Menikmati Hidup yang Slow Sambil Memandang View Merapi dari Merapi Garden Selo

No Comments
Aku baru menyadari bahwa sebenarnya tempat keluargaku di Sragen juga tidak jauh dari daerah pegunungan. Ciptaan Allah yang aku suka karena sejuk dan indah. Kalau mau berwisata di sekitar Gunung Lawu, aku bisa berkunjung ke Karanganyar. Kalau mau melihat Gunung Merapi dari kejauhan, aku bisa mengunjungi Selo, yang terdekat. 

Aku bisa katakan kalau Selo ini hampir mirip dengan Bandungan (Semarang), Kemuning (Karanganyar) atau beberapa bagian jalan di Kota Batu (Malang). Jalanannya naik turun, lebar jalan tidak terlalu besar, banyak obyek wisata, dan cuaca dingin karena berada di daerah pegunungan.

Tempat Wisata Selo

Perjalanan dari Sragen, kami tempuh sekitar 1 jam, melalui tol Sragen-Boyolali, kemudian naik ke Selo di Kabupaten Boyolali. 

Selo ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Boyolali. Meski tidak seheboh wisata kota Batu, Selo juga punya tempat wisata yang bisa dikunjungi, seperti :
  • New Selo, 
  • Bukit Sanjaya, 
  • Merapi Garden Selo, 
  • Ceepogo Cheese Park,
Kalau kalian pernah berwisata di Kota Batu yang sangat banyak, mungkin akan menganggap wisata di Selo ini terlalu mainstream. Bedanya, Selo jelas tidak semacet kota Batu kalau lagi libur akhir pekan atau libur panjang. Di Selo, hidup terasa lebih tenang dan Slow. Tak ada suasana yang terburu-buru. 

Keindahan Sepanjang Jalan

Setelah masuk ke kota Boyolali, mobil kami berbelok ke daerah yang sudah mulai sepi. pertanda bahwa kami sudah tidak lagi di dalam kota. Berbekal Google Map, mobil terus melewati jalanan yang terus menanjak dan meliuk. 

Di kanan kiri jalanan, kebun-kebun kobis yang berada di lereng terjal tampak indah dan menyenangkan mata. Sayuran khas Selo adalah adas yang biasa dibuat pecel. Di Selo juga banyak tanaman tembakau.

Merapi Garden Selo


Yang paling menakjubkan, pemandangan pegunungan berada di hadapan kami tampak begitu jelas dan indah. Di bagian kanan ada gunung Merbabu. Sebelah kiri tampak puncak gunung yang menjulang adalah Gunung Merapi. MaasyaAllah.

Itulah yang menjadi keunikan Kecamatan Selo ini adalah berada di antara dua kaki gunung, Merapi yang masih aktif dan Merbabu yang sudah tidak aktif. Keunikan ini memang bisa menjadi daya tarik karena para pendaki gunung Merapi juga bisa naik melalui Selo. Di sisi lain, lokasinya yang sangat dekat dengan Merapi ini bisa menjadi ancaman bagi penduduknya karena rawan bencana gunung meletus. 

Meskipun begitu, di Selo juga banyak villa-villa dan tempat glamping untuk menginap dan menikmati pemandangan Gunung Merapi. 

Kami sudah selesai melewati jalanan berliku. Kami pun tiba di jalanan yang lurus tapi terus menanjak. Hampir di sepanjang jalan, kami melewati cafe dan resto. Saat perjalanan itu, tiba-tiba mobil tidak bisa jalan meski gas terus diinjak. Duh!

Ternyata mesin mobil matic bapak tidak kuat kalau berada di jalan menanjak. Awww! Mau tidak mau, kami berhenti sejenak di pinggir jalan. Cuaca sudah mulai terik, meskipun berada di daerah pegunungan, tetap saja rasanya panas saat kulit terkena sengatan matahari. Kap mobil dibuka biar mesin tidak terlalu panas.

Kami pun menunggu sekitar 15 menit, kemudian kami jalan kembali. 

Merapi Garden Selo

Alhamdulillah, mesin mobil tidak rewel lagi. Kami pun terus jalan mengikuti Google Map yang tampak sudah hampir tiba di tempat tujuan. 

Awalnya, aku mengira salah jalan karena kami melewati jalan kecil dan menanjak meski kami sudah mengikuti Google Map. Di sebelah kanan, kami seperti berada di kaki gunung yang tinggi. Beberapa kali aku melihat tulisan "Jalur Pendakian Gunung Merbabu". Dan kami terus melewati jalan yang sepi, bukan jalan utama. 

Sampai akhirnya kami tiba di pertigaan jalan yang berada di tebing tinggi. Jalan yang lurus di depan kami berbatu, sepi dan menyempit. Sementara belok ke kanan, hanya untuk pengunjung glamping. 

Ternyata ada papan penunjuk tapi tidak besar menunjukkan "Merapi Garden Solo" di sebelah kiri, mobil pun belok ke kiri. 

Cafe View Gunung di Boyolali

Akhirnya kami pun tiba.

Merapi Garden Selo ini berada di area yang lebih tinggi dibanding pusat kegiatan di Selo. Dari tempat parkir mobil, kami bisa memandang Gunung Merapi di depan kami meski puncaknya tertutup awan.  Rumah-rumah penduduk terhampar luas di bawah kami. Kendaraan melewati jalan-jalan yang membentuk seperti jari menjangkau ke beberapa daerah. 

Cafe di Selo


MaasyaAllah. Rasanya hati ini ikut tersenyum melihat pemandangan yang indah itu meski kami tidak bisa melihat puncak Merapi. Sementara di belakang kami Gunung Merbabu, tapi karena tertutup dengan tebing jadi tidak terlihat jelas. 

Merapi Garden Selo


Sebelum masuk, kami pun berfoto di bagian depan pintu masuk yang bertuliskan Merapi Garden dengan pot bunga besar di sisi kanan dan kiri. 

Taman bunga yang indah 

Setelah itu, kami memasuki Merapi Garden dengan taman-taman bunga yang indah. Miniatur kincir angin menyambut kami di pintu masuk.

Gazebo-gazebo tampak terlihat dari kejauhan. Hijau dedaunan di taman menyegarkan mata. Tanaman berwarna kuning yang aku tidak tahu namanya dibentuk sedemikian rupa hingga membentuk tulisan Merapi. 

Tempat wisata Boyolali


Hamparan bunga warna-warni menjadi daya tarik wisata Merapi Garden Selo ini. Berbagai jenis bunga, dari Hortensia sampai Terompet tumbuh rapi hingga membentuk lansekap yang indah dan cocok sebagai spot foto yang instagramable. 

Di tengah taman ini ada kincir angin seolah-olah kita sedang berada di Belanda. Anak-anak langsung menyerbu sepeda antik dan berfoto di sana. 

Cafe view Merapi


Yang membuat obyek wisata Merapi Garden ini menarik adalah latar belakang Gunung Merapi yang tampak gagah jika tidak tertutup awan.

Di beberapa sudutnya juga ada gazebo-gazebo dan tempat duduk. Kita bisa beristirahat sejenak menikmati pemandangan Merapi dan bunga yang indah.

Photo addicted

Aku pun mulai memotret apa pun yang bisa aku potret. Ternyata keren juga, loh. Memotret bunga warna-warni, memotret kincir angin, ataupun memotret pegunungan dengan fokus bunga. Tempat ini memang cocok untuk fotografi. Anak-anakku hanya bisa berlarian ke sana kemari.

D'Garden Cafe di tengah taman

Kami pun segera menuju Cafe yang ada di tengah taman. Pengunjung belum terlalu ramai karena belum jam makan siang. Cafe ini ada dua lantai. Kami memilih lantai atas dengan harapan bisa menatap Gunung Merapi dan pemandangan di kaki gunungnya dengan lebih leluasa. 

Cafe ini sengaja didesain dengan penuh kaca agar pengunjung bisa leluasa melihat pemandangan gunung Merapi dan Selo di bawah.

Cafe view indah Boyolali


Ruangan Cafe ini ada indoor dan outdoor. Sebenarnya yang outdoor juga bagus dan cocok untuk perokok. Bisa menikmati hawa dingin Selo sambil menikmati sajian Cafe dan berfoto tanpa ada gangguan. Tapi aku memilih di dalam karena aku nggak mau masuk angin. Hehe. 

Menu cafe ini pun bervariasi dan menarik. Tidak hanya makanan ringan tetapi juga makan berat. Jadi kami bisa sekalian makan siang. Anak-anak sibuk keliling ke sana kemari. Sayang banget sih nggak ada wahana mainan sederhana atau playground. Capek lihat merek keliling, akhirnya Akungnya meminjamkan mereka hp buat nonton. haha. Setidaknya biar anaknya anteng untuk sementara.

Untuk harganya sih memang agak pricey sedikit. Rasa untuk makanan berat sih cukup alias B. Minumannya lumayan enak. Beberapa menu memang enak. Sayang banget nih aku lupa foto makanannya. Saking lapernya sih. 

Musholla dan toilet dekat Cafe

Di belakang cafe ini juga ada musholla meski tidak besar dan harus gantian, tapi cukup untuk suami dan anak-anak sholat berjamaah. 

Sebelum pulang, aku tidak lupa meminta anak-anak ke toilet dulu biar nggak perlu berhenti-berhenti lagi cari toilet. 

Kesimpulan

Memang Merapi Garden Selo ini cocok banget untuk tempat nongkrong atau menikmati hidup meninggalkan sejenak penat dan yang ingin santai selooww. Tapi, Merapi Garden Selo kurang cocok untuk anak-anak karena memang tidak ada wahana permainan. Jadi kalau mau ke sini bawa anak-anak, mending bawa sesuatu untuk aktivitas anak-anak, misalnya buku cerita, kertas untuk mewarnai, kartu, atau permainan lainnya. Karena dijamin anak-anak bakal bosen banget sih. Yah, tapi zaman sekarang sih, anak bosan di tempat wisata kasih aja hape. Wkwkwk.


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.

Follower