Sudah beberapa bulan ini, saya merasa kulit muka saya iritasi. Karena setiap saya pakai toner, kulit saya perih. Saya juga nggak tahu sejak kapan itu mulainya. Memang semenjak saya hamil anak pertama (sekitar tahun 2015) saya nggak pernah perawatan. Mentok-mentok pakai facial foam Ponds saat mandi atau pakai ekstrak bengkoang lotion dan toner setelah mandi atau setelah pakai make up.

Tapi saat Ponds saya habis, saya malah nggak pernah beli lagi dan nggak perawatan lagi. Bahkan hanya memakai pelembab kecuali kalau keluar rumah baru deh pakai foundation cair yang ber-SPF.

Saya sudah nggak pernah lagi perawatan. Sebenarnya banyak klinik kecantikan di Malang tapi saya belum tergerak ke klinik itu. Nah, kebetulan temen saya ngasih tawaran untuk nyoba perawatan di klinik kecantikan di Malang. Namanya DNI Skin Centre di kota Malang.

Lokasi DNI Skin Centre

Klinik spesialis kulit DNI Skin Centre ini di Kota Malang ada di Jl. Soekarno Hatta No.4, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65142. Telepon (0341) 4374036. Ternyata dekat dengan rumah mertua saya. Jadi dari pertigaan lampu merah Universitas Brawijaya lurus saja lewat jembatan Soekarno Hatta. Terus ketemu perempatan. Biasanya perempatan ini ditutup jadi nggak bisa belok kanan. Nah di perempatan itu ada Pizza Hut. DNI Skin Centre ada di sebelah kiri setelah Pizza Hut itu.

DNI Skin Centre di Malang

Profil DNI Skin Centre

DNI Skin Centre merupakan klinik spesialis kulit ini memiliki kantor pusat di Renon, Denpasar, Bali. Klinik spesialis kulit ini berdiri sejak 14 Februari 2011 oleh dokter spesialis kulit bernama Dr.dr. I Gusti Nyoman Darmaputra SpKK. Dokter Darma berempati terhadap pengetahuan masyarakat yang masih rendah pada kesehatan kulit dan efek sampingnya. Sehingga Dokter Drama membuka klinik spesialis kulit bernama DNI Skin Centre.
Hingga saat ini DNI Skin Centre ada enam cabang di Indonesia yaitu Bali, Jakarta, Malang, Lombok, Gresik, Makassar.



Review Pelayanan dan Treatment

Begitu saya masuk ke ruangan dokter, saya pun diperiksa dengan alat untuk melihat secara detail kondisi kulit saya. Saya pun bisa melihat kulit saya yang merah-merah karena iritasi. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, dokter pun menyarankan saya untuk facial dan injeksi.



Facial di klinik DNI Skin Centre ada bermacam-macam juga, seperti lifting facial, facial detox, acne/glowing facial, dan hidro facial.

Kalau tidak salah saya disaranin hidro facial tapi saya nggak begitu suka facial. Akhirnya dokter memilihkan treatment saya yaitu peeling. Saya pun bertanya tentang injeksi. Ternyata itu adalah jarum yang ditusuk-tusukkan ke kulit agar kulit kenyal. Saya tambah nggak berani seh. Akhirnya treatment injeksi diganti jadi treatment elektro glowing.

Untungnya, dokternya sabar dan mau menjelaskan tentang treatment injeksi yang bisa membuat orang tidak nyaman tapi hasilnya memang lebih bagus.

Saya pun ke lantai atas bersama anak bayi saya, Raceqy (34 bulan). Saya berada di ruangan treatment yamg terdiri dari dua tempat tidur.



Setelah itu wajah saya dibersihkan dengan susu pembersih. Oiya karena DNI Skin Centre di Malang ini ada beautician lagi jadi yang memberi treatment ya pegawai yang membantu saya di meja resepsionis. Saya pun berbaring dan membuka jilbab.



Mata saya ditutup dengan sesuatu (mungkin kapas) yang diberi air dingin. Rasanya nyesss. Melakukan peeling pun tak lama, tak sampai 10 menit peeling selesai.

Yang saya khawatirkan saat treatment adalah anak saya rewel minta pulang karena lama. Untungnya dia malah melihat saya dengan anteng sambil bertanya-tanya apa yang saya lakukan.

Treatment kedua yaitu elektro glowing. Wajah saya diolesi dengan serum kemudian saya disuruh pegang dengan tangan kanan dan kiri sebuah besi kali ya (saya nggak paham namanya) yang tersambung dengan kabel ke suatu alat. Kemudian alat yang bersinar itu mengelilingi seluruh wajah saya agar serum lebih meresap.

Mbaknya memang sudah menjalani pelatihan untuk melakukan treatment ini. Biasanya mbaknya melayani facial dan baru pertama kali melayani Elektro Glowing. Walupun begitu, mbaknya tampak sudah terlatih dengan alat yang modern. Tanpa canggung.

Di beberapa bagian kulit saya yang mengalami iritasi dan perih saat di treatment, tapi mbaknya cukup pelan dan tetap membuat saya nggak kesakitan.

Penggunaan produk DNI Skin Centre

Karena kulit saya kering-kering, akhirnya saya diberi produk kecantikan berupa nutrisi dan sunscreen. Mungkin nutrisi yang dimaksud adalah pelembab. Oiya, untungnya produk kecantikan ini nggak perlu ditaruh di kalkus tapi cukup di suhu ruang.



Untungnya lagi, saat selesai memakai nutrisinya selama tiga hari, saya nggak perlu memakai lagi kecuali kalau kulit terasa perih dan iritasi. Baguslah, apalagi saya termasuk tipe orang yang nggak telaten memakai produk-produk kecantikan, hehe.

Oiya, saya sempat bertanya-tanya dengan produk DNI Skin Centre, apakah sudah ada label LPPOM? Dengan mata seperti elang alias membaca tulisan kecil-kecil di produknya, saya pun menemukan kode produk dari LPPOM.

Kelebihan dari produk DNI Skin Centre

Kualitas dan harga

Dokter Drama yang juga bekerja menjadi dosen ini membuat beliau mengetahui riset-riset terbaru sehingga saat dia membuat racikan obat ini, beliau membuatnya dengan kandungan yang sesuau. Sehingga nggak perlu membutuhkan banyak biaya untuk menciptakan sebuah produk. Dengan begitu, harga jualnya juga tidak sampai menguras kantong.

Kejujuran terhadap produk dan treatment

Ketika saya kesana dan diperiksa kulit wajah saya, dokter kemudian merekomendasikan jenis treatment yang cocok buat saya. Jadi walaupun kalau kita minta perawatan yang tidak sesuai dengan kulit pasien, maka dokter nggak akan memberikan. Prinsip DNI Skin Centre ini tak hanya memberikan pelayanan yang baik saja tapi juga pelayanan yang jujur terhadap treatment terhadap pasien. Begitu juga dengan produknya, semua tergantung masalah kulit pasien.

Tampil percaya diri tanpa make-up

Dengan slogan "Beauty For Everyone" diharapkan DNI Skin Centre bisa menjangkau semua kalangan karena harganya yang tidak terlalu mahal. Selain itu, DNI Skin Centre ingin para wanita percaya diri tanpa make-up karena kecantikannya terpencar. Wuzzz. Saya pengen banget bisa begini. Tanpa susah-susah pakai make-up, sudah kayak pake make-up aja, hehe. Maklum kadang saya malas keluar pakai make-up, need a time. Kalau nggak pake make-up wajah keliatan kumus-kumus. Harapannya DNI Skin Centre bisa buat wajah saya nggak kumus-kumus, hehe.

Menurut pegawai DNI Skin Centre, treatment di klinik kecantikan di Malang itu cukup lengkap walaupun di kantor pusat lebih lengkap treatmentnya.
Di klinik spesialis kulit ini nggak hanya untuk wajah tapi juga untuk kulit rambut, tangan, kaki, leher. Pokoknya semua kulit.

Pulang ke rumah setelah merasakan peeling dan elektro glowing, efeknya mungkin tidak terllu signifikan karena memang baru pertam kali perawatan. Tapi saya merasa wajah sedikit lebih segar.Tinggal perawatan pakai krim nya nih.

Ketika menulis ini, sudah seminggu saya menggunakan krimnya. Hasilnya wajah saya tidak kering lagi walaupun wajah saya nggak jadi lebih putih  tapi saya merasa kulit saya nggak perih lagi.

Read More
Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku. (H.R. Tirmidzi)


Mungkin ada yang pernah mendengar hadits itu? Kalau membaca hadits itu, saya sempat berpikir, apakah saya cukup baik untuk keluarga saya sendiri? Khususnya keluarga kecil saya. Suami saya, anak pertama dan kedua saya.

Saya memang berusaha sekuat tenaga saya untuk menjalankan peran sebagai ibu dan istri.

Dan menurut saya, saat sakit adalah saat dimana saya harus maksimal melakukan perawatan. Sejak hamil anak pertama, saya menjadi rajin konsumsi bahan-bahan alami tak hanya saat sakit tapi juga untuk perawatan. Bukan berarti saya anti dengan obat kimia. Bagi saya, bahan-bahan alami memang bisa digunakan untuk pengobatan hanya saja memerlukan waktu yang cukup lama dibanding obat kimia.

Konsumsi Madu Saat Hamil dan Menyusui

Ketika saya hamil anak pertama dan anak kedua, saya mengkonsumsi madu hamil sehari sekali. Rasanya seperti madu tapi ada rasa pahitnya karen ada tambahan bahan alami lainnya. Saya lupa bahan apa saja. Jadi madu hamil ini dikonsumsi bersama air hangat satu cangkir sehingga rasa pahit tidak terasa.

Air Zam-zam dan Maagku

Siapa yang tidak kenal dengan minuman penuh keberkahan ini. Saya paling suka minum air zamzam apalagi saat saya kerasa sakit. Waktu itu saya pernah sakit maag.

Kalau saya sudah kena maag, biasanya saya diamkan dulu. Biasanya akan reda sendiri setelah saya minumin air putih atau saya makan nasi. Kadang juga nggak ngefek bahkan bertambah parah, jadinya saya terpaksa minum obat.

Namanya obat kimia juga terkadang sekali minum sembuh, tapi kadang juga belum sembuh. Jadi walau saya tetap konsumsi obat dari dokter Puskesmas, saya juga minum air zamzam. Setelah saya bacain doa, saya minum sampai satu gelas penuh sekitar 300 ml.

Tak lama, perut saya terasa kembung dan penuh. Entah kenapa saya merasa ingin muntah. Saya pun segera berlari menuju kamar mandi. Eh, tapi belum sampai kamar mandi, saya sudah muntah di depan kamar. Rasanya isi perut keluar semua.

Radang Tenggorokan dan Minyak Jintan Hitam (Habbatusauda) 

Saya pernah minum habbatusauda yang kapsul. Setiap glegekan saya merasa ada bau jintan keluar dari mulut. Karena saya nggak telaten, jadinya saya berhenti mengkonsumsi. Belum lagi katanya orang-orang, kalau orang arab konsumsi habbatusauda dengan mencampurkan ke makanan.

Suatu ketika, anak saya batuk dan sariawan di tenggorokan, akhirnya saya ke dokter, disuruh tes lab takutnya difteri. Alhamdulillah setelah tes, ternyata hasilnya negatif. Wakaupun akhirnya sembuh, beberapa bulan kemudian, anak saya kena lagi. Kalu kata orang Jawa namanya apa gitu tapi hampir sama kayak sariawan. Saya periksa ke dokter spesialis anak, ternyata katanya anak saya kena radang tenggorokan. Setelah dikasih obat, seminggu kemudian anak saya sembuh.

Tak disangka anak saya kena lagi dengan ciri yang sama, akhirnya saya beri minyak jintan hitam. Dengan doa yang kuat dan pemberian jintan yang rutin. Alhamdulillah, seminggu kemudian sembuh. Alhamdulillah juga sampai usia hampir tiga tahun ini dia ngga kena penyakit yang sama. Kalau saya atau anak saya batuk dan pilek biasanya saya minumkan minyak jintan hitam. Wallahu alam.

Batuk-batuk dan Air Jeruk Nipis

Nah, kalau minuman ini adalah minuman favorit suami. Dia suka sekali minta membuatkan minuman jeruk nipis saat lagi batuk. Kalau saya lebih suka minum perasan jeruk nipis tambah kecap seperti minum obat. Menurut saya perasan jeruk nipis dan kecap adalah salah satu pengobatan batuk.

Segelas Jahe Hangat untuk Cinta

Sakit masuk angin sudah bikin saya nggak bisa beraktivitas. Padahal kalau dipikir-pikir penyakit itu kan bukan penyakit berat. Kalau orang jaman dulu, masuk angin obatnya cuma dikerok aja paling habis itu sembuh. Tapi saya nggak berani dikerok. Biasanya suami nyaranin minum hangat. Atau saat suami lagi masuk angin, suami akan minta buatkan minuman jahe hangat.
Setiap ada minuman jahe instan di rumah mertua, pasti minuman itu akan habis duluan deh diminum suami. Haha.

Makanya pas saya beli sari jahe Herbadrink, dia langsung bahagia banget. Satu bungkus Herbadrink isinya 5 sachet masing-masing 25 gram. Untuk ukuran suami saya, satu sachet itu untuk satu cangkir kecil tamu ya masih kurang. Jadi lima sachet itu bisa habis nggak sampai tiga hari.


Gara-gara suami minum sari jahe Herbadrink, saya jadi penasaran. Pas saya coba, rasanya pedas-pedas jahe. Segar. Di tenggorokan rasanya lega. Bagi pecinta manis, rasa manisnya sari jahe Herbadrink sudah cukup tapi kalau nggak terlalu suka manis mending beli yang sugar free aja.

sari jahe Herbadrink bisa dibeli di Alfamidi, Giant, dan Superindo. Mungkin ada yang tahu tempat lain buat beli Herbadrink? Bisa komen di bawah ya, hehe.
Saat saya menghadiri undangan kepenulisan di Jakarta, saya bawa sari jahe Herbadrink ini untuk menghangatkan diri setelah perjalanan. Tentunya karena praktis jadi tak perlu makan tempat yang banyak dan nggak berat.
Perjalanan ke Jakarta


Sampai di hotel, saya membongkar tas saya. Well, saya hampir terlupa kalau bawa sari jahe Herbadrink. Ok, karena saya buru-buru untuk acara selanjutnya, jadi minumnya agak nanti saja. Hehe.

Saya harus minum ini setelah acara selesai malam ini


Sari Temulawak 

Minuman yang satu ini terkenal sebagai penambah nafsu makan. Tapi sebenarnya manfaat minum temulawak nggak cuma itu aja tapi juga untuk menjaga kesehatan hati. Saya pernah memesan minuman temulawak pada teman saya. Hanya saja tak cuma temulawak saja tapi juga ada campuran lainnya. Saya beli ini biar anak saya mau makan banyak.

Ujung-ujungnya, anak saya nggak mau ngehabisin. Jadi saya yang neghabisin. Karena saya suka rasanya, jadi saya beli yang praktis saja bisa dibawa kemana-mana. Satu sachet sari temulawak Herbadrink masuk juga ke tas saja untuk menemani perjalanan saya ke Jakarta.

Sari Lidah Buaya untuk Kemudahan "Berekspresi"

Saya sih tahunya lidah buaya buat perawatan rambut. Ternyata nggak. Pernah suatu ketika, ibu mertua saya beli minuman lidah buaya. Isinya cair dan ada batang lidah buayanya. Awalnya saya merasa agak aneh melihat batang lidah buaya dijadikan minuman. Ketika saya minum, ternyata rasanya segar juga.

Nah, kenapa saya sebut Sari Lidah Buaya untuk kemudahan "berekspresi" ? Sebenarnya ini tak jauh dari manfaat Lidah Buaya untuk memudahkan dan melancarkan buang air besar. So, kalau buang air besar maka berekspresi pun lebih mudah. Kalau buang air besar susah, maka ekspresinya cuma satu. Sakit. Hehe.

Saya pun coba beli minuman lidah buaya tapi yang lebih praktis. sari lidah buayabermanfaat untuk mengatasi susah buang air besar. Wah, cocok buat anak saya. Tapi ketika saya baca petunjuknya, ternyata sari lidah buayaHerbadrink ini nggak cocok buat ibu hamil, menyusui dan anak di bawah 10 tahun. Yah, saya terpaksa nggak minum dulu. Akhirnya yang minum hanya suami saja.

Kebaikan Alami Herbadrink di Sela Santap Siang
Sari jahe,  sari temulawak dan sari lidah buaya Herbadrink ini diolah berdasar resep tradisional indonesia dan diproses dengan teknologi modern. Selain itu bahan yang digunakan juga bahan-bahan alami pilihan. Sudah alami, pilihan lagi ya.

Kebaikan alami telah menemani perjalanan hidupku untuk menjadi sehat tanpa ketergantungan. Menurutku, menghadirkan kebaikan alami dalam keluarga adalah bukti cinta  kepada keluarga yang tak terbatas. Semoga menjadi makhluk yang baik terhadap keluarga.

Read More
Menikmati liburan yang seru di kota sendiri atau yang dikenal sebagai staycation memang sudah sering kita lakukan. Menurut beberapa orang, staycation itu bisa berlibur dan menginap dihotel di dalam negeri atau bahkan hanya liburan di tempat wisata di kota sendiri.

Di Kota Malang, ada rekomendasi staycation untuk yang menarik untuk menghilangkan penat. Tentu, staycationbisa dilakukan dalam waktu beberapa jam.

Mau menikmati wisata Malang dengan staycation bergaya kolonial Belanda, kita bisa mengunjungi hitel Shalimar Malang yang da di Jalan Buring, di depan Taman Cerme.

Kebanyakan bangunan jaman kolonial itu menyeramkan tapi kesan itu sekarang tidak terlihat pada hotel shalimar Kota Malang. Setelah saya memasuki hotel itu dan menelusuri hingga ke kamar hotel, justru saya merasa homy sekali.

Hotel ini baru saja direnovasi. Setelah sesi tips menulis cerita travelling yang saya ikuti, para peserta pun diajak berkeliling hotel dan melihat dua kamar hotel (Executive Room dan President Room).

Manajemen hotel juga menjelaskan kenapa disebut Boutique Hotel karena konsep yang ditawarkan tak hanya untuk penginapa saja. Jadi pengunjung seolah-olah sedang berada di butik yang ada di Bali, bukan di Malang.
Yang pasti hotel ini sangat bagus untuk foto-foto. Bayak spot foto yang bisa diambil untuk mengabadikan momen kita. Bahkan juga sering ada foto prewedding di hotel ini.

Setelah selesai mengelilingi hotel, ada beberapa cara menarik menikmati staycation di Hotel Shalimar Malang, yaitu:

1. Menikmati sunset di sun terrace.
Sun terrace ini dibuka dari jam 10.30-21.00. Teras hotel ini disediakan sofa-sofa untuk menikmati matahari terbit dan matahari terbenam. Di sini kita bisa juga mengambil foto-foto selfie/wefie. Udara yang sejuk membuat nyaman untuk mengobrol bersama pasangan di sun terrace ini.



2. Menikmati kuliner ala Belanda
Menurut manajemen hotel, de Hemel Restaurant menyediakan menu ala Belanda seperti de rijstaffel dan ayam kodok ala Belanda. Chef restaurant di sini memang jago membuat masakan-masakan Eropa.

3. Menambah pengetahuan kesejarahan di perpustakaan hotel
Well, orang Eropa memang suka sekali membaca terutama saat di dalam kereta bawah tanah. Fasikitas perpustakaan ini mungkin saja disediakan untuk tamu hotel asal Eropa, khususnya Belanda, yang ingin mengetahui kesejarahan Indonesia dengan bahasa Belanda. Saya menemukan banyak sekali buku berbahasa Belanda. Memang tak banyak buku yang disedaikan tapi menurut saya cukup berbobot untuk pengetahuan kesejarahan. Saya tak menemukan novel-novel teenlit atau fantasi hehe.



4. Memakai baju vintage dan berfoto di sudut bangunan
Rasanya kurang pas kalau tidak berfoto di bangunan yang terkesan jadul itu. Maka staycation di Hotel Shalimar bisa menggunakan baju vintage dengan aksesoria vintage seperti topi, sepatu atau tas untuk berfoto di setiap sudut bangunan. Di depan hotel ini juga ada mobil kodok VW berwarna putih sebagai tempat yang cocok untuk foto atau untuk prewedding.

Menikmati cara menarik saat wisata Malang di Hotel Shalimar bisa membuat liburan kamu berkesan. Ada banyak cara agar staycation kamu berkesan coba cari aja di travelingyuk.com.
Read More
Setelah berjalan-jalan di Masjid Agung Jawa Tengah, kami pun langsung ke Hotel Kesambi Hijau untuk check in. Dengan bantuan google map, akhirnya kami sampai juga di  Hotel Kesambi Hijau. Menurut web ini,  Hotel Kesambi Hijau dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan dikelola oleh Perusahaan Daerah Cinta Mandiri Jateng (PD TMJT).

Lokasi Hotel Kesambi Hijau

Hotel Kesambi Hijauini berada di Jalan Kesambi, Gajahmungkur. Kalau dari Jalan Pemuda lurus saja sampai ada perempatan merah. Jalannya naik ke atas. Setelah Siranda reservoir dan favehotel Diponegoro, ada Jalan Siranda di sebelah kanan. Kelihatan kok dari jalan ada hotel berwarna hijau seperti nama hotelnya.  Kami masuk aja ke jalan itu. Kebetulan ada plang yang bisa terbaca jelas.

Sampai di halaman hotel yang sangat sepi dari mobil, kami pun memilih parkir yang dinaungi oleh pohon-pohon yang dekat ATM Bank Jateng.
Oiya alamat  Hotel Kesambi Hijau yaitu Jl. Kesambi No.7, Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Check in

Apa yang menjadi kekhawatiranku saat pesan hotel online adalah kamar hotel yang tiba-tiba kehabisan. Saya pernah mendengar keluhan ini terjadi. Jangan sampai deh. Alhamdulillah, itu nggak terjadi pada saya.

Hotel Kesambi Hijau Semarang

Saya pun segera masuk ke bangunan yang berwarna hijau itu. Begitu saya masuk lobi hotel yang nyess alias sejuk, ada sofa berbentuk melingkar di tengah lobi seolah menyambut kami dengan kesegarannya.
Lobi Hotel Kesambi Hijau Semarang


Saya pun langsung menuju ke resepsionis hotel. Dua orang petugas sedang berada di meja resepsionis. Seorang petugas wanita menyambut saya kemudian saya  tunjukkan kode pemesanan yang dikirim via email oleh traveloka. Petugas yang ramah dan cantik itu meminta KTP saya sebagai jaminan. Tak lama, sekitar 3 menit, saya pun dapat kunci kamar hotel. Alhamdulillah.

Seorang petugas hotel laki-laki dengan ramahnya menawarkan diri untuk membawakan barang bawaan kami yang cukup banyak printilannya. Sebagai orang Jawa, saya merasa merepotkan karena sudah membawakan tas kami. Pertama saya menolaknya dengan halus. Tapi petugas hotel bersikeukeuh meminta dibawakan. Yaudah deh nggak apa-apa.

Melewati Garden Resto

Begitu keluar dari lobi hotel, kami berada di taman hotel. Saya melihat ada panggung kecil. Sepertinya akan ada acara live music atau mungkin sudah selesai? Taman itu sebenarnya bisa berfungsi tak hanya untuk live music tapi juga buat garden resto karena banyak gazebo-gazebo taman berbentuk payung di setiap pojok taman. Di depan garden resto ada bangunan sebagai tempat para tamu hotel untuk sarapan. Yap, itu resto hotel yang di dalam ruangan.

Garden Resto yang disulap menjadi panggung

Superior room is Super!

Kami memasuki lift dan menuju ke lantai satu. Petugas hotel menunjukkan kamar kami yang ada di ujung bangunan. Begitu kartu kamar hotel di scan di pintu, kamar pun terbuka. Pak petugas langsung memasukkan kartu hotel ke dalam slot kartu di dalam kamar. Seluruh jaringan listrik dalam kamar pun menyala.

Saya langsung merebahkan si kecil di tempat tidur. Dia langsung ketawa-ketiwi pertanda hatinya yang lega akhirnya bisa tidur di tempat tidur. Raceqy juga bahagia dan minta dinyalakan televisi untuk nonton kartun.
Saya teringat makanan si bayi yang saya buat dari Sragen. Bubur bayi yang saya bekukan. Sampai Semarang mulai melembek, nggak mencair, tapi masih dingin. Soalnya waktu perjalanan saya taruh di laci mobil jadi suhunya tetap dingin. Saya pun memasukkannya ke dalam kulkas walaupun saat itu kulkasnya belum dingin.

Fasilitas Kamar Superior (hape baterai habis jadi pake kamera hape jadul)


Dengan harga yang cukup murah, saya merasa cukup puas dengan fasilitas yang diberikan, seperti:

  • Kamar yang bersih. Sepertinya kebersihan ini harus menjadi prioritas utama agar tamu menjadi betah.
  • Tempat tidur nyaman. Setelah lelah perjalanan seharian, tempat tidur hotel menjadi tempat melepas lelah.
  • Fasilitas coffee dan tea. 
  • Fasilitas peralatan mandi. Saya lupa membawa peralatan mandi. Saya sempat kepikiran kalau saya harus keluar lagi dari hotelmhanya untuk membeli peralatan mandi. Alhamdulillah, ternyata disediakan. Iya lah, sekelas hotel Kesambi Hijau yang merupakan kelas bintang dua.
  • Standing shower, wastafel, kloset duduk.  
  • AC yang cukup dingin walaupun sedikit berisik. Biasanya ac hotel itu dingin tapi menurut saya tidak terlalu dingin.
  • Sandal hotel dan laundry bag.
  • Wifi. Sayangnya jaringan wifi di kamar saya terlalu lemah jadi saya nggak bisa berselancar menggunakan jaringan wifi. Menurut saya sih justru biar saya istirahat. Lagian hape saya juga lowbat dan lagi di charge. Hanya saja kalau misal ada acara di hotel seperti meeting atau live music maka kestabilan sinyal wifi ini perlu diperhatikan.
  • Fasilitas air panas di kamar mandi. Saya kira di wastafel ada air panasnya ternyata nggak ada. Fasilitas air panas hanya ada di shower.

Setelah memandikan anak, kami pergi lagi ke tempat acara. Malamnya sekitar pukul sembilan kami kembali lagi dari hotel. Karena hotel ini berada di jalan masuk dan di depan hotel nggak ada toko atau minimarket, jadi sebelum masuk hotel, lebih baik beli air minum botolan dari luar atau makanan ringan untuk dimakan di hotel jika dibutuhkan.

Begitu sampai hotel malamnya, kami terkejut karena parkir mobil tiba-tiba menjadi penuh sekali. Suami bertanya kepada Pak satpam. Untungnya Pak Satpam dengan baik hati mau mengarahkan kami memarkir mobil di antara mobil-mobil lainnya.

Kami pun beristirahat sampai esoknya pagi-pagi sekitar jam enam pagi kami check out untuk melanjutkan berwisata ke Museum Kereta Api Ambarawa.

Oiyaa, saya memang nggak memilih sarapan di hotel. Soalnya mau kuliner pagi di Semarang.

Restauran di Hotel Kesambi Hijau yang mengarah ke Semarang Bawah


Kalau diberi skor, saya bisa memberi skor pada Hotel Kesambi Hijau:

  • Kenyamanan nilai 8
  • Kebersihan nilai 8
  • Ketersediaan fasilitas (termasuk wifi, AC) nilai 7
  • Keramahan petugas nilai 9
  • Keamanan 9

Jadi jangan ragu lagi kalau mau menginap di  Hotel Kesambi Hijau. Selamat berlibur!
Read More
Ketika tiba di Semarang, suami langsung bertemu temannya yang sudah membuat janji. Setelah selesai, masih ada waktu untuk jalan-jalan sebelum melanjutkan acara di sore hari. Tapi kami tak punya tujuan untuk dikunjungi karena panasnya matahari siang membuat kami enggan untuk jalan-jalan. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Masjid Agung Jawa Tengah yang tak jauh dari tempat teman suami.

Walaupun saya pernah tinggal di Semarang hampir dua tahun tapi saya belum pernah mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah, tempat wisata religi yang cukup terkenal bagi penduduk luar kota Semarang.

Sekilas Tentang Masjid Agung Jawa Tengah

Berbekal Google Map, kami pun menuju ke Masjid Agung Jawa Tengah yang berada di Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Dalam perjalanan menuju ke Masjid, kami melihat banyak sekali bus-bus yang lewat dari lajur yang berlawanan. Saya menduga mereka telah selesai berwisata ke Masjid.
Masjid Agung Jawa Tengah Di Kota Semarang

Begitu saya memasuki gerbang, saya melihat dari kejauhan kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah yang memiliki perpaduan arsitektur Arab, Jawa dan Romawi. Masjid ini dibangun tahun 2001 kemudian diresmikan oleh Mantan Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 14 November 2006. Luas kawasan Masjid Agung Jawa Tengah seluas sekitar 10 hektar.

Adzan dzuhur berkumandang. Kami pun mencari tempat berteduh dan suami memarkirkan mobilnya di bawah teduhnya pepohonan parkiran. Dari area parkiran saja, saya bisa melihat area Masjid Agung Jawa tengah di bawah terik matahari yang membuat kulit panas. Beberapa pengunjung tak peduli panasnya terik matahari, mereka tetap berfoto di teras depan masjid yang luas.




Saat tiba di parkiran Masjid, saya melihat ada tenda yang terpasang di gedung sebelah masjid.  Saya melihat sudah banyak sekali mobil yang parkir. Banyak juga pengunjung yang pakai kemeja batik untuk laki-laki. Begitu saya jalan menuju ke gedungnya, ternyata ada acara resepsi pernikahan. Gedung di samping masjid Agung Jawa Tengah ini juga bisa disewakan untuk acara-acara seperti pernikahan. Ketika pintu terbuka, AC gedungnya kerasa dingin banget.

Saya, suami dan anak segera mencari tempat wudhu. Tempat wudhu wanita ada di bagian bawah. Ketika masuk ruangannya rasanya sejuk banget. Banyak orang duduk-duduk di sana. Saya juga merasa seperti di era tahun 90-an karena lantai keramiknya jadul. Kamar mandinya juga bersih.

Lupa Bawa Mukenah!

Saya naik dua lantai untuk sholat. Sudah banyak orang yang melaksanakan sholat dzuhur. Saya mencari-cari lemari yang menaruh mukena. Sayangnya hanya ada dua lemari kecil di tempat wanita. Isinya juga nggak ada mukenah-nya.

Saya lihat orang-orang yang sholat dan mencoba menerka-nerka mana yang memakai mukenah masjid. Maksud hati ingin mendatangi. Sayangnya, saya juga nggak bisa membedakan mana mukenah yang punya masjid mana yang punya pribadi.

Saya melihat pengunjung pada duduk-duduj dekat lemari mukenah. Terus seseorang baru datang dan tiba-tiba mengambil mukenah yang mau dikembalikan orang. Yah, keduluan deh.

Ini bener-bener kesalahan, saya tidak membawa mukenah. Kalau di masjid Istiqlal setiap orang bisa menyewa mukenah pada seorang ibu.

Saya pun stand by berdiri melihat orang-orang yang akan mengembalikan mukenah. Akhirnya ada satu yang akan mengembalikan mukenah ke lemari. Saya pun langsung mencegatnya dan meminjamnya. Wkwkwk. Akhirnya dapat deh!

Setelah selesai sholat, kamera saya bersiap untuk mengambil gambar-gambar masjid. Beberapa rombongan berseragam juga asyik mengambil foto di dalam masjid. Saya mencoba ke depan masjid memakai kaos kaki untuk mengambil foto. Dannn... panassss bangetttt kaki saayaaa... Langsung saya berlari-lari kembali ke masjid karena panas.

Menanti-Nanti Payung Masjid Dibuka Sambil Piknik Kecil

Saya menunggu-nunggu payung Masjid Agung Jawa Tengah dibuka seperti di Masjid Nabawi. Tak ada takmir masjid yang bisa ditanya-tanya kapan akan dibuka. Saya cari di internet harusnya jam 1 siang sudah dibuka sampai jam 2 siang.
Payung Masjid Agung Jawa Tengah Masih Tertutup

Karena tak kunjung dibuka, akhirnya saya mengajak suami balik ke mobil dan memakan bekal kami seperti orang lagi piknik dengan membuka bagasi belakang mobil. Lumayan untuk mengganjal perut kami.

Setengah jam kemudian, begitu selesai makan, anak saya minta pipis ke kamar mandi. Saya pun mengantarnya ke kamar mandi masjid. Eehhh, ternyataaaa payung masjidnya sudah dibukaa! Huwaah, sedih saya nggak bisa menyaksikan payungnya dibuka. Huks. Nggak kelihatan dari parkiran.
Yaudah, deh. Semoga bisa melihat langsung di masjid Nabawi, AMMIIINNNNN yang kenceng!!!!

Penjual Oleh-oleh

Karena sudah jam setengah dua, kami pun memutuskan segera check in ke hotel. Menuju keluar kompleks masjid kami sempat berhenti dulu untuk mengambil beberapa foto. Di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah ini juga disediakan toko-toko penjual oleh-oleh baik di samping gedung (convention hall) maupun di depan masjid. Saya hanya foto toko oleh-oleh saja ya, hihi.

Souvenir Shop Masjid Agung Jawa Tengah

Menara Asmaul Husna

Di depan masjid, ada menara yang tingginya 99 meter dan bernama Asmaul Husna. Sama seperti nama-nama Allah (Asmaul Husna) yang berjumlah 99 nama. Infonya di dalam menara ada restoran, museum, dan gardu pandang yang dilengkapi teleskop untuk melihat pemandangan Kota Semarang.

Menara Asmaul Husna


Sayangnya, saya nggak masuk dan nggak kepikiran naik ke dalam karena keburu-buru mau ke tempat acara. Katanya sih tiket masuk menara Asmaul Husna ini sekitar 3.000-5.000 rupiah. Jam buka Menara Asmaul Husna dari jam 08.00-21.00. Saat malam hari kayaknya lebih seru karena lampu-lampu Kota Semarang jadi terlihat.

Poliklinik

Eh, poliklinik? Beneran saya juga baru tahu di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah ada poliklinik (poli umum dan poli gigi). Jam bukanya hari Senin-Jumat.

Bagi kalian yang sedang travelling ke Semarang, sepertinya sesekali boleh lah sholat di Masjid Agung Jawa Tengah dan mencoba menaiki menara Asmaul Husna. Lebih bagus lagi kalau pas malam hari. Dan jangan lupa bawa mukenah sendiri yah!

Read More

Follower