Suatu waktu, sekeluarga pergi wisata ke Yogyakarta dan menyewa villa di daerah Bantul. Dulu, mencari villa di Yogyakarta memang susah-susah gampang. Entah bagaimana akhirnya, seorang kenalan bapak mertua memberikan informasi mengenai villa yang bisa kami tempati. Sayangnya, foto-foto tentang villa itu sudah hilang entah kemana. Hanya beberapa saja yang masih tersimpan. Tapi, yang jelas aku mau menyimpan kenangannya di sini laahh. Sayang banget kalau tidak aku tuliskan.
Bisa dibilang waktu itu masa liburan sekolah anak-anak. Tapi anak-anak libur apakah ibu benar-benar bisa berlibur??
Dan tujuan kami ke Yogyakarta adalah untuk bersua dengan keluarga bapak mertua yang sempat hilang kontak bahkan kampung masa kecil sebagian besar hancur semenjak gempa Yogyakarta 2006 silam. Saat itu keluarga mbah sudah pindah ke Blitar. Makanya sering banget aku ke Blitar–jalan-jalan ke alun-alun Blitar.
Dari malang, kami sekeluarga rombongan berangkat naik 2 mobil. Kami tiba di Yogyakarta menjelang siang hari. Matahari sudah terik. Kami menuju villa yang ada daerah Bantul. Dengan bantuan Google Map, kami menyusuri dari jalan-jalanan yang ramai hingga masuk kampung dengan jalanan yang sempit dan sepi.
Rumah Joglo di Kawasan Yang Tenang
Kami sempat mengira salah jalan, karena rasanya tidak mungkin ada rumah villa di antara kampung-kampung ini. Dan setelah ditelusuri ternyata memang benar ada. Lokasinya di jalanan turunan di pojok kampung yang tidak mungkin dikira siapa pun.
Pintu gerbangnya terbuat dari kayu dengan atap kayu. Desainnya seperti rumah jawa tradisional. Tak lama menunggu, penjaga villa datang dan membukakan pintu gerbang.
Ketika pintu terbuka, rumah joglo yang khas dengan bangunan semi terbuka tampak menyenangkan ditambah halaman rumput yang cukup dengan tiga mobil.
![]() |
| Villa Joglo dari Luar (Hanya ini foto yang ada di Gallery ku wkwk) |
Rumah joglo ini ada dua bangunan. Satu bangunan besar dan satu bangunan kecil untuk tempat bercengkerama. Vibe kehidupan Jawa begitu terasa.
Mobil memasuki halaman berumput yang bisa menampung tiga mobil. Kami pun menurunkan barang-barang dari mobil. Anak-anak mulai berlarian ke tengah ruangan.
Di bagian depan bangunan di sisi kiri adalah ruang tamu. Furnitur-furniturnya terbuat dari kayu dan ditata sedemikian rapi. Di depan bangunan joglo ada taman-taman dengan meja kursi taman berpayung untuk menikmati suasana pagi dan sore tanpa khawatir terik matahari.
Di sisi kanan bangunan adalah dapur semi terbuka yang tidak terlalu besar ditambah mini bar untuk tempat meletakkan makanan. Di dapur sudah tersedia peralatan memasak jadi kami tidak perlu bingung untuk memasak. Ada kulkas juga untuk menyimpan makanan.
Anak-anak tak ada suaranya sebab layar tivi yang menempel di dinding mampu menhipnotis pandangan mereka. Mengalihkan pikiran mereka yang suka ramai menjadi tenang. Yap. Mereka sudah duduk anteng menikmati acara anak di layar tivi.
Bangunan utama ini memiliki tiga kamar. Kamar pertama dekat dapur. Ruangannya cukup bagus dengan springbed di dalamnya. Ada kaca besar yang mengarah ke kebun yang penuh dengan pepohonan. Tidak bisa disebut kebun karena terlalu rindang dan lebat. Bisa dibilang seperti hutan.
Di sebelahnya ada musholla kemudian kamar mandi dan tempat wudhu. Di sebelahnya, ada kamar tidur dengan memiliki satu kasur single dengan dipan tinggi. Pintu kamar ini masih tradisional yang memiliki dua pintu yang berukir dan berlubang. Kamar yang paling ujung seperti kamar biasanya. Satu pintu dan kasur.
![]() |
| Ukiran pada pintu (dok. Pribadi) |
Pemilik villa memberi kami 3 extra bed dengan kasur busa yang cukup besar. Karena kamar tidak cukup, sebagian ada yang tidur di luar. Meski ruangan tidak ber-AC tapi rasanya aku tidak mengeluh kepanasan. Mungkin karena rumah joglo, jadi anginnya masuk ke dalam rumah dan hawa terasa adem. Alhamdulilah anak-anak juga tidak ada yang rewel saat tidur mungkin karena capek banget ya.
Tragedi di Kolam Renang
Setelah menikmati hidangan, anak-anak tak sabar untuk berenang. Mereka segera bergegas melepas baju dan menuju ke kolam renang yang ada di dekat taman. Untuk menuju ke kolam renang, kita harus melewati tangga turun sedikit. Beberapa kali kami memberi pesan agar tidak berlari karena tangganya cukup tinggi. Khawatir licin aja sih.
Mereka pun segera berenang. Kolam renang ini memiliki dua jenis kolam yaitu untuk anak-anak dan untuk dewasa. Untuk dewasa dalamnya bisa mencapai 1 meter, sedangkan untuk anak-anak, kedalaman kolam sekitar 80 cm. Dan anak-anak bisa berenang sampai 3x sehari kayak minum obat aja. Hahaha. Kayaknya anak-anak nggak punya kesel ya.
![]() |
| Kolam anak-anak dan kolam orang dewasa (dok. Pribadi) |
Yang palig kuingat adalah anakku ternyata sempat tenggelam. Ceritanya waktu itu tidak ada orang dewasa. Dia berjalan-jalan di pinggir kolam orang dewasa, terus dia mau mengambil daun yang sudah masuk ke kolam. Tapi namanya daun kalau di dalam air pasti ikut jalan. Tangannya mencoba mengambil daun sampai akhirnya tubuhnya tidak seimbang dan jatuh.
Beruntung kakak sepupunya yang sudah besar dan berada di dekatnya segera menggapai tangannya agar segera tertolong. Bersyukurlah anakku langsung diangkat dan reflek menggapai pinggir kolam.
Kolam renang ini menurutku agak creepy padahal aku berenang juga tidak sendiri suami. Angin yang bertiup di antara sela tanaman sebenarnya terasa menenagkan tapi aku malah merinding. Hahaha. Akhirnya, aku tidak berenang lama-lama. Tapi ini hanya aku yang merasa begitu. Yang lainnya sih nggak.
Di bagian belakang rumah, aku menuruni tangga dan melihat banyak perkakas-perkakas untuk berkebun atau membersihkan rumah. Di sekitarnya banyak pepohonan yang tumbuh.
Ketika malam hari, udara tidak panas karena angin malam memasuki seluruh ruangan. Anak-anak sudah mulai beristirahat. Saking lelahnya mereka terlelap.
Harga?
Aku lupa-lupa ingat untuk harga vila ini selama 2 hari 3 malam. Kalau tidak salah 5jutaan. Aku tidak tahu murah atau mahal ya? Aku rasa masih sesuai lah sama fasilitas yang tersedia. Karena di musim liburan waktu itu kami tidak menemukan vila lain yang bisa untuk orang banyak dan harganya terjangkau.
Akses
Meski berada di Bantul–aku lupa banget nama daerahnya, kalau tidak salah Pleret– akses ke beberapa lokasi wisata di yogya tidak terlalu jauh kok. Mau ke pusat Kota Yogyakarta, kraton yogyakarta, ke Taman Sari yogyakarta, ke Museum Dirgantara Yogyakarta, juga masih cukup dekat. Mau wisata ke kabupaten seperti ke Hutan Pinus Mangunan pun juga tidak jauh. Artinya lokasi ini berada di tengah-tengah.
Vila yang Cocok Untuk Menenangkan Diri
Bagiku, villa ini cocok banget untuk healing. Tempatnya tenang. Jauh dari keramaian karena masih di suasana desa. Tempatnya pun di pojok desa. Semua fasilitas pun sudah lengkap. Air, listrik, kolam renang, dapur. Cukup bawa bahan makanan saja.
Duduk-duduk di ruang tamu sambil menulis atau baca buku saat anak-anak asyik bermain bersama sepupunya membuat me-time semakin menyenangkan.
Plak!
Tapi itu hanya bertahan cuma sebentar. Selebihnya kembali ke dunia nyata. Karena begitulah tugas ibu tak pernah berhenti selama 24 jam. Kecuali kalau anak-anak tidur. Haha.



.jpeg)


.jpeg)



.jpeg)





































