should pass the exam, delf B2, the most difficult, wuah.. Yang ini, cuma pasrah, berusaha, en berdoa. Untuk CO, perhatikan aturannya apa dibaca sekali atau dua kali, soalnya ada yang dibaca sekali dan kalau kita ngga tau, bisa-bisa ngga keisi.

Jangan down! Jangan menyerah!

Nah, pas article 1 yang orang pertama ngomongnya udah ga jelas, aku tetep konsen, disaat seperti itu, kita ga boleh down gara2 suara ngga jelas, soalnya kita bakal tambah ngga ngerti apa-apa. Pas orang kedua ngomong, tambah ngga jelas, ampun daah, kaya' orang lagi sakit pilek direkam dengan kaset rusak. Parah banget. haduh, bener-bener ngga bole menyerah. Harus berusaha mengerti walau dengan keterbatasan memahami (kelemahan listening). Tapi secara overall, ngerti maksudnya apa. Pas disuruh jawab, yah sudah bingung2, tapi biarlah ngisi, yang penting ada diisi, kali aja ada upah nilai nulis (hehe..ga mungkin). Stres banget dah, soal article 1 sbagian besar isian, jadi ga bisa ngarang. Byohh. Article ke-2 lebih banyak pilihan ganda, tapi ya ntuh, cuma dibacain sekali. Tambah gila. Buat reading/CE, ngga kalah susahnya, walau ngerti secara keseluruhan, tapi kalau dijawab vrai/faux en justifikasinya, aiih sudah pasrah-pasrah resah. Pas writing/PE juga harus diperhatikan waktunya, kalau soal reading/CE belum selese, bagian writing/PE bisa cepet diselesaikan biar bisa ngerjain reading/CE.

Cek kembali tulisan anda!

Kalau writing, setelah ngerjain writing, dicek lagi siapa tau ada accen yang ketinggalan, ada huruf atau kata yang kelupaan.

Keep speaking! Dan tetap dengan pendapat kita!

Dan untuk speaking/PO, ini yang membuatku hampir nangis didepan penguji. Yang satu pengujinya native, yang satu org indo tp udah setengah native. boff! Waktu persiapan sebenernya 30menit, tapi aku belum 20menit udah disuruh masuk, jadi belum sempat nyiapain bahan/alasan untuk debat. Alhasil saat ujian aku ngga tau mau ngomong apa, tapi aku tetep ngomong, walo grogiku muncul, bingung. Verba ma objet itu bisa ketuker2 @.@ . Tapi aku benerin lagi. Sampe akhirnya penguji-pengujiku membantahku seolah-olah aku salah, tapi aku tetep pertahanin alasanku, ngomong aja walau alasanku belum tepat. Yang penting kita ngga blank. Karena debat ya seperti itu, ada pro kontra. Dan perdebatan diakhiri dengan rasa yg kurang puas. Aku sempet protes waktu kurang jadi aku belum nyiapin apa2. Tapi kata pengujiku , ya kan harus ngomong spontan. Bagiku masih kurang puas :(

yah semoga aku bisa lulus B2, amiiiinn allahumma amin..
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower