entah kenapa lagi pengen nulis tentang bahasa ini, maklum saat itu kepikirannya pas lagi baca tentang espace agricole périurbain tapi kok mumet bahasanya, alhasil membuatlah note ini.

bahasa perancis itu ruwetnya adalah harus dibedain femina dan masculin,
gimana ngga, semua kata benda pun ada pembedaan jenis laki-laki dan perempuan.
kebanyakan bahasa eropa sih emang bedain jenis masculin ama feminin, cuma disini ngasih contoh bhsa prncis :D

tiba-tiba terbersit aja pengen nulis, berarti bahasa perancis ini bahasa yang cukup (kalo kata anak muda gaul sekarang) "kepo" (pengen tauuu ajahh atau pengen tau bangeet ??)
kenapa?
ketika dalam bahasa indonesia, kita mengatakan "dia" ,
dan kita ngga bakal tau "dia" itu cewe atau cowo,
maka,
dalam bahasa inggris akan diartikan "she" dan "he", dan 
dalam bahasa perancis menjadi " il " untuk cowo dan " elle " untuk cewe
kepo ya? 

ngga cuma itu,
ketika dalam bahasa indonesia, kita mengatakan "teman saya"
dan lagi-lagi kita ngga tau kan teman saya itu cewe atau cowo,

gimana kalo dalam bahasa inggris?? 
dan akan berubah menjadi "my friend" ngga ada pembedaan cewe ama cowo, 
jadi kalo bilang ke pasangan "my friend" mungkin pasangan kita ngga akan cemburu kan yah, 
kalo ternyata my friend kita lawan jenis #loh

gimana kalo dalam bahasa perancis??
"teman saya" akan berubah menjadi "mon ami" untuk cowo, dan "mon amie" untuk cewe,
hanya beda "e" doank udah membedakan cewe atau cowo
tapi sayangnya, kalo kita lagi ngomonng maka ngga ada bedanya mon ami dan mon amie karena cara bacanya sama

ada lagi...
misal mau ijin nih sama pasangan masing2,
"aku mau pergi/keluar ni ama mereka"
dalam bahasa inggris jadi " i wanna go there with them"
ngga cukup kepo sih, karena ga dibedain them itu wanita atau pria
coba bahasa perancis, " je veux sortir avec eux/elles "
"eux" itu untuk beberapa orang laki2, tapi kalo campuran laki dan perempuan tetep pake "eux"
"elles" yang jelas untuk beberapa orang cewe2.

nah kan, jadi ketauan banget kaan, bahasa apa yg paling tidak kepo dr 3 bahasa itu?? :D :D

mungkin bahasa lain di eropa yang membedakan jenis laki dan perempuan, itu trmasuk bahasa yang paling "pengen tau bangeett" :D :D

#justkidding

Read More
Berliiiinnnnn !!!
Merci deux mille fois Allah, aku bisa nyampe di negeri Hitler ini :)

Bertemu teman SMA setelah ngga ketemu 7 tahun, ngga nyangka bisa ketemu disini, padahal temen itu orang malang, kalo pas kuliah S1 dy nyempetin ke kampung halamannya, tapi ngga sempat ketemu, untung ketemu disini :)
Bener2 pangling :D
Seperti di Paris, karena turis dan kalau ingin jalan2 seharian mending beli tiket untuk satu hari bisa dipakai untuk trem, subway, bus seharga sekitar 7 euro. jadi lebih murah dan puas, ngga perlu bayar tiap kali naik transport umum. #recommended

Kunjungan pertama diajak ke gereja yang sebenarnya tinggal separuh, karena waktu perang dunia II, gereja itu kena tembakan dari pesawat perang, dan akhirnya menaranya hilang separuh.


Uniknya, revitalisasi bangunannya ditutup dengan tembok agar tidak merusak pemandangan padahal kalo dibuka keliatan kubah yang terpotong itu.




Mall pertama di Eropa barat yang WoW pada jaman dulu




Wilkommen in Berlin
Stasiun utama di Berlin dan juga yang paling besar di Eropa. Kalo di Perancis, stasiunnya ada terminus (titik akhir kereta, terminal kalo di indo) dan lebih dari 10an quais (jalan dipinggir sungai) dimana kereta berhenti cukup lama untuk melakukan rute sebaliknya, tp kalo di berlin tidak ada terminus dan mereka hanya berhenti sebentar, quai mereka juga kurang dari 10.



Stasiunnya udah kaya' Mall aja



Didepan gedung parlemen Berlin, The Reichstag, kita bisa masuk kesana, gratis, tapi harus daftar online di websitenya beberapa bulan sebelumnya.


Brandenburg Gate


Didepan Hotel Adlon, yang paling terkenal, kalo para presiden di dunia datang ke berlin biasanya nginep disana. Selain itu, saat Festival Film Internasional di Berlin, artis Hollywood pada nginep disana, seperti Angelina Jolie, Michael Jackson, Brad Pitt, Penelope Cruz, etc.


Holocaust memorial, to the murdered Jews





Tembok Berlin yang dilukis dengan berbagai macam lukisan


One of the famous catholic cathedrals in Berlin




Humboldt University, sekolahnya Einstein

Postdamer Platz, Centre commercial sekaligus bioskop2 yang terkenal apalagi saat Festival Film Internasional, banyak artis dunia yang datang kesini





Berliner Fernsehturm, stasiun tivi sekaligus restoran di Berlin timur


Weltzeituhr (Worldtime Clock) di Alexanderplatz, Berlin


Berakhirlah perjalanan di Berlin.

Besoknya tiba di Cologne, kota kecil di sebelah barat Jerman, tapi cukup terkenal dengan jembatan dan gerejanya. Dan dari kota sanalah, kereta Thalyss ku berangkat ke Paris.
Setelah menempuh perjalan 9 jam naik Bus dari Berlin pagi, bahkan hampir telat, untung Busnya mau berhenti. Pfiuuh...
Sampailah di Kota Cologne sore hari, setelah menitipkan tas ke loker, kemudian saatnya jalan2.
Keluar dari stasiunnya, ternyata gereja yang terkenal itu udah terlihat. Banyak turis foto2 disana.
Termasuk aku yang mencari orang yang bisa buat motoin aku.








Hohenzollern Bridge yang penuh dengan gembok cinta seperti di paris :D


Rumah unikk warna warni, Martinsviertel dari kejauhan :D

Kota Cologne cukup kecil sih, jadi akunya muter2 juga pake jalan kaki aja, capek sih, tapi ya lebih hemat daripada naik subway :D
karena udah malem, jadinya saatnya cari hotel yang udah aku booking lewat internet. 
Besoknya ngelanjutin jalan2, akhirnya cuma jalan2 ke shopping centre, buat cari oleh2, ternyata ngga ada.

ternyata dapat oleh2nya malah di stasiun, lebih murah.

dan setelah membandingkan negara perancis, belgia, belanda, dan jerman, negara Jerman lah yang TOP banget, mulai dari kedisiplinannya, bahkan kejujurannya. Di perancis, belgia, mau naik subway aja harus ada mesin tiketnya biar bisa masuk ke jalur keretanya. Kalo di Belanda, pake sistem Check in dan check out. Kalo mau masuk tram/subway harus check in, kalo ngga bisa didenda kalo ada pemeriksaan, dan jangan lupa check out, karena harga transport yang kita naikin tergantung saat kita check out, kalau kita lupa check out, bisa habis itu isi kartu transportnya.

Kalo di Jerman lain lagi, mereka semua udah percaya bahwwa yang naik kereta itu punya tiket. Kesadarannya tinggi banget, dan orang-orang juga ngga ada yang nakal atau mau curang ngga beli tiket, kata temen. 

Contoh lagi saat nyebrang, di perancis nyebrang di jalanan kalo tanda lampu berjalannya belum hijau, walaupun tidak ada mobil, orang2 tetep nyebrang, termasuk aku. Giliran di Jerman, dan lampu masih merah, akunya ngga sabaran, kok ngga nyebrang aja sih, kan ngga ada mobil. Tapi temenku nyantai aja nunggu sampai lampu warna hijau. Sampe akhirnya ada gerombolan turis perancis yang bilang ke temennya pake bahasa prancis "hey, ayo nyebrang, ini kan ngga ada mobil" tapi temennya ngga bergerak, masih noleh2 ke kanan ke kiri, sedangkan orang jerman yang lain pada diem. Akhirnya turis perancis pada nyebrang, walopun masih merah, dan temennya yang lain bilang "heeyy ini kan masih meraah" tapi akhirnya dia nyebrang juga. -____-

dan aku nyebrang saat lampu bener2 ijo.

Voila ! sampai ketemu di cerita traveling selanjutnya :D

Read More
Belgia, sebuah negara kecil diantara Perancis dan Belanda. Dan Brussels sebagai ibukota Uni Eropa. Karena negaranya merupakan negara diantara dua negara beda bahasa, jadinya kalau di subway kalo denger mereka ngomong, campuran antara bahasa perancis, dan bahasa lain yang ngga ngerti itu bahasa belanda atau bukan.

Yang jelas, kalo di subway, papan petunjuknya berbahasa perancis dan bahasa belanda, ngga ada bahasa inggris, pusing kan.... Berasa serba setengah2 deh negaranya :D
Negaranya ngga seramai Paris atau amsterdam, jadi lebih berhati2 bawa barang bawaan. Dan sering banget ngeliat orang arabnya disana.

Karena setelah jalan-jalan di amsterdam menuju ke belgia nyampenya sore, jadinya ngga sempet jalan2 ke istananya disana. Apalagi pas sampe stasiunnya ternyata toko oleh2 pada tutup, jadinya ngga sempet beli oleh2 :(
Keburu malem, dan kalo udah malem, lumayan serem karena lebih sepi.
Jam 9 temen udah mau balik ke Paris, sedangkan aku lanjut ke Berlin naik Bus. Jalan-jalan ke Berlin.





Parc de Cinquetenaire



Kantor Uni Eropa
Read More
Yeey !
lumayan dapat tiket kereta muraaahhhhh,, yang biasanya Paris-Amsterdam bisa sampe 100an euro, karena ada promo Woman's days, akhirnya cuma dapat 8 euro !! Thanks Allah !!! tp hanya berlaku dari tanggal 18 - 25 maret, itupun belinya hanya di tanggal 8 maret, dan antrinyaaaaa.. ngga nguatin.. karena mumpung promo, jadinya beli deh : Paris - Amsterdam, Amsterdam - Brussels, Cologne - Paris :D

19 maret pun tiba, 
saatnya berangkat dari Gare du Nord. Kereta telat 30 menit. Masuklah ke gerbong Thalyss. Kalo ada kereta cepet namanya TGV, yg ini namanya TGH ngga kalah elite nya.. 


ROTTERDAM

Setelah perjalanan 2,5 jam, aku dan temenku memutuskan untuk mengawali jalan2 di Belanda, dari kota Rotterdam yang terkenal arsitekturnya bagus. Disana kita beli OV-chipkaart merupakan kartu transport, kalau di hitung2 jatuhnya lebih murah. Beli kartunya aja 7,5 euro, trus kita isi 20euro. Dan mulailah perjalanan kita.

Cubic House (Rumah Kubus)



Rumah Kubus (Cubic House)


Yang kebayang, barang-barang di dalam rumahnya akhirnya ditempatkan miring2. Kesulitan tinggal di rumah tersebut, untuk menempatkan barang-barangnya harus disesuaikan dengan bentuk dan luasannya. Nggak hanya tempat tinggal, tapi juga untuk kantor, hotel, rumah makan, tempat jualan souvenir, restoran, dan lain-lain.

DELFT

Setelah jalan ke rumah kubus, kita lanjut ke Delft, tempat oleh2 yang muraaah.. Dan saat kita lagi jalan, kita menemukan Museum Nusantara yang sudah ditutup akibat kekurangan dana dalam perawatan museum tersebut. Padahal senang ada museum negara kita disana, tapi sayang malah ditutup.



Museum Nusantara yang Sudah Tutup


Ruang Terbuka


Sampailah di Place, tempat terbuka yang luas dan dikelilingi oleh bangunan khas, seperti gereja, dan entah apa ini namanya.

ketika cari oleh-oleh, malah ketemu toko yang punya orang indo (setelah diceritain temen, sepertinya nikah sama orang belanda) eh syukur deh dikasih diskon, walo ngga banyak, dan dapat bonus. Dan ada lagi yang paling murah dari semua toko yang berada dekat dengan gereja.

DEN HAAG

Setelah dari Delft, kita lanjut ke Den Haag, karena hari sudah mulai malam, jadinya kita cepet2 balik. Disana kita nginep di tempat temen indo yang juga sekolah disana.

Madurodam

Besoknya, kita pergi ke Madurodam. Perjalanan kesana melewati kawasan dimana nama-nama jalannya mengambil nama daerah di Indonesia, seperti Sumatrastraat, Javastraat, Malakastraat, Madoerastraat, Soendastraat, Balistraat, etc. Dan sampailah kita di Madurodam (Miniatur Belanda)



Madurodam dari depan




Miniatur Belanda, tuh liat skala orang dengan miniaturnya :D


Eh pas mau pulang ketemu orang indo yang mau ke Madurodam juga, dan ternyata rombongan dari semarang, dan termasuk bertemu dengan Ibu Walikota Semarang.

Pasar Malam

Kebetulan sekali ada pasar malam Indonesia di Den Haag, banyak pameran tentang hasil karya tiap daerah dan makanan indonesia. Yang sangat ditunggu2 ituu untuk melepas kangen dengan Indonesia. Untuk masuknya bayar 5 euro.




Semua masakan adaa, dari masakan orang jawa, padang, sumatra, bali, dan akhirnya makanan yang aku pilih adalah Sateee ayaamm, makanan kenangan ;)

Dibandingkan Perancis, di Belanda ini emang banyak toko oriental atau toko cina yang jual makanan indo maupun bumbu2 indo yang harganya murah meriah dibanding perancis, mulai dari pecel blitar, saus indofood, tempe, indomie, kecap bango, agar2 swallow, tepung ayam indo, etc. Sekalinya ke Toko Oriental, bener2 pengen diborong semua, tapi sayang badan ngga kuat bawa,, akhirnya cuma beli tempe seharga 0,99 euro 2 biji. :s

AMSTERDAM

Sudah larut, dan kami pulang ke tempat temen untuk melanjutkan perjalanan esok hari. Besoknya sebelum ke Amsterdam kita ke Keukenhof. Oiya, karena barang yang dibawa cukup banyak, akhirnya pas sampe di stasiun kita titipin di loker, hmm.. lumayan sih harganya, 3 euro, tapi udah cukup barang aku dan temen bisa masuk, jadi bisa patungan eh urunan alias barengan deh.

Keukenheuf

Terus kita ke tourist information trus beli tiket masuk sekalian transportnya kesana 22,5 euro



Pintu Gerbang Keukenheuf


Danau Keukenheuf

Sayangnya pas kesana, masih awal musim semi jadinya belum berbunga :(
jadi berasa jalan2 di hutan aja nih, hmm..



Ini Tulip yang mekar yang ada di ruang pameran, asli kok!



Tulipe sooo beautifuulll 

Perahu yang membawa keliling ladang Tulip, karena Tulip belum bermekaran jadi belum dibuka



Disana juga ada kincir anginnya :D kesampaian juga foto di kincir angin :)
didalam bangunan kincir angin




Lahan pertanian tulipe dari atas kincir angin



Dia atas kincir angin 

Iamsterdam Sign

Iamsterdam Sign ini berada dekat dengan Rijkmuseum di Hoobemastraat.



I amsterdam :D

Keliling Kota dengan Jalan Kaki


Pasar bunga tulipe dan oleh-oleh khas Belanda



Kanalnya bersih kan...


Kapal yang melewati kanal seharga 9-10 euro



Stasiun pusat di Amsterdam


Madame Tussaud

Madame Tussaud masuknya 23 atau 25 euro gt, lupa, hehe.. tapi ngga masuk, udah keburu mau balik lagi ;D

Nah dideket situ ada toko namanya 5 euro, kebanyakan oleh-oleh harganya 5 euro, termasuk baju yang biasanya 10an euro lebih dan tas jinjing.

Oiyaaa kita ke Red Light juga loohh,, byoohhh, astagfirullah,, bener2 ky boneka barbie dehh, dan geleng2 doank liatnya.. tau kan Red Light itu apa ? semacam cewek2 yang dipajang di kaca pake baju seksi dan bisa "ditawar"  dan temen SMA ku yang jadi guide bener2 paham. Pengalaman yaaa??? wkwkwk.. oiya jangan di foto ya, bisa-bisa diamuk mereka.

Tips enak pas travelling di eropa, disaat bawa barang banyak, jadi mending titipin loker, jadi biar nyaman belanjanya. Perbekalan makanan itu penting, jadinya dari Paris, aku siapin nasi ditaruh di tupperware, beserta lauknya, dan bawa kentang goreng, karena lumayan banget tu nahan lapar. Dan Ov-chipkaart emang bener2 muraah, muter2 Rotterdam - Delft - Den Haag - Amsterdam habis 50an euro. Kalo kata temen, dulu ke 3 kota udah habis 150an euro.



DO ;
  • Tiket transportasi menuju ke Belanda murah saat musim dingin
  • Beli OV-Chipkaart di stasiun-stasiun Belanda, itu adalah kartu transportasi umum Belanda. Jatuhnya lebih murah dibanding beli satuan.
  • Bawa jaket tebal saat bepergian di awal maupun penghujung musim dingin, karena anginnya kencang sekali.
  • Ingin hemat, bisa numpang tidur di rumah teman, jika ada yang mengenal. Lebih mudah menghubungi anak PPI yang bersedia menampung.
  • Jika bawaan banyak, cukup titipkan di lemari penitipan stasiun. 

DON'T
  • Jangan datang ke Keukenheuf saat masih awal dibuka! atau awal musim semi, karena bunganya belum bermekaran
  • Saat di Red Light District, jangan ambil foto ya! Jangan ngajak ngobrol juga, bisa disuruh bayar!

Setelah dari Amsterdam perjalanan lanjut ke Belgia, ini Perjalanan Ke Belgia...
Read More

Follower