Lebaran adalah momen untuk berkumpul dengan keluarga besar. Di momen itu, keluarga mertua ingin memanfaatkan momen itu untuk berkumpul dengan nuansa baru bersama anak cucunya. Cuma karena momen lebaran ini biasanya juga ada acara di keluarga menantu masing-masing, jadi kita memutuskan mencari tempat berkumpul yang tidak jauh dari Malang yaitu kota Batu. Mertua inginnya menginap di villa kota Batu.
Sebenarnya di waktu itu, sekitar sembilan tahun lalu, mencari villa di Batu tidak semudah sekarang, apalagi villa di Yogya. Dahlah pengen nangis ingetnya.
Sekarang, banyak sekali villa Batu estetik yang menawarkan beragam fasilitas yang menarik seperti desain bangunan yang modern seperti di hotel, kolam renang privat, air panas, alat masak, ruang keluarga, pemandangan gunung, pedesaan. Harganya juga bervariasi, tergantung fasilitas dan kapasitas. Mencari villa di Batu, Malang, pilihannya jauh lebih banyak daripada villa di Sarangan.
Saat pertama kali kami memesan villa Batu Malang murah yang dekat dengan alun-alun Kota Batu, suami mencari villa dengan rekomendasi orang yang dikenal. Kami pun harus cek ke sana dulu: mengecek kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan memastikan ada extra bed karena rombongan kami cukup banyak. Pembayaran pun langsung dilakukan di hadapan orangnya. Lebih ribet tapi karena memang kami prosesnya aman.
Sekarang sudah banyak sistem booking villa lewat online, lebih mudah, dan seharusnya aman karena ada website resmi.
Villa Alcola, Villa Mewah di Kota Batu
Kali ini, pilihan villa di Batu memang banyak, tapi akhirnya kami mencari villa Batu privat pool yaitu villa Alcola – unit Caspia yang ada di daerah Panderman Hill Batu. Sebenarnya Villa Alcola memiliki banyak pilihan unit dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Alcola Boutique Villa ini termasuk best luxury villa atau villa mewah terbaik dengan harga cukup terjangkau di Kota Batu. Villa Alcola memiliki beberapa unit yaitu Astonia, Bahama, Caspia dan Dania. Yang menarik perhatian kita, dengan fasilitas yang ada dan cocok dengan kapasitas kami, adalah unit Caspia. MaasyaAllah. Rasanya lega kami bisa berhasil menyewa villa di Batu untuk 20 orang.
Villa Caspia ini menjadi villa paling luas di antara semua unit di villa Alcola, sekitar 320 m2, dengan 5 kamar tidur, 4 kamar mandi, privat pool, barbeque grill, free WiFi, pantry, alat masak standar, tempat tidur King Bed Size, dua sepeda gunung, dll.
Yuk, kita room tour villa Unit Caspia ini.
Desain bangunan mewah dan modern
Bangunan ini tidak rata dengan jalanan. Tempat parkir mobil berada di lantai bawah, untuk masuk ke vila, kita naik tangga dan bertemu dengan taman kecil tanpa pembatas. Hati-hati dengan anak-anak yang bermain di sini karena cukup tinggi dan berbahaya.
Bangunan ini didominasi dengan kaca-kaca besar dari lantai satu sampai lantai dua sehingga sinar matahari pagi menghangatkan ruangan villa, bisa menembus hingga bagian dapur.
Kalau sedang memasak di dapur pagi hari, di atas jam 7 pagi, siap-siap merasa panas! Tirai-tirai penutup kaca besar hanya mampu mengurangi panas teriknya matahari pagi. Meskipun Batu cukup dingin, ketika terkena matahari pagi yang terik juga bikin keringatan.
Atap ruang utama yang tinggi dihiasi dengan lampu-lampu gantung menambah kesan lega dan mewah. Dari lantai bawah kita bisa melihat lantai dua dengan pagar kaca.
Ruang tamu dilengkapi dengan sofa abu-abu yang empuk dan smart tv menjadi tempat berkumpul bersama keluarga. Jika pagi hari sampai siang, di dalam rumah terasa panas karena terkena terik matahari, justru sore-malam-subuh, udara berubah jadi dingin. Pintu ditutup pun terasa dingin.
Di ruang ini, kami melaksanakan sholat bersama, duduk bersama mendengar petuah dari mertua, bermain game dan makan malam bersama.
Saat barbeque di sini, udara jadi dingin. Makan di teras depan juga dingin, tapi untuk yang terbiasa tinggal di Malang, mungkin biasa saja. Karena aku udah biasa di Sidoarjo yang panas, aku harus duduk berkumpul dengan orang atau dekat tempat grill biar hangat. Hehe.
Kamar tidur seperti kamar hotel
Aku menempati Superior room di lantai atas tanpa kamar mandi. Ukuran superior ini tidak seperti ukuran master room yang luas tapi cukup untuk kami berlima. Ukuran spring bed King Size cukup besar. Anak-anak juga masih kecil, jadi cukup untuk kami. Di dalam kamar, jendela kamar kaca mengarah ke bangunan lainnya.
Di lantai atas memang tidak ada kamar mandi per kamar, jadi pakai kamar mandi di luar kamar tapi di lantai yang sama. Kamar mandinya juga bersih seperti kamar mandi hotel. Sudah disediakan handuk putih, sabun, sikat gigi, odol, dan alat mandi lainnya.
Kamar Master Bedroom 1 ini berada di lantai 1 dengan akses langsung ke kolam renang dan dilengkapi dengan kamar mandi di dalam. Di kamar ini, ada lemari baju, meja kerja, dan smart tivi.
Kamar Master Bedroom 2 berada di lantai 2 juga memiliki fasilitas yang hampir sama. Bedanya tidak ada akses langsung ke kolam renang.
Deluxe Bedroom dan Superior Bedroom ini hampir sama. Bedanya, Superior Bedroom ada kursi panjang dengan bantal kursi (bukan kursi sofa ya) tapi tidak ada meja kerja. Kalau Deluxe Bedroom tidak ada kursi panjang dengan bantal tapi ada meja kerja. Harapannya si kakak mau tidur di sana tapi ternyat nggak mau juga. Haha.
Yang terakhir kamar Twins Bedroom dengan kasur tipe queen size bed ada 2, dan meja kerja. Di kamar ini , bisa ditempati 4 orang dewasa.
Dan yang pasti, semua kamar di villa ini ada AC-nya! Bayangkan kota Batu yang sudah dingin masih harus pakai AC. Wkwkwk.
Dan aku baru sadar kenapa pakai AC karena pas aku masuk kamar malam hari agak sumuk. Ternyata meski jendelanya besar, tidak ada ventilasi. Sirkulasi udara dari luar dan ke luar tidak ada. Itu membuat kamar agak sumuk meski atap kamar termasuk tinggi.
Sebenarnya ini yang menjadi pikiranku, kebanyakan rumah dengan desain modern itu tidak punya ventilasi atau ventilasinya tertutup.
Kembali ke kamar, dan akhirnya kami memakai AC meski hanya bisa bertahan pada suhu 29 Celcius. Padahal kan ventilasi nih bagus ya buat sirkulasi udara, bikin hemat energi dan tidak panas.
Kolam renang privat
Sejurus mata memandang, pintu kaca terbuka dan langsung mengarah kolam renang privat. Anak-anak melihat kolam renang langsung bahagia dan tidak sabar ingin berenang.
Kolam renang ini untuk anak-anak yang sudah bisa berenang di air dalam karena ketinggiannya sekitar 1 meter. Jadi jangan lupa bawa pelampung atau ban dari rumah ya.
Biasanya anak-anak bisa berenang sampai lama, tapi karena kolamnya agak dalam dan udaranya dingin, mereka hanya bisa berenang sebentar. Mereka menggigil kedinginan.
Anakku yang masih usia 3 tahun duduk di pinggir kolam. Di dalam kolam, ada omnya yang sedang bantu anaknya berenang. Entah bagaimana ceritanya, dia ingin mengambil sesuatu di pinggir kolam eh malah badannya ikut miring dan akhirnya tercebur di kolam. Waktu itu aku lagi ngurus anakku yang lain.
Semua langsung heboh karena melihat anakku tercebur ke kolam. Alhamdulillah omnya yang ada di dekatnya langsung cepat menggendong. Ayahnya melihat kejadian itu. Sebenarnya ada di dekatnya tapi nggak lebih cepat dari omnya. Katanya, anakku itu bertahan dengan bergaya seperti sedang berenang, jadi meski tenggelam, kepala tetap mengarah ke atas dengan tangan dan kaki digerak-gerakkan.
Duh... duh...
Menikmati Keindahan Alam Pegunungan
Saat menaiki tangga motif kayu, kaca lebar berada di hadapan kita menampakkan hijaunya gunung Panderman berlatar langit biru. Di lantai atas, selain kamar-kamar, juga ada teras tempat menikmati pemandangan kota Batu di antar senja dan gunung Arjuno.
Setelah sholat subuh, ufuk langit mulai menyamarkan jingga dan langit fajar gelap mulai berjalan merayap menuju terang. Cahaya bintang pun planet masih tampak di antara langit gelap. Lampu-lampu rumah penduduk kota masih belum menyala. Tandanya, aktivitas pagi belum benar-benar dimulai. Mungkin mereka masih terlelap di antara dinginnya udara kota Batu.
Duduk di teras atas saat subuh sendirian menikmati me time sambil scroll media sosial memang menyenangkan. Menghirup udara Kota Batu yang menyegarkan tapi juga merasakan tiupan angin pagi yang dingin. Pada akhirnya, aku memilih masuk kembali ke dalam ruangan dan menghangatkan diri. Aku nggak kuat berlama-lama di luar. Hehe.
Nge-grill bareng
Hampir sama saat makan di villa Sarangan sama saat nge-grill di tepian sungai Bedengan Malang, menu makan malam kami pasti ada menunya daging slice yang dimarinasi berbagai macam bumbu. Malamnya, kami nge-grill daging slice dengan alat grill yang sudah disediakan villa. Kipasnya pun juga sudah ada.
Dapur estetis
Siapa yang betah masak dengan dapur estetis seperti di villa Batu ini? Hmm.. kayaknya nih kalau aku bakal betah, tapi juga eman kalau kotor. Hahaha. Namanya dapur ya, pasti ada aja bekas minyak, sisa makanan yang jatuh dan segala macam. Kalau tidak segera dibersihkan, dapur estetisnya nggak bakal estetis lagi hehe. Kalau di vila ini nanti tetap ada yang bersihkan kok.
![]() |
| Nggak ada foto dapur. Adanya dari ruang tamu ini. Di belakang sofa ada meja makan dan di belakangnya dapur. |
Kalau kalian dari luar kota mau menginap di villa Caspia Batu ini, kalian tidak perlu repot bawa peralatan makan atau memasak. Pemilik villa sudah menyediakan kulkas, dispenser, alat masak, seperti kompor, rice cooker, microwave, sutil, wajan, panci, dll; serta juga alat makan, seperti piring, sendok, gelas, mangkok, pisau, dll.
Pemesanan Villa
Pemesanan unit di Villa Alcola Unit Caspia ini semua dilakukan di website alcolavilla.com. Kita bisa melihat jenis-jenis villa, jadwal villa yang tersedia dan harganya. Kalau ingin melihat unitnya lebih jelas lagi, bisa meluncur saja ke Instagram alcola.id.
Rasanya Menginap di Villa Mewah?
Kalau ditanya bagaimana rasanya... itu seperti ini "bukan aku banget". Hahaha. Merasakan kemewahan dalam hidup itu adalah seperti sebuah "privilege" karena seolah ini adalah faktor eksternal aku bisa merasakannya.
Aku pernah menginap di hotel bintang 5 Jakarta, Le Meridien, rasanya memang menyenangkan. Tapi, yang aku rasakan... aku tidak bisa tidur nyenyak, hati tidak tenang, dan tidak bisa santai. Haha. Entahlah, rasanya tidak lega begitu.
Mungkin karena aku hanya ibu rumah tangga yang hari-harinya di rumah, tidak terbiasa dengan kehidupan seperti itu, jadi aku merasa aneh tiba-tiba tidur di kasur King Size Bed villa estetik di Batu.
Kalau disuruh menginap lagi di sana, mau nggak? Hmm.. mau-mau aja sih kalau dibayarin. Hahaha. Kalau bayar sendiri, pikir-pikir lagi. Wkwkwkwk.


















0 comments
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.