Tahun ini adalah tahun ke 32 aku terlahir di dunia. Jika ditanya kapan ulang tahun yang paling berkesan? Aku perlu waktu untuk mengingat-ingat kapankah ulang tahun yang paling berkesan? Apakah waktu SD, SMP, SMA, kuliah, kerja atau saat berumah tangga?


Sebenarnya aku tidak begitu banyak mengingat momen ulang tahun yang berkesan. Entah mengapa juga banyak memoriku yang hilang. SMP aku nggak ingat sama sekali momen ulang tahun yang berkesan. Mungkin hidupku terlalu biasa kali ya. Haha. Beda dengan teman-teman SMA ku yang bisa mengingat banyak kejadian yang lucu-lucu.


Setiap momen ulang tahun yang kuingat sama seperti 'menu makanan' yang selalu berbeda. Mempunyai 'cita rasa' yang berbeda. Jadi agak susah membandingkan dua momen yang paling berkesan.


Ulang Tahun Paling Berkesan Saat Sekolah Dasar


Ini adalah salah satu momen yang aku ingat.Hanya saja aku lupa kelas berapa. Kemungkinan antara kelas 1 sampai kelas 3.


Ada satu momen ulang tahun yang paling aku ingat adalah ketika tiba-tiba ibu menyuruhku untuk mengajak teman-temanku di kompleks datang ke rumah setelah maghrib. 


Awalnya aku bertanya untuk apa? Kata ibu, hari itu aku ulang tahun dan akan merayakannya. Betapa senangnya aku waktu itu meskipun aku pun tidak akan ingat hari ulang tahunku kalau tidak diingatkan begitu. Namanya anak kecil belum mikir tentang ulang tahun dan perayaannya. 


mSetelah aku undang semua temanku yang hanya beberapa orang saja, aku pun siap-siap. Aku ingat aku memakai baju mirip gaun yang dibelikan bapak. Sayangnya tanpa lengan jadi mirip model you can see tapi bawahnya rok mekar. Entah lah apa namanya ya?


Terus, aku lihat kue tart yang menggiurkan sudah di depan mata. Ketika semua sudah berkumpul, kami menyanyikan lagu ulang tahun sambil bertepuk tangan. Kalau aku pikir sekarang, wajah temanku waktu itu ada yang senyum dan ada yang tanpa ekspresi. Tak bisa dideskripsikan.


Setelah sesi foto-foto bersama kedua orang tua baru deh aku memotong kue tart nya yang dibantu tangan ibu. Potongan kue pun dibagikan ke teman-temanku yang datang.


Betapa senangnya aku waktu itu. Dan aku berharap temanku juga senang dengan acara yang aku buat.



Ulang Tahun Paling Berkesan Saat SMA


Aku langsung aja ke masa SMA ya karena aku benar-benar tidak ingat dengan masa SMP. Ketika SMA aku bersekolah di sekolah berasrama di Samarinda. Jadi aku juga tinggal di asrama yang satu kompleks dengan sekolahku.


Di asramaku diberlakukan sistem semi militer dalam pengasuhan asrama. Jadi semua kegiatan tidak jauh dengan urusan kedisiplinan, hukuman fisik dan mental. 


Yang paling unik adalah siswa yang baru masuk akan mendapat satu kakak asuh. Untuk mendapatkan kakak asuh pun harus dengan lomba lari cepat-cepatan siapa yang dapat kakak asuh. Dan disetiap kakak asuh berada di sebuah keluarga asuh yang terdiri dari beberapa 'keturunan'. 


Kebetulan karena angkatanku jumlahnya lebih banyak dari angkatan sebelumnya, jadi ada satu kakak asuh yang mendapat dua adik. Bukannya mendapat kakak asuh yang cewek tapi aku mendapat kakak asuh yang cowok. Alhasil, segala urusan di asrama putri diserahkan oleh kakak asuh lain beda keturunan dalam satu keluarga asuh.


Aku mendapat keluarga asuh bernama Oksigen Median. Satu keluarga asuh di sana mendapat tiga nama yaitu Kimia, Matematika dan Fisika. Yang kuingat hanya dua itu nama keluarga asuhku.


Setiap jam makan, sudah ditentukan setiap murid duduk dengan siapa. Biasanya duduk dengan senior kelas 2 dan 3 tapi beda keluarga asuh. Ketika akhir pekan biasanya tempat duduk diatur bersama keluarga asuh. Jadi meja panjang disusun jadi satu dan semua keluarga asuh duduk bersama.


Momen makan bersama keluarga asuh adalah momen menyenangkan menurutku. Karena selalu ramai dan semakin mempererat hubungan dengan senior.


SMAN 10 Melati Samarinda
Gambar hanya contoh tapi mirip seperti itu. Dulu kursinya masih bahan alumunium.


Aku lupa apakah saat makan bersama keluarga itu aku sedang berulang tahun atau tidak. Yang aku ingat, keluarga asuhku beramai-ramai menumpukiku ompreng tempat makanan setelah selesai makan. 


Menjadi sebuah tradisi ketika ada yang berulang tahun, maka teman atau senior yang memiliki hubungan dekat akan menumpuki ompreng setelah makan. Harusnya setelah makan setiap murud membereskan ompreng makanannya sendiri terkecuali kalau ada yang berulang tahun. Alhasil, aku harus membereskan semua ompreng yang bertumpuk di depanku secepat mungkin tanpa ada bantuan. 


Ompreng


Di sisi lain aku kesal tapi aku harus menerimanya dengan baik. Alhamdulillah aku tidak dilempar tepung dan telur yang baunya bikin muntah.



Ulang Tahun Paling Berkesan Saat Kuliah


Aku benar-benar sudah lupa atas kejadian ulang tahun saat kuliah. Cuma ada satu momen ulang tahun paling berkesan saat aku kuliah yaitu merasakan salju tepat di hari ulang tahunku.


Seumur hidup aku nggak pernah melihat salju dan salju turun tepat di hari ulang tahunku yang ke 24 tahu seperti yang sudah pernah aku tulis di sini.


Rasanya senang. Meskipun aku tidak merayakan bersama keluarga, aku cukup senang menikmati salju yang turun dengan derasnya di usia 24 tahun. Tak peduli dingin sampai ujung kaki terasa beku, bibir kering, mata berair dan hidung memerah mampet, aku menerobos hujan salju yang sangat jarang turun. Mencari spot terbaik untuk berfoto-foto. Bahkan berlanjut keesokan harinya.


Salju di Eiffel
Semoga ultah selanjutnya dapat tumpukan duit ya wkwkw amiin


Demikianlah beberapa momen ulang tahun yang paling berkesan saat menempuh pendidikan. Selanjutnya momen ulang tahun hanyalah momen untuk mengingat betapa diri ini harus menjadi manusia yang lebih baik lagi dalam beribadah. Menjadi pengingat diri bahwa hidup cepat sekali berjalan dan menjadi evaluasi terhadap apa yang sudah aku berikan untuk orang tua dan keluargaku. Kadang malah sedih karena aku tidak bisa berbuat banyak untuk menjadi orang yang bermanfaat. Meskipun setidaknya menjadi orang yang paling dibutuhkan di dunia ini oleh dua anakku.

Read More

Meskipun sudah pertengahan bulan, aku baru sempat menuliskannya hari ini. Hehe. Agak terlambat sih ya tapi ya nggak apa-apalah.



Sebenarnya banyak sekali yang bertanya apakah ibu hamil boleh berpuasa? Kalau berpuasa menu sahur apa yang cocok agar ibu hamil kuat berpuasa.


Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa ?


Dulu, ketika aku hamil anak pertama aku juga sering galau mau puasa atau tidak. Sebagai ibu-ibu jelas aku khawatir jika ada kenapa-kenapa dengan bayiku. Tapi semenjak dapat insight dari mertua alhamdulillah aku nggak galau lagi. Aku tahu dan harus ikhlas saat memutuskan aku nggak lanjut puasa. Bagaiman akhirnya aku yakin memutuskan nggak puasa? 


gambar : flonda.blogspot.com


Mari kita lihat dulu bagaimana Alquran dan hadits menyikapi ibu hamil berpuasa.

Dalam Al-Quran ayat Al-Baqarah:183-184:


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.

Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.


Sedangkan menurut hadits :


“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Perhatikan hadits ini hasan ya.


Ibnu ‘Abbas mengatakan,“Engkau seperti orang tua yang tidak mampu berpuasa, maka berbukalah dan berilah makan kepada orang miskin setengah sho’ gandum untuk setiap hari yang ditinggalkan.” (Diriwayatkan oleh ‘Abdur Razaq dengan sanad yang shahih).


Ibnu Abbas menyamakan orang hamil itu seperti orang tua renta yang tidak mampu berpuasa. 


“Putri Ibnu Umar yang menikah dengan orang Quraisy sedang hamil. Ketika berpuasa di bulan Ramadhan, dia merasa  kehausan. Kemudian Ibnu ‘Umar memerintahkan putrinya tersebut untuk berbuka dan memberi makan orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan.” (Lihat Irwa’ul Gholil, 4/20. Sanadnya shahih)


Mungkin teman-teman bisa membaca lebih detail di website Rumaysho.


Kita tahu kalau puasa itu wajib. Tapi kalau lagi sakit maka diperbolehkan tidak berpuasa tapi diqodho atau bayar fidyah. 


Suatu ketika aku pernah berpuasa ramadhan saat lagi hamil. Di hari pertama hingga kedua aku bisa menjalani puasa ramadhan dengan lancar. Tidak ada keluhan sakit kepala, meskipun lemas seperti puasa ramadhan sebelum hamil. Ibu mertua bilang "Kalau misal mulai sakit, demam atau gejala lainnya bilang loh. Puasanya dibatalkan saja." Aku juga sempat cek usg perkembangan bayi alhamdulillah juga perkembangannya baik. 


Di hari-hari terakhir, aku mulai merasakan badanku drop, nggak demam sih tapi ketularan batuk dan pilek. Sama ibu mertua akhirnya disuruh berhenti puasa dulu karena dianggap sakit dan sedang hamil. Dikhawatirkan berpengaruh pada kondisi bayi, misal denyut jantung, berat bayi, atau perkembangan fisik bayi lainnya. Ya kalau nggak hamil sih lanjut aja puasa tinggal kasih obat. Kalau hamil kan nggak sembarang minum obat.


Sama saja seperti orang menyusui saat puasa ramadhan. Kalau dalam tiga hari berpuasa ternyata anak rewel terus bahkan sampai demam memang lebih baik tidak berpuasa. 


Sebelum hari Raya, aku memilih bayar fidyah ketimbang qodho setelah hari raya karena setelah hari raya aku masih hamil dan akan menyusui. Aku nggak yakin saat menyusui nanti aku bisa puasa dan tidak sakit seperti sebelumnya. 


Jadi, selama dalam percobaan satu sampai beberapa hari puasa ramadhan mengalami seperti gejala orang sakit atau gerakan adik bayi dalam perut berkurang maka jauh lebih baik membatalkan puasa. Kalau mau yakin bisa cek usg untuk mengetahui perkembangan fisik, detak jantung dan berat badan janin. Jika berat badan janin masih kurang lebih baik bunda membatalkan puasa dan melengkapi nutrisi tubuh dengan baik.


Menu Sahur untuk Ibu Hamil


Kita semua tahu kalau ibu hamil perlu banget nutrisi yang baik demi perkembangan janin. Kekurangan gizi bisa berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan janin serta bisa menyebabkan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).


Konsumsi Karbohidrat, Serat dan Protein


Aku pernah beberapa kali sahur dengan daging ayam dan nasi saja. Nyatanya saat puasa aku sedikit lemas. Begitu aku sahur nasi ditambah sayur-mayur yang lebih banyak ditambah daging ayam, puasaku tidak selemas sebelumnya. Apalagi kalau komplit ya menu sayur, protein hewani dan nabati, karbohidrat insyallah kuat ya. Menurutku sayur-mayur itu membuat perut terasa cepat penuh atau kenyang. 


Beberapa menu sahur untuk ibu hamil dengan gizi seimbang dan sederhana :


  1. Semur ayam dan kentang

Perpaduan ayam dan kentang ini bisa dibuat sebelum berbuka puasa dan sebelum tidur bisa dipanaskan kembali. Ketika sahur bisa tinggal dipanaskan saja. Itupun kalau tidak habis duluan ya. Hehe.

Resep semur ayam dan kentang ini banyak banget berseliweran di google. Bisa dicari ya. Hehe.


Semur Ayam (inews.com)



  1. Sayur Tumis

Sayur itu paling mudah buatnya. Di rumah aku menyediakan bumbu bawang yang sudah dihaluskan. Jadi ketika masak sahur aku tinggal tumis saja bumbu jadinya. Lebih cepat dan ringkas. Sayur tumis bisa pakai apa saja ya. Jadi menu tumisan ini sangat beraneka ragam seperti tumis kangkung, tumis kacang panjang, tumis caisim, tumis brokoli, tumis kembang kol, tumis tahu tauge, tumis tempe  kacang panjang dan lain-lain.


  1. Sambal Ikan Peda

Sambal ikan peda banyak sekali ya varian resepnya.Tapi kalau aku suka resep sambal ikan peda yang kubuat sendiri. Haha.

Bahannya gampang : rajang 7 siung bawang merah dan 3 siung bawang putih, 5 biji terong lalap hijau yang bulat kecil, 3 cabe merah besar, 3 cabe hijau besar, 10 cabe rawit, 2 tomat merah dan 2 tomat hijau. Semua dipotong kecil kemudian ditumis bersama ikan peda yang sudah digoreng. Hmm. Level pedasnya tergantung ya. Menurutku 5 biji cabe rawit sudah pedas. Dan aku bukan orang yang tahan pedas ya. Jadi bagi yang suka pedas jumlah rawit segitu masih kurang pedas. Hehe.


Sambal ikan peda ( Cookpad Siti Syamsiatut)


Oiya, biasanya kalau aku punya ayam goreng yang belum habis aku buat resep seperti sambal ikan peda ini. Hanya saja ikan peda aku ganti ayam goreng.


  1. Tongseng ayam

Ini adalah menu favorit aku dan suami karena di dalam menu tongseng ayam sudah mengandung protein hewani dan sayur-mayur. Tinggal goreng tahu atau tempe sebagai protein nabati maka sajian sahur menjadi lebih lezat. Sebenarnya makanan khas Jawa Tengahan ini kan pakai daging kambing. Hanya saja aku ganti dengan daging ayam karena mudah didapat. Tetap enak kok. Oiya, resep tongseng ku ini nggak pakai santan. Kalau mau pakai santan silakan saja.


Tongseng Ayam dari Just Try and Taste


Bahannya pun sederhana: 

Bumbu halus:

5 siung Bawang merah

3 siung Bawang putih

2 biji Kemiri

1 ruas jari Jahe

½ sdt Merica

1 ruas jari Kunyit

½ sdt Ketumbar bubuk


Bahan lain:

½ kilo ayam banyak bagian tulang (urnak buat disesep2 hehe)

Kubis

2 Tomat

2 Serai

5 Cabe rawit

2 ruas Lengkuas

2 Daun Salam

3 Daun jeruk

Gula, garam

Kecap manis

Kaldu

1 liter air


Caranya bumbu halus, daun salam, daun jeruk, lengkuas, serai ditumis kemudian dikasih air. Setelah mendidih masukkan ayam, gula, garam, kaldu. Kalau sudah matang dikasih kecap, kubis dan tomat. Rasanya manis-manis gurih gitu.


Oiya mungkin terlihat  ribet ya.Biasanya aku masak sebelum buka puasa. Jadi bisa dimakan saat makan malam dan saat sahur tinggal memanaskan saja.



Konsumsi Kurma


Ibu hamil memang kebutuhan kalori yang besar. Dan salah satu makanan yang aku   konsumsi saat hamil setiap sahur dan berbuka adalah kurma. Cukup 3 biji saja setiap sahur dan berbuka. Kurma ini mengandung kalori dan glukosa yang besar dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh. Apalagi saat puasa dimana kita perlu energi dari kalori dan glukosa.


Manfaat kurma memang sangat besar. Nggak cuma kalori saja yang besar, tapi bisa juga menjadi cairan elektrolit sehingga bisa menghindari dehidrasi. Kurma juga bisa untuk melancarkan pencernaan. Bagi ibu hamil penting sekali pemenuhan zat besinya. Kandungan zat besinya bisa memproduksi sel darah merah. Dari kurma ini, pemenuhan zat besi bisa diperoleh sehingga ibu hamil tidak mudah lelah dan pucat. 


Sebenarnya masih banyak menu sahur praktis dan bergizi untuk ibu hamil. Mungkin kalau aku ingat akan aku tambahkan lagi ya.

Read More

Tahun ini adalah tahun kelima aku berpuasa ramadhan bersama suami. Namun, di tahun ini aku berpuasa dengan momen menyedihkan dan mengharukan . 


Entah aku yang lagi baper atau bagaimana. Sebenarnya masalahnya tidak seberapa sih kalau dibandingkan masalah orang lain. Hal yang biasa tapi entah membuat hatiku mudah trenyuh bahkan sempat emosi dan menangis. Ada dua momen Ramadhan tahun 2021 hingga minggu ketiga ini yang sudah mengaduk-aduk perasaanku.


  1. Momen Paling Menyedihkan

Sebenarnya kejadian ini sudah beberapa kali dialami anak pertamaku. Yaitu sakit diare. Dulu, Raceqy pernah sakit diare gara-gara makan ikan bakar di suatu tempat makan di Klayar, Sidoarjo. Mungkin karena angin kencang akhirnya dia mules dan mencret beberapa kali dalam sehari. Hanya dengan diberi yoghurt beberapa botol beberapa hari akhirnya mencret-mencretnya berhenti. 


Sebelumnya, juga pernah sakit gejala tipes tapi cuma dirawat di rumah saja dan bukan pas bulan puasa. Lebih parahnya, anak keduaku, Ghalib, yang harus di opname di rumah sakit karena trombosit turun terus tapi bukan DB, seperti yang aku ceritakan di sini.


Tapi sakit kali ini sudah terjadi sebelum puasa sampai beberapa hari di awal bulan puasa. Sakitnya Raceqy diare dan sakit perut. Beberapa kali dia mengeluh sakit perut dan mencret bisa sampai 10 kali. Hari pertama sampai ketiga masih belum lemas. Hari selanjutnya gejala diare seperti lemas, nggak nafsu makan dan muntah-muntah mulai muncul. Awalnya aku kira masuk angin saja jadi aku belikan tolak angin anak. Nyatanya nggak ngefek. Terus aku belikan yoghurt. Soalnya katanya yoghurt bisa mengurangi diare. 


Aku malah mikir aneh-aneh. Mulai dari kenapa-kenapa dengan lambungnya atau ususnya. Tapi aku belum berani berspekulasi lebih jauh. Aku hanya mengurangi konsumsi susu agar tidak semakin parah diare dan sakit perutnya. Raceqy benar-benar berhenti susu saat diare. Dokter juga bilang kalau diare tidak boleh minum susu dulu. 


Sudah dibawa ke dokter. Aku mulai kebingungan masak apa. Belum berani beli di luar. Selain aku harus memaksanya makan, aku juga harus membujuknya minum obat. Dan itu menguras emosi. Bahkan berlangsung sampai dua minggu. Ketika seminggu Raceqy sudah baikan, malah ayahnya yang lanjut diare. Si adik sempat dua hari diare tapi habis itu sembuh tanpa obat. Setelah tiga hari ayahnya sembuh, lanjut Raceqy diarenya kambuh. Bahkan Jumat semalaman dia mengeluh perutnya sakit. Akhirnya hari sabtu aku bawa ke dokter anak di Bratang. Jauh dari rumah karena nggak banyak dokter anak yang buka hari sabtu. 


Dokter anak memberi empat macam obat mulai dari antibiotik, obat lambung, pendamping diare dan obat diare. Aku lega


Nah yang bikin aku stress adalah bujuk dia minum obat karena obat racikannya pahit. Tiga kali sehari bujuknya tiga kali. Stresnya tiga kali. Nangisnya tiga kali. Hari selanjutnya seperti sudah nggak punya ide lagi buat bujuk. Dan ituuu di hari ketiga aku sampai nangis-nangis. Ya Allah. Drama banget aku deh.


Alhamdulillah belum sampai obat habis, sakit perutnya mulai berkurang. Mencret berkurang. Sudah mulai aktif juga. Susunya juga sudah dikurangi bahkan dalam satu hari tidak minum susu sama sekali. Aku khawatir jangan-jangan anakku alergi laktosa. Dokter anak juga bilang kalau mau minum susu bisa minum susu bebas laktosa. Begitu aku cari di google harganya fantastis. Haha. Harga susu bebas laktosa sekitar 200an ribu. Wow.


Dan alhamdulillah Raceqy juga nggak ngeyel. Dia sadar kalau susu membuat perutnya sakit jadi dia nggak terlalu sering minum susu lagi. Jadi dia minta teh saja.


  1. Momen Paling Mengharukan

Kadang aku berpikir ketika anakku sakit. Ya Allah apakah ada sesuatu yang setelah ini memberikan buah yang manis? Karena di setiap kesulitan ada kemudahan. Entah kemudahan apa yang aku dapatkan. 


Sampai suatu ketika, kami mengajak anak kami sholat taraweh di masjid. Dia begitu antusias karena memang selama pandemi kami tidak lagi mengajak anak-anak ke masjid.


Dia melihat temannya banyak di masjid. Dan suami pun menawarkan kepada Raceqy untuk mengaji di masjid (TPQ). Sebenarnya dia sudah diajak lama untuk mengaji di masjid tapi dia nggak mau. Jadinya aku hanya mengajarkan iqra di rumah. Itupin baru samai La selama setahun ini. Susah memang nuruti maunya anak yang masih mau main-main. Dan entah mengapa ketika diajak ayahnya mengaji di TPQ dia begitu antusias.


Hari minggu dia minta mengaji di masjid. Sayangnya, hari minggu jadwal TPQ di masjid libur. Jadi kami balik lagi hari senin sore.


Ternyata, yang dimaksud Raceqy adalah mengaji di dalam masjid, bukan di TPQ yang sekompleks dengan masjid. Dan akhirnya dia mengamuk karena dia nggak mau mengaji di TPQ seperti yang dimaksud ayahnya. Dia melarangku mengajak Ghalib. Dia nggak mau aku pergi mengantar adiknya ke TPQ. Kubilang tidak boleh melarang orang mau belajar mengaji. Meskipun sudah disogok es krim tetap saja menangis. Justru adiknya yang semangat karena sudah disogok es krim. Haha. 


Jadinya aku mengantar Ghalib saja ke TPQ dan membiarkan masnya menangis-nangis histeris di rumah. Untung saja Ghalib mau karena biasanya Ghalib kemana-mana selalu sama masnya. Kalau masnya nggak mau, dia juga nggak mau. Kalau masnya mau, dia baru mau. Eh alhamdulillah dia mau. 


Meskipun dalam perjalanan aku sedikit sedih melihat Raceqy menangis nggak mau ikut TPQ tapi aku juga nggak bisa memaksa. 


Setelah mengobrol singkat dengan guru mengaji, Ghalib pun masuk kelas. Aku menunggunya di belakang. Ghalib mendengarkan dan kadang pula nggak bisa diam hanya duduk mendengarkan gurunya membaca ayat-ayat Quran.


Tak berapa lama, tiba-tiba ada yang memanggil "ibu" dari luar. Masyallah aku kaget karena Raceqy datang dengan membawa tas bersama ayahnya. Aku tahu meskipun wajahnya tertutup masker, dia tersenyum padaku. Aku pun menyambutnya dan segera menyuruhnya duduk dulu. Gurunya tentu sangat kaget karena tiba-tiba datang lagi seorang anak. Aku pun menjelaskan kalau Raceqy adalah kakak Ghalib dan ikut mengaji juga. Akhirnya dia pun duduk anteng mendengarkan gurunya. Masyallah. Setelah giliran mengaji, dia pin diijinkan bermain di dalam kelas bersama gurunya karena memang disediakan mainan seperti balok-balok bagi anak yang sudah selesai mengaji dan mengerjakan tugas. Maklum kelas yang dimasuki Ghalib dan Raceqy adalah kelas pemula. Dan ternyata itu yang membuat Raceqy dan Ghalib senang. Masyallah. 





Besoknya, Raceqy dan Ghalib dapat buku dari guru ngaji. Di rumah mereka sangat antusias membuka-buka buku dari gurunya padahal pekerjaan sekolah belum selesai. Haha. Bagiku, itu adalah momen yang membuatku terharu dimana anakku semangat menuntut ilmu. Aku harap semangat Raceqy dan Ghalib tak pernah luntur untuk menuntut ilmu meskipun awalnya Raceqy takut-takut tapi akhirnya dia senang. 


Disogok es krim kalau mau ngaji di TPQ. Besoknya minta lagi tapi kularang masih khawatir kalau diare lagi.


Read More

Ini ceritaku selama tinggal di kota Malang di pinggir kali Brantas. Waktu itu aku masih menjadi seorang mahasiswa di kampus teknik yang tidak jauh dari kos. Hanya tinggal menyeberang jalan dan berjalan kaki sedikit aku sudah sampai di kampusku tercinta. 



Aku bersyukur karena aku tidak perlu membawa motor ke kampus. Aku pun tidak mengalami kesulitan mencari kos-kosan. Waktu itu aku tiba di Malang beberapa bulan sebelum tes SPMB (sekarang namanya UTBK). Aku sempat les di SSC (Sony Sugema College) belakang SMA tugu. Setelah menumpang menginap di rumah kakak sepupu beberapa minggu, aku minta dicarikan kos-kosan karena aku tidak enak hati berlama-lama menumpang di kontrakan kakak. Alhamdulillah aku bisa mengekos di dekat kontrakan kakak. Tepatnya di pinggiran Kali Brantas. Waktu itu aku dapat kamar di pojokan di lantai satu dan tanpa ada sinar matahari yang masuk. Hanya ada kaca kecil di bagian atas sebagai tempat masuknya cahaya matahari dari lantai atas. Awalnya sih aku tidak mikir kondisi kos-kosanku.


Setelah akhirnya aku resmi menjadi mahasiswa teknik dan mengunjungi beberapa kos teman mulai deh suka membanding-bandingkan. Haha.Yah meskipun harga kos-kosanku sangat murah. Apakah kesan ngekos di pinggir sungai Brantas Kota Malang selalu buruk?


Kesan kumuh?

 

Dimana pun berada, kampung pinggir sungai selalu mendapat label kumuh. Banyak kotoran, sampah. Rumah tidak terawat. Atau malah banyak rumah yang hampir roboh.


Rata-rata di pinggir kali Brantas tanahnya cukup terjal meski di bagian atas sedikit landai dimana banyak rumah dibangun. Tapi banyak rumah juga yang dibangun di atas tanah yang terjal.  


Selama aku menjelajah daerah dekat kosku untuk pergi ke warung makan yang ada di dalam kampung, aku melihat jalan-jalan sempit berplester, berlumut, dan menurun. Itu membuatku sedikit kesulitan untuk berjalan.

Meski kadang di bagian jalan tertentu tidak ada sampah tetapi di bagian jalan yang lain terlihat sampah. Kadang kulihat ada kotoran ayam di beberapa titik. Kurasa, kesan kumuh memang terasa di lingkungan sekitar tempat tinggal. Tapi si beberapa titik malah bersih. Bahkan di dalam kos sendiri sudah cukup nyaman dan tidak terasa kesan kumuh.



Akses kendaraan terbatas?


Kalau ini jelas sekali karena jalanan yang menurun dan padat penduduk maka akses kendaraan terbatas. Untuk masuk ke kosku, aku harus melewati gang kecil yang hanya bisa dilewati satu motor saja. Di ujung jalan akan bertemu kos lain dan harus belok ke kiri untuk sampai kosku. Terus ada tempat parkir motor yang tidak begitu luas. Lebih dari itu tidak bisa termasuk mobil. Terpaksa keluarga yang datang membawa mobil harus parkir di pinggir jalan. Kalau sekarang sih dipastikan jalanan MT. Haryono akan macet kalau ada yang parkir di pinggir jalan. 



Kesan suram dan tidak aman? 


Rumah-rumah di pinggir sungai biasanya terkesan suram dan tidak aman. Apalagi kalau malam hari karena penerangan yang minim. Di gang menuju kosku memang sangat minim cahaya. Tapi justru di beberapa gang yang menerapkan penghijauan di lingkungan mereka malah tidak terasa kesan suram. Bahkan di beberapa kampung lampu-lampu dibuat semeriah mungkin biar terlihat ramai.


Tidak layak huni?


Rumah padat penduduk membuat tidak ada jarak antar rumah. Dan itu menghalangi cahaya matahari masuk ke dalam rumah. Begitu juga di kosku. Di kamar bagian bawah memang tidak banyak cahaya yang masuk jadi terasa sangat lembab. Solusinya hanya diberi kaca di langit-langit biar cahaya dari atas tetap masuk. Begitu anggota kos yang tinggal di lantai atas ada yang keluar, aku pun minta kamar di atas. Satu kaca besar terpampang di dekat tempat tidur. Pemandangan jembatan Suhat dan kampus Polinema terlihat jelas. Begitu siang menjelang, cahaya matahari yang langsung mengenai jendela kamar membuat kamar begitu panas. Meskipun jendela tidak bisa terbuka, udara dingin yang masuk dari pintu jemuran begitu terasa. Alhamdulillah di lantai atas aku masih mendapatkan udara segar dan cahaya matahari. 



Jadi bisa dikatakan kosku masih layak huni meskipun di gang kecil. Jangan bandingkan dengan kos yang aksesnya mudah, ada parkir mobil dan kamar yang luas. Kamar kosku di pinggir kali Brantas masih bisa dikatakan layak huni. Harga kos di Kota Malang itu juga murah. Sebenarnya masih banyak rumah dan kos-kosan di pinggir kali Brantas yang jauh dari layak huni seperti kurang cahaya dan sirkulasi udara yang kurang. Namun, alasan mahasiswa memilih kos di pinggir kali Brantas juga macam-macam. Kalau aku memilih murah dan dekat dengan kampus. Kalau kalian bagaimana?

Read More


Suatu ketika, aku menulis fiksi cerita pendek tentang sastra hijau dan menjuarai lomba cerpen di organisasi kepenulisan FLP. Kemudian naskah pemenang lomba dibukukan dengan judul Tot Ziens, Rembang! Seperti judul cerpenku. Aku menulis topic tentang banjir di jaman kolonial. Di cerita itu, aku kisahkan seorang penguasa yang berkerjasama dengan pemerintah kolonial dalam eksploitasi hutan. Pengiriman kayu ke luar pulau bahkan ke negeri VOC hingga menimbulkan bencana banjir di negeri sendiri.


Kalau dipikir-pikir, rasanya jaman kolonial tidak mungkin terjadi banjir. Nyatanya, dalam jangka waktu puluhan tahun, Batavia mengalami banjir berkali-kali.


Apa yang menjadi fokusku dalam cerita itu adalah perilaku manusia, keserakahan manusia, yang akhirnya menimbulkan bencana manusia itu sendiri. Hutan di jaman kolonial memang sudah dieksploitasi. Lebih tepatnya hutan di pulau Jawa. Lihatlah sekarang, hutan di Jawa hampir tak bersisa. Bencana banjir, longsor juga selalu mengintai setiap tahunnya.


Bagaimana hutan di luar pulau Jawa? Hutan Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Papua, juga tak luput dari serangan eksploitasi manusia. Well, jika bisa dilakukan pemulihan hutan maka harusnya mulai sekarang hal itu dilakukan. Hutan yang rusak juga berpengaruh pada perubahan iklim. Bumi semakin panas maka kehidupan di dalamnya pun bisa terganggu. Kondisi ini lebih kita kenal dengan pemanasan global. 


Jika perlu diingatkan kembali di hari Bumi tanggal 22 April, hutan adalah salah satu solusi dalam mengatasi perubahan iklim. Jadi, jika hutan terus dibabat bagaimana kehidupan kita kelak? Kehidupan anak cucu kita?


Climate Strips  dan Kenaikan suhu

Menurut peneliti dari UK, Inggris, yang membuat climate strips. Kondisi bumi kita tidak baik-baik saja karena berhubungan dengan kenaikan iklim kita. Hal itu disampaikan oleh Pak Yuyun Harmono, manajer kampanye keadaan iklim Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) dengan judul presentasi Krisis Iklim dan Transisi Berkeadilan pada event blogger gathering bersama WALHI, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Hutan Itu Indonesia (HII).


Jika dibandingkan dengan tahun 1900an, dimana banyak hutan sudah dirambah ketika kita masih dijajah, kenaikan suhu di tahun 2000 sudah mendekati 1,1 derajat celcius. Grafik perubahan suhu iklim Peneliti dari UK Inggris membuat climate strips. Kondisi bumi kita tidak baik-baik saja karena berhubungan dengan kenaikan iklim kita. Garis berwarna merah itumenunjukkan perubahan suhu yang berada disekitar angka 1. Di tahun 2018, garis-garis berwarna merah yang sudah semakin mendominasi. Itu menunjukkan bahwa perubahan iklim semakin besar.



Dampak Pemanasan Global

Jika kita melewati ambang batas suhu bumi 1 derajat celcius, maka ekosistem bumi akan terganggu, kenaikan muka air laut akan cepat terjadi dan memberi pengaruh pada penduduk yang tinggal di pesisir.





Pollinator menjadi bagian penting dalam kehidupan sebagai penyambung antara tanaman sehingga bisa berproduksi. Pollinator akan terancam akibat pemanasan global dan mengancam keberlangsungan pangan kita. Produsen panganan seperti petani juga terancam.


Ekosistem dan biodersivitas juga terancam. Banyak tanaman dan vertebrata akan punah hingga beberapa puluh persen. 


Kelangkaan air juga akan terjadi terutama pada Negara-negara kepulauan kecil.


Gagal panen juga terjadi karena intensitas air berkurang. Musim hujan tidak bisa diprediksi. Itu berdampak langsung pada kita yang tinggal di kota yang mengkonsumsi makanan pokok beras.


Kesehatan manusia juga terancam. Seperti di masa pandemic saat ini. Ruang hidup virus yang masuk ke kehidupan manusia.


Trend bencana 2009-2019

Sepuluh tahun terakhir trend bencana semakin meningkat di Indonesia. Sedikit mengerikan memang melihat data grafik di bawah. Sebagian besar bencana di Indonesia terkait dengan hidrometereologi atau bencana yang berhubungan dengan iklim, suhu, angin, banjir. Dan trend nya akan semakin meningkat.



Meski posisi geografis Indonesia sangat rentan dengan perubahan iklim seperti di pulau-pulau kecil, di sisi lain, kita juga berkontribusi dalam peningkatan krisis iklim dari sektor yang berbasis lahan seperti kebakaran hutan, lahan gambut. Dan itu sangat berkontribusi terhadap pemanasan global, seperti juga tambang batubara.



Tahun 2017, sektor energy yang semakin tinggi menjadi sektor yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Diprediksikan sektor energy akan melewati sektor lainnya yang berkontribusi ada emisi.



Prinsip energi berkeadilan

Pak Yuyun mengungkapkan ada beberapa hal prinsip energi berkeadilan dalam upaya melakukan mitigasi terhadap perubahan iklim. Beberapa prinsip energi berkeadilan adalah:


1. Menyediakan akses energi untuk semua sebagai hak dasar manusia.


2. Aman terhadap iklim dan berdasarkan pada teknologi yang tersedia di lokal dan berdampak rendah. Teknologi aman terhadap iklim, dan efeknya tidak terlalu besar. Misal, kita mau mengganti sumber energi dari batu bara ke nuklir, maka perubahan tersebut bisa memberikan dampak besar pada area yang rentan terhadap gempa.


3. Di bawah control langsung oleh public dan diatur untuk kepentingan public. Jadi, switching energi


 yang berkeadilan itu harus ada jaminan siapa yang mengontrol. Apa public atau private. Seharusnya diserahkan pada kontrol public dan tidak sepenuhnya diserahkan privat/swasta.


4. Memastikan hak-hak pekerja sektor energi. Ketika mengalami transformasi bisnis yang bergantung pada pengerukan sumber daya alam menjadi bisnis energi berkelanjutan, harus ada treatment yang dilakukan agar pekerja tersebut tidak kehilangan pekerjaan. Justru malah membuka lapangan pekerjaan.


5. Memastikan hak free, prior dan informed consent bagi masyarakat di sekitar proyek. Keinginan masyarakat yang harus di-counter. Jadi bukan hanya menjadi pihak yang terkena dampaknya saja.


6. Berskala kecil dan terdesentralisasi. Ini sangat cocok bagi Negara kepulauan seperti Indonesia. Jika dipusatkan/disentralisasi maka dampak negative pada ekologi dan sosial akan besar.


7. Penggunaan energi yang adil dan seimbang. Kita tidak boleh overkonsumsi. Kita mengkonsumsi lebih bear dari apa yang dibutuhkan dan disediakan oleh alam. Meminimalkan limbah dari energy yang dibangun.


WALHI menganggap konteks membanun energy juga harus melihat konteks melindungi hutan dan keanekaragaman hayati.


1. Untuk menghentikan perubahan iklim, kita membutuhkan transformasi total sistem pangan agro-industri (produksi, distribusi dan konsumsi).


2. Transisi yang adil menuju kedaulatan pangan tidak dapat dilakukan oleh agribisnis perusak keanekaragaman hayati, tetapi bergantung pada peran nyata produsen pangan skala kecil. bentuk distribusi dan konsumsi ekonomi berdasarkan solidaritas serta peran dan control masyarakat terhadap hutan. Tidak bisa bergantung pada pangan skala besar tapi skala kecil. jika skala besar maka akan terjadi pengundulan hutan dan lahan. 


Jika hutan tetap lestari maka akan ada co-benefit lain seperti ketersediaan air.


Dusun Silit yang memiliki 88 KK dideklarasikan sebagai kampung yang mandiri dan energy. Hutan adat. Masyarakat adat. Mereka mengajukan pengakuan hutan adat ke pemerintah daerah kemudian pusat. Perusahaan yang mengajukan konsesi maka prosesnya akan mudah. Praktik menjaga hutan sudah termanifestasi meski belum ada pengakuan hutan adat dari pemerintah/secara resmi.


Contohnya penerapan Mikrohidro skala kecil yang merupakan sumbangan dari masyarakat sendiri, didukung oleh credit union, dan teknologi tidak terlalu sulit. Masyarakat bisa memperbaiki sendiri jika ada kerusakan. Mereka menjual listriknya ke anggota perkumpulan harganya sekitar 20.000 rupiah. Penerapan ini menjawab pendekatan yang integrated dalam menjaga hutan. 


Mungkinkah Biodiversity Collapse?

Jika sekarang kita sudah dibingungkan dengan kondisi gelombang Covid-19. Bagaimana dengan biodiversity collapse yang lebih besar. 




Gita Syarani, kepala secretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL) menjelaskan bahwa saat ini RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) Indonesia sudah menggunakan pendekatan low carbon development dimana pertumbuhan ekonomi meningkat, masyarakat sejahtera tapi dampak negative lingkungan berkurang. Bagaimana caranya? Karena selama ini ekonomi dan lingkungan seolah dua mata uang yang tak pernah saling bertemu.


Beliau juga menjelaskan tentang teori Doughnut economy dimana batas paling luar batas lingkungan kita yang harus dijaga meski kita melakukan kegiatan ekonomi di dalamnya karena akan sangat berpengaruh terhadap circle di dalamnya.


Jangan sampai ketidakpedulian kita terhadap lingkungan menyebabkan biodiversity collapse yang pastinya sangat mengganggu keseimbangan ekosistem.


Ekonomi Indonesia di Masa Resesi

Menurut Data bank Indonesia, transaksi e-commerce naik terus. Lebih dari 266,3 triliun. Naiknya pun hampir 80% di tengah resesi ekonomi. Dan transaksi di Indonesia didominasi oleh perdagangan  elektronik. Sayangnya, produk yang dijual bukan barangnya Indonesia.


Sebenarnya ini bisa menjadi peluang buat kita untuk mengkaitkan energy berkeadilan tapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 



Our commu-nature future

Sebelah kiri masyarakat yang punya ekosistem konservasi tinggi jika mereka memaksa mengolah lokasi tersebut hanya untuk bahan mentah maka nilai ekonomi yang didapat akan rendah. Tetapi jika masyarakat di luar yang sudah terpapar teknologi bisa berkolaborasi untuk memastikan semua kabupaten terdapat industri pengolahan yang berbasis masyarakat.



Semua korporasi besar atau mono-culture. Kita juga harusnya bisa melihat konservasi menjadi lebih semangat. Sesuatu yang bisa memiliki nilai ekonomi tanpa merusak alam. Masyarakat juga harus diarahkan untuk membantu agregrasi usahanya. 


Di New Zealand terdapat koperasi yang paling besar untuk fresh food, buah-buahan segar. Agregrasi itu yang paling menentukan dalam menaikkan daya saing. Denga begitu daerah dapat memberikan lapangan pekerjaan dan tidak semua penduduk daerah harus ke kota.


Menurut Mbak Gita, terdapat empat sektor yang memiliki valuasi tinggi pada produk berbasis alam yaitu:


1. Produk berbasis alam

2. Produk kesehatan

3. Produk kecantikan

4. Produk industri teknologi

Dari empat sektor itu saja kalau dimanfaatkan maka bisa meningkatkan ekonomi masyarakat lokal dan tentunya kelestarian alam bisa terjaga.


Penerapan

Di Sintang itu akses susah tapi sudah bisa pakai energy terbarukan. Harusnya malah akses yang lebih mudah bisa menggunakan konversi energy yang lebih besar. 


Satu gerakan yang dibuat saat ini bernama Generasi Lestari yang mencoba memetakan scenario ekonomi lestari dimana semua profesi bisa untuk menjaga hutan, menjaga pola konsumsi kita.


Sayangnya, sekarang banyak anak muda yang menganggur pergi ke kota padahal potensi di daerah mereka bisa dimanfaatkan dengan kolaborasi berbagai keahlian atau profesi. 


Misal, daerah yang punya potensi ikan gabus yang kaya albumin. Masyarakat bisa memproduksi potensi ikan gabus tersebut menjadi produk turunan dengan kemasan yang bagus sehingga bisa ditawarkan. Dengan begitu hutan bisa lestari.


Apakah Orang Kota bisa Melestarikan Hutan?

Kristian Natali, manajer program Hutan Itu Indonesia (HII), mengatakan orang kota melihat hutan itu jauh dari jangkauan mata dan pikiran kita, tidak ada relasi, dan hanya mendapat informasi tertentu padahal hutan menyediakan banyak sekali inspirasi yang bisa kita gunakan untuk kehidupan orang kota.



HII memiliki banyak program untuk mendekatkan hutan dan menumbuhkan cinta mulai dari Kampanye jaga hutan, Cerita dari hutan, Adopsi pohon tanpa menebang hutan, Produk hutan non-kayu, dan Jalan-jalan ke hutan.


Selain pesan positif yang disampaikan setiap program HII adalah pentingnya kebahagiaan dimana setiap event, HII dapat mengkoneksikan isu music, olahraga, makanan, dengan hutan sehingga setiap orang bisa berubah dan menemukan koneksinya dengan hutan. Tidak merasa tidak terhubung dan tidak merasa dekat dengan hutan meskipun tinggal di kota sekalipun. Dengan menjaga sumber pangan dari hutan maka dapat juga menjaga makanannya.


Konsumsi hasil hutan

Ketika kita memutuskan untuk konsumsi hasil hutan, baik dari komoditas pangan, komoditas kerajinan maupun pengelola jasa lingkungan, pastikan bahwa produk hasil hutan tersebut diolah selokal mungkin dimana masyarakat lokalnya memiliki kearifan lokal yang tidak mengancam kelestarian lingkungan. 


Begitu juga dengan konsumsi produk hasil hutan kayu. Sebisanya mengkonsumsi hasil hutan kayu untuk furniture yang memiliki sertifikasi kayu. Setidaknya pengelolaan yang dilakukan jauh dari kata eksploitasi dan kondisinya pun lebih baik.


Beberapa program dari HII untuk mendekatkan anak muda di perkotaan dengan hutan adalah:


Cerita dari hutan dimana dalam program ini para peserta bisa bercerita tentang hutan.


Jalan-jalan ke hutan. Dengan jalan ke hutan diharapkan peserta memiliki hubungan yang dekat dengan hutan.


Adopsi pohon. Kegiatan menjaga pohon tentu membutuhkan sumber daya. Peserta bisa berdonasi sejumlah uang untuk mendukung kegiatan patrol hutan.


Hutan itu inspirasi

Tak terbayang kan jika hutan itu punah. Minimal sumber inspirasi manusia juga bisa hilang. Hal kecil yang bisa kita lakukan bisa memberikan efek bagi bumi. Misalnya melakukan sesuatu yang bermanfaat setiap peringatan hari Bumi atau lingkungan seperti melakukan hemat energy saat Earth Hour.


Kita juga harus menemukan irisan kepentingan orang. Karena setiap kepentingan orang itu beda-beda. Misalnya pencinta fashion apa yang bisa dilakukan untuk melestarikan hutan dengan passion nya itu.



Kira-kira passion kalian apa yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal dan menjaga kelestarian lingkungan?

Jadi sebenarnya apakah kita tetap bisa memanfaatkan hasil hutan tanpa merusak kelestarian lingkungan? Dengan memperhatikan skala dalam pengelolaannya dan juga keterlibatan masyarakat yang memiliki kearifan lokal dalam penggunaan hasil hutan. Dan ini masih menjadi PR kita bersama.



Selamat hari bumi!


Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower