Gembok cinta ini merupakan gembok yang bertuliskan nama pasangan yang kemudian di kunci di suatu tempat tertentu.
Ceritanya sih, kalo ada pasangan yang menuliskan nama mereka atau inisial mereka di gembok, maka cinta mereka bisa abadi, itu sih denger2 ceritanya. Percaya juga ya.. Mungkin itu anggap aja seru-seruan.


Asal Mula

Beberapa kontroversi mengenai asal mula gembok cinta ini. Ada yang mengatakan dari China, tapi ada juga yang mengatakan dari eropa timur. Di Serbia, tradisi ini sudah ada sejak Perang Dunia I di jembatan Most Ljubavi. Sayangnya, tradisi ini kurang terkenal sampai ditulis di puisi Molitva za ljubav (doa untuk cinta) oleh penulis puisi Serbia terkenal Desanka Maksimovic selama pertengahan kedua abad 20an.

Most Ljubavi (www.trueserbianexperience.com
Bridges of Love di Most Ljubavi, Serbia
www.trueserbianexperience.com


Tradisi ini terkenal di Pecs (Hongaria) pada abad 19an. Walikota Pec menyediakan tempat khusus agar gembok cinta tidak menyebar ke seluruh kota dan membuat kota tidak bersih.

Gembok Cinta di Pec, Hungaria


Di Eropa Barat, trend ini muncul di tahun 2000an di kota-kota wisata dunia seperti London, New York, Seoul, Paris. Di Paris sendiri bermula tahun 2008 di Jembatan Ponts des Arts, Pont de l'Archevêché, Solférino dan Passerelle Simone de Beauvoir. Selain itu, di negara lain juga mulai mengikuti trend tersebut yaitu di Italia di Ponte Vecchio de Florence, Ponte de l'Accademia de Venise, di Jerman yaitu di Köln dan kota-kota besar romantis lainnya.

Jembatan Gembok Cinta - Pont des Arts

Pont des Arts merupakan jembatan metal pertama di Paris yabg diresmikan tahun 1804 dengan 9 arc kemudian dikonstruksi kembali tahun 1852 dimana dua arc di rive gauche digabung jadi satu karena ada pelebaran jalan. Kemudian tahun 1984 diubah menjadi 7 arc saja hingga saat ini.
Pasangan yang sudah mengunci cinta mereka secara simbolik dengan gembok, setelah terkunci, kuncinya dibuang ke sungai Seine. Bayangkan jika beribu-ribu gembok itu kuncinya dibuang ke sungai, betapa tercemarnya sungai Seine. 

Dulu

Pont des Arts atau The Art Bridge adalah salah satu jembatan khusus pejalan kaki yang menghubungkan wilayah Rive Gauche (Institut de France) dan Rive droite (Palais du Louvre). Jembatan di Kota Paris terkenal dengan ciri khas gembok cintanya. Untung sempat mengabadikan foto sebelum jembatan ini berubah. 







Sekarang

Demi alasan estetika, preservasi jembatan bersejarah dan demi keselamatan penggunanya. Walikota Paris memutuskan untuk membuang semua gembok dan menggantinya dengan lukisan street art. Apalagi sejak Juni 2014, beberapa bagian besi jembatan roboh karena tidak mampu menahan beban berat gembok. Dan ini beberapa foto dari google penampakan jembatan setelh gembok cinta dihilangkan.










Sebenarnya gembok-gembok cinta itu ngga cuma bisa ditemukan di Pont des Arts, kadang ditempat lain di Paris juga digembok, contohnya di pagar di ïle de saint Louis (dua pulau di tengah Sungai Seine. Pemilik gemboknya punya cerita khusus, seperti ini contohnya :P



Nah Loh, yang ini ngga kalah seru,, "two men in love for forty years" #geleng2 :D

Read More
Hidup di negeri orang pastinya kangen dengan masakan negeri sendiri. Saat itu hari minggu mau belanja buat makan sehari-hari, kebetulan liat pisang dan ingat kalau punya farine de blé (tepung terigu) akhirnya beli pisang, rencana bikin pisang goreng. Malemnya bikin pisang goreng, bener2 sampe perut penuh, puas banget makan pisang goreng. 

Besoknya karena pisang gorengnya masih ada, akhirnya bawa kekampus kali aja kalo ngantuk bisa nyemil pisgor. Saat itu aku duduk disamping Joan, trus aku tanya udah sarapan belum dia bilang belum trus aku sok-sokan pula bilang wah harus sarapan karena iklim disini dingin,, padahal mungkin dia udah terbiasa, capedeehh.. karena aku tau dia pernah ke madagaskar pasti dia ga kaget lagi dengan makanan tradisional termasuk pisang gorengku, akhirnya aku tawarin dia, setelah habis aku tawarin lagi suruh ambil, tapi dia malu2 bilang non2 alias tidak2, padahal matanya masih ngeliatin pisang gorengnya, pengen gitu maksudnya, ya kusuruh ambil aja, akhirnya mau juga tuh dihabisin dah pisang gorengnya, hehehe...dy bilang itu les petites bananes,,, tapi aku seneng banget ternyata pisang gorengku disenengin, moga aja ga kenapa2 tu perutnya gara2 pisang gorengku :D

terus keesokannya, aku bawa pisang goreng (lagi) kekampus, rencananya sih buat temen kelompok pas fieldtrip,,tapi pas petit repos (istirahat), tiba2 ketemu Joan terus seperti biasa bertegur sapa menanyakan kabar, dan itu emang kebiasaan orang sini, tiap bertemu mesti tanya ''ça va?'' dan pas aku giliran tanya ke dy,,dy bilang  dy sedih soalnya hari ini ngga makan les petites bananes ku,,, ya jelas aja aku ketawa donk, lucu bgt sih cara mintanya, akhirnya aku bilang kalo aku bawa kok, trus dy sungkan dy bilang cuma bercanda sambil ketawa2 padahal sebenernya dia pasti pengen, hahaa,,,

Akhirnya tu pisang goreng batal dikasih buat kelompok,dan dikasih ama temen yang duduk dideketku, Zab dan Angélyke,, wah seneng bgt ngeliat wajah mereka seneng makan pisang goreng, mereka pun mau nambah lagi padahal tu masih ada minyaknya sih,,bahkan si Zab ngusulin pique-nique buat mkanan tradisional,, :D
Read More
Ini udah hari ke 23 aku di negeri orang, lagi membaca bahan-bahan untuk kuliah besok biar ngga kagok, ditemenin lagu Ungu berjudul Indonesiaku, membuat aku selalu tersenyum mendengar liriknya. Betapa tidak, apa yang ada di Indonesia tidak ada di sini. Lirik yang bikin aku tersenyum..
Ku cinta hijaunya alammu,
Ku cinta birunya lautmu,
Ku cinta semua yang ada padamu, Indonesiaku

Hidup di Paris banyak sekali bangunannya, dan semua pembangunan vertikal. Aku katakan pemandangan disini bener-bener bagus. Ya tapi tetap jiwaku mengatakan Indonesia jauh lebih keren. Dari budayanya, makanannya, orang-orangnya. Walaupun keteraturan di Indo tidak seperti di sini, seperti contohnya transportasinya. Teringat saat di Indo sering banget mengeluh dengan yang namanya naik Bis ke luar kota, terutama buat orang-orang yang nyari duit itu, mesti sukanya nggerombolin penumpang sampe risih. Ngga cuma itu, panas, jalanan yang berlubang, terkadang macet pula. Beda sama disini, yah walo pas hari sibuk juga sesak2an di Metro, tapi enaknya semua sistem otomatis, seperti tiketnya, sampe pernah kejepit juga aku di pintu masuk Metro gara2 pengen nyelonong, tiket error. Hahahhaa...

Terus teringat pula dengan sanitasi di Indo. Di negara yang serba modern ini, toiletnya pun modern, dari toilet duduk sampe harus pake tisu, kalo di Indo setidaknya ada air kerannya yah,hehe.. Ni ngga ada.. harus pake tisu. Sama susahnya. Pikiran kadang melayang ke beberapa daerah atau pelosok dimana sanitasi masih kurang baik, harus BAB ke pinggir sungai. Kalo dipikir-pikir sebenarnya sama susahnya. Di negara modern susah karena harus pake toilet duduk dan harus pake tisu. Tapi kalo aku mesti selalu bawa tempat semacam gayung lah setidaknya. Hehehhe.. sama repotnya kan, jadi cuma bisa tersenyum aja, anggap aja kaya di Indo lagi BAB pinggir sungai,hahaha.. komparasi yang jauh berbeda.

Eh tapi yang aku suka disini, selalu banyak kemudahan bagi para pemuda yang umurnya kurang dari 26 tahun, mulai dari potongan transport, gratis ke museum, potongan buat asuransi tempat tinggal, dan banyak potongan-potongan lainnya. Mungkin pemerintah concern yah ke pemuda-pemuda biar memanfaatkan segala macam fasilitas. Dan aku beruntung banget bisa sekolah di negara ini pada umur 23 tahun, banyak sekali potongan-potongannya. Benar-benar memicu para pemuda disini untuk sekolah. Menurutku sih karena negara ini memang negara yang sebagian besar pada kelompok usia tua atau dalam piramid penduduk sih disebut Piramida berbentuk Batu Nisan. Beda dengan Indonesia yang sebagian besar penduduknya usia muda. Makanya pemerintah di Perancis menerapkan potongan-potongan itu sih karena setidaknya memancing penduduknya untuk meningkatkan jumlah kelahiran. Kalau misal kebanyakan penduduk usia tua kan kasian juga tuh bayarin uang pensiun, lagian kalo ngga ada penerusnya gimana jadi kan mengembangkan negaranya. :D
Makanya betapa bersyukurnya sebenarnya Negara Indonesia, tinggal bagaimana bisa mengembangkan kualitas sumber daya manusia bagi pemuda-pemudanya, sehingga kita nggak kalah saing dengan negara maju. Walau fasilitas terbatas, hanya perlu membuka cakrawala, dan semangat untuk maju, seperti yang kita tahu banyak sebenarnya siswa-siswa di pelosok yang pinter2 hanya karena kurang fasilitas dan tidak ada yang mendukung kecerdasan yang dimiliki jadilah tetap tidak berkembang, padahal banyak cara kalo mau berkembang. Semoga kita tetap menjadi penduduk yang ingin selalu maju yap :D
Read More
Finally , aku berangkat ke Paris juga.. dengan beribu2 rintangan dan hambatan, sebelum berangkat pun masih ada aja rintangannya, hanya gara-gara aku pelupa. Aku lupa bawa charge baterai kamera padahal itu jam 6 pagi mau ke stasiun di Solo, alhasil balik lagi. Giliran udah dianterin charge sekarang nyari bis susah amat sampe ke solo. alhasil sampai solo terlambat, harusnya kereta jam 8 aku nyampe jam 8.25 wow.. terbuang deh 360ribu...
terpaksa ke agen bis buat nyari bis ke jakarta n paling cepet jam 2 siang ini. Untung ada mas sepupu yang nganterin.. Eh bisnya AC ekonomi , bagiku bikin capeeekk..udah duduknya mepet ,soalnya kursinya 2-3. Nggak enak deh pokoknya, tapi yawuda namanya juga keburu waktu. Padahal kalo naik kereta bisa sampe sore, jadi bisa istirahat dulu semalam di jakarta. Karena ketinggalan jadinya istirahatnya di bis. Sampe jakarta masih harus bawa tu koper, tas jinjing, en tas ransel, beraat. akhirnya terpaksa pake porter bawain ke taksi, itupun pake di palak juga. wes2...
Sampe jugalah ke rumah temen, sekitar jam 10 pagi dengan taksi dari pulo gadung ke pondok kelapa sebesar 60ribu rupiah pake blue bird. Habis dari rumah temen, nunut mandi, terus minta temenin ke MM buat nukar rupiah ke euro. Pas pulang, ternyata temenku lupa atmx ketinggalan, gara2 aku, huks.... akhirnya cepet2 ke bank mandiri, setidaknya mau ngambil uangx di bank, tapi ga bisa. huks.. 
Akhirnya terpaksa langsung ke bandara, karena waktu udah jam 2, dan pesawat berangkat jam 6, dan jam 2 itu udah disuruh masuk ke ruang tunggu, padahal kalo penerbangan domestik biasanya sekitar 2 jam sebelum berangkat. Sampe bandara jam setengah 5 trus check in . Wow ternyata bagasiku berlebihan , awalnya sih cuma boleh 25 terus ternyata di lobby2 en si mbax telpon pimpinannya akhirnya bisa deh jadi 27 hehehe.. terus pas masuk x-ray ternyata cleansing en botol aqua en pulpy orange ku di ambil , gara2 ga boleh bawa cairan dalam pesawat, huks...
sambil nunggu berangkat boarding pesawat, waktu itu telat 10 menit sih, aku telpon2an ama cowoku..sayangnya ga sempet sama orang tua..karena mba pemilik hape juga harus nghubungi suaminya ama ortunya.  Boarding pun tiba dan naik pesawat sampe KL malaysia jam 10 waktu sana (jam 9 waktu jakarta),


trus jam 11 waktu sana lanjut ke Paris. Wow sekitar 14 jam lah di pesawat. Sampe paris rodo puyenng, kurang tidur, bawa barang banyak, jadilah ni badan pegel2.







ke terminal 2A pake ini..



terus kita di bandara harus nyari tempat prin karena tiket temen yang ke Lyon salah, adanya sih mesin buat internetan free (katanya, padahal bayar juga, walo murah) dan harus punya koin atau kartu kredit. Karena ga ada jadi harus nuker duit receh dulu deh.,

Setelah bisa ngenet trus laporan dulu ke desk di terminal 2A karena kita diurus oleh campus france biar bisa sampe tempat tinggal. setelah ngubeng2 akhirnya ketemu juga.

ini dia desk terminal 2A Charles de Gaulle.

di desk nya kita laporan mengenai kedatangan, dan memberi nomor dossier dari campus france. Setelah itu dikasih tau step2 biar bisa dianter ke tempat tinggal yang dituju. Dan aku disini jaga barang-barang, hanya 2 temen yang ngelapor. Setelah itu baru deh aku dan temen ke Porte Maillot, dan yang satunya ke Lyon (harus naik TGV) jadi kami berpisah. Dah gitu aku en temenku hampir salah bis lagi gara2 aku cuma bilang iya2 aja, sakingnya pengen ndang nyampe, wes kesel. Untungnya belum jalan udah nunjukin tiket dan bilang kalo tiket salah, huhuu.. bikin malu ajah. Makane ojo grusa grusu lita, lita..

Akhirnya dapat bis yang bener, nah kebetulan kita duduk di belakang org prancis, dan karena kebiasa di indonesia kalo dalam bis tangan di rebahkan dekat jendela, eh ga sengaja kena bahux orang prancis, trus lapor ama suaminya, eh suaminya ngomel2 ke kita.. mungkin dikira mau jahatin tu orang kali, gara2 tampang kita lusuh, terus orang asing. padahal ya ga ngapa2in, dasar dasar... kitanya cuma bilang pardon pardon ajah.
Sampe lah kita di Porte Maillot trus menuju ke cabine telephone (telpon umum) trus nelpon ke kampus france terus laporan lagi nama en nomor dossier kita.


15 menit kemudian baru taksi gratis datang. Sampe lah di Asnieres, tempat tinggalku, udah gitu si abang taksi lupa lagi narik uangg taksi, padahal kan gratis. Aku cuma bengong, giliran dia inget baru sadar kalo dari campus france. capedeee... daripada salah2 ya aku yakinin lagi, c'est gratuit , n'est-ce pas? (ini gratis bukan?) , si abang cm bilang sambil ngasih bukti argox : oui oui c'est pour vous (ya, ya, itu untuk mu). Sampelah didepan tempat tinggal.. tapiiiiiiiii...... ga bisa masuukkk.. karena ada kodex kalo mau masuk, olalaa.. padahal waktu itu hujan en dingin, dan satu2nya cara hanya lewat sms (pake nomor indo punya temen) tapi gagal teruuss.. disambungin ke orange (jaringan seluler prancis) tetap ngga bisa. pasrah lah, akhirnya aku nyari keliling buat beli kartu sim hape, dapatnya orange dan aku salah beli ternyata itu untuk isi ulang, bukan kartu perdana, hukss.. akhirnya nyari muter2 kartu perdana. Karena jalannya rodo riwet jadinya muter2 ngga jelas. Akhirnya ketemu le tabac (toko jual rokok, kartu isi ulang, cemilan, dan lain-lain) dan ada kartu sim perdana, tapiiiiiii.... adanya SRF harganya 15 euro, dan aku pas bawa uang 15 euro, kuputuskan ga jadi beli, karena mahaaaaaalllllllllll.... ni duit buat makan aja pokokx, ama transport.
Akhirnya muter2 en ga dapat jalan pulang, muter2 lagi, inget2, akhirnya bisa pulang juga, udah hampir basah ni jaket, pas pulang eh si temen udah ga ada ternyata udah masuk appartement nya gara2 ketemu yang juga tinggal disana en nunjukin attestation d'hebergement (surat penerimaan tempat tinggal) dari M. Bernard, akhirnya orangnya percaya waktu itu jam 2 siang (waktu paris) berarti udah 2 jam nunggu diluar, sampe didalam (di hall) akhirnya bisa sms ke temen2 yang ada di paris, untuk menghubungkan ke mba nani (yang nyariin apartemen) biar bisa dihubungkan ke M. bernard. akhirnya bisaaa.... janjian ketemuan alias baru bisa masuk kamar jam 8 sore menjelang malam, olala... diluar kamar kedinginan sampe 6 jam..


ini dia appartement ku di Asnieres
terlantar di hall nya appartement (di prancis bilangnya studio)

Akhirnya selama menunggu ketemu madame dari algerie (aljazair) kaget ngeliat kita karena dari mulai masuk kerja sampe selese kerja aku en temenku masih terlantar, akhirnya kita disuruh masuk ke studionya, orang islam jadi setidaknya enak bisa tau arah solat n waktu solat, trnyata eh ternyata si madame ga tau ..boff...tapi biar aku tidak kedinginan lah, karena di hall itu aku ketiduran, hehe...
Saat itu temen2ku pada dateng, syukurlah, ada yang nemenin, en mba nani yang bantuin nyari logement (tempat tinggal), karena aku udah tepaarr, malam hari pada nyari makan, untungnya dapat nasi, jadilah makan walo sedikit. terus minum air keran, katany udah siap minum, tapi ga segeerr.. mahal bow kalo beli diluar, sekitar 2 euro atau 24 ribuan.. jadi mikir2 kalo mau ngeluarin 1 euro, @.@
Keesokannya ketemu janjian sama proprietaire (pemilik apartemen) buat bayar apartemennya, karena temenku mau pindah jadi nyewa cuma sebulan seharga 500 euro (atau 6 jt), dan aku ga mungkin disana karena mahaal kalo buat sendiri, enak sih karena udah lengkap fasilitasnya..tapi katanya kalo ngurus CAF bisa dapat bantuan tergantung luasnya , dan kalo melihat luas apartemennya bantuannya sekitar 150 euro. tapi kalo aku dapat apartemen yang 250an euro ya lumayan.. 

Setelah ketemuan ama propietairenya, akhirnya kami berangkat ke Paris ke Campus France buat nyari bantuan tentang logement. Untuk pergi ke Paris harus naik SNCF turun di Saint Lazarre trus lanjut metro (kereta dalam kota,ky subway) ke Pigalle trus lanjut ke Colonel Fabien. Oiya kalo naik SNCF harus jujur loh, karena pas kita beli tiket ga ada pemeriksaan , hanya waktu tertentu ada pemeriksaan, kalo misal kita pas naik SNCF ga ada tiket bisa didenda. Sampe di Saint Lazarre beli tiket di mesin tiket, dan itu berlaku seharian kemana aja di dalam kota Paris, dan harus di valider sebelum masuk peronnya, kalo ngga bisa kena denda.
Setelah sampe Colonel Fabien terus lanjut jalan ke Campus France, keseel mameenn, bawa tas ransel isi laptop, badan pas ga enak, rasanya sesuatu banget, hampir pengsan di jalan dah. 

Sampe di Campus France rasanya pengeen duduukk,, eeh giliran mau berjalan di sofa di tahan ama mbak resepsionisnya, harus laporan dulu, hdeuuhhh... klenger boo... setelah nunjukin nomor dossier dan paspor akhirnya dapat identitas pengunjung, terus disuruh nunggu buat ketemu Claire, yang ngurusin logement. Kata mbaknya kalo beasiswa couverture de sociale sebenarnya emang harus nyari sendiri, bukan campus france yang nyediain tapi akhirnya di alihkan ke CROUS (yang bantuin nyari logement), dan kepastiannya masih 2 hari lagi, jadi jumat pagi balik lagi. Karena cukup jauh kalo balik ke Asnieres akhirnya disediain hotel di Paris. Dan  akhirnya jalan lagi dah, karena laper jadinya beli roti dulu di toko terdekat, maklum ngga ada nasi. 

Aku kira orang prancis juga ngikuti rambu-rambu, ternyata kalo lampunya merah en ngga ada mobil ya tetep aja bablas nyebraang.



Yup2 setelah makan roti baru ke stasiun metro lagi buat ke hotelnya. Harus 2x naik metro dan jalan kaki lagi dari metro ke hotelnya. Byoh sepanjang jalan banyak barang yang pengen dibeli tapi mata ku kembali merah alias STOP untuk berbelanja inget duit pas2an.

Setelah check in sampe hotel langsung ambruk ga makan malam, lupa makan pokoknya kalo udah ngantuk itu. 

The next stories nanti yahh... :)
Read More
Horeee aku ke RoMa ! 

Hahaa... semoga kebeneran, amiinn .. Loh ??
Kalo RoMa yang aku kunjungi ini bukan Roma yang di Italia itu loh, tapi Roma yang di balikpapan, alias Rombengan Malaysia. Nah Loh. Nama itu sih udah ada sejak aku tinggal di Tarakan, kota yang dekat dengan Malaysia. Banyak stand-stand di tempat tertentu yang menjual baju-baju bekas dari luar negeri, kebanyakan sih dari Malaysia. Sejak saat itu, pokoknya keluargaku kalo mau beli baju bermerk dengan harga murah walo second-an ya nyari di Roma... Ssssttt... jangan bilang-bilang yah, sama ibu disuruh rahasiain. #halah

Sebenernya yang aku cari sih baju dingin gitu, daripada beli baru mahaaallllllllll.. akhirnya dianter bapak en ibu ke RoMa di belakang Kebun Sayur, Balikpapan. 

Kalau kita bisa pinter milihnya, kita bakal dapet baju yang bagus-bagus, soalnya mereknya kebanyakan dari luar negeri semua. Ngga cuma baju, ada banyak macamnya, seperti celana, kemeja, baju pesta, seprei, bedcover, handuk, jaket musim dingin, jamper, macem-macem deh bahkan ada pakaian dalam loh. Kalo yang ini, aku ngga deh, walopun merek luar semua.... 



 Perburuan di mulai. Bapak sudah ngga tau mencar kemana, aku dan ibu juga mencar ke stand yang jual baju dingin, tapi kebanyakan malah cari yang bening-bening :D
Belum dapat baju dingin, aku malah dapat baju panjang. Daripada mencari yang bukan tujuannya, akhirnya aku ngingetin ibu buat nyari baju dingin dulu. Nyarinya lumayan susahhh. Akhirnya dapat 1 baju dingin, tapi gedenyaaaaa..



Gedeee... Pas tanya bapak,suruh beli aja, hmm.. yawuda dehh beli.. awalnya hargax 60ribu,setelah ditawar ibu, jadi 30ribu deh. Akhirnya cari-cari lagi, ternyata dapat jaket kulit ky coat gitu hrgax 300ribu, sama mba penjualnya mau nurunin tapi cuma 200ribu, padahal second, tetep aja mahal. Begitu juga ditempat lain, malah dari 500ribu turun jadi 300ribu, itupun ngga mau lagi nurunin. Yawes ngga jadi beli, lagian bapak udah keburu mau pulang tuuh. 

Besoknya, aku sama ibu kesana lagi, penasaran, pengen cari baju-baju lagi. Hehehe... trus ke toko yang jual jaket kulit lagi, setelah basa basi ngalor ngidul, akhirnya dapat juga jaket kulit yang awalnya 300rb kemarin jadi harga 100ribu.. Hohoho... enaknya ajak ibu-ibu itu ya mudah nawarnya. 

Selain itu, aku juga cari baju panjang lagi. Tanpa dicoba langsung beli aja, harganya 25 ribu. Lumayaann.. 
Sampe rumah langsuuunggg cuci cuci disikat, deterjennya jangan sampe kurang. Namanya juga second, pokoknya kudu bersih. Akhirnya dapat juga 2 jaket dingin, 2 baju, 1 coat, 2 mantel.  :D

Read More

Follower