Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Kisah mengerikan dan misterius dalam novel horor dapat memicu adrenalin para pembacanya. Novel dengan tema horor sangat cocok untuk kamu yang suka membaca cerita-cerita menyeramkan dan ingin merasakan tantangan yang dapat memicu rasa penasaran kamu.

Novel horor terbaru

9 Rekomendasi Bacaan Novel Horor Terbaru

Langsung saja, berikut ini 9 rekomendasi bacaan novel horor terbaru 2023 yang memuat kisah-kisah dengan alur yang menyeramkan.

Villa Teratai

Villa Teratai yang ditulis oleh Nanda Hime ini menceritakan tentang kisah sekelompok orang yang sedang berlibur di sebuah villa saat libur semester. Anehnya, mereka memesan villa tersebut pada sosok yang misterius dan keanehan terus menerus terjadi di Villa Teratai.

Penguasa Lelembut

Penguasa Lelembut karya Skuka_V ini bercerita tentang seorang gadis yang memiliki kekuatan untuk bisa masuk ke dimensi lain berinteraksi dengan makhluk yang ada di dimensi tersebut. Kekuatan ini menjadikan hidupnya penuh dengan misteri.

Zombie Apocalypse

Novel horor Zombie Apocalypse ditulis oleh Osi_Oktariska ini mengisahkan tentang suatu pertemuan yang diadakan di salah satu hotel ternama. Seorang peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut tiba-tiba berubah menjadi sosok yang mengerikan layaknya seorang zombie.

Roh Ani

Kisah Roh Ani yang ditulis oleh Abu Alfin ini adalah cerita horor mengenai sosok Rohani yang bunuh diri dengan penuh misteri. Kehidupan Rohani yang sangat misterius serta kematiannya yang penuh teka-teki membuatnya menjadi hantu yang gentayangan.

Misteri Noni Belanda

Misteri Noni Belanda merupakan novel horor yang dikarang oleh Christina. Kisah cinta antara seorang Noni Belanda harus berakhir dengan tragis karena ia telah dibantai oleh bala tentara Jepang. Sebelum dibantai, Ia diperkosa secara bergilir oleh para tentara hingga akhirnya dibunuh.

Truth or Death?

Permainan Truth or Dare yang sangat misterius dan mematikan ini dimainkan oleh enam orang pemuda. Dalam permainan ini banyak teka-teki yang harus dilewati, dan tidak permainan tidak akan selesai jika semua pemain belum memperoleh giliran hingga semua ronde berakhir.

Antara Dua Jiwa

Novel horor Antara Dua Jiwa bercerita tentang seorang gadis yang memiliki kemampuan untuk merasakan alam yang berbeda. Suatu ketika ia menemui seorang pria rupawan dan memukau perhatian gadis tersebut. Anehnya, sosok pria tersebut memiliki alam yang berbeda dengan sang gadis. Akankah mereka dapat bersatu?

Pesan Pasien Tak Kasat Mata

Kisah yang ditulis oleh Black_Queen dalam novel ini menceritakan tentang seorang dokter forensik yang memiliki kemampuan melihat roh-roh yang ada di alam lain. Ketika melakukan autopsi mayat, ia banyak mendapatkan pesan-pesan dari pasien yang sudah mati tersebut.

Misteri Jurig Jarian

Kisah dalam novel Misteri Jurig Jarian mengisahkan tentang suatu alam yang sangat misterius bernama Alam Jarian. Tidak ada satu orang pun yang berani datang ke alam ini jika tidak memiliki kekuatan khusus. Kematian tak wajar pernah dialami oleh seorang wanita hamil yang membuang sampah saat waktu mendekati maghrib di area terlarang itu. Setelah kejadian ini, misteri dan hal-hal gaib mulai berdatangan di sekitar alam jarian ini.

9 rekomendasi novel horor di atas dapat kamu baca saat memiliki waktu luang. Cerita yang memiliki banyak teka-teki dengan berbagai plot twist yang mengejutkan ini mampu membuat kamu merasa lebih tertantang dengan kelanjutan ceritanya.

Kamu dapat membaca novel-novel tersebut di atas melalui laman situs website https://gooddreamer.id/novel_horor. Situs website yang menyediakan kumpulan cerita horor yang penuh dengan ketegangan ini juga memiliki aplikasi yang memuat ribuan novel horor terbaru.
Read More
Akhirnya, setelah sekian lama tidak review buku. Terakhir saya review buku Lahbako ya. Ada yang udah baca? Sekarang saya mau review buku punya Kak Yani nih.

Tentang Buku


Judul Buku : 
Explore, Enjoy & Repeat: Catatan Perjalanan dari 20 Negara

Penulis : 
Yani Lauwoie

Penerbit : 
Grasindo

Terbitan Tahun : 
2019

Halaman : 
199

Harga Pulau Jawa : 
Rp. 70.000,-

Jenis Buku : 
Travelling

Untuk Usia : 
13+


Review Buku Explore, Enjoy & Repeat

Review Buku


Haha.

Bener banget.

Sama banget.

Oh gitu.

Wah, gitu ya ternyata.

Itu adalah beberapa komentar dalam hati saya saat menbaca buku catatan perjalanan Explore, Enjoy & Repeat punya Kak Yani Lauwoie.

Jadi, saya dapat buku itu karena jadi penanya di sesi tanya jawab dengan Kak Yani bersama teman Eco Blogger Squad. Makasihh banyaakk Kak Yani dan panitia udah milih sayaaa. Hehe.

Kak Yani Lauwoie adalah seorang penulis, editor, penerjemah yang sudah bekerja di majalah dan industri penerbitan online selama 15 tahun. Kak Yani juga pernah menjabat sebagai Digital Director di Majalah Femina.

Buku Explore, Enjoy & Repeat adalah kisah-kisah perjalanan yang seru dan menyenangkan selama Kak Yani dan teman-temannya berkunjung ke beberapa negara. Dalam buku Explore, Enjoy & Repeat, negara yang dikunjungi dan diceritakan adalah Eropa, Australia, dan Asia (termasuk negara Indonesia sendiri).

Perjalanan yang diceritakan sangat menghibur karena beberapa kali saya tertawa membaca dan membayangkan kejadian dalam perjalanan itu. Dengan baca cerita Kak Yani seolah-olah saya juga ikut travelling. Bahkan ikut tertawa juga malu sendiri dengan kisah yang dituturkan kak Yani.

Contohnya saja. Ketika di Spanyol, Kak Yani yang tidak paham arah harus bertanya kepada ibu Passie, ibu petugas stasiun kereta yang tidak mengerti bahasa Inggris. Kak Yani berbicara bahasa Inggris, ibu Passie tidak paham. Karena kesal, ujung-ujungnya Kak Yani pakai bahasa Indonesia, “Pulaaaang. Kereta pulaaang.” Eh, ternyata ibu Passie malah paham dan akhirnya menunjukkan arah pulang. Wkwkwkwk.

Tak hanya cerita lucu saja, perbedaan budaya yang diceritakan dalam buku Explore, Enjoy & Repeat juga membuat saya mengerti budaya negara lain. Contohnya tentang perbedaan budaya mengangkat tangan ketika sedang di tempat makan.

Di Indonesia, hal itu sebenarnya biasa saja terjadi di rumah makan di Indonesia tapi tidak di Roma, Italia. Jika kalian ingin sesuatu dengan mengangkat tangan maka itu tidak sopan. Orang Italia menganggap jika pelanggan mengangkat tangan seolah-olah si pelayan tidak bisa melayani pelanggan.

Dan mereka punya kode sendiri untuk meminta bon atau meminta menu. Jika ingin meminta bon, cukup dengan menggerakkan tangan seperti sedang menulis. Sedangkan kode untuk meminta menu yaitu kode kotak. Ini beneran saya gemas sendiri dengan budaya orang Italia. Bikin kita serba salah jadi traveler yang baru berkunjung.

Foto-foto yang ada di buku ini juga membuat pembaca terasa begitu dekat dengan negara-negara yang dikunjungi. Pembaca jadi bisa membayangkan tempat-tempat yang diceritakan Kak Yani. Dan pembaca jadi ikut senang dengan perjalanan yang dilalui Kak Yani.

Explore, Enjoy & Repeat

Tak hanya itu, contoh lain tentang perbedaan budaya adalah membuang toilet paper. Di Indonesia, kita dilarang membuat toilet paper ke closet. Sementara di Australia, toilet paper justru harus dibuang ke closet, bukan ke tempat sampah.

Kenapa bisa begitu? Karena toilet di Australia tak hanya memiliki mekanisme untuk pembilasan urun dan feses tapi juga untuk toilet paper.

Jadi, hal penting yang harus kita perhatikan ketika harus ke luar negeri adalah SELALU MEMBACA PERINGATAN yang tertempel di sekitar kita. BUDAYA MEMBACA memang perlu diterapkan kalau kita keluar negeri.

Kejadian yang juga sama terjadi dengan saya adalah bertemu dengan si sopir ganteng. Saya bertemu sopir taksi ganteng di Paris dengan tubuh tinggi tegap, rambut cepak, kulit putih, setelan jas hitam, sepatu pantofel dan mobil sedan BMW kinclong. Bikin perjalanan menuju apartemen begitu berbunga-bunga wkwkwkwkw.. Walopun pada akhirnya pria ganteng itu yang harusnya gratis malah salah kasih bon tagihan taksi yang harganya 200 euro.

Sedangkan Kak Yani bertemu sopir taksi ganteng di Spanyol. Pria itu pakai kaos t-shirt polos, jins, tinggi proporsional, rambut cepak. Udah kayak Adam Levine gitu. Mana wajahnya tampan pula.

Hal yang sama terjadi ketika menginap di penginapan tipe dormitory di Eropa. Tipe kamar dormitory itu lebih murah ketimbang hotel karena jumlah tempat tidur di tipe dormitory ada 4-6 tempat tidur.

Kebodohan saya dulu ketika memesan tipe dormitory adalah tidak memikirkan pemisahan gender. Saya kira bakal dipisah seperti toilet laki-laki dan perempuan. Ternyata nggak. Jadi dalam satu kamar ada tiga perempuan dan dua laki-laki. Yah, meskipun tidak terjadi apa-apa rasanya aneh dan asing aja tinggal sama orang asing. Harusnya pas memilih tempat menginap jangan Cuma lihat harganya yang murah tapi lihat juga tipenya. Jangan sampai kayak saya. Wkwkwk. Hanya gara-gara malas baca dan searching lebih lanjut jadi terjebak.

Pengalaman Kak Yani lebih serem lagi karena harus menginap dengan satu orang laki-laki. Saya kebayang seremnya.

Buku travelling ke eropa

Dalam buku ini, bahasanya ringan dan enak dibaca. Membuat pembaca seolah-olah juga mengalami. Belum lagi ilustrasi yang dimunculkan di tiap akhir cerita semakin membuat ceritanya mengesankan. 

Buku ini mengingatkan saya tentang naskah saya selama traveling di Eropa. Sayangnya, naskah saya masih berupa naskah terpendam di laptop. Entahlah kapan terbit jadi buku ber-ISBN :D. Mohon doa dan motivasinya ya wkwk.

Dan Kak Yani ini rencananya akan menerbitkan buku lagi tentang perjalanan. Ditunggu ya Kak.
Read More

 

Ketika kabar bahwa rekanku emerging writer UWRF 2019, Nurillah Achmad, sudah berhasil menerbitkan buku solonya, aku begitu antusias menyambutnya. Betapa tidak, menghasilkan karya solo adalah upaya yang berkawan setia dengan disiplin dan komitmen kuat. Jika tidak ada itu semua, tak akan ada karya solo bahkan karya apa pun. Jangan jadikan pemilik blog ini sebagai contoh. Haha.


Tahun 2020 karya Nurillah Achmad yang berjudul Lahbako sudah bisa dicari di toko buku seperti Gramedia. Beruntungnya, aku mendapat kiriman buku karya beliau. Thanks Mbak Yu. Sebagai janjinya, aku mereviewnya di blogku. Tenang, aku tidak akan memberitahu akhir jalan ceritanya. Sebab, kalian pasti tidak akan penasaran lagi.



Sebenarnya, aku sudah menyelesaikan membaca karya ini beberapa bulan lalu. Hanya saja baru sempat menuliskan review novel Lahbako di blog ini sekarang. Yes. Maklum, ibu-ibu sok sibuk di dapur ini kesulitan membagi waktu menulis apalagi ketika gawai tab yang biasa dibuat menulis sudah tidak bisa digunakan. Mood pun menurun drastic. Entah, untuk satu itu aku masih sangat dikendalikan mood. Jangan ditiru, please!


Lanjut.


Judul Novel: Lahbako
Penulis: Nurillah Achmad
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan Ke: 1
Tahun Terbit: 2020
Jumlah Halaman: 165
ISBN: 978-623-00-2374-3
Harga: Rp. 65.000

Lahbako. Tak banyak yang tahu arti dari kata ini selain para penutur lokal Madura. Setelah aku membacanya, ternyata Lahbako ini artinya adalah tanah (Lah) tembakau (Bako). Bisa dibayangkan kalau cerita ini tidak jauh-jauh dari dunia tembakau yang sangat berpengaruh kepada kehidupan penulisnya.


Nurillah Achmad tinggal di Jember. Sementara orang tuanya dulu adalah petani tembakau yang sering mengalami pasang surut panen. Konflik sosial ekonomi yang penulis angkat sebenarnya tidak jauh-jauh dari kehidupan para petani tembakau di sana.


Tak lupa, sebagai lulusan sarjana hukum, penulis juga memasukkan masalah hukum yang sudah biasa di ranah hukum tapi sungguh membuat pembaca sepertiku terhenyak. Aku sudah sering mendengar tentang hukum di Indonesia, tapi ada sisi lain yang membuatku terhenyak. Sebegitu kah hukum di Indonesia?


Bekerja menukar uang dengan pasal, begitu yang tertulis di buku Lahbako. Seolah mencerminkan gambaran tentang hukum di Indonesia. Entah siapa pelakunya.


Tak hanya itu, novel ini juga menceritakan dilematis dan perbedaan pandangan antara seorang anak dan ibunya akan keputusan menjual tanah tembakau atau tidak. Hingga pada akhirnya, permasalahan itu membawa Aram melakukan sesuatu yang tidak biasa bahkan sangat bertolak belakang dengan pekerjaannya sebagai pengacara.

 

Dalam novel ini, pembaca sudah disuguhkan kisah menarik pada bab pertama. Menurutku, penulis berhasil mengisahkan sesuatu yang membuat pembaca bertanya-tanya tentang sebuah kejadian. Meski aku sempat bertanya-tanya apa alasan Aram bisa mengalihkan pasal pengedar menjadi pasal pemakai. Dan semua hanya satu alasan.


Salah satu yang aku suka dari tulisan Nurillah adalah dia suka memberi kejutan di akhir cerita. Dan aku menunggu-nunggu kejutan itu. Meski aku merasa hingga pertengahan novel, kisah ini sedikit lambat mungkin karena adanya narasi yang terselip di dalam cerita ini. Tetapi itu tidak masalah sebagai pendukung dari sebuah permasalahan. Setelah itu ceritanya selalu memberi kisah baru di setiap babnya dan membuat kisah ini begitu menarik.


Dan benar, ada hal yang tak terduga di bagian akhir cerita. Dan inilah memang yang seharusnya diperhatikan oleh siapa pun yang ingin menulis bahwa tidak semua rahasia diungkapkan di bagian awal cerita. Justru harus ada cerita yang diungkapkan di bagian akhir sebagai sebuah rahasia yang patut dibongkar untuk pembaca. Dan hal itu tentu tidak mudah jika tidak dirancang dari awal.


Dua lokasi dalam cerita ini berada di Jakarta dan Tenap di lereng Hyang Argopuro (di Jember, Jawa Timur). Kurasa penulis sudah tepat mengambil lokasi cerita di tempat kelahirannya ini. Menurutku, memang banyak sekali penulis pemula yang terjebak memilih setting tempat tapi tak kuat alasannya. Hanya sekedar tempelan tanpa ada koneksi antara konflik dan setting tempatnya. Sementara Nurillah mampu membuktikannya. Alasannya, kekhasan wilayah itu memang terasa dalam novelnya karena memang Jember terkenal dengan tembakaunya. Dan kuharap banyak penulis lokal yang mengambil cerita di tempat asalnya sebagai bentuk memperkaya kisah sastra yang berdasar kearifan lokal.

 

Satu hal lagi kelebihan Nurillah dalam novel ini adalah ia berhasil melibatkan emosi pembaca ke dalam ceritanya. Mungkin ini akan berbeda setiap pembaca karena subyektivitas dalam penilaian emosi ini begitu kuat. Terkadang aku gemas dengan sikap ibunya. Terkadang, aku juga kesal dengan Aram. Juga dengan ayahnya ketika masih hidup. Cak Wan yang juga kurang ajar. Jika Munawar bisa ditunjukkan lagi adegan sesuai karakternya, mungkin aku juga akan kesal sekali dengan Munawar.


Oiya, tidak mudah membuat novel dengan sudut pandang banyak tokoh. Namun, Nuril paham apa yang harus dia ceritakan dan tidak ketika menulis sudut pandang dari banyak tokoh tersebut.



Well, secara keseluruhan buku ini cukup memuaskan untuk dimiliki mengingat bahasa sastranya yang oke (kuakui ini adalah kelebihan Nuril sebagai emerging writer UWRF 2019 dan aku harus belajar banyak dari karyanya), twist-nya di akhir cerita yang cukup mengejutkan, dan pastinya membuka wawasan kita terkait kehidupan para petani tembakau di timur pulau Jawa, bahkan memberi motivasi bagi petani di seluruh nusantara yang menggantungkan hidupnya pada ketidakpastian hasil produksi pertanian. Sekian review buku Lahbako yang sederhana ini. Semoga tulisanku juga segera selesai dan menyusul Nuril yang sudah terbit. Masyaallah. Sukses terus untuk karyanya Nuril. 

Read More

Deskripsi Buku

Judul : Antologi Cerpen Cinta Perempuan Biasa
Nama penulis : Nuri Thakya, Dian Permatasari, Rendi Aprian, Nyimas Maharani Shalima, Yunita Mercy Sabatini, Raisa Fardani, Nur Hidayah, Muhammad Ali Saidi, Felly Octaviani, Rianti Aprillia, Ela Indah, Rosanti Vivi Muari/Kim, dan Erinda Nur Anisa
Penerbit : Anara Publishing House
Cetakan: Maret 2020
Halaman: 114+ii
Harga:
ISBN :978-623-7229-57-5

Kisah Cinta dalam Antologi


Kalian pasti pernah kan merasakan jatuh hati. Tapiii... apakah cinta kalian selalu berbalas?  Coba hitung, berapa banyak yang bertepuk sebelah tangan? Banyak! Aihhh.... tapi memang begitulah ya, kadang Allah ngasih kita yang terbaik meski kita harus sakit hati dulu.

Syukur-syukur, tanpa harus merasakan jatuh hati tiba-tiba diminta seseorang yang ternyata didamba hampir sebagian besar orang kemudian dilamar dan menikah. Wew, betapa beruntungnya! Sama seperti cerita Haura dalam antologi ini yang masih SMA dan dilamar oleh seorang Habib yang religius, lulusan Kairo, tampan, didambakan banyak santriwati.

Haura yang biasa saja dan seorang siswa yang masih sekolah SMA jelas dibuatnya bingung. Bahkan ia berprasangka buruk kalau Habib itu mau poligami sampai-sampai Haura memberinya syarat selama menikah dengannya sang Habib tidak boleh poligami. Syarat itu tidak memberatkan Habib. Ia setia. Justru suatu ketika, Haura merasa bersalah dengan persyaratannya itu.

Dari Haura, kita bisa belajar bagaimana seharusnya cinta kepada pasangan itu tidak berlebihan sehingga muncul keikhlasan ketika kita harus merelakannya dengan wanita lain. Ah! Keikhlasan itu kadang menyakitkan meski bernilai pahala. Jangan sampai Allah cemburu karena kita terlalu berlebihan mencintai pasangan kita. Penulis menyadarkan pembaca dengan bagaimana menjadi seseorang yang ikhlas ketika cinta harus berbagi. Berat. Sangat berat.

Jika perjalanan menjemput kekasih tidak begitu sulit, lain halnya dengan Vana yang berbeda status dengan kekasihnya, Deri. Vana tidak diterima oleh orang tua sang kekasih karena statusnya sebagai anak miskin. Vana selalu berdoa dalam sholatnya agar ia direstui kedua orang tuanya. Allah terkadang selalu punya cara untuk mempertemukan sepasang kekasih dengan cobaan yang cukup berat. Tak lain agar pasangan itu saling menghargai bagaimana usaha sepasang kekasih pada awal-awal kisah mereka sampai direstui orang tua.

Selain status sosial Deri dan Vana, status perkawinan juga sempat menimbulkan keraguan di hati orang tua Felishia, seorang janda beranak satu, yang akan dinikahi oleh Raihan, seorang perjaka. Namun, status itu bukan menjadi halangan mereka untuk bisa bersama.

Begitu pun dengan kisah Chiko yang baru saja jadi mualaf dan mendatangi orang tua Jihan untuk melamar. Meski Jihan ragu, akhirnya ia menerima Chiko untuk menjadi suaminya. Perjalanan membersamai seorang mualaf pun tidak mudah apalagi orang tua Chiko masih berstatus non muslim. Gaya hidup sebelum menjadi mualaf pun masih terbawa dalam kehidupan mereka. Belum lagi seorang wanita yang dulu selalu bersama Chiko masih hadir dalam kehidupan mereka. Lama-lama Jihan tidak tahan.

Bahasa Tulis dalam Karya Antologi


Bahasa dalam cerita-cerita tersebut mudah dipahami, meskipun beberapa bagian kalimat ada yang harus disesuaikan dengan aturan PUEBI. Secara garis besar, cerita pendek-cerita pendek yang ditulis 13 penulis ini berkisah tentang perempuan yang mencintai seorang pria dengan permasalahan berbeda. Saya membaca kisah ini seolah-olah saya kembali ke masa remaja.

Cerita cinta dalam antologi ini begitu dekat dengan kehidupan para remaja dengan emosi, kebimbangan, juga tingkah lakunya saat berhadapan dengan kekasih yang dicintainya. Ketika membaca biografi penulisnya, usia mereka sekitar 20-25 tahun.

Kontak Penulis

Jika kalian penasaran dengan cerita cinta yang ditulis oleh mereka, kalian bisa hubungi salah satu penulisnya yaitu Kak Nuri Thakya.

Instagram : Nurithakya99
Fan Page : Nuri Thakya
Email : Nuri.Thakya99@gmail.com
Blog : nurithakya7.blogspot.com
Kontak: 082119514772.

Read More
Review Buku Kumpulan Puisi “Kepak Cahaya”
Penulis : Rafif Amir
Penerbit : Penerbit Satoe

Suatu ketika, dalam lamunan singkat saya, akan tiba masa saya menghadap-Nya, saya selalu terbayang masa-masa sakaratul maut yang mungkin menyakitkan saat nyawa sampai di tenggorokan. Begitu saya membaca kumpulan puisi pada bab Tuhan, lamunan singkat saya itu tak seberapa dibandingkan lamunan-lamunan panjang penulis yang melahirkan kata-kata pengingat kematian. Syair-syair indah nan menyentakkan hati berhasil membuat bulu kuduk saya berdiri. Bukan masalah ke-horor-annya melainkan bayangan saya akan kematian itu. Berhasil pula mengingatkan saya kembali bahwa sejatinya kita, manusia, harus memperbanyak amal ibadah sebelum penyesalan datang ketika ketetapanNya akan kematian yang  tak bisa diinterupsi itu tiba.
Kumpulan Puisi Kepak Cahaya oleh Rafif Amir

Selain tentang pergolakan batin penulis tentang kematian, syair-syair indah dalam buku Kepak Cahaya ini juga memiliki untaian makna dan pesan yang begitu mendalam. Tak hanya tentang sakitnya sakaratul maut, kemenangan dalam peperangan, penyesalan, kedudukan manusia di dunia, tapi juga pesan tersirat dalam menghadapi cobaan-cobaan duniawi. Bahkan perjalanan dalam menjalani puasa Ramadhan, penulis mampu merangkainya menjadi puisi yang indah. Sungguh, saya menggeleng dan berdecak kagum. Saya iri dan tak mampu menulis syair seperti itu.

Bagian kedua dari kumpulan puisi ini adalah tentang Cinta. Tak hanya cinta kepada kekasih, tetapi juga kepada orang tua dan keluarga. Bab cinta ini cukup mengaduk-ngaduk perasaan saya ketika pertemuan dua insan yang membahagiakan namun juga menyedihkan ketika cinta harus berpisah. Terutama ayah dan ibu. Kerinduan seorang anak kepada ayahnya yang pergi jauh begitu memuncak dituliskan dalam syair dalam kumpulan puisi ini.  #mewek. Penyajian puisi yang berbeda sudut pandang ini membuat saya tahu bahwa harapan orang tua pada anaknya begitu besar. Saya sedih karenanya.

Uniknya, sebuah judul puisi yang menceritakan pernikahan dua insan di keluarga kerajaan Inggris Raya, William and Kate, dengan sudut pandang yang berbeda juga hadir dalam kumpulan puisi ini.

Beberapa protes tentang carut-marutnya negeri ini juga hadir dalam bab Untuk Negara dan Bangsa. Judul pertama dalam bab ini adalah Anak-Anak Bangsa yang menurut saya cukup menarik. Saya pun menyetujuinya pada ide kritik terhadap aturan yang berlaku di dalam masyarakat.

mereka dipenjara matematika
mereka dibelenggu orang tua mereka sendiri
dengan kata-kata sakti,
"Nak, sekolah yang rajin terus kuliah terus kerja dan menikah. Kelak, kau pasti akan bahagia"
(Hal. 110)

Tak hanya itu, penulis juga menuliskan protes terhadap kehidupan bangsa dan negara ini ke dalam kalimat-kalimat yang terkadang jelas maknanya. Namun, beberapa bagian kalimat-kalimat pada judul yang lain, begitu juga dengan bab lain, memang perlu dibaca berulang kali untuk memahaminya. Banyak kata yang saya sendiri masih asing. Tentu itu membuat saya harus membuka KBBI dan akhirnya menambah kosakata baru saya.

Bab terakhir dari buku kumpulan puisi Kepak Cahaya ini adalah Untuk Keluarga dan Sahabat. Sebagian besar judul-judul puisi dalam bab ini adalah nama-nama orang dan sepertinys mengisahkan pengalaman tentang orang itu bersama penulis. Beberapa kisah yang dituangkan dalam puisi tak selalu menyenangkan tapi juga menyedihkan.

Penulis sudah menulis sebanyak 109 judul puisi yang ditulis sejak tahun 2010 (semoga nggak kelewatan) dengan total halaman 181. Dan tahun 2019 ini baru dicetak oleh Penerbit Satoe yang berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman No. 30, Sidoarjo. Jika kalian berminat beli bukunya, bisa kontak penulis Rafif Amir di IG beliau @rafif_amir atau ke website beliau disini.

Sekian review buku kumpulan puisi dari saya. Semoga memberi pandangan bagi yang ingin membeli bukunya.
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower