Tidak pernah terkira bahwa Kota Malang sekarang jauh lebih ramai. Enam tahun lalu, destinasi wisata Kota Malang belum begitu banyak. Sekarang, pengembangan besar-besaran di sector pariwisata mampu membangkitkan pergerakan wisatawan ke Kota Malang.

Setiap hari libur Kota Malang akan selalu dipadati wisatawan dari luar kota. Jalanan-jalanan Kota Malang akan banyak dipadati kendaraan plat luar kota. Sebegitu besarnya daya tarik Malang hingga mampu menarik massa begitu besar tidak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri.  Sesekali terlihat bus pariwisata yang berisi penumpang dari luar negeri.

Jika orang-orang menyebutnya berwisata ke Malang, maka tentunya tidak terbatas oleh administratif Kota Malang saja, tapi juga Kota Batu dan Kabupaten Malang. Oleh karena itu, tiga wilayah administrative ini disebut Malang Raya. Dari tiga wilayah administrative itu, Kabupaten Malang memiliki luasan yang paling besar dan juga memiliki potensi pariwisata yang besar. Tentunya, tantangan dalam mengembangkan pariwisata juga besar. Buktinya, Pemerintah Kabupaten Malang mampu menghadapi tantangan-tantangan terlihat arus wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Malang.

MENGENALI POTENSI PENDUKUNG PARIWISATA

Banyak sekali tujuan wisata Kabupaten Malang yang menarik pengunjung, mulai dari wisata alam, bahari, agro, budaya, religi, sejarah, pendidikan, belanja, kuliner, dan buatan. Tujuan wisata yang paling banyak menarik turis asing adalah kawasan Bromo-Tengger-Semeru. Selain itu, wisata bahari dan alam juga banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik, seperti pantai, sumber mata air dan air terjun.

Kondisi Pantai Di Malang Selatan yang Bersih (foto pribadi)

Setiap obyek wisata memiliki karakteristik tertentu. Misalnya saja Pantai Balekambang yang memiliki pulau kecil seperti yang ada di Tanah Lot Bali. Pantai Banyu Anjlok yang memiliki air terjun di pinggir pantai. Pantai Tiga Warna yang memiliki tiga warna laut yang berbeda. Pantai Sendang Biru sebagai pintu masuk menuju Pulau Sempu yang unik. Ataupun Coban Pelangi kalau lagi beruntung bisa melihat pelangi di air terjunnya. Air Terjun Sumber Pitu dimana kita bisa melihat banyak sekali air terjun yang keluar dari tebing-tebingnya. Masih banyak obyek wisata lainnya dengan keunikan masing-masing.

Sayangnya, akses menuju ke beberapa tempat wisata itu yang masih terbatas, masih ada yang belum dikelola dengan baik, lokasi tersembunyi, jalan tidak layak, bahkan tak jarang pengunjung harus memacu adrenalin untuk mencapai tempat wisata tersebut. Bagi sebagian orang, tepatnya sebagian mahasiswa, menganggap bahwa kondisi seperti itu yang dicari karena keseruannya, masih alami dan memacu adrenalin.

Menurut Data BPS Kabupaten Malang, jumlah obyek wisata yang ada di Kabupaten Malang sebanyak 69 obyek wisata dimana yang terbanyak wisata pemandian dan pantai. Banyaknya obyek wisata yang penuh daya tarik itu menjadi tantangan bagi pemerintah setempat untuk mengelolanya. Kondisi geografis yang berada di wilayah ketinggian atau pegunungan dan pantai merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan. 

Potensi lainnya yang mendukung dalam pengembangan pariwisata dan menarik wisatawan adalah transportasi, perhotelan, perdagangan dan jasa yang sudah tersedia. 

Tidak hanya itu, banyaknya perguruan tinggi di Kota Malang secara tidak langsung memberi potensi dalam mendukung pengembangan pariwisata. Banyaknya mahasiswa di Malang Raya mampu menjadi promotor wisata secara tidak langsung kepada masyarakat luas karena mahasiswa-mahasiswa ini banyak yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ditambah lagi dengan perkembangan media sosial, hampir tidak mungkin para mahasiswa ini tidak memamerkan hasil potretnya dari tempat wisata yang sudah dikunjungi.

PENCAPAIAN KINERJA PEMERINTAH DALAM SEKTOR PARIWISATA

Target Bina Kelompok Seni Budaya Lokal Gagal

Di Kabupaten Malang, pengembangan pariwisata ditujukan pada tiga sasaran. Hanya satu sasaran yang tidak sesuai target yaitu peningkatan pemberdayaan seni budaya lokal di tahun 2015 hanya tercapai 22%. Pada target ini, beberapa kelompok seni budaya lokal dibina dan diharapkan dapat terus terjaga dan dapat berprestasi. Sayangnya realisasinya kurang dari target yang diharapkan karena terbatasnya anggaran dan penghapusan dana hibah dari pusat untuk pemberdayaan seni budaya.

Tabel Laporan Kinerja Disbudpar Kabupaten Malang 2015
Kedepannya, pemerintah membatasi kelompok seni budaya lokal yang dibina sehingga pelaksanaan program bisa optimal.

Sosialisasi POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata)

Kegiatan ini merupakan bagian dari community development dalam bidang pariwisata. Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan pariwisata untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata. Selain itu dilakukan pembinaan kepada pengelola tempat wisata.

Kunjungan Wisatawan Melebihi Target

Di tahun 2015, data BPS Kabupaten Malang menyebutkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Malang sekitar 3,5 juta wisatawan domestik dan sekitar 99 ribu wisatawan asing. kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sebesa 3,6 juta wisatawan. Angka tersebut mengalami peningkatan. Jika dibandingkan tahun sebelumnya kenaikannya sebanyak 400an wisatawan atau naik sekitar 11 persen. Peningkatan ini sebagai wujud efektivitas promosi pariwisata. 

Grafik Perkembangan Kunjungan Wisatawan Ke Kabupaten Malang 2010-2015 (BPS Kabupaten Malang)

Bahkan jumlah wisatawan tahun 2015 melebihi target yang ditetapkan. Ini bisa menjadi kabar baik atau bisa menjadi bumerang bagi pemerintah ataupun masyarakat sekitar. Jika kapasitas tempat wisata tidak dapat menampung kelebihan wisatawan justru menimbulkan kerugian dari sisi lingkungan misalnya rusaknya lingkungan lokasi wisata. 

Efisiensi Pemasaran Pariwisata

Pemerintah Kabupaten Malang mengikuti pameran-pameran yang terkait pemasaran pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Misalnya mengikuti pameran Majapahit Travel Fair, pameran seni dan kopi, gathering pelaku usaha pariwisata, pameran pariwisata di Hongkong, branding pariwisata Kabupaten Malang (five paradise), dan singhasari magnificent. 

Menurut Disbudpar, tingkat efisiensi promosi wisata terhadap kunjungan wisatawan sebesar 11 %, paling tinggi diantara sasaran strategis lainnya.

Tingkat Efisiensi Sasaran Strategis Pariwisata Kabupaten Malang
Pemasaran pariwisata yang juga efektif adalah keterlibatan mahasiswa dalam penyebaran informasi melalui media sosial, dan melalui blog. Dengan begitu, pengunjung bisa menjadi promotor pariwisata secara tidak langsung.

Perbaikan Infrastruktur Jalan Raya

Infrastruktur ini penting dalam memajukan bidang pariwisata. Pemerintah Kabupaten Malang telah membangun Jalan Lingkar Selatan yang berdampak pada arus pengunjung yang datang ke pantai di selatan Malang ataupun Jawa Timur.

Dulunya jalur ini hanya jalan tanah. Di tahun 2016, kondisi jalan sudah bagus sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang melewatinya.
Sumber: harrysantosa.blogspot.co.id, dowith-passion.blogspot.co.id, verzamalang.wordpress.co.id, posinfojatim.blogspot.co.id


EFEK MULTIPLIER SEBAGAI NILAI MANFAAT

Efek multiplier atas pencapaian pengembangan pariwisata mampu meningkatkan perekonomian daerah juga menumbuhkan kegiatan di sektor baru.

Masyarakat Lokal
Yang paling terkena efeknya secara langsung adalah masyarakat lokal. Ekonomi masyarakat lokal akan terbantu karena banyak yang membuka usaha toko atau warung makan di sekitar obyek wisata.

Investor
Banyak investor yang mulai tertarik mengembangkan usahanya di selatan Kabupaten Malang dalam bidang perhotelan, perdagangan dan jasa.

Invisible export
Artinya sektor ini tanpa perlu ekspor barang tetap bisa menghasilkan devisa. Artinya secara tidak langsung devisa akan datang karena kunjungan wisatawan mancanegara. Wisatawan itu akan menukar uangnya ke dalam rupiah kemudian membeli souvenir, menggunakan jasa transportasi, penginapan dan biaya konsumsi. Seperti yang dijelaskan Yoeti (2008), semakin banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung akan memberi dampak bagi peningkatan perputaran uang di negara kita.

Destinasi wisata yang selama ini yang cukup mampu menjadi invisible export adalah Bromo-Tengger-Semeru. Cukup banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Obyek Destinasi Tujuan Wisata (ODTW) tersebut. Kawasan ini menjadi daya tarik pengunjung selain karena aktivitas vulkanik, lautan pasir, tapi juga adat istiadat yang masih kental. Belum lagi bangunan Pura yang berada di lautan pasir.

Gunung Bromo dibalik Gunung Batok (foto pribadi)

Harga tiket yang berpuluh kali lipat untuk wisatawan mancanegara telah menjadi kontribusi buat pembangunan Indonesia, walaupun ini terlihat diskriminatif jika dibandingkan tiket pengunjung domestik. Untungnya turis ini bersedia membayar lebih karena wisata Bromo-Tengger-Semeru memang punya pesona yang besar bagi turis asing. 

Menyoroti harga tiket bagi turis asing, penting untuk dipertimbangkan bahwa destinasi-destinasi wisata yang tidak terlihat menarik di mata turis asing tidak perlu harga tiket yang terlampau jauh. Bisa-bisa mereka tidak akan mengunjungi destinasi wisata itu. Kecuali jika memang di tempat wisata tertentu ingin membatasi jumlah wisatawan asing untuk menjaga kenyamanan masyarakat dan budaya lokal. Maka memang seharusnya penentuan harga tiket tempat wisata untuk wisatawan mancanegara bisa disesuaikan dengan daya tarik mereka dan kesiapan masyarakat setempat dalam menerima turis asing.


GOVERNMENT PUBLIC RELATIONS DALAM WUJUD APLIKASI

Kinerja pemerintah daerah yang baik itu memang tidak semua sampai ke telinga kita. Kurangnya akses informasi untuk masyarakat masih menjadi kendala utama dalam penerapan Government Public Relation (GPR) berperan penting dalam pemberitaan program pemerintah dan pencapaiannya. Beberapa lama ini, pemerintah meluncurkan Narasi Tunggal untuk di kalangan Kementerian/ Lembaga. Implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015. Aplikasi Narasi Tunggal yang dipasang di website Kementerian/ Lembaga menjelaskan kinerja pemerintah dan pencapaian program yang telah dilakukan.

Sayangnya, GPR yang diwujudkan dalam Narasi Tunggal itu tidak diketahui masyarakat luas secara keseluruhan. Selain itu, kendala birokarasi membuat sulitnya pelaksanaan widget ini di website masing-masing instansi. Alangkah baiknya jika Widget Narasi Tunggal ini juga bisa diaplikasikan dengan mudah ke dalam blog tidak hanya dilingkup kementerian/lembaga.

Aplikasi GPR pada Website Kominfo (sebelah kanan website)

Belum lagi perkembangan berita yang terkadang memiliki konten negatif dapat membuat reputasi lembaga jelek. Itu kenapa diharapkan dari GPR dalam Narasi Tunggal dapat menjadi diseminasi informasi yang tersebar di media sosial.

Diseminasi Informasi oleh Para Blogger

Diseminasi informasi tidak hanya dilakukan oleh kementerian atau lembaga, sebagai blogger tulisannya juga bisa memberi informasi, mengarahkan kelompok target sehingga kelompok tersebut mau memanfaatkan informasi yang diterima. Tentunya, pengarahan secara tertulis tetap dilakukan dengan santun dan faktual sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

Jika informasi di media sosial yang terkadang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan menggiring masyarakat di kelompok tertentu, maka blogger disini menjadi penetral atau berperan sebagai penghubung lidah dari masyarakat kepada pemerintah ataupun sebaliknya. Blogger harus menulis yang sesuai dengan fakta kemudian mengkritisi fenomena yang terjadi dalam masyarakat yang kemudian diuraikan dalam tulisan untuk memberikan feedback bagi pemerintah.




Sumber Pustaka:

BPS. 2016. Kabupaten Malang dalam Angka 2015. Malang : Badan Pusat Statistik.
Glasson, John. 1990. Pengantar Perencanaan Regional (An Introduction to Regional
Planing). terjemahan Paul Sitohang. Jakarta. FE-UI
Laporan Kinerja DIsbudpar Kabupaten Malang 2015

Oka A. Yoeti (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta. PT Pradnya paramita.
Read More
Perjalananku bisa renang itu tidak cepat, padahal kalau tahu teorinya, sekali pertemuan pun sudah bisa renang, ahasek. Bisa renang dalam terminologi seorang Lita bukan seperti kaya perenang pro loh ya. Hehe.

Teringat masa kecilku yang suka sekali dengan renang. Tiap bulan setidaknya ada kali satu kali berenang. Makanya kecil dulu kulitku sampai hitam, sekarang pun juga.hehe..


Langkah-Langkah Agar Bisa Berenang


1. Pegangan pinggir kolam

Hal ini sering banget aku lakuin. Memegang besi di pinggir kolam terus kaki terayun-ayun, anggap saja seperti berenang, tapi tangan tetap pegangan, dan kepala kadang masih diatas permukaan air kadang di dalam permukaan air sambil menahan napas.

2. Memakai papan pelampung selancar

Cara lainnya adalah berenang mendorong badan dengan mengayun-ngayunkan kaki tapi tangan memegang papan selancar air untuk latihan renang. Diulangi terus saja. Jangan lupa, kepala juga sering dimasukkan ke dalam air untuk latihan pernapasan, terus kalau nafas sudah mau habis yang diangkat lagi ke permukaan. Hehe. 

3. Rutin latihan

Langkah-langkah seperti ini memang nggak bisa sekali renang langsung bisa. Memang ada tahap-tahapnya. Jadi rutin latihan memang wajib dilakukan.

4. Memperhatikan cara berenang orang lain

Nah, ini nih yang bikin aku termotivasi pengen segera bisa renang di kedalaman berapa pun. Aku suka sekali loh berdiri di pinggiran kolam, bahkan di pojokan kolam yang tidak dalam hanya untuk memperhatikan orang-orang yang bisa berenang. Aku perhatikan gerakan tangan mereka, kaki mereka, dan mengambil nafas.

Akhirnya.....

Sampai akhirnya akhir kelas 3 SMP aku merasa sudah hampir bisa berenang. Belum bisa bener sih ya. Dalam artian aku sudah bisa mengapung dan mendorong badanku, menggerakkan tangan dan kaki walaupun tidak lama.

Lah sayangnya, setelah itu aku masuk sekolah asrama dan selama tiga tahun tidak pernah berenang lagi. Sedih deh. Baru bisa berenang lagi setelah aku kuliah bareng teman-teman kos. Itupun disempatkan berenang. Dan ternyata bermodal ingatan saat menjelang SMP, aku bisa berenang walaupun masih jarak pendek sekali dan walaupun belum menguasai berbagai gaya. Asal gerak aja gitu.

Berjalannya waktu, ternyata gaya renangku SALAH BESAR!! mix banget antara gaya dada dan gaya bebas. Jadi, tangan itu pake gaya dada, kaki pake gaya bebas. Haha. Kebayang kan gimana reaksi orang-orang kalau liat gaya mix-ku. Aku ngakak deh. 

Well, oke. Terlepas dari salahnya gaya yang aku lakukan. Yang sekarang sudah lebih baik dan benar. Ternyata ada kunci utama yang paling cepat agar bisa berenang. Teori ini aku dapatin dari adik ipar yang memintaku untuk mengajarkannya berenang (Loh? Nggak kebalik?). Padahal aku nggak jago loh, pernah salah gaya pulak! 

Dia diajarkan oleh temannya, kemudian adik iparku mempraktekkannya ternyata berhasil. Akhirnya aku berikan teorinya ke suami sendiri terus dipraktekkan sendiri waktu renang di Taman Rekreasi Sengkaling, ternyata BERHASIL! Satu kali pertemuan aja loh. Mau tahu?

KUNCI UTAMA BIAR CEPAT BISA BERENANG


Yup. Teorinya sudah sedikit aku singgung sebelumnya. Tanpa perlu bertahun-tahun seperti yang aku lakukan masa kecil dulu. Kunci utamanya adalaahhhhh....

"Mengapung"

Yaelaahh, kalau itu mah semua orang juga tahu kalau berenang harus bisa mengapung! Capek deh! 
Tunggu dulu. Ada pertanyaan lain.

Terus caranya biar mengapung gimana?
Aku cuma bilang "berlagaklah seperti orang mati" artinya badanmu lemas semua. Praktekkan di kolam sedalam 1 meter yak. 

Tarik napas sedalam-dalamnya. Tahan napas. Lipat kaki. Biarkan badanmu lemas, berlagaklah seperti orang mati. Biarkan air yang menenggelamkan badanmu sampai akhirnya badanmu terangkat lagi ke atas seperti melayang mengapung. 

Suami praktek seperti itu memang berkali-kali baru bisa mengapung. Tapi memang setelah bisa mengapung baru deh belajar gaya-gaya renang dan latihan pernapasan. Kalau sudah bisa mengapung, gampang sekali bisa belajar gaya renang. Coba deh dipraktekkan. Kalau udah bisa mengapung, lihat cara orang-orang yang udah jago berenang ya atau lihat video gayanya pas dirumah. Kalau aku udah tahu teori ini dari dulu, mungkin dari dulu juga aku mahir renang tanpa harus salah gaya. Wkakak.
Kalau udah berhasil bisa kabari yak! ;-)
Read More
Weekend itu saatnya liburan setelah seminggu berkutat di kantor ataupun pekerjaan rumah. Akhirnyaa weekend, sudah sebulan lalu, diputuskan berenang di Taman Rekreasi Sengkaling.

Sengkaling itu sebenarnya nama dusun di kelurahan Mulyoagung, kecamatan Dau, Kota Batu, tapi lebih dikenal karena rekreasinya. Taman rekreasi ini memang sudah sangat lama, berdiri sejak tahun 1975. Salah satu tempat rekreasi tertua di Kota Malang.

Sempat kepikiran pasti nggak keurus deh, apalagi sekarang tempat wisata di Kota Batu banyak sekali. Kalau orang dari luar kota mungkin memilih tempat wisata lain. Ternyata kondisinya tidak seperti yang aku bayangkan.


Setelah di renovasi, dari luar Taman Rekreasi Sengkaling terlihat lebih apik. Begitu masuk parkirannya yang luas, kita disambut dengan angin sepoi-sepoi dan sejuknya hawa Kota Batu. Banyak ruko yang menjual hasil karya lokal dan stand wisata kuliner di parkirannya.

Oiya, kalau mau nikahan, bisa juga loh sewa gedung di Taman Sengkaling. Pas lagi kesana, pas banget ada yang mantenan. Gedungnya di samping pintu masuk, yang gambar kapal selam (foto diatas).

Biaya masuknya 25.000 udah bisa renang di kolam Tirta, tapi kalau mau tiket terusan harganya 50.000 sudah termasuk tiket masuk utama, kolam renang tirta, bumper boat, theatre 4D, joyland, perahu naga, kiddy train, kolam primitif (di foto tulisannya waterboom). Tapi kami memilih 25.000 saja udah bisa renang di kolam Tirta.

Begitu masuk kita akan melihat dari ketinggian kapal pesiar dan kolam renang Tirta Alam. Kolam Renang Pesona Primitif ini mirip waterboom, seinget saya tidak ada plusutan yang berputar-putar itu. Sayangnya, untuk berenang di kolam itu harus bayar lagi 13rb. 


Sebelum berenang, kita memutuskan untuk eksplorasi tempat wisatanya. Dan ternyata tempatnya itu luaassss... untuk ukuran badanku yang harus gendong bayi ya cukup melelahkan. Setelah menelusuri mbah gugel ternyata luasnya kurang lebih 9 hektar. Pfiuh..Belum lagi medan arena yang naik turun karena mengikuti topografi daerah Batu.

Kita melihat kolam gurita, tempat bermain suami masa kecil dulu, yang ternyata sekarang sudah tidak berfungsi lagi. Airnya sedikit dan kotor karena banyak daun berjatuhan.

Setelah itu, aku dan rombongan istirahat di taman yang ada patung-patung kuda, ayunan, dan roda berputar. Pohon yang rimbun membuat pengunjung nyaman. Di sekitar situ, ada kantin, bombom car, teater 4D, kemudian aku mencoba berkeliling, tempat wisatanya dibelah oleh sungai Brantas. dan rasanya tidak sanggup melewati jembatan hanya untuk berkeliling menikmati taman rekreasinya. 


Foto dibawah ini diambil dari seberang sungai, tidak menyeberang. Ada kapal hantu, bisa ditebak sih, kalau masuk ke kapalnya seperti amsuk di rumah hantu yang ditakut-takutin. Ada juga joyland semacam ruangan yang berisi permainan.

Karena sudah siang, kita akhirnya makan di kantinnya. Harga standar sih, untuk soto harga 15rb dan gado-gado 10rb. Kalau dibandingkan dengan gado-gado di dekat rumah ya emang lebih mahal 3rb, hehehehe)


Setelah capek puter-puter, kita langsung menuju ke kolam renang. Untuk ukuran tempat rekreasi, di hari minggu pengunjung sangat sepi. Waktu itu kita berenang jam dua siang, bisa dibilang kolam renang privat sakingnya yang berenang cuma, suami, anak dan dua ponakan. Airnya juga cukup bersih. Agak sorean tiga sampai empat pengunjung banyak yang datang berenang. Masih terbilang sepi sih soalnya sampe bisa ngajarin suami berenang dan berhasil! Ceritanya menyusul yak. 

Kamar mandi juga cukup bersih dan pastinya tidak ada air hangatnya. Musholla nya ada dua di dalam dan di luar. Kalau aku lebih suka yang di dalam. Lebih bersih dan lebih nyaman.
Read More
Setelah mengikuti open recruitment Forum Lingkar Pena (FLP), saya merasa excited karena bisa bergabung dengan organisasi kepenulisan islam yang terbesar di dunia. Sejak sekolah menengah, saya sering sekali membaca karya-karya anggota Forum Lingkar Pena, terutama karya Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Pipiet Senja, dan lain-lain. Karya-karya yang tidak hanya menghibur pembaca tetapi juga menjadi media dakwah. Sejak mengenal karya-karya anggota FLP, saya jadi terinspirasi untuk menulis. Bahkan saya pernah menulis cerita di buku tulis saat masih SMP dengan tulisan jelek penuh coretan tak menarik untuk dibaca. Jangan ditanya buku itu dimana? Karena pasti sudah dibuang. Kalaupun masih ada, saya tak akan mau membacanya dan tak mengijinkan siapapun untuk membacanya.

Banyak Belajar dari Bedah Karya

Dari organisasi itulah saya banyak belajar dalam menulis karya fiksi. Sesuatu hal yang sulit bagi karena harus merubah cara berpikir dan menumpahkan ide yang dulunya adalah non-fiksi menjadi fiksi. Otak ini terbiasa menulis dengan sesuatu yang berlogika, berstruktur, beralasan, nyata, sains, dan penuh data. Pada akhirnya, saya berhadapan dengan karya yang terkadang penuh daya khayal tinggi dan bersifat surealis yang tidak bisa diterima dengan otak saya.

Awal pertemuan saya tidak percaya diri. Saya melihat karya-karya anggota baru cukup bagus. Karya mereka benar-benar bersinggungan dengan sastra. Saya sendiri tidak pernah menulis sastra disuruh menulis sastra dan dibedah. Bagaimana jadinya? Hasilnya saya geli sendiri membaca karya saya. Benar-benar kaku!

Bedah karya tiap minggu memberi saya kesempatan berkenalan dengan senior-senior yang memang jago dalam kepenulisan fiksi. Pengetahuan mereka yang luas membuat saya terkadang harus mencatat nama-nama sastrawan dunia yang tidak pernah saya dengar sebelumnya. Dari mereka, akhirnya pengetahuan sastrawan terkenal dunia jadi bertambah seperti Charles Dickens, Jane Austen, Tolstoy, Rudyard Kipling, dan lain-lain.


Keseruan Bedah Karya

FLP saat jaga stand Pameran di Perpustakaan Kota Malang

Dari mereka pula, saya sedikit-sedikit paham bagaimana teknik menulis fiksi dari karya sastrawan-sastrawan terkenal. Walaupun saat praktek, justru hasil coretan tangan ini tidak seindah para sastrawan itu. Beda sekali saat menulis non-fiksi. Otak kanan benar-benar diasah.

Bahkan saat saya mengalami writer's block dan menyerahkan hasil karya fiksi saya. Mereka memberikan ide-ide yang cemerlang, dari ide realis juga ide surealis. Sayangnya, otak saya belum bisa menerima ide-ide surealis.

Kritik dan saran saat bedah karya memberikan kepercayaan diri saya untuk mengikuti banyak lomba menulis dan mengirimkan tulisan fiksi ke media massa.

Ukhuwah Islamiyah

Senangnya saat bertemu teman baru dengan keunikan masing-masing. Persaudaraan seiman terjalin dan terasa menyenangkan saat saling mengingat diri untuk ibadah kepadaNya. Walaupun perkenalan kami belum lama, saya kadang terharu saat-saat mungkin waktu baru lahir terkena baby blues syndrome, teman FLP datang untuk menghibur. Thx mbak wul, teteh siro, mba zie, afifah, mmuach!


Seft Method

Tak bisa dipungkiri saat pertemuan bedah karya selalu ada cerita yang dibahas di luar materi. Ngga selalu gosip kali ye,... salah satunya adalah metode seft yang saya dapatkan dari Mbak Wulan. Metode yang mengajarkan keikhlasan dan kepasrahan terhadap perasaan-perasaan yang timbul. Eh, bener ya, Mbak ? Hehe.. Saya lupa tepatnya kapan pertama kali Mbak Wulan mengajarkan metode ini.

Lagi marah? Sedih? Kecewa? Deg-degan? nggak tenang? Sakit hati? Sampai penasaran dengan barang yang lupa ditaruh? Coba aja deh seft method ini. Lakukan dengan penuh konsentrasi yak! Insyallah selalu ada aja nemu jalannya.

Motivasi untuk terus aktif

Notifikasi obrolan di whatsapp dan grup Facebook membuat saya tersadar bahwa banyak sekali para pejuang FLP yang terus semangat menulis dan telah menghasilkan karya. Mereka menularkan semangat untuk terus menulis, membaca, dan berpikir. Tidak saja membaca teori tapi juga praktek. Atau praktek tanpa teori juga susah.

Partner Bisnis

Di FLP jugalah saya menemukan partner bisnis. Memang pada awalnya ingin berbisnis, tapi belum tahu berbisnis apa. Kebetulan Mbak Zie yang sedang S2 membutuhkan rekan untuk membantu pengembangan bisnis Pusat Flanel-nya. Akhirnya saya menawarkan diri untuk bergabung dan menyibukkan diri dengan usaha ini.


Bisa Belajar Bahasa Arab

Nggak cuma itu, saya juga menemukan guru untuk belajar bahasa Arab. Alhamdulillah, walau cuma sebentar jadi murid tapi saya bisa jadi guru cukup lama untuk keponakan saya saat akan ujian bahasa Arab di sekolahnya. Sayangnya, guru saya harus kembali ke kampung halaman setelah menyelesaikan sekolah pascasarjananya.

Bisa belajar Bahasa Arab juga


Alhamdulillah, berkat berkecimpung di FLP, satu karya antologi sudah terbit (Jodoh Pasti Bertamu, Penerbit Indiva) dan menjadi pemenang kompetisi blog Good News From Indonesia. Semoga selanjutnya bisa berkarya lebih berkualitas lagi.

Begitulah dua tahunku bersama FLP yang telah memberikan kesan mendalam dan pembelajaran tidak hanya di dunia penulisan tapi juga kehidupan sehari-hari yang insyallah menjadi keberkahan buat kedepannya. 

Setelah mengenal FLP, aku jadi bisa apa? insyallah aku bisa "nulissss"...hehehe


Read More
Setelah melahirkan sekitar 8 bulan lalu, seorang teman mengunjungiku. Pada saat itu, kondisiku masih capek sekali, iyalah si baby masih sering mengajak begadang, karena belum pake pospak atau clodi jadi mesti ganti beberapa kali tiap beberapa menit karena buang air besar dan kecil. Apalagi saat itu asi belum keluar, jadilah tambah kegalauannya padahal sudah hari ketiga dan anak sudah sering menangis.

Dia berkata aku kena baby blues syndrome. Ha?? Apa pula itu, aku nggak paham. Dia menjelaskanku secara singkat artinya. Masak sih? Kayaknya rasa capek dan galaunya sama seperti saat sebelum nikah kalau capek dan galau. Kayajnya baby blues semacam syndrome yang (katanya) selalu dialami ibu-ibu baru.

Well, pada akhirnya setelah beberapa bulan ia meminjamkanku buku berjudul Oh, Baby Blues karya Mamiek Syamil dan Dina Sulaeman. Buku yang menceritakan pengalaman baby blues yang dialami ibu-ibu baru dan tipsnya.

Buku Oh, Baby Blues

Apa itu Baby Blues Syndrome?

Awalnya aku nggak begitu paham dengan sindrom itu. Tapi setelah aku baca buku itu, aku mulai paham. Baby blues syndrome itu adalah perasaan kegalauan hati, sedih, bisa sampai menangis bahkan marah. 

Kalau menurut bukunya, biasanya yang dirasakan seperti rasa sedih, tidak menentu, air mata berlimpah, kurang atau tidak bisa tidur, nafsu makan berkurang, sulit berkonsentrasi, cemas, sangat sensitif terhadap kritikan atau saran.


Berapa lama?

Rata-rata perasaan itu akan berkurang setelah 4 hari melahirkan atau menghilang setelah 10 hari. Kalau menurut bukunya sih, kalau sampai sebulan masih mengalami hal seperti itu bisa disebut postpartum atau postnatal depression yang artinya depresi setelah melahirkan. Menanggapi hal ini, aku merasa belum sreg dengan penjelasannya.

Setelah 8 bulan mengasuh anak, rasa-rasanya kadang perasaan sedih, galau, cemas masih muncul, apalagi saat anak sakit. Rasa sedihnya berkali-kali lipaaat.. Anak sekecil itu ngerasain sakit apa ya nggak kasian... kasian kan..kasiaan hehehe... Terus apa ya si ibu disebut mengalami depresi?? Hadah, aku malah nggak terima donk. Menurut itu itu masih dibatas normal perasaan ibu ke anaknya. Bahkan sampai anak kuliah pun, si ibu juga pasti merasakan kesedihan dan kegalauan memikirkan anaknya. Itu mah noormaalll...


Penyebab Baby Blues Syndrome?

Menurut bukunya, penyebab sindrom baby blues diduga karena perubahan hormon sang ibu. Selama hamil, hormon ibu meningkat. Setelah melahirkan, plasenta keluar, jumlah produksi hormon, seperti estrogen, progesteron, dan endorfin mengalami perubahan yang berpengaruh terhadap kondisi emosional sang ibu. Selain itu, ovarium yang tidak aktif selama hamil, sudah mulai kembali memproduksi hormon seperti sebelumnya.
Penyebab lainnya adalah kondisi ibu yang capek, rasa sakit setelah melahirkan, asi yang belum keluar, bahkan bengkak yang dirasakan karena asi tidak keluar menyebabkan demam. 


Penyembuhan

Sindrom ini jelas bisa diobati.  Pengobatan dilakukan dengan terapi, dukungan orang sekitar, seperti suami, orang tua, dan saudara. Menurut buku ini, bisa juga dengan konsumsi obat antidepressant. pfiuh...


Pengalaman Ibu-Ibu


Baca buku ini, baby blues syndrome banyak dialami oleh ibu-ibu yang tinggal dan melahirkan di luar negeri. Pengalaman saya tinggal di Prancis saat kuliah terbayang betapa kerasnya hidup di negara dengan sifat individualis yangtinggi. Apalagi anak pertama, yang belum tahu apa-apa dan masih butuh bantuan.

Dalam buku ini, dijelaskan pengalaman setiap ibu dengan kelahiran buah hati mereka. 

Seseorang ibu di Amerika yang bersikeras nggak mau operasi caesar, tapi karena sudah pembukaan besar tapi bayi tidak keluar maka dokter menyarankan untuk caesar. Suaminya tidak bisa cuti karena masih pegawai baru. Jadilah sang istri di rumah sakit tanpa ada yang menemani. Sepulangnya dari rumah sakit, istri harus harus begadang, belum lagi dia mengurus sendirian, tidak ada orang tua. Dia menangis sendirian, mudah marah. Suaminya yang berkomunikasi dengannya membuat ibu baru ini merasa tenang. Hingga akhirnya perasaan itu hilang semenjak ia selesai nifas dan bisa sholat.

Ada pula kejadian dinginnya komunikasi istri dan suami dicairkan setelah berkomunikasi melalui email. Istrinya menganggap suaminya tidak mau membantunya, maunya hanya menikmati senyum dan tawanya tanpa mau bersusah payah merawat anak. Sampai akhirnya suaminya mengatakan melalui email bahwa ia tidak mengerti bagaimana merawatnya. Kebekuan diantara mereka pun mereda.

Ada juga seorang ibu baru stres saat mendengar anaknya nangis di gendongannya, saat disusui malah teriak-teriak dan berhenti menangis saat digendong suster. Begitu sampai di apartemen pun bayi masih sering menangis, hanya bisa diam saat di gendong. Si ibu baru yang kelelahan mulai sedih. Suaminya sibuk dengan kuliahnya, sehingga sering meninggalkan istri yang baru melahirkan dengan ibu kandungnya. Belum lagi anaknya yang sering muntah setiap disusui. Dan si ibu anak ini mengalami mastitis hingga merasa demam dan harus datang ke rumah sakit lagi. Ia sempat marah dengan suaminya yang tidak membantunya dalam mengasuh anak bayi. Tapi suaminya malah protes balik kalau dia tidak tahu harus berbuat apa. Setelah ibu kandungnya nalik ke indonesia, suami ini yang akhirnya membantu semua pekerjaan rumah.

Sepasang suami istri pun juga menulis kisah mereka di awal-awal baru menmiliki anak dengan dua pandangan sebagai istri dan suami. Sang istri yang sangat moody dan suami yang mengerti bahwa itu bukan sifat istrinya. Suaminya bhakan rela meninggalkan beasiswa masternya yang kedua demi menemani istrinya melewati hari-hari sebagai ibu. Mendampinginya, membantunya membereskan rumah dan mengasuh anak mereka. Sempat juga di bawa ke psikolog. Lama-lama mereka terbiasa dengan ritme baru sebagai seorang ibu dan ayah. Suaminya merasa memang jalan satu-satunya adalah menemani istrinya di awal menjadi ibu. Karena itu yang dibutuhin seorang ibu baru. Karena mereka waktu itu tinggal di luar negeri dimana tidak ada yang membantu sang istri selain suaminya sendiri.
  Kritikan-kritikan dari orang sekitar pun membuat perasaan ibu-ibu baru yang lagi sensitif itu mudah tersinggung. 
"Kok nggak dikasih bedak?"
"Kok mandiinnya gitu?"
"Gendongnya jangan gitu"
"Bedongny begini loh"
"Kok sembrono gitu" 
Lah, iya sih, maksudnya baik, tapi bagi ibu-ibu baru yang lagi capek, sensitif, lama-lama bikin males juga. Kayaknya berlebihan banget yah? Tapi nyatanya sih gitu. Ada yang ngga nanggepin, cuma dibalas senyum. Ada yang ditanggepin biasa. Ada yang sampe puncaknya akhirnya malah nangis didepan ibunya sendiri (duh, kalau ini mah kayaknya akut banget).

Cara Mengatasi

Berdasarkan pengalaman ibu-ibu baru yang dijelaskan dalam bukunya, cara mengatasi sindrom baby blues yaitu:


  • Mengaji dan sholat sebanyak mungkin setelah nifas
  • Peran suami yang besar dalam menghibur dan menenangkan istri
  • Mencari teman yang bisa diajak serius mendengarkan keluhan
  • Membagi tugas rumah dengan suami.
Demikian ulasan singkat mengenai Baby blues syndrome dan pengalaman ibu-ibu baru dari buku Oh, Baby Bluea. Semoga bermanfaat.


Read More
Setelah ngebahas tips kuat puasa ramadhan saat hamil, sekarang share tentang tips kuat puasa saat menyusui, ahayyy... Lagi-lagi postingan telaat nih, gara-gara nggak punya waktu buat nulis anteng di blog.. tsaah, nyibuk ni yee..

Sumber Gambar disini

Pas menjelang puasa ramadhan, mertua udah nanyain aku ikut puasa? sempat bingung juga. Duh kira-kira kuat nggak yah? duh, nanti anakku gimana ya? secara waktu itu masih asi ekslusif, mpasi bayek masih 1 bulan lagi. Mertua pernah bilang saat kecilnya suami, ibu mertua puasa, tiga hari puasa, anaknya sakit demam. Bertambahlah galau. Setelah bincang-bincang dengan kakak ipar, syarat bayar fidiyah kalo misal udah nyoba puasa sehari dua hari ternyata anaknya demam baru nggak puasa dan bayar fidiyah, tapi kalau anaknya baik-baik saja ya dilanjut aja.

Well, akhirnya, aku memutuskan untuk puasa. Hari pertama puasa terlalui dengan baik, walaupun agak lemes, dan anak sedikit rewel karena asi nggak banyak. Hari kedua juga gitu, anak mulai rewel karena asi mulai sedikit.

Mertua sudah mewanti-wanti, nggak usah dilanjutin yo kalau anaknya rewel. Akhirnya malam ketiga, aku mulai melakukan cara-cara agar tetap semangat dan asi tidak kurang saat puasa. Tidak jauh berbeda dengan tips-tips puasa saat hamil, bedanya hanya di jenis susunya. Kalau sudah menyusui minumnya ya susu untuk menyusui atau madu menyusui. Ini dia hal-hal yang aku lakuin agar puasa kuat saat menyusui.


Saat sahur


  • Niat puasa dan meminta kekuatan untuk menjalankan puasa saat menyusui
  • Bangun paling lambat 1 jam sebelum imsak. Kalau belum masak ya setengah jam sebelum imsak. Biar tidak terburu-buru saat makan.
  • Minum air putih 1 gelas.
  • Makan Kurma terserah jumlah berapa, kalau Rasulullah sih mencontohkan 7 biji, kalau aku biasanya 3 sampe 5 biji, segitu aja udah lumayan kenyang.
  • Makan seperti biasa, ada daging/tempe/tahu/ikan/ayam Usahakan makan sayur dan buah yg banyak ya biar kuat puasanya. Bagus juga buat menyusui. 
  • Minum susu khusus ibu menyusui atau madu menyusui. Waktu itu aku tambah milo biar tambah berenergiiii, lagian rasanya enak sih. Kalau nggak mau dicampur milo juga nggak apa-apa

Saat Berpuasa

Jangan melakukan aktivitas yang banyak menguras tenaga. Sakingnya biar nggak terlalu lemas. Jadinya waktu puasa, kegiatanku cuma menyusui, cuci baju, kadang setrika, tidur, online. Jarang banget keluar rumah kecuali kalau untuk kulakan (maklum ibu-ibu pedagang online shop bahan craft)


Saat Buka Puasa


  • Minum air putih
  • Makan kurma secukupnya
  • Makan buah atau takjil (makanan buka puasa)
  • Makan nasi, lauk dan sayur
  • Minum susu ibu menyusui atau madu menyusui, setelah taraweh juga nggak apa-apa. Karena saya minum sekali sehari sudah cukup.
Karena masih full menyusui, alhamdulillah, puasanya bisa full. Kecuali kalau anaknya lagi sakit ya, saran saya mending nggak usah puasa. Karena kalau ibunya puasa, katanya rasa asinya beda.

Read More
Sepertinya ini menjadi postingan yang sangat-sangat terlambat. Harusnya memang pas lagi hangat-hangatnya puasa Ramadhan di posting, tetapi karena nggak sempet-sempet, jadilah di posting sekarang. Semoga bisa membantu ibu-ibu hamil yang akan berpuasa, nggak hanya saat Ramadhan, tapi juga puasa senin kamis, ataupun puasa dzulhijah.



Pengalamanku puasa saat hamil empat bulan, hari pertama lemas, hari selanjutnya mulai terbiasa. Awalnya disuruh buka puasa kalau lemas, tapi entah kenapa waktu badan (merasa) masih kuat. Sempat tahu info juga, beberapa tips agar kuat puasa Ramadhan saat hamil empat bulan. Waktu itu kebetulan, aku lagi hamil empat nulan. Alhamdulillah sudah kembali normal mood makannya. Mual dan muntah pun sudah berkurang.

Saat sahur


  • Bangunlah paling lambat 1 jam sebelum imsak. Agar saat makan tidak terburu-buru dan cukup makanan yang masuk ke perut.
  • Makan sayur dan buah. Sayur dan buah ini sebagai penahan lapar dan haus. Yah, walaupun kalau puasa pasti haus dan lapar, tapi jauh lebih baik.
  • Karena saya bukan penganut program fc atau food combining, maka saya makan nasi dan ikan/ ayam/daging.
  • Jangan lupa minum vitamin ibu hamil atau vitamin penambah darah (ini dapatnya dari puskesmas)
  • Makan kurma, minimal 5 biji
  • Minum susu ibu hamil atau susu apapun lah yang disenengin biar tambah kuat.
  • Minum air putih yang cukup, misalnya 1 gelas setelah bangun tidur, 1 gelas setelah makan, 1 gelas mepet imsak. Kalau bisa lebih malah bagus.


Saat buka puasa

  • Minum yang manis-manis untuk memulihkan tenaga
  • Makan kurma
  • Makan nasi juga buah, sayur, daging/ikan/ayam/tempe/tahu. Porsi makan nasi secukupnya. Yang jelas setelah taraweh makan nasi lagi. Jadi pas lah 3x sehari.

Setelah Taraweh

  • Di waktu-waktu mulai mengantuk ini biasanya udah males banget buat makan. Tapi harus tetap dilakuin, kalau nggak kasian dedeknya dalam perut. Butuh nutrisi, emaknya juga butuh tenaga buat menghadapi puasa besoknya. Makannya seperti biasa aja.
  • Jangan lupa minum air putih yang banyak.
  • Minum vitamin juga
Jadi utamanya perbanyaklah makan buah dan sayur atau salah satunya saat sahur, air putih juga. Jangan sampai dehidrasi, kepala pusing karena kekurangan cairan. Selamat berpuasa!
Read More
"Ada berjuta alasan mengapa kita harus tetap bangga menjadi orang Indonesia dan optimis akan masa depannya. Indonesia. It's not perfect. It's AWESOME!"

Yup

Jika kita melihat ketidaksempurnaan di negeri ini, belum tentu terdapat kesempurnaan di negara lain. Karena untukku, Indonesia jauh lebih membanggakan. Ada banyak karya anak negeri ini yang bisa membanggakan. Prestasi tidak hanya lingkup nasional maupun internasional. 

Yang lebih membanggakan lagi adalah ketika ide-ide kreatif dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar sebagai bentuk inovasi daerah untuk Indonesia. Satu lagi ada Kabar Baik yang datangnya dari Kota Malang, sebuah kampung yang dulunya terkesan kumuh dan sering banjir kini menjadi asri dan bebas banjir. Sebuah kampung yang bisa menjadi contoh bagi pengembangan perkampungan di Indonesia. Kampung Glintung Gang IV RW 23, berada di Kecamatan Blimbing, disebut sebagai Glintung Go Green (G3) karena keberhasilannya dalam menjadikan Glintung yang peduli terhadap lingkungan. Kampung ini mulai menjalankan program penghijauan sejak akhir tahun 2012.

Apa yang Membuatnya Terkenal?

Berbeda dengan kampung lain, kampung yang mengusung konsep Green City ini telah berhasil memanfaatkan ruang yang ada untuk penghijauan. Jika daerah lain masih mengalami masalah banjir dan kekeringan, maka datanglah dan belajarlah dari Kampung G3 ini. Kampung ini berhasil mengatasi masalah banjir karena adanya biopori dan sumur injeksi/ sumur resapan. Program inovatif yang utama adalah program GEMAR atau Gerakan Menabung Air yang menjadi pionir di Kota Malang. Tidak hanya itu, taman gantung (vertical garden) dan tanaman pada kanopi menjadi elemen yang tidak ketinggalan dalam mempercantik kampung Glintung. 

Suasana Hijau di Kampung Glintung Go Green
Sumber: Dokumen Pribadi

Kampung Glintung menjadi kampung percontohan dalam keberhasilan pelaksanaan urban farming. Sudah banyak mahasiswa, pemerintah daerah juga kader lingkungan yang mengunjungi kampung ini. Bahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, pernah mengunjungi Kampung Glintung pada bulan September 2015 sebagai inspirasi inovatif dalam penanganan banjir di Jakarta. Kampung ini tidak hanya mendapat dukungan dari Pemerintah Kota, Universitas Brawijaya, tetapi juga dari salah satu universitas di Tokyo, Jepang.

Uniknya lagi, saat ada warga yang ingin membuat Kartu Keluarga, Pak RW menyarankan untuk menanam satu tanaman, jika tidak mampu bisa dibantu RW. Jika tidak menanam, maka tidak akan mendapat kartu keluarga. Memang warga ada yang menentang aturan itu, tetapi lama-kelamaan warga mulai mengerti dan menerima aturan yang ada.

Berikut ini program-program pengembangan penghijauan yang berkontribusi dalam mengatasi banjir dan kekeringan:

Tanaman Hidroponik 

Kalau kita masuk dari pintu gang maka kita akan melihat tanaman-tanaman hidroponik yang tersusun rapi nan hijau tergantung di dinding bangunan pinggir jalan. Masyarakat menanam tanaman di media hidroponik ini dengan jenis tanaman yang bisa dikonsumsi seperti sayur-sayuran: kubis, cabe, daun bawang, Sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dari hasil tanaman hidroponik.

Penduduk juga menanam tanaman yang bisa diperdagangkan, misalnya saat ada kunjungan wisata edukasi ke Glintung. Dari hasil penjualan ini dipergunakan warga untuk melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman dan sumur injeksi. Dengan tetap menghemat air, penghijauan juga bisa dilakukan dengan cara hidroponik ini. 

Tanaman Hidroponik yang Mempercantik Kampung G3
Sumber: Dokumen Pribadi
Tanaman Hidroponik di Depan Rumah Warga
Sumber: Dokumen Pribadi


Tanaman pada Kanopi

Inovasi lain dalam mewujudkan lingkungan hijau adalah dengan membuat tanaman pada kanopi. Pot tanaman digantung di kanopi. Tanaman merambat juga mulai ditanam di setiap tiang kanopi. Saat saya kesana, kanopi di gang utama belum seluruhnya ditutupi tanaman. Sedangkan kanopi di gang-gang kecil sudah tertutupi tanaman merambat.

Kanopi yang Siap Ditanami
Sumber: Dokumen Pribadi

Kanopi dengan Tanaman yang Membuat Lingkungan Asri
Sumber: Dokumen Pribadi


Tanaman Merambat yang Menyelimuti Kanopi
Sumber: Dokumen Pribadi


Taman Gantung (Vertical Garden)

Tanaman Gantung ini menjadi elemen utama dalam penghijauan Kampung G3. Saat kita masuk gang, kita sudah disuguhi oleh keindahan vertical garden. Jenis tanaman yang ditanam juga berupa sayur-sayuran.

Vertical Garden untuk Tanaman Selada
Sumber: Dokumen Pribadi

Vertical Garden untuk Tanaman Seledri
Sumber: Dokumen Pribadi

Vertical Garden Di Gang Sempit
Sumber: Dokumen Pribadi

Vertical Garden Memanfaatkan Pipa Paralon
Sumber: Dokumen Pribadi

Vertical Garden Permukiman Pinggir Rel Kereta
Sumber: Dokumen Pribadi

Biopori

Pembuatan biopori dilakukan dengan menggali tanah dan memasukkan pipa paralon sedalam 1 meter. Lubang ini dapat diisi dedaunan atau sampah organik sehingga menghasilkan kompos. Dengan biopori ini, penyerapan air ke dalam tanah menjadi lebih tinggi jika dibandingkan tanah tanpa biopori. Perkampungan yang semua di paving dan tidak ada air yang masuk ke dalam tanah, tentu menjadi penyebab terjadinya banjir dan kekurangan air sumur pada musim kemarau. Ini kenapa biopori menjadi peran dalam mengatasi banjir. 

Total biopori di kampung G3 ini sekitar 503 biopori kecil, 10 biopori besar dan 4 biopori super jumbo (sumber disini). Saat musim kemarau mendapat kompos 5 ton dan diolah hingga dijual sebesar Rp. 2.000 per kg (Sumber disini). 

Biopori di Kampung G3
Sumber disini


GEMAR (Gerakan Menabung Air) dan Sumur Injeksi

Salah satu upaya untuk mengatasi banjir secara efektif adalah menggalakkan GEMAR atau Gerakan Menabung Air. Bentuk gerakan ini yaitu dengan membuat sumur injeksi. Sistemnya air hujan akan masuk ke dalam sumur dan akan meresap ke tanah sehingga cadangan air dalam tanah akan meningkat. Penerapan sumur injeksi ini merupakan upaya konservasi air dalam menjaga ketersediaan air tanah. 

Sumur injeksi dibangun sebanyak lima unit dengan bahan beton diameter 1 meter dan kedalaman 4 meter. Dasar sumur ini diberi kerikil sebagai filter genangan air yang masuk ke dalam tanah. Jika dalam kondisi tertutup dapat menampung 4.000 liter air (sumber disini). 


Sumur Injeksi sebagai Wujud Program GEMAR
Sumber: Dokumen Pribadi

GEMAR
Sumber: Dokumen Pribadi

Sumur Injeksi, Hasil Kerjasama dengan FTUB
Sumber: Dokumen Pribadi
Pembangunan Sumur Injeksi
Sumber: disini


Bank Sampah dan Kompos

Pengelolaan sampah di Kampung Glintung pun dibagi berdasarkan dua jenis yaitu sampah basah dan sampah kering. Pemilahan ini akan memudahkan bagi petugas Bank Sampah untuk memilah sampah yang bisa diolah lagi dan yang bisa dijadikan kompos. Di kampung Glintung juga disediakan komposter untuk sampah organik. Bahkan di beberapa tempat ada tempat khusus membuang puntung rokok.

Tempat Sampah Berdasarkan Jenisnya
Sumber: dokumen pribadi

Komposter Glintung
Sumber: dokumen pribadi

Tas Daur Ulang Berbahan Karung Tempat Menyimpan Sampah Untuk Bank Sampah
Sumber: dokumen pribadi

Asbak yang Digantung di Beberapa Dinding Rumah
Sumber: dokumen pribadi
Larangan Membuang Putung Rokok Sembarangan dan Sanksinya
Sumber: dokumen pribadi

Sudut Kampung G3

Kampung G3 benar-benar menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan penghijauan. Tidak hanya program yang disebutkan di atas. Kampung G3 juga membuat taman diatas parit sehingga terkesan cantik. Selain itu, ada dapur mini dilengkapi dengan tungku, panci, dan peralatan memasak lainnya. Selain menambah estetika lingkungan, juga dapat difungsikan saat warga jaga malam untuk merebus air minum.


Taman diatas Parit
Sumber: dokumen pribadi

Dapur Mini, Si Penambah Estetika
Sumber: dokumen pribadi

Dapur Mini
Sumber: dokumen pribadi

Dampak yang Dirasakan

Fisik :

- Kampung terlihat asri, sejuk, bersih, nyaman.
- Tidak lagi terjadi banjir dan kekurangan air saat kemarau

Ekonomi :

- Tingkat perekonomian menjadi lebih baik karena adanya wisatawan yang datang, adanya kemandirian pangan, hasil dari pengelolaan Bank Sampah.

Sosial Budaya :

- Masyarakat sadar akan budaya kebersihan dengan membuang sampah di tempatnya dan memilahnya.
- Masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kelangsungan hidup tanaman.
- Masyarakat antusias dalam menanam tanaman walaupun menggunakan kaleng atau botol bekas.
- Mempererat hubungan antar warga karena masyarakat harus kerja bakti dalam mewujudkan penghijauan.
- Tidak ada lagi konflik perebutan air saat musim kemarau. Sebelumnya, kadang muncul konflik antar warga yang merasa air di sumurnya habis akibat cadangan air tanah berkuran karena adanya pengambilan air dari sumur lain dengan pompa secara berlebih. Dengan adanya sumur injeksi ini, cadangan air tanah tidak lagi berkurang sehingga warga tetap bisa mengkonsumsi air sumur tanpa kekurangan.


Prestasi

- Juara 1 Program Kota Malang "Kampoeng Hijau"

Upaya-upaya yang dicontohkan Kampung G3 dapat memberi inspirasi bagi daerah lain dalam mengatasi permasalahan yang sama yaitu banjir dan kekeringan. Jika semua daerah yang dilanda banjir melakukan hal itu, tentu kita tidak perlu lagi pesimis bahwa masalah tak kunjung selesai. Justru dengan komitmen kuat, lingkungan masyarakat yang dulunya kumuh, langganan banjir dan kekeringan menjadi hunian yang nyaman, asri, bebas banjir dan kekeringan. Semoga kampung lain bisa melaksanakan program-program seperti di Kampung G3 sehingga permasalahan banjir dan kekeringan bisa teratasi.

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku
Read More
Berawal dari foto yang ditunjukkan suami, kelurahan Jodipan yang bertransformasi menjadi Kampung Warna Warni. Awalnya nggak percaya, sepertinya editan, pikirku dan suami saat itu. Tapi semakin dilihat semakin nyata. Dan ada yang teman nge-share foto di sosial media bahwa rumah warna warni itu emang sudah ada.

Dulu sempat kepikiran mau foto bangunannya terus diwarnai pake sotoshop. Eh ternyata tanpa perlu repot-repot berkutat di depan komputer, malah sudah di cat rumah-rumahnya.

Akhirnya terjunlah aku ke kampung Jodipan, tempat Kampung Warna Warni ini berada, seperti layaknya wartawan yang berburu berita, hehehe. Sampai disana, kondisi jalan sekitar jembatan macet. Memang sih dari dulu padat merayap. Dari jauh sudah terlihat anak-anak muda yang sedang berfoto selfie di jembatan. 



Anak muda yang berfoto selfie 

 


Kampung Warna-Warni terlihat dari jembatan (atas) nggak jauh beda dengan rumah-rumah di Cinque Terre, Italia, kaan ... hehe (bawah)


Dua kelurahan yang berbeda dengan kekontrasan warna yang berbeda (sekarang sebelah kiri jadi Kamoung Tridiatau kampung 3D)

Setelah melewati tempat parkiran yang berada di pinggir jalan, aku memasuki gang kecil dengan gapura. Jalanannya menurun cukup terjal dengan tangga yang dicat warna warni. Sepanjang jalan turun, ada beberapa orang yang berfoto di tangga dengan pemandangan rumah warna-warni.

     



Setelah sempat berfoto-foto bangunannya, akhirnya aku bertemu dengan orang tua yang terlihat semangat bercengkrama mengobrol dengan dua orang pria baya lainnya. Dan baru tahu setelah iseng negur bapak2 ini, mereka adalah Pak RW dan Pak RT disana. Dari hasil "penimbrungan", akhirnya dapat informasi mengenai Kampung Warna Warni ini.

Kampung Jodipan baru selesai pengecatan sekitar 1 bulan, itupun masih 60%. Dan masih dalam proses penyelesaian. Awalnya mengira bahwa ini program pemerintah, ternyata biaya pengecatan ini disponsori oleh perusahaan cat produk decofresh. Tanpa ada biaya dari masyarakat. Tenaga yang mengecat pun dari pihak Indana Paint, bahkan ada Paskhas Auri (Pasukan Khas Angkatan Udara RI) juga ikut membantu. Warga hanya menyiapkan konsumsi bagi para pengecat.

   



Menurut cerita, program ini bermula dari ide mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pewarnaan cat bangunan di kelurahan Jodipan. Setelah searching di internet, awalnya mahasiswa tersebut membuat tugas praktek Public Relation dan Event Management dengan clientnya yang sebenar-benarnya client. Hingga akhirnya dia datang ke Perusahaan Cat Indana Paint, dan ternyata perusahaan itu memiliki CSR yang biasa melakukan pengecatan di sekolah-sekolah. Tak disangka, proposal mahasiswa itu diterima hingga terlihat rumah-rumah warna yang menjadi spot wisata.


Ekspresi Pak RW benar-benar bersemangat dan masih tidak percaya kalau lingkungannya menjadi daya tarik pengunjung bahkan turis pun pernah datang ke kampung warna itu. Pandangannya seolah masih belum percaya terhadap kondisi yang saat ini terjadi. 

Beliau merasa ini adalah keanehan sampai-sampai ia meminta pendapatku apa yang membuat ramai orang berkunjung? Kalau aku sih, memang karena uni, seperti di Cinque Terre, Italia. Rumah-rumah warna di kontur yang cukup terjal. Dulu, imej rumah pinggir sungai yang kumuh menjadi berubah menjadi lingkungan yang bersih dan memiliki daya tarik.

Tidak lama, seorang pria datang menghampiri kami dan baru aku ketahui dia adalah pegawai Indana Paint, bagian promotor dan yang bertanggung jawab atas jalannya kegiatan pengecatan. Dia memberi kabar bahwa mau pergi tugas ke Tuban sehingga pengawasan terhadap penyelesaian pengecatan dilakukan oleh temannya.

Dia pun bercerita rencana pengecatan sampai ke cagak rel (jika diijinkan) sehingga view dari jembatan terlihat bagus ke arah rumah dan rel. Ketika aku bertanya di sisi lain sungai Brantas apa juga akan di cat? Pak RW mengatakan belum tau karena sudah beda kelurahan. Kalau kita lihat view dari jembatan maka hanya ada satu sisi saja rumah-rumah yang berwarna itu. 

Sebenarnya rumah warna-warni di kontur yang terjal ini bukanlah hal baru. Kalau di luar negeri sudah ada di Italia dan Brazilia, di Indonesia juga sudah ada sejak jaman dulu yaitu di bantaran Kali Code, Yogyakarta, yang merupakan ide dari Romomangun. Rumah Warna dengan segala lukisan-lukisan sederhana. Pembangunan yang tidak saja berfokus pada fisik tapi juga mental penduduknya, seperti tidak membuang sampah ke sungai serta pemberdayaan masyarakat bawah. Pengembangan Permukiman di Kali Code juga di Jodipan semoga bisa menjadi contoh bagi permukiman pinggir sungai lainnya.


Read More

Follower