Bagi pecinta kereta api, sayang banget kalau tidak pergi ke Museum kereta api Ambarawa yang punya kereta uap ikonik dan juga sayang banget melewatkan event yang hanya dibuka satu kali satu tahun oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng.
Kunjunganku ke Balai Yasa Surabaya Gubeng itu pun tidak direncanakan. Tiba-tiba saat scroll Instagram, muncul postingan tentang Open House Balai Yasa Surabaya Gubeng. Tentu saja aku tidak mau melewatkan event tahunan ini. Kalau mau ke stasiun pun bisa, bisa lihat kereta di pinggir rel kereta api kapan pun. Tapi kalau ke bengkel kereta api, tidak setiap hari bisa. Makanya aku nggak mau ketinggalan event Open House dari KAI ini.
Balai Yasa
Balai Yasa merupakan bengkel khusus kereta api untuk perbaikan dan perawatan lokomotif, gerbong, kereta maupun sarana perkeretaapian milik PT. KAI. Indonesia memiliki delapan Balai Yasa yaitu Manggarai, Kiaracondong, Tegal, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, Pulubrayan, Padang, dan Lahat.
Seneng banget di kotaku ada Balai Yasa Surabaya Gubeng. Lebih excited lagi ternyata Balai Yasa Surabaya Gubeng mengadakan open house. Event satu tahun sekali ini emang kudu banget dikunjungi! Selain menyenangkan untuk anak-anak.
Tiket Masuk Open House Balai Yasa Surabaya Gubeng
Mencari informasi tentang tiket masuk ke Open House Balai Yasa ini agak membingungkan. Cuma entah bagaimana akhirnya setelah mencari-cari informasi melalu media sosial maupun website, aku dapat juga tiketnya. Gratis. Kita tinggal memilih jam kunjungan. Dan aku memilih jam 11 siang. Kebayang panasnya Surabaya. Hehe. Tapi demiii banget biar anak-anak seneng ya udah lanjut ajaaa.
Melihat Bengkel Kereta Api
Mendekati lokasi, ternyata jalanan lumayan padat. Jalanan yang tidak terlalu lebar menambah kepadatan lalu lintas siang itu. Mobil-mobil sudah parkir di pinggir jalan. Mau tak mau kami juga mencari parkir di luar.
Setelah mendapat parkir, kami segera menuju pintu masuk Open House. Kami mengira pintu masuk untuk Open House itu sama dengan Balai Yasa. Ternyata beda. Kami diarahkan ke pintu masuk di mana banyak orang menuju berjalan ke arah itu.
Meski panas sudah berada di atas kepala, para pengunjung sudah banyak yang antri padahal masih di depan gerbang. MaasyaAllah. Di depan, beberapa petugas pengecekan tiket dan bagian keamanan berjaga di depan gerbang. Bagi yang sudah menunjukkan tiket, pegunjung diperbolehkan masuk. Setelah antri sekitar 10 menit, kami pun memasuki Balai Yasa yang menjadi jalur masuknya kereta api yang akan diperbaiki.
Ruang terbuka tampak ramai dengan orang berlalu-lalang. Panasnya membuat kami segera mencari tempat teduh. Eh, tapi kami berfoto dulu di tulisan BUMN. Hehe.
Kami juga berfoto di depan seperti mesin excavator tapi tidak pakai ban untuk di jalan raya tapi pakai roda kereta api.
Tak lama, odong-odong datang dan berhenti di dekat kami. Beberapa orang turun dan kemudian naik saling berebutan.
Awalnya, aku mau ajak naik odong-odong tapi kok kalah sama ras terkuat di bumi ini. Alias para ibu-ibu. Meski aku juga ibu-ibu, tapi aku kalah duluan. Hehe. Mereka rebutan naik dan aku gagal.
Sebelum Itu, Lihat Satwa liar Dulu
Yausah, aku, suami dan anak-anak pergi ke tempat pameran. Sebelum melihat kereta api, kami mendatangi stand paling depan yang memamerkan beberapa hewan liar, seperti beberapa jenis ular, iguana, dan lain-lain. Petugas yang juga pemilik hewan itu berdiri mengawasi para pengunjung yang ingin merasakan sensasi memegang hewan paling menggelikan.
Aku mengira anakku takut, rupanya mereka penasaran ingin memegang. Okelah, meski aku agak geli-geli juga, kubiarkan mereka memegangnya.
Setelah sekitar 10 menit, aku menyuruh mereka sudah saja. Soalnya aku takut nanti aku berubah jadi Nagin. Cacacaca.. XD
Melihat Kereta Panoramic dari Dekat
Satu obyek di Open House yang menarik perhatian banyak pengunjung adalah adanya kereta panoramic yang viral. Naik kereta panoramic emang dambaan banyak orang kayaknya yaa.. siapa yang nggak pengen bisa naik kereta mirip di luar negeri bisa melihat pemandangan alam yang indah. Kereta panoramic ini harganya lumayan sih. Nah, karena belum kesempatan naik kereta panoramic jadi kita manfaatkan nih di event ini bisa merasakan kereta panoramic.
Eh, sayangnyaaaa...banyak banget yang mau masuk ke gerbong kereta panoramic dan foto-foto di dalam. Jadi pas aku udah naik, cuma sempet ngerasain AC gerbong panoramic yang dingin, tapi nggak bisa masuk karena semua pengunjung udah duduk di kursi, foto-foto, dan cukup penuh.
Wes lah. Capek juga mau pencitraan naik kereta panoramic. Wkwkwk. Akhirnya anak-anak aja aku suruh foto di depan gerbong kereta panoramic dan ikut foto sama bapak petugas KAI.
Barisan Gerbong Kereta
Sebenarnya aku juga nggak begitu paham dengan kereta. Jadi kebanyakan saat kunjungan ke bengkel kereta api, suamiku yang lebih banyak cerita. Saat gerbong-gerbong kereta berbaris rapi di depo, sebuah tempat khusus beratap untuk memperbaiki mesin kereta. Gimana gerbong kereta dibawa sampai ke tempat bengkel.
Tidak tampak aktivitas pegawai Balai Yasa yang sedang memperbaiki gerbong kereta. Kami pergi ke ruang lain yang memang sudah diperuntukkan untuk pameran. Pengunjung cukup ramai melihat petugas Balai Yasa yang menjelaskan sistem roda perkeretaapiaan. Emang cocok banget sih buat anak kuliahan. Aku nggak paham. Hiks. Suamiku yang bisa lama di ruang pameran itu sih karena emang paham.
Naik Roll Wagon
Yang unik dari Balai Yasa ini yaitu pengunjung bisa naik roll wagon yang merupakan fasilitas perkeretaapian untuk membawa gerbong kereta ke depo kereta. Roll wagon ini bentuknya memanjang menyesuaikan panjang gerbong. Di bagian tengah roll wagon tersusun konstruksi rel kereta. Di bagian depan ada ruang khusus pengemudi. Roll wagon ini hanya jalan maju dan mundur saja.
Aku pun mengajak anak-anak naik roll wagon. Kami sudah berdiri di pinggir agar bisa segera naik. Saat berhenti, pengunjung rebutan naik. Tapi kalau ini kayaknya semua pengunjung bisa merasakan semua. Setelah roll wagon cukup terisi banyak pengunjung, roll wagon berjalan.
Sensasinya sih seperti naik kereta dengan kecepatan pelan tapi jalan maju sampai ujung kemudian mundur lagi. Dan tidak ada pembatas kaca jadi masih merasakan angin sedikit. Syukurnya ada atap jadi tidak terasa panas.
Kesimpulan
Naik roll wagon ini seperti puncak acara ikutan open house Balai Yasa. Ikutan open house ini selain memperkenalkan profesi kereta api juga mengenalkan sistem kereta api kepada anak-anak. Open House Balai Yasa ini emang kudu banget sih dikunjungi apalagi anak-anak yang suka kereta api. Cuma aku kurang paham yaa kalau di kota lain apa ngadain Open House juga apa nggak. Coba di cek-cek aja medsosnya.





































