Lagi pengen ngebahas masalah parkir di Paris. 
sebenarnya kurang tahu menahu mengenai masalah parkir, karena ngga pernah berurusan dengan parkir memarkir, tapi coba dibahas sedikit deh gimana sistemnya di Paris.
Cuma sempat foto-foto sih tapi belum sempat cari referensi disana, jadinya cuma baca-baca di websitenya www.paris.fr tentang pengaturan parkir disana.
Sebenarnya banyak juga sih mobil-mobil disana parkir di pinggir jalan, tapi entah kenapa masih rapi, dan yang terpenting ngga ada tukang parkir :D
jadi kalo tu mobil nyerempet bemper mobil orang, yawuda tabrak aja.
Kalo supirnya kaya saya sih, ngga bakal bisa ngeluarin mobil yang mepetnya kaya di gambar ini

  (doc.pribadi)

untuk parkir begitu, ada aturannya juga...
tujuannya apa kebijakan perparkiran diatur?
secara ngga langsung sih biar masyarakat yang punya mobil mau menggunakan transport publik kalo mau pergi kemana-mana. Yang utama ya biar lebih rapi aja.

Sistem parkir di Perancis, trutama Paris yang menjadi bahasan ini, memiliki dua tipe:


Parkir rotatif (stationnement rotatif). 

Tipe jenis ini merupakan parkir untuk visitor yang bukan merupakan penduduk di sekitar tempat parkir. 
Waktu parkir dari jam 09.00 hingga 19.00 dari senin hingga sabtu, sedangkan hari minggu dan hari libur nasional parkir gratissss!!
Lama parkirnya dibatasi sekitar dua jam ditempat yang sama. Jika lama parkir lebih dari dua jam bisa membayar lagi ke mesin tiket parkir atau minta kartu langganan.
Biayanya dari 1,2 sampe 3,6 euro per jam tergantung lokasi parkir dimana.
Bayarnya bisa pake kartu ATM, Paris Carte, Kartu Moneo dengan mesin tiket parkir.
Semakin ke pinggiran kota Paris, biaya parkir semakin murah.
Parkir Rotatif


Parkir campuran (stationnement résidentiel)

bisa dikatakan tipe campuran karena ngga cuma visitor (stationnement rotatif), tapi juga penduduk yang tempat tinggalnya tidak jauh dari tempat parkir.
Waktu parkir sama dan dibatasi dua jam. Bedanya, kartu yang dimiliki berbeda-beda.











Ini dia harga tarif parkir di Paris
Zona 1 (biru) : 3,6 euro per jam
Zona 2 (pink) : 2,4 euro per jam
Zona 3 (kuning) : 1,2 euro per jam





Perbedaannya antara Parkir Campuran dan Parkir Rotatif.

  • Parkir Campuran ---- untuk Parkir Rotatif dan Parkir Perumahan ----Sabtu: gratis ----Bulan agustus : Gratis (soalnya banyak yang liburan musim panas keluar prancis makanya gratis kali ya :D )


  •  Parkir Rotatif ---- hanya untuk visitor ---- Sabtu : bayar ---- Bulan agustus : bayar.


Parkir kendaraan barang
Selain itu, ada juga pengaturan parkir untuk kendaraan barang yang biasanya membawa produk-produk komersil, namax zone de livraison. Semua zona parkir itu memiliki perbedaan autorisasi.

1) Zone "partagées" atau zona umum yang memperbolehkan semua kendaraan untuk parkir.
2) Zone "sanctuarisées" atau zona khusus yang hanya memperbolehkan kendaraan pengiriman barang komersil.

Perbedaannya terletak pada marka jalan:

- Jika Satu garis putus-putus maka zona tersebut diperbolehkan untuk parkir mobil dari Senin hingga Sabtu dari 20.00 hingga 07.00, juga hari minggu dan hari besar nasional tanpa terbatas waktu. Dan zona tersebut harus bebas parkir pada jam 7 pagi, jika tidak biasanya terkena denda. Dan kendaraan untuk barang komersil pagi hari dari jam 7 pagi hingga 8 malam.





- Marka jalan ganda maka zona tersebut secara eksklusif untuk kendaraan barang komersil selama 24 jam. Jika ada yang melanggarnya, maka terkena denda sebesar 35 euro.



Parkir Sepeda

Transport lain yang biasa digunakan oleh Parisian adalah sepeda yang biasa disebut Velib' Paris




Tempat parkir sepeda Velib' ini ada di beberapa lokasi. 
Biayanya beragam biasanya tergantung usia, penerima beasiswa atau bukan, pekerja. Setahun dari 19 - 39 euro. kalo sehari sih 1,7 euro kurang lebih ama tiket métro.

Kendaraan Elektrik

Sistemnya kaya' sepeda sih, tapi yang ini berwujud mobil, seperti mesin penyewaan mobil.
tarifnya setahun 120 euro atau bisa nyewa setengah jam 5,5 euro (duh berasa agen promosi :D)






(doc.pribadi) Mobil elektrik yang di parkir di tempat khusus Autolib'

Nah kalo ini, sistem parkirnya jika di Parkir Rotatif maka biaya parkirnya gratis selama dua jam (jika punya kartu kendaraan elektrik)
Kalo Parkir Campuran gratissss selama 24 jam selama punya kartu itu.

Sekian cerita-ceritanya.. at least sedikit paham, walo ngga pernah mengurus masalah parkir2 disana.


Source:
http://www.paris.fr/pratique/deplacements-voirie/stationnement/zones-de-livraisons-pour-y-stationner/rub_369_stand_99971_port_1169

http://www.paris.fr/pratique/stationnement/payer-le-stationnement/paris-les-tarifs-du-stationnement/rub_5779_stand_4812_port_12654


Read More
Kali ini lagi termenung ngerjain thesis..
dan ternyata pikiran melayang ke Eropa... Paris tepatnya..
Ternyata aku merindukannya..
walau bagaimanapun sekulernya negara itu..
bagaimana caranya mereka menghalang-halangi (secara ngga langsung) umat Islam untuk beribadah..
ngga ada tempat ibadah (ada sih tp cuma 4 atau 5 masjid di paris), ngga ada azan (kecuali didalam masjid dan ngga boleh suaranya sampe terdengar keluar), kerja ngga boleh berjilbab, administrasi kadang diminta foto yang ngga berjilbab (pfiuh...kenangan buruk)
saking netralnya mereka dengan permasalahan agama.
padahal salah satu motto negara itu ya Liberté artinya kebebasan, tapi ngga ada sih kebebasan kita untuk berjilbab saat bekerja, untuk mengumandangkan azan, solat, administrasi, dll dah...

walaupun begitu, banyak yang membuatku kangen
kangen disapa "bonjour" sama orang2 di apartemen
kangen ngeliat wajah mereka yang cuek2, 
kangen ngedenger mereka ngomong "Pardon, Excusez-moi" saat di Métro pas lewati orang,
kangen ngejar2 métro yang hampir menutup pintu keretanya, dan was2 kawatir kalo kejepit, padahal tiap 3 menit métro selalu ada
kangen dengerin musik akordion yang biasa dimainkan pengamen di stasiun métro,
kangen bangeeet dengerin mereka ngomong bahasa itu dengan seksinya,
kangen dengerin mereka mengumpat "Merde" dan "Putain"
kangen disapa temen "ça va toi?"
kangen mengucap "au revoir, à bientôt, à demain, à toute à l'heure" sama temen
kangen roti kerasnya "baguette" yang enak banget kalo diisi keju, salad, tomat, ikan tuna, saos dan mayonais
kangen ke pasar orang arab yang selalu menyapaku dengan ucapan "Assalamualaikum," dan kadang dilanjut "vous venez dans quel pays?" (kamu berasal dari negara mana) dan kemudian melanjutkan obrolan ringan lainnya 
kangen banget bisa jalan cepet diantara orang-orang perancis berlalu lalang
kangen nyebrang jalan pas detik2 pertama lampu hijau mobil mulai nyala
kangen dempet2an di métro walo resiko ada copet
kangen bangeet internet yang super cepeettt

Pokoknya kangen Paris..
Un jour, je serai là encore avec mon mari, amin !! (suatu saat, saya akan disana lagi dengan suamiku, amin) 
Read More
Tiba-tiba kepikiran ingin posting tentang kemerdekaan, 
sesuatu hal yang pasti memiliki sejarah yang panjang di setiap negara.
dan Indonesia akan "merayakannya" esok hari, 17 Agustus, yang biasanya diisi oleh upacara bendera di setiap sekolah dan juga di istana negara.
Dengan mengingat jaman ketika Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan.

tapi bagi saya, kebanyakan orang selalu menganggap kemerdekaan yang udah bertahun-tahun itu banyak menyedihkannya. Selalu saja bilang :
"Gimana kita disebut merdeka, kalo masih banyak aja kemiskinan?"

atau

"gimana disebut merdeka kalo masih ada korupsi? 
gimana disebut merdeka kalo pendidikan semakin mahal? "

dan semua hal-hal jelek tentang Indonesia selalu dikaitkan dengan kemerdekaan.

Padahal Pak Karno sudah bilang dengan tegas "..menyatakan Kemerdekaan Indonesia.."

kenapa kita sendiri belum mengakuinya ?? lagi2 kenapa kemerdekaan harus dikaitkan dengan masalah-masalah Indonesia.

Kenapa kita tidak seperti ketika kita masih kecil menyambut kemerdekaan dengan suka cita, ikut upacara dan yang paling menyenangkan kalau ikut lomba makan kerupuk. Itulah yang dinamakan "merayakan kemerdekaan"

Apa karena kita bukan lagi anak kecil? atau sudah saatnya memikirkan negara? 

Ketika saya di Paris, dan mengikuti perayaan kemerdekaan Negara Perancis, 14 Juli, saya mengikuti acaranya dari pagi sampe tengah malem. Pagi hari ada peragaan militer perancis dengan barisannya dan jalannya yang tegap, kemudian pesawat tempur, dan diakhiri dengan terjun payung. Sore hingga malem, duduk didepan Eiffel sambil mendengarkan konser musik, kemudian jam 11 malem ada kembang api diiringi musik dan cerita singkat tentang kemerdekaan perancis dan tiga simbolnya (Liberté, égalité, fraternité).

Sepertinya tidak ada kesedihan ketika hari perayaannya itu.
Semua mengucapkan selamat hari kemerdekaan.

permasalahan perancis pasti juga ada lah,, tapi bukan berarti harus mengaitkan permasalahan yang ada di negara itu dengan kemerdekaan yang udah dicapai kan..

Kenapa kita ngga menyambut kemerdekaan ini dengan suka cita dan melihat pencapaian yang sudah diperoleh Indonesia selama 68 tahun ? bukan mengatakan belum merdeka karena banyaknya permasalahan yang belum tuntas.

coba lihat,
teknologi udah jauh berkembang pesat. Bandingkan kalo dulu mau komunikasi aja harus pake telegraf, telegram, atau telepon yang nomornya diputer2 dulu. Internet susah banget pasti. Lah sekarang ? jauh lebih maju kan.

pendidikan mahal? eh bukannya jaman Soekarno, masyarakatnya masih sangat jarang ya yang punya kesempatan sekolah? bahkan yang keluar negeri saja hanya dari masyarakat golongan tertentu, atau kalau ga karena pinter banget terus disekolahkan keluar negeri. Tapi sekarang, udah banyak kan yang bisa masuk perguruan tinggi dibanding jaman dulu, udah bisa baca tulis semua, lumayan banyak yang punya kesempatan belajar diluar negeri, kenapa kita ngga mensyukurinya ?

Kemiskinan? eh di negara maju juga ada kemiskinan, gelandangan, rumah kumuh. walaupun jumlahnya ngga banyak, tapi bukan berarti banyak kemiskinan disebut belum merdeka kan? apa kalo merdeka itu artinya kemiskinan harus tuntas? lagian pas jaman Pak Karno masih banyak tuh yang hidupnya tidak senyaman sekarang atau mungkin kemiskinan jauh lebih banyak dibanding sekarang, tapi pak Karno (sekali lagi) sudah bilang dengan tegas ".. menyatakan kemerdekaan Indonesia.." ;-)

Korupsi? duh saya kurang paham korupsi di jaman Pak Karno ada apa tidak, apa sebenarnya ada tapi kita aja yang belum tahu, terus disebut2 ngga ada korupsi? ah saya ga mau bahas yang ini. Ga paham bener saya. Ilmu cetek :D

beginilah hasil leyeh2 saya ditempat tidur, ngga jelas ngapain, tiba2 terpikirkan dengan kemerdekaan yang selalu dikaitkan ama permasalahan2 di negara kita.

Apalagi baru saja nih negara kita jadi juara dunia bulutangkis. Keren banget. 

Bagi saya, kita tetap merdeka, permasalahan negara kita sekarang itu PR buat kita semua, ngga mudah menjadi mereka yang mengurusi negara :-D karena kita hanya melihat dr satu sisi, tidak di sisi lain.

Tapi tulisan ini hanya dilihat dari sisi saya saja, tanpa ada masukan dan dengan pengetahuan yang masih cetek banget :-D

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia !!!! Semoga saya bisa berkontribusi bagi negara ini, aamiin :-)
Read More
01:15

Oh My God.. ini udah hari 7 sejak saya tiba di tanah air.. dan di hari ketujuh saya belum bisa mengatur diri untuk menyesuaikan waktu setempat, dalam artian saya belum bisa tidur normal waktu tanah air :-(
Dari kemarin-kemarin, saya baru bisa tidur setelah jam 5 pagi dan bangun paling lama sekitar 15:30, atau jam 09:30 waktu Paris, dimana biasa saya bangun jam segitu. Perbedaan waktu antara Eropa dan Indonesia membuat jam biologis saya belum bisa menyesuaikan waktu sini. Entah ketika saya tiba di Paris, cukup mudah untuk menyesuaikan waktu sana, tapi ketika saya tiba di Indonesia, susah sekali merubah waktu tidur mengikuti waktu Indonesia.

Sekarang, di Paris baru pukul 19:15 dimana pada waktu itu masih sore, bahkan belum magrib. Musim panas. Dan pasti masih terik matahari sore. Biasanya saya tidur setelah isya, sekitar tengah malem. Jika tengah malem di Paris, waktu Balikpapan menunjukkan pukul 6 pagi, dan begitulah akhirnya sekarang saya baru bisa tidur setelah subuh.

Sampe saya searching di internet bagaimana mengatasi jet lag atau menyesuaikan jam biologis tubuh, tapi hasilnya... sekilas baca.. semua udah harus dipersiapkann sebelum berangkat, sedangkan saya sudah tiba di tanah air..

Alhasil, saya harus terus menikmati proses ini sampe saya bener2 bisa menyesuaikan diri :-(
Read More
Lagi baca buku tentang metropolitan Paris yang salah satu bagiannya membahas London dan Paris. Ingin aja men-share disini, karena sepertinya cukup bagus.

London dan Paris merupakan dua kota yang selalu bersaing. Mereka bersaing untuk menjadi leadership di Eropa Barat pada Abad Pertengahan, pemimpin dunia selama periode kolonial, dan era pertama industri. Dua ibukota negara tersebut sama-sama memiliki kondisi yang stabil, sama-sama menjadi "kepala" pada masa imperium kolonial, sama-sama tempat terjadinya revolusi industri dan politik.

Perkembangan sains di Paris, sedangkan London merupakan perkembangan finansial dan komersial.

Untuk perencanaan kotanya, beberapa konsep dari inggris banyak dijadikan style dalam perencanaan kota di Paris, seperti di Le Vésinet yang mengadopsi Garden City oleh Ebenezer Howard. Napoleon III terinspirasi dari London untuk memodernisasi Paris.

Bentuk kota London tidak lagi dibatasi oleh dinding, perkembangannya secara horisontal tidak lagi ada batasan.

Perluasan perkotaan kota London pada abad ke 17 ditandai dengan adanya pembagian tanah Estates, kepemilikan tanah oleh aristokrat Inggris. Urbanisasi dimulai setelah adanya industrialisasi yang memberikan wajah Victorian pada kotanya.

Pusat kota London kecil dibanding Paris. Stasiun-stasiun besar berada di dalam pusat kota, sedangkan di London berada di luar pusat kota. Jaringan metro (subway) di London lebih sedikit dibanding Paris.

Taman di Kota London seluas sekitar 500 ha, sedangkan di Paris kurang dari 200 ha.

Panerai, Philippe. 2008. Paris Métropole: Formes et échelles du Grand-Paris. Editions de la Villette: Paris.

Read More

Follower