Suatu malam saya diajak suami ketemu seorang rekan di daerah Rungkut. Kita ketemu di bengkelnya yang berubah jadi cafe kalau malam. Sesampainya disana ternyata beberapa orang duduk berlesehan di meja-meja. Begitu juga rekan suami yang sedang mengobrol dengan beberapa orang.

Saya pernah siang hari datang ke bengkelnya. Layaknya bengkel lainnya ada tempat cuci, parkir dan kantornya. Tempatnya pun cukup luas. Malam pun berubah menjadi cafe lesehan dengan beberapa meja. Karena bengkelnya luas jadi untuk cafe pun juga luas. Tampilan cafe itu di malam hari memang berbeda. Bagian tempat cuci ditutupi dengan papan-papan dengan tulisan bergambar.
Read More


Generasi millenial atau disebut juga dengan Gen Y adalah generasi yang lahir pada jaman dimana teknologi sudah mulai berkembang, televisi sudah berwarna, gadget berkembang, ketergantungan pada internet, kebutuhan eksistensi. Menurut wikipedia, generasi millenial lahir dalam rentang waktu tahun 1980-2000an.

Pandangan para baby boomers, atau pendahulu, terhadap Gen Y ini terkadang memberi kesan yang buruk. Menurut para baby boomers, mereka lebih menyukai yang instan, tidak mau ribet, seenaknya saja dan tidak mau berusaha keras. Padahal Gen Y ini juga memiliki sisi positifnya yang jika dibimbing dan diarahkan akan memberi pengaruh positif bagi kehidupan kedepannya. Sehingga Gen Y ini memiliki masa depan cerah dan penuh harapan baru.

Kalau dilihat sisi positifnya, pengaruh perkembangan teknologi membuat karakteristik generasi millenial jelas berbeda dengan generasi sebelumnya, baby boomers. Mereka lebih kritis, inovatif dan kreatif. Pengetahuannya tentang teknologi jauh lebih baik dibanding orang tua mereka. Mereka lebih menyukai kepraktisan dibanding cara konvensional pendahulu mereka.

Generasi millenial bisa diarahkan dalam bidang apapun. Salah satu bidang yang menjadi perhatian dunia adalah bidang energi. 

Secara sederhana, kita bisa menjadi generasi Langit Biru. Generasi ini adalah generasi millenial yang mementingkan kualitas hidup untuk masa depan yang lebih baik. 

Beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi pada langit biru adalah:

Budayakan jalan kaki pada jarak yang masih bisa ditempuh. Kondisi iklim Indonesia yang panas, penuh debu dan berpolusi memang membuat siapapun malas untuk berjalan kaki. Tapi kita bisa menguranginya kalau ingin menjangkau tempat-tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal kita. Hemat bensin, lingkungan pun berkualitas.

Yuk, gunakan transportasi umum. Transportasi umum di beberapa kota besar memang masih menjadi pilihan penduduknya. Selain fasilitasnya yang sudah memadai, penggunaan transportasi umum ini bisa mengurangi kemacetan juga polusi udara secara tidak langsung.

Penggunaan pertamax sebagai kontribusi pada Langit Biru. Setiap kendaraan selalu ada rekomendasi bahan bakar yang digunakan dan dapat dilihat pada buku manualnya. Dengan oktan tertentu, maka bahan bakar kendaraan harus sesuai dengan rekomendasi pabrik. Tujuannya agar peforma mesin tetap berjalan baik. Selain itu, penggunaan pertamax dapat mengurangi sisa pembakaran gasoline yang menyebabkan polusi udara.

Penanaman vegetasi di perkotaan. Semakin banyak tanaman pada suatu kota maka semakin banyak pula karbon monoksida yang diserap tanaman. Dengan begitu, udara menjadi bersih. Polusi berkurang. Lingkungan menjadi sejuk dan langitpun terlihat cantik karena warnanya yang biru.

Generasi Langit Biru (Sumber gambar : dok pribadi)

Proyek Langit Biru

Sebenarnya Langit Biru adalah proyek Pertamina untuk menjawab permasalahan kilang minyak yaitu menurunnya efisiensi dan fleksibilitas kilang. Akhirnya Pertamina melakukan revitalisasi dan modernisasi kilang eksisting yang ada di Cilacap dengan nama Proyek Langit Biru Cilacap.

Pembangunan Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) adalah proyek pembangunan kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas RU IV agar setara dengan Euro IV. Selama ini Indonesia memberlakukan standar emisi kendaraan EURO II, sedangkan di Eropa sudah menggunakan standar Euro VI.

Standar emisi kendaraan ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan. Emisi gas kendaraan adalah sisa hasil pembakaran gas buang yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Negara Eropa yang memberlakukan pertama kali standar emisi gas ini tahun 1992. Pemberlakuan standar emisi ini agar lingkungan tetap hijau.

PLBC ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas produk BBM dari Premium (RON 88) menjadi Pertamax (RON 92). Nilai RON ini membedakan kualitasnya saat digunakan pada kendaraan. Memang tidak semua tahu perbedaan kedua jenis RON tersebut. Perbedaan jenis RON ini mempengaruhi kinerja mesin. Semakin besar oktan maka bahan bakarnya semakin lama terbakar sehingga menghasilkan residu yang sedikit bahkan tidak sama sekali. Semakin sedikit residu pada kendaraan maka semakin bagus kinerjanya terhadap mesin kendaraan. 

Standar Emisi Kendaraan Ringan (Sumber gambar : dok pribadi)
Selain itu, buangan NOx dan COx pada premium semakin besar dibanding pertamax. Limbah buangan ini yang akan dilepas ke udara dan dikenal sebagai polusi yang membahayakan kesehatan. Itu kenapa pertamax menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan dibanding premium.

Dengan program Langit Biru itu harapannya peningkatan kualitas BBM menjadi pertamax juga meningkatkan kualitas udara. PLBC ini mampu menghemat pengeluaran Pertamina sekitar 21 Miliar Rupiah per hari. Direncanakan proyek ini selesai tahun 2018. Setelah PLBC selesai maka gasoline yang dihasilkan seluruhnya memiliki oktan minimum 92 atau minimum jenis Pertamax. Diharapkan Pertamina mampu produksi pertamax di PLBC sebanyak 91000 barel per hari.

PLBC (Sumber gambar : dok pribadi)


Future Blue Sky

Menjadi generasi Langit Biru dan melakukan hal-hal yang mengurangi polusi udara seperti yang disebutkan sebelumnya adalah cara-cara agar kehidupan masa depan menjadi berkualitas.

Aktivitas perkotaan tetap seimbang karena memperhatikan alam.

Udara segar dan polusi berkurang karena aksi penanaman pohon-pohon atau vegetasi yang dilakukan oleh Gen Langit Biru.

Generasi Y atau generasi milenial ini seharusnya mewarisi kehidupan yang berkualitas baik kepada generasi Z sehingga sudah sepatutnya Gen Langit Biru melestarikan langit agar tetap berwarna biru dan melestarikan lingkungan yang berkelanjutan.

Future Blue Sky dan Grey Sky (Sumber gambar : dok pribadi)
Mungkin sekarang lingkungan tempat tinggal kita di perkotaan menjadi lingkungan Grey Sky alias langit abu-abu karena polusi udara. Tapi beberapa tahun ke depan dengan adanya proyek Langit Biru, kita berharap agar lingkungan kita akan berubah menjadi Future Blue Sky sehingga generasi selanjutnya akan selalu lebih baik dari kita dan penuh dengan harapan-harapan baru.





Sumber:

Read More
Kalau dengar kata whistleblower, saya jadi teringat film yang diangkat dari kisah nyata. Judulnya Whistleblower. Ceritanya seorang anggota PBB yang bertugas di Bosnia untuk mengungkap kasus perdagangan manusia.

Setelah diusut, ternyata oknum yang berbuat adalah salah satu temannya di organisasi tersebut. Dia pun mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap kebobrokan rekannya. Keputusannya menjadi whistleblower dan keluar dari pekerjaannya adalah sesuatu yang sangat sulit dilakukan oleh siapapun yang sudah ajeg dalam berkarir.

Apa itu whistleblower?

Whistleblower dalam bahasa inggris diartikan sebagai peniup peluit. Kalau dalam permainan sepak bola, peniup peluit ibarat wasit tapi ia meniup pluit untuk regunya sendiri yang melanggar.

Nah, kalau dalam dunia nyata, whistleblower diistilahkan pengungkap kebenaran. Istilah ini diartikan untuk pegawai atau orang yang berada pada suatu organisasi atau instansi dan mengetahui kejahatan-kejahatan yang merugikan organisasi kemudian melaporkan kepada pihak berwajib.

Whistleblower di luar negeri?

Ternyata Amerika Serikat mengeluarkan perlindungan terhadap whistleblower sudah lama. Namanya Whistleblower Acts tahun 1970. Selain itu disusul negara-negara lain seperti Michigan (1980), Filipina (1991), Australia CommonWealth (1994), New South Wales (1995), Canada (1996), Australia Selatan (1996), Afrika Selatan (1998), China (2000), Queensland (2000), Kroasia (2003), Kenya (2006), dan Malaysia (2008).
Sumber

Walaupun di Amerika sudah ada undang-undang perlindungan terhadap whistleblower, tetap saja si whistleblower mendapat ancaman bahkan mendapat tuduhan membocorkan informasi organisasi. Tentu menjadi hal dilema bagi whistleblower apakah harus diam saja atau bersuara?

Pada akhirnya beberapa orang di Amerika berani untuk membuka mulut walaupun akhirnya nasib membuatnya dihukum, seperti yang diungkapkan oleh tempo (sumber)

Lawrence Franklin menjalani 10 bulan tahanan rumah karena memberikan informasi rahasia soal Iran untuk dua pelobi pro-Israel. Ada juga Shamai Leibowitz dihukum 20 bulan penjara karena membocorkan informasi kepada blogger. Selain itu, John Kiriakou dihukum 3 bulan penjara karena membocorkan informasi tentang metode interogasi CIA yang dianggap kejam dan melanggar HAM, termasuk waterboarding. Dan masih banyak whistleblower lainnya yang dikenai hukuman karena membocorkan informasi organisasi.

Ini sebenarnya terkait dengan loyalitas seseorang terhadap organisasinya. Biasanya sebelum masuk suatu organisasi dia akan menandatangani sejumlah dokumen terkait kewajiban pegawai untuk menjaga rahasia. Jika dia tidak menepati itu maka akan di proses hukum. Saat itulah seseorang tidak bisa menjadi whistleblower dan sampai kapanpun organisasi itu akan tetap buruk di mata pegawai.

Apakah undang-undang perlindungan whistleblower di Amerika sudah efisien? Bagaimanakah kita bisa mencontoh mereka yang sudah lama memiliki undang-undang itu?

Sebuah program di Amerika bernama Dodd-Frank Act yang muncul tahun 2010 telah berhasil meningkatkan jumlah whistleblower di Amerika. Para pengungkap kebenaran tidak saja diberikan perlindungan dari pembalasan dendam tapi juga penghargaan yang berupa intensif. Tahun 2016, ada 13 whistleblower yang mendapatkan intensif dengan total 111 juta dollar.

Walaupun di kasus terberat para whistleblower mendapat ancaman bahkan penjara, tapi perlindungan whistleblower di amerika jauh lebih baik. Belum lagi program intensif Dodd-Frank bagi kasus yang berhasil diselesaikan karena bantuan whistleblower.

Beranikah jadi whistleblower?

Peniup peluit di Indonesia belum diatur dalam undang-undang. Hanya saksi dan korban saja yang diatur. Walaupun teelihat sama karena sama-sama melaporkan, saksi dan whistleblower adalah dua hal berbeda. Saksi diminta untuk melaporkan suatu kasus jadi dia tidak ada niatan awal untuk melaporkan dan belum tentu berada dalam satu organisasi dengan pelaku. Sedangkan whistleblower memang ada niatan awal untuk melaporkan atasan atau rekannya yang bekerja dalam satu organisasi. Whistleblower sendiri berinisiatif mengungkapkan fakta kejahatan rekannya atau atasannya kepada pihak berwajib.

Whistleblower di Indonesia diatur pada Surat Edaran Mahkamah Agung RI atau SEMA Nomor 4 Tahun 2011 tentang Perlakuan Bagi Pelapor Tindak Pidana (Whistle Blower) dan Saksi Pelaku yang Bekerjasama (Justice Collaborator). Tapi ternyata di dalamnya hanya mengatakan perlindungan bagi saksi yang dianggap pelapor sama seperti whistleblower. Jadi saksi dan whistleblower sama-sama dianggap pelapor karena ancaman yanf diterima bisa jadi sama.

Kalau perlindungan para saksi sendiri sudah diatur di UU no 13 tahun 2006, PP No. 2 Tahun 2002, PP No. 24 Tahun 2003, dan PP No. 57 Tahun 2003. Perlindungan tersebut pada pelanggaran HAM yang berat,  kasus terorisme, dan pencucian uang. (Sumber)

Kalau di Indonesia ada LPSK atau Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Berpatokan pada Undang-Undang No 13. Tahun 2006 untuk melindungi saksi, korban dan pelapor, apakah benar sudah efisien?

Saya coba-coba membuka website LPSK ternyata ada form untuk menjadi whistleblower atau pelapor tanpa harus memberikan identitas asli. Bahkan LPSK menyarankan untuk membuat akun yang tidak menunjukkan profil diri pelapor. Tidak hanya sekedar melapor tapi juga memberikan bukti berupa dokumen-dokumen yang menunjukkan tindak kejahatan.



Dengan data isian tanpa mengungkapkan identitas seharusnya kita tidak perlu khawatir untuk menjadi whistleblower. Tinggal kita bagaimana bekerjasama dengan LPSK agar tidak ada yang membocorkan identitas kita.

Maka beranikah kamu menjadi whistleblower?
Read More

Berawal dari postingan beberapa teman yang berfoto di tugu Kilometer 0 membuat saya penasaran. Ternyata di seluruh dunia banyak yang menandakan Kilometer 0 dengan sebuah monumen atau tugu, seperti di Paris, Budapest, Roma, Tokyo, dan lainnya. Kalau di Indonesia sendiri, letak Kilometer 0 ini ada di titik paling barat dan paling utara kepulauan Indonesia yaitu di Sabang, Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam.

Maksud dari kilometer 0 ini adalah penanda geografis di lokasi tertentu dimana dilakukan pengukuran secara tradisional. Beberapa negara memberikan nomor jalan diukur dari titik 0. Semakin dekat titik 0 semakin rendah nomornya.

Tugu Nol Kilometer (Sumber)

Katanya kita juga bisa dapat sertifikat loh kalau sudah mengunjungi Nol Kilometer. Tugu ini ada di Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya. Sekitar 40 menit berkendara atau sekitar 29 km dari Kota Sabang.

Pernah Menjadi Bagian Terpenting

Ternyata Sabang ini pernah menjadi dermaga penting pada akhir abad ke sembilan belas. Banyak kapal asing yang singgah ke Sabang untuk berdagang karena berada di jalur pelayaran penting dunia. 

Sebelum ada Terusan Suez tahun 1869, kapal-kapal berlayar dari selatan Afrika masuk ke Selat Sunda. Setelah ada Terusan Suez, rute pelayaran menjadi lebih pendek yaitu melewati Sabang dan masuk ke selat Malaka dimana banyak pelabuhan lainnya di Batavia, Singapura dan Malaysia. Asosiasi Atjeh pun membuka dermaga di tahun 1883 untuk kapal yang mengangkut batubara. Beberapa tahun kemudian baru kapal dagang masuk. 

Sabang Dulu (Sumber)
Pembangunan di Sabang pun terus dilakukan. Sabang menjadi ramai. Bahkan sebelum Perang Dunia II, Pelabuhan Sabang menjadi yang terpenting, loh, mengalahkan Temasek (sekarang Singapura). Semenjak Perang Dunia II, Jepang menginvasi semua fasilitas yang dibangun Belanda termasuk di Sabang. Selat Malaka dan Samudera Hindia diawasi oleh Jepang.


Pelabuhan di Sabang yang Dibom (Sumber)

Kapal dari Inggris dan Amerika Serikat menghancurkan pelabuhan Sabang dan juga lokasi perminyakan tahun 1944. Setelah itu Sabang menjadi sangat hancur. Inggris pun menduduki Sabang.

Jalur Strategis

Sabang memang pernah menjadi pelabuhan internasional. Sayangnya, status tersebut dicabut sehingga Sabang menjadi kota mati dan hanya ada wisatanya saja yang berjalan. Bisa terbayang kalau Sabang menjadi kota mati tentu saja wisata berjalan seadanya. Semua berjalan tidak saling terintegrasi.

Mengingat lokasi Sabang yang strategis pada jalur pelayaran internasional itulah maka pemerintah Indonesia menetapkan Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang. Ini tercantum pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2000 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2000 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Sabang.

Akibatnya banyak barang-barang yang datang dari luar negeri masuk ke Sabang tanpa harus bayar pajak. Mobil-mobil bermerk pun bisa dihargai dengan sangat murah. Harapannya Sabang menjadi kawasan perdagangan bebas ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentunya untuk pengembangan Aceh secara regional.

Pelabuhan Sabang (Sumber)
Sabang pernah menjadi pelabuhan penghubung internasional hingga tahun 1970-an, namun pada tahun 1985, Presiden Suharto mencabut status tersebut, hingga Sabang menjadi kota mati dan hanya dijadikan tempat wisata. (Sumber)

Dermaga CT 1 (multiguna)
Dermaga ini tidak hanya untuk kegiatan loading dan unloading barang ekspor impor tapi juga untuk kegiatan non komersial yaitu kunjungan kapal pesiar dan kapal layar. Dermaga ini sudah sesuai dengan standar pelabuhan internasional dan sudah memiliki nomor kode ISPS dari IMO (International Maritime Organization).

Dermaga CT3 (terminal kontainer)
Dermaga ini khusus untuk kapal kontainer diatas 30,000 DWT. Dermaga ini juga sudah dilengkapi fasilitas seperti Crane, forklift dan fasilitas pendukung lainnya.
(Sumber disini)

Dengan adanya pelabuhan ini dapat mendukung industri pariwisata di Sabang dan umumnya di Aceh. Apalagi setelah ditetapkan statusnya sebagai Pelabuhan Hub Internasional, wisata bahari mampu menarik wisatawan.

Daya Tarik Sabang

Status tersebut diharapkan bisa saling mengintegrasi antara pengembangan kawasan dan pelabuhan serta wisata yang ada di Sabang khususnya wisata bahari. Apalagi saat ini wisata bahari di Sabang sudah mulai terkenal. Pengembangan wisata Sabang juga berpengaruh pada wisata yang ada di Banda Aceh maupun Aceh secara keseluruhan.

Wisata Bahari dan Diving
Kalau lihat foto-foto pantai di Sabang dibawah ini siapaa yang tidak ingin kesana. Keindahan bawah laut dan jernihnya pantai-pantai Sabang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pantai Iboih
Pantai di Pulau Rubiah

Pulau Klah
Belum lagi kapal pesiar dan kapal layar yang sering singgah di Sabang seperti MS. Amadea, MS. Albatros, MS. Silver Whisper, MS. Seabourn Legend, MS. Artania dan Yachters MV. Thailand Aggressor, dan lain-lain.

Kapal Pesiar di Sabang (Sumber)

Kuliner Sabang
Di Kota Sabang juga ada pujasera yang disebut Selera Rakyat Food Center. Disana ada Mie Gurita dan Sate Gurita dengan bumbu kacang dan bumbu padang.

Sate Gurita
 Selain itu, cobalah datang ke Jalan Perdagangan karena ada dua jenis mie yang memiliki karakter rasa yang berbeda. Mie yang lembut dipadukan dengan ikan pada mie Jalak dan mie Sedap.

Mie Jalak (Sumber)

Mie Pingsun (Sumber)

Mie Sedap (Sumber)


Menu ikan segar bisa ditemukan di Taman Putro Ijoe dekat dengan Danau Aneuk Laot.
Selain itu ada Rujak Pulau Klah dan Es kelapa muda.

Sail Sabang 2017

Untuk mendukung pariwisata Sabang dan pengembangan pelabuhan agar dapat menarik lebih banyak wisatawan, maka diadakan Sail Sabang 2017. Acara tahunan ini membawa dampak bagi datangnya wisatawan asing ataupun domestik.


Sail Sabang ini merupakan rangkaian acara dari SailIndonesia,yang pertama kali diselenggarakan di Bunaken tahun 2009. Pemerintah sudah mempersiapkan fasilitas penunjang untuk melaksanakan Sail Sabang 2017.

Acara-acara di Sail Sabang 2017 ini adalah:
  • Workshop dan Kompetisi Internasional Free Diving. Kompetisi ini dilaksanakan tanggal 10 November-1 Desember 2017. Hadiahnya sampai 200 juta, loh! Keterangan lebih lanjut baca disini. 
Menyelam di Sabang
  •  Wonderful Sail Anambas To Natuna 2017. Dicatat ya, puncak acara tanggal 2 Desember 2017 di Sabang Fair, Kota Sabang. Ada atraksi Flying Pass dan kompetisi Deep Dive sedalam lebih dari 50 meter.
  • Yacht Rally. Ini yang seru! Ada Rally kapal layar, loh. Memang di Sabang sudah sering didatangi kapal layar dari berbagai daerah dengan membawa wisatawan mancanegara karena pantainya yang indah dan lokasinya yang cocok untuk menyelam. Keindahan bawah laut yang memiliki daya tarik bagi wisatawan yang ingin menyelam. Hingga Juli 2016, kapal yacht yang masuk ke Sabang terhitung sebanyak 37 kapal, sedangkan kapal pesiar (cruise) sebanyak 10 kapal (per November 2016) dengan jumlah wisman sebanyak 9.736 wisman (Sumber)
Yacht Rally Sabang (Sumber)

Dari penjelasan tersebut, Pelabuhan Sabang diharapkan benar-benar menjadi Pelabuhan Hub Internasional yang sesuai kriteria pada PP No. 69 Tahun 2001 seperti:
  • Dekat dengan jalur pelayaran internasional
  • Kedekatan geografis dengan tujuan pasar internasional
  • Fasilitas pelabuhan yang memadai
  • Terlindung dari gelombang
  • Mendukung aktivitas industri dan perdagangan
  • Akses ke pelabuhan adalah jaringan primer
  • Terintegrasi dengan simpul jaringan internasional
  • Volume bongkar muat yang besar
  • Potensi sosial ekonomi yang besar
  • Kawasan konservasi dan hutan lindung
Setelah tanya-tanya ke teman, untuk kesana bisa pakai berbagai alternatif:

Alternatif 1.
Pesawat dari Jakarta - Aceh (Bandara Sultan Iskandar Muda).
Naik kapal dari Banda Aceh (Pelabuhan Ulee Lheue) menuju Sabang (Pelabuhan Balohan).
Dari bandara harus naik mobil dulu ke pelabuhan sekitar 20 menit terus nyebrang dengan kapal cepat atau kapal ferry.
Tiket kapal dari harga 60ribu sampai 250ribu.

Alternatif 2.
Pesawat dari Jakarta - Medan - Sabang (Bandara Maimun Saleh)

Lebih baik cari penerbangan langsung ke Sabang, tapi sering-sering cek penerbangan Medan -Sabang karena tidak setiap hari atau jarang.

Kalau bisa jangan pas weekend kalau mau snorkling karena ramai dan biasanya dibatasi.

Oiya, kalau mau nginep di pesisir utara dekat pulau Rubiah ada cottage-cottage dengan pemandangan alam Rubiah.
Cottage di Iboih Inn Aceh (Sumber)
Asyik banget, ya! Duh, jadi pengen kesana...

Jadi, kalau punya kesempatan ke Sabang, Yuk, lihat Sail Sabang 2017!



Sumber

http://sailsabang2017.co.id/id/tugu-nol-kilometer-sabang-simbol-perekat-nusantara-di-batas-barat-tanah-air/
http://www.pidii.co.id/en/sabang-free-trade-and-free-port/#Potential-Industrial-Area 
Read More
Di Surabaya itu.... sumpah panas bangett!!

Saya yang beberapa tahun merasakan tinggal di Malang saat kuliah disana, berhawa sejuk, langsung kaget dibuatnya! Padahal saya dari kecil tinggal di kota yang dekat dengan khatulistiwa. Otomatis panas ya. Lah kok, pertama-tama pindah ke Waru, Sidoarjo, mepet Surabaya, rasanya nggak tahan sama panasnya kota metropolitan itu.

Pada akhirnya, karena kami keluarga baru, kami membeli pendingin ruangan yang murah. Bukan AC, tapi kipas angin yang dipasang dalam kamat. Hadirnya kipas angin ini membuat kamar kami sedikit lebih sejuk. Tidur lebih nyaman walaupun awal-awal saya harus adaptasi karena tidak terbiasa pakai kipas angin. Efeknya, saya sering masuk angin.

Beberapa bulan kemudian, kipas angin dengan speed 2 pun masih kurang mengatasi panasnya Sidoarjo. Kasihan si kecil yang terus-terusan kena biang keringat dan pastinya rewel. Nggak ada cara lain selain memberikan bedak di badannya biar nggak semakin parah. Tidur pun selalu berkeringat sampai kasur basah terus dan sering ganti seprei.

Coba-coba datang ke salah satu toko elektronik terbesar dan sudah terkenal di beberapa kota termasuk di Malang, kebetulan pas weekend selalu ke Malang. Disana ada jual berbagai macam merk AC. Saya tanya-tanya AC setengah pk yang hemat energi terus suaranya nggak ramai. Petugasnya menjawab beberapa produk, salah satunya Daikin. Saya penasaran karena saya belum pernah mendengar merk itu.

Lihat-Lihat AC di Mall Elektronik

Petugasnya bilang AC Daikin memang merk udah lama, tapi dia kelas atas. Terus saya lihat fitur-fiturnya. Nggak sekuno yang saya bayangkan, sih. Saya lihat yang paling murah di merk itu untuk tipe standarnya 1/2 PK FTV 15 AXV14"STANDARD. Tipe itu adalah tipe split untuk hunian, coba cek di webnya AC Daikin. Walaupun paling murah fiturnya menyenangkan.

Sumber AC Daikin


Teknologi dari Jepang itu sudah menggunakan teknologi modern yang memang dibutuhkan di jaman sekarang. Terutama fitur AC hemat energi. Karena kamar saya tidak terlalu besar maka ukuran setengah pk ini cocok untuk ruangan sekitar 3x3 m. Selain itu, bentuk panelnya datar yang memudahkan pembersihan berkala.

Ada mode senyap juga. Waktu saya masih di kalimantan, rumah dinasnya kan sudah tua termasuk AC di dalam rumah. Lah, kalau dinyalakan pasti suaranya bising banget. Saya sih maklum mungkin karena sudah model lama. Dan pasti kurang hemat energi. Daikin ini model lama tapi sudah mengikuti jaman modern. Makanya ada mode senyap juga.

Biasanya AC itu aliran udaranya cuma satu arah. Kerasa banget kalau lagi di bawah AC kepala langsung cenut-cenut karena dinginnya langsung kena kepala. Kalau AC Daikin ini bisa diatur aliran udaranya biar bisa menyebar jadi rata ke seluruh ruangan. Wah, cocok buat saya yang tidak begitu tahan berlama-lama di bawah AC!

Setelah pulang dari sana, saya penasaran cari testimoni orang-orang tentang Daikin. Di satu forum terkenal, ternyata rata-rata pilih Daikin, katanya sama hemat energinya dengan salah satu merk AC. Suaranya juga nggak terlalu bising. Pengaturan suhu AC Daikin juga lebih tepat.

Saya nggak tahu kalau ternyata AC Daikin termasuk pilihan keluarga Indonesia karena sudah nyaman dan hemat energi pula!

Kebetulan ini ada AC Daikin waktu acara seminar suami. (sebelah kanan di foto)



Kalau AC ya Daikin!

Read More

Follower