Sempat Gagal Mudik

Sedih ya? Ya lah. Nggak cuma saya saja yang sedih, mbahnya yang lagi kangen si Raceqy dan Ghalib pun juga begitu. Kecewa.

Jadi, waktu itu ada libur hari kejepit, saya manfaatkan mengunjungi orang tua yang kebetulan waktu itu ada di Ponorogo, tempat asalnya Bapak. Nah, waktu itu kok ya pas sekali tol Caruban banjir, dan di beberapa daerah termasuk Ponorogo juga banjir. Kami pun tahunya pas dengerin radio E100. Waktu itu qodarullah mobil kami baru sampai di Krian. Alhasil, kami berhenti di Krian dan mencari informasi dari Bapak.

Ternyata memang benar, beberapa daerah di Ponorogo dan Caruban banjir. Well, daripada kami mendatangi lokasi banjir terpaksa kami pending dulu pulang kampungnya. Padahal mbahkung udah kangen banget sama cucunya, si Raceqy. Bahkan sampai ngasih alternatif cara biar kami tetap kesana. Salah satunya mobil dititipin di rumah orang di Caruban terus dijemput Bapak pakai mobilnya yang tinggi. Wkwkwk. Tapi aku emoh. Akhirnya kami balik arah deh.

Sedih, sih tapi mau gimana lagi daripada menerjang banjir. Soalnya pernah tuh mobil menerjang banjir. Nyucinya kesel, terus kopling sempet nggak enak.

Beberapa minggu kemudian, saat ada hari libur kejepit lagi, akhirnya kami berangkat juga ke Ponorogo. Alhamdulillah nggak ada aral melintang.
Udara di desa Singgahan sebenarnya nggak jauh beda sih sama Kota Batu. Sama-sama sejuk soalnya Singgahan berada di kaki pegunungan Wilis. Katanya sih sekarang desa Singgahan udah nggak sedingin dulu tapi menurut saya tetap dingin.

Sekitar hari kedua, di pagi hari, bapak menyarankan kami makan nasi pecel. Bapak udah ngasih ancer-ancer. Cuma karena namanya di desa, nggak ada patokan yang bisa dikenali jadi deh saya sama suami sempat nyasar sampai ke desa yang tinggi sekali. Dan akhirnya gagal makan nasi pecel yang terkenal enak si Desa Singgahan.


TELAGA NGEBEL

Saat weekend, Bapak ngajak kami ke Telaga Ngebel yang nggak jauh dari Singgahan. Perjalanannya menuju Ngebel menurutku indah sekali. Maklum namanya juga orang kota jarang banget lihat pemandangan alam hehe. Kami melewati jalanan yang sempit, berkelok-kelok dan terus naik. Meski banyak jalan yang rusak, tapi pemandangannya sawah nan hijau.

Akses jalan 

Sebenarnya akses jalan untuk pergi ke Telaga Ngebel ini bisa lewat kota yang kayaknya jalannya lebih mulus. Tapi karena saya ada di desa jadi lebih dekat lewat terabasan. Dari Singgahan kami ke arah Pulung kemudian sampai pertigaan sebelum Pasar Pulung belok ke kanan. Nah, ikuti jalan saja. Setelah itu, saya nggak hapal. Haha. Memang lebih aman lewat kota saja. Karena jalannya banyak yang rusak dan cukup terjal. Namun, setelah dekat ke telaga, jalanan lebih banyak menurun. Oiya, karena jalan di telaga Ngebel cukup sempit jadi dibuat satu arah. Kita harus benar-benar memperhatikan tandanya ya.

Tiket Masuk dan Jam Buka

Enaknya, wisata murah meriah di Ponorogo tidak perlu tiket masuk. Kita pun bisa berkunjung kapan saja karena wisata Telaga Ngebel tidak ada jam buka dan jam tutup. Hanya saja untuk permainan yang ada di Telaga Ngebel seperti perahu santai, speedboat baru buka sekitar pukul 08.00.

Ngapain aja ke Telaga Ngebel?

Terakhir ke Telaga Ngebel itu tahun 2017. Waktu itu saya belum sempat keliling Telaga Ngebel. Ketika bulan lalu saya kesana lagi, saya melihat beberapa perubahan dalam pengembangan wisata keluarga tersebut. Telaga Ngebel sekarang memiliki landmark yang bertuliskan "Telaga Ngebel" di pinggir danau.

wisata keluarga di Ponorogo, wisata murah meriah di Ponorogo, wisata alami di Ponorogo, tempat wisata murah, Ponorogo, Wisata Telaga Ngebel, Ngapain aja di Telaga Ngebel, Pergi ke Telaga Ngebel, Tiket masuk Telaga Ngebel,
Patung di Telaga Ngebel

Selfie or Wefie Asyik!

Sayangnya, pengunjung hanya bisa berfoto di depan landmark itu ketika menaiki perahu santai atau speedboat. Penumpang bisa meminta sang nahkoda mendekati landmark demi sebuah foto. Tak hanya itu, saya melihat gapura berbentuk Reog dan patung yang mengarah ke telaga sebagai tempat untuk berfoto. Selain itu, terdapat bangunan terbuka untuk tempat duduk di pinggir telaga. Di sini anginnya sepoi-sepoi ditambah lokasi Telaga Ngebel yang berada di dataran tinggi membuat udaranya cukup sejuk.

Makan durian, nyammmm!

Kalau datang ke Telaga Ngebel saat musim durian yaitu sekitar bulan Maret atau April, maka teman-teman akan melihat banyak sekali penjual durian yang menggunakan pick up atau yang diletakkan di depan warung-warung bambu pinggir Telaga. Jadi jangan lewatkan kesempatan makan durian dari Ngebel ini.

Qodarullah saya dapat daging durian yang manis, lembut dan harum. Harganya saya kira sesuai lah sama enaknya durian sekitar 35.000 rupiah! Pas saya ke masjid ternyata memang banyak sekali pohon durian di dekat telaga Ngebel bahkan saat saya mau ke Mloko Sewu, tempat asyik melihat sunset juga banyak sekali pohon durian.

Wisata Kuliner juga!

Memang di beberapa titik, banyak warung bambu sebagai tempat menikmati kopi dan pemandangan telaga. Sayangnya, tempat itu lebih enak dikunjungi saat menggunakan motor karena tidak ada tempat parkir yang cocok untuk mobil. Kalaupun ada, tempatnya dekat permainan perahu santai dan speedboat.

Tak hanya warung bambu, di dekat pintu masuk perahu santai banyak sekali warung-warung berderet di pinggir danau. Makanan yang dijual pun beraneka ragam mulai dari gorengan, mie instan, kopi, teh, sampai nasi dan ikan bakar. Kita tinggal milih mau makan di warung atau rumah makan. Kalau rumah makan masih jalan lagi.

wisata keluarga di Ponorogo, wisata murah meriah di Ponorogo, wisata alami di Ponorogo, tempat wisata murah, Ponorogo, Wisata Telaga Ngebel, Ngapain aja di Telaga Ngebel, Pergi ke Telaga Ngebel, Tiket masuk Telaga Ngebel,
Warung Sederhana pinggir telaga Ngebel.

Fasilitas Tempat Wisata Telaga Ngebel

Tempat wisata murah meriah ini juga menyediakan banyak fasilitas agar pengunjung merasa nyaman berwisata ke Telaga Ngebel.

Warung dan Restaurant: Kuliner Asyik Menghadap Telaga

Pengunjung tak perlu risau jika kelaparan saat berwisata ke Telaga Ngebel karena banyak sekali yang menjual makanan di Telaga Ngebel, seperti bakso, gorengan, mie, ayam bakar, ikan bakar, dan lain-lain. Harganya juga tidak mahal. Pengunjung juga bisa menikmati kuliner ikan bakar di balkon restaurant yang langsung menghadap ke Telaga Ngebel. Pengunjung tinggal memilih restaurant mana yang dituju.

wisata keluarga di Ponorogo, wisata murah meriah di Ponorogo, wisata alami di Ponorogo, tempat wisata murah, Ponorogo, Wisata Telaga Ngebel, Ngapain aja di Telaga Ngebel, Pergi ke Telaga Ngebel, Tiket masuk Telaga Ngebel,
Restaurant Menghadap Telaga Ngebel

wisata keluarga di Ponorogo, wisata murah meriah di Ponorogo, wisata alami di Ponorogo, tempat wisata murah, Ponorogo, Wisata Telaga Ngebel, Ngapain aja di Telaga Ngebel, Pergi ke Telaga Ngebel, Tiket masuk Telaga Ngebel,
Naik Speedboat dari Restaurant

Parkir

Menurutku, fasilitas ini masih kurang teratur karena di beberapa tempat tidak ada parkir untuk mobil padahal pengunjung ingin berhenti di sana. Jika mobil sembarangan berhenti juga akan mengganggu sirkulasi kendaraan mengingat jalan di sana cukup sempit.

Begitu juga saat saya ingin membeli durian di pinggir Telaga. Bapak saya parkir dekat dengan penjual durian. Yang pasti ini tidak merepotkan saya dan keluarga karena tak perlu berjalan terlalu jauh untuk bisa menikmati durian.

Sementara ketika saya ingin ke dermaga kapal untuk naik perahu santai, maka bapak saya cari parkiran di tempat lain yang lebih dekat dan di pinggir jalan. Namun, apa daya, sudah banyak motor-motor parkir pinggir jalan.

Perahu Santai

Saya mengajak anak-anak, suami dna orang tua untuk naik perahu santai tapi si bapak nggak mau jadinya cuma berlima. Harga satu tiket kalau tidak salah 8.000 rupiah. Kita sudah diajak berkeliling telaga Ngebel selama kurang lebih 20 menit. Kita juga bisa foto dengan landmark bertuliskan Telaga Ngebel sayangnyaaa foto dari jarak yang cukup jauh.

wisata keluarga di Ponorogo, wisata murah meriah di Ponorogo, wisata alami di Ponorogo, tempat wisata murah, Ponorogo, Wisata Telaga Ngebel, Ngapain aja di Telaga Ngebel, Pergi ke Telaga Ngebel, Tiket masuk Telaga Ngebel,
Naik Perahu Santai

wisata keluarga di Ponorogo, wisata murah meriah di Ponorogo, wisata alami di Ponorogo, tempat wisata murah, Ponorogo, Wisata Telaga Ngebel, Ngapain aja di Telaga Ngebel, Pergi ke Telaga Ngebel, Tiket masuk Telaga Ngebel,
Foto di Landmark Telaga Ngebel


Speed Boat

Waktu itu saya penasaran pengen naik speed boat keliling Telaga Ngebel tapi kayaknya si kecil Ghalib nggak bisa ditinggal emaknya sepuluh menit aja. Jadi terpaksa saya batalkan. Harga tiketnya 70.000 rupiah. Saya lupa itu untuk per orang atau per kapal. Cuma menurutku harga segitu standar sama seperti speedboat di tempat wisata di Rowo Klampok.

Masjid

Di kawasan Telaga Ngebel ini, terdapat masjid yang cukup besar di pinggir jalan. Jangan kaget kalau pas wudhu airnya dingin bangeett. Masjid ini juga bersih kamar mandinya. Kalau pas weekend, antri kamar mandinya lumayan banyak.

Toilet

Kalau kejauhan menggunakan fasilitas kamar mandi di masjid, di area Telaga Ngebel juga ada toilet. Lihat saja di dekat dermaga perahu. Ada papan kayu bertuliskan toilet. Tapi kayaknya saya lebih suka toilet di masjid.

Villa dan Hotel

Saya cukup heran kalau ternyata di kawasan wisata Telaga Ngebel ini banyak sekali Villa dan Hotel. Ada yang berada di pinggir jalan depan telaga, ada yang harus masuk gang dulu, ada yang agak tinggi. Bangunannya ada yang hanya seperti rumah warga biasa. Saya lihat desain bangunannya nggak modern seperti hotel-hotel di kota. Harganya juga bervariasi mulai dari Rp.100.000,- sampai Rp. 300.000,-.

Ruang Terbuka untuk Panggung

Di tahun 2017 saya kesana pas banget ada acara di Telaga Ngebel. Begitu mau mask ke Ngebel saya ditawari karcis padahal gratis. Karena jalanan cukup sempit, dan banyak kendaraan yang ikut acara, jadinya susah geraknya. Di dekat pusat kuliner Ngebel situ, tepatnya di balik warung, ada ruang terbuka yang sudah di plester dan ada panggungnya.

Ada rencana pergi ke Ponorogo? Kayaknya memang nggak boleh dilewatkan berwisata ke Ngebel dan Mloko Sewu yang akan saya ceritakan di artikel lain.

Read More
Sejak dulu, saat masih kuliah, saya paling sulit berhias diri. Tak hanya urusan make-up wajah tapi juga untuk urusan penampilan. Terkadang adik saya gregetan melihat saya berpakaian seadanya.

"Bajumu itu nah. Kayak orang rembes!"

Begitu protesnya setiap saya dan adik saya akan pergi ke Mall dan saya memakai baju 'rembes' di mata dia. Maksudnya, saya seperti -maaf- pemulung. Sadis kan!

Meskipun menurut saya, penampilan saya itu biasa saja. Pakai celana jeans dan kaos lengan panjang serta jilbab segiempat. Tak cuma sekali, berkali-kali dia suka protes dengan penampilan saya. Tak jarang, ibu juga ikut mengomentari pakaian yang saya kenakan.

Waktu itu, saya ketawa saja. Karena ketika saya nyaman akan sesuatu ternyata menurut pandangan orang itu jelek. Pada akhirnya, saya memasrahkan diri. Saya biarkan adik atau ibu saya memilihkan pakaian jalan untuk saya. Kadang, saya protes dengan pakaian yang mereka pilih karena saya merasa semakin kurus, semakin hitam, dan semakin semakin lah memakai baju yang mereka pilih. Terkadang juga saya menurut saja apa yang mereka pilihkan.

Betapa cueknya saya padahal saya sudah cukup dewasa untuk bisa memilih pakaian yang saya inginkan. Nyatanya, tidak juga.

Ketika di kampus, saya sudah terlepas dari penglihatan adik dan ibu saya, otomatis saya makin bebas dong memakai pakaian yang nyaman menurut saya. Tidak ada lagi yang protes-protes saya mau pakai baju apa.

Namun, kecuekan saya itu tidak berlangsung lama. Saya suka melihat teman-teman saya yang bajunya mengikuti perkembangan jaman. Meski di fakultas teknik, banyak teman-teman saya yang perempuan penampilannya fashionable. Semua chic mulai dari jilbab, baju, tas dan sepatu. Misal hari ini pakai baju hijau, besok baju pink, lusa baju biru.

Sedangkan saya? Baju, jilbab dan sepatu saya banyak sekali yang berwarna netral, seperti hitam, coklat, biru navy. Karena saya ingin menjadi seperti mereka, saya pun pergi ke toko baju.

Lima menit. Sepuluh menit. Lihat baju model A. Lihat baju mode B. Lihat baju berwarna A. Lihat baju berwarna B. Selama satu jam akhirnya saya memutuskan untuk beli baju model Z dengan warna yang tidak jauh beda dengan warna-warna pakaian yang ada di lemari saya. Cokelat muda.
Begitu saya pakai ke kampus, saya merasa aneh karena tidak bisa jadi diri sendiri. Kenapa pula harus mengikuti jaman kalau memang tidak nyaman dan tidak percaya diri?

Sampai suatu ketika, saya penasaran mau coba kosmetik di dokter kecantikan. Dengan biaya cukup murah, kulit wajah saya yang kusam bisa menjadi kinclong, segar dan terasa kenyal seperti karet. #eh. Ada perasaan yang berbeda setiap saya melihat wajah saya saat melewati kaca. Seperti ada yang bersinar. Ciyeh. Beneran.

Wisuda pun tiba. Saya harus memakai kosmetik dari periasnya. Dan kalian tahu apa? Dua hari setelah wisuda, wajah saya langsung jerawatan. BANYAK. Merah-merah. Sampai satu wajah. Jerawat membandel pokoknya. Saya mulai bingung bagaimana menghilangkan jerawat yang banyak dan parah ini.

Saya pun ke dokter kulit (namanya Dokter Rofiq, dokter kulit yang ramai dan terkenal di Malang) dan menceritakan semuanya. Dokter pun menyuruh saya menghentikan memakai kosmetik dari dokter kecantikan itu. Kata beliau, itu yang menyebabkan jerawat. Saya tidak percaya. Masak sih? Namun, karena saya dalam masa pengobatan, saya pun menurutinya. Selama 1,5 tahun akhirnya jerawat saya sembuh!

Semenjak itu, saya tidak berani memakai kosmetik macam-macam. Saya pun kembali ke perawatan sederhana saya. Facial foam, krim siang dan bedak. Setiap saya mau jalan jauh, saya masih bisa pakai krim siang dan bedak. Terkadang juga lipstik. Sama seperti memilih warna baju, saya memilih warna lipstik pun beraninya cuma warna natural.

Setelah menikah, kecuekan saya semakin menjadi-jadi soal penampilan. Awal-awal saya memang masih bisa memperhatikan penampilan setiap mau keluar rumah atau jalan-jalan. Lama-lama saya semakin tak perduli. Saya masih sangat nyaman memakai kaos panjang, celana kain (dulunya celana jeans), jilbab segiempat dan kadang sandal jepit. Apalagi ada dua anak yang aktif, memakai baju yang nyaman dan membuat bebas bergerak masih menjadi pilihan utama.

Urusan berdandan wajah lain lagi. Meski saat SMA, sekolah pernah mengadakan beauty class, saya tidak benar-benar bisa berdandan. Paling-paling pakai facial foam, krim siang, dan bedak. Saat kuliah pun masih bertahan pakai tiga benda itu.


Namun, semenjak 2 tahun belakangan ini, saya jarang pakai facial foam atau krim siang. Bahkan bedak sekalipun. Saya sudah tidak telaten padahal perawatan diri adalah salah satu cara bersyukur kita pada Allah kan ya.

Untungnya, ketidaktelatenan saya tidak diprotes suami. Dia justru tidak suka kalau saya dandan. Pakai lipstik saja diketawain. Katanya aneh. Lah padahal saya pakai lipstik dengan warna natural meski menurut saya warna natural tetap muncul warna merahnya.

Kemudian, beberapa hari lalu, saya  diajak suami ke Tunjungan Plaza. Sebenarnya suami ingin nyari sesuatu di toys kingdom tapi tidak ada. Jadi kami jalan-jalan dari TP 3 ke TP 1. Setiap saya melewati kaca, saya melihat diri saya yang benar-benar 'rembes'. Sepertinya kalau adik saya ada, dia bakal ngomel-ngomel melihat penampilan saya. Tidak cuma masalah pakaian saja, tapi juga kulit wajah.

Tuh kan penampilan saya (kanan) wkwkwk

Saya lihat wajah saya semakin hitam dan kusam, seperti kembali ke jaman SMP. Padahal saya jarang sekali keluar rumah. Saya sampai malu sendiri. Sampai saya bilang ke suami.

"Weh. Weh. Aku kaya keluar dari goa. Kok bisa hitam kayak gini padahal jarang keluar rumah," kataku pada suami. Seperti biasa, suami cuma mesem saja. Dia juga sama. Cuek saja.

Setelah sampai di rumah, saya langsung pakai facial foam, cream cleansing sama tonic. Sepertinya saya harus jalan-jalan begitu dulu biar tergerak hati saya buat membersihkan wajah. Wkwkwk.

Melihat ketidaktelatenan saya, apa teman-teman punya resep khusus biar wajah tetap kinclong tanpa harus ribet perawatan wajah?

Kalau masalah pakaian, sepertinya saya memang belum tergerak untuk bisa tampil fashionable seperti orang-orang di Mall. Wkwkwkwk.

Kalau begitu, sampai kapan saya mulai tergerak memperhatikan penampilan dan merawat kulit wajah?

Read More
Wahana Pendulum 360 (sumber : jtp.id)

Jawa Timur adalah sebuah provinsi yang ada di Pulau Jawa. Di provinsi tersebut terdapat sebuah kota yang menyimpan destinasi wisata yang sangat populer, yakni Jatim Park yang ada di kota Batu. Jatim Park atau Jawa Timur Park ini terbagi menjadi tiga bagian yang antara lain adalah Jatim Park 1, Jatim Park 2, dan Jatim Park 3. Nah kalau kamu penasaran dengan apa saja yang ada di Jatim Park 1, maka kamu bisa temukan jawaban lengkapnya di sini. Ada banyak sekali wahana seru yang bisa kamu coba ketika kamu liburan ke Jatim Park. Tanpa berlama-lama mari kita simak langsung daftarnya.

1. Superman Coaster

Wahana yang ada di Jatim Park 1 yang satu ini tentu bisa membuat kamu memompa adrenalin. Kalau kamu suka dengan tantangan, maka kamu wajib banget untuk mencoba wahana yang satu ini. Lintasannya yang berkelok-kelok dan berputar-putar pasti membuatmu merasa deg-degan.

2. Pendulum 360

Di Jatim Park 1 ada lagi wahana yang siap memacu adrenalinmu, yakni Pendulum 360. Di wahana ini kamu akan dibawa berayun- ayun hingga berputar-putar ke udara yang bisa membuat sebuah pengalaman tak terlupakan.

3. Galeri Etnik

Bukan hanya wahana yang menegangkan saja, disini juga ada Galeri Etnik yang siap memberikan banyak edukasi penting. Di galeri ini kamu bisa melihat banyak sekali pameran yang menampilkan adat di banyak daerah di Indonesia.

4. Volcano Coaster

Ingin merasakan bagaimana rasanya menaiki kereta yang kecepatannya sangat tinggi? Kamu bisa mencoba wahana Volcano Coaster di mana kamu akan diajak menaiki kereta menembus gunung berapi yang sedang aktif.

5. Flying Tornado

Ada lagi wahana yang seru untuk kamu coba sebagai penyuka tantangan. Wahana tersebut adalah Flying Tornado. Di wahana ini kamu akan diajak untuk merasakan bagaimana rasanya berada di tengah tornado yang berputar-putar di udara.

6. Sky Ride

Kalau kamu ingin menikmati jalan-jalan santai di udara, maka kamu bisa mencoba wahana bernama Sky Ride. Wahana ini bentuknya seperti sepeda udara yang berjalan di atas rel. Dengan kecepatan yang santai, kamu bisa berkeliling sambil menikmati pemandangan dari atas.

7. Waterboom

Nah, kalau kamu sudah siap untuk basah-basahan, kamu bisa datang ke waterboom yang ada di Jatim Park 1. Di sini kamu tak hanya bisa bermain air dan berenang, namun juga mencoba banyak sekali jenis seluncur air yang seru.

8. Science Center

Masih ada lagi wahana di Jatim Park 1 yang menawarkan rekreasi berbasis edukasi. Tempat tersebut adalah Science Center. Di sini kamu bisa belajar mengenai ilmu pengetahuan yang pastinya sangat seru untuk kamu ketahui.
Selain yang sudah disebutkan diatas, masih ada lagi beberapa wahana seru yang bisa kamu coba selama kamu berada di Jatim Park 1. Penasaran ingin mencoba semuanya? Kamu bisa langsung datang ke sini dengan membeli tiket masuk Jatim Park 1 secara online. Dengan demikian kamu tak perlu repot-repot mengantri untuk membeli tiket karena kamu bisa melakukannya dari mana saja dan kapan saja. Kamu bisa membeli sekaligus tiket masuk wisata Jatim Park 1 untuk kamu dan juga semua anggota keluarga. Dengan begitu kamu bisa liburan ke Jatim Park 1 beramai-ramai bersama keluarga tersayang.

Read More

Seberapa seringkah kalian mencuci mukenah kalian?

Hayo, teman-teman bakal menjawab berapa lama? Ada yang sampai satu tahun? Hihihi. Saya kayaknya pernah deh. Apalagi pas masih gadis, masih belum peduli nyuci sendiri. Terus kalau nggak sampai hitam jamuran nggak bakal dicuci. Eh, kalau sudah hitam jamuran sih biasanya susah dibersihkan. Padahal Allah suka dengan sesuatu yang bersih. Masak iya kita menghadap Allah tapi badan dan pakaian kita kotor?
Mukenah (foto Tribunnews)

Sebenarnya kenapa sih bisa jamuran seperti itu?

Saya dulu waktu masih gadis suka pakai mukenah dengan kondisi kepala yang masih basah. Terus pas pakai mukenah jadi ikut basah. Lama-kelamaan, di bagian kepala pasti hitam-hitam berjamur. semenjak itu, saya selalu membersihkan bekas wudhu dengan handuk. Kalaupun mukenah saya basah, saya jemur atau minimal saya gantung di gantungan paku sampai benar-benar kering. Pokoknya jangan sampai lembab. Meski sampai sekarang, jamur-jamur bintik hitam itu masih menempel di mukenah saya, tapi nggak secepat kalau wudhu tanpa pakai handuk.
Terus, saya paling nggak suka kalau ada orang pinjam mukenah tapi kepalanya nggak dibersihkan dulu. Soalnya agak gimana gitu abis dipakai orang terus basah gitu. Nggak nyaman aja pas sholat. Apalagi pas lagi sholat di luar terus mukenah dipakai orang dengan kondisi basah, sholat jadi nggak nyaman ditambah bau-bau lembab mukenah. Untung saja karena pakai jilbab jadi mukenah yang basah nggak kena kepala langsung. Endel ya. Hahaa.

Cara menghilangkan jamur pada mukena?

Saya pernah mencoba menghilangkan bintik-bintik hitam pada pakaian dengan cara-cara yang digunakan di internet. Beberapa pakaian memang nggak berhasil, tapi di beberapa jenis pakaian yang lain berhasil. Saya nggak tahu apakah karena yang berhasil itu belum lama berjamurnya jadi gampang dicucinya. Menurut saya juga, jenis kain juga mempengaruhi hilangnya bintik hitam.

Kalau warna pakaiannya putih, memang lebih mudah kita memakai pemutih terus di sikat dengan kayu. Kalau yang ini saya belum berhasil. Tapi saya pernah membersihkan kain stroller anak saya, sudah ada bintik-bintik jamurnya. Langsung deh saya bersihkan pakai deterjen atau sabun mandi terus saya sikat. Eh, alhamdulillah hilang. Saya juga pernah coba pakai baking soda pada pakaian anak saya yang banyak bintik hitam, juga nggak pengaruh.

Kalau baca di internet sih katanya pakai jeruk nipis, cuka, atau garam. Namun saya belum mempraktekkannya di mukenah. Ada yang sudah coba?

Terus kalau nggak bisa hilang jamurnya?

Yaudah, kayaknya memang harus beli baru. Hehe, maksa ya! Nggak maksa juga sih. Menurut saya perlu aja tuh sesekali beli mukenah lagi. Allah kan menyukai keindahan dan kebersihan. Jadi, ketika kita berjumpa dengannya dalam sholat, usahakan pakaian kita bersih dan kita dalam keadaan suci.

Nah, apa pertimbangan teman-teman memilih mukenah?

Sebagai Muslimah di Indonesia yang beriklim tropis, tentunya kita bisa mengevaluasi sendiri mukenah yang cocok buat kita yang seperti apa. Saya pernah memakai mukenah berbahan tipis sekali sampai-sampai kalau ada angin lewat, mukenahnya melayang-layang. Kalau jenis seperti itu memang cocok untuk dibuat travelling karena bahannya ringan. Kalau kena basah pun cepat keringnya. Kalau di tempat yang banyak anginnya kayaknya enak aja tuh, karena angin bisa masuk dari sela-sela mukenah. Haha. 

Saya juga punya mukenah katun, kainnya tebal. Kado dari seseorang saat saya baru menikah. Menurut saya kainnya enak. Namun lama keringnya kalau kena basah. Meski bahannya adem, tetap saja saya kepanasan karena saya tinggal di Sidoarjo yang panas. Hehe.

Nah, katanya ada kain mukenah yang nyaman saat dipakai alias bahannya adem, dan tidak menerawang. Namanya kain rayon. Saya pun baru tahu ada jenis ini. Jenis kain ini pun berbeda tingkatannya. Ada yang sangat tipis. Ada juga yang cukup tebal. Jenis kain rayon ini yang paling dicari di tahun 2018 silam loh!

Kalau teman-teman ingin cari kain mukenah berbahan rayon ini, kalian bisa cari di website blibli.com di Menu Fashion Wanita kemudian pilih Muslim Kategori Wanita. Selanjutnya pilih Perlengkapan Sholat Wanita. Harganya bervariasi.


Mukenah Wanita

Nggak hanya mukenah jenis rayon, jenis katun pun juga ada. Atau teman-teman mencari mukenah untuk traveling? blibli.com juga menyediakan berbagai macam model dan warna mukenah. Harganya juga bervariasi. Paling murah Rp. 75.000,- dan paling mahal sekitar Rp. 950.000,-.

Tak perlu capek-capek keliling pasar yaa. Langsung cuusss ajaa... Ada yang mau beliin saya nggak? hhehehe

Read More

Pindah kota dengan membawa anak kecil kadang muncul kekhawatiran-kekhawatiran yang terjadi. Saya juga pernah merasakan saat akan pindah ke Sidoarjo dari Malang. Jaraknya sih cukup dekat hanya 2,5 jam namun perbedaan cuaca itu yang membuat saya khawatir. Ternyata pindah kota itu tidak selamanya baik-baik saja. Selain saya yang harus beradaptasi dengan kondisi sekitar, ternyata anak juga mengalami adaptasi. Yang paling terlihat sih anak menunjukkan sikap rewel. Nah kalau rewel ini sebenarnya agak sulit ditelusuri penyebabnya kalau anak masih belum bisa ngomong seperti Raceqy waktu itu.

Saya baru sadar setelah beberapa hari saat mengajaknya keluar rumah. Kulitnya mengalami biang keringat. Mungkin namanya baru pindah ke kota yang panas, jadi kulit anak saya beradaptasi dengan cuaca yang panas. Paling mencolok sih, anak kulit saya banyak ruam-ruam alias biang keringat. Dia nggak betah karena gatal sekali biang keringat itu. Saya kasih bedak, minyak, dan baby cream. Bahkan saya sempat beli sabun cair khusus. Saya sempat mengira karena anak saya tidak cocok dengan airnya. Saya kasih terus pokoknya sampai hilang. Meskipun begitu, biang keringat itu hilang ketika anak saya kembali ke rumah mbahkung dan utinya di Malang. Hehe. Mungkin karena dingin dan jarang berkeringat ya jadinya nggak keluar biang keringatnya. 

Kalau kata tante saya sih biang keringat muncul itu pas kita lagi keringatan terus kita siram air atau mandi. Makanya saya disuruh membersihkan keringat dengan handuk baru kemudian dimandiin.  
Ternyata, saat anak kedua saya lahir di Malang dan saya bawa ke Sidoarjo ketika usianya 1 bulan, dia pun mengalami hal yang sama. Rewel karena biang keringat. Saya merasa kasihan saja karena anak bayi belum bisa cerita sakitnya. 

Belum lagi waktu saya belum sempat beli bak mandi untuk bayi. Saya selalu kebingungan setiap memandikan si bayi tanpa ember. Kasihan euy! Apalagi saya belum berani keluar bawa mobil. Motor pun nggak ada. Adanya sepeda pancal. Kan nggak mungkin banget. Suami juga udah keburu ke kantor.

Akhirnya saya beli di bapak-bapak yang menjual peralatan rumah tangga keliling. Begitu saya tanya perlengkapan mandi bayi seperti bak mandi itu, bapaknya bilang akan dibawakan besok. Melihat beliau antusias kalau saya mencari bak mandi, maka saya mengiyakan saja dan menunggu bak mandi diantar besok. Padahal hari itu juga saya bisa minta suami carikan bak mandi. Tapi yaudahlah nunggu bapak-bapak besoknya.

Jadinya, saya kalau mau beli perlengkapan mandi bayi seperti sabun cair, shampoo, odol dan sikat gigi atau popok ya pas saya berkunjung ke rumah mertua saya di Malang. Repot ya. Haha.

Harusnya sih ibu-ibu gak perlu repot kayak saya. Masalah ibu-ibu yang punya anak kecil dan baru pindah kota nggak usah bingung mau beli perlengkapan mandi bayi dimana.

Ibu-ibu bisa klik blibli.com dan pilih menu Ibu dan Anak kemudian pilih Peralatan Mandi dan Perawatan Kulit. 


Di marketplace ini dijual berbagai merek dan modelnya. Mereknya juga  ternama dan berkualitas seperti Beaba, Beauty Barn, Blooming Bath, Boon, Chuchu Baby, Clevamama, Costly, Haba, Jo-Jo, Johnson’s, Kidsme, Lucky Baby, Mommy’s Helper, Munchkin, My Little Pony, Pororo & Friends, Pumpee, Skip Hop, Soapsox, The First Years, Tokusen, Tommee Tippee, dan Vulli. Ada harga ada kualitas ya Mom. 

Harganya sih menurut saya standar lah. Nggak terlalu mahal dan nggak terlalu murah. Untuk pembayarannya pun bisa dicicil dengan sistem pembayaran cicilan 0% tenor 6 atau 12 bulan dan fasilitas gratis biaya pengiriman barang ke seluruh Indonesia.

Jadi, Mom langsung cusss aja yaa ke website-nya.
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower