Tampilkan postingan dengan label Akomodasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akomodasi. Tampilkan semua postingan

Suatu saat saya bersama anak-anak pergi ke Magetan, bukan untuk wisata tetapi menemani ayahnya anak-anak kegiatan di sirkuit Magetan. Berangkat dari Surabaya kira-kira jam 7 pagi dan tiba di Magetan sekitar jam 10an pagi. Di sana, kegiatan selesai saat sholat isya. Karena besok masih harus melanjutkan kegiatan, maka kami mencari penginapan yang dekat di Madiun. Aku belum sempat pesan hotel di mana. Jadi aku mengikuti rombongan saja. Rombongan menuju Fave Hotel Madiun. Dari Magetan ke Madiun ditempuh dalam waktu kira-kira sekitar setengah jam. Sesampainya di hotel sekitar pukul 8 malam.

Fave hotel madiun
Fave Hotel Madiun ( Google Fave Hotel Madiun)

Fave Hotel Madiun, Rekomendasi Hotel di Madiun

Aku bisa rekomendasikan Fave Hotel Madiun kalau kalian sedang berlibur di area Madiun dan sekitarnya. Beberapa alasan kenapa Fave Hotel Madiun jadi hotel yang aku rekomendasikan.

Lokasi strategis

Fave Hotel Madiun ini berada di Jalan Mayjen Sungkono No. 43, Nambangan Kidul, Kec. Manguharjo, Kota Madiun. Hotel bintang 3 di Madiun ini bersebelahan dengan Hotel Aston.

Hanya dengan melihat di Google Maps, kita tidak kesulitan mencari Fave Hotel Madiun ini karena lokasinya strategis berada di jalan utama dan dekat dengan alun-alun kota Madiun sekitar 2 km atau sekitar 5 menit dengan naik mobil. Mau ke toko oleh-oleh Bluder Cokro pun dekat. 

Kalau mau ke Pahlawan Street Center Madiun, yang banyak ikon-ikon terkenal beberapa negara, juga dekat, sekitar 10 menit atau sekitar 3km. Jika kalian pergi ke Madiun naik kereta pun tidak begitu jauh. Dari stasiun Kota Madiun hanya berjarak 4 km, atau sekitar 15 menit.

Meskipun lokasinya strategis, lingkungan di sekitar Fave Hotel Madiun ini tidak begitu bising dan ramai. Sayangnya, transportasi umum di Kota Madiun tidak seperti di kota-kota besar yang punya bus kota dengan jadwal berkala. Jadi kalau ke kota Madiun lebih baik naik ojek online atau kendaraan pribadi.

Pelayanan Baik

Fave Hotel ini memang sudah banyak di beberapa kota. Jadi aku tidak begitu asing dan tidak ragu lagi dengan pelayanan hotel ini. Kami memasuki gerbang untuk tamu Fave Hotel tetapi di parkir mobil ternyata bisa jadi satu dengan tamu Aston.

Lobi hotel nyaman

Dari luar, tampilan depan memang tampak keren. Kami menaiki tangga dari samping. Di dalam lobby, kami disuguhkan dengan welcome drink berupa minuman jeruk. Di lobi hotel juga ada bagian khusus untuk pameran produk lokal. Anak-anak dan suami menunggu di sofa sementara aku menunggu di resepsionis hotel.

Lobi hotel ini cukup nyaman, AC yang dingin, bersih dan tenang. Petugas pun ramah kepada tamunya. Aroma lobi cukup wangi. Aku mengantri untuk proses check-in hotel. Eh, ternyata sudah dibayarin. Allahuakbar. Semoga Allah membalas kebaikan beliau.

Oiya di lobi ini juga ada toilet juga untuk tamu tanpa harus kembali ke kamar.

Kamar nyaman

Aku mendapat kamar di lantai 3. Saat menaiki lift, pengunjung harus menggunakan kartu kamar agar lift bisa berjalan. Menurutku, salah satu kelebihan Fave Hotel ini adalah keamananya terjaga. Setiap pintu dikasih kunci dan harus memakai akses kartu kamar. Satu kamar diberi 2 kartu.

Kami memasuki kamar dengan desain interior yang nyaman, sederhana tapi tampak elegan. Anak-anak tak sabar menaiki kasur double bed itu untuk televisi. Aku meminta mereka mandi dulu baru boleh naik ke kasur. Aku meletakkan tas di atas meja dan menaruh jilbabku di kursi. Anak-anak segera mandi. Baju-baju bertumpuk tak karuan di meja samping lemari. Di bawahnya ada brankas dan tempat alas kaki.

Kamar Fave Hotel Madiun
Maapkan Kamarnya Berantakan (dok. Pribadi)


Terdengar suara air dari kamar mandi, aku memberitahu mereka agar berhati-hati menyalakan kran air panas.

Suara-suara heboh sebelah kamar cukup terdengar di kamarku. Jadi suaraku sepertinya juga terdengar di kamar mereka. Hehe. Kamarnya kurang kedap suara jadi aku harus memelankan suara.

WiFi hotel pun lancar. Di atas meja ada dua gelas, teko kaca, dan beberapa sachet kopi, teh, gula dan krimer. Karena aku haus, aku meminta anak-anak mengambil air dari galon yang ada di koridor hotel. Kukira dia cuma sebentar saja mengambil air, ternyata lama banget. Ketika sampai kamar, dia bilang galon yang dekat kamar airnya habis, jadi dia harus keliling mencari galon yang masih ada airnya.

Setelah semua mandi, aku terlalu malas untuk berjalan keluar kamar mencari makan. Energiku udah habis seharian di sirkuit. Hehe. Anak-anak pun tampaknya sudah lelah dan asyik nonton televisi sambil tiduran. Channel televisinya lengkap dari channel nasional maupun internasional.

Alhamdulillah kami masih ada makanan yang bisa dimakan. Jadilah aku meminta mereka segera makan.

Kalau dari ukuran luas kamar, meski kehalang dengan tempat tidur, meja kursi, tapi kami masih bisa sholat berjamaah. Bagiku, itu patokan bahwa kamar cukup luas. Kami juga tidak kesulitan untuk beribadah karena ada penunjuk arah kiblat.

Untuk tempat tidur, jangan heran, badan anak-anakku masih kecil-kecil, dan aku pun kurus jadi kami masih bisa tidur bersama di kasur. MaasyaAllah.

Menurutku, kasurnya sudah nyaman banget. Tapi aku baru sadar ada bercak di sepreinya keesokan harinya. Mungkin pas udah siang jadi kelihatan. Aku kira anakku ngompol tapi celana mereka tidak basah atau bau ompol. Kalau pun anakku ngiler, posisi kepala mereka tidak di bagian bawah. Aku nggak tau bercak apa. Ah, sudahlah...

Pengaturan suhu kamar pun sudah nyaman. AC berfungsi dengan baik. Kami bisa tidur dengan nyaman tanpa kedinginan tanpa kepanasan.

Kamar mandi cukup luas dan lumayan bersih

Kamar mandi bersih dan cukup luas. Untuk tempat mandi tidak ada penutup jadi air bisa kemana-mana. Sebenarnya yang agak susah kalau wudhu. Biasanya ada kran untuk shower sama kran air biasa jadi satu jadi bisa buat wudhu tapi ini tidak ada.

Air panas berfungsi dengan baik tapi agak bingung ngaturnya karena meski udah diatur ke dingin tetap agak panas. Tekanan air showernya juga cukup kuat, tidak terlalu lemah. Toilet duduk bersih. Ada tisu toilet di sampingnya. Di kamar mandi disediakan 2 handuk, ada sabun cair yang gabung sama sampo, sikat gigi dan odol. Setelah mandi pun air langsung masuk ke salur pembuangan dan tidak menggenang.

Sarapan Bervariasi

Keesokan harinya, sekitar jam 6 pagi anak-anak meminta berenang tapi aku mengajaknya makan dulu karena khawatir mereka masuk angin. Awalnya mereka bersikeras mau renang dulu, karena pikir mereka setelah berenang akan lapar jadi langsung makan.

Tapi aku nggak mau, hehe. MaasyaAllah gini banget ya. Ortu punya keinginan apa. Anak punya keinginan apa. Akhirnya mereka menuruti ibunya, alhamdulillah. Jadi kami makan dulu.

Resto hotel ini berada di tengah-tengah bangunan Aston dan Fave Hotel berada di lantai dua. Saat keluar dari bangunan hotel, kami harus membuka pintu dengan kartu.

Resto Fave Hotel Madiun
Resto Fave Hotel Madiun (dok. Pribadi)

Sampai di resto, petugas menanyakan kamar berapa dan memberitahukan karena kami berlima jadi kena charge. Untuk anak-anak tambah 70ribu saja. Jadi dianggap separuh harga.

Eh, anakku yang kedua kebanyakan ambil sereal plus susu. Jadi dia kekenyangan. Aku minta dia makan nasi nggak mau. Aku paksa pokoknya karena aku nggak mau kenapa-kenapa perutnya. Kami masih harus jalan. Dia mau makan roti panggang dan nasi cuma lima suap.

Menu-menu di resto Fave Hotel ini cukup beragam. Ada menu lokal, pecel Madiun, makanan sayur jamur, ayam, nasi goreng, nasi putih, bubur kacang hijau, dan salad sayur dan buah,. Ada juga menu anak-anak, seperti sereal, roti bakar, sosis dan omelette.

Menu sarapan di Fave Hotel Madiun (dok. Pribadi)

Rasa makanan utamanya sih cukup terasa bumbunya. Untuk omelette menurutku sedikit hambar tapi masih bisa dinikmati terutama yang terbiasa dengan makanan minim bumbu.

Restoran cukup bersih. Setiap tamu resto selesai makan, pegawai segera membereskan makanan. Suasana tempat makan juga vibe-nya berasa kayak di luar negeri. Jam sarapannya dari jam 6 sampai jam 10.

Di dekat resto juga ada kamar mandi meskipun kamar mandinya maaf agak bau dan sepertinya kurang dirawat karena pintunya rusak.

Kolam Renang View Pegunungan

Setelah sarapan, kami menuju ke kolam renang hotel Aston jadi kami harus lewat hotel Aston. Kami tidak perlu lewat depan hotel, karena setelah keluar restoran ada pintu masuk lewat samping yang langsung masuk ke gedung hotel Aston.

Kami menaiki lift hotel Aston dengan akses kartu kamar kami. Kolam renang berada di lantai 6. Petugas menanyakan nomor kamar kami kemudian memberikan pinjaman handuk.

Di area kolam renang ini ada tempat gym, tempat bermain anak (mini playground), dan spa. Beberapa meja dan kursi sudah ditempati oleh pengunjung.

Sesampainya di sana, anak-anak segera berganti baju. Sayangnya, anak-anak tidak bawa baju renang jadi pakai baju biasa. Petugasnya kemudian menegurku untuk meminta mengganti bajunya. Jadilah anak-anak Cuma pakai celana aja. Hehe.

Di kolam renang dewasa dalamnya seitar 1,5 m. Sedangkan di kolam anak-anak paling cuma setengah meter. 

Kolam renang Fave Hotel Madiun
Kolam Renang Fave Hotel Madiun (dok. Pribadi)

Pemandangan dari kolam renang ini cukup hijau. Masih ada tampak pepohonan yang rimbun. Pegunungan tampak jauh di sana.

Ternyata berenang di jam 7 pagi cukup dingin. Anak-anak baru bentar sudah kedinginan.

Sekitar hampir satu jam akhirnya selesai karena jam 8 kami harus persiapan meluncur ke Magetan lagi. Anak-anak mandi di kamar mandi. Aku tidak masuk kamar mandi tapi nunggu di depan wastafel di depan kamar mandi. Aku meminta kakaknya memandikan adiknya.

Ketika kami keluar, ada dua orang sedang bermain tenis meja. Di samping meja petugas, ada tong sampah besar untuk meletakkan handuk kotor.

Kami pun kembali ke kamar. Anak-anak masih melanjutkan menonton televisi selama aku mempersiapkan barang-barang.

Hotel dengan Family friendly

Fave Hotel Madiun ini bisa kubilang family friendly karena di kamar aku itu termasuk tipe connecting rooms alias punya pintu yang menghubungkan dengan kamar lain. Jadi kalau keluarga besar cocok banget di hotel ini.

Dari parkiran ke lobi hotel ada jalanan yang bisa digunakan untuk stroller, kursi roda atau koper. Jadi tetap aman untuk keluarga dengan kebutuhan yang berbeda. Kolam renang juga ada kolam renang untuk anak.

Tak hanya itu, juga ada tempat bermain anak-anak.

Dengan harga segitu apakah worthy? Cocok untuk siapa?

Secara umum, Fave Hotel ini nyaman untuk jadi tempat menginap keluarga, selain punya connecting room, juga fasilitasnya lengkap. Parkir mobil juga luas. Sedangkan kekurangannya itu ada bercak di seprei. Tak Cuma itu, kamarnya kurang meredam suaranya sehingga dari aktivitas di kamar bisa terdengar sampai di kamar sebelah atau di luar.

Rate Fave Hotel Madiun per malam itu di OTA beda-beda ya harganya, tapi kalau di website Fave Hotel Madiun berkisar 400ribu hingga 700ribu rupiah tergantung tipe kamar. Apakah worthy?

Dengan rate segitu, kita sudah dapat sarapan, fasilitas kamar dan hotel cukup lengkap, lokasi strategis, menu makanan yang cukup banyak, cocok untuk keluarga yang bawa anak.


Read More

Nggak cuma dilema soaal menentukan bus ke Jakarta. Aku sempat dilema cari hotel buat transit karena bus tiba di Jakarta pagi sedangkan penerbanganku malam. Kalau mau nunggu di bandara pun nggak bisa istirahat. Aku cari hotel budget dekat bandara Soekarno Hatta. Tentu saja bisa early check-in dengan harga yang masih terjangkau. Aku pun pesan hotel bintang dua, Hotel Bale Ocasa by Behomy melalui OTA dengan twin bed. Harapannya, aku dan kedua orang tua diizinkan pesan 1 kamar saja twin bed.

Hotel Bale Ocasa

Memilih hotel dekat bandara yang nyaman dan harga terjangkau memang susah-susah gampang. Banyak hotel sekitar bandara Soekarno Hatta yang murah tapi aku khawatir kalau misal kamarnya kurang bersih, kurang terawat atau kurang aman. Jadi aku cari yang kira-kira tampak nyaman, aman dan harganya masih bisa terjangkau. 

Dari sekian banyak alternatif hotel dan review pengunjung, aku memilih Bale Ocasa by behomy. Pencarian hotel budget emang melelahkan. kuakhiri saja pencarianku dengan memilih Bale Ocasa.

Lobi yang terhubung dengan taman (dok. Pribadi)


Dekat di Mata, Jauh dari Pintu Masuk

Yang paling mengejutkan ternyata hotel ini berada di tengah perkampungan padat penduduk. Mobil kami memasuki jalan yang sempit. Jika berpapasan dengan mobil, maka mobil harus mepet sekali ke pinggir jalan. Kami sempat salah tempat, di rumah dengan halaman yang luas dan sepi. Hanya ada usaha laundry di sampingnya.


Kami pun keluar dari rumah itu dan menuju ke hotel. Sampai sopir ojek online mengira aku salah tempat. Dia mengira juga kalau aku agen travel yang 'nakalan' karena ngerjain orang tua ke hotel yang blusukan. Wkakakak. Aku pun baru tahu ini loh.


Alamat Hotel Bale Ocasa yaitu di Jl. Marsekal Suryadarma No.88, RT.004/RW.007, Neglasari, Kec. Neglasari, Kota Tangerang.

Pas cari hotel ini dan lihat di peta, lokasi hotel Bale Ocasa ini kubilang dekat banget sama bandara Soekarno Hatta. 


Kukira kami bisa melihat landasan run off dan bisa melihat pesawat yang akan landing dan take off, itu berarti lokasi hotel sangat dekat. Tapi saat kami akan menuju Terminal 3 bandara Soekarno Hatta ternyata jalannya cukup jauh dan harus memutar. Jarak tempuhnya sekitar 13 km atau 30 menit. Wkakakaka. 


Kelebihannya, kami bisa melihat pesawat landing dan take off saat perjalanan, walaupun sudah malam jadi hanya lampu yang tampak. Bahkan di beberapa titik, banyak warga yang memarkirkan motornya hanya untuk melihat pesawat landing dan take off. 


Early Check-In 

Kami tiba di hotel pagi hari sekitar jam 10 pagi. Secara tidak langsung kami harus early check-in dengan menambah biaya. Sedangkan aku sudah pesan lewat OTA sekitar 270ribu rupiah. Early check-in kena charge 150ribu rupiah. Karena kami bertiga jadi kami juga harus upgrade kamar dengan 1 double bed dan 1 single bed. Pokoknya kalau ditotal seharga 600ribu. Kira-kira masih termasuk murah nggak untuk early check in dan upgrade kamar? 


Karena ada 1 hotel bintang 3 kalo nggak salah harganya 600ribu. Tapi tidak ada early check in jadi baru bisa check in jam 3 sore. Siapa yang mau nunggu lama-lama? Yah akhirnya pilih Bale Ocasa aja.


Kamar hotel yang bersih dan nyaman

Kami memasuki kamar yang berada di lantai satu. Kunci hotel masih memakai kunci manual. Untuk desain interior kamar memang sederhana saja tapi termasuk bersih dan bagus. Di dalam kamar, ada 1 double bed dan 1 single bed. Kamar termasuk luas karena antar kasur masih ada ruang untuk meletakkan koper. 

Situasi Kamar (dok. Pribadi)

AC kamar juga tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Cukup untuk tidur sebentar. 


Di dalam kamar ada televisi tapi tidak kami nyalakan. Kami juga tidak tahu apa bisa dinyalakan atau tidak. Lemari di depan kamar mandi cukuplah sebagai tempat untuk menggantung pakaian dengan hanger atau meletakkan pakaian.


Di samping lemari ada meja untuk meletakkan barang-barang. Di sebelahnya lagi ada meja bundar untuk meletakkan handuk.


Kamar mandi bersih

Kamar mandi cukup luas. Di dalamnya ada shower, kloset, eastafel atau tempat sabun. Beberapa peralatan mandi pun disediakan seperti sabun dan sampo. Tidak ada sikat gigi dan odol. Sayangnya, air panasnya tidak terlalu terasa. Ada wastafel dengan kaca yang besar.



Taman dekat lobi yang menyenangkan

Salah satu tempat yang cukup nyaman di hotel ini adalah tempat duduk di taman yang berada di bawah pepohonan dan dikelilingi kamar. Tempat duduknya pun dari bebatuan. Sedangkan di lobi, ada kursi khusus tamu dan air mancur mini. Kalau sore hari memang enak, kalau siang hari siap terasa panas meski di bawah pepohonan.


WiFi tersendat

Sayang banget sih untuk WiFi di kamar tidak bisa dipakai. Jadi kalau mau pakai WiFi hotel harus ke lobi dulu atau duduk di taman. Tapi yaudahlah... Gara-gara WiFi tersendat ini aku jadi bisa tidur tanpa mikirin media sosial.


Menginap di Bale Ocasa Worth it Nggak?

Pertanyaan ini sebenarnya menjebak banget deh. Sebenarnya kalau untuk transit memang mending di hotel yang bisa early check in. Cuma perlu dihitung lagi kalau cuma berdua dan waktu masih lama, mending menunggu di bandara.


Meskipun dengan beberapa keterbatasan, petugas hotelnya cukup ramah. Jangan lupa cek jarak tempuh ke terminal bandara. Jangan sampai terkecoh sepertiku. 


Kalau tidak upgrade kira-kira harganya nggak sampai 600ribu. Apalagi kalau tidak early check in. Tapi menurutku harga segitu cukup tinggi untuk RedDoorz. 

Read More
Seringkali aku lewat Hotel Majapahit membuatku berdecak kagum sebab bangunan tua itu masih terawat dan difungsikan sampai saat ini. Tak pernah sekali pun aku terpikirkan bisa masuk ke hotel bintang 5 Surabaya ini. Hotel mewah di kota Surabaya ini dulunya menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan. Pas banget yaa di bulan Agustus ini bulan kemerdekaan membahas Hotel Majapahit.

Aku bisa memasuki hotel berarsitektur kolonial ini karena bapak mertua sedang ada acara di sana dan menginap di sana. Kami, cucu-cucu yang ada di Surabaya, pun mendatangi kakek dan nenek mereka.

Rek Ayo Rek Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan

Lokasi hotel Majapahit ini berada di jalan Tunjungan No 65, Genteng, Surabaya. Lokasi sepanjang jalan ini selalu ramai di malam hari karena banyak anak muda nongkrong dan berfoto di jalan yang terkenal dengan lagunya Rek Ayo Rek Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan

Jadi kalau melewati jalan ini di malam minggu, siap-siap saja harus sabar karena macet maasyAllah. Mungkin akan kuceritakan terpisah kali ya. Sekarang masih harus fokus sama hotel dulu yaa...

Perjalanan kami melewati macet pun berakhir sudah. Kami berbelok ke arah hotel Majapahit yang diterangi dengan lampu temaram. Kami sempat bingung dimana pintu masuk untuk parkir mobil.

Di mana parkirnya?

Di lobby hotel yang tampak kolonial itu hanya untuk menurunkan penumpang. Mobil yang masuk ke area parkir hotel harus masuk melewati pintu parkir khusus mobil.

Jadi kalau dari pintu utama hotel jalan terus sedikit sampai bertemu tulisan parkir mobil atau masuk ke parkir hotel. Pintu masuk tidak terlalu besar karena masih berada di bangunan cagar budaya. Jadi hanya seperti pintu garasi rumah tua yang terbuka. Jika tidak ada tulisan atau petugas hotel mungkin kami akan tersesat.

Kami seperti memasuki gedung bawah tanah kemudian beberapa detik keluar dari bangunan dan melewati jalan diantara dinding tinggi dan bertemu dengan gedung hotel yang keren maasyaAllah. Kami pun mencari parkir yang juga masih membuat kami bingung di mana mau parkir. Secara, tempatnya tidak seperti parkir mobil pada umumnya. Kami mencari garis-garis parkir mobil yang kosong.

Dari Insiden Perobekan Bendera Belanda Hingga  Hotel Majapahit

Sebelum memulai tur, aku akan jelaskan sejarah hotel Majapahit. Hotel Majapahit ini dibangun sejak tahun 1910-an oleh Lucas Martin Sarkies asal Armenia dengan arsitek James Apfrey. Pertama kali dibangun, hotel ini bernama Hotel Oranje.

Hingga tahun 1942, tepatnya saat penjajahan Jepang, hotel ini kemudian berganti nama menjadi Hotel Yamato yang digunakan menjadi markas tentara Jepang.

Hotel ini menjadi terkenal karena tragedi perobekan bendera yang dikenal dengan Insiden Hotel Yamato. Sejarah ini cukup panjang, tapi aku menceritakan sekilas aja.

Di awal September 1945 terjadi Gerakan Pengibaran Bendera Merah Putih termasuk juga di Surabaya. Ternyata 300an tahun menjajah Indonesia, Belanda belum bisa move on. Mereka kembali ke Indonesia ini menimbulkan kekacauan. Mereka mengibarkan bendera Belanda di Hotel Yamato.

Jelas saja para pemuda Indonesia marah seolah mereka ingin kembali menguasai Indonesia. Sempat terjadi pertikaian di lobi hotel karena perundingan dengan Belanda untuk menurunkan bendera gagal. Kekacauan yang terjadi ini membuat pemuda di luar hotel pun bergerak masuk ke dalam hotel hingga terjadi pertikaian yang lebih besar. Mereka, tepatnya Hariyono dan Kusno Wibowo, merebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda, merobek bagian berwarna biru dan menaikkan kembali bendera merah putih. Pekik Merdeka terdengar dari bawah hotel ketika bendera merah putih berkibar kembali.

Oiya, hotel ini berubah menjadi Hotel Majapahit sekitar tahun 1969 setelah administrasinya diambil oleh Mantrust Holdings Co. Kemudian di tahun 1994, hotel ini direnovasi oleh pengusaha Tionghoa, Harry Susilo, sebesar $51 juta. Total kamar ini 143 kamar di lantai satu dan dua.

Tur Singkat Hotel Majapahit

Kami memasuki hotel Majapahit dari parkiran mobil memang agak membingungkan karena kami tidak bisa menebak di bagian mana lobi hotelnya. Kami memasuki Hall yang di dalamnya banyak ruangan tempat acara.

Secara sekilas, ruangan tempat acara ini masih seperti ruangan lainnya. Belum tampak bangunan khas kolonial. Kemudian aku, suami dan anak-anak ketemu uti dan akungnya anak-anak. Setelah sapa dan salim, kami mengikuti beliau.

Taman Luas

Kami berjalan di sepanjang koridor hotel, kemudian tiba di sebuah taman terbuka di mana ada pepohonan besar di tengahnya. Taman itu dikeliling oleh kamar-kamar hotel yang banyak. Lampu remang-remang dan suasana yang sepi di malam hari bikin aku antara terkesima karena bangunannya yang kolonial sekali dan bikin bergidik. Hehe.

Hotel Berarsitektur Kolonial Surabaya
Taman Hotel difoto dari Atas (dok. Pribadi)

Ada beberapa kursi dan meja berwarna putih di pinggir taman untuk bercengkerama.

Aku merasa sepertinya yang menginap di sini hanya mertuaku saja wkwkwk. Tak ada tamu hotel lain yang kami temui. Hehe.

Dari taman yang luas ini, kita bisa melihat gedung Tunjungan Plaza yang tinggi dengan lampu-lampunya yang berkela-kelip.

Kamar Hotel Luas

Kami memasuki kamar hotel mengikuti adik ipar dan mertua yang berjalan di depan. Aku tidak mau ketinggalan karena agak-agak gimana gitu kan. Hehe. Anak-anakku mengikuti di depan. Syukurlah mereka tidak merasakan hawa yang aneh-aneh.

Kamar hotel bintang 5 surabaya
Kamar Hotel Majapahit (dok. Pribadi)

Kamar hotel, yang aku juga tidak tahu tipe apa, termasuk luas. Di dalamnya ada ruang tamu dengan sofa, ruang tidur dan kamar mandi. Lukisan hitam putih zaman dulu terpampang di dinding kamar hotel. Salah satu lukisan itu digambar oleh Taylor berdasarkan foto dari orang Prancis M. Cotteau.

Koridor hotel yang panjang

Anak-anakku senang berlarian di koridor hotel yang panjang, menyalurkan energi mereka tanpa merasa takut dengan vibe-vibe mistis yang selama ini diperbincangkan. Mungkin hati mereka masih bersih belum pernah mendengar cerita mistis apa pun, maka keberanian lebih menguasai diri mereka. Coba kalau sekarang mereka diminta ke sana lagi, setelah berkali-kali mendengar cerita horor, apakah mereka masih berani?

Koridor Hotel Majapahit
Koridor Hotel Majapahit (dok. Pribadi)

Aku sendiri merasa ngeri sendiri mereka berlarian. Sebenarnya lebih takut mereka kalau jatuh sih. Haha. Suara tangisannya bisa terdengar satu hotel. Sebenarnya takut juga kalau mengganggu tamu hotel lainnya dan penghuni-penghuni tak kasat mata lainnya. Wkwkwkwk.

Ruangan Santai

Aku, suami, anak-anak mencoba keliling hotel. Si kecil kami dorong pakai stroller. Kami memasuki ruangan di mana awalnya tak ada orang selain kami. 

Aku juga kurang paham ini ruangan apa. Sepertinya ruangan ini digunakan untuk duduk bersantai, tempat mengobrol dengan tamu hotel atau keluarga.

Beberapa kursi dan meja kayu model zaman dulu diletakkan dekat dinding. Lampu gantung klasik berwarna hitam juga menambah kesan klasik yang kuat. Kipas angin gantung pun dibuat selaras dengan model klasik.

Desain bangunan masih klasik. Pintu kacanya pun berbentuk melingkar di bagian atas, begitu juga tiap jendelanya. Di dinding-dinding tergantung hiasan baik vas bunga kecil maupun keramik. kebanyakan benda-benda jadul seperti teko jadul, lampu teplok, jam jadul, tempat gantung baju klasik. Ada juga sangkar burung kosong yang cukup besar dan klasik di letakkan di pinggir ruangan.

Kalau ke ruangan ini memang lebih baik kalau rame jangan sendirian wkwkw kecuali kalian emang berani dan biasa sendiri di tempat klasik-klasik begini.

Bingkai-bingkai foto tampak hitam putih mungkin menjelaskan tentang kehidupan zaman dulu cukup banyak memenuhi dinding-dinding ruangan. Aku tak sempat melihat tentang apa saja.

Ruangan di Hotel Majapahit
Ruangan Santai (dok. Pribadi)

Aku sedikit merasa lega ketika ada beberapa tamu hotel lain yang melewati ruangan ini kemudian keluar lagi. Rata-rata tamu hotel itu adalah turis mancanegara yang ditemani oleh tur guide atau mungkin pasangan hidup mereka. Aku sempat mendengar percakapan mereka dalam bahasa Prancis yang sepertinya mereka adalah turis dan tur guide.

Lobi Hotel

Lobi hotel yang banyak kacanya ini tampak lebih mewah, lebih terang, lebih dingin, lebih ramai, tapi tetap tenang. Seorang resepsionis berdiri di balik mejanya. Beberapa tempat duduk kayu cokelat diisi sebagian tamu hotel yang sedang mengobrol. Vibe di lobi hotel ini tidak se-creepy ruangan santai tadi. Masih ada suara-suara manusia yang mengobrol. Hahaha.

Hotel Majapahit Surabaya
Lobi hotel (dok. Pribadi)

Musholla dan Toilet

Jika tidak menginap di hotel ini, pengunjung (mungkin untuk seminar atau apa pun) bisa menggunakan mushola dan toilet yang sudah disediakan. Ketika aku mencoba membuka mushollanya, gelaapp dan tidak tampak seperti musholla. Sedangkan toiletnya masih terang.

Tempat Perobekan Bendera

Kami naik ke lantai atas dimana insiden perobekan bendera dulu terjadi. Kami menaiki tangga kayu yang kalau berjalan terdengar suara langkah kaki kami. Di dekat tangga pun ada cermin besar jadi kami akan tahu siapa yang berjalan di depan dan belakang kami. Lampu gantung cukup menerangi tangga menuju lantai atas ini.

Di atas, ada jembatan yang menghubungkan ke ruang terbuka sebelum menuju tempat insiden perobekan bendera itu yang terang itu. Jadi kalau mau ke tempat pengibaran bendera itu, kita harus naik ke atas lagi. 

Insiden hotel Yamamato
Tempat Perobekan Bendera Belanda (dok. Pribadi)

Di tempat kami berdiri, lampunya sedang mati tapi masih terbantu dengan lampu-lampu dari gedung Tunjungan Plaza yang terang. Di dekat jembatan itu ada jam jadul. Di bagian bawahnya jendela kaca yang khas zaman dulu, ada kaca patrinya. Dari atas jembatan kita bisa melihat taman yang ada di bawah dan arcade-arcade hotel. Façade bangunan arcade ini mirip sekali dengan bangunan Museum Pos Indonesia Bandung.

Siapa yang mau menginap di sini?

Sebenarnya kalau siang hari, hotel ini terasa tampak seperti hotel lainnya. Tapi kalau malam hari, maasyaAllah kerasa banget apalagi kalau sepi. Haha. Kalau misa ada tawaran menginap di hotel ini mau nggak?

Aku sih mau-mau ajaa. Tapi kayaknya bakal sering di luar kamar hihihi. Kalau pun di dalam kamar, kudu sering dibuat mengaji, sholat dan tidur dengan cepat. Wkwkwk.
Read More
Suatu waktu, sekeluarga pergi wisata ke Yogyakarta dan menyewa villa di daerah Bantul. Dulu, mencari villa di Yogyakarta memang susah-susah gampang. Entah bagaimana akhirnya, seorang kenalan bapak mertua memberikan informasi mengenai villa yang bisa kami tempati. Sayangnya, foto-foto tentang villa itu sudah hilang entah kemana. Hanya beberapa saja yang masih tersimpan. Tapi, yang jelas aku mau menyimpan kenangannya di sini laahh. Sayang banget kalau tidak aku tuliskan.

Bisa dibilang waktu itu masa liburan sekolah anak-anak. Tapi anak-anak libur apakah ibu benar-benar bisa berlibur??

Dan tujuan kami ke Yogyakarta adalah untuk bersua dengan keluarga bapak mertua yang sempat hilang kontak bahkan kampung masa kecil sebagian besar hancur semenjak gempa Yogyakarta 2006 silam. Saat itu keluarga mbah sudah pindah ke Blitar. Makanya sering banget aku ke Blitar–jalan-jalan ke alun-alun Blitar.

Dari malang, kami sekeluarga rombongan berangkat naik 2 mobil. Kami tiba di Yogyakarta menjelang siang hari. Matahari sudah terik. Kami menuju villa yang ada daerah Bantul. Dengan bantuan Google Map, kami menyusuri dari jalan-jalanan yang ramai hingga masuk kampung dengan jalanan yang sempit dan sepi. 

Rumah Joglo di Kawasan Yang Tenang

Kami sempat mengira salah jalan, karena rasanya tidak mungkin ada rumah villa di antara kampung-kampung ini. Dan setelah ditelusuri ternyata memang benar ada. Lokasinya di jalanan turunan di pojok kampung yang tidak mungkin dikira siapa pun. 

Pintu gerbangnya terbuat dari kayu dengan atap kayu. Desainnya seperti rumah jawa tradisional. Tak lama menunggu, penjaga villa datang dan membukakan pintu gerbang.

Ketika pintu terbuka, rumah joglo yang khas dengan bangunan semi terbuka tampak menyenangkan ditambah halaman rumput yang cukup dengan tiga mobil. 

Villa Joglo dari Luar (Hanya ini foto yang ada di Gallery ku wkwk)

Rumah joglo ini ada dua bangunan. Satu bangunan besar dan satu bangunan kecil untuk tempat bercengkerama. Vibe kehidupan Jawa begitu terasa. 

Mobil memasuki halaman berumput yang bisa menampung tiga mobil. Kami pun menurunkan barang-barang dari mobil. Anak-anak mulai berlarian ke tengah ruangan.

Di bagian depan bangunan di sisi kiri adalah ruang tamu. Furnitur-furniturnya terbuat dari kayu dan ditata sedemikian rapi. Di depan bangunan joglo ada taman-taman dengan meja kursi taman berpayung untuk menikmati suasana pagi dan sore tanpa khawatir terik matahari.

Di sisi kanan bangunan adalah dapur semi terbuka yang tidak terlalu besar ditambah mini bar untuk tempat meletakkan makanan. Di dapur sudah tersedia peralatan memasak jadi kami tidak perlu bingung untuk memasak. Ada kulkas juga untuk menyimpan makanan.

Anak-anak tak ada suaranya sebab layar tivi yang menempel di dinding mampu menhipnotis pandangan mereka. Mengalihkan pikiran mereka yang suka ramai menjadi tenang. Yap. Mereka sudah duduk anteng menikmati acara anak di layar tivi. 

Bangunan utama ini memiliki tiga kamar. Kamar pertama dekat dapur. Ruangannya cukup bagus dengan springbed di dalamnya. Ada kaca besar yang mengarah ke kebun yang penuh dengan pepohonan. Tidak bisa disebut kebun karena terlalu rindang dan lebat. Bisa dibilang seperti hutan.

Di sebelahnya ada musholla kemudian kamar mandi dan tempat wudhu. Di sebelahnya, ada kamar tidur dengan memiliki satu kasur single dengan dipan tinggi. Pintu kamar ini masih tradisional yang memiliki dua pintu yang berukir dan berlubang. Kamar yang paling ujung seperti kamar biasanya. Satu pintu dan kasur.

Ukiran pada pintu (dok. Pribadi)

Pemilik villa memberi kami 3 extra bed dengan kasur busa yang cukup besar. Karena kamar tidak cukup, sebagian ada yang tidur di luar. Meski ruangan tidak ber-AC tapi rasanya aku tidak mengeluh kepanasan. Mungkin karena rumah joglo, jadi anginnya masuk ke dalam rumah dan hawa terasa adem. Alhamdulilah anak-anak juga tidak ada yang rewel saat tidur mungkin karena capek banget ya.

Tragedi di Kolam Renang

Setelah menikmati hidangan, anak-anak tak sabar untuk berenang. Mereka segera bergegas melepas baju dan menuju ke kolam renang yang ada di dekat taman. Untuk menuju ke kolam renang, kita harus melewati tangga turun sedikit. Beberapa kali kami memberi pesan agar tidak berlari karena tangganya cukup tinggi. Khawatir licin aja sih.

Mereka pun segera berenang. Kolam renang ini memiliki dua jenis kolam yaitu untuk anak-anak dan untuk dewasa. Untuk dewasa dalamnya bisa mencapai 1 meter, sedangkan untuk anak-anak, kedalaman kolam sekitar 80 cm. Dan anak-anak bisa berenang sampai 3x sehari kayak minum obat aja. Hahaha. Kayaknya anak-anak nggak punya kesel ya.

Kolam anak-anak dan kolam orang dewasa (dok. Pribadi)

Yang palig kuingat adalah anakku ternyata sempat tenggelam. Ceritanya waktu itu tidak ada orang dewasa. Dia berjalan-jalan di pinggir kolam orang dewasa, terus dia mau mengambil daun yang sudah masuk ke kolam. Tapi namanya daun kalau di dalam air pasti ikut jalan. Tangannya mencoba mengambil daun sampai akhirnya tubuhnya tidak seimbang dan jatuh. 

Beruntung kakak sepupunya yang sudah besar dan berada di dekatnya segera menggapai tangannya agar segera tertolong. Bersyukurlah anakku langsung diangkat dan reflek menggapai pinggir kolam.

Kolam renang ini menurutku agak creepy padahal aku berenang juga tidak sendiri suami. Angin yang bertiup di antara sela tanaman sebenarnya terasa menenagkan tapi aku malah merinding. Hahaha. Akhirnya, aku tidak berenang lama-lama. Tapi ini hanya aku yang merasa begitu. Yang lainnya sih nggak. 

Di bagian belakang rumah, aku menuruni tangga dan melihat banyak perkakas-perkakas untuk berkebun atau membersihkan rumah. Di sekitarnya banyak pepohonan yang tumbuh.

Ketika malam hari, udara tidak panas karena angin malam memasuki seluruh ruangan. Anak-anak sudah mulai beristirahat. Saking lelahnya mereka terlelap.

Harga?

Aku lupa-lupa ingat untuk harga vila ini selama 2 hari 3 malam. Kalau tidak salah 5jutaan. Aku tidak tahu murah atau mahal ya? Aku rasa masih sesuai lah sama fasilitas yang tersedia. Karena di musim liburan waktu itu kami tidak menemukan vila lain yang bisa untuk orang banyak dan harganya terjangkau.

Akses 

Meski berada di Bantul–aku lupa banget nama daerahnya, kalau tidak salah Pleret– akses ke beberapa lokasi wisata di yogya tidak terlalu jauh kok. Mau ke pusat Kota Yogyakarta, kraton yogyakarta, ke Taman Sari yogyakarta, ke Museum Dirgantara Yogyakarta, juga masih cukup dekat. Mau wisata ke kabupaten seperti ke Hutan Pinus Mangunan pun juga tidak jauh. Artinya lokasi ini berada di tengah-tengah.

Vila yang Cocok Untuk Menenangkan Diri

Bagiku, villa ini cocok banget untuk healing. Tempatnya tenang. Jauh dari keramaian karena masih di suasana desa. Tempatnya pun di pojok desa. Semua fasilitas pun sudah lengkap. Air, listrik, kolam renang, dapur. Cukup bawa bahan makanan saja. 

Duduk-duduk di ruang tamu sambil menulis atau baca buku saat anak-anak asyik bermain bersama sepupunya membuat me-time semakin menyenangkan.

Plak!

Tapi itu hanya bertahan cuma sebentar. Selebihnya kembali ke dunia nyata. Karena begitulah tugas ibu tak pernah berhenti selama 24 jam. Kecuali kalau anak-anak tidur. Haha. 

Read More
Setelah lelah menunggu dari pagi sampai siang melihat karya anak negeri di Universitas Negeri Jember, aku mulai browsing-browsing hotel di Jember yang murah-murah ajaa. Karena bawa anak-anak, aku mencari hotel yang ada kolam renang. Setelah diskusi akhirnya kita pilih menginap di Hotel Bandung Permai Jember depan Trans Mall.

Bandung Permain Hotel Jember (agoda.com)

Hotel Bandung Permai Pernah Jaya di Masanya

Hotel Bandung Permai Jember merupakan hotel bintang 3 yang berlokasi di Kaliwates. Kalau dari arah kota Jember, kita harus putar balik. Hotel ini dibangun sejak tahun 1980an. Lama bangeett..

Dari tampilan di internet, gedungnya besar dan masih bangunan tua. Bagi sebagian orang mungkin tampak menyeramkan.

Meski tampak jadul, bangunan luarnya juga masih terawat. Biasanya bangunan tahun segitu sudah banyak yang ngelupas, rusak dan bocor. Sepertinya di hotel ini tidak begitu tampak rusak parah.

Saat pesan hotel ini pun aku nggak kepikiran macam-macam. Entah kepikiran serem atau mistis. Nggak sama sekali karena memang masih terawat. Hawa-hawanya juga normal-normal aja.

Biasanya kalau datang ke suatu bangunan lawas, kita akan merasakan hawa tidak enak. Merasa seperti ada yang mengawasi. Seperti saat masuk ke Hotel Majapahit Surabaya. Bangunan tua dan mewah yang menurutku vibe-nya sedikit menyeramkan. Hehe.

Ternyata hotel ini pernah jaya di masanya, loh. Semakin lama, hotel ini kehilangan pamornya dan kalah dengan hotel-hotel modern lainnya di tengah kota Jember. Isunya, hotel ini dijual atau dialihkan ke pemilik lain begitu. Entah sudah dialihkan atau sedang proses. Terlepas dari itu semua, sekarang hotel itu masih aktif dan menerima pengunjung.

Harga Kamar Hotel

Kalau pesan datang langsung ke hotel, rate kamar hotel ini lebih murah dibanding kalau pesan di OTA. Rate per kamar kalau nggak salah Rp. 250.000,-. Kalau di OTA di atas itu.

Gara-gara aku baca review, aku chat WA dulu yang aku dapat dari IG-nya. Apakah masih tersedia kamarnya? Jawabannya akan dicek dulu tapi kok lama banget. Aku menunggu chatnya sampai satu jam. Karena tidak segera dapat jawaban, aku memilih datang langsung saja dan menanyakan ketersediaan hotel.

Fasilitas Hotel

Parkir mobil

Saat aku masuk ke gerbangnya, aku lihat ada tiga bus parkir yang sepertinya akan menunggu penumpang check out hotel. Mobilku berhenti di dekat lobby. 

Hotel murah jember
Parkir mobil di belakang (agoda.com)


Sebenarnya di parkir depan gedung ini tidak terlalu luas. Di bagian belakang gedung, justru bisa muat banyak mobil. Tempatnya ada yang teduh juga. Di sana sudah ada beberapa mobil yang parkir.

Lobby hotel

Saat di lobby, aku disambut oleh pegawai yang ramah. Aku menanyakan kamar kosong apakah masih tersedia? Sayangnya mereka nggak bisa menjawab karena harus menunggu sekitar jam 2 karena masih ada rombongan yang belum check out.

Hotel murah ada kolam remang jember
Lobby hotel (hotelmurah.com)

Akhirnya aku menunggu di lobby hotel. Aku mengajak anak-anak duduk di sofa dekat lobby. Tapi namanya anak-anak mana bisa diam. Ada aja tingkahnya. Mulai keliling lobby, lihat-lihat bagian belakang gedung yang ada kolam renangnya, atau memperhatikan mbak-mbak lobby yang sibuk melayani pengunjung.

Ruang lobby ini tampak biasa. Bukan bangunan modern. Tapi cukup bersih. Sofanya pun masih layak diduduki.

Hotel 200ribuan jember
Sofa di lobby hotel (reserving.com)
 
Setelah sekitar 1 jam menunggu, dan setelah aku bertanya bolak-balik, kami pun dapat kamar. Awalnya mau dikasih menghadap Trans Mall tapi aku minta yang menghadap kolam renang. Mereka memastikan lagi kalau kamarnya sudah ready. Jadi kami menunggu lagi. Untuk urusan ini memang agak riweuh sedikit.

Lift Hotel

Petugas dengan senyum ramahnya dan selalu bersemangat itu mengantarkan kami menuju kamar. Sebenarnya kami hanya naik ke lantai 2 saja tapi petugas mengarahkan kami untuk pakai lift dekat lobby. Sampai di lantai 2, koridor hotel lebih terang dan di bagian sini tampak kontras dengan ruang lobby. Di Lantai dua, bangunan sudah direnovasi jadi tampak bersih dan bagus meskipun bukan desain ala hotel bintang 4 dan 5 ya..

Kamar yang luas

Beliau membuka pintu kamar yang menggunakan kunci manual dan pegangan pintu yang diputar. Kami pun dipersilakan masuk. Kesan pertamaku adalah... luas dan lumayanlah kamarnya. Tidak sejadul bangunan luarnya. Mungkin karena hotel zaman dulu kamarnya pasti luas dan ada sofa ya.

Bandung Permai Hotel Jember
Kamar luas (tiket.com)

Lemari baju

Ada lemari cukup besar di sebelah kanan. Meskipun beberapa sudutnya sudah ada yang sedikit rusak tapi masih bisa untuk menggantung baju. Di sebelah kiri ada kamar mandi dengan bath tub. Di dekat lemari ada meja dengan kaca besar di atasnya ada tivi. Di sebelah kanan ada spring bed. Di sampingnya ada meja. Satu sofa cokelat dekat jendela.

Televisi, cara agar anak anteng

Jujur, kadang capek juga lihat anak nggak bisa diam apalagi kalau udah di luar kota begini. Nah, satu-satunya cara biar mereka diam ya hanya diberikan tontonan. Sebenarnya, aku termasuk ibu yang tidak ingin anaknya terlalu lama menonton. Di rumah pun, aku tidak pernah menyalakan televisi. 

Di rumah, dia tidak pernah saya kasih tontonan Youtube kecuali kalau aku harus keluar dan mereka di rumah; dan saat mereka pulang ke rumah kakek dan neneknya. 

Banyak yang tanya, hiburannya apa? 

Ada lego, kadang menggambar, mainan blok, bermain peran dll. Meski pun kadang rebutan dan menguras kesabaran ibu, itu lebih bisa dimaklumi daripada nonton film berjam-jam. Duh, efeknya itu soalnya.

Di kamar hotel, bersyukur sekali sudah ada televisi. Televisinya bukan televisi tabung ya. Tapi sudah layar LED dan ditempel di dinding. Mereka sampai kamar hotel pun setelah beres berenang langsung nonton sampai check out.

Tapi sayangnya, televisi hanya bisa menyala sampai lama waktu tertentu. Setelah dua jam, televisi akan mati dan tidak bisa dinyalakan. Atau aku saja yang tidak bisa menyalakan?

Tapi ya sudah lah, mungkin memang waktunya istirahat. Hehe..

Tempat tidur yang luas dan sofa

Menurutku tempat tidurnya lebih luas dibanding di kamar Sun Apartemen atau bahkan hotel lain yang pernah kukunjungi. Sofa di kamar sebenarnya membantu kami kalau tempat tidur nggak cukup. Salah satu dari kami bisa tidur di sofa. 

Agak aneh sih, seluas-luasnya spring bed biasanya ukuran berapa sih? Meskipun kami berlima tidur bareng, masih ada sisa tempat kasur. Mungkin ini anugerah dari Allah yang memberi kami badan kurus-kurus. Salah satunya biar bisa cukup satu kasur berlima. Hehe. Meskipun ada selimut tapi kami tidak pakai karena gerah. Loh?

Fasilitas hotel Bandung permai hotel
Tempat tidur luas (agoda.com)

Pemandangan indah

Aku membuka gorden sedikit. Jendela besar dengan gorden besar menampakkan pemandangan kolam renang dan pegunungan. Cocok banget untuk menenangkan diri.

Hotel view gunung di jember
View gunung dan kereta lewat (foto pribadi)

Kadang malam hari, kami mendengar kereta lewat. Suaranya terdengar jelas. Meski dibatasi tembok hotel, tapi kami bisa melihat kereta lewat. Tidak terlalu mengganggu karena tidak sering.

AC Kamar Tidak Dingin

Sayaaang bangettt, AC kamarnya nggak dingin meskipun ada angin yang keluar dari AC-nya. Hiks. Yaa namanya juga minta murah wkwkwk. Saking panasnya kalau siang, kami buka jendela. Berharap ada angin sepoi-sepoi masuk tapi juga nggak ada angin. Huaaa.

Eh kalau malam, meski jendela ditutup, kondisi kamar tidak terlalu panas, sih. Jadi kami tetap bisa tidur dengan nyenyak soalnya udah capek bangeeett.

Kolam renang

Kolam ini berada di sebelah parkir mobil. Setelah mengantar suami ke Unej, aku kembali ke hotel dan mengajak anak-anak berenang.

Hotel dengan kolam renang jember
Kolam renang Bandung Permai Hotel (agoda com)

Kita memasuki bangunan yang terpisah. Sebuah meja menjadi pintu pengunjung di mana penjaga kolam renang duduk di sana dan menanyakan apakah tamu hotel atau bukan. Setelah konfirmasi, kami boleh masuk.

Kolam renang Bandung Permai Hotel ini dibagi dua kolam: dewasa dan anak. Kolam renangnya cukup luas. Di sekitarnya ada tempat duduk dan ayunan.

Berenang di sini selalu sepi kulihat. Bisa dihitung jari yang berenang di sini. Ada yang pengunjung hotel . Ada pula anak-anak yang berlatih berenang.

Namanya anak-anak yaa... pas ketemu anakku malah ikut main, haha. Sampai dipanggil berapa kali sama coach.

Aku menunggui mereka di tempat yang dingin. Kadang di ayunan, kadang di tempat duduk yang tidak terkena matahari. Kira-kira hampir satu jam berenang, aku meminta mereka menyudahi berenang.

Kakaknya sudah lebih dulu membersihkan diri di kamar mandi kolam renang, sedangkan adik-adiknya aku meminta mereka membersihkan diri di kamar. Karena aku tidak mau repot. Hehe.

Kalau di kamar hotel, baju jalanku tidak basah.

Kamar mandi di kamar hotel

Kamar mandi juga masih jadul. Anak-anak sangat excited melihat bath tub. Mereka kira bisa bermain air di bath tub. Tapi karena aku tidak menemukan penutupnya, jadi mereka tidak bisa mengumpulkan air di bath tub dan bermain.

Meski mereka tampak kecewa, tapi mereka tak kehabisan akal untuk membuat segala sesuatu di dekatnya menjadi menyenangkan. Dengan shower yang airnya jatuh ke bath tub, mereka tetap bisa bermain air.

Di kamar mandi ini disediakan gayung. Aku mengira buat mandi tapi karena tidak ada ember, sepertinya gayung itu untuk berkumur saat gosok gigi. Di bagian bawah wastafel sudah ada bak sampah. Dua handuk dan perlengkapan mandi juga sudah disediakan. Yang kurang, memang tidak ada air hangat, meski ada kran putaran air panas. Hehe.

Musholla

Musholla ini berada di dekat tempat penjaga tadi duduk. Beberapa orang keluar masuk dari musholla. Sepertinya pengunjung yang sedang ada acara di aula hotel.

Hotel jadul, hotel menyeramkan?

Setelah menginap di Bandung Permai Hotel Jember, apakah hotel jadul ini pasti menyeramkan? Jawabanku tidak. Karena aku alhamdulillah tidak ditunjukkan hal-hal mistis itu. Vibes-nya oke-oke aja. Tidak ada hawa tidak enak atau menyeramkan. Hotel ini bisa jadi alternatif yang bawa anak banyak dan ingin berenang. Tapi pastikan lagi cari kamar yang AC-nya menyala. Sekian review Bandung Permai Hotel Jember.

Read More
Lebaran adalah momen untuk berkumpul dengan keluarga besar. Di momen itu, keluarga mertua ingin memanfaatkan momen itu untuk berkumpul dengan nuansa baru bersama anak cucunya. Cuma karena momen lebaran ini biasanya juga ada acara di keluarga menantu masing-masing, jadi kita memutuskan mencari tempat berkumpul yang tidak jauh dari Malang yaitu kota Batu. Mertua inginnya menginap di villa kota Batu.

Sebenarnya di waktu itu, sekitar sembilan tahun lalu, mencari villa di Batu tidak semudah sekarang, apalagi villa di Yogya. Dahlah pengen nangis ingetnya.

Sekarang, banyak sekali villa Batu estetik yang menawarkan beragam fasilitas yang menarik seperti desain bangunan yang modern seperti di hotel, kolam renang privat, air panas, alat masak, ruang keluarga, pemandangan gunung, pedesaan. Harganya juga bervariasi, tergantung fasilitas dan kapasitas. Mencari villa di Batu, Malang, pilihannya jauh lebih banyak daripada villa di Sarangan.

Saat pertama kali kami memesan villa Batu Malang murah yang dekat dengan alun-alun Kota Batu, suami mencari villa dengan rekomendasi orang yang dikenal. Kami pun harus cek ke sana dulu: mengecek kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan memastikan ada extra bed karena rombongan kami cukup banyak. Pembayaran pun langsung dilakukan di hadapan orangnya. Lebih ribet tapi karena memang kami prosesnya aman.

Sekarang sudah banyak sistem booking villa lewat online, lebih mudah, dan seharusnya aman karena ada website resmi.

Villa Alcola, Villa Mewah di Kota Batu

Kali ini, pilihan villa di Batu memang banyak, tapi akhirnya kami mencari villa Batu privat pool yaitu villa Alcola – unit Caspia yang ada di daerah Panderman Hill Batu. Sebenarnya Villa Alcola memiliki banyak pilihan unit dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Alcola Boutique Villa ini termasuk best luxury villa atau villa mewah terbaik dengan harga cukup terjangkau di Kota Batu. Villa Alcola memiliki beberapa unit yaitu Astonia, Bahama, Caspia dan Dania. Yang menarik perhatian kita, dengan fasilitas yang ada dan cocok dengan kapasitas kami, adalah unit Caspia. MaasyaAllah. Rasanya lega kami bisa berhasil menyewa villa di Batu untuk 20 orang.

Villa estetik di batu

Villa Caspia ini menjadi villa paling luas di antara semua unit di villa Alcola, sekitar 320 m2, dengan 5 kamar tidur, 4 kamar mandi, privat pool, barbeque grill, free WiFi, pantry, alat masak standar, tempat tidur King Bed Size, dua sepeda gunung, dll.

Yuk, kita room tour villa Unit Caspia ini.

Desain bangunan mewah dan modern

Bangunan ini tidak rata dengan jalanan. Tempat parkir mobil berada di lantai bawah, untuk masuk ke vila, kita naik tangga dan bertemu dengan taman kecil tanpa pembatas. Hati-hati dengan anak-anak yang bermain di sini karena cukup tinggi dan berbahaya.

Villa caspia Batu.

Bangunan ini didominasi dengan kaca-kaca besar dari lantai satu sampai lantai dua sehingga sinar matahari pagi menghangatkan ruangan villa, bisa menembus hingga bagian dapur. 

Kalau sedang memasak di dapur pagi hari, di atas jam 7 pagi, siap-siap merasa panas! Tirai-tirai penutup kaca besar hanya mampu mengurangi panas teriknya matahari pagi. Meskipun Batu cukup dingin, ketika terkena matahari pagi yang terik juga bikin keringatan.

Atap ruang utama yang tinggi dihiasi dengan lampu-lampu gantung menambah kesan lega dan mewah. Dari lantai bawah kita bisa melihat lantai dua dengan pagar kaca.

Villa estetik di batu

Ruang tamu dilengkapi dengan sofa abu-abu yang empuk dan smart tv menjadi tempat berkumpul bersama keluarga. Jika pagi hari sampai siang, di dalam rumah terasa panas karena terkena terik matahari, justru sore-malam-subuh, udara berubah jadi dingin. Pintu ditutup pun terasa dingin.

Di ruang ini, kami melaksanakan sholat bersama, duduk bersama mendengar petuah dari mertua, bermain game dan makan malam bersama.

Saat barbeque di sini, udara jadi dingin. Makan di teras depan juga dingin, tapi untuk yang terbiasa tinggal di Malang, mungkin biasa saja. Karena aku udah biasa di Sidoarjo yang panas, aku harus duduk berkumpul dengan orang atau dekat tempat grill biar hangat. Hehe.

Kamar tidur seperti kamar hotel

Aku menempati Superior room di lantai atas tanpa kamar mandi. Ukuran superior ini tidak seperti ukuran master room yang luas tapi cukup untuk kami berlima. Ukuran spring bed King Size cukup besar. Anak-anak juga masih kecil, jadi cukup untuk kami. Di dalam kamar, jendela kamar kaca mengarah ke bangunan lainnya.

Di lantai atas memang tidak ada kamar mandi per kamar, jadi pakai kamar mandi di luar kamar tapi di lantai yang sama. Kamar mandinya juga bersih seperti kamar mandi hotel. Sudah disediakan handuk putih, sabun, sikat gigi, odol, dan alat mandi lainnya.

Villa batu malang


Kamar Master Bedroom 1 ini berada di lantai 1 dengan akses langsung ke kolam renang dan dilengkapi dengan kamar mandi di dalam. Di kamar ini, ada lemari baju, meja kerja, dan smart tivi.

Villa di batu

Kamar Master Bedroom 2 berada di lantai 2 juga memiliki fasilitas yang hampir sama. Bedanya tidak ada akses langsung ke kolam renang.

Deluxe Bedroom dan Superior Bedroom ini hampir sama. Bedanya, Superior Bedroom ada kursi panjang dengan bantal kursi (bukan kursi sofa ya) tapi tidak ada meja kerja. Kalau Deluxe Bedroom tidak ada kursi panjang dengan bantal tapi ada meja kerja. Harapannya si kakak mau tidur di sana tapi ternyat nggak mau juga. Haha.

Yang terakhir kamar Twins Bedroom dengan kasur tipe queen size bed ada 2, dan meja kerja. Di kamar ini , bisa ditempati 4 orang dewasa.

Villa modern di batu

Dan yang pasti, semua kamar di villa ini ada AC-nya! Bayangkan kota Batu yang sudah dingin masih harus pakai AC. Wkwkwk.

Dan aku baru sadar kenapa pakai AC karena pas aku masuk kamar malam hari agak sumuk. Ternyata meski jendelanya besar, tidak ada ventilasi. Sirkulasi udara dari luar dan ke luar tidak ada. Itu membuat kamar agak sumuk meski atap kamar termasuk tinggi.

Sebenarnya ini yang menjadi pikiranku, kebanyakan rumah dengan desain modern itu tidak punya ventilasi atau ventilasinya tertutup.

Kembali ke kamar, dan akhirnya kami memakai AC meski hanya bisa bertahan pada suhu 29 Celcius. Padahal kan ventilasi nih bagus ya buat sirkulasi udara, bikin hemat energi dan tidak panas.

Kolam renang privat

Sejurus mata memandang, pintu kaca terbuka dan langsung mengarah kolam renang privat. Anak-anak melihat kolam renang langsung bahagia dan tidak sabar ingin berenang.

Kolam renang ini untuk anak-anak yang sudah bisa berenang di air dalam karena ketinggiannya sekitar 1 meter. Jadi jangan lupa bawa pelampung atau ban dari rumah ya.


Biasanya anak-anak bisa berenang sampai lama, tapi karena kolamnya agak dalam dan udaranya dingin, mereka hanya bisa berenang sebentar. Mereka menggigil kedinginan.

Anakku yang masih usia 3 tahun duduk di pinggir kolam. Di dalam kolam, ada omnya yang sedang bantu anaknya berenang. Entah bagaimana ceritanya, dia ingin mengambil sesuatu di pinggir kolam eh malah badannya ikut miring dan akhirnya tercebur di kolam. Waktu itu aku lagi ngurus anakku yang lain.

Semua langsung heboh karena melihat anakku tercebur ke kolam. Alhamdulillah omnya yang ada di dekatnya langsung cepat menggendong. Ayahnya melihat kejadian itu. Sebenarnya ada di dekatnya tapi nggak lebih cepat dari omnya. Katanya, anakku itu bertahan dengan bergaya seperti sedang berenang, jadi meski tenggelam, kepala tetap mengarah ke atas dengan tangan dan kaki digerak-gerakkan.

Duh... duh...

Menikmati Keindahan Alam Pegunungan

Saat menaiki tangga motif kayu, kaca lebar berada di hadapan kita menampakkan hijaunya gunung Panderman berlatar langit biru. Di lantai atas, selain kamar-kamar, juga ada teras tempat menikmati pemandangan kota Batu di antar senja dan gunung Arjuno.


Setelah sholat subuh, ufuk langit mulai menyamarkan jingga dan langit fajar gelap mulai berjalan merayap menuju terang. Cahaya bintang pun planet masih tampak di antara langit gelap. Lampu-lampu rumah penduduk kota masih belum menyala. Tandanya, aktivitas pagi belum benar-benar dimulai. Mungkin mereka masih terlelap di antara dinginnya udara kota Batu.

Villa view gunung di Batu


Duduk di teras atas saat subuh sendirian menikmati me time sambil scroll media sosial memang menyenangkan. Menghirup udara Kota Batu yang menyegarkan tapi juga merasakan tiupan angin pagi yang dingin. Pada akhirnya, aku memilih masuk kembali ke dalam ruangan dan menghangatkan diri. Aku nggak kuat berlama-lama di luar. Hehe.

Villa view gunung di Batu

Nge-grill bareng

Hampir sama saat makan di villa Sarangan sama saat nge-grill di tepian sungai Bedengan Malang, menu makan malam kami pasti ada menunya daging slice yang dimarinasi berbagai macam bumbu. Malamnya, kami nge-grill daging slice dengan alat grill yang sudah disediakan villa. Kipasnya pun juga sudah ada.

Dapur estetis

Siapa yang betah masak dengan dapur estetis seperti di villa Batu ini? Hmm.. kayaknya nih kalau aku bakal betah, tapi juga eman kalau kotor. Hahaha. Namanya dapur ya, pasti ada aja bekas minyak, sisa makanan yang jatuh dan segala macam. Kalau tidak segera dibersihkan, dapur estetisnya nggak bakal estetis lagi hehe. Kalau di vila ini nanti tetap ada yang bersihkan kok.

Villa batu malang murah
Nggak ada foto dapur. Adanya dari ruang tamu ini. Di belakang sofa ada meja makan dan di belakangnya dapur.

Kalau kalian dari luar kota mau menginap di villa Caspia Batu ini, kalian tidak perlu repot bawa peralatan makan atau memasak. Pemilik villa sudah menyediakan kulkas, dispenser, alat masak, seperti kompor, rice cooker, microwave, sutil, wajan, panci, dll; serta juga alat makan, seperti piring, sendok, gelas, mangkok, pisau, dll.


Pemesanan Villa

Pemesanan unit di Villa Alcola Unit Caspia ini semua dilakukan di website alcolavilla.com. Kita bisa melihat jenis-jenis villa, jadwal villa yang tersedia dan harganya. Kalau ingin melihat unitnya lebih jelas lagi, bisa meluncur saja ke Instagram alcola.id.

Rasanya Menginap di Villa Mewah?

Kalau ditanya bagaimana rasanya... itu seperti ini "bukan aku banget". Hahaha. Merasakan kemewahan dalam hidup itu adalah seperti sebuah "privilege" karena seolah ini adalah faktor eksternal aku bisa merasakannya. 

Aku pernah menginap di hotel bintang 5 Jakarta, Le Meridien, rasanya memang menyenangkan. Tapi, yang aku rasakan... aku tidak bisa tidur nyenyak, hati tidak tenang, dan tidak bisa santai. Haha. Entahlah, rasanya tidak lega begitu. 

Mungkin karena aku hanya ibu rumah tangga yang hari-harinya di rumah, tidak terbiasa dengan kehidupan seperti itu, jadi aku merasa aneh tiba-tiba tidur di kasur King Size Bed villa estetik di Batu.

Kalau disuruh menginap lagi di sana, mau nggak? Hmm.. mau-mau aja sih kalau dibayarin. Hahaha. Kalau bayar sendiri, pikir-pikir lagi. Wkwkwkwk.




Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower