Bismillah.
Setelah tahu apa itu arti speech delay, tanda speech delay dan apakah speech delay bisa disembuhkan atau tidak, selanjutnya artikel ini aku akan membahas penyebab anak mengalami keterlambatan bicara atau speech delay anak 2 tahunTerdapat lima penyebab speech delay pada anak 2 tahu . Penyebab speech delay pada anak ini tentu berbeda-beda setiap individu. Tidak semua anak mengalami semua tanda-tanda speech delay seperti yang disebutkan di bawah ini. 

Penyebab speech delay

Penyebab-penyebab Speech delay pada anak 2 tahun

Ada penyebab yang Mom bisa hindari dan ada yang tidak bisa Mom hindari. Di artikel ini aku coba sebutkan semua penyebab speech delay pada anak usia 2 tahun.

Faktor Genetik

Beberapa kasus keterlambatan bicara dapat disebabkan oleh faktor genetik atau riwayat keluarga, di mana anak mungkin memiliki kecenderungan mengalami perkembangan bicara yang lebih lambat karena faktor keturunan. Jika salah satu anggota keluarga besar dari bapak atau ibu yang memiliki riwayat keluarga yang memiliki masalah berbahasa, seperti gagap, disleksia, atau terlambat bicara, risiko anak mengalami speech delay akan lebih besar.

Gangguan Pendengaran

Salah satu penyebab speech delay adalah masalah pendengaran. Anak yang mengalami gangguan pendengaran membuat anak hanya bisa mendengar dengan volume tertentu. Masalah pendengaran, seperti infeksi telinga berulang atau gangguan pendengaran lainnya, dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam memahami dan meniru kata-kata dengan benar.

Kelahiran Prematur

Anak yang lahir prematur mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan bicara karena sistem saraf dan organ-organ lainnya belum sepenuhnya matang pada saat kelahiran.

Pada masa perkembangan normal, otak dan sistem saraf anak mengalami pertumbuhan dan pengembangan yang kompleks. Prematuritas dapat memengaruhi perkembangan otak, terutama bagian yang bertanggung jawab untuk kemampuan berbicara.

Faktor-faktor yang dapat berkontribusi terhadap speech delay pada anak prematur meliputi ketidakmatangan sistem saraf pusat, risiko perdarahan intraventrikular yang memengaruhi otak, dan kebutuhan perawatan intensif di inkubator yang dapat memengaruhi interaksi dan stimulasi lingkungan yang dibutuhkan untuk perkembangan bicara.

Studi juga menunjukkan bahwa prematuritas dapat memengaruhi struktur otak yang terlibat dalam bahasa, seperti korteks prefrontal dan area yang terkait dengan pengolahan sensorimotor, sehingga menyebabkan keterlambatan dalam perkembangan bicara dan bahasa pada anak prematur.

Gangguan perkembangan bahasa atau komunikasi

Beberapa anak mungkin mengalami gangguan khusus dalam perkembangan bahasa atau komunikasi, seperti gangguan spektrum autis atau gangguan perkembangan bahasa.

Autisme memiliki dampak kompleks pada perkembangan anak, termasuk keterlambatan bicara. Beberapa penjelasan ilmiah mengenai hubungan antara autisme dan speech delay melibatkan faktor-faktor neurobiologis dan neuroperilaku.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak dengan autisme dapat mengalami ketidakseimbangan dalam kadar neurotransmitter, seperti serotonin dan dopamin, yang memainkan peran dalam regulasi fungsi otak termasuk bahasa.

Anak dengan autisme dapat mengalami keterbatasan dalam koneksi otak, terutama di area yang terlibat dalam pemahaman bahasa dan keterampilan sosial. Hal ini dapat menyulitkan proses belajar dan penggunaan bahasa.

Anak dengan autisme sering mengalami gangguan sensorik, di mana respons terhadap rangsangan sensorik seperti suara, cahaya, atau sentuhan mungkin berbeda. Keterlibatan berlebihan atau kurangnya respon terhadap rangsangan ini dapat memengaruhi fokus dan partisipasi anak dalam situasi komunikatif.

Banyak anak dengan autisme mengalami kesulitan dalam memproses informasi auditif dan visual. Ini dapat menyebabkan kesulitan dalam memahami dan merespons ucapan verbal, menghambat perkembangan bahasa.

Penting untuk dicatat bahwa sifat autisme sangat heterogen, dan tidak semua anak dengan autisme mengalami speech delay dengan tingkat keparahan yang sama. Penanganan yang dini dan disesuaikan dengan kebutuhan individual anak dapat membantu memitigasi dampak keterlambatan bahasa pada anak dengan autisme.

Kurangnya Stimulasi Bicara

Anak yang tidak mendapatkan stimulasi bicara yang memadai, baik melalui interaksi dengan orang tua atau lingkungan sekitar, dapat mengalami keterlambatan dalam pengembangan kemampuan berbicara mereka.

Kurangnya stimulus pada tahap-tahap kritis perkembangan anak dapat memengaruhi perkembangan bicara mereka secara ilmiah.

Pada masa perkembangan awal, otak anak mengalami pertumbuhan dan pengembangan yang pesat. Stimulasi dari lingkungan memberikan sinyal dan memicu perkembangan sinaptik, yang penting untuk konektivitas otak yang optimal. Kurangnya stimulus dapat menghambat proses ini.

Plastisitas otak merujuk pada kemampuan otak untuk beradaptasi dan mengubah strukturnya sebagai respons terhadap pengalaman dan rangsangan. Stimulasi yang cukup dan bervariasi dapat memicu plastisitas otak yang mendukung perkembangan bahasa.

Anak-anak memerlukan interaksi sosial untuk mengembangkan keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal. Kurangnya interaksi dengan orang dewasa atau teman sebaya dapat menghambat perkembangan kemampuan berbicara, karena interaksi tersebut memainkan peran penting dalam pembelajaran bahasa.

Lingkungan yang kaya dengan stimulus memberikan anak kesempatan untuk mengamati dan meniru model peran. Interaksi dengan orang dewasa yang berbicara dan memberikan contoh bahasa membantu anak dalam memahami struktur dan penggunaan bahasa.

Mendengar dan merespons suara-suara sekitar adalah elemen penting dalam perkembangan bahasa. Kurangnya stimulus auditif, seperti percakapan dan suara sehari-hari, dapat menghambat pengembangan kemampuan mendengar dan berbicara.

Anak belajar berbicara melalui percakapan dan interaksi yang melibatkan vokalisasi resiprokal (balasan terhadap suara). Lingkungan yang kurang memberikan kesempatan untuk vokalisasi ini dapat menyulitkan anak untuk mengembangkan keterampilan berbicara.

Stimulasi motorik dan sensorik juga berperan dalam perkembangan bahasa. Aktivitas fisik dan permainan membantu mengembangkan koneksi antara gerakan tubuh dan perkembangan keterampilan bicara.

Dengan demikian, kurangnya stimulus pada periode kritis perkembangan dapat menghambat kemampuan anak untuk memahami, merespon, dan akhirnya menggunakan bahasa. Penting untuk menyediakan lingkungan yang kaya akan stimulus untuk mendukung perkembangan bahasa anak secara optimal.

Terlalu lama terpapar gadget

Paparan yang berlebihan terhadap gadget pada anak-anak dapat memiliki dampak negatif pada perkembangan bicara mereka.

Gadget seringkali menjadi perangkat individual yang membuat anak cenderung berinteraksi dengan layar daripada berkomunikasi langsung dengan orang di sekitarnya. Interaksi sosial langsung adalah aspek penting dalam perkembangan kemampuan berbicara dan keterampilan komunikasi.

Pada umumnya, gadget menyajikan informasi dalam format visual dan auditif tanpa memberikan kesempatan bagi anak untuk merespons secara aktif dengan berbicara. Kurangnya stimulasi bicara dalam interaksi dengan gadget dapat membatasi pengembangan keterampilan berbicara anak.

Paparan gadget sebelum tidur dapat mengganggu pola tidur anak, dan hal ini telah dikaitkan dengan masalah perkembangan bahasa. Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi daya ingat, perhatian, dan kemampuan anak untuk belajar, termasuk perkembangan bahasa.

Waktu yang dihabiskan di depan layar gadget dapat mengurangi waktu anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik dan sensorik yang mendukung perkembangan bahasa. Aktivitas fisik dan sensorik juga memberikan stimulus penting untuk pengembangan otak dan keterampilan motorik, yang berkaitan dengan perkembangan bahasa.

Paparan berlebihan terhadap stimulus visual dan auditif dari gadget dapat mempengaruhi pemrosesan sensorik anak, termasuk respons terhadap suara sekitar dan kemampuan untuk fokus pada informasi verbal yang diberikan secara lisan.

Isi yang ditampilkan di gadget mungkin tidak selalu menjadi model peran yang optimal dalam penggunaan bahasa dan komunikasi. Kurangnya konteks kehidupan nyata dalam konten gadget dapat memengaruhi bagaimana anak memahami dan menggunakan bahasa.

Oleh karena itu, penting untuk mengelola waktu yang dihabiskan anak di depan gadget, memastikan interaksi sosial langsung yang cukup, dan menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan bahasa dan keterampilan komunikasi.

Gangguan fungsi oromotor dan struktur pada mulut

Gangguan fungsi oromotor pada mulut, yang melibatkan masalah dengan otot-otot yang terlibat dalam gerakan mulut dan wajah, dapat mempengaruhi perkembangan bicara secara ilmiah. Otot-otot di sekitar mulut, lidah, dan rongga mulut memainkan peran kritis dalam produksi suara dan pengaturan aliran udara yang diperlukan untuk membentuk suara-suara konsonan dan vokal. Gangguan oromotor dapat menghambat kemampuan anak untuk mengkoordinasikan gerakan-gerakan ini dengan tepat.

Gangguan oromotor dapat menyebabkan kesulitan dalam pembentukan suara dan gerakan mulut yang diperlukan untuk memproduksi bunyi-bunyi bahasa. Hal ini dapat menghambat kemampuan anak untuk mengucapkan suara-suara konsonan dan vokal dengan jelas.

Oromotorik yang kurang efisien dapat memengaruhi kemampuan anak untuk menguasai artikulasi dan fonologi, yaitu kemampuan untuk menghasilkan dan memahami bunyi-bunyi bahasa. Gangguan oromotor dapat menyebabkan kesulitan dalam menghasilkan bunyi-bunyi bahasa yang diperlukan untuk perkembangan bicara yang tepat.

Gangguan oromotor juga dapat memengaruhi koordinasi motorik halus, yaitu kemampuan untuk mengendalikan gerakan-gerakan halus dan presisi di dalam mulut. Hal ini penting untuk pembentukan suara-suara konsonan dan vokal yang akurat.

Oromotorik yang baik melibatkan gerakan lidah dan rahang yang terkoordinasi dengan baik. Gangguan ini dapat menyebabkan kesulitan dalam melakukan gerakan yang diperlukan untuk membentuk bunyi-bunyi bahasa tertentu.

Koordinasi yang tepat antara otot-otot oromotor juga penting untuk mengatur aliran udara yang dibutuhkan untuk menghasilkan suara. Gangguan oromotor dapat menyebabkan ketidakstabilan dalam pengaturan aliran udara yang dapat mempengaruhi perkembangan bicara.

Dengan memahami keterkaitan antara fungsi oromotor dan perkembangan bicara, intervensi yang tepat dan dini dapat membantu anak mengatasi gangguan oromotor dan mendukung perkembangan bahasa yang optimal.

Dari beberapa penyebab keterlambatan bicara pada anak 2 tahun itu bisa aku ketahui apa yang membuat anakku emngalaki speech delay. Beberapa riwayat di keluargaku memang ada yang mengalami speech delay dan ada yang disleksia. Namun, mereka sudah lancar bicara di usia SD dan gak perlu terapi lagi. Selain itu, katanya menyusui itu bisa melatih otot-otot mulut. Meakipun anakku full menyusui sampai 2 tahun, toh sampai sekarang juga masih belum lancar bicaranya.

Ada yang bilang lagi karena MPASI nya tidak lancar, maka bisa memengaruhi otot mulut. Anakku termasuk anak yang susah makan saat usia MPASI jadi dia sering aku kasih makanan lembut terus jadi otot mulutnya kurang terlatih meskipun dia lebih suka makan finger food walau nggak banyak.

Dan lagi karena anakku beberapa kali di usia kurang dari 2 tahun sudah terpapar gadget dan tivi karena lingkungan sekitar jadilah dia semakin sulit bicara. Belum lagi stimulus yang aku berikan kurang lengkap beda dengan dua anakku sebelumnya. Semakin menjadi-jadi saja speech delay yang dialami anakku.

Kalau Mom kira-kira penyebab anak speech delay apa ni? Boleh dishare ya...

Nanti aku akan tuliskan juga artikel tentang terapi wicara dan stimulasi untuk anak speech delay.
Read More
Setelah aku amati anakku yang mengalami speech delay, ternyata anak tidak sering mengoceh di usia 8 bulan bisa menjadi tanda-tanda speech delay pada anak. Sayangnya, waktu itu aku menganggap biasa. Di usia 18 bulan, aku mulai khawatir setelah diberitahu oleh mbahnya. Kok belum bisa bicara? Aku mulai khawatir jangan-jangan anakku mengalami speech delay.

Setelah itu aku pun mencari di internet tentang tanda-tanda speech delay pada anak. Dan hampir sebagian besar tanda-tanda speech delay itu terjadi pada anakku. Waktu itu, aku juga sempat khawatir kalau anakku mengarah ke ‘autis’ karena speech delay juga menjadi tanda anak autis. Aku juga sempat kepikiran, jangan-jangan anakku mengalami masalah pendengaran.

Nah, untuk masalah pendengaran, aku mencoba mengeceknya dengan memanggil namanya dengan suara atau kejutan. Anakku menoleh. Ketika ada suara motor ayahnya datang pun ia segera keluar kamar. Jadi aku menganggap dia tak punya masalah pendengaran.

Terakhir ini, masalah autis. Karena ciri anak autis adalah anak tidak fokus ketika diajak bicara atau terlalu asyik dengan dunianya sehingga saat dipanggil anak tidak menoleh, aku mencoba memanggilnya atau mengajaknya bicara. Dan beberapa kali si anak usia 18 bulan ini tidak mau menatap mata, kadang tidak mau menoleh. Tapi di lain waktu, anak mau menoleh, mau diajak bicara dengan menatap mata.

Aku pun bertanya dengan salah satu keluargaku yang anaknya mengalami speech delay dan khawatiranku hilang karena ciri-ciri autis pada anak tidak terlihat dominan pada anakku. 

Salah satu ciri anak autis yang masih aku ingat adalah tidak bisa menunjuk dan suka menyusun apapun secara horizontal. Dia juga sempat mengajak ngomong anakku. Katanya anakku merespons kalau diajak ngomong dan bisa menunjuk. Anakku juga tidak pernah menyusun apapun secara horizontal. Jadi aku nggak begitu khawatir.


Tanda-Tanda Speech Delay pada Anak

Nah, aku akhirnya berkesimpulan kalau anakku mengalami keterlambatan bicara. Beberapa tanda-tanda speech delay pada anak yang aku lihat juga dari anakku yaitu:

1. Tidak terlalu banyak bicara

Anak ketigaku ini memang beda dengan kakak-kakaknya. Dia cenderung tidak terlalu banyak bicara meski geraknya aktif, Aku kira dengan tidak banyak bicaea itu karena memang anaknya pendiam ternyata ya karena ada sesuatu dengan organ bicaranya atau ada sesuatu dengan kemampuan bicaranya. Normalnya, anak akan mengoceh saat uaia 6 bulan lebih. Dan anakku nggak sering mengoceh dibanding dua anakku di usia yang sama.

2. Tidak bubbling saat usia 8 bulan

Tidak bubbling atau tidak mengatakan papapa, mamama, dadada, di usia 6-8 bulan itu bisa jadi ciri anak terlambat bicara. Anakku jarang bubbling di usia tersebut. Ketika disuruh pun ia hanya diam. Tapi pas usianya sudah 1,5 tahun, dia biaa bubbling dan itu udah telat banget ya...

3. Hanya bergumam ketika ingin sesuatu

Ketika anak usia 2 tahun sudah bisa mengatakan sesuatu jika ingin minta sesuatu, anakki di usia 2 tahun masih bergumam. Bahkan untuk mengatakan kata ma’am dan mimik saja susah. Jadi kalau dia mau minta ASI pun hanya nunjuk-nunjuk. Dia baru bisa ngomong ‘mimik’ di usia 2 tahun lebih setelah disapih itu jadi udah telat banget. Di usia 2,5 tahun sekarang sudah ada sekitar 50 lebih kosakata (padahal harusnya udah ratusan) dan kalau mau minum pun bilangnya air.

4. Sulit merespon ketika diajak bicara

Sebenarnya anakku itu paham kalau diajak bicara, cuma dia masih bingung bagaimana mau menjawabnya. Jadi dia cenderung diam saja. Tidak bergumam sama sekali. Dan itu ternyata adalah ciri anak terlambat bicara. Usia 2,5 tahun pun dia masih menjawab satu kata atau mempraktekkan suara ketika menyebutkan hewan. Ketika saya tanya hewan apa, anakku diam saja malah mempraktekkan suaranya.

5. Sulit meniru ucapan orang atau hanya diam

Di usianya 2 tahun, anakku masih sulit meniru beberapa ucapan. Namun, setelah itu, ia justru meniru banyak kata bahkan lebih banyak kata yang diucapkan. Sulit meniru ucapan ini menjadi salah satu ciri anak speech delay yang jelas terlihat terutama jika Mom coba meminta anak meniru yang Mom ucapkan di usianya 1 tahun.

6. Sering menghindari kontak mata

Ketika usianya masih 18 bulan, anakku beberapa kali menghindari kontak mata. Menghindari kontak mata ini merupakan salah satu ciri anak autis. Namun, di usia 24 bulan, anakku sudah mau diajak kontak mata. Ia sudah bisa diajak komunikasi. Sementara anak autis di usia 24 bulan kata keluarga saya masih belum mau kontak mata dan belum mau komunikasi dengan baik.

Jangan sampai terlambat!

Sayangnya, aku terlambat menyadari itu. Aku kira nanti 2 tahun anakku akan bisa bicara dengan lancar seperti anak lainnya. Nyatanya, hanya satu kata saja. Awalnya, aku nggak mau membanding-bandingkan anakku dengan anak lainnya. Jadinya ya untuk stimulasi agar cepat bicara malah terlambat. Jadi Mom kalau merasa anak Mom belum banyak mengucapkan kata-kata, Mom bisa lakukan terapi wicara atau stimulasi agar anak cepat bicara sesegera mungkin. Tujuannya agar tidak terlalu terlambat. Mom bisa lakukan terapi wicara atau stimulasi cepat bicara di rumah atau di tempat terapi. Jika Mom khawatir, Mom bisa mendatangi dokter anak atau dokter tumbuh kembang anak di kota Mom. Yang jelas Mom gak perlu khawatir karena speech delay bisa sembuh kok.

Read More
Anak speech delay bisa sembuh

Anak didiagnosis speech delay memang membuat orang tua sedih. Namun, Mom nggak perlu khawatir karena speech delay bisa sembuh Insya Allah. 

Banyak pengalaman anak speech delay bisa sembuh setelah terapi wicara. Mom juga perlu memperhatikan apakah speech delay anak tidak diikuti dengan gangguan lain seperti autis, ASD atau gangguan pendengaran. 

Jika diikuti gangguan tersebut maka Mom harus fokus mengatasi gangguan tersebut dahulu karena nanti anak akan bisa bicara pelan-pelan. Jadi Mom nggak perlu khawatir ketika anak didiagnosis speech delay.

Pengalaman Anak Speech Delay Bisa Bicara

Tulisan ini akan membahas pengalaman anak speech delay yang sembuh.

Sabar Menemani Anak Terapi Speech Delay

Pertama, saya bahas pengalaman seorang anak usia 2 tahun didiagnosis ASD. Ciri-ciri autis pada anak terlihat padanya. Hal itu memang membuat si anak belum bisa ngomong lancar seusianya. Selama bertahun-tahun, si anak melakukan terapi wicara, terapi okupasi, dan terapi lainnya.


Orang tua tetap mengajak anak untuk terapi meskipun dengan biaya yang tidak sedikit. Orang tua menganggap bahwa anaknya cukup terlambat dilakukan terapi sehingga sedikit sulit dan lama. Hingga akhirnya, semakin lama si anak sudah bisa melakukan interaksi, bisa menyebut beberapa kata. Hingga di usia 7 tahun, si anak sudah bisa berbicara dan berinteraksi. Tantrum juga sudah berkurang. Anak juga sudah melakukan kontak mata.

Seorang ibu lainnya khawatir karena anak usia 20 bulan belum bisa bicara. Si anak hanya bubbling gitu. Kebetulan didiagnosis autis juga. Kemudian ibunya melakukan terapi di tempat khusus terapi speech delay. Karena sempat pandemi, akhirnya si ibu melakukan terapi untuk anak di rumah. Anaknya diajak ngomong dengan lebih intens, lebih cerewet dibanding sebelumnya, bermain montessori, membatasu screen time dan tidak menggunakan bahasa lain. Akhirnya si anak tiga tahun bisa bicara dan perkembangannya sangat cepat.

Cukup Terapi di Rumah dengan Kondisi Tanpa Autisme

Kedua adalah anak speech delay yang tidak mengalami gangguan lain seperti autis, ASD atau gangguan pendengaran. Pengalaman anak speech delay tanpa autis ini biasanya mereka melakukan terapi di rumah. Dan ini butuh konsistensi dan kedisiplinan orang tua. Terapi anak speech delay bisa bermacam-macam. Bisa melakukan jalan di titian, bisa terapi sensorik, terapi wicara dan masih banyak lagi. Saat orang tua rutin melakukan terapi di rumah untuk anak speech delay, tanpa disadari perkembangan bicara anak lebih baik.

Seorang ibu yang lain memiliki anak yang speech delay di usia 2 tahun. Ibu itu pun memeriksakan ke dokter anak dan dokter syaraf. Dokter mengatakan tidak ada masalah hanya keterlambatan bicara saja. Jadi si ibu memutuskan untuk melakukan terapi di rumah. Dengan terapi yang intensif, akhirnya sang anak mulai banyak mengeluarkan kosakata dalam waktu dua minggu.

Anak Speech Delay Bisa Bicara Berkat Nutrisi

Nah, cerita dari saya beda lagi Mom. Sekarang sedang proses melakukan stimulasi pada anak yang terlambat bicara. Ini cerita anak ketiga saya. Alhamdulillah dua anak saya tidak mengalami speech delay. Anak saya pertama di usia 2 tahun sudah bisa menceritakan apa yang dia gambar dengan kalimat sederhana. Ibu saya mengatakan juga anak beda-beda kemampuannya. Awalnya saya tenang tapi lama-lama gelisah.

Entah mengapa yang ketiga mengalami speech delay padahal kalau dipikir harusnya dia akan bisa cepat bicara karena ada kakak-kakaknya yang sering bermain bersama dan jarak usianya cukup dekat. Nyatanya, di usia 20 bulan dia belum bisa bicara. Kosakatanya bisa dihitung lima jari tangan. Hanya bisa mengatakan ayah, kakak, adik. Awalnya saya mau membawanya ke dokter anak karena saya khawatir anak saya mengalami tanda-tanda seperti autis.

Setelah tanya-tanya keluarga saya yang anaknya didiagnosis autis dan membandingkan pada anak saya, saya menganggap anak saya speech delay. Saya tidak jadi mengajaknya ke dokter karena saya tonton video di Youtube yang menceritakan anaknya dibawa ke dokter dan dokter menyuruh stimulasi di rumah. Jadi saya melakukan stimulasi saja di rumah. Nah, setelah itu saya gencar memberikan stimulasi mulai dari puzzle, mengajak baca buku, mengajak bicara pelan-pelan. Saya termasuk orang tua yang hampir nggak pernah memberikan screen time. Hanya sesekali kalau dia mau lihat galeri di hp atau saat riweuh di luar. Dan ini saya baru sadari mungkin kakak-kakaknya kalo bicara cepet hasilnya anak saya yanv ketiga nggak bisa ngikutin.

Saya juga melakukan pijat di area wajah dan lidah, menyuruhnya meniup sedotan atau pluit. Termasuk juga saya berdoa minta sama Allah agar anak saya segera lancar bicaranya. Dan masyaAllah.. dia merasa senang karena ibunya mengajaknya ngomong (alhasil urusan rumah gak keurus wkwk). Dalam dua hari dia nambah 1 kata. Bagi saya ini kemajuan banget.


Terus saya evaluasi diri juga mengenai asupan makanannya. Anak saya semuanya setelah MPASI nggak ada yang doyan makan kecuali jajan. Saya ingat, anak pertama saya sudah minum susu formula selain ASI saat usia 1,5 tahun. Begitu juga anak kedua saya. Sementara anak ketiga, saya tidak memberinya susu formula tapi hanya ASI dan mengalami GTM alias Gerakan Tutup Mulut.

Akhirnya saya berikan anak ketiga saya susu formula. Anehnya, sehari minum dia nambah 1 kata. Begitu pun seterusnya sampai susu formula habis.. dia sudah menambah banyak kosakata. Akhirnya saya nggak memberikan sufor lagi. Saya nggak beri susu apa-apa lagi. Dan yah perkembangannya biasa aja. Nggak ada penambahan kata yang signifikan.. makan pun biasa. Saya merasa kok bisa ya... tapi ini kenyataan anak bisa bicara setelah minum sufor. Wah. Bisa dibully sama mamak-mamak se-Indonesia ini. Terus saya kasih deh susu kambing. Dan beberapa kata nambah meski nggak secepat minum sufor.

Dan sekarang memang lagi proses sih Mom. Di usianya 2,5 tahun kata-kata yang bisa dia sebutkan : hiu, paus, tikus, gajah, lumba-lumba, ayah, ibu, adik, kakak, akung, ti (uti), atuk, susu, mau, sate, nasi, howil (hotwheel), peda (sepeda), kuah, buah, air, andi (mandi), ikut, aku, hape, adu (madu), teh, kambing, duduk, bobo, inyak (minyak), amuk (nyamuk), tempe, tahu, tipi (tv), gigi, angan (tangan), popok, pipis, e’ok, kereta.. (nanti diupdate kalo inget lagi yaa)

Bisa dibilang masih sedikit ya Mom tapi itu masih mending daripada sebelumnya Cuma bilang ayah, adik, kakak, ibu.

Jadi Apa Speech Delay Bisa Sembuh?

Dari pengalaman di atas, apa speech delay bisa sembuh? Dengan izin Allah bisa yaa Mom.. jadi kita sebagai ibu harus kuat dan sabaaaarrrrr memberikan stimulus-stimulus pada anak agar bisa bicara. Terapi di rumah untuk anak terlambat bicara memang tidak sulit tapi butuh ketelatenan, kesabaran dan konsistensi. Semangat ya Mom semua yang sedang berjuang membuat anak bisa bicara.

Read More
Seperti yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya tentang hal yang perlu Mom ketahui tentang speech delay, Mom juga harus tahu kapan Mom mulai khawatir anak terlambat bicara. Karena kadang kita terlalu lambat mengobservasi anak mulai terlambat bicara. Hingga pada akhirnya, saat melakukan terapi wicara menjadi lebih susah.

Atau mungkin Mom terlalu cepat kekhawatiran anak speech delay. Akhirnya membuat Mom harus mengeluarkan duit banyak. It’s ok untuk keluarga Mom yang memiliki budget lebih. Bagaimana dengan Mom yang memiliki keterbatasan budget seperti saya?

Anak speech delay

Kapan Mom mulai khawatir anak terlambat bicara?

Di artikel ini, saya coba jelaskan kapan Mom mulai khawatir anak terlambat bicara? Namun bukan berarti Mom harus bersantai-santai ria ketika anak mengalami keterlambatan bicara ya. Mom juga perlu observasi sendiri sebelum Mom memutuskan untuk membawanya ke dokter tumbuh kembang anak dan terapi wicara. Mom boleh khawatir ketika anak terlambat bicara itu dengan kondisi:

1. Usia anak 2 tahun dan belum ada satu kata pun yang keluar

Anak saya itu di usia 1,5 tahun hanya keluar kata ‘ayah’, awalnya saya merasa biasa saja karena kemampuan anak kan beda-beda ya. Namun, ketika orang tua saya mengatakan kok anak belum bisa bicara? Bahkan saya sempat disaranin vitamin untuk anak speech delay. Tapi, saya juga nggak beli. Masih mempertimbangkan membeli vitamin untuk anak speech delay karena harganya lumayan.

Ketika saya membandingkan dengan anak-anak saya lainnya ketika di usia 2 tahun sudah bisa bicara banyak kata bahkan bisa membuat 1 kalimat 3 kata, saya mulai khawatir. Wah, benar nih, sepertinya anak saya terlambat bicara.


Namun, saya mulai cari-cari di internet pengalaman anak terlambat bicara. Rata-rata memang di usia 1,5 tahun anak-anak sudah banyak mengucapkan banyak kata bahkan bisa sampai puluhan. Sedangkan kata yang bisa diucapkan anak saya bisa dihitung dengan jari!

Saya pun mulai mencari terapi speech delay di internet. Wah, lumayan mahal biaya terapi speech delay. Dengan kondisi keuangan yang terbatas, saya memilih untuk keep calm dulu.

Saya awasi perkembangan anak saya hingga dua tahun. Jika usia 2 tahun belum ada kata perkembangan signifikan, maka saya memutuskan untuk pergi ke dokter tumbuh kembang anak yang tentunya (menurut saya) akan didiagnosis speech delay.

Ibu saya juga menenangkan saya bahwa setiap anak memiliki kemampuan berbeda. Jadi tidak perlu khawatir. Ada anak yang bisa jalan dulu baru ngomong. Ada yang ngomong dulu tapi jalannya masih tertatih-tatih.

Selama 6 bulan, saya mulai mengevaluasi diri saya sendiri. Saya sebenarnya jarang sekali memberikan gadget pada anak-anak saya. Entah kenapa anak saya mengalami speech delay, padahal sudah ada 2 kakaknya yang biasa diajak bermain bersama. Penyebab-penyebab speech delay ini akan saya bahas di artikel nanti ya.

Saya pun melakukan hal-hal yang bisa mengatasi speech delay anak saya yang nantinya akan saya jelaskan di artikel selanjutnya. Hehe.

Nah, qodarullah, di usia dua tahun, kata-kata yang diucapkan anak saya bertambah.

2. Anak tidak menatap lawan bicara

Mom perlu khawatir ketika anak mengalami speech delay adalah anak tidak menatap lawan bicara. Anak yang tidak menatap lawan bicara ini kadang kita anggap dia terlalu fokus sama mainan di depannya. Jadi hal yang wajar ketika kita ajak ngomong tidak menatap bicara kita padahal itu bisa menjadi indikasi gangguan lain seperti autis atau ASD.

Anak saya pertama-tama juga begitu. Ketika dia main, saya ajak ngomong. Dia asyik dengan mainannya. Seringnya anak saya tidak mau menatap lawan bicara. Meskipun beberapa kali ia mau menatap saya ketika saya berbicara. Indikasi menatap lawan bicara ini penting karena anak didiagnosis autis tidak mau menatap mata lawan bicara. Semakin lama, saat usia 2 tahun, anak sudah mau menatap mata lawan bicara. Saya jadi lebih tenang.

3. Anak tidak menoleh ketika dipanggil

Hal lain yang perlu Mom khawatirkan adalah anal tidak menoleh ketika dipanggil. Mom harus tahu apakah anak mengalami gangguan pendengaran atau tidak. Awalnya saya mengira anak saya mengalami gangguan pendengaran. Tapi saya ingat waktu bayi, anak saya kaget jika saya melakukan tepuk tangan atau anak saya akan terbangun dari tidur jika ada yang berisik. Kadang sesekali ia menoleh ketika dipanggil meski saya harus berulang kali memanggilnya. Bagi saya, ok. Anak saya insyaAllah tidak mengalami gangguan lain.


4. Mengalami penurunan kemampuan

Saudara ipar saya cerita bahwa anaknya di usia 1,5 tahun (kalo gak salah) sudah bisa mengatakan ‘ayah’ dan ’ibu’. Saya kurang begitu ingat. Pokoknya anaknya sudah bisa ngomong beberapa kata. Tapi pas usia 2 tahun malah nggak bisa ngomong beberapa kata. Kemudian ia memeriksakan anaknya ke dokter tumbuh kembang anak ternyata anaknya didiagnosis autis. Dan speech delay ini salah satu tanda autis (selain beberapa tanda anak autis lainnya).

Jika anak mengalami kondisi di atas maka Mom lebih baik segera memeriksakannya ke dokter tumbuh kembang anak karena dikhawatirkan speech delay yang dialami merupakan pertanda autis. Lebih baik mendapatkan tindakan lebih cepat. Semakin lambat ditangani maka semakin lambat pula perkembangannya. Sedangkan jika anak tidak mengalami Poin 2 – 4, Mom bisa berikan stimulus dan lakukan interaksi sesering mungkin agar anak cepat bicara. Jadi Mom juga nggak perlu khawatir karena speech delay juga bisa sembuh.

Read More
Anak speech delay

Speech delay atau keterlambatan bicara banyak terjadi pada balita. Anak terlambat bicara atau yang bisa disebut dengan speech delay memang bisa menjadi sesuatu yang cukup mengkhawatirkan buat Mom. 

Meskipun, kemampuan anak berbeda-beda, anak terlambat bicara bisa mulai diperhatikan sejak usia 8 bulan, loh. Tanda-tanda anak terlambat bicara biasanya hampir semua anak mengalaminya, namun Mom juga harus memperhatikan jika ada gejala lainnya.

Speech delay adalah kondisi di mana perkembangan kemampuan berbicara pada seorang anak mengalami keterlambatan dibandingkan dengan perkembangan bahasa yang diharapkan untuk usianya. 


Meskipun beberapa anak dengan keterlambatan bicara mampu mengejar ketertinggalan teman-temannya dalam waktu tertentu, keterlambatan tersebut mungkin merupakan bagian dari kondisi yang lebih kompleks dan di kasus tertentu memerlukan pemeriksaan diagnostik khusus [1]. 

Hal ini dapat melibatkan kesulitan dalam pengucapan kata, pembentukan kalimat, atau pemahaman bahasa. Faktor-faktor seperti ketidakseimbangan otot wajah, gangguan pendengaran, atau kurangnya stimulus bahasa dapat menjadi penyebab speech delay.

Hal yang Mom perlu tahu tentang speech delay

Artikel ini akan membahas beberapa hal yang perlu Mom ketahui tentang speech delay secara umum.

Anak speech delay bisa dideteksi sejak usia 1 tahun

Salah satau cara deteksi anak speech delay bisa dilihat saat usia 8 bulan. Apakah anak sudah mengoceh atau tidak. Mom perlu memperhatikan ketika di usia 8 bulan anak masih jarang mengoceh seperti Mamama, papapap, yayaya, dst. 

Seperti yang terjadi pada anak saya karena di usianya yang 8 bulan, dia jarang sekali mengoceh seperti layaknya anak-anak lain. Ini bisa jadi tanda speech delay pada anak. Anak usia 8 bulan harusnya sudah mulai cerewet. Jika anak jarang mengoceh, maka Mom bisa mulai mengajaknya berinteraksi atau melakukan stimulasi ya.

Susah menoleh ketika dipanggil

Bisa jadi ini menjadi salah satu tanda speech delay pada anak yaitu tidak menjawab panggilan. Coba Mom panggil dari jauh, apakah dia akan asyik dengan mainannya atau menoleh dan tersenyum pada Mom. 

Jika sulit menoleh, Mom harus datangi dan ajak agar dia mau menoleh pada Mom. Nah, susah menoleh ini juga bisa menjadi indikasi gangguan lainnya seperti gangguan pendengaran, autis atau ASD loh Mom. Jadi terus lakukan observasi ya.

Speech delay terjadi pada kapan saja

Speech delay dapat terjadi pada anak kapan saja dalam tahapan perkembangannya. Beberapa anak mungkin mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa pada usia dini, sementara yang lain mungkin mengalami keterlambatan nantinya. 

Ada anak yang usia 1 tahun sudah bisa mengucapkan kata ‘ayah’ dan ‘ibu’. Ada anak yang baru bisa mengucapkan kata ‘ibu’ di usia 2 tahun, namun setelah itu kosakatanya berkembang pesat.

Faktor speech delay bermacam-macam

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan speech delay melibatkan perbedaan individual, seperti faktor genetik, lingkungan, atau masalah kesehatan seperti gangguan pendengaran. 

Penting bagi orang tua dan perawat anak untuk memantau perkembangan bahasa anak dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika terdapat kekhawatiran terkait speech delay.

Speech delay bisa pertanda autis

Mom, speech delay pada anak bisa menjadi pertanda anak mengalami gangguan lainnya seperti autis atau ASD. Namun, bukan berarti anak terlambat bicara pasti mengalami autis. 

Speech delay memang bisa menjadi salah satu ciri autis. Mom bisa mengetahui secara pasti anak mengalami autis atau tidak setelah melakukan screening dokter.


Sebelum memastikan ke tumbuh kembang anak, perhatikan anak Mom apakah setelah distimulasi, anak mau merespons ketika dipanggil atau tidak. Anak menatap mata lawan bicara atau tidak. Anak merespons dengan anggukan atau tidak ketika diajak bicara. Jika tidak, maka Mom bisa segera konsultasikan kepada dokter tumbuh kembang anak di kota Mom.

Namun, jika anak Mom masih mau merespons ketika dipanggil, dan mau menatap mata Mom, berarti Mom hanya perlu stimulasi atau interaksi yang lebih sering. Mom bisa melakukannya di tempat terapi wicara atau di rumah.

Kemampuan anak berbeda-beda

Mom boleh khawatir jika di usia 1 tahun anak Mom belum banyak mengucapkan kosakata dibandingkan anak lain di usianya. Namun, Mom juga perlu sadari bahwa kemampuan anak berbeda-beda. 

Mom bisa melakukan interaksi bicara atau stimulasi untuk membantu anak Mom belajar mengucapkan kata. Mom, ada anak yang di usia tersebut masih memperhatikan lawan bicara. 

Biasanya di usia 2 tahun, hasilnya akan terasa. Mom perlu khawatir jika di usia dua tahun anak Mom terjadi penurunan kemampuan berbicara atau di usia tiga tahun hanya bisa mengucapkan 3 atau 5 kosakata. 

Anak saya di usia 2 tahun belum banyak kosakata yang diucapkan. Namun setelah tiga bulan, kosakatanya cukup banyak bahkan hampir setiap hari ia bisa mengucapkan beberapa kata meski belum bisa dirangkai menjadi satu kalimat tiga kata. Mom, jangan menyerah untuk mendampinginya. Tetap ajak bicara terus dan berikan stimulasi, ya Mom.

Demikian hal yang perlu Mom tahu tentang speech delay secara umum. Anak terlambat bicara memang bikin sedih ya Mom. Jangan khawatir Mom speech delay juga bisa normal kembali, kok. Kalau Mom ingin tahu kapan mulai khawatir anak speech delay bisa baca artikel selanjutnya ya. Tetap semangat, Mom. Semoga nggak galau lagi, ya...

Referensi

[1] Zengin-Akkuş P, Çelen-Yoldaş T, Kurtipek G, Özmert EN. Speech delay in toddlers: Are they only `late talkers`? Turk J Pediatr. 2018;60(2):165-172. doi: 10.24953/turkjped.2018.02.008. PMID: 30325123.

Read More

Yey! Acara menanam mangrove yang dinanti-nanti pun tiba. Setelah check out dari hotel dan beberapa teman yang sudah check out menitipkan tas di lobby hotel, kami pun berangkat dari Pop! Hotel Kemang—yang sudah aku review beberapa hari lalu di blog ini—sekitar pukul 8 pagi dengan menggunakan bus menuju Kawasan Wisata Mangrove Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Kehebohan terjadi di dalam bus. Offline gathering ini memang membuat kita jadi saling kenal dan rekat. Meski sempat terkendala di jalan karena jalan masuk yang akan dilewati terhyata diberi palang dan bus terpaksa harus memutar jalan.

Dan saya sempat gatal-gatal dong di bagian paha. Entah karena ada nyamuk di sekitar kursinya. Untungnya, ada panitia yang siap membawa obat-obatan. Saya pun minta ke panitia. Alhamdulillah gatal-gatalnya berkurang tapi sesekali muncul. Haha.

Akhirnya kami tiba di PIK sekitar setengah setengah 10 (kalo gak salah inget).

Kawasan ekowisata mangrove jakarta

Di sana, kami disambut oleh calon Duta Mangrove Indonesia. Eh, saya juga bertemu dengan Kak Yani yang udah bantu Teman EBS melaksanakan campaign lingkungan ini. Habis ngobrol-ngobrol singkat, kami pun berkumpul dan berbaris dua-dua sebelum masuk ke kawasan Mangrove.

Masuk ke kawasan mangrove ini disarankan untuk memakai lotion nyamuk. Sayangnya saya lupa bawa jadi minta panitia lagi deh. Saya pakai spray anti nyamuk ke seluruh tubuh. Takutnya tuh moncongnya nyamuk bisa nembus ke pakaian sampai ke dalam kulit. Haha.

Hutan mangrove
Jangan lupa sandal jepit gesss

Beberapa izin ke kamar mandi dulu yang ada di bagian depan pintu masuk. Karena saya belum kebelet jadi lanjut aja.

Masuk ke kawasan mangrove memang mengingatkan saya di masa remaja saya yang berwisata ke kawasan mangrove Tarakan. Pada waktu itu, Tarakan memang belum ada mall jadi hanya tempat wisata alam di Tarakan yang menjadi tujuan wisata saya.

Kalau saya... ngelihat yang hijau-hijau tuh kayak hormon endorfin saya keluar. Rasa stres, capek, suntuk seperti hilang aja (meski untuk sementara waktu). Dan mungkin karena dari kecil sudah terbiasa hidup cukup dekat dengan ‘hutan’ jadi rasanya aneh kalau saya tidak menyempatkan sedikit waktu untuk ke hutan.

Yang dikatakan Hutan Itu Indonesia waktu acara hari pertama offline gathering, kalau hutan itu memberi manfaat untuk penghilang stres (asal jangan tersesat di hutan ya. Itu beda lagi. Hehe). Sedangkan manfaat mangrove sendiri banyak ya. 

Selain menjaga habitat satwa, hutan mangrove juga bermanfaat sebagai penjernih dan penyaring air asin; penahan abrasi dan erosi, mencegah intrusi air laut dan tsunami; serta menyerap karbon 5x lebih banyak dari hutan lainnya.


Ketika saya melihat dedaunan hijau yang banyak di sekitar saya, saya merasa senang. Udara terasa begitu segar. Apalagi Jakarta juga masih butuh lahan terbuka hijau karena polusi udara yang mendominasi kota megapolitan tersebut.

Di kawasan mangrove PIK memang hampir sama dengan kawasan mangrove lainnya. Ciri mangrove tidak jauh berbeda dengan kawasan mangrove lainnya yang pernah saya datangi seperti:

  • Akar yang bercabang banyak dan mencuat ke permukaan
  • Tumbuh di perairan payau (campuran air tawar dan asin)
  • Berada di tanah berlumpur
  • Tanamannya cenderung homogen
  • Dipengaruhi pasang surut air laut

Bedanya, mangrove di kawasan PIK ini nggak ada bekantan-nya! Haha. Saya masih ingat banget, sekitar 17 tahun lalu di kawasan mangrove di Tarakan masih ada bekantan yang tinggal di sana.

Seorang calon duta Mangrove Indonesia menjelaskan bahwa hewan-hewan yang ada kawasan mangrove PIK ini ada banyak hewan reptil.

Sebelum kami melakukan aksi penanaman mangrove, kami diminta untuk duduk di sebuah tempat lapang yang telah diberi terpal. Di sana sudah banyak perwakilan duta mangrove di beberapa daerah di seluruh Indonesia. Mereka memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang mangrove. 

Wisata di ekowisata mangrove jakarta
Para duta mangrove yang berdiri di belakang

Dari situ, saya jadi tahu mangrove dan bakau itu berbeda, loh. Ada yang tahu? Awalnya saya mengira tidak adz perbedaan mangrove dan bakau. Ternyata beda ya. Jadi mangrove itu banyak jenisnya sedangkan bakau menjadi salah satu jenis mangrove yang ada di hutan mangrove dengan genus Rhizophora.

Nah, kalian jadi tahu kan perbedaan mangrove dan bakau apa... hehe.. saya juga kalau nggak dijelaskan sama Duta Mangrove Indonesia kayaknya masih nggak paham, hehe.

Kami juga dijelaskan cara menanam mangrove oleh Kakak dari Mangrove Jakarta.

Kakak dari Mangrove Jakarta (kanan) yang menerima kenang-kenangan

Selain itu, kami juga disuguhkan makanan dan minuman yang berasal dari mangrove, seperti teh mangrove yang rasanya segar seperti minuman asam, dodol mangrove rasa rujak yang pedas dan dodol mangrove rasa manis dan keripik mangrove. Semuanya rasanya memang ada asam-asamnya. Rasanya juga enak, kok. Bumbunya terasa.

Tak lama, ketika kami akan bersiap menanam mangrove, ternyata hujan mulai turun. Maklum lah, selain sudah masuk musim hujan, hutan juga menciptakan iklim mikro hutan yang mempengaruhi pola curah hujan di sekitar hutan. Peran hutan yang lebih besar adalah sebagai penangkap karbon apalagi di Jakarta yang sangat besar tingkat polusinya tentu karbon yang dikeluarkan kendaraan ini bisa ditangkap oleh hutan yang ada di pesisir Jakarta Utara tersebut. Pastinya, hutan akan mengurangi emisi gas rumah kaca dan akan mengendalikan perubahan iklim seperti yang pernah saya tulis.

Kami pun menunggu hujan reda. Terus terang, saya dalam hati berdoa semoga hujan mereda dan kami bisa menanam mangrove. MasyaAllah, ahamdulillah Allah izinkan. Meskipun kondisinya tidak sederas sebelumnyantapi masih gerimis. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 12 siang. Akhirnya panitia pun menawarkan bagi yang ingin tetap menanam mangrove dipersilakan mengikuti panitia dengan menggunakan jas hujan yang sudah diberi panitia.

Bodohnya, saya lupaaa bawa jas hujan dari panitia. Semua barang saya titipkan di lobby hotel. Huff. Syukurnya ada panitia yang bersedia memberikan jas hujannya pada saya. Huwaa.. thanks kak! (Saya ingat wajahnya tapi saya lupa namanya. Haha).

Kami pun jalan kaki ke tempat penanaman mangrove sekitar 500 meter.

Sepanjang jalan yang terbuat dari paving, saya melihat beberapa warga yang memancing di pinggir sungai. Memang sungai itu membelah dua kawasan hutan mangrove di PIK.

Ekowisata jakarta

Saya melewati kamar mandi dan musholla semi terbuka. Di kanan saya melihat beberapa mangrove yang baru ditanam berjajar rapi dengan papan nama setiap instansi yang melakukan penanaman. Ada juga dari beberapa negara lain. Kami melewati jalan tanah yang becek dan licin.

Akhirnya kami tiba juga di tempat penanaman mangrove yang digenangi air rawa dengan jalan kecil yang terbuat dari bambu sebagai jalur melintas. Beberapa batang bambu terpasang tegak dengan jarak sekitar 3-5 jengkal. Kami bisa melihat jelas kendaraan yang melintasi jalan tol. Hujan masih rintik-rintik.

Menanam Mangrove di PIK Jakarta

Dan kami pun sibuk mencari rekan yang bisa membantu mengambil dokumentasi. Haha. Iya. Seribet itu memang content creator. Saya meminta Mbak Nurul buat merekam kegiatan saya. Begitu juga ketika dia sedang menanam mangrove, saya yang akan mendokumentasikannya.

Saya pun turun ke rawa tempat menanam mangrove tanpa perlu menyingsingkan celana khusus menanam mangrove. Kedalamannya sekitar lutut saya. Agak,heboh banget waktu turun karena tanahnya kan berlumpur.

Saya mengingat kembali cara menanam mangrove yang udah dijelaskan tadi. Saya mengambil satu bibit dan mulai menggali tanah dengan tangan yang saya lapisi plastik tempat bibit. Maklum kuku nggak mau kemasukan tanah wkwkwk. Semakin dalam saya gali, tanah di sekitarnya semakin menimbun.

Cara menanam mangrove
Menanam mangrove

Karena tanahnya nggak terlihat jadi saya hanya meraba-raba saja. Agak-agak kebayang sih kalau yang saya gali itu ada ularnya wkwk.

Setelah saya rasa cukup dalam menggali tanahnya, saya pun memasukkan bibit mangrove yang sudah dibuka plastiknya. Saya tumpuk dengan tanah yang saya gali tadi dan saya tekan meski tanahnya lunak dan seperti kurang padat. Setelah itu, saya ikat dengan tali rafia di batang bambu yang sudah dipasang sama pihak ekowisata mangrove.

Aksi penanaman mangrove

Bisa menanam satu batang mangrove aja senang. Ternyata saya ketagihan menanam beberapa batang mangrove sekalian sudah basah kan ya.. Teman yang lain pun kebanyakan juga nggak cuma satu kali menanam bahkan saat waktu habis, masih ada saja yang masih menanam padahal hujan masih rintik-rintik.

Bismillah semoga mangrove yang ditanam Teman EBS tumbuh semua sampai besar hingga anak cucu dan menjadi amal sedekah kelak.

Alhamdulilah akhirnya acara offline gathering Eco Blogger Squad selesai sudah. Rasanya senang tak terkira.

Aksi tanam pohon

Setelah selesai, akhirnya kami kembali ke tempat kami berkumpul untuk mencuci kaki dan makan siang. Saya sempat ke kamar mandi untuk BAK. Setelah makan siang, kami berkumpul bersama untuk berfoto dan pulang dengan bus yang sama. Beberapa teman yang tinggal di Jabodetabek bahkan ada yang pulang duluan.

Ternyata saat pulang, hujan semakin deras, AC bus cukup dingin dan jalanan macet. Saya kebelet BAK sampai pengen nangis. Huaaaa. Mana nggak ada rest area kan ya di jalan tol kotanya. Duh, nahanin banget sampai akhirnya keluar jalan tol di daerah Jaksel. Dan ternyata nggak Cuma saya aja. Banyak Teman EBS juga yang kebelet ke kamar mandi. Hahaha.

Semoga tahun depan Teman EBS ada acara offline gathering gini lagi. Seru-seruan kemanaa gitu kan yaa.. pastinya tetep bertema lingkungan.
Read More
Alhamdulillah.

Satu kesempatan bisa menginap di hotel di Jakarta Selatan dan bisa menjadi rekomendasi hotel di Jakarta untuk staycation karena Pop Hotel Kemang merupakan hotel yang murah dan bagus di Jakarta. 

Saat itu saya ada acara bersama Teman EBS untuk gathering offline. Jadi kami semua menginap di Pop! Hotel Kemang, Jakarta. Hotel dekat tol di Jakarta ini memang bisa menjadi rekomendasi hotel di Jakarta. Hotel di kawasan Kemang Jakarta ini merupakan hotel bintang 2 tapi fasilitasnya juga oke dan tentunya tetap nyaman.

(Lupa foto depan hotel gaes jadi pake foto orang hehe)

Rekomendasi hotel di Jakarta Selatan
Pop! Hotel Kemang Jakarta Selatan (sumber:ulasan Google /Musdail)

Lokasi hotel

Salah satu hotel di Jakarta Selatan ini berada di Jalan Kemang Raya No 3 1, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Saya berangkat dari Stasiun Pasar Senen memang cukup jauh ya termasuk juga bandara. 

Dari bandara ke Pop Hotel bisa selama 30 menit jika tidak macet. Jika macet, bisa 40-70 menit dengan jarak sekitar 33 km. Kalau dari Banda Halim Perdana Kusuma menuju Hotel Pop Kemang hanya berjarak 12 km tapi waktu tempuhnya sampai 46 menit di siang hari yang ramai karena daerah tersebut rawan kemacetan.

Meskipun dari bandara maupun stasiun cukup memakan waktu, namun hotel budget minimal ini berada di deretan pertokoan dan tempat makan. Jadi tidak sulit bagi kalian mau mencari makan dekat hotel. 

Dari halte bus hanya perlu jalan kaki selama 1 menit. Jika ingin ke Pasar Mayestik perlu menempuh jarak 4 km. Dari Pop Hotel Kemang ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) perlu waktu sekitar 30 menit atau sekitar 18 km.

Saya tiba di Pop Hotel Kemang setelah maghrib karena acara offline gathering Eco Blogger Squad dimulai siang hari setelah jumatan sampai maghrib.

Hotel bintang 2 yang bagus
Restoran dari lobi hotel (Sumber:ulasan google / Evan Eric)


Lobby hotel ramai dengan Teman EBS yang duduk-duduk di sofa dan di kursi yang juga berfungsi untuk kursi sarapan. Di samping resepsionis ada rak-rak berisi snack-snack yang dijual. Desain lobby yang moderen membuat pengunjung merasa nyaman. Meskipun begitu, badan rasanya sudah terlalu capek dan pengen segera mandi dan istirahat. Sama panitia saya dapat kamar lantai 5. Dan di sana sudah ada seorang Teman EBS yang sudah tiba sebelum saya datang. Ia tiba di hotel dini hari yang sudah early check in.

Review Kamar Pop! Hotel Kemang

Sebenarnya banyak banget review Pop Hotel Kemang di google. Saya coba review hotel budget minimal ini menurut saya. Ruangan Pop Hotel Kemang yang saya inapi dan bernuansa hijau ini tidak terlalu besar tapi saya rasa sudah cukup nyaman untuk tidur. Di sebelah kanan ruangan ada kamar mandi berbentuk kapsul. Di depan tempat tidur ada televisi yang menempel di dinding dan memberikan informasi hotel.

Review hotel Pop Hotel Kemang
Kamar di Pop! Hotel Kemang (dok.pri)

Kalau kalian mencari hotel Jakarta murah view bagus maka Pop Kemang Hotel bisa masuk dalam list kalian. Asalkan kalian minta yang lantai lima ke atas dan menghadap view Jakarta. Satu kotak jendela kaca kecil yang tidak bisa dibuka menyuguhkan lampu-lampu bangunan Jakarta yang bertebaran.

Setelah bersapa dengan teman sekamar saya, saya mendekati jendela kamar hotel. Bangunan tinggi terlihat jelas. 

Saya mengagumi sejenak karena setelahnya mata saya berfokus pada lahan kosong di depan saya. Seperti bekas robohan bangunan tapi seperti tempat sampah.

Saya cukuo terhibur karena saya jarang melihat pemandangan bangunan tinggi. Saya tidak berlama-lama di depan jendela. Menurut saya hotel Pop Kemang ini bisa menjadi rekomendasi hotel di Jakarta dengan view bagus. Yah ini subyektif sih. Menurut saya saja.

Hotel di Jakarta Selatan dengan view bagus
View dari kamar hotel setelah maghrib
(Dok. Pri)

Di samping tempat tidur, ada meja kecil. Di sisi lain ada sofa memanjang. Di atasnya ada satu teko kaca berisi air minum yang sudah saya habiskan karena saya haus banget. Untungnya, di luar kamar, disediakan botol galon berisi air dingin dan panas. Di kamar juga tidak ada teh atau kopi yang tersedia seperti di hotel-hotel lainnya. Jadi kalian bisa siap-siap beli kopi sachet di lobby hotel dan ambil air panas di dispenser dekat kamar.

Di dekat pintu ada wastafel dan kaca. Di sisi lain, ada gantungan baju dan ada lemari mini untuk menaruh alas kaki. Ketika saya menaruh kotak kue di dekat meja, semut-semut ada yang datang gaes. 

Wah bisa yaa.. 

Menginap di hotel dapat free semut. Ups.

Di meja dekat kasur juga ada semut kecil. Khawatir sih digigit pas tidur kan gak enak yaa.. tapi alhamdulillah nggak sih.

Kamar mandi kapsul yang unik

Segera saya mengeluarkan baju untuk membersihkan diri di kamar mandi kapsul yang unik. Saya mengambil shower gel dan sikat gigi dari hotel yang ada di kursi sofa di samping tempat tidur.

Rekomendasi hotel Jakarta Selatan
Kamar mandi kapsul (dok.pri)

Saat saya masuk kamar mandi, saat saya coba menutupnya, pintu kamar mandi berbunyi dan tidak tertutup sempurna. Jadi ada celah sedikit. Meski saya coba menutupnya dengan sekuat tenaga tapi pintu kamar mandi tidak tertutup sempurna. Okelah. Toh cuma teman perempuan saja. Dan tidak begitu terlihat juga.

Di dalamnya ada kloset dan gantungan baju dan handuk. Ukurannya juga tidak terlalu besar. Bersyukur tubuh saya memang kurus, jadi masih bisa bergerak meski agak terbatas. Sepertinya untuk tamu hotel yang (maaf) memiliki anugerah berat badan di atas saya, harus bersabar dengan ukuran kamar mandi yang tidak terlalu besar.

Saya pun mulai mandi dengan air hangat. Pancuran air sedikit membuat saya khawatir jika air keluar dari kapsul kamar mandi karena kamar mandinya didesain seperti portabel begitu. Tapi syukurnya sih nggak meskipun saya nggak perhatikan apakah merembes di luar atau tidak.

Menurut saya, pendingin kamarnya cukup dingin, saya sampai setting agar tidak terlalu dingin karena AC mengarah ke kaki-kaki kami dan mengarah ke seluruh tubuh.

Cahaya kamar masih terlalu terang padahal menyisakan satu lampu di atas wastafel yang saya tidak tahu bagaimana cara mematikannya. Saya cukup sulit tidur entah mungkin karena terlalu capek atau karena cahayanya masih terlalu terang untuk saya yang biasa tertidur dalam gelap. Acara televisi phn tak mampu membuat saya tertidur. Sampai akhirnya saya tertidur setengah jam kemudian di saat badan capek banget.

Sarapan di hotel

Paginya, saya harus segera check out. Karena Pop Hotel adalah hotel Jakarta free breakfast jadi jam 7 saya dan teman sekamar saya segera sarapan di lantai lobby.

Di restauran yang ada di samping lobby dan resepsionis hotel, sudah banyak Teman EBS yang duduk sambil menikmati sarapan. Saya pun mengambil piring dan menikmati menu prasmanan nasi goreng, mie goreng dan ayam goreng di meja khusus prasmanan. 

Breakfast hotel free
Breakfast hotel (dok.pri)

Ada roti tawar juga yang disediakan alat pemanggangnya. Hati-hati ya jangan kelamaan dan jangan terlalu tinggi setting alat pemanggangnya nanti gosong kayak roti tawar saya, wkwkwk. Untuk minuman disediakan kopi, teh hangat dan infused water. Menurut saya rasa menu makanannya biasa saja sih tapi lumayan lah untuk mengganjal perut.

Setelah sarapan, saya kembali ke kamar dan siap-siap check out. Sebelum berangkat menanam mangrove, beberapa Teman EBS menyempatkan diri berfoto di depan hotel Jakarta yang instgramable ini. Sayangnya, saya terlambat ikutan. Haha.

Harga kamar hotel

Harga kamar Pop! Hotel Kemang berkisar 350.000-450.000 tergantung jenis kamar, view kamar dan e-commerce yang digunakan. Tapi rata-rata hampir sama sih.

Kesimpulan

Nah, demikian review Pop! Hotel Kemang Jakarta yang bisa menjadi rekomendasi hotel di Jakarta dengan view bagus. Menurut saya, dengan harga kamar hotel segitu sudah cukup murah dan bagus mendapatkan fasilitas yang saya rasakan. Hotel ini memang cocok untuk bermalam saja bukan untuk staycation ya karena tidak memiliki fasilitas kolam renang dan gym.


Read More

Follower