Tampilkan postingan dengan label Daily Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daily Life. Tampilkan semua postingan

Tahun ini adalah tahun ke 32 aku terlahir di dunia. Jika ditanya kapan ulang tahun yang paling berkesan? Aku perlu waktu untuk mengingat-ingat kapankah ulang tahun yang paling berkesan? Apakah waktu SD, SMP, SMA, kuliah, kerja atau saat berumah tangga?


Sebenarnya aku tidak begitu banyak mengingat momen ulang tahun yang berkesan. Entah mengapa juga banyak memoriku yang hilang. SMP aku nggak ingat sama sekali momen ulang tahun yang berkesan. Mungkin hidupku terlalu biasa kali ya. Haha. Beda dengan teman-teman SMA ku yang bisa mengingat banyak kejadian yang lucu-lucu.


Setiap momen ulang tahun yang kuingat sama seperti 'menu makanan' yang selalu berbeda. Mempunyai 'cita rasa' yang berbeda. Jadi agak susah membandingkan dua momen yang paling berkesan.


Ulang Tahun Paling Berkesan Saat Sekolah Dasar


Ini adalah salah satu momen yang aku ingat.Hanya saja aku lupa kelas berapa. Kemungkinan antara kelas 1 sampai kelas 3.


Ada satu momen ulang tahun yang paling aku ingat adalah ketika tiba-tiba ibu menyuruhku untuk mengajak teman-temanku di kompleks datang ke rumah setelah maghrib. 


Awalnya aku bertanya untuk apa? Kata ibu, hari itu aku ulang tahun dan akan merayakannya. Betapa senangnya aku waktu itu meskipun aku pun tidak akan ingat hari ulang tahunku kalau tidak diingatkan begitu. Namanya anak kecil belum mikir tentang ulang tahun dan perayaannya. 


mSetelah aku undang semua temanku yang hanya beberapa orang saja, aku pun siap-siap. Aku ingat aku memakai baju mirip gaun yang dibelikan bapak. Sayangnya tanpa lengan jadi mirip model you can see tapi bawahnya rok mekar. Entah lah apa namanya ya?


Terus, aku lihat kue tart yang menggiurkan sudah di depan mata. Ketika semua sudah berkumpul, kami menyanyikan lagu ulang tahun sambil bertepuk tangan. Kalau aku pikir sekarang, wajah temanku waktu itu ada yang senyum dan ada yang tanpa ekspresi. Tak bisa dideskripsikan.


Setelah sesi foto-foto bersama kedua orang tua baru deh aku memotong kue tart nya yang dibantu tangan ibu. Potongan kue pun dibagikan ke teman-temanku yang datang.


Betapa senangnya aku waktu itu. Dan aku berharap temanku juga senang dengan acara yang aku buat.



Ulang Tahun Paling Berkesan Saat SMA


Aku langsung aja ke masa SMA ya karena aku benar-benar tidak ingat dengan masa SMP. Ketika SMA aku bersekolah di sekolah berasrama di Samarinda. Jadi aku juga tinggal di asrama yang satu kompleks dengan sekolahku.


Di asramaku diberlakukan sistem semi militer dalam pengasuhan asrama. Jadi semua kegiatan tidak jauh dengan urusan kedisiplinan, hukuman fisik dan mental. 


Yang paling unik adalah siswa yang baru masuk akan mendapat satu kakak asuh. Untuk mendapatkan kakak asuh pun harus dengan lomba lari cepat-cepatan siapa yang dapat kakak asuh. Dan disetiap kakak asuh berada di sebuah keluarga asuh yang terdiri dari beberapa 'keturunan'. 


Kebetulan karena angkatanku jumlahnya lebih banyak dari angkatan sebelumnya, jadi ada satu kakak asuh yang mendapat dua adik. Bukannya mendapat kakak asuh yang cewek tapi aku mendapat kakak asuh yang cowok. Alhasil, segala urusan di asrama putri diserahkan oleh kakak asuh lain beda keturunan dalam satu keluarga asuh.


Aku mendapat keluarga asuh bernama Oksigen Median. Satu keluarga asuh di sana mendapat tiga nama yaitu Kimia, Matematika dan Fisika. Yang kuingat hanya dua itu nama keluarga asuhku.


Setiap jam makan, sudah ditentukan setiap murid duduk dengan siapa. Biasanya duduk dengan senior kelas 2 dan 3 tapi beda keluarga asuh. Ketika akhir pekan biasanya tempat duduk diatur bersama keluarga asuh. Jadi meja panjang disusun jadi satu dan semua keluarga asuh duduk bersama.


Momen makan bersama keluarga asuh adalah momen menyenangkan menurutku. Karena selalu ramai dan semakin mempererat hubungan dengan senior.


SMAN 10 Melati Samarinda
Gambar hanya contoh tapi mirip seperti itu. Dulu kursinya masih bahan alumunium.


Aku lupa apakah saat makan bersama keluarga itu aku sedang berulang tahun atau tidak. Yang aku ingat, keluarga asuhku beramai-ramai menumpukiku ompreng tempat makanan setelah selesai makan. 


Menjadi sebuah tradisi ketika ada yang berulang tahun, maka teman atau senior yang memiliki hubungan dekat akan menumpuki ompreng setelah makan. Harusnya setelah makan setiap murud membereskan ompreng makanannya sendiri terkecuali kalau ada yang berulang tahun. Alhasil, aku harus membereskan semua ompreng yang bertumpuk di depanku secepat mungkin tanpa ada bantuan. 


Ompreng


Di sisi lain aku kesal tapi aku harus menerimanya dengan baik. Alhamdulillah aku tidak dilempar tepung dan telur yang baunya bikin muntah.



Ulang Tahun Paling Berkesan Saat Kuliah


Aku benar-benar sudah lupa atas kejadian ulang tahun saat kuliah. Cuma ada satu momen ulang tahun paling berkesan saat aku kuliah yaitu merasakan salju tepat di hari ulang tahunku.


Seumur hidup aku nggak pernah melihat salju dan salju turun tepat di hari ulang tahunku yang ke 24 tahu seperti yang sudah pernah aku tulis di sini.


Rasanya senang. Meskipun aku tidak merayakan bersama keluarga, aku cukup senang menikmati salju yang turun dengan derasnya di usia 24 tahun. Tak peduli dingin sampai ujung kaki terasa beku, bibir kering, mata berair dan hidung memerah mampet, aku menerobos hujan salju yang sangat jarang turun. Mencari spot terbaik untuk berfoto-foto. Bahkan berlanjut keesokan harinya.


Salju di Eiffel
Semoga ultah selanjutnya dapat tumpukan duit ya wkwkw amiin


Demikianlah beberapa momen ulang tahun yang paling berkesan saat menempuh pendidikan. Selanjutnya momen ulang tahun hanyalah momen untuk mengingat betapa diri ini harus menjadi manusia yang lebih baik lagi dalam beribadah. Menjadi pengingat diri bahwa hidup cepat sekali berjalan dan menjadi evaluasi terhadap apa yang sudah aku berikan untuk orang tua dan keluargaku. Kadang malah sedih karena aku tidak bisa berbuat banyak untuk menjadi orang yang bermanfaat. Meskipun setidaknya menjadi orang yang paling dibutuhkan di dunia ini oleh dua anakku.

Read More
Menulis blog



Terjerumus dalam Dunia Blog


Sebenarnya tak ada yang menjerumuskan aku ke dalam dunia blog. Aku sudah menulis di blog tahun 2008. Aku lupa nama blog pertamaku apa dulu tapi masih belum domain berbayar alias belakangnya masih blogspot.com. Eh iya, banyak banget yang salah mengira kalau di belakang URL blogspot.com itu depannya pakai www. Misalnya www.namablog.blogspot.com. Padahal kalau pakai www itu artinya sudah domain berbayar atau sudah Top Level Domain (TLD) sedangkan kalau blogspot.com itu artinya blog masih belum TLD.


Dulu, aku berencana mencatat semua pengalamanku dari semester 1 sampai selesai. Sayangnya, itu belum terwujud. Alasannya karena setiap semester terlalu banyak tugas dan jadwal kuliah.


Di awal menulis blog pribadi, hanya ada tiga artikel di tahun 2008 dan tiga artikel di tahun 2009. Semua tulisan tentang materi perkuliahan, satu artikel tentang organisasi dan satu artikel tentang kehidupan perkuliahan. 


Di tahun 2010 mulai meningkat sebanyak sepuluh artikel. Aku mulai mencoba mewujudkan keinginanku untuk menulis pengalaman dari semester satu sampai selesai karena waktu itu aku sudah lulus. Kupikir akan ada banyak waktu untuk menulis blog. Nyatanya, tidak juga. Hahhaa.


Aku berpikir untuk apa aku menulis di blog? Apa sebenarnya tujuanku mengabadikan tulisan di blog kalau cuma isinya tidak ada manfaatnya sama sekali. Aku kemudian berpikir bagaimana blogku setidaknya bermanfat bagi orang yang ingin mendapatkan informasi sesuatu.


Kemudian, aku mulai memanfaatkan blogku dengan memasukkan tugas-tugas kuliah di sana. Dan itu bertahan sampai S2. Terkadang juga menceritakan tentang pengalaman pergi ke suatu tempat atau mengisi weekend di sela-sela kuliah. Dan gimana isinya? Bisa dipastikan isinya sangat sederhana dan tidak seperti sekarang. Dulu, isi blog diceritakan sangat umum sekali. Kurang mendetail. Terasa sekali banyak informasi yang kurang.


Alasan Bertahan di Dunia Blog

Sampai suatu ketika, view blogku setiap artikel mulai bertambah gara-gara setelah tugas selesai aku memasukkan dalam blog. Entah kenapa aku dulu tidak kepikiran plagiarisme ya. Jadi pokoknya tugas artikel itu aku masukkan ke dalam blog.


Hasilnya, view dari cuma 10-an bisa sampai 50-an. Bahkan ada komentar ucapan terima kasih karena telah memublikasikan suatu artikel tentang mata kuliah. Aku merasa menjadi lebih bersemangat. Aku menulis tentang tempat yang aku kunjungi, tentang apa pun yang mungkin orang lain perlu tahu. 


Aku mulai lebih banyak menulis pengalaman aku hidup di luar negeri. Meski tidak begitu banyak tapi alhamdulillah view artikel sudah mencapai ratusan waktu itu.


Sampai suatu ketika, aku menikah dan resign dari pekerjaanku, aku mengikuti lomba blog dari Goodnewsfromindonesia. Tak menyangka, artikelku menjadi dua puluh pemenang lomba blog dan dibukukan dengan judul Inovasi Daerahku. 


Prestasi pertama dalam dunia menulis di blog itulah yang menjadi lecutan untuk terus menulis di blog. Prestasi pertama itulah yang akhirnya aku mengubah nama domainku. Waktu itu, nama domainku adalah litaetlavie.blogspot.com yang tercantum dalam buku Inovasi Daerahku. Setelah itu, prestasi menulis blog alhamdulillah masih lanjut meski tidak banyak. 


Dibalik Nama Domain Lestelita.com

Aku lupa bagaimana ceritanya. Seorang temanku di FLP dan blogger, Mbak Fauziah, mengiming-imingiku untuk mengganti nama blog menjadi TLD. Ibaratnya investasi untuk blog. Mbak Fauziah bilang menulis blog bisa dibayar karena akan ada banyak sekali tawaran job kalau blognya sudah TLD. 


Awalnya aku tidak percaya. Apakah benar menulis blog bisa mendapatkan uang? Mengingat investasi blog itu lumayan juga. Untuk beli domain saja sekitar 150.000 rupiah selama satu tahun tergantung pakai hosting yang mana. Beliau malah cerita, harga segitu sudah murah sekali apalagi kalau dapat job di total bisa berkali-kali lipat.


Memang sih selama ini aku lebih sering menulis artikel blog tapi belum pernah kepikiran untuk mengganti menjadi TLD. Apalagi memperoleh pendapatan dari blog. Rasanya itu jauh dari bayangan. 


Nama blogku sebelum TLD adalah litaetlavie.blogspot.com. Kalau dalam bahasa Prancis, Lita et La vie itu artinya Lita dan kehidupannya. Tapi kemudian aku mengubah nama itu menjadi nama lain yang lebih mudah dibaca yaitu Lestelita. 


Kenapa Lestelita?

Kalau temanku SMA pasti sudah tahu alasannya karena Leste itu nama panggilanku waktu SMA. Gara-gara aku memberi nama gelasku itu Lesteea dari nama belakang Lestianti. Eh, diplesetin sama temanku itu Leste. Timor Leste!


Oh! Setelah itulah nama panggilanku Lita menjadi Leste. Haha. Dan atas kisah masa lalu itulah, aku memberi nama blogku Leste ditambah nama asliku Lita. Jadilah nama domain blogku Lestelita. Dan itu berubah sekitar tahun 2015. Tapi untuk headernya blog aku kasih nama Lestiaa's.


Masyallah, tidak menyangka aku sudah bertahan lima tahun!


Keputusan Membeli Top Level Domain (TLD)

Kembali lagi ketika aku akhirnya memutuskan membeli domain. Alasannya, aku mau mencoba membuktikan. Haha. Jika ternyata satu tahun berjalan aku tidak dapat pemasukan dari blogku, ya lebih baik kembali ke blogspotcom saja.


Aku pun mencari-cari provider yang menyediakan domain dengan harga yang cukup murah tapi kualitas lumayan. Akhirnya aku memilih salah satu agen hosting yang lumayan murah dan profesional setelah cari di internet berjam-jam.


Eh, setelah aku beli domain dan nama blogku berubah menjadi lestelita.com seperti yang teman-teman lihat sekarang. Alhamdulillah benar saja. Aku mendapat beberapa tawaran job, mulai dari sponsored post maupun content placement.


Tapi yang harus diingat semua juga tidak ujug-ujug begitu ya. Kita harus konsisten menulis untuk mendapatkan view. Dan dari keputusan membeli domain TLD itu aku mulai mengenal edit html, edit template, desain logo blog, dan lain sebagainya. Paling tersulit adalah aku belajar SEO dasar, misalnya menulis keyword yang biasa dicari orang, biar bisa page one meski aku tidak pernah berhasil, haha. Bahkan akhirnya aku memasang Google Analytic dan Google Search Console demi melihat perkembangan blogku dan.. untuk job. Haha.


Tentang Blog Lestiaa's

Dulunya dari view cuma hitungan jari, sekarang hitungan jari kali seribu per bulan. Alhamdulillah sekarang viewku setiap bulan masih sekitar 7.800 pageview.

Memangnya di blog membahas apaan? Blogku memang awal-awal banyak menjelaskan tentang materi kuliah. Kalau aku lihat sekarang, viewnya memang lumayan. Apakah karena sudah lama? Atau memang pencarian materi kuliah tertentu selalu banyak? Kalau begitu sepertinya aku akan menulis materi kuliah yang lain. wkwkwk.

Karena sekarang aku tidak bekerja, jadi aku menceritakan pengalamanku sebagai seorang ibu, baik saat hamil, melahirkan, menyusui, merawat anak yang sakit, ataupun segala hal tentang kehidupan seorang ibu dengan anaknya. Tak cuma itu, aku juga menceritakan segala hal tentang tempat yang aku kunjungi, literasi, review produk kecantikan dan perawatan kecantikan, bahkan lomba blog yang aku ikutin juga aku tulis di blog.


Sepertinya tulisan yang sampai sekarang selalu bermunculan komentarnya adalah tentang penipuan online. Banyak sekali yang bertanya tentang kasus mereka apakah uang bisa kembali.


Rata-rata sih aku menulis dengan gaya storytelling yang katanya lebih memikat klien. Namun, rupanya aku masih kurang kuat gaya storytelling dalam blog. Aku harus lebih banyak belajar menulis blog dengan gaya storytelling setelah mengikuti materi Storytelling dari Bambang Irwanto di kelas Growthing Blogger Batch 2.


Menurut beliau, menulis dengan gaya storytelling memiliki keuntungan. Pertama, personal branding akan terbentuk lewat tulisan karena orang akan mengenal diri kita dengan gaya menulis kita. Kedua, dengan menulis artikel bergaya story telling, maka tulisan akan lebih natural. Ketiga, dengan menulis bergaya storytelling, maka dijamin kemampuan menulis akan semakin berkembang. Tidak akan plagiat. 



Keinginan dari Blog Lestiaa's

Sampai saat ini, aku berharap bisa terus mengembangkan blogku, menjadikan blogku jadi lebih sehat. Karena ketika aku ikutan Kelas Growthing Blogger dan menilai blogku pakai SEO Tools, ternyata blogku kurang sehat. Haha. 


Skor website-ku cuma 64 dari 100, performa blogku di rentang moderate. Alias aku harus berhati-hati karena berada tidak jauh di atas batas performa rendah. Tak cuma itu, aku mau meningkatkan view blogku, menulis blog yang baik dan benar dan bisa dapat uang dari blog. Eh, monetisasi sebenarnya tidak melulu soal uang ya. Karena monetisasi bisa juga berupa produk. 


Namun, keinginanku yang paling utama adalah blog Lestiaa's ini bisa bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan suatu informasi sesuai dengan slogan blogku. The more we share, the more useful we are to others. Tapi kalau ada yang ingin menjadikan blog yang berubah domain menjadi sumber penghidupan, maka perlu strategi lain, termasuk belajar SEO. Nah, kalau aku sih, selama ini memang buat senang-senang dan berbagi informasi saja, syukur-syukur kalau dapat sponsored post atau content placement dari luar. 


Jadi kebayang kan 12 tahun ini blog untuk apa aja. Dan gimana perkembangannya yang sangat lamban jika dibandingkan blogger-blogger lainnya.


Nah, teman-teman yang sudah punya blog tapi belum diurus sama sekali, apa tidak tertarik merawat blognya menjadi lebih bermanfaat untuk orang lain? 






Read More

Pada bulan Desember 2019, virus corona atau coronavirus deasease (Covid-19) muncul pertama kali di Wuhan, Cina Pemberitaan itu emmbuat heboh seluruh dunia. Bagaimana tidak, virus itu menyebar begitu cepat dan membuat banyak orang mati karenanya. Yang paling membuat bergidik, saat penayangan video beberapa orang di Wuhan yang berdiri di pinggir jalan, tiba-tiba jatuh dan meninggal. Dan itu terjadi pada banyak orang di Wuhan. 

Berita selanjutnya dari Italia, dimana banyak orang yang meninggal karena virus corona. Maklum di Italia banysk sekali penduduk berusia senja yang rentan dengan virus itu. Negara Italia di lockdown. Nggak ada yang bisa masuk dan keluar dari negara itu. Juga Taiwan, Singapura, dan negara lain.

Apa yang terjadi setelah itu?

1. Pemberitaan tak pernah berhenti

Setelah itu, pemberitaan tentang corona tak pernah berhenti. Informasi tentang jumlah kematian orang yang terkena corona terus meningkat. Semua jadi waspada, mungkin lebih tepatnya takut. Semua tahu ciri-ciri terkena corona adalah demam 38°C, batuk, sesak nafas, namun ternyata gejalanya tidak hanya itu saja. Diare, infeksi pencernaan juga katanyaa bisa disebabkan oelh corona. Huft.

2. Status pengidap corona

Kukira pengidap corona hanya satu disebut pengidap corona saja. Nyatanya tidak. Ada banyak status seperti PDP, ODP, dan OTG. Dan yang menyusahkan adalah pengidap OTG yang dinyatakan positif setekah ikut tes tapi dia tidak merasakan gejala apapun. 

3. Lockdown, WFH, WFO, SFH.

Aktifitas negara lumpuh. Bandara, pelabuhan, akses keluar negeri dan masuk ditutup. Semua disarankan stay at home saja sampai-sampai hashtag itu menjadi trending di media sosial. Kita tidak boleh keluar rumah, bekerja dan sekolah di rumah. Lingkungan rumah di lockdown, alias tidak ada yang boleh keluar rumah selama 40 hari. Yang terpaksa bekerja di luar rumah harus punya keterangan surat dari tempat bekerja dan surat domisili. Karena ketika di lockdown, lingkungan hanya dibuka satu pintu itupun jam 9 malam sampai jam 4 pagi ditutup. 

PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dilaksanakan di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Meskipun tetap saja masih ada orang yang berkeliaran di jalan. Di Sidoarjo, di dekat rumahku, jalanan cukup sepi dari aktivitas orang.

Sampai bulan September 2020, sekolah-sekolah masih dilaksanakan di rumah. Pembelajaran dilakukan secara daring. Beberapa perkantoran sempat dilakukan Work From Home (WFH) meski pada akhirnya pekerjaan tetap dilakukan di kantor (WFO).

4. Cafe, Mall, ditutup

Pemerintah mengeluarkan edaran agar aktifitas bukan primer ditutup, seperti Mall dan Cafe. Kebayang berapa kerugian yang didapat oleh owner dan vendor. Tidak ada lagi orang yang 

5. Banyak orang kehilangan pekerjaan

Akibat aktivitas di luar rumah berkurang, banyak pengusaha mengalami kerugian. Dan pastinya banyak karyawan yang akhirnya kehilangan pekerjaan.

6. Kewajiban Memakai Masker dan Cuci Tangan

Pada akhirnya, masker menjadi barang yang dicari-cari karena himbauan pemerintah untuk memakai masker saat keluar rumah. Karena virus corona akan cepat berpindah melalui kontak secara langsung.

Begitu juga dengan hand sanitizer yang sempat langka karena banyak orang yang memborongnya karena dianggap Corona akan mati jika terkena alkohol yang ada di dalam kandungan hand sanitizer. Sebagai gantinya, sabun menjadi alternatif bila tidak memiliki hand sanitizer. 

Jadi penggunaan masker dan cuci tangan saat sampai rumah seperti menjadi gaya hidup saat ini. Alias menjadi kebiasaan. Bahkan orang yang baru sampai di rumah setelah melakukan keperluan di luar rumah disarankan untuk cuci tangan, mandi dan mengganti pakaian.



Bayangkan,  bagaimana omset usaha masker, sabun dan hand sanitizer di masa pandemi? seolah berkah, pendapatan mereka menjadi meningkat. 

7. Sering di rumah, suntuk melanda

Kupikir akan banyak orang stres selama pandemi ini. Aku membayangkan orang-orang yang kehilangan pekerjaan tapi harus tetap menghidupi keluarganya, apalagi sekolah daring yang membutuhkan kuota internet yang tidak sedikit. Aku saja yang memang selalu di rumah, di masa pandemi ini, aku tidak kemana-mana. Sampai akhirnya pemerintah menetapkan kebijakan New Normal, aku masih merasa tidak bisa dengan leluasa pergi kemana-mana. Meskipun aku tetap berkunjung ke rumah eyangnya anak-anak sebelum itu dan pergi ke pantai satu kali. Itu juga tiap ngelihat orang bawaannya serem aja.


Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku ceritakan selama masa pandemi ini. 


Read More

Mengurus BPJS memang nggak susah tapi kadang ribet. Kupikir dengan diluncurkan mpbile JKN segalanya hanya perlu klik-klik semua beres. Nyatanya tidak semua urusan bisa dilakukan di aplikasi itu.

Contohnya untuk menambah anggota tidak bisa dilakukan di aplikasi tersebut. Ceritanya, setelah lahir anak kedua, sekitar dua tahun kemudian saya baru mau mengurus BPJS. Saya lebih sering di Sidoarjo daripada di Malang. Dan untuk mengurus BPJS di Sidoarjo jaraknya cukup jauh dari rumah belum lagi saya harus bawa dua anak saya karena tidak mungkin ditinggal di rumah dalam jangka waktu lama.

Jadi saya memilih mengurus di Malang, selain jaraknya yang dekat dengan rumah mbahnya, saya bisa titipkan anak saya.

Akhirnya sebelum corona datang, saya sempatin datang ke kantor BPJS. Oiya, status anak saya ini sudah dilaporkan di kantor suami. Jadi selain dapat tunjangan anak, gaji suami sudah pemotongan biaya BPJS semua anggota. Jadi saya rugi kalau tidak mengurus kartu. Benar kan begitu?

Saya kira kalau cuma nambah anggota, saya hanya bawa akte lahir anak dan KK. Ternyata saya harus bawa slip gaji suami lagi padahal saya tidak bawa. Akhirnya saya pulang ke rumah, dan besok-besoknya saat suami ke kantor, suami minta slip gaji ke kantor.

Eh, setiap ke Malang cuma weekend jadi nggak bisa ke kantor BPJS. Sampai beberapa bulan setelah Corona datang, sekitar bulan April, saya dapat kiriman surat dari kantor BPJS. Isinya adalah kartu BPJS anak kedua saya yang belum saya daftarin waktu itu.

Kaget. Saya sendiri datang kesana ditolak karena berkas nggak lengkap. Sekarang kartunya malah sudah jadi.

Akhirnya saya coba cek di mobile JKN. Setelah masukkan data, saya pun login.

Wow. Tambah kaget lah saya karena ternyata faskesnya tingkat 3 bukan tingkat 1 seperti punya saya, suami dan anak pertama saya. Itu pun datanya tidak bisa gabung jadi satu dengan punya kami bertiga. Jadi anak saya yang kedua terpisah dari tiga anggota lainnya. Fyi, untuk pengabdi negara dari kementerian memang dapatnya faskes 1.



Nah, kebetulan saya ke Malang pas jam kerja. Di masa pandemi begini memang agak khawatir kalau mau ke sana kemari. Di kantor BPJS sendiri sudah menerapkan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan di depan kantor, cek suhu tubuh, dan tempat duduk yang berjarak. Selain itu, kantor BPJS juga tidak seramai biasanya. Jadi tidak begitu khawatir aih meski ada rasa deg-degan.



Setelah saya bertanya dengan petugas yang ada di depan, saya pun baru tahu alasan anak saya dapat kartu BPJS meski belum daftar.

Saya semakin kaget.

Ternyata, pemerintah kota Malang baru memiliki kebijakan bahwa semua NIK kota Malang yang belum terdaftar BPJS memperoleh bantuan biaya premi BPJS setiap bulan.

Karena anak saya sudah terdaftar dari kantor suami dan kemungkinan juga sudah dipotong untuk biaya BPJS maka saya minta diubah saja datanya. Petugas menyuruh saya mengambil nomor antrian setelah memberi blanko.

Eh, dasar sayanya sih nggak baca detail. Jadi saya langsung ambil nomor antrian dan menunggu.

Ketika dipanggil, ternyata blangko yang dikasih tadi harus dilengkapi dan diberi materai 6.000. Waduh, dimana beli materai? Biasanya saya selalu sedia materai di dompet. Tapi waktu itu habis karena sudah dipakai. Alhasil saya beli di toko sebelah kantor BPJS.

Setelah itu saya antri lagi. Untung saja tidak ramai. Begitu dipanggil, saya langsung maju dan memberi semua persyaratan yang diminta.



Setelah semua berkas lengkap, petugas pun mengisi data di komputer. Dalam waktu kurang dari lima menit semua data sudah dimasukkan. Dan karena bulan Juli sudah mau habis, jadi BPJS anak kedua saya baru dimulai bulan Agustus 2020.

Kenapa kok saya tetap mengubah data faskes anak saya? Padahal kan enak dapat bantuan dari pemerintah kota. Pertama, saya tidak mau ambil resiko karena kebijakan pemerintah daerah itu bisa saja berubah lebih cepat. Dan berdampak pada keharusan saya membayar premi meski didiskon.

Kedua, karena memang gaji suami saya juga sudah dipotong untuk BPJS anak saya.

Ketiga, karena bantuan dari pemerintah kota Malang, jadi saya tidak bisa pindah faskes di kota lain meski sama-sama faskes 3. Dan ini tidak mungkin saya harus berobat ke Malang saat anak saya butuh pertolongan medis di Sidoarjo. 2 jam perjalanan lumayan juga.
Setelah petugas menginput data, saya pun memperoleh kartu BPJS anak kedua saya dengan data yang sudah diubah. Anak saya pun bukan lagi menjadi penerima bantuan dari pemerintah kota Malang.

Salam sehat.


Read More
Di usia balita, bermain sepeda dapat melatih kognitif dan motorik anak. Biasanya sebelum berlatih keseimbangan, anak akan menggunakan sepeda roda tiga untuk belajar mengayuh. Sejak usianya 2 tahun, anak saya sudah naik sepeda roda tiga meski belum bisa mengayuh karena kakinya belum sampai. Namun, lama-lama, dia bisa mengayuh karena kakinya sudah sampai.
Jenis sepeda roda tiga ini juga memiliki bermacam-macam fitur ya. Ada yang pakai dorongan, ada yang pijakan kaki di belakang (sepeda shincan), penutup kepala, keranjang, lagu dan mainan, sandaran.

Pilih Yang Mana?

Semua tergantung kebutuhan ya. Kalau anak masih usia dua tahun kurang dan kaki belum sampai, memang sepeda roda tiga dengan fitur yang mainan sangat menyenangkan anak-anak. Kalau misal, mau ajak anak-anak jalan dengan sepeda roda tiga, memang enaknya jika ada keranjang atau tempat menaruh barang dan yang ada pegangan dorong untuk orang tua. Biasahya anak diajak jalan di sekitar rumah agar mau makan atau sekedar cari udara segar. Jadi orang tua tidak perlu membungkuk untuk mendorong. Namun, anak jadi terus merasa tergantung dengan orang tua meski usianya sudah tiga tahun.

Jika usia anak sudah di atas dua tahun dan ingin belajar mengayuh, maka cukup membeli sepeda roda tiga tanpa fitur pegangan dorong. Ini lebih memudahkan anak untuk mengayuh karena lebih ringan dibanding sepeda dengan fitur bermacam-macam. Dan anak dituntut berusaha sendiri mengayuh sepeda tanpa perlu bantuan orang tua.

Semua tergantung kebutuhan ya. Anak saya juga memiliki sepeda roda tiga tanpa pegangan dorong dan keranjang. Jadi saya harus menunggu usianya di atas 2 tahun agar kakinya sampai. Setelah tiga tahun, dia bisa naik sendiri dan mengayuh sendiri.

Kelebihan dan kekurangan sepeda roda tiga

Kelebihan dan kekurangan menggunakan sepeda roda tiga secara umum berdasarkan pengalaman anak saya adalah :

Kelebihan sepeda roda tiga

1. Berlatih otot kaki untuk belajar mengayuh. Awalnya tidak mudah untuk belajar mengayuh sepeda karena ada yang berat dan ada yang ringan. Hanya saja, anak-anak akan terbiasa mengayuh sepeda saat kakinya sudah sampai.

2. Berlatih mengarahkan. Setelah berlatih mengayuh sepeda, anak juga akan membiasakan diri berlatih mengarahkan ke kanan, ke kiri atau putar arah di jalan sempit.

3. Tanpa pompa ban. Enaknya, sepeda roda tiga ini bukan ban yang dipompa. Jadi nggak perlu khawatir meletus atau kempes.

4. Memudahkan orang tua, khusus sepeda yang memiliki pegangan dorong. Anak-anak yang masih usia 1-2 tahun memang belum bisa mengayuh sendiri maka sepeda yang memiliki pegangan akan memudahkan orang tua mengajak jalan tanpa harus membungkuk untuk mendorong.

5. Menyenangkan dan bisa belajar dari lagu, khusus sepeda yang memiliki fitur musik dan mainan. Anak-anak suka sekali dengan sepeda yang banyak hiasannya, warna terang, fitur mainan dan musik.

6. Terlindung dari panas matahari dan rintik hujan, khusus yang memiliki penutup kepala. Nggak perlu takut kepanasan atau kena rintikan hujan. Asalkan bukan hujan deras ya, Mom. hehe.

7. Aman karena memiliki sandaran, khusus yang memiliki sandaran. Sepeda roda tiga juga ada yang memiliki sandaran dan ada yang nggak memiliki sandaran. Jika anak sudah bisa paham, maka Mom nggak perlu khawatir beli sepeda roda tiga tanpa sandaran tempat duduk.

Kekurangan sepeda roda tiga

1. Terkadang anak merasa malas untuk mengayuh jika terbiasa didorong terus (khusus sepeda roda tiga dengan pegangan dorong). Menurut pengalaman saya, anak yang sudah terbiasa didorong, maka anak cenderung akan merasa malas untuk mengayuh. Mungkin beberapa fitur bisa dicopot sehingga anak bisa belajar mengayuh sepeda sendiri.

2. Rawan jatuh ke belakang, khusus sepeda tanpa sandaran badan. Hati-hati membeli sepeda roda tiga tanpa sandaran badan karena anak akan rawan jatuh apalagi jika digunakan untuk usia 1-2 tahun.

3. Terlalu berat untuk mengayuh, khusus sepeda yang memiliki fitur banyak seperti lagu, mainan, penutup kepala, keranjang, dan lain-lain. Bisa saja fiturnya dilepas agar memudahkan anak belajar mengayuh.

4. Rawan jatuh saat berbelok. Menurut pengalaman, anak saya yang empat tahun pakai sepeda roda tiga dengan fitur sederhana alias nggak ada keranjang, penutup kepala, mainan, dll, saat ngebut dan langsung berbelok dia nyaris terjatuh untung saja dia sangga kakinya. Bahayanya saat adiknya berdiri di belakang dia ikut terjatuh.

Rekomendasi Sepeda Roda Tiga yang Cocok untuk Anak 1-2 tahun

Ada beberapa jenis sepeda tiga roda yang cocok untuk usia anak 1-2 tahun. Mengingat usia tersebut anak-anak masih belum bisa mengayuh dan perlu bantuan orang dewasa.

1.Family 993 DT Musik Lebah Sepeda Anak Roda Tiga

Sepeda roda tiga yang ada musik ini pasti disukai anak-anak usia 1-2 tahun. Belum lagi desainnya yang lucu dan berwarna cerah yang biasa disukai anak-anak.


Harga 500.000


2. PMB T05 Musik Scoopy Sepeda Anak Roda Tiga

Sepeda roda tiga model scoopy ini juga bisa jadi pilihan Mom. Musik lagu yang ada di sepeda membuat anak suka. Model dan warnanya pasti disukai anak-anak. Model ini juga ada penutup kepala, pendorong, dan pengaman agar anak tidak jatuh.



Harga 412.500


3. PMB 921 BMX Stick Bell Sandaran Tricycle Sepeda Roda Tiga Anak

Model ini lebih sederhana untuk anak usia 1-2 tahun. Kelebihannya ada pengamannya sehingga anak tidak mudah jatuh. Hanya saja perlu diperhatikan apakah anak suka ada pengaman atau tidak.


Harga 315.000

Rekomendasi Sepeda Roda Tiga yang Cocok untuk Anak 2-4 tahun 

Untuk usia di atas dua tahun, Mom bisa beli yang tidak banyak fiturnya, jadi anak bisa belajar mengayuh dan menyetir sendiri.

1. WIMCYCLE Hotwheels Sepeda Anak [Roda 3]

Untuk usia 2-4 tahun, jenis sepeda ini cukup cocok untuk belajar mengayuh dan mengarahkan. Tidak ada sandarannya. Jadi anak perlu hati-hati.

Harga 425.000

2. Tricycle PMB Roda Tiga Sandaran Sepeda Anak - Biru

Desain yang unik dan warna yang cerah membuat anak suka memiliki sepeda roda tiga ini. Kelebihannya adalah ada keranjang dan sandaran kursinya.Di bagian belakang bisa juga digunakan untuk berdiri jika ada temannya. Tapi ini perlu pengawasan ya.


Harga 345.000

3. Alfrex Tricycle Sepeda Anak Roda Tiga - Biru

Warnanya cerah untuk anak-anak pasti suka. Sepeda ini cukup sederhana dan mungkin anak akan merasa nyaman untuk mengayuh dengan model seperti ini.


Harga 325.000

Tapi itu semua tergantung pilihan Mom, ya. Mau pilih fitur lengkap, sampai yang sederhana. Pastikan lagi Mom memilih model sepeda tiga roda  sesuai kebutuhan Mom.

Mom bisa beli sepeda tiga roda tersebut di website blibli.com. Banyak sekali model pilihan sepeda tiga roda  yang sesuai dengan kebutuhan Mom.

Nah, itulah rekomendasi sepeda roda tiga dari usia 1-4 tahun. sedangkan di atas empat tahun, saya sarankan untuk membeli sepeda roda dua dengan dua tambahan bantuan roda kecil di samping ban belakang. Sekalian belajar keseimbangan.

Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower