Tiba-tiba kepikiran ingin posting tentang kemerdekaan, 
sesuatu hal yang pasti memiliki sejarah yang panjang di setiap negara.
dan Indonesia akan "merayakannya" esok hari, 17 Agustus, yang biasanya diisi oleh upacara bendera di setiap sekolah dan juga di istana negara.
Dengan mengingat jaman ketika Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan.

tapi bagi saya, kebanyakan orang selalu menganggap kemerdekaan yang udah bertahun-tahun itu banyak menyedihkannya. Selalu saja bilang :
"Gimana kita disebut merdeka, kalo masih banyak aja kemiskinan?"

atau

"gimana disebut merdeka kalo masih ada korupsi? 
gimana disebut merdeka kalo pendidikan semakin mahal? "

dan semua hal-hal jelek tentang Indonesia selalu dikaitkan dengan kemerdekaan.

Padahal Pak Karno sudah bilang dengan tegas "..menyatakan Kemerdekaan Indonesia.."

kenapa kita sendiri belum mengakuinya ?? lagi2 kenapa kemerdekaan harus dikaitkan dengan masalah-masalah Indonesia.

Kenapa kita tidak seperti ketika kita masih kecil menyambut kemerdekaan dengan suka cita, ikut upacara dan yang paling menyenangkan kalau ikut lomba makan kerupuk. Itulah yang dinamakan "merayakan kemerdekaan"

Apa karena kita bukan lagi anak kecil? atau sudah saatnya memikirkan negara? 

Ketika saya di Paris, dan mengikuti perayaan kemerdekaan Negara Perancis, 14 Juli, saya mengikuti acaranya dari pagi sampe tengah malem. Pagi hari ada peragaan militer perancis dengan barisannya dan jalannya yang tegap, kemudian pesawat tempur, dan diakhiri dengan terjun payung. Sore hingga malem, duduk didepan Eiffel sambil mendengarkan konser musik, kemudian jam 11 malem ada kembang api diiringi musik dan cerita singkat tentang kemerdekaan perancis dan tiga simbolnya (Liberté, égalité, fraternité).

Sepertinya tidak ada kesedihan ketika hari perayaannya itu.
Semua mengucapkan selamat hari kemerdekaan.

permasalahan perancis pasti juga ada lah,, tapi bukan berarti harus mengaitkan permasalahan yang ada di negara itu dengan kemerdekaan yang udah dicapai kan..

Kenapa kita ngga menyambut kemerdekaan ini dengan suka cita dan melihat pencapaian yang sudah diperoleh Indonesia selama 68 tahun ? bukan mengatakan belum merdeka karena banyaknya permasalahan yang belum tuntas.

coba lihat,
teknologi udah jauh berkembang pesat. Bandingkan kalo dulu mau komunikasi aja harus pake telegraf, telegram, atau telepon yang nomornya diputer2 dulu. Internet susah banget pasti. Lah sekarang ? jauh lebih maju kan.

pendidikan mahal? eh bukannya jaman Soekarno, masyarakatnya masih sangat jarang ya yang punya kesempatan sekolah? bahkan yang keluar negeri saja hanya dari masyarakat golongan tertentu, atau kalau ga karena pinter banget terus disekolahkan keluar negeri. Tapi sekarang, udah banyak kan yang bisa masuk perguruan tinggi dibanding jaman dulu, udah bisa baca tulis semua, lumayan banyak yang punya kesempatan belajar diluar negeri, kenapa kita ngga mensyukurinya ?

Kemiskinan? eh di negara maju juga ada kemiskinan, gelandangan, rumah kumuh. walaupun jumlahnya ngga banyak, tapi bukan berarti banyak kemiskinan disebut belum merdeka kan? apa kalo merdeka itu artinya kemiskinan harus tuntas? lagian pas jaman Pak Karno masih banyak tuh yang hidupnya tidak senyaman sekarang atau mungkin kemiskinan jauh lebih banyak dibanding sekarang, tapi pak Karno (sekali lagi) sudah bilang dengan tegas ".. menyatakan kemerdekaan Indonesia.." ;-)

Korupsi? duh saya kurang paham korupsi di jaman Pak Karno ada apa tidak, apa sebenarnya ada tapi kita aja yang belum tahu, terus disebut2 ngga ada korupsi? ah saya ga mau bahas yang ini. Ga paham bener saya. Ilmu cetek :D

beginilah hasil leyeh2 saya ditempat tidur, ngga jelas ngapain, tiba2 terpikirkan dengan kemerdekaan yang selalu dikaitkan ama permasalahan2 di negara kita.

Apalagi baru saja nih negara kita jadi juara dunia bulutangkis. Keren banget. 

Bagi saya, kita tetap merdeka, permasalahan negara kita sekarang itu PR buat kita semua, ngga mudah menjadi mereka yang mengurusi negara :-D karena kita hanya melihat dr satu sisi, tidak di sisi lain.

Tapi tulisan ini hanya dilihat dari sisi saya saja, tanpa ada masukan dan dengan pengetahuan yang masih cetek banget :-D

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia !!!! Semoga saya bisa berkontribusi bagi negara ini, aamiin :-)
Read More
01:15

Oh My God.. ini udah hari 7 sejak saya tiba di tanah air.. dan di hari ketujuh saya belum bisa mengatur diri untuk menyesuaikan waktu setempat, dalam artian saya belum bisa tidur normal waktu tanah air :-(
Dari kemarin-kemarin, saya baru bisa tidur setelah jam 5 pagi dan bangun paling lama sekitar 15:30, atau jam 09:30 waktu Paris, dimana biasa saya bangun jam segitu. Perbedaan waktu antara Eropa dan Indonesia membuat jam biologis saya belum bisa menyesuaikan waktu sini. Entah ketika saya tiba di Paris, cukup mudah untuk menyesuaikan waktu sana, tapi ketika saya tiba di Indonesia, susah sekali merubah waktu tidur mengikuti waktu Indonesia.

Sekarang, di Paris baru pukul 19:15 dimana pada waktu itu masih sore, bahkan belum magrib. Musim panas. Dan pasti masih terik matahari sore. Biasanya saya tidur setelah isya, sekitar tengah malem. Jika tengah malem di Paris, waktu Balikpapan menunjukkan pukul 6 pagi, dan begitulah akhirnya sekarang saya baru bisa tidur setelah subuh.

Sampe saya searching di internet bagaimana mengatasi jet lag atau menyesuaikan jam biologis tubuh, tapi hasilnya... sekilas baca.. semua udah harus dipersiapkann sebelum berangkat, sedangkan saya sudah tiba di tanah air..

Alhasil, saya harus terus menikmati proses ini sampe saya bener2 bisa menyesuaikan diri :-(
Read More
Lagi baca buku tentang metropolitan Paris yang salah satu bagiannya membahas London dan Paris. Ingin aja men-share disini, karena sepertinya cukup bagus.

London dan Paris merupakan dua kota yang selalu bersaing. Mereka bersaing untuk menjadi leadership di Eropa Barat pada Abad Pertengahan, pemimpin dunia selama periode kolonial, dan era pertama industri. Dua ibukota negara tersebut sama-sama memiliki kondisi yang stabil, sama-sama menjadi "kepala" pada masa imperium kolonial, sama-sama tempat terjadinya revolusi industri dan politik.

Perkembangan sains di Paris, sedangkan London merupakan perkembangan finansial dan komersial.

Untuk perencanaan kotanya, beberapa konsep dari inggris banyak dijadikan style dalam perencanaan kota di Paris, seperti di Le Vésinet yang mengadopsi Garden City oleh Ebenezer Howard. Napoleon III terinspirasi dari London untuk memodernisasi Paris.

Bentuk kota London tidak lagi dibatasi oleh dinding, perkembangannya secara horisontal tidak lagi ada batasan.

Perluasan perkotaan kota London pada abad ke 17 ditandai dengan adanya pembagian tanah Estates, kepemilikan tanah oleh aristokrat Inggris. Urbanisasi dimulai setelah adanya industrialisasi yang memberikan wajah Victorian pada kotanya.

Pusat kota London kecil dibanding Paris. Stasiun-stasiun besar berada di dalam pusat kota, sedangkan di London berada di luar pusat kota. Jaringan metro (subway) di London lebih sedikit dibanding Paris.

Taman di Kota London seluas sekitar 500 ha, sedangkan di Paris kurang dari 200 ha.

Panerai, Philippe. 2008. Paris Métropole: Formes et échelles du Grand-Paris. Editions de la Villette: Paris.

Read More
[Idealist and urbanism]

Kota lebih liveable ? versi Kota Paris tahun 2012

Penggunaan energi:
- sebesar -1,5% penerangan publik
- sebesar 12% penggunaan energi diperbaharui
- sebesar 5000 m2 untuk panel surya

Sirkulasi:
- sepanjang 22 km penambahan jalur sepeda
- sebesar +105% sirkulasi sepeda

Ruang terbuka hijau:
- penambahan 70 ruang terbuka hijau baru
- penambahan 12 taman kota 
- penambahan 6432 m2 untuk atap tanaman

Tempat tinggal:
- sebanyak 4210 bangunan sosial untuk masyarakat berpenghasilan rendah direnovasi  (untuk efisiensi energi)
- sebanyak 4723 kondominium direnovasi (untuk efisiensi energi)
- sebanyak 2703 bangunan sosial baru sesuai dengan Plan Climat (mengurangi pemanasan global)

Luas kota Paris 105,40 km2 (lebih kecil dari kota Surabaya) tapi to the maxxx!
Pemikiran idealis nya, harusnya bisa yah, Kota surabaya (contoh saja) bisa mengadopsi penerapan kota yang lebih liveable di Indo.
Yah, sekali lagi, itu idealisnya, sebagai kaum akademisi.
Read More
entah kenapa lagi pengen nulis tentang bahasa ini, maklum saat itu kepikirannya pas lagi baca tentang espace agricole périurbain tapi kok mumet bahasanya, alhasil membuatlah note ini.

bahasa perancis itu ruwetnya adalah harus dibedain femina dan masculin,
gimana ngga, semua kata benda pun ada pembedaan jenis laki-laki dan perempuan.
kebanyakan bahasa eropa sih emang bedain jenis masculin ama feminin, cuma disini ngasih contoh bhsa prncis :D

tiba-tiba terbersit aja pengen nulis, berarti bahasa perancis ini bahasa yang cukup (kalo kata anak muda gaul sekarang) "kepo" (pengen tauuu ajahh atau pengen tau bangeet ??)
kenapa?
ketika dalam bahasa indonesia, kita mengatakan "dia" ,
dan kita ngga bakal tau "dia" itu cewe atau cowo,
maka,
dalam bahasa inggris akan diartikan "she" dan "he", dan 
dalam bahasa perancis menjadi " il " untuk cowo dan " elle " untuk cewe
kepo ya? 

ngga cuma itu,
ketika dalam bahasa indonesia, kita mengatakan "teman saya"
dan lagi-lagi kita ngga tau kan teman saya itu cewe atau cowo,

gimana kalo dalam bahasa inggris?? 
dan akan berubah menjadi "my friend" ngga ada pembedaan cewe ama cowo, 
jadi kalo bilang ke pasangan "my friend" mungkin pasangan kita ngga akan cemburu kan yah, 
kalo ternyata my friend kita lawan jenis #loh

gimana kalo dalam bahasa perancis??
"teman saya" akan berubah menjadi "mon ami" untuk cowo, dan "mon amie" untuk cewe,
hanya beda "e" doank udah membedakan cewe atau cowo
tapi sayangnya, kalo kita lagi ngomonng maka ngga ada bedanya mon ami dan mon amie karena cara bacanya sama

ada lagi...
misal mau ijin nih sama pasangan masing2,
"aku mau pergi/keluar ni ama mereka"
dalam bahasa inggris jadi " i wanna go there with them"
ngga cukup kepo sih, karena ga dibedain them itu wanita atau pria
coba bahasa perancis, " je veux sortir avec eux/elles "
"eux" itu untuk beberapa orang laki2, tapi kalo campuran laki dan perempuan tetep pake "eux"
"elles" yang jelas untuk beberapa orang cewe2.

nah kan, jadi ketauan banget kaan, bahasa apa yg paling tidak kepo dr 3 bahasa itu?? :D :D

mungkin bahasa lain di eropa yang membedakan jenis laki dan perempuan, itu trmasuk bahasa yang paling "pengen tau bangeett" :D :D

#justkidding

Read More

Follower