Setelah mengikuti open recruitment Forum Lingkar Pena (FLP), saya merasa excited karena bisa bergabung dengan organisasi kepenulisan islam yang terbesar di dunia. Sejak sekolah menengah, saya sering sekali membaca karya-karya anggota Forum Lingkar Pena, terutama karya Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Pipiet Senja, dan lain-lain. Karya-karya yang tidak hanya menghibur pembaca tetapi juga menjadi media dakwah. Sejak mengenal karya-karya anggota FLP, saya jadi terinspirasi untuk menulis. Bahkan saya pernah menulis cerita di buku tulis saat masih SMP dengan tulisan jelek penuh coretan tak menarik untuk dibaca. Jangan ditanya buku itu dimana? Karena pasti sudah dibuang. Kalaupun masih ada, saya tak akan mau membacanya dan tak mengijinkan siapapun untuk membacanya.

Banyak Belajar dari Bedah Karya

Dari organisasi itulah saya banyak belajar dalam menulis karya fiksi. Sesuatu hal yang sulit bagi karena harus merubah cara berpikir dan menumpahkan ide yang dulunya adalah non-fiksi menjadi fiksi. Otak ini terbiasa menulis dengan sesuatu yang berlogika, berstruktur, beralasan, nyata, sains, dan penuh data. Pada akhirnya, saya berhadapan dengan karya yang terkadang penuh daya khayal tinggi dan bersifat surealis yang tidak bisa diterima dengan otak saya.

Awal pertemuan saya tidak percaya diri. Saya melihat karya-karya anggota baru cukup bagus. Karya mereka benar-benar bersinggungan dengan sastra. Saya sendiri tidak pernah menulis sastra disuruh menulis sastra dan dibedah. Bagaimana jadinya? Hasilnya saya geli sendiri membaca karya saya. Benar-benar kaku!

Bedah karya tiap minggu memberi saya kesempatan berkenalan dengan senior-senior yang memang jago dalam kepenulisan fiksi. Pengetahuan mereka yang luas membuat saya terkadang harus mencatat nama-nama sastrawan dunia yang tidak pernah saya dengar sebelumnya. Dari mereka, akhirnya pengetahuan sastrawan terkenal dunia jadi bertambah seperti Charles Dickens, Jane Austen, Tolstoy, Rudyard Kipling, dan lain-lain.


Keseruan Bedah Karya

FLP saat jaga stand Pameran di Perpustakaan Kota Malang

Dari mereka pula, saya sedikit-sedikit paham bagaimana teknik menulis fiksi dari karya sastrawan-sastrawan terkenal. Walaupun saat praktek, justru hasil coretan tangan ini tidak seindah para sastrawan itu. Beda sekali saat menulis non-fiksi. Otak kanan benar-benar diasah.

Bahkan saat saya mengalami writer's block dan menyerahkan hasil karya fiksi saya. Mereka memberikan ide-ide yang cemerlang, dari ide realis juga ide surealis. Sayangnya, otak saya belum bisa menerima ide-ide surealis.

Kritik dan saran saat bedah karya memberikan kepercayaan diri saya untuk mengikuti banyak lomba menulis dan mengirimkan tulisan fiksi ke media massa.

Ukhuwah Islamiyah

Senangnya saat bertemu teman baru dengan keunikan masing-masing. Persaudaraan seiman terjalin dan terasa menyenangkan saat saling mengingat diri untuk ibadah kepadaNya. Walaupun perkenalan kami belum lama, saya kadang terharu saat-saat mungkin waktu baru lahir terkena baby blues syndrome, teman FLP datang untuk menghibur. Thx mbak wul, teteh siro, mba zie, afifah, mmuach!


Seft Method

Tak bisa dipungkiri saat pertemuan bedah karya selalu ada cerita yang dibahas di luar materi. Ngga selalu gosip kali ye,... salah satunya adalah metode seft yang saya dapatkan dari Mbak Wulan. Metode yang mengajarkan keikhlasan dan kepasrahan terhadap perasaan-perasaan yang timbul. Eh, bener ya, Mbak ? Hehe.. Saya lupa tepatnya kapan pertama kali Mbak Wulan mengajarkan metode ini.

Lagi marah? Sedih? Kecewa? Deg-degan? nggak tenang? Sakit hati? Sampai penasaran dengan barang yang lupa ditaruh? Coba aja deh seft method ini. Lakukan dengan penuh konsentrasi yak! Insyallah selalu ada aja nemu jalannya.

Motivasi untuk terus aktif

Notifikasi obrolan di whatsapp dan grup Facebook membuat saya tersadar bahwa banyak sekali para pejuang FLP yang terus semangat menulis dan telah menghasilkan karya. Mereka menularkan semangat untuk terus menulis, membaca, dan berpikir. Tidak saja membaca teori tapi juga praktek. Atau praktek tanpa teori juga susah.

Partner Bisnis

Di FLP jugalah saya menemukan partner bisnis. Memang pada awalnya ingin berbisnis, tapi belum tahu berbisnis apa. Kebetulan Mbak Zie yang sedang S2 membutuhkan rekan untuk membantu pengembangan bisnis Pusat Flanel-nya. Akhirnya saya menawarkan diri untuk bergabung dan menyibukkan diri dengan usaha ini.


Bisa Belajar Bahasa Arab

Nggak cuma itu, saya juga menemukan guru untuk belajar bahasa Arab. Alhamdulillah, walau cuma sebentar jadi murid tapi saya bisa jadi guru cukup lama untuk keponakan saya saat akan ujian bahasa Arab di sekolahnya. Sayangnya, guru saya harus kembali ke kampung halaman setelah menyelesaikan sekolah pascasarjananya.

Bisa belajar Bahasa Arab juga


Alhamdulillah, berkat berkecimpung di FLP, satu karya antologi sudah terbit (Jodoh Pasti Bertamu, Penerbit Indiva) dan menjadi pemenang kompetisi blog Good News From Indonesia. Semoga selanjutnya bisa berkarya lebih berkualitas lagi.

Begitulah dua tahunku bersama FLP yang telah memberikan kesan mendalam dan pembelajaran tidak hanya di dunia penulisan tapi juga kehidupan sehari-hari yang insyallah menjadi keberkahan buat kedepannya. 

Setelah mengenal FLP, aku jadi bisa apa? insyallah aku bisa "nulissss"...hehehe


Read More
Setelah melahirkan sekitar 8 bulan lalu, seorang teman mengunjungiku. Pada saat itu, kondisiku masih capek sekali, iyalah si baby masih sering mengajak begadang, karena belum pake pospak atau clodi jadi mesti ganti beberapa kali tiap beberapa menit karena buang air besar dan kecil. Apalagi saat itu asi belum keluar, jadilah tambah kegalauannya padahal sudah hari ketiga dan anak sudah sering menangis.

Dia berkata aku kena baby blues syndrome. Ha?? Apa pula itu, aku nggak paham. Dia menjelaskanku secara singkat artinya. Masak sih? Kayaknya rasa capek dan galaunya sama seperti saat sebelum nikah kalau capek dan galau. Kayajnya baby blues semacam syndrome yang (katanya) selalu dialami ibu-ibu baru.

Well, pada akhirnya setelah beberapa bulan ia meminjamkanku buku berjudul Oh, Baby Blues karya Mamiek Syamil dan Dina Sulaeman. Buku yang menceritakan pengalaman baby blues yang dialami ibu-ibu baru dan tipsnya.

Buku Oh, Baby Blues

Apa itu Baby Blues Syndrome?

Awalnya aku nggak begitu paham dengan sindrom itu. Tapi setelah aku baca buku itu, aku mulai paham. Baby blues syndrome itu adalah perasaan kegalauan hati, sedih, bisa sampai menangis bahkan marah. 

Kalau menurut bukunya, biasanya yang dirasakan seperti rasa sedih, tidak menentu, air mata berlimpah, kurang atau tidak bisa tidur, nafsu makan berkurang, sulit berkonsentrasi, cemas, sangat sensitif terhadap kritikan atau saran.


Berapa lama?

Rata-rata perasaan itu akan berkurang setelah 4 hari melahirkan atau menghilang setelah 10 hari. Kalau menurut bukunya sih, kalau sampai sebulan masih mengalami hal seperti itu bisa disebut postpartum atau postnatal depression yang artinya depresi setelah melahirkan. Menanggapi hal ini, aku merasa belum sreg dengan penjelasannya.

Setelah 8 bulan mengasuh anak, rasa-rasanya kadang perasaan sedih, galau, cemas masih muncul, apalagi saat anak sakit. Rasa sedihnya berkali-kali lipaaat.. Anak sekecil itu ngerasain sakit apa ya nggak kasian... kasian kan..kasiaan hehehe... Terus apa ya si ibu disebut mengalami depresi?? Hadah, aku malah nggak terima donk. Menurut itu itu masih dibatas normal perasaan ibu ke anaknya. Bahkan sampai anak kuliah pun, si ibu juga pasti merasakan kesedihan dan kegalauan memikirkan anaknya. Itu mah noormaalll...


Penyebab Baby Blues Syndrome?

Menurut bukunya, penyebab sindrom baby blues diduga karena perubahan hormon sang ibu. Selama hamil, hormon ibu meningkat. Setelah melahirkan, plasenta keluar, jumlah produksi hormon, seperti estrogen, progesteron, dan endorfin mengalami perubahan yang berpengaruh terhadap kondisi emosional sang ibu. Selain itu, ovarium yang tidak aktif selama hamil, sudah mulai kembali memproduksi hormon seperti sebelumnya.
Penyebab lainnya adalah kondisi ibu yang capek, rasa sakit setelah melahirkan, asi yang belum keluar, bahkan bengkak yang dirasakan karena asi tidak keluar menyebabkan demam. 


Penyembuhan

Sindrom ini jelas bisa diobati.  Pengobatan dilakukan dengan terapi, dukungan orang sekitar, seperti suami, orang tua, dan saudara. Menurut buku ini, bisa juga dengan konsumsi obat antidepressant. pfiuh...


Pengalaman Ibu-Ibu


Baca buku ini, baby blues syndrome banyak dialami oleh ibu-ibu yang tinggal dan melahirkan di luar negeri. Pengalaman saya tinggal di Prancis saat kuliah terbayang betapa kerasnya hidup di negara dengan sifat individualis yangtinggi. Apalagi anak pertama, yang belum tahu apa-apa dan masih butuh bantuan.

Dalam buku ini, dijelaskan pengalaman setiap ibu dengan kelahiran buah hati mereka. 

Seseorang ibu di Amerika yang bersikeras nggak mau operasi caesar, tapi karena sudah pembukaan besar tapi bayi tidak keluar maka dokter menyarankan untuk caesar. Suaminya tidak bisa cuti karena masih pegawai baru. Jadilah sang istri di rumah sakit tanpa ada yang menemani. Sepulangnya dari rumah sakit, istri harus harus begadang, belum lagi dia mengurus sendirian, tidak ada orang tua. Dia menangis sendirian, mudah marah. Suaminya yang berkomunikasi dengannya membuat ibu baru ini merasa tenang. Hingga akhirnya perasaan itu hilang semenjak ia selesai nifas dan bisa sholat.

Ada pula kejadian dinginnya komunikasi istri dan suami dicairkan setelah berkomunikasi melalui email. Istrinya menganggap suaminya tidak mau membantunya, maunya hanya menikmati senyum dan tawanya tanpa mau bersusah payah merawat anak. Sampai akhirnya suaminya mengatakan melalui email bahwa ia tidak mengerti bagaimana merawatnya. Kebekuan diantara mereka pun mereda.

Ada juga seorang ibu baru stres saat mendengar anaknya nangis di gendongannya, saat disusui malah teriak-teriak dan berhenti menangis saat digendong suster. Begitu sampai di apartemen pun bayi masih sering menangis, hanya bisa diam saat di gendong. Si ibu baru yang kelelahan mulai sedih. Suaminya sibuk dengan kuliahnya, sehingga sering meninggalkan istri yang baru melahirkan dengan ibu kandungnya. Belum lagi anaknya yang sering muntah setiap disusui. Dan si ibu anak ini mengalami mastitis hingga merasa demam dan harus datang ke rumah sakit lagi. Ia sempat marah dengan suaminya yang tidak membantunya dalam mengasuh anak bayi. Tapi suaminya malah protes balik kalau dia tidak tahu harus berbuat apa. Setelah ibu kandungnya nalik ke indonesia, suami ini yang akhirnya membantu semua pekerjaan rumah.

Sepasang suami istri pun juga menulis kisah mereka di awal-awal baru menmiliki anak dengan dua pandangan sebagai istri dan suami. Sang istri yang sangat moody dan suami yang mengerti bahwa itu bukan sifat istrinya. Suaminya bhakan rela meninggalkan beasiswa masternya yang kedua demi menemani istrinya melewati hari-hari sebagai ibu. Mendampinginya, membantunya membereskan rumah dan mengasuh anak mereka. Sempat juga di bawa ke psikolog. Lama-lama mereka terbiasa dengan ritme baru sebagai seorang ibu dan ayah. Suaminya merasa memang jalan satu-satunya adalah menemani istrinya di awal menjadi ibu. Karena itu yang dibutuhin seorang ibu baru. Karena mereka waktu itu tinggal di luar negeri dimana tidak ada yang membantu sang istri selain suaminya sendiri.
  Kritikan-kritikan dari orang sekitar pun membuat perasaan ibu-ibu baru yang lagi sensitif itu mudah tersinggung. 
"Kok nggak dikasih bedak?"
"Kok mandiinnya gitu?"
"Gendongnya jangan gitu"
"Bedongny begini loh"
"Kok sembrono gitu" 
Lah, iya sih, maksudnya baik, tapi bagi ibu-ibu baru yang lagi capek, sensitif, lama-lama bikin males juga. Kayaknya berlebihan banget yah? Tapi nyatanya sih gitu. Ada yang ngga nanggepin, cuma dibalas senyum. Ada yang ditanggepin biasa. Ada yang sampe puncaknya akhirnya malah nangis didepan ibunya sendiri (duh, kalau ini mah kayaknya akut banget).

Cara Mengatasi

Berdasarkan pengalaman ibu-ibu baru yang dijelaskan dalam bukunya, cara mengatasi sindrom baby blues yaitu:


  • Mengaji dan sholat sebanyak mungkin setelah nifas
  • Peran suami yang besar dalam menghibur dan menenangkan istri
  • Mencari teman yang bisa diajak serius mendengarkan keluhan
  • Membagi tugas rumah dengan suami.
Demikian ulasan singkat mengenai Baby blues syndrome dan pengalaman ibu-ibu baru dari buku Oh, Baby Bluea. Semoga bermanfaat.


Read More
Setelah ngebahas tips kuat puasa ramadhan saat hamil, sekarang share tentang tips kuat puasa saat menyusui, ahayyy... Lagi-lagi postingan telaat nih, gara-gara nggak punya waktu buat nulis anteng di blog.. tsaah, nyibuk ni yee..

Sumber Gambar disini

Pas menjelang puasa ramadhan, mertua udah nanyain aku ikut puasa? sempat bingung juga. Duh kira-kira kuat nggak yah? duh, nanti anakku gimana ya? secara waktu itu masih asi ekslusif, mpasi bayek masih 1 bulan lagi. Mertua pernah bilang saat kecilnya suami, ibu mertua puasa, tiga hari puasa, anaknya sakit demam. Bertambahlah galau. Setelah bincang-bincang dengan kakak ipar, syarat bayar fidiyah kalo misal udah nyoba puasa sehari dua hari ternyata anaknya demam baru nggak puasa dan bayar fidiyah, tapi kalau anaknya baik-baik saja ya dilanjut aja.

Well, akhirnya, aku memutuskan untuk puasa. Hari pertama puasa terlalui dengan baik, walaupun agak lemes, dan anak sedikit rewel karena asi nggak banyak. Hari kedua juga gitu, anak mulai rewel karena asi mulai sedikit.

Mertua sudah mewanti-wanti, nggak usah dilanjutin yo kalau anaknya rewel. Akhirnya malam ketiga, aku mulai melakukan cara-cara agar tetap semangat dan asi tidak kurang saat puasa. Tidak jauh berbeda dengan tips-tips puasa saat hamil, bedanya hanya di jenis susunya. Kalau sudah menyusui minumnya ya susu untuk menyusui atau madu menyusui. Ini dia hal-hal yang aku lakuin agar puasa kuat saat menyusui.


Saat sahur


  • Niat puasa dan meminta kekuatan untuk menjalankan puasa saat menyusui
  • Bangun paling lambat 1 jam sebelum imsak. Kalau belum masak ya setengah jam sebelum imsak. Biar tidak terburu-buru saat makan.
  • Minum air putih 1 gelas.
  • Makan Kurma terserah jumlah berapa, kalau Rasulullah sih mencontohkan 7 biji, kalau aku biasanya 3 sampe 5 biji, segitu aja udah lumayan kenyang.
  • Makan seperti biasa, ada daging/tempe/tahu/ikan/ayam Usahakan makan sayur dan buah yg banyak ya biar kuat puasanya. Bagus juga buat menyusui. 
  • Minum susu khusus ibu menyusui atau madu menyusui. Waktu itu aku tambah milo biar tambah berenergiiii, lagian rasanya enak sih. Kalau nggak mau dicampur milo juga nggak apa-apa

Saat Berpuasa

Jangan melakukan aktivitas yang banyak menguras tenaga. Sakingnya biar nggak terlalu lemas. Jadinya waktu puasa, kegiatanku cuma menyusui, cuci baju, kadang setrika, tidur, online. Jarang banget keluar rumah kecuali kalau untuk kulakan (maklum ibu-ibu pedagang online shop bahan craft)


Saat Buka Puasa


  • Minum air putih
  • Makan kurma secukupnya
  • Makan buah atau takjil (makanan buka puasa)
  • Makan nasi, lauk dan sayur
  • Minum susu ibu menyusui atau madu menyusui, setelah taraweh juga nggak apa-apa. Karena saya minum sekali sehari sudah cukup.
Karena masih full menyusui, alhamdulillah, puasanya bisa full. Kecuali kalau anaknya lagi sakit ya, saran saya mending nggak usah puasa. Karena kalau ibunya puasa, katanya rasa asinya beda.

Read More
Sepertinya ini menjadi postingan yang sangat-sangat terlambat. Harusnya memang pas lagi hangat-hangatnya puasa Ramadhan di posting, tetapi karena nggak sempet-sempet, jadilah di posting sekarang. Semoga bisa membantu ibu-ibu hamil yang akan berpuasa, nggak hanya saat Ramadhan, tapi juga puasa senin kamis, ataupun puasa dzulhijah.



Pengalamanku puasa saat hamil empat bulan, hari pertama lemas, hari selanjutnya mulai terbiasa. Awalnya disuruh buka puasa kalau lemas, tapi entah kenapa waktu badan (merasa) masih kuat. Sempat tahu info juga, beberapa tips agar kuat puasa Ramadhan saat hamil empat bulan. Waktu itu kebetulan, aku lagi hamil empat nulan. Alhamdulillah sudah kembali normal mood makannya. Mual dan muntah pun sudah berkurang.

Saat sahur


  • Bangunlah paling lambat 1 jam sebelum imsak. Agar saat makan tidak terburu-buru dan cukup makanan yang masuk ke perut.
  • Makan sayur dan buah. Sayur dan buah ini sebagai penahan lapar dan haus. Yah, walaupun kalau puasa pasti haus dan lapar, tapi jauh lebih baik.
  • Karena saya bukan penganut program fc atau food combining, maka saya makan nasi dan ikan/ ayam/daging.
  • Jangan lupa minum vitamin ibu hamil atau vitamin penambah darah (ini dapatnya dari puskesmas)
  • Makan kurma, minimal 5 biji
  • Minum susu ibu hamil atau susu apapun lah yang disenengin biar tambah kuat.
  • Minum air putih yang cukup, misalnya 1 gelas setelah bangun tidur, 1 gelas setelah makan, 1 gelas mepet imsak. Kalau bisa lebih malah bagus.


Saat buka puasa

  • Minum yang manis-manis untuk memulihkan tenaga
  • Makan kurma
  • Makan nasi juga buah, sayur, daging/ikan/ayam/tempe/tahu. Porsi makan nasi secukupnya. Yang jelas setelah taraweh makan nasi lagi. Jadi pas lah 3x sehari.

Setelah Taraweh

  • Di waktu-waktu mulai mengantuk ini biasanya udah males banget buat makan. Tapi harus tetap dilakuin, kalau nggak kasian dedeknya dalam perut. Butuh nutrisi, emaknya juga butuh tenaga buat menghadapi puasa besoknya. Makannya seperti biasa aja.
  • Jangan lupa minum air putih yang banyak.
  • Minum vitamin juga
Jadi utamanya perbanyaklah makan buah dan sayur atau salah satunya saat sahur, air putih juga. Jangan sampai dehidrasi, kepala pusing karena kekurangan cairan. Selamat berpuasa!
Read More
"Ada berjuta alasan mengapa kita harus tetap bangga menjadi orang Indonesia dan optimis akan masa depannya. Indonesia. It's not perfect. It's AWESOME!"

Yup

Jika kita melihat ketidaksempurnaan di negeri ini, belum tentu terdapat kesempurnaan di negara lain. Karena untukku, Indonesia jauh lebih membanggakan. Ada banyak karya anak negeri ini yang bisa membanggakan. Prestasi tidak hanya lingkup nasional maupun internasional. 

Yang lebih membanggakan lagi adalah ketika ide-ide kreatif dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar sebagai bentuk inovasi daerah untuk Indonesia. Satu lagi ada Kabar Baik yang datangnya dari Kota Malang, sebuah kampung yang dulunya terkesan kumuh dan sering banjir kini menjadi asri dan bebas banjir. Sebuah kampung yang bisa menjadi contoh bagi pengembangan perkampungan di Indonesia. Kampung Glintung Gang IV RW 23, berada di Kecamatan Blimbing, disebut sebagai Glintung Go Green (G3) karena keberhasilannya dalam menjadikan Glintung yang peduli terhadap lingkungan. Kampung ini mulai menjalankan program penghijauan sejak akhir tahun 2012.

Apa yang Membuatnya Terkenal?

Berbeda dengan kampung lain, kampung yang mengusung konsep Green City ini telah berhasil memanfaatkan ruang yang ada untuk penghijauan. Jika daerah lain masih mengalami masalah banjir dan kekeringan, maka datanglah dan belajarlah dari Kampung G3 ini. Kampung ini berhasil mengatasi masalah banjir karena adanya biopori dan sumur injeksi/ sumur resapan. Program inovatif yang utama adalah program GEMAR atau Gerakan Menabung Air yang menjadi pionir di Kota Malang. Tidak hanya itu, taman gantung (vertical garden) dan tanaman pada kanopi menjadi elemen yang tidak ketinggalan dalam mempercantik kampung Glintung. 

Suasana Hijau di Kampung Glintung Go Green
Sumber: Dokumen Pribadi

Kampung Glintung menjadi kampung percontohan dalam keberhasilan pelaksanaan urban farming. Sudah banyak mahasiswa, pemerintah daerah juga kader lingkungan yang mengunjungi kampung ini. Bahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, pernah mengunjungi Kampung Glintung pada bulan September 2015 sebagai inspirasi inovatif dalam penanganan banjir di Jakarta. Kampung ini tidak hanya mendapat dukungan dari Pemerintah Kota, Universitas Brawijaya, tetapi juga dari salah satu universitas di Tokyo, Jepang.

Uniknya lagi, saat ada warga yang ingin membuat Kartu Keluarga, Pak RW menyarankan untuk menanam satu tanaman, jika tidak mampu bisa dibantu RW. Jika tidak menanam, maka tidak akan mendapat kartu keluarga. Memang warga ada yang menentang aturan itu, tetapi lama-kelamaan warga mulai mengerti dan menerima aturan yang ada.

Berikut ini program-program pengembangan penghijauan yang berkontribusi dalam mengatasi banjir dan kekeringan:

Tanaman Hidroponik 

Kalau kita masuk dari pintu gang maka kita akan melihat tanaman-tanaman hidroponik yang tersusun rapi nan hijau tergantung di dinding bangunan pinggir jalan. Masyarakat menanam tanaman di media hidroponik ini dengan jenis tanaman yang bisa dikonsumsi seperti sayur-sayuran: kubis, cabe, daun bawang, Sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dari hasil tanaman hidroponik.

Penduduk juga menanam tanaman yang bisa diperdagangkan, misalnya saat ada kunjungan wisata edukasi ke Glintung. Dari hasil penjualan ini dipergunakan warga untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman dan sumur injeksi. Dengan tetap menghemat air, penghijauan juga bisa dilakukan dengan cara hidroponik ini. 

Tanaman Hidroponik yang Mempercantik Kampung G3
Sumber: Dokumen Pribadi
Tanaman Hidroponik di Depan Rumah Warga
Sumber: Dokumen Pribadi


Tanaman pada Kanopi

Inovasi lain dalam mewujudkan lingkungan hijau adalah dengan membuat tanaman pada kanopi. Pot tanaman digantung di kanopi. Tanaman merambat juga mulai ditanam di setiap tiang kanopi. Saat saya kesana, kanopi di gang utama belum seluruhnya ditutupi tanaman. Sedangkan kanopi di gang-gang kecil sudah tertutupi tanaman merambat.

Kanopi yang Siap Ditanami
Sumber: Dokumen Pribadi

Kanopi dengan Tanaman yang Membuat Lingkungan Asri
Sumber: Dokumen Pribadi


Tanaman Merambat yang Menyelimuti Kanopi
Sumber: Dokumen Pribadi


Taman Gantung (Vertical Garden)

Tanaman Gantung ini menjadi elemen utama dalam penghijauan Kampung G3. Saat kita masuk gang, kita sudah disuguhi oleh keindahan vertical garden. Jenis tanaman yang ditanam juga berupa sayur-sayuran.

Vertical Garden untuk Tanaman Selada
Sumber: Dokumen Pribadi

Vertical Garden untuk Tanaman Seledri
Sumber: Dokumen Pribadi

Vertical Garden Di Gang Sempit
Sumber: Dokumen Pribadi

Vertical Garden Memanfaatkan Pipa Paralon
Sumber: Dokumen Pribadi

Vertical Garden Permukiman Pinggir Rel Kereta
Sumber: Dokumen Pribadi

Biopori

Pembuatan biopori dilakukan dengan menggali tanah dan memasukkan pipa paralon sedalam 1 meter. Lubang ini dapat diisi dedaunan atau sampah organik sehingga menghasilkan kompos. Dengan biopori ini, penyerapan air ke dalam tanah menjadi lebih tinggi jika dibandingkan tanah tanpa biopori. Perkampungan yang semua di paving dan tidak ada air yang masuk ke dalam tanah, tentu menjadi penyebab terjadinya banjir dan kekurangan air sumur pada musim kemarau. Ini kenapa biopori menjadi peran dalam mengatasi banjir. 

Total biopori di kampung G3 ini sekitar 503 biopori kecil, 10 biopori besar dan 4 biopori super jumbo (sumber disini). Saat musim kemarau mendapat kompos 5 ton dan diolah hingga dijual sebesar Rp. 2.000 per kg (Sumber disini). 

Biopori di Kampung G3
Sumber disini


GEMAR (Gerakan Menabung Air) dan Sumur Injeksi

Salah satu upaya untuk mengatasi banjir secara efektif adalah menggalakkan GEMAR atau Gerakan Menabung Air. Bentuk gerakan ini yaitu dengan membuat sumur injeksi. Sistemnya air hujan akan masuk ke dalam sumur dan akan meresap ke tanah sehingga cadangan air dalam tanah akan meningkat. Penerapan sumur injeksi ini merupakan upaya konservasi air dalam menjaga ketersediaan air tanah. 

Sumur injeksi dibangun sebanyak lima unit dengan bahan beton diameter 1 meter dan kedalaman 4 meter. Dasar sumur ini diberi kerikil sebagai filter genangan air yang masuk ke dalam tanah. Jika dalam kondisi tertutup dapat menampung 4.000 liter air (sumber disini). 


Sumur Injeksi sebagai Wujud Program GEMAR
Sumber: Dokumen Pribadi

GEMAR
Sumber: Dokumen Pribadi

Sumur Injeksi, Hasil Kerjasama dengan FTUB
Sumber: Dokumen Pribadi
Pembangunan Sumur Injeksi
Sumber: disini


Bank Sampah dan Kompos

Pengelolaan sampah di Kampung Glintung pun dibagi berdasarkan dua jenis yaitu sampah basah dan sampah kering. Pemilahan ini akan memudahkan bagi petugas Bank Sampah untuk memilah sampah yang bisa diolah lagi dan yang bisa dijadikan kompos. Di kampung Glintung juga disediakan komposter untuk sampah organik. Bahkan di beberapa tempat ada tempat khusus membuang puntung rokok.

Tempat Sampah Berdasarkan Jenisnya
Sumber: dokumen pribadi

Komposter Glintung
Sumber: dokumen pribadi

Tas Daur Ulang Berbahan Karung Tempat Menyimpan Sampah Untuk Bank Sampah
Sumber: dokumen pribadi

Asbak yang Digantung di Beberapa Dinding Rumah
Sumber: dokumen pribadi
Larangan Membuang Putung Rokok Sembarangan dan Sanksinya
Sumber: dokumen pribadi

Sudut Kampung G3

Kampung G3 benar-benar menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan penghijauan. Tidak hanya program yang disebutkan di atas. Kampung G3 juga membuat taman diatas parit sehingga terkesan cantik. Selain itu, ada dapur mini dilengkapi dengan tungku, panci, dan peralatan memasak lainnya. Selain menambah estetika lingkungan, juga dapat difungsikan saat warga jaga malam untuk merebus air minum.


Taman diatas Parit
Sumber: dokumen pribadi

Dapur Mini, Si Penambah Estetika
Sumber: dokumen pribadi

Dapur Mini
Sumber: dokumen pribadi

Dampak yang Dirasakan

Fisik :

- Kampung terlihat asri, sejuk, bersih, nyaman.
- Tidak lagi terjadi banjir dan kekurangan air saat kemarau

Ekonomi :

- Tingkat perekonomian menjadi lebih baik karena adanya wisatawan yang datang, adanya kemandirian pangan, hasil dari pengelolaan Bank Sampah.

Sosial Budaya :

- Masyarakat sadar akan budaya kebersihan dengan membuang sampah di tempatnya dan memilahnya.
- Masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kelangsungan hidup tanaman.
- Masyarakat antusias dalam menanam tanaman walaupun menggunakan kaleng atau botol bekas.
- Mempererat hubungan antar warga karena masyarakat harus kerja bakti dalam mewujudkan penghijauan.
- Tidak ada lagi konflik perebutan air saat musim kemarau. Sebelumnya, kadang muncul konflik antar warga yang merasa air di sumurnya habis akibat cadangan air tanah berkuran karena adanya pengambilan air dari sumur lain dengan pompa secara berlebih. Dengan adanya sumur injeksi ini, cadangan air tanah tidak lagi berkurang sehingga warga tetap bisa mengkonsumsi air sumur tanpa kekurangan.


Prestasi

- Juara 1 Program Kota Malang "Kampoeng Hijau"

Upaya-upaya yang dicontohkan Kampung G3 dapat memberi inspirasi bagi daerah lain dalam mengatasi permasalahan yang sama yaitu banjir dan kekeringan. Jika semua daerah yang dilanda banjir melakukan hal itu, tentu kita tidak perlu lagi pesimis bahwa masalah tak kunjung selesai. Justru dengan komitmen kuat, lingkungan masyarakat yang dulunya kumuh, langganan banjir dan kekeringan menjadi hunian yang nyaman, asri, bebas banjir dan kekeringan. Semoga kampung lain bisa melaksanakan program-program seperti di Kampung G3 sehingga permasalahan banjir dan kekeringan bisa teratasi.

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku
Read More

Follower