Ini cerita sempat mengecewakan tapi mungkin berakhir bahagia. Halah. Seperti drama film. Sempat kehilangan sesuatu yang mungkin tidak terlalu berharga. Walaupun sempat kecewa sih. Apa ini termasuk cinta hal keduniawian? Sebagai manusia biasa, hal yang wajar bersedih karena kehilangan sesuatu.


Waktu itu, paket internet saya sudah habis. Biasanya saya pakai untuk dipasang di modem. Seringnya di ponsel. Saya suka pakai Indosat karena harganya yang termasuk ramah di kantong. Walaupun di daerah tempat tinggal saya, ponsel susah menerima sinyal internet. Sebelumnya saya pakai provider yang lebih mahal juga sama saja, tetap susah sinyal. Mungkin ponsel saya sudah tua, hehe.

Karena masuk masa tenggang, saya pun beli pulsa waktu itu malam hari. Kali ini, saya tidak ke counter tapi beli lewat ATM. Selama saya beli pulsa Indosat lewat ATM, tidak ada kena charge. Jadi saya lebih senang beli di ATM, hehe. Dasar emak-emak.

Setelah saya masukkan nomor telepon dan jumlah pulsa 100.000, saya pun menunggu sms dari provider memberitahukan pulsa terisi. Sampai rumah, tidak ada sms pemberitahuan.

Saya pikir, ah mungkin sinyal lagi susah.

Saya masih sabar menunggu sampai besok pagi. Ternyata tidak terisi juga. Duh, saya mulai khawatir. Apalagi dulu sempat beli pulsa di tempat teman dan tidak terisi juga. 50ribu rupiah. Yang itu sudah saya ikhlaskan. Lah kok ini isi pulsa 100ribu nggak sampai lagi.

Apa nomor saya yang eror?

Saya mulai ketar ketir.

Ternyata ditunggu tiga hari, pulsa belum terkirim juga. Akhirnya saya memutuskan ke Galeri Indosat.

Kalau ada di benak pembaca "uang segitu aja dibela-belain"?

Saya juga malas sebenarnya. Saking saja saya penasaran kenapa tidak masuk pulsanya. Kebayang kan kalau besok-besok beli pulsa lagi terus nggak terisi juga? Rugi berapa?

Daripada nyesel kehilangan banyak.

Sesampainya di Galeri Indosat, saya menyampaikan keluh kesah saya. Sekalian memberikan struk pembelian pulsa dari ATM.

Setelah dilakukan pengecekan dan menunggu sekitar lima belas menit, akhirnya saya pun tahu alasannya.

Yaitu : angka berakhiran 0 memang tidak terbaca sistem di ATM, jadi kalau mau isi pulsa ke counter pulsa saja.

Makanya besok kalau beli nomor, jangan yang berakhiran 0 ya!

Nah loh, lega deh saya, walaupun saya mengatakan pada mereka, kalau saya tahu begitu, saya tidak mau beli pulsa di ATM atau saya tidak akan membeli nomor yang berakhiran 0.

Mereka pun memproses keluhan ke pihak atasan dan juga ke bank bersangkutan. Katanya lagi, saya harus melaporkam sendiri ke Bank dimana saya membeli pulsa.

Sayangnya, saya tidak bisa melanjutkan mengurus karena harus pemilik rekening (suami) sendiri yang mengurusnya. Karena waktu tidak sempat, yaudahlah saya biarin saja. Rencana minggu depan laporan.

Lah, kok hari senin pas iseng cek pulsa ternyata pulsa saya sudah masuk.

100.000!

Sampai-sampai saya harus menghitung jumlah angka 0 nya. Kali aja cuma 1000. Eh, ternyata ada lima angka 0. Wew, terkejutlah. Langsung saya buat paketan internet.


Alhamdulillah yaa uang bisa kembali.

Setelah itu, saya nggak pernah beli pulsa indosat di ATM karena nomor belakangnya 0.

Kejadian 2

Lah kok sekarang ikutan promo internet dari *929# kuota 3 giga harga 10ribu. Jelang waktu dua minggu pulsa 50ribu tinggal 39ribu padahal nggak pernah dipakai telpon.



Terus kudu gimana? masak ke indosat lagi. kalau ini mah kayaknya nggak mungkin di proses.

Coba ya keluar masuk pulsa kayak sistem di bank pakai mutasi begitu. Jadi tahu pulsa terakhir dibuat apa. Kalau provider lain kan ada dan itu sangat membantu mengetahui penggunaan pulsa atau paket data terakhir.

Kejadian 3

Nah ini sih terjadi sama nomor im3 suami yang udah dipakai dari jaman baheula. Jadi pakai paoet internetnya yang Super Internet 39K dapat 2 giga. Tapi pas mau paketin Kuota 39K nggak ada jawaban. Diulang-ulang terus kirim sms ke 363 akhirnya jawabannya begini.



Wah, paketnya sudah tidak tersedia. Akhirnya dicoba kirim sms Kuota 49K. Nggak berapa lama ada sms seperti ini.



Cuma dapat dua giga! Haha.

Seminggu kemudian...
Suami dapat sms kalau paket data menggunakan pulsa reguler. Lah! Seminggu masak 2 giga habiiss?? Kalau dulu 2 giga bisa buat sebulan. padahal penggunaan datanya normal cuma facebook, bbm dan whatsapp itupun jarang nonton video.

Mau komplain tapi lagi hari minggu nih. Kalau nggak pakai internet rasanya hampa banget ya...
Read More
Siapaa yang nggak galau kalau anaknya nggak mau makan? Kayaknya hampir semua ibu yaa...

Harapannya anak mau makan banyakkk eh tapii...kok yaaa....



Ini pengalamanku nyuapin anak dari yang mulus-mulus aja sampai bergeronjal-geronjal.

Sebelum MPASI, persiapan yang aku lakukan tidak cukup ribet, paling-paling membaca teori MPASI dari WHO (entah saya belum dapat link langsung di web WHO).

Dari awal perjalanan memberi Makanan Pendamping ASI (MPASI) memang bisa dibilang cukup mulus. Teori-teori MPASI dari WHO pun sudah habis dibaca dan walaupun tidak semua dilakukan. hehe..

Apalagi godaan-godaan dari lingkungan sekitar yang ingin memberi makanan macam-macam membuatku banyak menolak bahkan mungkin terlihat "berlebihan".

Nah perjuangan memberi makan anak MPASI hingga dia bisa makan nasi utuh itu perjuangan. Kadang bikin dilema. Dilema mengolahnya, dilema menunya.

Tekstur dan Rasa

Saat usia enam bulan, bayi masih berkenalan dengan tekstur baru. Tingkat kecairannya masih seperti asi. Encer. Jadinya saya blender dengan air sedikit. Atau bisa pakai saringan ditekan-tekan. Kekurangannya saringan jadi cepat rusak. Haha.

Kalau sudah mulai terbiasa baru dinaikkan tingkat kekentalannya sampai jadi bubur halus. Nah, pas saat bikin bubur halus ini kebanyakan di blender. Nah, galaunya itu kalau buat cuma sedikit, blender bisa rusak. Tapi kalau banyak-banyak malah nggak habis. Lagipula, hasil blender pagi hari, nanti pas sore udah encer. Kalau encer jadi kasihan bayinya, bisa kembung.

Semakin lama bayi sudah mulai bisa makan makanan dengan tekstur yang agak kasar. Jadi aku coba masak nasi tim. Dan paling malas masak nasi tim ini, soalnya lama bangettt. Setengah jam aja belum halus. Yah, pastinya ngehabis-habisin gas. Haha. Akhirnya sesekali aku beli bubur bayi tim di tempat jual khusus makanan bayi. Itu juga mentok-mentok kalau anaknya lagi bosen masakan emaknya dan susah makan. Suka nggak suka memang lebih milih masak sendiri, sih. Padahal kalau dihitung-hitung biaya gas dan tenaganya juga lebih besar dibanding beli. Tapi homemade kayaknya lebih terjamin.

Karena kata panduannya sebelum satu tahun, makanan anak jangan dicampur dengan gula dan garam dulu. Kalaupun mau dicampur itu sedikit sekali. Tapi aku ngasih gula garam pas usia 11 bulanan itu pun cuma sejumput aja. Soalnya si kecil udah mulai kenal rasa macam-macam dan mulai milih-milih. Kalau nggak ada rasa sama sekali, malah nggak mau. Mungkin karena udah ngerasain makanan yang beli diluar jadi pas ngerasain makanan emaknya nggak mau hambar. Kalau udah begitu, emaknya yang pusing mau masak apa.

Saat gigi depan sudah mulai tumbuh (pertama tumbuh gigi usia 8 bulan), bawaannya anak ingin mengasah gigi, menggigit-gigit makanan. Padahal belum bisa mengunyah, ini yang kadang perlu diawasi agar anak tidak tersedak. Karena anakku sering sekali keselek.

Menu 1 bintang sampai 4 bintang

Nah menurut panduan WHO, sih, pertama dikasih menu 1 bintang misal buah atau sayur. Saya lupa MPASI pertama anak saya apa ya, mungkin buah, tapi saya lupa buah apa. Seringnya sih alpukat karena kandungan nutrisinya yang besar.

Walaupun menu tunggal, ini yang membuat saya kadang bingung mau membuatkan apa. Kadang saya buatkan apa saja yang ada si kulkas.
Apalagi beralih dari menu tunggal ke menu 4 bintang. Tambah bingung lagi menentukan menu. Yah paling sering sih makan nasi, sayur, tahu, ikan/ayam yang diolah dengan di blender atau di tim. Anak saya tidak begitu suka tempe mungkin teksturnya yang keras. Sampai usia 1,5 tahun pun dia tidak suka.

Kadang kalau pas nggak ada protein nabati ya nggak dikasih, atau pas lagi tnggak ada protein hewani ya nggak ditambahkan. Jadi nggak melulu komplit sih. Seadanya di kulkas. Bahkan anakku nggak pernah kukasih evoo, ub (unsalted butter), atau bahan-bahan mahal lainnya. Selain mahal juga susah dicari karena tidak dijual di tukang sayur gerobakan, hehe.

Alhamdulillah sih tiap bulan timbangan masih naik kadang sampai sekilo. Pokoknya ya nggak memberatkan diri, karena menyiapkan makan sesuai panduan WHO saja udah penuh perjuangan. Itu belum menyuapinya loh.

Setelah 1 tahun

Setelah lewat satu tahun ada rasa hati lega. Lega karena boleh makan gula garam walaupun kadarnya juga tidak berlebihan. Setelah satu tahun ini aku tetap memasakkan nasi tim khusus. Sayur atau lauknya ikut masakan keluarga. Kadang kalau masak makanan pedas akhirnya saya memasakkan khusus buat si kecil. Setidaknya setelah satu tahun sudah tidak sesulit sebelumnya.

Nah, karena dia sudah mulai makan macam-macam, emak-emak perlu hati-hati loh. Dalam waktu 4 bulan dia kena radang tenggorokan sampai tiga kali. Setelah diingat-ingat, radang pertama karena kebanyakan kerupuk. Kedua juga gitu, makan kerupuk terus. Sampai bolak balik ke dokter. Pas ketiga, kayaknya kebanyakan beli makan diluar, kondisinya waktu itu baru pindah rumah, belum ada kompor, akhirnya aku kasih minyak jintan hitam sehari sampai 3 kali. Eh, alhamdulillah tiga harian gitu membaik. Anak mulai mau makan.

Emang kalau sudah umur segitu, walaupun sudah boleh makan gula garam tapi perlu diperhatikan juga. Bahkan awalnya saya agak berat kalau dia makan makanan yang dijual diluar tapi karena terpaksa habis pindahan akhirnya beli deh. Ya gitu, hasilnya, nggak lama anak kena sakit tenggorokan. Kita kan mana tahu ya bahan-bahan yang dipakai.

Kesulitan menyuapi

Pada usia 8 bulan, anak seperti mengalami kejenuhan makan. Apalagi waktu itu anak tergolong telat duduk. Belum bisa duduk sendiri jadi masih disangga termasuk makan. Alhasil kadang aku harus nyuapin bayi sambil berbaring. Karena mulai jenuh, anak sering menolak makan. Untungnya, masih bisa dimasukin mulut. Nah, itupun harus diajak ngomong, ketawa-ketawa, atau diajak main-main biar mau membuka mulut.

Setelah satu tahun apalagi setelah bisa jalan (usia 14 bulan), wah sudah bisa menolak makanan. Geleng-geleng sambil tutup mulut. Aku juga bingung darimana dia bisa tahu cara menolak. Haha. Setelah diingat-ingat, ternyata dia ikut ayah ibunya. Kadang dia sok-sokan nyuapin ayah ibunya tapi aku dan suami menolak dengan menutup mulut dan menggeleng-geleng kepala. Dari situlah si anak belajar menolak makanan. makanya Mom jangan geleng-geleng kepala dan tutup mulut kalau anak nyuapi sesuatu biar nggak ditiru. Eh, ngga tau deh ngefek nggak ya...

Agar Anak Mau Makan

Ini hal-hal yang sudah saya coba biar anak mau makan.
- Makan sambil bermain. Semenjak dia sudah bisa jalan, dia lebih suka makan sambil main. Jelas perhatiannya teralihkan. Jadi membuka mulutnya semakain mudah.

- Makan sambil jalan naik stroller. Apalagi ini, suka sekali dia jalan-jalan naik stroller. Sekitar hampir dua bulan dia makan sambil jalan naik stroller. Hampir setiap pagi. Walaupun tidak setiap pagi. Memang berpengaruh sih. Sebulan pertama bisa habis nasinya. Eh, bulan selanjutnya kayaknya sudah mulai ngerti jadi kadang udah muter jauh cm habis separuh.

- Memasakkan makanan yang berkuah. Kita aja kalau makan makanan berkuah pasti cepat nelennya dibandingkan makanan tanpa kuah. Aku sering membuatkan semacam sop. Pokoknya ada kuahnya jadi mudah buat nelen.

- Mencari pengganti nasi. Karbohidrat memang tidak melulu nasi. Kadang aku ganti dengan kentang, makaroni, oatmeal, jagung, kalau mie hampir tidak pernah saya kasih (lupa sih pernah ngasih apa nggak hehe). Biasanya aku buatkan macaroni schotel atau sop makaroni. Kalau makaroni schotel kan larena pakai susu jadi dikasihnya setelah satu tahun. Begitu juga makanan lain seperti klappertart atau oatmeal yang bersusu dan bergula. Pas sebelum satu tahun, biasanya aku cuma kasih oatmeal aja nanti campur sayur atau buah.



- Mencoba menu baru. Ini jelas menjadi tantangan buat emak-emak. Mencoba menu baru yang kira-kira cocok di lidah itu tidak mudah. Aku sering sekali kepoin akun-akun instagram tentang MPASI juga artikel-artikel yang sering di share di Facebook terus simpan atau screen capture. Eh, malah nggak dilakukan. Kebanyakan bahan yang digunakan susah dicari alias harus ke supermarket. Selain itu, harganya juga lumayan. Sayang belinya sudah mahal, capek-capek dimasakin eh nggak dimakan..bisa stres dobel hehe...

- Menyuapi lauk dan sayur secara terpisah
Di usia satu tahun, si bayi sering banget radang tenggorokan. Mungkin dia sudah mulai makan macam-macam. Jadi kalau aku buatkan makanan, nasi, lauk dan sayur sudah nggak diblender. Alhasil kadang pas disuapi ikannya aja malah mau, atau sayurnya aja. Kadang nasinya nggak mau, atau makaroni aja baru mau.

- Membuatkan fingerfood
Semakin lama si kecil semakin penasaran dengan benda-benda yang bisa digenggam dan dimasukkan mulut. Nah, itu kadang aku manfaatin memegang buah apel atau pepaya untuk dimakan. Kadang dia nggak bisa ngunyah, kalau udah keselek aku ambil. Biasanya aku kasih pepaya yang sudah matang banget kan agak lembek jadi dia bisa ngunyah.

- Memberi vitamin/nafsu makan (diatas satu tahun)
Setelah satu tahun akhirnya aku kasih vitamin nafsu makan. Rata-rata vitamin nafsu makan itu untuk anak di atas dua tahun. Jadi coba tanyakan sama petugas apotek vitamin untuk anak satu tahun. Biasanya aku kasih madu nafsu makan. Emang efeknya dia jadi suka makan, tapi kalau berhenti ya jadi berhenti juga.

- Biarkan makan sendiri
Kadang dia penasaran sih pengen makan sendiri. Jadinya, aku biarin aja sambil diawasi. Kadang dia malah lahap, loh. Selain memang belajar megang sendok sendiri, yang pasti lantai jadi kotor karena makanan berceceran. Demi bisa makan sendiri, ya...

- Membiarkan saja tidak makan sampai lapar
Kondisi ini dimana aku sudah nggak tahu mau ngapain lagi biar anak mau makan. Jadi kalau sudah capek, ya aku biarin saja deh dia asyik main dan nggak mau makan. Hasilnya emang akhirnya dia cari-cari sesuatu buat dimakan. Rewel gitu. Nah, setelah itu baru deh disuapin. Biasanya dia lebih lahap dan makan banyak.

Dan sekarang diusianya sudah mau dua tahun, kadang masih juga susah makan, kadang lahap banget. Tapi udah nggak se-stres dulu kalau dia nggak mau makan.

Read More
Akhirnya bisa ikutan acara GIIAS juga...
Begitu kata suami. Kebetulan pameran mobil GIIAS kali ini diselenggarakan di Grand City Surabaya. Biasanya acara ini diselenggarakan di Jakarta bahkan dihadiri oleh pembalap nasional seperti Rifat Sungkar. Sayangnya, tidak ada di Surabaya, hehe. Di event ini juga ada penjelasan dari Pertamina tentang pengembangan pelayanan terbaru mereka. 


Para Blogger Mendengarkan Penjelasan Dari Pertamina
Mendengar penjelasan dari pihak Pertamina, ternyata ada yang baru dari Pertamina. Logonya dan juga warna papan pilar atau totem SPBU-nya! Selama ini kalau lewat hanya melihat totem yang baru itu. Nggak begitu paham dengan perbedaan perubahan totem itu yang ternyata ada hubungannya sama pelayanan di SPBU.

Totem SPBU Pertamina yang Baru dan Biru (Sumber disini)

Kalau ngeliat totem SPBU biru itu kesannya wah. Setelah ikut acara GIIAS Pertamina ini akhirnya tahu juga perbedaan SPBU dengan totem yang baru biru dan yang lama merah.


SPBU dengan Totem Baru Warna Biru (sumber disini)

Logo

Kalau kita lihat di SPBU ada logo jempol artinya PASTI PAS, tapi sejak tahun 2016 pertamina meng-upgrade pelayanan dari PASTI PAS menjadi PASTI PRIMA. Jika ada logo Pasti Prima berarti SPBU itu sudah layak menyandang status Pasti Prima. Sayangnya, tidak semua SPBU menyandang Pasti Prima.


Logo Baru dan Lama di Totem SPBU Pertamina 

Selama ini yang kita lihat, logo di totemnya yang jempol dan dominan warna merah. Pelayanan yang diberikan adalah Pasti Pas. Pelayanan ini diluncurkan Pertamina di tahun 2006 dimana kompetitor Pertamina sudah masuk ke Indonesia.

Sejarah BBM sektor hilir

Pertamina menjadi pemain yang memonopoli sektor migas dari 1991-2005. Pemerintah membuat undang-undang baru terkait migas sehingga pasar migas dibuka secara bebas. Sebelum tahun 2005 yang menjual BBM hanya boleh Pertamina, setelah itu selain Pertamina juga boleh, seperti Shell, Petronas, Total. Otomatis Pertamina meluncurkan Pasti Pas jadi menahan benturan pemain-pemain migas lainnya.

Pasar BBM di Indonesia sangat menguntungkan bagi mereka. Adanya Pasti Pas mampu menghalau benturan pemain asing lainnya. Pertamina mampu mengalahkan perusahaan asing itu. Beberapa SPBU asing malah dibeli oleh Pertamina.

Sepuluh tahun berjalan, Pertamina melakukan survey kepada masyarakat, keinginan harapan masyarakat sudah berubah. Saat meluncurkan Pasti Pas harapan masyarakat adalah Pas Pelayanannya, Pas Takarannya dan Pas kembaliannya. Setelah 10 tahun, masyarakat tidak hanya menginginkan tiga pelayanan itu tapi lebih dari itu, seperti kamar kecil yang bersih, musholla yang representatif, minimarket, dan ATM. Sehingga pertamina meluncurkan Pasti Prima di tahun 2006.

Tampilan Fisik SPBU Pasti Prima

Di gambar itu ada perbedaan dengan SPBU yang kebanyakan sekarang. Pasti Pas totemnya dominan warna merah dan Pasti Prima totemnya dominan warna biru.

Arti logo Pasti Pas dan Pasti Prima
Pasti Pas dominan warna merah artinya kuat Pasti Prima dominan warna biru artinya dipercaya oleh masyarakat.

Logo pertamina didominasi tiga warna yaitu merah artinya kuat, biru artinya dipercaya, hijau artinya energi ramah lingkungan.

Perbedaan sekilas

Tampilan fisik pada logo Pasti Prima artinya SPBU itu sudah lolos audit. Untuk seragam operator, dulu seragamnya dominan merah, kalau Pasti Prima baju atas warna abu-abu dan bawah berwarna merah.

Persyaratan Pasti Prima

Untuk menyandang status Pasti Prima itu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu :

1. Energi yang terintegrasi

Pertamina harus menyediakan bbm yang terintegrasi. Pertamina memiliki 5 produk unggulan Pertamina (pertamax turbo, pertamax, pertamina dex, pertalite, dan dexlite).

Lima Produk Unggulan Pertamina

- Setiap SPBU Pasti Prima harus menyediakan minimal 2 produk unggulan BBM.
- Setiap SPBU Pasti Prima wajib menyediakan elpiji non subsidi seperti bright gas.
- SPBU Pasti Prima wajib menyediakan pelumas pertamina.


2. Non fuel retail

Artinya pelayanan tambahan di SPBU di luar BBM. SPBU Pasti Prima harus punya:
- minimarket. Menurut survey konsumen, fasilitas yang diinginkan konsumen adalah minimarket.
- tersedia makanan atau cafe.
- tersedia ATM
- Bengkel yang sederhana untuk tambal ban dan ganti oli.
Sebesar apapun SPBUnya kalo belum ada empat item ini maka belum dikatakan SPBU Pasti Prima.


3. Costumer service yang lebih bagus

Operator Pasti Prima harus lebih baik dari layanan Pasti Pas. Di SPBU Pasti Pas hanya melakukan Senyum, Salam, Sapa. Sedangkan di SPBU Pasti Prima berharap ada interaksi yang lebih antara operator dan konsumen (bukan interaksi yang berakhir pada sms loh, ya, hehe).

Setiap bulan SPBU-SPBU Pasti Prima dilakukan audit. Auditnya bukan oleh pertamina tapi dari tim independen. Tim ini akan menjadi mystery guest dan menilai apakah SPBU itu layak menyandang SPBU Pasti Prima atau tidak. Jadi tim itu akan menilai diam-diam untuk menyidak SPBUnya.


4. Digital engagement

Di jaman digital ini, lebih dari 60% masyarakat Indonesia ponselnya sudah terhubung dengan internet. Ini dimanfaatkan Pertamina untuk meluncurkan aplikasi Pertamina Go. Kenapa harus aplikasi ini?


Karena aplikasi ini memiliki fitur yang sangat membantu kita untuk mencari lokasi SPBU terdekat, produk yang dijual di setiap SPBU, jarak ke SPBU itu, motorist diary (mencatat jadwal service kendaraan, jadwal ganti oli, cek tekanan ban, jadwal memperbaharui STNJ), promo-promo, berita tentang Pertamina, dan mini game.

5. Costumer loyalty

Saat ini Pertamina masih akan mengembangkan My Pertamina, sebuah kartu cashless untuk membeli BBM dan direncanakan akan ada point reward dan promo. Yang sudah berjalan adalah Pertamina kerjasama dengan Bank Mandiri mengeluarkan kartu namanya co-branded card. Kartu ini merupakan kartu kredit yang bisa digunakan untuk membeli BBM di SPBU yang memiliki mesin EDC (Electronic Data Capture) jadi tiap minggu ada upgrade harga jadi beli pertamax harga pertalite. Enak, ya?


Pertamina juga menjalankan perintah dari Bank Indonesia untuk mempromosikan cashless. Ini cukup bermanfaat bagi konsumen karena saat pembelian tidak perlu lagi pembulatan harga, jadi saldo akan berkurang sesuai jumlah yang tertera di mesinnya. Tidak hanya itu, kartu elektronik juga bermanfaat untuk SPBU dalam menghindari pemalsuan uang karena seringkali SPBU menerima uang palsu. Selain itu juga untuk menghindari perampokan. SPBU Pasti Prima harus memiliki mesin EDC untuk transaksi non tunai.

Bagaimana dengan Pertamini yang banyak beredar sekarang?
Pertamini yang beredar sekarang itu tidak mendapatkan legalitas langsung dari pertamina karena pertamina memang bukan regulator tapi operator. Sehingga pemilik pertamini

Kenapa di tempat tertentu masih menjual premium dan di tempat lain tidak menjual? 
Kendaraan di atas tahun 2005, kalau kita baca manual book nya, tidak ada lagi yang cocok pakai premium. Menurut survey yang dilakukan, pemilik kendaraan jarang membaca manual book terkait bahan bakar yang sesuai. Paling banyak yang dibaca adalah oli yang sesuai. Sudah hampir tidak ada di manual booknya merekomendasikan premium.

Kendaraan di atas tahun 2008, termasuk motor, mensyaratkan bbm di atas oktan 90. Memang di manual book tidak menyebutkan merk BBM tapi jumlah oktannya yaitu diatas 90.
Nah, biasanya premium ini masih digunakan oleh angkutan umum, seperti bis dan angkutan kota.

Kalau cashless ada kesalahan bagaimana? Perlindungan konsumennya?

Mintalah struk pembelian yang jadi bukti. Pernah terjadi seorang konsumen membeli bbm pakai kartu kredit 300ribu. Tanpa sengaja, si operator menuliskan 3juta. Jadi bisa dikembalikan selama ada struk pembelian.

Ternyata memang Pertamina selama ini melakukan pengembangan dalam pelayanannya kepada masyarakat melalui Pasti Prima. Kebayang enaknya kalau semua SPBU sudah menyandang status Pasti Prima. selain itu, SPBU ini bisa menjadi alternatif tempat istirahat saat perjalanan jauh hanya untuk sekedar membeli minum atau istirahat santai.
Read More
Di Malang ini memang banyak banget resto atau tempat makan mulai dari makanan khas jepang, korea, makassar, sampai tradisional jawa. Mulai dari tempat modern sampai lesehan.

Belum lagi, perkembangan pelayanan jasa pesan antar semakin pesat, seperti go food, atau kurir langsung jasa tersebut.

Di Kota Malang, ada tempat makan baru buka yang bisa pesan antar. Untuk sementara, kalau mau pesan pakai kurir go food atau kurir dari tempat makan tersebut.

Namanya Ayam Geprek Kanjeng Mommy. Para pembelinya disebut Ndoro.



Saat saya kesana, masakan-masakan ini dibuat oleh seorang ibu di sebuah rumah di tengah kampung. Masakan yang sangat homemade ini membuat kekhawatiran saya akan makanan tak sehat berkurang.



Ayam geprek ini sudah buku duluan di Jakarta. Nah yang di Malang ini yang kedua. Walaupun tampilannya sederhana tapi cukup membuat makan lahap.

Kelebihannya apa tho?

Ternyata sambelnya ini ada campuran kacang metenya. Tenang, nggak kerasa kok metenya. Sambelnya seger. Asinnya juga pas menurut lidah saya hehe. Tambahan bawang goreng di atas nasi makin menambah kegurihannya.

Emang untuk apa?

Kacang mete ini memang untuk menghilangkan rasa bawang putihnya yang menyengat. Kacang metenya dari Wonogiri pula. Sebuah daerah di Jawa Tengah.

Ternyata?

Saya makan, seharian bau bawangnya nggak nempel di mulut. Padahal kalau makan sambel bawang pasti kerasa.

Nah, menunya apa aja?

- Geprek ayam lengkap (ayam, telur, tahu, tempe, nasi, sambal dan sayur lalapan)

- Geprek ikan lengkap (ikan, tahu, nasi, sambal dan sayur lalapan)
- Geprek ayam

- Geprek nila


- Geprek lele

- Geprek ikan asin

- Geprek telur

- Geprek tahu/tempe


- Gepuk ati ampela


- Geprek box ayam (ayam 250 gr, lalapan, sambal, tanpa nasi)
- Geprek box ayam lengkap (ayam 250 gr, tahu tempe, telur, ikan asin, tanpa nasi)



Kalau di rumah udah ada nasi mending beli geprek box aja. Bisa untuk 2-3 orang. Lebih murah jadinya.

Ada lgi satu produk Kanjeng Mommy yaitu sambal pete botolan.



Harganya?

Harganya standar kok untuk geprek-geprekan mulai 9.000-24.000.







Kenapa harus beli Ayam Geprek Kanjeng Mommy?

Masakan rumahan yang insyallah terjamin sehatnya. Pedesnya nendang bangett, gurihnya apalagi tanpa harus khawatir mulut bau bawang. Harganya standar. Pesan antar via go food atau kurirnya Kanjeng Mommy.

Bagaimana pesannya?

Bisa hubungi 082144471878/ 0341 4374157
Dari jam 10 pagi sampai jam 8 malam
Alamatnya kalau mau datang langsung ke Jl. Balean Barat No. 77, Lowokwaru, Kota Malang.
Bisa menerima catering juga loh.
Coba cek instagram @geprek_kanjengmommy
Read More

Kemarin baru dengar ada kecelakaan beruntun di daerah Singosari, Malang, menelan korban jiwa hingga belasan jiwa. Penyebabnya adalah rem blong truk yang akhirnya menabrak kendaraan lain. Korban-korbannya sampai tergeletak di jalan raya.

Membayangkannya saja membuat bulu kuduk berdiri. Kalau sudah begini siapa yang dipersalahkan ? Apalagi kalau penyebab kecelakaannya tidak mau bertanggung jawab. Kadang kecelakaan di jalan raya pun tidak ada yang mau mengaku salah. Semua serba dipersalahkan karena tidak mau bertanggung jawab atas kerugian yang dialami.

Menurut data kepolisian, di Indonesia, rata-rata TIGA orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jaan. Data tersebut juga menyatakan bahwa besarnya jumlah kecelakaan disebabkan tiga faktor. Faktor-faktor tersebut adalah:
- Faktor Manusia 81% (terkait kemampuan dan karakter pengemudi)
- Faktor Kendaraan 9 % (persyaratan teknik laik jalan)
- Faktor Prasarana dan Lingkungan 30% 

Bahkan menurut Korlantas POLRI, jumlah kejadian kecelakaan di Provinsi Jawa Timur tahun 2013 terbesar se Indonesia.

Kementerian Perhubungan RI memberi aturan-aturan untuk mengurangi kecelakaan di jalan, seperti:
- Pengujian persyaratan laik jalan mobil pengangkutan umum
- Penggunaan helm SNI
- Pelarangan truk membawa penumpang orang
- Pelarangan membawa penumpang motor lebih dari satu orang
- Persyaratan sabuk pengaman mobil
- Persyaratan penghapus kaca mobil
- Waktu kerja pengemudi


Mobil Pengangkutan Umum yang berlalu lalang di jalan raya harusnya sudah lulus uji kir, ini terlihat dari stiker layak jalan yang tertempel pada kendaraan. Dengan uji kir ini harusnya bisa mengantisipasi berkurangnya kecelakaan lalu lintas, dan uji kir bus dan truk itu lebih ketat. 

Tapi apa yang terjadi?

masih ada kecelakaan yang disebabkan hal-hal mekanis seperti rem blong. Apakah uji kir nya seharusnya tidak layak tapi tetap jalan?



Helm yang sesuai SNI ini harusnya sudah lulus uji dari persyaratan-persyaratan yang tercantum pada SNI 1811-2007. Uji yang dilakukan seperti uji penyerapan kejut, penetrasi, kekuatan sistem penahan, kelicinan sabuk, keausan sabuk, ketahanan impak miring dan pelindung dagu. Harga helm SNI ini beragam mulai dari 100.000.


Kendaraan truk atau pengangkut barang memang tidak layak untuk mengangkut penumpang. Selain keamanan tidak terjamin, pasti kena panas dan nggak enak duduk di tempat keras. Jadi lebih baik naik bis saja.


Nih, termasuk aku sering banget naik kendaraan bawa anak padahal ternyata itu membahayakan. Yah, mau bagaimana lagi ya, naik mobil bensinnya mahal sih, kalau motor kan lebih ekonomis. Tetap saja ya nggak aman.


Sabuk pengaman yang masih bisa merespons kejut karena rem mendadak sangat berguna untuk perjalanan menggunakan mobil. apalagi biasanya di mobil dipasang airbag yang akan keluar saat terjadi tabrakan. Airbag ini melindungi kepala, leher dan dada dari benturan. Airbag ini ada yang bagian depan dan ada yang bagian samping.


Tanpa penghapus kaca, pengemudi akan kesulitan untuk melihat kendaraan yang ada di depannya saat hujan deras. Belum lagi kalau mobil tidak ada AC nya, saat hujan malah berembun dari dalam, makanya sering di bersihkan dari dalam.


Kementerian Perhubungan sendiri memiliki lama waktu para pengemudi agar aman mengendarai kendaraan. Waktu kerja paling lama delapan jam sehari untuk kendaraan bermotor. Bayangkan naik motor delapan jam saja sudah bikin sakit pinggang. Makanya perlu ada jeda atau istirahat. 

Nah, poin kedua yang mungkin sering dilupakan pengemudi bahwa harus istirahat minimal 30 menit kalau mengendarai kendaraan selama 4 jam. Lah, padahal suami sering nyetir kendaraan ke Sragen paling-paling istirahat setelah lima jam nyetir pas ke pom bensin, saat mengantuk atau mau sholat. 

Semoga pesan bergambar dari Kemenhub ini menjadi  teguran buat kita agar tetap selamat dalam berkendara.

Read More

Follower