Review Buku Antologi Cerpen Cinta Perempuan Biasa

No Comments

Judul : Antologi Cerpen Cinta Perempuan Biasa
Nama penulis : Nuri Thakya, Dian Permatasari, Rendi Aprian, Nyimas Maharani Shalima, Yunita Mercy Sabatini, Raisa Fardani, Nur Hidayah, Muhammad Ali Saidi, Felly Octaviani, Rianti Aprillia, Ela Indah, Rosanti Vivi Muari/Kim, dan Erinda Nur Anisa
Penerbit : Anara Publishing House
Cetakan: Maret 2020
Halaman: 114+ii
Harga:
ISBN :978-623-7229-57-5

Kalian pasti pernah kan merasakan jatuh hati. Tapiii... apakah cinta kalian selalu berbalas?  Coba hitung, berapa banyak yang bertepuk sebelah tangan? Banyak! Aihhh.... tapi memang begitulah ya, kadang Allah ngasih kita yang terbaik meski kita harus sakit hati dulu.

Syukur-syukur, tanpa harus merasakan jatuh hati tiba-tiba diminta seseorang yang ternyata didamba hampir sebagian besar orang kemudian dilamar dan menikah. Wew, betapa beruntungnya! Sama seperti cerita Haura dalam antologi ini yang masih SMA dan dilamar oleh seorang Habib yang religius, lulusan Kairo, tampan, didambakan banyak santriwati.

Haura yang biasa saja dan seorang siswa yang masih sekolah SMA jelas dibuatnya bingung. Bahkan ia berprasangka buruk kalau Habib itu mau poligami sampai-sampai Haura memberinya syarat selama menikah dengannya sang Habib tidak boleh poligami. Syarat itu tidak memberatkan Habib. Ia setia. Justru suatu ketika, Haura merasa bersalah dengan persyaratannya itu.

Dari Haura, kita bisa belajar bagaimana seharusnya cinta kepada pasangan itu tidak berlebihan sehingga muncul keikhlasan ketika kita harus merelakannya dengan wanita lain. Ah! Keikhlasan itu kadang menyakitkan meski bernilai pahala. Jangan sampai Allah cemburu karena kita terlalu berlebihan mencintai pasangan kita. Penulis menyadarkan pembaca dengan bagaimana menjadi seseorang yang ikhlas ketika cinta harus berbagi. Berat. Sangat berat.

Jika perjalanan menjemput kekasih tidak begitu sulit, lain halnya dengan Vana yang berbeda status dengan kekasihnya, Deri. Vana tidak diterima oleh orang tua sang kekasih karena statusnya sebagai anak miskin. Vana selalu berdoa dalam sholatnya agar ia direstui kedua orang tuanya. Allah terkadang selalu punya cara untuk mempertemukan sepasang kekasih dengan cobaan yang cukup berat. Tak lain agar pasangan itu saling menghargai bagaimana usaha sepasang kekasih pada awal-awal kisah mereka sampai direstui orang tua.

Selain status sosial Deri dan Vana, status perkawinan juga sempat menimbulkan keraguan di hati orang tua Felishia, seorang janda beranak satu, yang akan dinikahi oleh Raihan, seorang perjaka. Namun, status itu bukan menjadi halangan mereka untuk bisa bersama.

Begitu pun dengan kisah Chiko yang baru saja jadi mualaf dan mendatangi orang tua Jihan untuk melamar. Meski Jihan ragu, akhirnya ia menerima Chiko untuk menjadi suaminya. Perjalanan membersamai seorang mualaf pun tidak mudah apalagi orang tua Chiko masih berstatus non muslim. Gaya hidup sebelum menjadi mualaf pun masih terbawa dalam kehidupan mereka. Belum lagi seorang wanita yang dulu selalu bersama Chiko masih hadir dalam kehidupan mereka. Lama-lama Jihan tidak tahan.

Bahasa dalam cerita-cerita tersebut mudah dipahami, meskipun beberapa bagian kalimat ada yang harus disesuaikan dengan aturan PUEBI. Secara garis besar, cerita pendek-cerita pendek yang ditulis 13 penulis ini berkisah tentang perempuan yang mencintai seorang pria dengan permasalahan berbeda. Saya membaca kisah ini seolah-olah saya kembali ke masa remaja.

Cerita cinta dalam antologi ini begitu dekat dengan kehidupan para remaja dengan emosi, kebimbangan, juga tingkah lakunya saat berhadapan dengan kekasih yang dicintainya. Ketika membaca biografi penulisnya, usia mereka sekitar 20-25 tahun.
Jika kalian penasaran dengan cerita cinta yang ditulis oleh mereka, kalian bisa hubungi salah satu penulisnya yaitu Kak Nuri Thakya.

Instagram : Nurithakya99
Fan Page : Nuri Thakya
Email : Nuri.Thakya99@gmail.com
Blog : nurithakya7.blogspot.com
Kontak: 082119514772.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar

Follower