Minggu pagi, saya dan keluarga bergegas-gegas check out dari Hotel Kesambi Hijau. Rasanya badan saya sudah lebih segar karena beristirahat semalam di hotel bintang dua yang cukup nyaman di Semarang itu. Memang sudah saya jadwalkan untuk minggu pagi ini kami berangkat dari hotel paling lambat jam setengah tujuh pagi. Tujuan wisata keluarga kali ini adalah ke Museum Kereta Ambarawa.

Sebenarnya sekitar tahun 2011 atau 2012, waktu saya kuliah di Semarang, saya sudah pernah mengunjungi museum ini. Sayangnya dulu terlalu siang jadi saya tidak sempat naik kereta yang ada di Museum Kereta Ambarawa.
Memang apa menariknya?

Apalagi kalau sudah mendengar kata museum, pasti sangat membosankan karena isinya begitu-begitu saja. Tak ada yang menarik. Tapi Museum Kereta Ambarawa ini punya daya tarik yang membuat banyak sekali pengunjung yang pergi ke sana.

Jadi, setelah saya menelusuri tentang wisata semarang di google, kok ada yang bercerita tentang wisata museum di kota Ambarawa itu. Saya pun tertarik apalagi anak saya suka sekali dengan kereta. Saya juga sempat bertanya-tanya dengan teman saya yang tinggal di Semarang tentang wisata ke Museum Kereta Ambarawa. Teman saya malah menyarankan untuk datang gasik (pagi-pagi) agar tidak kehabisan tiket kereta. Ketika saya tanya, gasiknya jam berapa? Katanya sekitar jam setengah delapan.

Oh, okelah. Makanya saya dan keluarga check out dari hotel Kesambi Hijau jam setengah tujuh paling lambat karena perjalanan ke Ambarawa anggap saja paling lama satu jam. Belum nyasar-nyasarnya.

Lokasi

Dua tahun tinggal di Semarang ternyata nggak menjamin kalau saya bisa hapal jalanan kota Semarang dan sekitarnya. Alhasil, saat perjalanan menuju Museum Kereta Ambarawa saya mengaktifkan Google Map sepanjang jalan. Itu adalah kesalahan saya. Pada akhirnya baterai saya sudah tinggal separuh saat tiba di museumnya. Wkwkwk.

Museum Kereta Ambarawa ini berada di Jl. Stasiun No. 1, Panjang, Ambarawa, Panjang Kidul, Panjang, Ambarawa, Semarang.
Ketika saya perjalanan kesana, saya sempat nyasar untung belum jauh. Begitu sampai museum, saya sudah melihat ada dua mobil dan satu motor yang antri di depan gerbang masuk padahal belum jam delapan pagi. Gerbang masih ditutup dan belum ada tanda-tanda petugas di dalam museum.

Gerbang Museum Kereta Ambarawa


Di depan museum, pasar telah ramai didatangi pengunjung. Penjual bubur ayam dan roti goreng termasuk penjual yang ramai dikunjungi.

Lima belas menit kemudian, terlihat sudah ada petugas-petugas yang mulai datang. Pengunjung pun sudah mulai ramai memadati gerbang museum kereta. Pak satpam sudah terlihat berdiri di depan gerbang.

Uniknya, menurut pegawai kantor, ketika gerbang dibuka, akan ada pengunjung yang berlari-lari menuju loket untuk mengambil antrian dan pengunjung yang naik kendaraan seperti di sirkuit.

Gerbang pun dibuka. Semua berebut ingin mendapatkan antrian di loket. Eh, ternyata loketnya masih belum dibuka. Saya pun mendapatkan antrian yang kelima.

Pintu Masuk Loket Museum

Tiket

Begitu sampai di depan petugas loket, saya menjawab, "dua dewasa, satu  anak-anak". Harga tiket masuk museum saja :
Anak (3-12 tahun) : Rp. 5.000,-
Pelajar (berseragam) : Rp. 5.000,-
Dewasa : Rp. 10.000,-
Wisman : Rp. 15.000,- (ehm. Semoga saya nggak salah lihat ya, hehe)

Begitu kami masuk dalam museum, kami segera ke loket kereta wisata untuk antri lagi. Ibu-ibu banyak yang harus lari-lari menuju loket agar tidak kehabisan. Ckckck. Padahal dua gerbong kereta wisata dijatah untuk 100an orang. Dan kita pagi itu belum sampai 100 orang, hehe.

Oiya untuk beli tiket kereta wisata harus menunjukkan karcis masuk museum. Dan untuk 1 orang pembeli karcis hanya boleh membelikan karcis kereta wisata maksimal 4 orang. Rombongan lebih dari 20 orang harus melakukan sewa/reservasi ke Unit Pengusahaan Aset Daop 4, PT. KAI Daop 4 Semarang. Harga tiket kereta wisata sebesar 50.000 rupiah per orang baik anak-anak (diatas 3 tahun) maupun dewasa.

Kereta wisata yang digunakan pengunjung adalah kereta wisata regular (diesel) dengan model vintage dan kereta uap. Untuk kereta wisata mesin diesel dilayani tiap hari sabtu, minggu, dan hari libur nasional.

Sedangkan kereta wisata yang saya naiki adalah kereta wisata regular (diesel). Sedangkan kereta uap hanya boleh disewa maksimal 20 orang per gerbong dengan harga sekitar (Rp 6.000.000,-). Memang kereta uap ini lebih mahal. Bayangkan saja, mau naik kereta, bahan bakarnya kayu yang dibakar sampai mesin panas karena keluar uapnya.


Jam Buka

Loket masuk museum sudah dibuka pukul 08.00 begitu juga untuk loket tiket kereta wisata. Pembelian tiket juga bisa untuk jam keberangkatan kapan pun. Waktu saya kesana, hari minggu, jam keberangkatan kereta wisata adalah jam 10.00, 11.00, 12.00, dan 14.00.


Rute kereta

Rute kereta wisata ini adalah Ambarawa – Tuntang atau Ambarawa – Bedono. Waktu saya beli tiket, rute kereta adalah Ambarawa – Tuntang. Sayangnya saya juga nggak menanyakan untuk rute Ambarawa – Bedono kapan saja.

Apa saja yang ada di Museum Kereta Api Ambarawa?

Poster Sejarah

Masuk museum kereta, kita akan disuguhkan poster-poster tentang sejarah museum kereta Ambarawa. Dulu, museum ini bernama Stasiun Willem I tahun 1787 sebagai wujud penghormatan terhadap Kerajaan Belanda. Stasiun Willem I dulunya melayani Yogyakarta sampai Semarang melewati Ambarawa. Jalur ini cukup penting untuk membawa pasukan-pasukan Belanda.

Di Museum Kereta Ambarawa juga dipajang poster yang panjang untuk menjelaskan sejarah perkeretaapian secara singkat.

NISM adalah perusahaan kereta api pertama di Indonesia. Sejarah transportasi massal berawal dari Desa Kemijen, Semarang tahun 1864 dimana pembangunan rel kereta api dimulai. Hingga terowongan Wilhemina yang terkenal panjang tapi sudah tidak pernah digunakan lagi.

Lokomotif Jaman Dulu

Jaman dulu memang kereta api masih menggunakan mesin uap. Bayangkan saja jika ingin menggunakan kereta api harus dipanaskan dulu dengan cara dibakar kayunya untuk mendapatkan uap panas agar bisa jalan.  Betapa merepotkan, ya.

Di museum ini terdapat sekitar 20an lokomotif uap yang sudah dimuseumkan. Jenisnya pun macam-macam. Tapi saya nggak hapal, hehe. Tak lupa, saya dan keluarga berfoto-foto di depan lokomotif.


Suasana Stasiun Jaman Dulu

Karena museum ini dahulunya ada stasiun sehingga suasana yang ditawarkan juga jadul. Desain arsitektur museum jaman kolonial menambah suasana jaman dulu. Disini kita bisa berfoto-foto.

  



Barang Peninggalan Stasiun

Barang-barang peninggalan stasiun kereta api jaman dulu dipamerkan di museum ini (yang sempat terekam oleh kamera) seperti loket kereta, mesin cetak tiket, timbangan barang, mesin hitung, lampu handsign, lemari tiket, semboyan, topi dinas, telegraf, peneng asongan, telepon ladang.





Saya terbayang bagaimana penumpang dulu naik kereta. Setiap akan naik kereta, mereka siap menyerahkan tiket. Dari tiket itu, petugas kereta akan memeriksa karcis menggunakan mesin cetak tiket. Mesinnya pun besar.

Yang unik menurut saya adalah lampu handsign yang digunakan untuk memberi tanda bagi masinis di malam hari. Ada lagi peneng asongan yang bertugas untuk meminta pedagang asongan agar memberitahu kalau mereka harus turun dari kereta karena akan berangkat.

"I Ambarawa"

Satu lagi ikon museum kereta Ambarawa yang nggak boleh dilewatkan adalah berfoto di depan tulisan I Ambarawa. Memang enak pagi pas lagi sepi dan ketika matahari belum panas. Kita bisa berfoto tanpa harus berebut dengan pengunjung.


Toilet, Musholla, Arena Bermain

Museum juga menyediakan toilet dan musholla yang nyaman bagi pengunjung. Selain itu, ada arena bermain bagi anak-anak sambil menunggu kereta wisata berangkat.

Piknik Dalam Museum

Bisa banget loh piknik dalam Museum Kereta. Waktu saya kesana saya lihat ada pengunjung bawa tikar juga satu kotak yang saya duga berisi makanan. Benar saja, pas saya masuk ke dalam museum sudah ada pengunjung yang gelar tikar di bawah pohon yang teduh ditambah angin sepoi-sepoi. Soalnya di dalam museum ini nggak ada yang jual makanan, adanya di luar museum dan di samping pagar. Pengunjung biasa beli dari dalam. Mungkin beberapa pengunjung yang tahu tentang hal itu akhirnya membawa makanan dan tikar sendiri untuk dimakan saat siang.

Kereta wisata

Akhirnya tibalah waktunya bagi para pengunjung untuk menikmati pegunungan dengan menaiki kereta wisata atau mountain railway tour. Begitu petugas meminta para pengunjung untuk tidak terlalu dekat dengan jalur kereta, tak lama kereta wisata itu pun tiba. Lokomotif yang berwarna kuning dan menambah kesan vintage sudah terlihat dari kejauhan.

Gerbongnya yang berwarna hijau tua juga pun tak kalah vintage dan sangat mendukung warna lokomotifnya. Pagar kereta di desain seperti kereta jaman dulu.



Pengunjung sepertinya tak sabar untuk segera menaiki kereta tersebut. Begitu kereta berhenti, mereka terburu-buru untuk segera naik kereta. Saya dan suami pun menyusul mereka naik gerbong itu. Saya dan keluarga dapat tempat duduk dekat pintu masuk. Pengunjung lain pun segera menaiki gerbong kereta, sementara lokomotifnya berbalik arah di tempat berputar (aduh namanya apa ya?). Lokomotif kereta jaman dulu belum bisa mundur, jadi harus diputar di tempat khusus. Lokomotif datang dan menyambungkan kembali sambungan ke gerbong penumpang. Kereta pun jalan.

Tujuan perjalanan wisata kereta ini yaitu stasiun Tuntang. Pemandangan sepanjang perjalanan tak hanya memperlihatkan kehidupan pedesaan Ambarawa tapi juga pegunungan, sawah, dan Rawa Pening. Kami melihat aktivitas para petani, penambak, sampai penduduk yang menaiki perahu kecil untuk memancing ikan.



Sekitar setengah jam akhirnya kami tiba di Stasiun Tuntang. Di sana, kereta wisata beristirahat selama 15 menit. Saya dan suami turun dari kereta untuk sekedar melihat-lihat rupa stasiun sementara lokomotif harus berganti posisi lagi untuk kembali ke Ambarawa.

Sambungan antara lokomotif dan gerbong sudah terpasang, para penumpang langsung menaiki kereta kembali. Perjalanan kembali pulang ke Ambarawa.

Selama satu jam akhirnya kami kembali ke Museum Kereta Ambarawa. Dengan waktu selama itu, saya sendiri merasa puas dengan harga tiket pulang pergi seharga Rp. 50.000,-.

Begitu sampai stasiun Ambarawa, banyak pengunjung untuk kloter selanjutnya yang menanti kedatangan kereta kami. Saat kami turun pun, mereka terburu-buru untuk segera naik alhasil kami sempat tidak bisa turun. Petugas pun menghimbau untuk menunggu penumpang turun dulu.
Pengunjung Museum Kereta Ambarawa di hari minggu jam 11.00 siang saja sudah banyak sekali orang. Untung saja saya dan suami sudah sejak tadi pagi tiba di stasiun. Selain udara tidak panas, pengunjung pun belum begitu banyak, jadi saya puas berfoto-foto. Akhirnya kami pun pulang dengan rasa puas karena sudah keturutan, hehe.

Kalau lagi berwisata ke Semarang, Museum Kereta Api Ambarawa ini adalah salah satu destinasi wisata sejarah yang patut dicoba.
Read More

Sudah beberapa bulan ini, saya merasa kulit muka saya iritasi. Karena setiap saya pakai toner, kulit saya perih. Saya juga nggak tahu sejak kapan itu mulainya. Memang semenjak saya hamil anak pertama (sekitar tahun 2015) saya nggak pernah perawatan. Mentok-mentok pakai facial foam Ponds saat mandi atau pakai ekstrak bengkoang lotion dan toner setelah mandi atau setelah pakai make up.

Tapi saat Ponds saya habis, saya malah nggak pernah beli lagi dan nggak perawatan lagi. Bahkan hanya memakai pelembab kecuali kalau keluar rumah baru deh pakai foundation cair yang ber-SPF.

Saya sudah nggak pernah lagi perawatan. Sebenarnya banyak klinik kecantikan di Malang tapi saya belum tergerak ke klinik itu. Nah, kebetulan temen saya ngasih tawaran untuk nyoba perawatan di klinik kecantikan di Malang. Namanya DNI Skin Centre di kota Malang.

Lokasi DNI Skin Centre

Klinik spesialis kulit DNI Skin Centre ini di Kota Malang ada di Jl. Soekarno Hatta No.4, Jatimulyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65142. Telepon (0341) 4374036. Ternyata dekat dengan rumah mertua saya. Jadi dari pertigaan lampu merah Universitas Brawijaya lurus saja lewat jembatan Soekarno Hatta. Terus ketemu perempatan. Biasanya perempatan ini ditutup jadi nggak bisa belok kanan. Nah di perempatan itu ada Pizza Hut. DNI Skin Centre ada di sebelah kiri setelah Pizza Hut itu.

DNI Skin Centre di Malang

Profil DNI Skin Centre

DNI Skin Centre merupakan klinik spesialis kulit ini memiliki kantor pusat di Renon, Denpasar, Bali. Klinik spesialis kulit ini berdiri sejak 14 Februari 2011 oleh dokter spesialis kulit bernama Dr.dr. I Gusti Nyoman Darmaputra SpKK. Dokter Darma berempati terhadap pengetahuan masyarakat yang masih rendah pada kesehatan kulit dan efek sampingnya. Sehingga Dokter Drama membuka klinik spesialis kulit bernama DNI Skin Centre.
Hingga saat ini DNI Skin Centre ada enam cabang di Indonesia yaitu Bali, Jakarta, Malang, Lombok, Gresik, Makassar.



Review Pelayanan dan Treatment

Begitu saya masuk ke ruangan dokter, saya pun diperiksa dengan alat untuk melihat secara detail kondisi kulit saya. Saya pun bisa melihat kulit saya yang merah-merah karena iritasi. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, dokter pun menyarankan saya untuk facial dan injeksi.



Facial di klinik DNI Skin Centre ada bermacam-macam juga, seperti lifting facial, facial detox, acne/glowing facial, dan hidro facial.

Kalau tidak salah saya disaranin hidro facial tapi saya nggak begitu suka facial. Akhirnya dokter memilihkan treatment saya yaitu peeling. Saya pun bertanya tentang injeksi. Ternyata itu adalah jarum yang ditusuk-tusukkan ke kulit agar kulit kenyal. Saya tambah nggak berani seh. Akhirnya treatment injeksi diganti jadi treatment elektro glowing.

Untungnya, dokternya sabar dan mau menjelaskan tentang treatment injeksi yang bisa membuat orang tidak nyaman tapi hasilnya memang lebih bagus.

Saya pun ke lantai atas bersama anak bayi saya, Raceqy (34 bulan). Saya berada di ruangan treatment yamg terdiri dari dua tempat tidur.



Setelah itu wajah saya dibersihkan dengan susu pembersih. Oiya karena DNI Skin Centre di Malang ini ada beautician lagi jadi yang memberi treatment ya pegawai yang membantu saya di meja resepsionis. Saya pun berbaring dan membuka jilbab.



Mata saya ditutup dengan sesuatu (mungkin kapas) yang diberi air dingin. Rasanya nyesss. Melakukan peeling pun tak lama, tak sampai 10 menit peeling selesai.

Yang saya khawatirkan saat treatment adalah anak saya rewel minta pulang karena lama. Untungnya dia malah melihat saya dengan anteng sambil bertanya-tanya apa yang saya lakukan.

Treatment kedua yaitu elektro glowing. Wajah saya diolesi dengan serum kemudian saya disuruh pegang dengan tangan kanan dan kiri sebuah besi kali ya (saya nggak paham namanya) yang tersambung dengan kabel ke suatu alat. Kemudian alat yang bersinar itu mengelilingi seluruh wajah saya agar serum lebih meresap.

Mbaknya memang sudah menjalani pelatihan untuk melakukan treatment ini. Biasanya mbaknya melayani facial dan baru pertama kali melayani Elektro Glowing. Walupun begitu, mbaknya tampak sudah terlatih dengan alat yang modern. Tanpa canggung.

Di beberapa bagian kulit saya yang mengalami iritasi dan perih saat di treatment, tapi mbaknya cukup pelan dan tetap membuat saya nggak kesakitan.

Penggunaan produk DNI Skin Centre

Karena kulit saya kering-kering, akhirnya saya diberi produk kecantikan berupa nutrisi dan sunscreen. Mungkin nutrisi yang dimaksud adalah pelembab. Oiya, untungnya produk kecantikan ini nggak perlu ditaruh di kalkus tapi cukup di suhu ruang.



Untungnya lagi, saat selesai memakai nutrisinya selama tiga hari, saya nggak perlu memakai lagi kecuali kalau kulit terasa perih dan iritasi. Baguslah, apalagi saya termasuk tipe orang yang nggak telaten memakai produk-produk kecantikan, hehe.

Oiya, saya sempat bertanya-tanya dengan produk DNI Skin Centre, apakah sudah ada label LPPOM? Dengan mata seperti elang alias membaca tulisan kecil-kecil di produknya, saya pun menemukan kode produk dari LPPOM.

Kelebihan dari produk DNI Skin Centre

Kualitas dan harga

Dokter Drama yang juga bekerja menjadi dosen ini membuat beliau mengetahui riset-riset terbaru sehingga saat dia membuat racikan obat ini, beliau membuatnya dengan kandungan yang sesuau. Sehingga nggak perlu membutuhkan banyak biaya untuk menciptakan sebuah produk. Dengan begitu, harga jualnya juga tidak sampai menguras kantong.

Kejujuran terhadap produk dan treatment

Ketika saya kesana dan diperiksa kulit wajah saya, dokter kemudian merekomendasikan jenis treatment yang cocok buat saya. Jadi walaupun kalau kita minta perawatan yang tidak sesuai dengan kulit pasien, maka dokter nggak akan memberikan. Prinsip DNI Skin Centre ini tak hanya memberikan pelayanan yang baik saja tapi juga pelayanan yang jujur terhadap treatment terhadap pasien. Begitu juga dengan produknya, semua tergantung masalah kulit pasien.

Tampil percaya diri tanpa make-up

Dengan slogan "Beauty For Everyone" diharapkan DNI Skin Centre bisa menjangkau semua kalangan karena harganya yang tidak terlalu mahal. Selain itu, DNI Skin Centre ingin para wanita percaya diri tanpa make-up karena kecantikannya terpencar. Wuzzz. Saya pengen banget bisa begini. Tanpa susah-susah pakai make-up, sudah kayak pake make-up aja, hehe. Maklum kadang saya malas keluar pakai make-up, need a time. Kalau nggak pake make-up wajah keliatan kumus-kumus. Harapannya DNI Skin Centre bisa buat wajah saya nggak kumus-kumus, hehe.

Menurut pegawai DNI Skin Centre, treatment di klinik kecantikan di Malang itu cukup lengkap walaupun di kantor pusat lebih lengkap treatmentnya.
Di klinik spesialis kulit ini nggak hanya untuk wajah tapi juga untuk kulit rambut, tangan, kaki, leher. Pokoknya semua kulit.

Pulang ke rumah setelah merasakan peeling dan elektro glowing, efeknya mungkin tidak terllu signifikan karena memang baru pertam kali perawatan. Tapi saya merasa wajah sedikit lebih segar.Tinggal perawatan pakai krim nya nih.

Ketika menulis ini, sudah seminggu saya menggunakan krimnya. Hasilnya wajah saya tidak kering lagi walaupun wajah saya nggak jadi lebih putih  tapi saya merasa kulit saya nggak perih lagi.

Read More
Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku. (H.R. Tirmidzi)


Mungkin ada yang pernah mendengar hadits itu? Kalau membaca hadits itu, saya sempat berpikir, apakah saya cukup baik untuk keluarga saya sendiri? Khususnya keluarga kecil saya. Suami saya, anak pertama dan kedua saya.

Saya memang berusaha sekuat tenaga saya untuk menjalankan peran sebagai ibu dan istri.

Dan menurut saya, saat sakit adalah saat dimana saya harus maksimal melakukan perawatan. Sejak hamil anak pertama, saya menjadi rajin konsumsi bahan-bahan alami tak hanya saat sakit tapi juga untuk perawatan. Bukan berarti saya anti dengan obat kimia. Bagi saya, bahan-bahan alami memang bisa digunakan untuk pengobatan hanya saja memerlukan waktu yang cukup lama dibanding obat kimia.

Konsumsi Madu Saat Hamil dan Menyusui

Ketika saya hamil anak pertama dan anak kedua, saya mengkonsumsi madu hamil sehari sekali. Rasanya seperti madu tapi ada rasa pahitnya karen ada tambahan bahan alami lainnya. Saya lupa bahan apa saja. Jadi madu hamil ini dikonsumsi bersama air hangat satu cangkir sehingga rasa pahit tidak terasa.

Air Zam-zam dan Maagku

Siapa yang tidak kenal dengan minuman penuh keberkahan ini. Saya paling suka minum air zamzam apalagi saat saya kerasa sakit. Waktu itu saya pernah sakit maag.

Kalau saya sudah kena maag, biasanya saya diamkan dulu. Biasanya akan reda sendiri setelah saya minumin air putih atau saya makan nasi. Kadang juga nggak ngefek bahkan bertambah parah, jadinya saya terpaksa minum obat.

Namanya obat kimia juga terkadang sekali minum sembuh, tapi kadang juga belum sembuh. Jadi walau saya tetap konsumsi obat dari dokter Puskesmas, saya juga minum air zamzam. Setelah saya bacain doa, saya minum sampai satu gelas penuh sekitar 300 ml.

Tak lama, perut saya terasa kembung dan penuh. Entah kenapa saya merasa ingin muntah. Saya pun segera berlari menuju kamar mandi. Eh, tapi belum sampai kamar mandi, saya sudah muntah di depan kamar. Rasanya isi perut keluar semua.

Radang Tenggorokan dan Minyak Jintan Hitam (Habbatusauda) 

Saya pernah minum habbatusauda yang kapsul. Setiap glegekan saya merasa ada bau jintan keluar dari mulut. Karena saya nggak telaten, jadinya saya berhenti mengkonsumsi. Belum lagi katanya orang-orang, kalau orang arab konsumsi habbatusauda dengan mencampurkan ke makanan.

Suatu ketika, anak saya batuk dan sariawan di tenggorokan, akhirnya saya ke dokter, disuruh tes lab takutnya difteri. Alhamdulillah setelah tes, ternyata hasilnya negatif. Wakaupun akhirnya sembuh, beberapa bulan kemudian, anak saya kena lagi. Kalu kata orang Jawa namanya apa gitu tapi hampir sama kayak sariawan. Saya periksa ke dokter spesialis anak, ternyata katanya anak saya kena radang tenggorokan. Setelah dikasih obat, seminggu kemudian anak saya sembuh.

Tak disangka anak saya kena lagi dengan ciri yang sama, akhirnya saya beri minyak jintan hitam. Dengan doa yang kuat dan pemberian jintan yang rutin. Alhamdulillah, seminggu kemudian sembuh. Alhamdulillah juga sampai usia hampir tiga tahun ini dia ngga kena penyakit yang sama. Kalau saya atau anak saya batuk dan pilek biasanya saya minumkan minyak jintan hitam. Wallahu alam.

Batuk-batuk dan Air Jeruk Nipis

Nah, kalau minuman ini adalah minuman favorit suami. Dia suka sekali minta membuatkan minuman jeruk nipis saat lagi batuk. Kalau saya lebih suka minum perasan jeruk nipis tambah kecap seperti minum obat. Menurut saya perasan jeruk nipis dan kecap adalah salah satu pengobatan batuk.

Segelas Jahe Hangat untuk Cinta

Sakit masuk angin sudah bikin saya nggak bisa beraktivitas. Padahal kalau dipikir-pikir penyakit itu kan bukan penyakit berat. Kalau orang jaman dulu, masuk angin obatnya cuma dikerok aja paling habis itu sembuh. Tapi saya nggak berani dikerok. Biasanya suami nyaranin minum hangat. Atau saat suami lagi masuk angin, suami akan minta buatkan minuman jahe hangat.
Setiap ada minuman jahe instan di rumah mertua, pasti minuman itu akan habis duluan deh diminum suami. Haha.

Makanya pas saya beli sari jahe Herbadrink, dia langsung bahagia banget. Satu bungkus Herbadrink isinya 5 sachet masing-masing 25 gram. Untuk ukuran suami saya, satu sachet itu untuk satu cangkir kecil tamu ya masih kurang. Jadi lima sachet itu bisa habis nggak sampai tiga hari.


Gara-gara suami minum sari jahe Herbadrink, saya jadi penasaran. Pas saya coba, rasanya pedas-pedas jahe. Segar. Di tenggorokan rasanya lega. Bagi pecinta manis, rasa manisnya sari jahe Herbadrink sudah cukup tapi kalau nggak terlalu suka manis mending beli yang sugar free aja.

sari jahe Herbadrink bisa dibeli di Alfamidi, Giant, dan Superindo. Mungkin ada yang tahu tempat lain buat beli Herbadrink? Bisa komen di bawah ya, hehe.
Saat saya menghadiri undangan kepenulisan di Jakarta, saya bawa sari jahe Herbadrink ini untuk menghangatkan diri setelah perjalanan. Tentunya karena praktis jadi tak perlu makan tempat yang banyak dan nggak berat.
Perjalanan ke Jakarta


Sampai di hotel, saya membongkar tas saya. Well, saya hampir terlupa kalau bawa sari jahe Herbadrink. Ok, karena saya buru-buru untuk acara selanjutnya, jadi minumnya agak nanti saja. Hehe.

Saya harus minum ini setelah acara selesai malam ini


Sari Temulawak 

Minuman yang satu ini terkenal sebagai penambah nafsu makan. Tapi sebenarnya manfaat minum temulawak nggak cuma itu aja tapi juga untuk menjaga kesehatan hati. Saya pernah memesan minuman temulawak pada teman saya. Hanya saja tak cuma temulawak saja tapi juga ada campuran lainnya. Saya beli ini biar anak saya mau makan banyak.

Ujung-ujungnya, anak saya nggak mau ngehabisin. Jadi saya yang neghabisin. Karena saya suka rasanya, jadi saya beli yang praktis saja bisa dibawa kemana-mana. Satu sachet sari temulawak Herbadrink masuk juga ke tas saja untuk menemani perjalanan saya ke Jakarta.

Sari Lidah Buaya untuk Kemudahan "Berekspresi"

Saya sih tahunya lidah buaya buat perawatan rambut. Ternyata nggak. Pernah suatu ketika, ibu mertua saya beli minuman lidah buaya. Isinya cair dan ada batang lidah buayanya. Awalnya saya merasa agak aneh melihat batang lidah buaya dijadikan minuman. Ketika saya minum, ternyata rasanya segar juga.

Nah, kenapa saya sebut Sari Lidah Buaya untuk kemudahan "berekspresi" ? Sebenarnya ini tak jauh dari manfaat Lidah Buaya untuk memudahkan dan melancarkan buang air besar. So, kalau buang air besar maka berekspresi pun lebih mudah. Kalau buang air besar susah, maka ekspresinya cuma satu. Sakit. Hehe.

Saya pun coba beli minuman lidah buaya tapi yang lebih praktis. sari lidah buayabermanfaat untuk mengatasi susah buang air besar. Wah, cocok buat anak saya. Tapi ketika saya baca petunjuknya, ternyata sari lidah buayaHerbadrink ini nggak cocok buat ibu hamil, menyusui dan anak di bawah 10 tahun. Yah, saya terpaksa nggak minum dulu. Akhirnya yang minum hanya suami saja.

Kebaikan Alami Herbadrink di Sela Santap Siang
Sari jahe,  sari temulawak dan sari lidah buaya Herbadrink ini diolah berdasar resep tradisional indonesia dan diproses dengan teknologi modern. Selain itu bahan yang digunakan juga bahan-bahan alami pilihan. Sudah alami, pilihan lagi ya.

Kebaikan alami telah menemani perjalanan hidupku untuk menjadi sehat tanpa ketergantungan. Menurutku, menghadirkan kebaikan alami dalam keluarga adalah bukti cinta  kepada keluarga yang tak terbatas. Semoga menjadi makhluk yang baik terhadap keluarga.

Read More
Menikmati liburan yang seru di kota sendiri atau yang dikenal sebagai staycation memang sudah sering kita lakukan. Menurut beberapa orang, staycation itu bisa berlibur dan menginap dihotel di dalam negeri atau bahkan hanya liburan di tempat wisata di kota sendiri.

Di Kota Malang, ada rekomendasi staycation untuk yang menarik untuk menghilangkan penat. Tentu, staycationbisa dilakukan dalam waktu beberapa jam.

Mau menikmati wisata Malang dengan staycation bergaya kolonial Belanda, kita bisa mengunjungi hitel Shalimar Malang yang da di Jalan Buring, di depan Taman Cerme.

Kebanyakan bangunan jaman kolonial itu menyeramkan tapi kesan itu sekarang tidak terlihat pada hotel shalimar Kota Malang. Setelah saya memasuki hotel itu dan menelusuri hingga ke kamar hotel, justru saya merasa homy sekali.

Hotel ini baru saja direnovasi. Setelah sesi tips menulis cerita travelling yang saya ikuti, para peserta pun diajak berkeliling hotel dan melihat dua kamar hotel (Executive Room dan President Room).

Manajemen hotel juga menjelaskan kenapa disebut Boutique Hotel karena konsep yang ditawarkan tak hanya untuk penginapa saja. Jadi pengunjung seolah-olah sedang berada di butik yang ada di Bali, bukan di Malang.
Yang pasti hotel ini sangat bagus untuk foto-foto. Bayak spot foto yang bisa diambil untuk mengabadikan momen kita. Bahkan juga sering ada foto prewedding di hotel ini.

Setelah selesai mengelilingi hotel, ada beberapa cara menarik menikmati staycation di Hotel Shalimar Malang, yaitu:

1. Menikmati sunset di sun terrace.
Sun terrace ini dibuka dari jam 10.30-21.00. Teras hotel ini disediakan sofa-sofa untuk menikmati matahari terbit dan matahari terbenam. Di sini kita bisa juga mengambil foto-foto selfie/wefie. Udara yang sejuk membuat nyaman untuk mengobrol bersama pasangan di sun terrace ini.



2. Menikmati kuliner ala Belanda
Menurut manajemen hotel, de Hemel Restaurant menyediakan menu ala Belanda seperti de rijstaffel dan ayam kodok ala Belanda. Chef restaurant di sini memang jago membuat masakan-masakan Eropa.

3. Menambah pengetahuan kesejarahan di perpustakaan hotel
Well, orang Eropa memang suka sekali membaca terutama saat di dalam kereta bawah tanah. Fasikitas perpustakaan ini mungkin saja disediakan untuk tamu hotel asal Eropa, khususnya Belanda, yang ingin mengetahui kesejarahan Indonesia dengan bahasa Belanda. Saya menemukan banyak sekali buku berbahasa Belanda. Memang tak banyak buku yang disedaikan tapi menurut saya cukup berbobot untuk pengetahuan kesejarahan. Saya tak menemukan novel-novel teenlit atau fantasi hehe.



4. Memakai baju vintage dan berfoto di sudut bangunan
Rasanya kurang pas kalau tidak berfoto di bangunan yang terkesan jadul itu. Maka staycation di Hotel Shalimar bisa menggunakan baju vintage dengan aksesoria vintage seperti topi, sepatu atau tas untuk berfoto di setiap sudut bangunan. Di depan hotel ini juga ada mobil kodok VW berwarna putih sebagai tempat yang cocok untuk foto atau untuk prewedding.

Menikmati cara menarik saat wisata Malang di Hotel Shalimar bisa membuat liburan kamu berkesan. Ada banyak cara agar staycation kamu berkesan coba cari aja di travelingyuk.com.
Read More
Setelah berjalan-jalan di Masjid Agung Jawa Tengah, kami pun langsung ke Hotel Kesambi Hijau untuk check in. Dengan bantuan google map, akhirnya kami sampai juga di  Hotel Kesambi Hijau. Menurut web ini,  Hotel Kesambi Hijau dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan dikelola oleh Perusahaan Daerah Cinta Mandiri Jateng (PD TMJT).

Lokasi Hotel Kesambi Hijau

Hotel Kesambi Hijauini berada di Jalan Kesambi, Gajahmungkur. Kalau dari Jalan Pemuda lurus saja sampai ada perempatan merah. Jalannya naik ke atas. Setelah Siranda reservoir dan favehotel Diponegoro, ada Jalan Siranda di sebelah kanan. Kelihatan kok dari jalan ada hotel berwarna hijau seperti nama hotelnya.  Kami masuk aja ke jalan itu. Kebetulan ada plang yang bisa terbaca jelas.

Sampai di halaman hotel yang sangat sepi dari mobil, kami pun memilih parkir yang dinaungi oleh pohon-pohon yang dekat ATM Bank Jateng.
Oiya alamat  Hotel Kesambi Hijau yaitu Jl. Kesambi No.7, Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Check in

Apa yang menjadi kekhawatiranku saat pesan hotel online adalah kamar hotel yang tiba-tiba kehabisan. Saya pernah mendengar keluhan ini terjadi. Jangan sampai deh. Alhamdulillah, itu nggak terjadi pada saya.

Hotel Kesambi Hijau Semarang

Saya pun segera masuk ke bangunan yang berwarna hijau itu. Begitu saya masuk lobi hotel yang nyess alias sejuk, ada sofa berbentuk melingkar di tengah lobi seolah menyambut kami dengan kesegarannya.
Lobi Hotel Kesambi Hijau Semarang


Saya pun langsung menuju ke resepsionis hotel. Dua orang petugas sedang berada di meja resepsionis. Seorang petugas wanita menyambut saya kemudian saya  tunjukkan kode pemesanan yang dikirim via email oleh traveloka. Petugas yang ramah dan cantik itu meminta KTP saya sebagai jaminan. Tak lama, sekitar 3 menit, saya pun dapat kunci kamar hotel. Alhamdulillah.

Seorang petugas hotel laki-laki dengan ramahnya menawarkan diri untuk membawakan barang bawaan kami yang cukup banyak printilannya. Sebagai orang Jawa, saya merasa merepotkan karena sudah membawakan tas kami. Pertama saya menolaknya dengan halus. Tapi petugas hotel bersikeukeuh meminta dibawakan. Yaudah deh nggak apa-apa.

Melewati Garden Resto

Begitu keluar dari lobi hotel, kami berada di taman hotel. Saya melihat ada panggung kecil. Sepertinya akan ada acara live music atau mungkin sudah selesai? Taman itu sebenarnya bisa berfungsi tak hanya untuk live music tapi juga buat garden resto karena banyak gazebo-gazebo taman berbentuk payung di setiap pojok taman. Di depan garden resto ada bangunan sebagai tempat para tamu hotel untuk sarapan. Yap, itu resto hotel yang di dalam ruangan.

Garden Resto yang disulap menjadi panggung

Superior room is Super!

Kami memasuki lift dan menuju ke lantai satu. Petugas hotel menunjukkan kamar kami yang ada di ujung bangunan. Begitu kartu kamar hotel di scan di pintu, kamar pun terbuka. Pak petugas langsung memasukkan kartu hotel ke dalam slot kartu di dalam kamar. Seluruh jaringan listrik dalam kamar pun menyala.

Saya langsung merebahkan si kecil di tempat tidur. Dia langsung ketawa-ketiwi pertanda hatinya yang lega akhirnya bisa tidur di tempat tidur. Raceqy juga bahagia dan minta dinyalakan televisi untuk nonton kartun.
Saya teringat makanan si bayi yang saya buat dari Sragen. Bubur bayi yang saya bekukan. Sampai Semarang mulai melembek, nggak mencair, tapi masih dingin. Soalnya waktu perjalanan saya taruh di laci mobil jadi suhunya tetap dingin. Saya pun memasukkannya ke dalam kulkas walaupun saat itu kulkasnya belum dingin.

Fasilitas Kamar Superior (hape baterai habis jadi pake kamera hape jadul)


Dengan harga yang cukup murah, saya merasa cukup puas dengan fasilitas yang diberikan, seperti:

  • Kamar yang bersih. Sepertinya kebersihan ini harus menjadi prioritas utama agar tamu menjadi betah.
  • Tempat tidur nyaman. Setelah lelah perjalanan seharian, tempat tidur hotel menjadi tempat melepas lelah.
  • Fasilitas coffee dan tea. 
  • Fasilitas peralatan mandi. Saya lupa membawa peralatan mandi. Saya sempat kepikiran kalau saya harus keluar lagi dari hotelmhanya untuk membeli peralatan mandi. Alhamdulillah, ternyata disediakan. Iya lah, sekelas hotel Kesambi Hijau yang merupakan kelas bintang dua.
  • Standing shower, wastafel, kloset duduk.  
  • AC yang cukup dingin walaupun sedikit berisik. Biasanya ac hotel itu dingin tapi menurut saya tidak terlalu dingin.
  • Sandal hotel dan laundry bag.
  • Wifi. Sayangnya jaringan wifi di kamar saya terlalu lemah jadi saya nggak bisa berselancar menggunakan jaringan wifi. Menurut saya sih justru biar saya istirahat. Lagian hape saya juga lowbat dan lagi di charge. Hanya saja kalau misal ada acara di hotel seperti meeting atau live music maka kestabilan sinyal wifi ini perlu diperhatikan.
  • Fasilitas air panas di kamar mandi. Saya kira di wastafel ada air panasnya ternyata nggak ada. Fasilitas air panas hanya ada di shower.

Setelah memandikan anak, kami pergi lagi ke tempat acara. Malamnya sekitar pukul sembilan kami kembali lagi dari hotel. Karena hotel ini berada di jalan masuk dan di depan hotel nggak ada toko atau minimarket, jadi sebelum masuk hotel, lebih baik beli air minum botolan dari luar atau makanan ringan untuk dimakan di hotel jika dibutuhkan.

Begitu sampai hotel malamnya, kami terkejut karena parkir mobil tiba-tiba menjadi penuh sekali. Suami bertanya kepada Pak satpam. Untungnya Pak Satpam dengan baik hati mau mengarahkan kami memarkir mobil di antara mobil-mobil lainnya.

Kami pun beristirahat sampai esoknya pagi-pagi sekitar jam enam pagi kami check out untuk melanjutkan berwisata ke Museum Kereta Api Ambarawa.

Oiyaa, saya memang nggak memilih sarapan di hotel. Soalnya mau kuliner pagi di Semarang.

Restauran di Hotel Kesambi Hijau yang mengarah ke Semarang Bawah


Kalau diberi skor, saya bisa memberi skor pada Hotel Kesambi Hijau:

  • Kenyamanan nilai 8
  • Kebersihan nilai 8
  • Ketersediaan fasilitas (termasuk wifi, AC) nilai 7
  • Keramahan petugas nilai 9
  • Keamanan 9

Jadi jangan ragu lagi kalau mau menginap di  Hotel Kesambi Hijau. Selamat berlibur!
Read More

Follower