pertama teman aku cuma beli satu kucing, trus beli pasangannya akhirnya menghasilkan anak cucu cicit banyak,..
yang aku heran, telaten banget mama sama temenku ngerawatnya...
sampe ngelahirin aja dibantuin (bantuin ngeluarin anaknya)

mulai dikasih vitamin juga..makannya juga makanan kucing..
Kalo mau BAB atau BAK tu udah disediain ember isi pasir, jadi kucingnya kalo mau nglakuin aktivitas itu ...

tingkah-tingkahnya ni macem2 :
ada yang kalo digendong sukanya nyium2in kita, bener2 geli, pernah aku gendong terus nyium2 leher ma pipi aku, kacau ga seyh..

buyutnya tuh si mini sukanya tidur di kursi, kalo dah tidur dikursi ga ada yang boleh ganggu, kalo ga dicakar.
ada yg suka deket2 ke kaki manusia, apalgi orang baru di rumah temenku.
kalo udah pada mainan, rumah tuh udah kaya arena balap lari, sebanyak itu lari2 gitu, bayangin kan...
ada yang suka gigit-gigit jempol
apa lagi yah kebiasaannya ?? lupa ga tanya 


Ternyata kucing bisa tertib kalau kita ajarin tertib :)

ni turunan-turunannya..
Mini + miko (mati)

punya anak :
chery , luis , olive , blacky , bombom

trus cucu-cucunya :
milo , nyinyi, donal , bimbim , king

trus cicit-cicitnya :
ada 5 bayi, masih kecil belum dikasih nama

yang udah diadopsi ada 8, nama-namanya : josh, roger, maya, munke, nyuknyuk, leri, puppy, sisil

total kucing kalo ga mati en ga diadopsi sebanyak 25 kucing, itu tahun 2010, kalau tahun 2011 belum tau aku, hehe..


Read More
katanya sih kalo belajar dari lagu salah satu metode biar cepet belajar bahasa asing..ni aku dapet lagu Carla Bruni judulnya Le plus Beau Du Quartier, lagu yang dinyanyikan dalam iklan anti nyamuk kayanya.. tapi ngartiinnya pake google translet ni, setidaknya bisa diambil pelajarannya...

Artist: Carla Bruni
Album:
 Quelqu’un M’a Dit (2002)
Títle:
 Le Plus Beau Du Quartier




Regardez-moi 
arti : look at me. Sebenarnya bentuk kata dasarnya Regarder, tapi karena bentuknya imperatif (perintah), maka akhiran -er diubah menjadi –ez dimana perintah kepada Anda yang lebih sopan, kemudian dikasih tanda strip (-) dan objeknya moi (saya). Sehingga regardez-moi diartikan lihatlah saya. Beberapa contoh berikut tentang kalimat imperatif:
Imperatif kata kerja berakhiran –er:
Manger (makan)
Mange le pain! (makanlah roti itu!) à perintah kepada kamu
Mangeons le pain! (mari kita makan roti itu!) à perintah kepada kita semua
Mangez le pain! (makanlah roti itu!) à perintah kepada anda (lebih sopan)

Je suis le plus beau du quartier
arti : I am the most beautiful neighborhood. Je (saya), Suis (to be : am), le plus (most), beau (beautiful), du quartier (neighborhood). Le plus itu dalam bahasa inggris menyatakan superlative. 

J’suis l’bien aimé
arti : I'm the beloved. Ternyata Je suis bisa disingkat jadi J'suis, mungkin itu yang non-formal kali ya. soalnya biasanya Je kalo ketemu huruf vokal pada kata selanjutnya digabung, misalnya Je ai menjadi J'ai (adalah atau perbuatan yang telah dilakukan)

Dès qu’on me voit
Arti : As soon as you see me

On se sent tout comme envouté
Arti : It feels like bewitched

Comme charmé
Arti : as charmed

Lorsque j’arrive
Arti : when I arrive. Kata Lorsque bisa diartikan “ketika, sementara itu, padahal”. Dan sebenarnya bisa juga menggunakan kata Alors que, artinya juga sama dengan arti Lorsque.
Kata J’arrive itu dari kata Je arrive. Sebenarnya arrive itu dari kata arriver, kemudian berubah karena ada subjek ‘saya’ atau ‘Je’, perubahan kata kerja tersebut bisa dilihat berdasarkan subyek2 berikut:
Je arrive = saya datang
Tu arrives = kamu datang
Il arrive = dia (lk) datang
Elle arrive = dia (pr) datang
Nous arrivons = kami datang
Vous arrivez = Anda datang
Ils/Elles arrivent = mereka (lk/pr) datang
Kata tersebut merupakan tensis “present”

Les femmes elles me frôlent de leurs
Arti : The women I graze their

Regards penchés
eyes examined

Bien malgré moi (hé) In spite of myself (hey)
Je suis le plus beau du quartier
I am the most beautiful neighborhood
Est-ce mon visage
Is my face

Ma peau si finement grainée
My skin is so finely grained
Mon air suave My sweet air

Est-ce mon allure Is my pace

Est-ce la grâce anglo-saxonne Is it through Anglo-Saxon
De ma cambrure My arch
Est-ce mon sourire is my smile
Ou bien l’élégance distinguée Or the distinguished elegance
De mes cachemires My cashmere
Quoi qu’il en soit Anyway
C’est moi le plus beau du quartier
I am the most beautiful neighborhood
Mais prenez garde à ma beauté But watch out for my beauty
A mon exquise amabilité In my exquisite friendliness
Je suis le roi I am the king
Du désirable the desirable
Et je suis là indéshabillable
And I'm here indéshabillable

Observez-moi
Watch Me

Observez-moi de haut en bas
Look me up and down


Vous n’en verrez pas deux comme ça You will not see it as two 


J’suis l’favori
I'm the favorite

Le bel ami
The beautiful friend 

De toutes ces dames
Of all the ladies 

Et d’leurs maris
And their husbands


Regardez-moi
Look at me 


Je suis le plus beau du quartier
I am the most beautiful neighborhood 


J’suis l’préféré I'm the favorite 


Mes belles victimes My beautiful victims 


Voudraient se pendre à mes lacets Would want to hang my shoelaces 


Ca les abîme It's the abyss 


Les bons messieurs, eux Good gentlemen, these 


Voudraient tellement m’déshabiller
So would m'déshabiller 


Mais prenez garde à ma beauté But watch out for my beauty 


A mon exquise amabilité In my exquisite friendliness 


Je suis le roi I am the king 


Du désirable The desirable 


Et je suis là indéshabillable And I'm here indéshabillable 


Observez-moi Watch Me 


Observez-moi de haut en bas Look me up and down 


Vous n’en verrez pas deux comme ça You will not see it as two


J’suis l’favori I'm the favorite 


Le p’tit chéri The little darling 


De toutes ces dames Of all the ladies 


Et d’leurs maris
And their husbands 


Aussi 
Arti : Also (juga)        
 



I haven't finished my translation yet, I'm still learning Franchaise, so if you want to criticize my translation, because this is still wrong translation, right? :) you can put your comments on :)
Read More
Mungkin bagi yang melanjutkan S2 akan bertanya-tanya perbedaan skripsi di S1 dan thesis di S2. Selama beberapa hari kuliah S2, aku dijelaskan perbedaan skripsi sama thesis.

Kalau Skripsi :
Tidak perlu menemukan konsep baru
Menggunakan teori-teori untuk empiris yang lebih sederhana
Analisis mendalam tapi tidak rumit dan variabel lebih sedikit
Kemandirian penulis 60%, pembimbing 40%
Minimal 20 pustaka yang digunakan

Kalau Thesis:
Menemukan konsep baru
Kajian teoritik lebih mendalam (bukan sekedar copy paste, tapi mereview)
Analisis lebih mendalam dan variabel-variabel saling terkait
Kemandirian penulis 80%, pembimbing 20%
Minimal 40 pustaka yang digunakan

tapi itu kalau di kampus aku sih, kalau di universitas lain, aku kurang tahu.. :)
Read More
akhirnyaa , matrikulasi udah berjalan seminggu, bener2 capek..mungkin kuliah pas puasa kali ya, dari pagi sampai sore, dari materi kuliah, sampe latihan menulis essay..

Pengalaman baru sih banyak kali yaa..
latar belakang yg kuliah S2 di PWKUndip juga beragam, ada dari teknik lingkungan, arsitektur, sipil, elektro, mesin, psikologi, walo emang pwk yang terbanyak...
sebenarnya untuk bahan materi secara umum sama seperti waktu kuliah S1, namanya juga matrikulasi untuk menyamakan persepsi tentang ilmu ke-PWK-an..

Hari pre-test pre-test. Tesnya ada dua jenis, pilihan ganda sama penulisan essay. Yang pilihan ganda ini cukup membingungkan dan cukup mengecoh lah. Tes tulis essay ini lumayan bikin tangan keritinggg...!
Hari selanjutnya tentang perencanaan pembangunan kota dan wilayah. Materi yang diajarkan pun tentang pembangunan wilayah secara umum.
Yang bikin tertarik sih ada beberapa pemikiran yang emang tidak pernah dipikirkan selama kuliah S1 atau ada beberapa teori dan studi kasus yang belum diajarkan di S1.
Contohnya salah satu dosen memberikan studi kasus pembangunan di luar negeri yang seharusnya ada beberapa bagian yang bisa dipraktikan di Indonesia, akan tetapi karena kalo studi banding ke luar negeri itu dicari oleh-olehnya, ya susah .. sebenarnya kita tinggal memiliki komitmen untuk bisa membangun seperti di luar negeri, tentu saja bisa.
Kalau beberapa mahasiswa mengomentari duitnya, harus ada dana yang besar untuk membangun, buktinya kalimantan yang duitnya banyak, pembangunan juga gitu2 aja..

yang bikin sedikit mikir itu pas ada tugas menulis essay,... duh susah deeh... bacaan kurang, udah kaya pelajaran bahasa indonesia, meringkas tulisan, dan menuangkan dengan bahasa kita sendiri.

Tapi alhamdulillah sih, sampe sekarang masih bisa melaluinya..
Semoga aku bisa melaluinya sampai selesai, apa yang ada di otak profesor2 bisa nyambung dengan otakku, biar aku gak dengdong aja...amiin ..
Read More
Sebenarnya seminar ini seminar nasional tapi yang datang tidak begitu banyak, seperti seminar nasional lainnya. Setelah terpaksa ikut karena temen-temen juga ikut, akhirnya masuklah aku ke ruang seminar PWK Undip, eh, ternyata disana sudah ada dua walikota. Walikota Semarang (Pak Soemarman) dan Walikota Surakarta (Pak Joko Widodo yang biasa dipanggil Pak Jokowi). Pertama ngeliat Pak Jokowi nggak begitu yakin soalnya baju yang dikenakan beliau Cuma kemeja putih dan celana kain, sederhana banget bagi seorang walikota. Pikirku, ah masak iya itu Pak Walikota Solo, bajunya kok biasa banget. Soalnya aku ngeliat dari belakang, nggak begitu yakin dengan wajahnya.
Setelah sambutan-sambutan, mulailah ke acara inti dan yang paling aku tunggu-tunggu pembicara utamanya Pak Jokowi. Akhirnya yakin lah aku kalau Bapak berbaju putih itu Walikota Surakarta.
Seminar nasional ini membahas tentang City Branding, dimana Kota Semarang ingin membangun City Branding seperti beberapa kota lain di Indonesia. Kalau di Jogja yaitu Jogja Never Ending Asia, di Jakarta – Enjoy Jakarta, Belanda – I amsterdam, Solo – The Spirit Of Java. Kenapa Bapak Jokowi yang menjadi pembicara, karena City Branding yang cukup bisa dijadikan contoh di Indonesia dan hampir memiliki karakteristik yang sama dengan Kota Semarang adalah Kota Surakarta.
Kenapa The Spirit of Java ? karena diharapkan apabila orang luar yang berkunjung ke Solo akan merasakan semangatnya orang Jawa dalam artian budaya jawa sangat dapat dirasakan di Kota Solo.
Tentu saja, dengan beberapa program pengembangan kota agar sesuai dengan City Branding. Beliau cerita tidak mudah menemukan City Branding suatu kota, karena City Branding itu ditentukan setelah ada blue print, artinya sebenarnya telah ada image tentang kota tersebut, akan tetapi perlu dipertegas agar brand kota tersebut semakin kuat.
Kenapa sih harus ada City Brand ? Kalau dalam dunia bisnis, brand atau merk itu akan menentukan keberhasilan perusahaan. Kalau secara definisi, City Brand adalah identitas, simbol, logo, atau merek yang melekat pada suatu kota.
Keuntungan City Branding yaitu:
- Lebih dikenal luas dan dipersepsi yang baik
- Dianggap tepat untuk tempat investasi, tujuan wisata, tujuan tempat tinggal, dan penyelenggaraan events
- Dipersepsikan sebagai tempat dengan kemakmuran dan keamanan yang tinggi.
Kembali ke Pak Jokowi, selama beliau mempresentasikan materi tentang City Brand Kota Solo seringkali membuat aku dan audience lainnya bertepuk tangan karena sangat interest dan kagum dengan pembahasan beliau.
Banyak sekali perubahan yang telah beliau lakukan.

Mulai dari revitalisasi monumen Banjarsari



Dan kegiatan yang paling sensitif adalah relokasi PKL, tentu saja menuai banyak kontroversi di kalangan masyarakat tapi Pak Jokowi bisa melakukannya.


Selain itu, ada PKL Gladag Langen Bogan

Ngarsapura Night market juga dirubah menjadi tempat yang nyaman



Selain itu, Kota Surakarta juga sering mengikuti event internasional. Kalau kata Pak Jokowi, sebuah kota itu jangan selalu menjadi follower, tapi bagaimana selalu menjadi trendsetter. Dan yang paling aku salut ketika bapaknya bercerita bahwa setiap ada isu akan diadakan event kesenian internasional Pak Jokowi selalu me-lobby agar event tersebut diadakan di Kota Solo, sampai Pak Jokowi berani menawarkan bila diadakan di Kota Solo, maka penginapan dan makan para tamu dan undangan akan gratis. Bayangkan, event internasional nginep dan makan gratis!! Tapi akhirnya event itu selalu diadakan di Solo. Bahkan dana yang habis untuk event tersebut sekitar 3 Miliar lebih. Dan yang paling herannya, masyarakat juga berpartisipasi, hingga dana yang terkumpul dari masyarakat sampai miliaran juga. Salut atas keberanian dan keoptimisan Pak Jokowi, dan bisa merangkul masyarakat Solo. Selama seminar, audience selalu dibuat tertawa oleh Pak Jokowi.
   


Pak Jokowi punya slogan bahwa Masa depan kota adalah masa lalu kota. Maksudnya, masa lalu kota terkenal dengan batik, masa depan ya juga harus terkenal dengan batik, terserah mau batik modern atau tradisional, yang penting batik.

Batik Fashion di Kota Solo

Sampai yang namanya festival musik, dimana-mana musik Jazz, Rock and Roll, Pop, atau musik modern lainnya. Kota Solo tetap menggunakan musik jawa.

Solo International Ethnic Music

Selain itu,

Solo International Performing Art

Selain itu, Solo juga mengikuti kegiatan di Singapura

Enchanthing, Singapur

Dan lagi, Pak Jokowi bilang kalau ada yang mengundang Solo untuk event2 kesenian keluar negeri, pokoknya semua personel harus dibiayai oleh yang mengundang, sampai kembali ke Indonesia. Hmm... makanya bisa sampai kemana-mana.

Holiday & Travel Expo, Australia

Bahkan sampai Belanda

Pasar Malam Indonesia, Den Haag, Belanda

Ini nih yang aku bilang sebelumnya, Pak Jokowi berani membayar penginapan dan makan gratis kalau ada event internasional diselenggarakan di Solo, dan terbuktilah ..

World Heritage Cities Conference

Asia Pasific Ministerial Conference on Housing and Urban Development


Dari City Branding tersebut, maka beberapa sarana prasarana pendukung City Branding tersebut, yaitu


Batik Solo Trans

Bus Wisata Satu-Satunya di Indonesia

Railbus

Sepur Kluthuk “Jaladara”

Kereta Kencana yang dibuat mirip dengan kereta kencana keraton Surakarta

Yang paling berkesan, ketika Pak Jokowi bercerita tentang pengalaman relokasi PKL. Para pedagang tentunya nggak mau dipindah, sampe akhirnya Pak Jokowi mengundang para PKL tersebut untuk makan malam dan makan siang, yah sekedar makan saja, nggak ada ngobrol-ngobrol. Setelah makan, pedagang tersebut disuruh pulang. Padahal pedagang-pedagang tersebut sudah bawa spanduk akan mempertahankan sampai titik darah penghabisan. Akhirnya Pak Jokowi masih terus mengundang makan. Besoknya juga begitu, diundang makan siang dan makan malam, ya hanya sekedar makan. Sampai ada pedagang yang bertanya, bapak mau bicara? Pak Jokowi Cuma menjawab “nggak, kita Cuma makan-makan saja, setelah itu ya bisa pulang”. Begitu seterusnya sampai berkali-kali, beliau bilang sampai 54 kali. Sampai akhirnya pedagang nggak lagi membawa spanduk-spanduk atau senjata bambu runcing atau senjata lain yang berbahaya. Maklum Pak Jokowi nggak mau mengulang sejarah Kota Solo dibakar sampai tiga hari, makanya Pak Jokowi berusaha agar emosi pedagang-pedagang saat itu sudah mereda ketika diajak ngomong.

Setelah mereka nggak bawa senjata, setelah undangan makan yang terakhir, Pak Jokowi berbicara bahwa lokasi berdagang mau dipindah. Dikira masyarakat akan ngamuk atau protes, ternyata masyarakat diam. Akhirnya ngobrol bareng, kekhawatirannya apa, masalahnya, dicari solusinya bersama.

Akhirnya masyarakat setuju dan jadilah pedagang-pedagang PKL yang tertata seperti gambar-gambar sebelumnya..
 J

Read More

Follower