Kenali Tanda-Tanda Speech Delay, Jangan Sampai Terlambat!

6 comments
Setelah aku amati anakku yang mengalami speech delay, ternyata anak tidak sering mengoceh di usia 8 bulan bisa menjadi tanda-tanda speech delay pada anak. Sayangnya, waktu itu aku menganggap biasa. Di usia 18 bulan, aku mulai khawatir setelah diberitahu oleh mbahnya. Kok belum bisa bicara? Aku mulai khawatir jangan-jangan anakku mengalami speech delay.

Setelah itu aku pun mencari di internet tentang tanda-tanda speech delay pada anak. Dan hampir sebagian besar tanda-tanda speech delay itu terjadi pada anakku. Waktu itu, aku juga sempat khawatir kalau anakku mengarah ke ‘autis’ karena speech delay juga menjadi tanda anak autis. Aku juga sempat kepikiran, jangan-jangan anakku mengalami masalah pendengaran.

Nah, untuk masalah pendengaran, aku mencoba mengeceknya dengan memanggil namanya dengan suara atau kejutan. Anakku menoleh. Ketika ada suara motor ayahnya datang pun ia segera keluar kamar. Jadi aku menganggap dia tak punya masalah pendengaran.

Terakhir ini, masalah autis. Karena ciri anak autis adalah anak tidak fokus ketika diajak bicara atau terlalu asyik dengan dunianya sehingga saat dipanggil anak tidak menoleh, aku mencoba memanggilnya atau mengajaknya bicara. Dan beberapa kali si anak usia 18 bulan ini tidak mau menatap mata, kadang tidak mau menoleh. Tapi di lain waktu, anak mau menoleh, mau diajak bicara dengan menatap mata.

Aku pun bertanya dengan salah satu keluargaku yang anaknya mengalami speech delay dan khawatiranku hilang karena ciri-ciri autis pada anak tidak terlihat dominan pada anakku. 

Salah satu ciri anak autis yang masih aku ingat adalah tidak bisa menunjuk dan suka menyusun apapun secara horizontal. Dia juga sempat mengajak ngomong anakku. Katanya anakku merespons kalau diajak ngomong dan bisa menunjuk. Anakku juga tidak pernah menyusun apapun secara horizontal. Jadi aku nggak begitu khawatir.


Tanda-Tanda Speech Delay pada Anak

Nah, aku akhirnya berkesimpulan kalau anakku mengalami keterlambatan bicara. Beberapa tanda-tanda speech delay pada anak yang aku lihat juga dari anakku yaitu:

1. Tidak terlalu banyak bicara

Anak ketigaku ini memang beda dengan kakak-kakaknya. Dia cenderung tidak terlalu banyak bicara meski geraknya aktif, Aku kira dengan tidak banyak bicaea itu karena memang anaknya pendiam ternyata ya karena ada sesuatu dengan organ bicaranya atau ada sesuatu dengan kemampuan bicaranya. Normalnya, anak akan mengoceh saat uaia 6 bulan lebih. Dan anakku nggak sering mengoceh dibanding dua anakku di usia yang sama.

2. Tidak bubbling saat usia 8 bulan

Tidak bubbling atau tidak mengatakan papapa, mamama, dadada, di usia 6-8 bulan itu bisa jadi ciri anak terlambat bicara. Anakku jarang bubbling di usia tersebut. Ketika disuruh pun ia hanya diam. Tapi pas usianya sudah 1,5 tahun, dia biaa bubbling dan itu udah telat banget ya...

3. Hanya bergumam ketika ingin sesuatu

Ketika anak usia 2 tahun sudah bisa mengatakan sesuatu jika ingin minta sesuatu, anakki di usia 2 tahun masih bergumam. Bahkan untuk mengatakan kata ma’am dan mimik saja susah. Jadi kalau dia mau minta ASI pun hanya nunjuk-nunjuk. Dia baru bisa ngomong ‘mimik’ di usia 2 tahun lebih setelah disapih itu jadi udah telat banget. Di usia 2,5 tahun sekarang sudah ada sekitar 50 lebih kosakata (padahal harusnya udah ratusan) dan kalau mau minum pun bilangnya air.

4. Sulit merespon ketika diajak bicara

Sebenarnya anakku itu paham kalau diajak bicara, cuma dia masih bingung bagaimana mau menjawabnya. Jadi dia cenderung diam saja. Tidak bergumam sama sekali. Dan itu ternyata adalah ciri anak terlambat bicara. Usia 2,5 tahun pun dia masih menjawab satu kata atau mempraktekkan suara ketika menyebutkan hewan. Ketika saya tanya hewan apa, anakku diam saja malah mempraktekkan suaranya.

5. Sulit meniru ucapan orang atau hanya diam

Di usianya 2 tahun, anakku masih sulit meniru beberapa ucapan. Namun, setelah itu, ia justru meniru banyak kata bahkan lebih banyak kata yang diucapkan. Sulit meniru ucapan ini menjadi salah satu ciri anak speech delay yang jelas terlihat terutama jika Mom coba meminta anak meniru yang Mom ucapkan di usianya 1 tahun.

6. Sering menghindari kontak mata

Ketika usianya masih 18 bulan, anakku beberapa kali menghindari kontak mata. Menghindari kontak mata ini merupakan salah satu ciri anak autis. Namun, di usia 24 bulan, anakku sudah mau diajak kontak mata. Ia sudah bisa diajak komunikasi. Sementara anak autis di usia 24 bulan kata keluarga saya masih belum mau kontak mata dan belum mau komunikasi dengan baik.

Jangan sampai terlambat!

Sayangnya, aku terlambat menyadari itu. Aku kira nanti 2 tahun anakku akan bisa bicara dengan lancar seperti anak lainnya. Nyatanya, hanya satu kata saja. Awalnya, aku nggak mau membanding-bandingkan anakku dengan anak lainnya. Jadinya ya untuk stimulasi agar cepat bicara malah terlambat. Jadi Mom kalau merasa anak Mom belum banyak mengucapkan kata-kata, Mom bisa lakukan terapi wicara atau stimulasi agar anak cepat bicara sesegera mungkin. Tujuannya agar tidak terlalu terlambat. Mom bisa lakukan terapi wicara atau stimulasi cepat bicara di rumah atau di tempat terapi. Jika Mom khawatir, Mom bisa mendatangi dokter anak atau dokter tumbuh kembang anak di kota Mom. Yang jelas Mom gak perlu khawatir karena speech delay bisa sembuh kok.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

6 komentar

  1. Sebenarnya tumbuh kembang anak kan punya pola ya? Makanya ada KMS yang bisa dipakai panduan kondisi anak pada usia tertentu. Alhamdulillah kalau mbak Lita segera menindaklanjuti ketika menyadari ada yang nggak biasa. Semoga ananda diberi kemudahan mengejar ketinggalannya

    BalasHapus
  2. Sebagai orang tua, kita harus jeli ya mbak, agar ketika ada tanda speech delay bisa segera diatasi. Tentunya kita ingin anak bertumbuh normal layaknya anak lainnya

    BalasHapus
  3. Anak terlambat bicara memang jangan dibiarkan. Sekarang banyak literasi untuk mengetahui anak speech delay atau tidak. Tapi sebaiknya kalau tidak bisa mengenali gejalanya, konsultasikan ke dokter spesialis anak lebih baik

    BalasHapus
  4. makasih banyak infonya mba, bat aku yang belum menikah postingan ini informatif banget. ternyata bisa dipantau dari usia bayi 6 bulan ya

    BalasHapus
  5. Terkadang kita sendiri yang denial, ya, Mbak. Kita harus jeli dan berbesar hati atas apa yang terjadi pada anak. Semakin cepat diatasi, insyaallah semakin cepat pula anak sembuh.

    BalasHapus
  6. Maaf mbak apakah anak yang kena speech delay dan tidak ketahuan bisa terbawa sampai dewasa? Kayaknya terjadi di aku nih

    BalasHapus

Follower