Ketika tiba di Semarang, suami langsung bertemu temannya yang sudah membuat janji. Setelah selesai, masih ada waktu untuk jalan-jalan sebelum melanjutkan acara di sore hari. Tapi kami tak punya tujuan untuk dikunjungi karena panasnya matahari siang membuat kami enggan untuk jalan-jalan. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Masjid Agung Jawa Tengah yang tak jauh dari tempat teman suami.

Walaupun saya pernah tinggal di Semarang hampir dua tahun tapi saya belum pernah mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah, tempat wisata religi yang cukup terkenal bagi penduduk luar kota Semarang.

Sekilas Tentang Masjid Agung Jawa Tengah

Berbekal Google Map, kami pun menuju ke Masjid Agung Jawa Tengah yang berada di Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Dalam perjalanan menuju ke Masjid, kami melihat banyak sekali bus-bus yang lewat dari lajur yang berlawanan. Saya menduga mereka telah selesai berwisata ke Masjid.
Masjid Agung Jawa Tengah Di Kota Semarang

Begitu saya memasuki gerbang, saya melihat dari kejauhan kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah yang memiliki perpaduan arsitektur Arab, Jawa dan Romawi. Masjid ini dibangun tahun 2001 kemudian diresmikan oleh Mantan Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 14 November 2006. Luas kawasan Masjid Agung Jawa Tengah seluas sekitar 10 hektar.

Adzan dzuhur berkumandang. Kami pun mencari tempat berteduh dan suami memarkirkan mobilnya di bawah teduhnya pepohonan parkiran. Dari area parkiran saja, saya bisa melihat area Masjid Agung Jawa tengah di bawah terik matahari yang membuat kulit panas. Beberapa pengunjung tak peduli panasnya terik matahari, mereka tetap berfoto di teras depan masjid yang luas.




Saat tiba di parkiran Masjid, saya melihat ada tenda yang terpasang di gedung sebelah masjid.  Saya melihat sudah banyak sekali mobil yang parkir. Banyak juga pengunjung yang pakai kemeja batik untuk laki-laki. Begitu saya jalan menuju ke gedungnya, ternyata ada acara resepsi pernikahan. Gedung di samping masjid Agung Jawa Tengah ini juga bisa disewakan untuk acara-acara seperti pernikahan. Ketika pintu terbuka, AC gedungnya kerasa dingin banget.

Saya, suami dan anak segera mencari tempat wudhu. Tempat wudhu wanita ada di bagian bawah. Ketika masuk ruangannya rasanya sejuk banget. Banyak orang duduk-duduk di sana. Saya juga merasa seperti di era tahun 90-an karena lantai keramiknya jadul. Kamar mandinya juga bersih.

Lupa Bawa Mukenah!

Saya naik dua lantai untuk sholat. Sudah banyak orang yang melaksanakan sholat dzuhur. Saya mencari-cari lemari yang menaruh mukena. Sayangnya hanya ada dua lemari kecil di tempat wanita. Isinya juga nggak ada mukenah-nya.

Saya lihat orang-orang yang sholat dan mencoba menerka-nerka mana yang memakai mukenah masjid. Maksud hati ingin mendatangi. Sayangnya, saya juga nggak bisa membedakan mana mukenah yang punya masjid mana yang punya pribadi.

Saya melihat pengunjung pada duduk-duduj dekat lemari mukenah. Terus seseorang baru datang dan tiba-tiba mengambil mukenah yang mau dikembalikan orang. Yah, keduluan deh.

Ini bener-bener kesalahan, saya tidak membawa mukenah. Kalau di masjid Istiqlal setiap orang bisa menyewa mukenah pada seorang ibu.

Saya pun stand by berdiri melihat orang-orang yang akan mengembalikan mukenah. Akhirnya ada satu yang akan mengembalikan mukenah ke lemari. Saya pun langsung mencegatnya dan meminjamnya. Wkwkwk. Akhirnya dapat deh!

Setelah selesai sholat, kamera saya bersiap untuk mengambil gambar-gambar masjid. Beberapa rombongan berseragam juga asyik mengambil foto di dalam masjid. Saya mencoba ke depan masjid memakai kaos kaki untuk mengambil foto. Dannn... panassss bangetttt kaki saayaaa... Langsung saya berlari-lari kembali ke masjid karena panas.

Menanti-Nanti Payung Masjid Dibuka Sambil Piknik Kecil

Saya menunggu-nunggu payung Masjid Agung Jawa Tengah dibuka seperti di Masjid Nabawi. Tak ada takmir masjid yang bisa ditanya-tanya kapan akan dibuka. Saya cari di internet harusnya jam 1 siang sudah dibuka sampai jam 2 siang.
Payung Masjid Agung Jawa Tengah Masih Tertutup

Karena tak kunjung dibuka, akhirnya saya mengajak suami balik ke mobil dan memakan bekal kami seperti orang lagi piknik dengan membuka bagasi belakang mobil. Lumayan untuk mengganjal perut kami.

Setengah jam kemudian, begitu selesai makan, anak saya minta pipis ke kamar mandi. Saya pun mengantarnya ke kamar mandi masjid. Eehhh, ternyataaaa payung masjidnya sudah dibukaa! Huwaah, sedih saya nggak bisa menyaksikan payungnya dibuka. Huks. Nggak kelihatan dari parkiran.
Yaudah, deh. Semoga bisa melihat langsung di masjid Nabawi, AMMIIINNNNN yang kenceng!!!!

Penjual Oleh-oleh

Karena sudah jam setengah dua, kami pun memutuskan segera check in ke hotel. Menuju keluar kompleks masjid kami sempat berhenti dulu untuk mengambil beberapa foto. Di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah ini juga disediakan toko-toko penjual oleh-oleh baik di samping gedung (convention hall) maupun di depan masjid. Saya hanya foto toko oleh-oleh saja ya, hihi.

Souvenir Shop Masjid Agung Jawa Tengah

Menara Asmaul Husna

Di depan masjid, ada menara yang tingginya 99 meter dan bernama Asmaul Husna. Sama seperti nama-nama Allah (Asmaul Husna) yang berjumlah 99 nama. Infonya di dalam menara ada restoran, museum, dan gardu pandang yang dilengkapi teleskop untuk melihat pemandangan Kota Semarang.

Menara Asmaul Husna


Sayangnya, saya nggak masuk dan nggak kepikiran naik ke dalam karena keburu-buru mau ke tempat acara. Katanya sih tiket masuk menara Asmaul Husna ini sekitar 3.000-5.000 rupiah. Jam buka Menara Asmaul Husna dari jam 08.00-21.00. Saat malam hari kayaknya lebih seru karena lampu-lampu Kota Semarang jadi terlihat.

Poliklinik

Eh, poliklinik? Beneran saya juga baru tahu di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah ada poliklinik (poli umum dan poli gigi). Jam bukanya hari Senin-Jumat.

Bagi kalian yang sedang travelling ke Semarang, sepertinya sesekali boleh lah sholat di Masjid Agung Jawa Tengah dan mencoba menaiki menara Asmaul Husna. Lebih bagus lagi kalau pas malam hari. Dan jangan lupa bawa mukenah sendiri yah!

Read More

Ini sudah bulan ke sembilan sejak saya memutuskan toilet training seperti yang saya kisahkan di sini. Toilet training anak usia 2 tahun itu benar-benar menguras tenaga dan pikiran dan pastinya emosi. Ibu harus bener-bener punya stok sabar.

Tanda-Tanda Anak Siap Toilet Training

Tiap anak sebenarnya punya perilaku khusus yang menunjukkan tand-tanda anak siap toilet training. Anak saya menunjukkan tanda-tanda siap toilet training itu di usia 23 bulan. Dia sering menarik-narik popoknya. Seperti nggak betah pakai popok. Walaupun dia belum jelas ngomong, dia sudah mulai menunjukkan suara kalau dia nggak nyaman sama popoknya. Akhirnya saya memilih melepaskan saja dan memulai toilet training. Dia pun mulai nyaman beraktivitas.

Sumber Adobe Stock diedit

Lama waktu toilet training

Mungkin anak saya terbilang cukup lama menjalani proses toilet training. Saya juga penasaran dengan lama waktu toilet training yang hanya berjalan tiga hari dan berhasil. Adakah yang berhasil cuma tiga hari? Kalau ada, boleh dong di share. Memang setiap anak akan beda-beda lama waktu toilet trainingnya. Saya sendiri belum berani melepas popoknya saat Raceqy keluar rumah dalam waktu yang cukup lama. Walaupun sebenarnya dia sudah bisa bilang kalau mau pipis atau buang air besar. Hanya saja kalau dia ketiduran, dia masih perlu popok karena kadang dia masih mengompol.

Perjalanan Toilet Training

Ah, bener-bener deh! Toilet training itu mengajarkan kesabaran. Kita harus sabar menghadapi anak yang tiba-tiba mengompol.
Terkadang saya merasa menyesal karena telah memarahinya. Biasanya sih saat saya capek banget, saya cuma diam saja. Tapi kayaknya kebanyakan protesnya, "Kok ngompol di celana sih? Bilang dong Mas kalau mau pipis. Biar nggak ngepel. Nggak basah gini lantainya, nanti kalau licin bisa jatuh... bla..bla..bla..."

Kadang pula saya sebel, duhhhhh...kapan selesainyaaa? Begitu teriak saya dalam hati ketika saya benar-benar sudah capek.

Pada akhirnya saya pun curhat ke teman saya yang sudah pengalaman toilet training. Setidaknya saya nggak merasa sendirian marah-marah karena anak ngompol terus, haha. Kalau sudah curhat begitu biasanya saya mulai mendingan. Atau pas saya curhat ke suami. Eh, kasihan juga masak capek-capek pulang kerja terus dicurhati masalah rumah. Tambah deh.
Ujung-ujungnya, saat saya capek. Saya ambil air wudhu terus sholat (karena memang sudah waktunya sholat). Saya curhat sama Allah tentang kelelahan saya karena toilet training bahkan menanyakan kapan toilet training ini akan berakhir. Haha. Lebay yak. Habis gimana donk? Siapa lagi tempat curhat kalau bukan sama Allah. Ah, walaupun hal-hal sepele begini. Ya kan? Walaupun Allah nggak menjawab secara langsung setidaknya saya lebih lega.

Dan entah kenapa, setiap saya curhat begitu, Raceqy mulai memberi tanda-tanda kalau mau pipis. Bahkan waktu saya sudah pasrah. Eh, si anak malah mulai bisa menahan pipis dan bilang. Sampai sekarang. Dulu setiap setengah jam mesti saya suruh ke kamar mandi. Kadang saya sampai capek sendiri. Sekarang, jangka waktu dia pipis sudah mulai lama. Rata-rata dua jam tergantung dia minum banyak atau nggak.

Sekarang pun saya sudah mengurangi intensitas penggunaan popok. Saya tetap memakaikan popok saat keluar rumah cukup lama dan saat tidur siang atau malam Jika waktunya cukup lama, saya akan mengajaknya pipis dulu dan mengajaknya ke kamar mandi sebelum keluar rumah. Jarang sih sebelum tidur karena dia nggak bisa ditebak kapan tidurnya. Kalau sudah mengantuk, dia maunya dipeluk, nggak mau ke kamar mandi. Setelah mulai terlelap baru deh dipakaikan popok. Kadang saya malah ikut tidur juga, bangun-bangun dia sudah ngompol haha.

Sudah beberapa hari ini juga, Raceqy nggak sampai kebablasan pipis. Popoknya masih bersih padahal sudah dipakai sekitar 2 hari. Walaupun begitu, terkadanh dia malas sekali untuk ke kamar mandi. Jadi harus saya paksa.

Saya pun sudah mulai mengenali tanda-tanda dia mau pipis. Tanda-tandanya adalah:

1. Kakinya seperti mengempit pipisnya seperti mau menahan pipis. Kalau sudah begitu saya suruh dia ke kamar mandi. Kadang dia mau, kadang juga nggak mau. Saya akan langsung menggendongnya jika dia nggak mau ke kamar mandi sambil saya sounding kalau sudah kerasa ya langung ke kamar mandi.

2. Kepala bergidik. Biasanya kalau kepala bergidik dia mau pipis. Saya pun menanyakan, "Mau pipis?" Lagi-lagi kalau dia bilang nggak, saya akan langsung membawanya ke kamar mandi.

3. Dia bilang mau pipis. Dia pun sudah mulai bisa bilang kalau mau pipis atau eok buang air besar). Hanya saja ketika dia bilang (eok) ternyata dia maunya pipis. Sepertinya dia belum bisa membedakan mana buang air besar mana buang air kecil. Semua dibilang eok.

Sekarang saya pun masih berjuang untuk toilet training karena belum benar-benar lepas dari popok. Kadang dia pun masih ngompol apalagi pas dia nangis kencang. Biasanya dia ngompol. Hemm... memang harus berjuang banget, yak, hehe. Kira-kira sampai kapan ya anak lepas popok? Terutama saat jalan diluar atau saat tidur malam atau siang?
Read More
Merasakan sengatan matahari siang hari sempat membuat saya malas turun dari mobil. Hanya karena keingintahuan saya akan tempat yang instagramable di Surabaya yaitu Hutan Bambu yang bersebelahan dengan Taman Harmoni, membuat saya akhirnya turun dari mobil dan mengambil kamera untuk mengabadikan momen-momen yang ada di Taman Harmoni dan Hutan Bambu yang ada di Kota Surabaya.


Taman Harmoni

Taman ini ada di sebelah Hutan Bambu. Tempat wisata di Surabaya ini cukup ramah untuk anak-anak. Fasilitas-fasilitas yang ada di tempat wisata Taman Harmoni Surabaya ini adalah:

Fasilitas Parkir

Mobil di parkiran Taman Harmoni siang itu tidak terlalu banyak. Setelah parkir, suami langsung menurunkan sepeda untuk Raceqy. Ia pun langsung menaiki sepeda dan melewati jalan-jalan taman tanpa mengeluh dengan cahaya matahari yang sangat terik.

Papan Nama Tanaman

Pada tanaman tertentu terdapat papan nama yang menjelaskan jenis tanaman seperti tanaman Tabepuya dan beberapa tanaman lainnya. Bagi saya hal ini cukup penting untuk belajar mengenal tanaman-tanaman yang ada di sekitar. Sayangnya, tak semua pengunjung berhenti di papan nama itu untuk mengetahui lebih dalam tentang jenis tanaman tersebut.

Taman Untuk Berpiknik dan Berfoto

Saya melihat beberapa keluarga sedang berteduh sambil menikmati jajanan yang mereka bawa. Beberapa petugas kebersihan taman pun tampak sedang beristirahat. Beberapa sepasang muda-mudi melewati gapura dengan tanaman merambat. Sang wanota meminta sang pria mengambil gambar dengan kamera wanita itu. Sang wanita pun bergaya. Saya tak mau mengganggu mereka. Saya pun segera mengambil gambar di tempat lain.

Fasilitas taman bermain anak

Ia begitu excited setelah melihat ada tempat bermain anak-anak di taman itu. Ada ayunan, perusutan, tempat menggantung, jungkit-jungkit, dan lainnya.

Arena Bermain di Taman Harmoni Surabaya

Fasilitas Musholla dan kamar mandi

Adzan Dzuhur belum berumandang tapi musholla sudah cukup ramai oleh pengunjung yang ingin duduk bersantai. Maklum di taman ini kursinya terbatas dan sudah dipakai pengunjung. Di dekat musholla ada kamar mandi yang saya lihat keriwehan ibu-ibu yang sedang membersihkan anaknya.

Tong Sampah 

Agar kebersihannya terjaga, di taman ini juga disediakan tempat sampah. Ada tempat sampah untuk sampah kering, sampah basah dan ada juga komposter. Komposter yang dihiasi gambar ikan ini sebenarnya untuk sisa-sisa makanan bagi pengunjung yang berpiknik. Akan tetapi banyak yang belum sadar tentang pemilahan sampah sehingga pengunjung hanya membuang sampah tanpa memilahnya.

Hutan Bambu

Begitu selesai menyusuri Taman Harmoni secara singkat, saya pun berjalan mengunjungi Hutan Bambu yang berada tepat di sebelah taman.

Kalau kita lihat di medsos, taman bambu ini seperti tempat wisata di luar negeri, mungkin di China atau Jepang. Tempatnya memang instagramable. Tempat yang cocok untuk berfoto-foto. Salah satu wisata di Kota Surabaya ini memang cukup banyak yang datang walaupun di siang hari.

Saya melihat masih ada ibu-ibu yang duduk lesehan menggelar koran dengan banyak cemilan di taman. Ada juga yang berpiknik di hutan bambu dengan menggelar koran.

Bambu-bambu sudah terlihat gersang. Pengunjung-pengunjung banyak yang mengambil gambar di tengah-tengah pepohonan. Saya pun tak ketinggalan mengambil gambar di tengah pepohonan. Sayangnya, karena banyak pengunjung, saya agak kesulitan mengambil gambar tanpa ada orang lewat.
Begitu selesai mengambil foto di Hutan Bambu saya pun bergegas pulang.

Hutan Bambu

Dari kejauhan, saya melihat banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Para pedagang benar-benar memanfaatkan keramaian yang ada di taman dan hutan bambu untuk mencari nafkah.

Tiket Masuk

Tak ada loket ataupun petugas yang menarik karcis kepada pengunjung. Insyallah sampai saat ini untuk tiket masuk ke Hutan Bambu dan Taman Harmoni itu Gratis!

Lokasi

Lokasi Hutan Bambu dan Taman Harmoni ini berada di Keputih, Sukolilo, Surabaya. Tidak jauh dari Kampus ITS. Kalau dari Jl. Arief Rahman Hakim jalan terus saja sampai ikutin jalan sampai ketemu tulisan Taman Harmoni dan Hutan Bambu. Yang pasti sebelum Terminal Keputih.
Read More
Sidoarjo yang panas, walaupun saya di dalam rumah terus, membuat tenggorakanku berteriak-teriak minta minum. Air putih bergelas-gelas pun masih belum mampu mengurangi rasa dahaga.

Kalau sudah begini, saya biasanya buat teh hangat atau kadang malah membuat teh dingin yang membuat tenggorokan makin nggak enak. Biasanya kalau suami pulang dari kantor akan bawa degan atau minuman es lainnya. Ternyata nggak.

Ketika suami pulang dari kantor, suami membawakan beberapa botol minuman berasa. Sebenarnya saya nggak begitu suka sengan minuman berasa seperti jamu-jamuan apalagi yang warnanya sangat mencolok seolah-olah berasal dari warna buahnya. Saya khawatir dengan pewarna makanannya.



Begitu saya rasakan. Seger banget.

Namanya UNICK. Unick ini menggunakan resep sejak tahun 1962. Bahannya juga 100% alami dan tanpa bahan pengawet.

Varian Ras

Minuman Unick dibuag dengan tiga rasa seperti Rosella, Sinom dan Temulawak. Saya berharap anak saya akan menghabiskan temulawak. Tujuannya biar nafsu makannya bertambah.

Minuman segar Unick ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Hanya saja perlatan yang digunakan cukup terbatas. Kemudian pihak Teknik Mesin Unesa mencoba membuat alat yang dapat membantu penjual dalam mengolah minuman segar tersebut.

Kemudian setelah alat tersebut jadi, pihak Unesa melakukan briefing kepada penjual tentang tata cara penggunaannya untuk lomba Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).


Pemesanan

Pemasaran yang dilakukan pun bisa online dan offline. Bisa juga hubungi nomor whatsapp yang ada tertera di foto. Harganya pun tidak mahal. Saya lupa tepatnya berapa, hehe. Anak saya suka banget sama teh bunga rosella. Dan empat botol minuman yang saya beli, nggak sampai satu hari satu malam.


Minuman ini enak sekali disajikan dengan dingin.
Jika ada ingin membeli  minuman ini ini bisa pesan minimal dua minggu sebelum.

Khasiat

Menurut testimoni, minum minuman segar Unick ini dapat memperlancar ASI, membuat badan segar dan lebih sehat.


Oiya,  bagi ibu-ibu yang belum sempat menstruasu setelah nifas, coba aja minuman ini. Kata testimoninya bisa membuat si  pengkonsumsinya kembali menstruasi. Sebenarnya hal biasa ibu-ibu yang belum menstruasi setelah nifas termasuk saya, hehe. Boleh dicoba.

Read More
Sudah lama pengen nulis tentang pengalaman naik pesawat bersama bayi kurang dari dua tahun. Waktu itu ada pertemuan Gerakan Literasi Nasional di Jakarta.

Saya juga sempat bingung, apakah saya harus membawa Raceqy ke acara atau menitipkannya ke tempat mbahnya? Setelah saya mengkomunikasikan kepada panitia dan dibolehkan akhirnya saya membawa Raceqy.

Saya pun searching-searching cari tiket pesawat.  Untungnya, bayi kurang dari dua tahun tidak dikenai tiket pesawat penuh hanya membayar 10% saja. setelah tiket terbeli, saya pun mempersiapkan diri untuk berangkat ke Jakarta.
Diedit dari www.pexels.com

Kekhawatiran Saat Naik Pesawat

Sebelum naik pesawat, pastinya saya punya kekhawatiran yaitu anak nggak betah di dalam pesawat kemudian anak menangis saat di dalam pesawat.
Nah, karena Raceqy waktu itu belum bisa ngomong. Alhasil saya pun memperkirakan apa-apa saja yang membuat  dia menangis. Mungkin saja Raceqy:

Lapar
Untuk mengatasi ini akhirnya saya membeli cemilan untuk dimakan di pesawat. Cemilan yang saya pilih pun yang disukai Raceqy. Tahunya pun saat mengajak Raceqy ke minimarket dan membiarkan dia memilih sendiri. Dengan begitu, dia akan merasa excited melihat makanan pilihannys.

Mengantuk
Sebenarnya kalau mengantuk terus tidur sih enak aja. Tapi kalau mengantuk dan nggak bisa tidur itu biasanya anak kecil akan rewel. Untuk kekhawatiran ini, nggak ada yang saya persiapkan selain berdoa semoga dia nggak rewel.

Boring
Anak boring karena nggak bisa ngapa-ngapain di pesawat juga bisa membuat anak rewel. Satu jam di pesawat lumayan sekali tuh apalagi kalau anaknya sangat aktif sekali. Akhirnya saya bawa mainan dia yang biasanya dia suka.

Buang air besar
Sebenarnya ini tidak terlalu bermasalah sih. Hanya saja anak pun bisa saja rewel karena popoknya kotor. Apalagi kalau membersihkan di pesawat agak susah karena toiletnya yang kecil dan airnya serba terbatas. Belum lagi harus menidurkan dulu saat ganti popok.

Hal pertama yang dilakukan sebelum naik pesawat

Ada hal penting yang harus dilakukan penumpang yang membawa anak kecil sebelum naik pesawat yaitu melaporkan diri dan anak bayi yang dibawa. Biasanya petugas di counter check in akan menanyakan usia anak berapa. Mereka akan mengarahkan penumpang untuk melaporkan diri ke petugas bandara/ maskapai yang ada di pintu boarding.

Saat melaporkan diri, kita akan diminta boarding pass dan KTP kemudian mereka akan memberi surat untuk ditandatangani. Surat itu berisi pernyataan bahwa pihak maskapai tidak bertanggung jawab atas kejadian yang menyebabkan kerugian bagi anak kecil seperti kerusakan pendengaran akibat suara pesawat.

Sebaiknya berapa usia minimal bayi boarding pesawat?

Bagi orang tua yang harus bepergian dengan pesawat dan membawa anak bayi pasti akan bertanya apakah anaknya akan aman naik pesawat. Bukan masalah rewelnya saja, tapi kesehatan gendang telinganya. Saya ingat sekali waktu saya masih SD, saya naik pesawat dari Balikpapan ke Surabaya. Saat di pesawat saya diberi permen oleh pramugari dan sama bapak saya disuruh makan. Katanya biar nggak sakit. Saya nggak tahu apa memang benar seperti itu.

Saya punya saudara yang lahiran di Malang dan suaminya di Jakarta jadi dia harus pergi naik pesawat. Setelah sekitar 1 bulan (saya lupa tepatnya usia berapa anaknya naik pesawat), dia pun ke Jakarta naik pesawat. Menurut bidan setelah dia konsultasi, saat akan take off dan landing, anaknya lebih baik disusui saja.

Untuk batas usia minimal apalagi saat bayi masih satu bulan dan terpaksa harus naik pesawat lebih baik konsultasikan ke dokter. Kondisi tiap anak pun beda-beda.

Apa saja yang perlu dipersiapkan?

Setelah saya memperkirakan kekhawatiran yang mungkin terjadi pada anak saat di pesawat, maka saya pun membawa beberapa hal agar meminimalisir kekhawatiran saya tersebut:

Mainan
Untuk mengatasi anak boring, saya biasanya membawa mainan yang dia sukai. Atau bisa juga membawa pulpen dan kertas untuk dicoret-coret.

Cemilan
Karena anak saya sudah 1,5 tahun jadi tidak terlalu susah membelikan cemilan. Sebelum berangkat saya membelikan cemilan yang ada di minimarket.

Tisu Basah
Menurut saya tisu basah ini efisien untuk membersihkan tangan anak yang kotor karena makanan tanpa harus ke kamar mandi apalagi yang sudah ada antiseptiknya. Jadi tangan bayi bersih.  Tisu basah ini juga bisa untuk membersihkan setelah buang air besar di popok selama di perjalanan. Kulit Raceqy agak sensitif kalau pakai tisu basah. Biasanya kulitnya akan mrintis-mrintis atau ruam di area popok. Tapi kebanyakan tisu basah saya pakai buat bersihkan kulit yang kena makanan saja.

Pempers
Nah, bagi yang sudah punya bayi, pampers atau popok sekali pakai adalah barang penting yang harus dibawa saat bepergian. Dan saya selalu taruh di tas saya tanpa harus buka koper untuk ambil popok.

Sabuk pengaman bayi

Pramugari selalu menyambut penumpangnya di pintu masuk. Sebenarnya tujuan lainnya adalah mengetahui kondisi penumpang yang sedang hamil, bawa anak, lanjut usia, atau seseorang yang perlu perhatian khusus. Dan ketika saya sampai di pintu pesawat, pramugari akan menanyakan usia anak saya kemudian mereka akan menanyakan apakah saya sudah tanda tangan surat di pintu boarding? Jika belum, maka mereka akan meminta surat pernyataan dan menyuruh kita tanda tangan di pesawat.

Setelah saya duduk, pramugari akan memberikan sabuk pengaman dan pelampung untuk anak saya. Dia pun bersedia memberi penjelasan tentang penggunaan sabuk pengaman untuk anak bayi dan panduan keselamatan yang harus dilakukan bagi ibu yang membawa anak kecil.

Menyusui

Bagi saya, menyusui adalah salah satu cara mengurangi rewel anak. Jadi, saat anak sudah mulai tidak betah atau menangis, maka menyusui adalah cara yang ampuh agar anak tidak rewel. Tapi jika ternyata anak nggak mau menyusui di pesawat mungkin memang ada penyebab lain yang membuat dia nggak betah. Mungkin dia kedinginan, popok nggak bersih atau penyebab lain.

Perlukah bawa stroller saat naik pesawat?

Pertanyaan ini cukup membingungkan bagi saya. Beberapa kali saya maju mundur untuk membawa stroller. Masalahnya adalah begitu turun dari pesawat di bandara Cengkareng, penumpang harus jalan kaki yang cukup jauh ke tempat pengambilan bagasi. Apalagi saya bawa anak yang maunya digendong, pasti berat banget apalagi saya bawa ransel isi laptop. Tapi kalau saya bawa stroller, saya membayangkan turun tangga bawa stroller, bayi, dan tas ransel kalau misalnya saya dapat pesawat harus naik bis dulu setelah pemeriksaan boarding pass. Nggak bisa ditebak sih.

Saya bertanya pada saudara saya yang sudah pengalaman naik pesawat bawa anak dan stroller. Dia menyarankan saya untuk membawa stroller saja. katanya saat turun pesawat bilang saja sama awak pesawat minta ambil stroller.

Akhirnya saya pun membawa stroller, sampai counter check in, petugasnya memberi label cabin pada stroller saya. Akhirnya saya pakai stroller tanpa keberatan membawa bayi saya. Apalagi Gate saya cukup jauh. Begitu boarding, saya bilang ke petugas bandara atau awak pesawat tentang stroller saya, mereka malah menyarankan masukkan ke bagasi. Saya sih iya saja. Mereka pun membantu memasukkan ke bagasi.

Setelah pesawat landing di Jakarta, perasaan saya nggak enak. Kira-kira strollernya diambilin lagi nggak yah? Begitu saya bilang ke pramugari. Mbaknya pun memberi tahu petugas bandara. Dan betullah, mereka bilang kalau stroller saya diambil di pengambilan bagasi. Hiks.

Terpaksa saya harus menyuruh anak saya jalan kaki. Tak lama ia capek. Pada akhirnya saya harus menggendongnya sampai pengambilan bagasi. Lumayan sekali loh jalannya di bandara Soekarno Hatta. Jadi intinya, membawa stroller ke dalam pesawat hanya mempermudah saya saat berangkat. Saat di tempat acara, stroller itu cukup membantu. Jadi saya tak perlu menggendong-gendong anak saya saat saya harus mengedit naskah buku.

Oiya, alhamdulillah saat di pesawat, anak saya nggak rewel. Jadi kekhawatiran saya hilang. Hanya saja saat pulang dari Jakarta, saya sempat memesan tempat duduk di bagian depan jadi lebih leluasa. Ternyata dia malah berdiri-berdiri. Terus bosan. Alhasil saya mengeluarkan semua barang-barang untuk mengurangi  kebosanannya. Tak lama, dia pun capek dan minta mimik. Alhamdulillah tidur. Sempat panik juga dia mulai rewel.
Read More
Waktu anak saya usia enam bulan, saya berkunjung ke Taman Safari Prigen, Jawa Timur. Anak saya blum paham saat diajak ke Taman Safari, tapi keponakan-keponakan yang sudah bersekolah-lah yang sangat antusias melihat banyaknya hewan berkeliaran bak melewati hutan sesungguhnya.

Tentang Taman Safari Prigen

Oiya, Taman Safari ini hanya ada tiga di Indonesia, yaitu di Bogor, Prigen, dan Bali. Taman Safari 2 ini terletak di lereng Gunung Arjuno, Prigen, Pasuruan dengan luas sekitar 350 hektar. Bahkan lebih luas hampir dua kali lipat dibanding Taman Safari yang ada di Bogor dan hampir delapan kali lebih luas dari Taman Safari di Bali. Taman Safari Prigen termasuk Taman Safari terluas di Asia loh. Keren yak!

Saking luasnya, banyak sekali fasilitas-fasilitas yang ditawarkan di TS ini. Mulai dari pertunjukan hewan (Gajah, Harimau, Burung, Lumba-Lumba dan satwa lain), paintball, baby zoo, water boom, dan wahana permainan lainnya (roller coaster, rumah hantu, sepeda layang, dan lain-lain). Bahkan yang terakhir baru dibuka arena bermain ice skating.

Saat itu memang pas weekend, sudah banyak antri memasuki kawasan Taman Safari.


Antri Masuk (Dokumen Pribadi)

Guide Map Taman Safari II Prigen (Dokumen Pribadi)

Manfaat Berkunjung Ke Taman Safari

Pergi ke Taman Safari mungkin akan sedikit lebih berbeda dibanding ke Kebun Binatang. Walauoun sama-sama melihat binatang, akan tetapi Taman Safari memang lebih lengkap dan suasana sangat dekat dengan alam.

Manfaat yang dirasakan anak-anak berkunjung ke Taman Safari.

  • Menambah pengetahuan karena mengenal jenis satwa. Mulai dari bentuk, warna, ketinggian, jenis makanan, asal daerah, liar atau jinak.
  • Membentuk pribadi yang kritis.
  • Membentuk pribadi yang berani, terutama saat memberi makanan.
  • Menimbulkan rasa sayang kepada binatang.
  • Menjadi terhibur.



(Dokumen Pribadi)

Singa tidur (Dokumen Pribadi)

Keluarga Monyet (Dokumen Pribadi)

Unta Mendekat (Dokumen Pribadi)

Memasuki Kawasan Afrika (Dokumen Pribadi)

Zebra dari dekat (Dokumen Pribadi)



Fasilitas

Fasilitas Taman Safari II Prigen ini cukup banyak, seperti wahana permainan, waterboom, restaurant, kantin, toilet, musholla, dan lain-lain. Saking luasnya memang membuat kita capek berjalan tapi di beberapa titik memang disediakan tempat duduk untuk beristirahat sejenak.


Wahana Permainan (Dokumen Pribadi)

Waterboom

Saya lupa-lupa ingat, setau saya masuk ke Waterboom Taman Safari II Prigen itu ada tiket masuknya. Dan menurut saya waterboom di Taman Safari Prigen ini cukup bagus, bersih, dan banyak wahananya. Benar-benar bagus buat foto. Selain itu, di waterboom ini ada penyewaan pelampung juga. Harga penyewaan pelampung di waterboom Taman Safari Prigen ini 15.000 untuk single, dan 20000 untuk yang double. Tapi saya nggak berani naik hehe.
Penyewaan Pelampung di Waterboom (Dokumen Pribadi)

Waterboom Taman Safari II Prigen (Dokumen Pribadi)
Begitu capek berenang, kami pun pulang. Rasanyaaa mau ke parkiran saja susabh sekali untuk melangkah. Soanya jaraknya cukup jauhh.
Read More
Menyambut Asian Games 2018, Indonesia melaksanakan torch relay dari melewati kota-kota di Indonesia. Sayangnya, pas torch relay diadakan di Malang, saya masih di luar kota, jadi nggak bisa melihat torch relay itu.

Menonton Video dari Media Sosial

Ketika saya membuka instagram juga Facebook saya melihat banyak sekali teman-teman yang nge-share video pembukaan Asian Games 2018. Karena di rumah saya tidak ada televisi jadi saya hanya bisa mengakses informasi lewat internet.

Teman-teman saya pada berkomentar kalau pembukaannya bagus banget! Saya sempat berpikir, "Ah, mereka berlebihan saja."

Tapi terus terang saya juga penasaran bagaimana pembukaannya. Dan ternyata woowww bangetttt! Upacara pembukaan Asian Games 2018 benar-benar rapi!

Yang ada di benak saya, mengatur orang sebanyak itu pasti susah. Latihan yang rutin mungkin menguras emosi dan tenaga apalagi pelatihnya. Duh, saya salut deh.


Kepoin Penari Saman

Tambah lagi pas saya melihat tari Saman yang benar-benar kompak. Yang membuat saya kepo adalah bagaimana para penari ini berganti kostum tanpa pindah tempat? Sampai-sampai saya ngepoin salah satu penari Saman loh. Saya tanyakan bagaimana ganti bajunya. Dia memang menjawab kalau mereka menggunakan lapisan-lapisan yang berwarna. Terus, saya tonton lagi video penari Saman, eh beneran nggak kelihatan mereka berganti baju. Duh, akhirnya saya tanya lagi, "Kok bisa nggak kelihatan gimana ya? Lapisan yang sebelumnya kemana? Kok kayaknya bersih nggak ada tumpukan pakaian di belakang?"

Sayangnya nggak dijawab sama mbak penarinya, hehe. Rasa penasaran saya semakin tinggi, akhirnya saya kepoin instagramnya mbak penari itu.

Sayangnya hanya beberapa foto saja yang menunjukkan mbaknya latihan Saman. Saya pun baru tahu kalau penari itu masih SMA. Wah, ya memang mudah mencari orang sebanyak itu. Tapi cukup sulit untuk berkomitmen latihan sampai acara berlangsung.

Oiya, yang saya screenshot itu bukan orang yang saya tanya. Saya lupa akun penari yang saya tanya.


Kepoin Atlit Asian Games

Nah, saya dari awal nge-follow instagram atlit BMX yang sudah berprestasi sampai internasional. Tampilannya cowok banget tapi sebenarnya dia cewek. Apalagi dia tinggal di Malang. Namanya Elga Kharisma.

Setiap saya buka instagram, dan story instagram yang terlihat duluan adalah Elga saya langsung membukanya. Saya jadi tahu persiapan Elga menghadapi Asian Games. Saat upacara pembukaan Asian Games pun Elga suka live atau buat story di instagram dia. Tak cuma Elga, saya juga follow beberapa atlit dari Malang seperti Crismonita, atlit cantik ini adalah atlit BMX yang juga berprestasi sampai internasional seperti Elga.

Saya pun jadi tahu bagaimana hasil kerja keras Elga dan teman-temannya setelah pertandingan. Tak hanya itu, kesedihan yang dirasa Elga yang belum mendapatkan emas juga berhasil menarik empati saya dan netizen lainnya.




Artis Korea di Penutupan Asian Games 2018

Ketika saya membuka Instagram saya, saya melihat banyak sekali postingan teman-teman saya yang sedang antri masuk GBK. Saya sedikit kaget karena ternyata banyak juga yang mau nonton penutupan Asian Games 2018.

Mungkin karena pas upacara pembukaan Asian Gamea berjalan sangat seru kali, ya. Eh, ternyata bukan hanya itu. Saat acara dimulai, teman saya memposting artis Korea yang menjadi pengisi acara di Penutupan Asian Games. Saya juga tahu kalau teman saya tergila-gila dengan artis Korea.




Saya merasakan aura kegembiraan di wajah teman saya yang dia unggah di Instagram. Setelah dia ngefans banget sama Suju sejak bertahun-tahun lalu akhirnya dia bisa melihat artis pujaannya itu secara langsung. Senangnya.

Sedangkan saya tetap menikmati kemeriahan Asian Games 2018 lewat media sosial, hehe.
Read More

Follower