Sulam alis



Mungkin bagi kamu yang dilema untuk sulam alis, saya ada cerita pengalaman orang tentang sulam alis. Sebut saja namanya Ayu.

Ayu ini sempat bingung waktu pertama kali menentukan tempat buat sulam alis. Karena rekomendasinya banyak dan malah jadi tambah nggak bisa menentukan.

Terus akhirnya ada salah satu teman Ayu yang merekomendasikan Rainbrow sulam alis karena temannya Ayu udah sulam alis di situ dan Ayu melihat hasilnya bagus banget.

Kemudian tiga hari setelah Ayu mendapatkan rekomendasi dari temannya, Ayu langsung pergi ke Rainbrow sulam alis. Di sana Ayu langsung disambut dengan baik banget oleh staf yang kerja di sana dan langsung diarahkan untuk konsultasi.

Ayu ditanya mau model alis yang seperti apa, yang warnanya bagaimana, pokoknya ditanya detail banget. Pihak Rainbrow menanyakan ini ke Ayu dan klien yang lain bertujuan supaya nanti hasilnya sesuai dengan yang diinginkan. Saat itu Ayu juga diberi beberapa contoh gambar portofolio hasil sulam alis mereka yang super duper keren.

Karena Ayu masih bingung mau model yang seperti apa, akhirnya kakak beautitian-nya rekomendasiin model, bentuk, dan warna alis yang cocok buat Ayy. Karena katanya setiap wajah itu punya model sulam alis yang pas, jadi bagian atas yang kelihatan bagus dipasang di alis A belum tentu cocok untuk B. Di situ Ayu merasa benar-benar terbantu banget setelah konsultasi dengan kakaknya.

Kalau Ayu sendiri sebenarnya pengen sulam alis karena males kalau harus ngalis terus menerus. Apalagi alis Ayu itu tergolong alis yang tipis bahkan banyak yang bilang kalau Ayu nggak punya alis. Sering juga tragedi waktu bikin alis malah pensil alisnya patah dan itu bikin kesel banget. Sebenarnya itu yang jadi alasan mendasar kenapa Ayy pengen sulam alis.

Tapi ternyata sama kakaknya direkomendasikan model sulam alis yang menurut Ayu itu cocok banget di wajahnya. Ayu merasa deg-degan pas mulai proses sulam alis dari awal. Karena ini merupakan pengalaman pertama Ayu melakukan sulam alis.

Sebenarnya dari pihak Rainbrow sendiri sangat bersedia untuk melakukan konsultasi via WA, karena stafnya emang seramah itu. Cuman karena Ayu nggak punya banyak waktu buat ngurus ini itu, dan selagi Ayu lagi ada waktu kosong, jadi langsung Ayu datangi tempatnya buat konsultasi secara langsung. Di hari itu juga proses sulam alis langsung dievakuasi.

Untuk proses penggambaran pola alis Ayu atau outline alisnya memang memakan waktu cukup lama sekitar lebih dari satu jam. Sebelum digambar pola alis, alis diberi krim terlebih dahulu supaya tidak sakit. Sebenarnya kalau Ayu sendiri nggak masalah untuk proses awal yang lama, karena ini benar-benar menandakan kalau beautitian-nya benar-benar detail dan hati-hati dalam proses penggambaran alis.

Setelah proses penggambaran selesai, Ayu diminta untuk tiduran berbaring di alas yang tersedia. Kemudian kakak beautitian-nya bikin lapisan kedua di alis yang menggunakan krim anestesi lagi, atau mungkin orang awam sering menyebutnya bius lokal.

Ayu kurang begitu paham di tempat lainnya menggunakan krim anestesi atau tidak, tapi Ayu berharap banget sih iya. Krim anestesi tersebut dioleskan dengan tujuan untuk penebalan kulit area alis sehingga ketika proses sulam alis tidak merasa sakit. Nah benar kan, ini semacam bius lokal, jadi waktu proses sulam alis tidak merasakan terlalu sakit.

Kemudian proses selanjutnya setelah diolesi krim putih anestesi, kedua alis Ayu dibungkus seperti menggunakan plastik wrapping. Ayu kurang paham istilah plastik ini apa, tapi memang bentuknya seperti plastik. Dan saat proses alis dibungkus, Ayu ngantuk karena harus menunggu sekitar 50 menit hingga krim anestesinya bekerja. Jadi Ayu tinggal tidur biar sambil santai, karena pasti males banget nungguin 50 menit diem aja cuma buat nunggu alis yang dibungkus plastik.

Setelah waktu berlalu sekitar 50 menit, si beautitian balik lagi ke tempat Ayu dan membawa peralatan yang cukup lengkap untuk memulai sulam alis. Lalu dimulailah proses perang membuat sulam alis Ayu.

Saat si beautitian mulai menorehkan jarum sulam ke alis Ayu nggak merasa sakit berlebih, jadi Ayu mikir memang krim anestesi yang dioleskan udah meresap dan berfungsi. Ayu cuma bisa merasakan gerusan-gerusan di area alis yang terngiang-ngiang, karena suaranya sangat crunchy.

Mungkin ada beberapa waktu di mana Ayu merasa sedikit ngilu, tetapi itu cuma ngilu yang sekedar lewat saja. Kemudian kakaknya mulai mengoleskan anestesi tambahan ke bagian alis, dan di situ rasanya agak perih, tetapi perihnya lama-lama hilang karena kulit area alis kembali menebal.


Jadi selama proses sulam alis Ayu nggak merasakan sakit yang berlebih. Mungkin sesekali ngerasa terkejut tapi sebenarnya itu nggak sakit-sakit banget. Karena Ayu pakai model alis 21D, jadi teknik yang digunakan adalah teknik microblading.

Kakaknya kembali mengerjakan proses sulam alis di wajah Ayu hingga selesai. Kalau untuk proses sulam alisnya sendiri nggak lama, karena proses pengerjaannya dilakukan langsung di kedua alis sekaligus, bukan satu-satu. Ayu tidak merasa ragu sulam alis di sana karena pegawainya sudah sangat berpengalaman dan pastinya bersertifikat.

Sedangkan untuk proses pelapisan tinta di alis hanya menunggu sekitar 5 menit saja, setelah itu tinta di bagian alis dihapus kembali. Dan akhirnya jadi hasilnya! Ayu senang karena hasilnya bagus dan melebihi ekspektasi.

Untuk proses sulam alis di Rainbrow sudah selesai. Namun untuk melihat hasil yang optimal, Ayu harus menunggu sekitar waktu satu minggu sehingga semua sel-sel kulit mati di area alis bisa terkelupas atau peel off. Dua jam setelah sulam alis selesai, bagian alis dicuci dengan Rainbrow Shampoo, dibilas lembut dan dikeringkan dengan tissue tapi jangan diusap. Barulah diolesi vitamin Rainbrow.

Nah ini yang menjadi tantangan banget buat Ayu, karena dalam waktu satu minggu tersebut area alis tidak boleh melakukan olahraga berat yang mengeluarkan banyak keringat, pergi ke sauna, atau kegiatan outdoor yang panas terlalu lama. Stres kan pasti? Apalagi dalam jangka waktu satu minggu itu Ayu juga harus berangkat kerja dan nggak melulu di rumah.

Dan kebetulan saat itu lagi lumayan banyak pekerjaan outdoor, jadi Ayu benar-benar was-was banget untuk menjaga alis yang cantik dan menawan. Hanya saja ada tantangan tersendiri karena setelah anestesi di area alis habis, aku mulai merasa sakit dan perih.

Ini wajar dialami oleh orang-orang yang melakukan sulam alis dalam masa recovering. . Kadang juga Ayu merasa di area alis gatal dan geregetan ingin menggaruknya. Tapi harus benar-benar tahan, supaya hasilnya optimal. Ayu suka karena hasil sulam alisnya keren. Ayu nggak perlu repot-repot lagi buat gambar alis selama dua tahun.


Oiya, hanya mengingatkan, pertimbangan hukum sulam alis dalam agama Islam tentu hal yang utama. Kalian tentu lebih paham ya bagaimana hukumnya. Dan apa yang menyebabkan dilarang melakukan sulam alis. Beberapa sumber menjelaskan larangan dan syarat ketika diperbolehkan untuk melakukannya, misalnya untuk kesehatan atau syarat lain yang membuat diperbolehkannya. Silakan diputuskan ya. Ini hanya cerita pengalaman orang lain yang melakukan sulam alis. 
Read More
Teman-teman pernah melihat desain rumah Scandinavian? Saat ini ada beragam bentuk dan interior rumah yang bisa dipilih, dan tidak monoton seperti dulu. Ketika ingin membeli rumah, baik via KPR atau membeli langsung ke pemilik lama, maka bisa memilih rumah Scandinavian. 

Ciri rumah skandinavia



Ciri-ciri Rumah Scandinavian

Seperti apa ciri desain rumah Scandinavian yang nyaman? Yuk baca sampai selesai.

1. Warna-Warnanya Cerah

Umumnya, cat pada desain rumah Scandinavian Style berwarna terang, seperti krem, biru muda, dll. Mengapa harus warna yang cerah? Karena Skandinavia (Swedia, Denmark, dan sekitarnya) berada di kawasan Nordik, Eropa Utara. Di sana cuacanya sangat dingin (karena dekat dengan kutub). Oleh karena itu butuh cat warna cerah untuk memberi kesan sehangat matahari.


Rumah Scandinavian sangat cocok untuk teman-teman yang baru menikah atau punya anak kecil. Warna catnya cerah membuat suasana makin meriah dan anak-anak bisa bebas bermain di dalamnya. Kesannya jadi hangat, menyenangkan, dan nyaman untuk dibuat istirahat di akhir minggu.

2. Lantai Kayu

Keunikan dari desain rumah Skandinavia style adalah lantainya terbuat dari kayu. Jika di Indonesia umumnya berlantai tegel keramik, maka di Eropa Utara lebih banyak rumah berlantai kayu. Ciri khas rumah-rumah klasik Eropa memang berlantai kayu, tak hanya rumah untuk orang kaya tetapi juga orang biasa.

Namun jika teman-teman ingin punya rumah bernuansa Skandinavia sendiri, tak usah khawatir. Pasalnya, biaya membuat lantai kayu dan membongkar keramik lantai juga lumayan tinggi. Tinggal diakali saja. Pasang saja stiker vinyl di lantai yang bermotif kayu, ruangan jadi apik seketika.

3. Tanpa Karpet

Jika di rumah Mediteranian cirinya memiliki karpet, maka di rumah Scandinavian malah tidak ada karpet. Rumah tipe ini memang cenderung simple dan modern sehingga tidak butuh karpet sebagai penghias ruang tamu atau ruang tengah. Malah lebih bagus karena teman-teman tidak usah beli karpet lalu mengeluarkan biaya laundry tiap bulan, hehehhe.

4. Furnitur Kayu

Selain lantai kayu, rumah Skandinavia juga memiliki ciri furnitur kayu. Warga Skandinavia lebih suka sesuatu yang natural, dan untuk perabotan rumahnya juga memilih yang berbahan kayu daripada logam atau bahan lain. Furnitur kayu di Indonesia banyak sekali, jadi tidak usah bingung harus membeli di mana, apalagi impor dari Skandinavia!

Untuk furnitur kayu maka padukan dengan lantai kayu atau stiker vinyl bermotif kayu. Misalnya untuk lantai warnanya cenderung coklat muda, maka furnitur kayunya bisa memilih coklat tua. Nuansa natural akan terlihat, bagaikan sedang liburan di Swedia, padahal ada di Indonesia.

5. Ruang yang Lapang dan Rapi

Kalau teman-teman ingin merombak rumah dan menjadikannya berdesain interior ala Skandinavia, maka langkah pertama adalah decluttering alias membuang barang-barang lama yang tak digunakan lagi. Rumah Skandinavia terlihat luas dan rapi, sehingga benda-benda yang menumpuk dan lawas disingkirkan saja.

Setelah pembersihan sekarang saatnya penataan ala Skandinavia. Lantai dan furnitur bernuansa kayu sudah siap, ruangannya dirapikan hingga bersih dan lapang. Beri jarak yang cukup antar furnitur sehingga jadi terlihat luas. Rumahpun nyaman untuk ditinggali dan makin unik karena bernuansa Skandinavia.

Ada beberapa ciri rumah Skandinavia yang terlihat elok dan apik dipandang. Selain warnanya cerah (bisa warna pastel atau warna terang yang lain), rumah ini juga bercirikan kayu. Mulai dari lantai sampai perabotan memakai kayu, sehingga terlihat manis dan natural. Penataan ruang-ruangnya juga lapang sehingga makin nyaman dihuni oleh teman-teman sekeluarga.
Read More

Saat pulang kampung ke Sragen, saya dan suami mengunjungi Museum de Tjolomadoe, di Karanganyar. Memang selama ini Pabrik de Tjolomadoe dikenal berada di Surakarta (Solo) karena memang tempatnya berdekatan dengan Solo. Sebenarnya Pabrik de Tlojomadoe atau Colomadu yang menjadi destinasi wisata favorit di Solo dan sekitarnya berada di Kabupaten Karanganyar.


Beberapa kali saya melewati destinasi wisata bersejarah Museum Colomadu tapi baru ini saya berkunjung. Bangunannya yang berada di pinggir jalan antar kota dengan cerobong asap yang tinggi dan halaman yang luas memang menarik perhatian saya setiap melewati jalan tersebut.


Hanya saja, baru pulang kampung beberapa bulan lalu kami baru sempat mengunjunginya.


Karena Pabrik de Tjolomadoe adalah wisata museum yang mungkin membuat anak-anak kami berlarian kesana kemari bahkan mengajak kami pulang sebelum selesai eksplorasi museum, maka saya memutuskan tidak mengajak anak-anak kami yang masih balita.


Lokasi wisata yang strategis

Saya cukup sering lewat jalur alternatif dari Boyolali menuju tempat ini. Jadi saya sering lihat bangunan de Tjolomadoe ini. Lokasi Museum Colomadu tidak jauh dengan Bandara Adi Soemarmo yaitu berada di Jl. Adi Sucipto No.1, Paulan Wetan, Malangjiwan, Kec. Colomadu, Kabupaten Karanganyar.


Cocok untuk Sesi Foto

Ketika saya baru tiba, saya ditanya oleh Pak Satpam begini, “Maaf, ada keperluan apa Pak?”


Pertanyaan yang sempat bikin kaget. Mungkin kami terlalu pagi datangnya. Sekitar jam 9an, sementara museum buka jam 10an. Tapi kami tetap saja bingung. Lah, memangnya selain berkunjung ke museum, mau ngapain lagi ya? Setelah kita bilang berkunjung, kemudian kami dipersilakan masuk setelah membayar uang parkir. Katanya nanti tiket parkir itu akan dikembalikan uangnya khusus pengunjung museum.


Sepertinya kami pengunjung pertama karena di area parkir yang sangat luas itu tidak ada kendaraan. Ada sih kendaraan di area yang lain tapi bukan tempat parkir. Beberapa orang saya lihat keluar dari halaman gedung yang ada di belakang dengan tampilan modis. Saya bisa menebak mereka pasti habis sesi foto.


Nah, saya pun tidak mau melewatkan kesempatan ini. Mumpung parkiran lagi sepi dan belum banyak orang berlalu lalang di depan gedung, saya pun mengambil foto-foto dengan latar gedung Pabrik de Tjolomadoe. Pabrik gula yang sudah ada sejak tahun 1861.


Keren banget kok!


Museum de Tjolomadoe


Jam buka dan tiket masuk

Jam buka Wisata Museum De Tjolomadoe ini dari hari Selasa sampai Ahad/Minggu pukul 10.00 – 17.00 WIB.


Harga tiketnya untuk satu orang dewasa sekitar 35 ribu. Kalau tidak salah harga parkir mobilnya gratis bagi pengunjung museum tapi kita ditarik uang parkir dulu saat melewati pos jaga. Nanti dikembalikan uangnya saat di loket tiket masuk. 


Museum Colomadu yang Modern 

Saat masuk, saya diminta berdiri di depan layar dengan kamera terpasang untuk diperiksa suhu tubuh dan wajah saya terlihat di layar. Baru kali ini tubuh saya dicek dengan teknologi layar thermal. 


Setelah cek suhu tubuh, saya langsung disuguhkan dengan mesin penggiling tebu yang besar. Bentuknya seperti roda dengan jari-jari dua kali tinggi orang dewasa. Saya sih langsung bertanya-tanya dalam hati bagaimana prosesnya.


Kemudian di pojok bangunan ada papan berisi foto-foto tentang sejarah revitalisasi pabrik Colomadu dan sejarah Pabrik Gula de Tjolomadoe.


Alasan Anak Milenial Harus Datang ke Museum Colomadu

Setelah itu, saya masuk ke dalam dan saya terkesima karena baru ini saya melihat museum di Indonesia yang keren dan moderen. Kesimpulan saya waktu itu, wah ini kemajuan besar bagi perkembangan museum Indonesia. Wajar sekali jika museum sangat diidentikkan dengan wisata sejarah yang membosankan dan kurang atraktif. Namun, tidak saya rasakan di Museum Colomadu ini. Apa saja alasan kalian harus ke Museum Colomadu ini?


Peninggalan bangunan yang menjadi estetis 

Sisa-sisa peninggalan benda pada bangunan pabrik gula Colomadu yang berubah menjadi estetis dan indah dipandang. Contohnya mesin penggilingan, tempat pemurnian, mesin ketelan, bahkan akar pohon yang merayapi dinding saja dibiarkan.

Wisata sejarah de Tjolomadoe

Diorama sederhana, mudah dimengerti tapi tampak elegan

Diorama adalah wujud benda tiga dimensi dalam ukuran kecil untuk menggambarkan suatu pemandangan atau adegan agar lebih mudah dipahami. 


Diorama yang paling menarik saya adalah diorama proses penggilingan tebu yang ditutup dengan kotak kaca dan lampu sorot kecil di setiap sudutnya sehingga tampak elegan. 


Dari diorama itulah, saya jadi tahu bagaimana proses penggilingan tebu yang dibawa oleh petani tebu dengan gerobak kecil, kemudian digiling di miniatur Pabrik Colomadu dan hasilnya dibawa lagi oleh pekerja dengan gendongan bambu.

Diorama Museum Colomadu


Peta penyebaran pabrik gula yang interaktif 

Saya paling suka dengan media informasi sejarah yang berupa peta ini. Misalnya peta jalur kedatangan  gula di Hindia Belanda. Peta jalur ini tidak seperti peta yang kita lihat di buku Atlas dulu tapi ditampilkan di dinding dengan ukuran besar. Informasi yang ada di dalam petanya pun tidak penuh sehingga pengunjung tidak pusing dengan informasi yang diberikan.


Peta lainnya yang menurut saya begitu mengesankan adalah peta pabrik gula di pulau Jawa yang berupa topografi tapi berbentuk animasi. Sebenarnya peta ini ditampilkan dalam sebuah layar gelap dan posisinya tertidur. Ketika pulau Jawa ditampilkan seolah-olah pulau itu muncul berbentuk tiga dimensi dan ada konturnya padahal hanya ditampilkan di layar datar.

Peta pabrik gula di Pulau Jawa


Deskripsi bilingual Indonesia dan Inggris

Museum ini tidak hanya ditujukan untuk warga lokal saja tapi juga orang asing karena informasi yang diberikan ada dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.


Maket dan denah bangunan pabrik Colomadu

Denah pabrik Colomadu yang dibuat ini  merepresentasikan kondisi pabrik tahun 1998. Denah yang dibuat tampak biasa meski maket yang dibuat menurut saya benar-benar Jawasentris karena dibuat dari bahan kayu seperti rumah Jawa.


Linimasa perkembangan pabrik gula Colomadu

Untuk mengetahui sejarah suatu tempat biasanya museum akan menampilkan linimasa sejarah tersebut. Kadang linimasa hanyalah untaian kata-kata panjang begitu menjemukan. Namun, hanya dengan tambahan foto, narasi singkat dan penambahan garis linimasa dari tahun ke tahun justru memudahkan pengunjung Wisata Museum Colomadu menyerap informasi.


Infografis yang informatif pada dinding museum 

Saya temukan banyak sekali infografis-infografis berukuran besar di dinding museum. Informasi yang diberikan mulai dari sejarah pabrik gula Colomadu, jumlah produksi gula Colomadu 1900-1935, distribusi dan ekspor gula, kebijakan politik pemerintah kolonial di Hindia Belanda, alih otoritas Mangkunegaran di Colomadu, kontribusi terhadap masyarakat, dan juga sosial budayanya.


Ruangan warna-warni

Salah satu keunikan dari museum pabrik gula Colomadu adalah adanya ruangan khusus Glow In The Dark dari Artificial Intelligent Architecture. Jadi saat lampunya dimatikan, gambar warna-warni itu akan tetap menyala. 


Gambarnya tentang lansekap gunung Lawu dan pabrik gula Colomadu. Sedangkan tangan besar itu saya nggak paham maksudnya apa. Mungkin ada yang tahu? Karena kurangnya informasi jadi saya kurang mengerti. Ruangan ini cocok untuk kaum milenial yang ingin berswafoto.


Glow in the dark Colomadu


Video tentang sejarah perkebunan tebu

Tak hanya berupa tulisan saja informasi disajikan tetapi juga banyak video-video yang ditampilkan. Mulai dari video lawas orang jaman dulu yang ada di kebun tebu sampai video animasi proses pengolahan tebu termasuk juga proses kimiawinya di Pabrik Gula Colomadu. 


Etalase berisi potongan tebu

Ada lagi etalasae yang di dalamnya terdapat tiga jenis potongan tebu yang dipakai oleh PG Colomadu dulu. Saya tak hapal membedakan ketiganya. Bentuknya kok kayanya sama saja semuanya. Hehe.


Blueprint desain pabrik

Blueprint atau cetak biru ini ditampilkan juga untuk memberi informasi mengenai rancangan mesin, cerobong asap pabrik Colomadu di atas kertas berwarna biru. Blueprint pabrik Colomadu ini dibuat tahun 1916, masih berbahasa Belanda dan beberapa bagian sudah ada yang sobek. 


Cover buku tentang pengolahan tebu

Uniknya lagi, ternyata pabrik Colomadu juga mengeluarkan buku cetak mengenai mesin gilingan tebu, teknik mesin penggilingan nira, proses mesin pemurnian nira, proses mesin penguapan nira, proses mesin kristalisasi, mesin pengeringan, pendinginan dan pengemasan. 

Buku Proses Pengolahan Nira Colomadu


Dan ini sebenarnya suatu perkembangan yang maju di zaman itu karena pabrik gula juga membuat buku tentang mesin pengolahan nira.


Bermain peran jadi petani tebu

Keunikan yang selanjutnya nih, yang baru saya temui di wisata museum (entah mungkin di museum lain juga ada tapi saya belum pernah berkunjung) adalah kita bisa bermain peran jadi petani tebu secara virtual.


Saya berdiri di atas gundukan tanah berumput imitasi (tidak asli). Cangkul di sebelah saya, saya biarkan saja. Di depan saya ada layar yang menampilkan animasi kebun tebu yang mengelilingi saya yang sedang berdiri di atas gundukan tanah. 


Di dalam layar tersebut terlihat seorang petani tebu lain dengan kerbau bajaknya menyapa saya, padahal di ruangan itu tidak ada siapa-siapa. Tanah kosong di dalam layar kemudian mulai diolah sama bapak petani. 


Setelah itu proses penanaman tebu dimulai. Mulai dari mencangkul tanah, memberi bibit, menyirami sampai burung bangau datang dan tebu-tebu tumbuh tinggi. Petani datang lagi memotong semua tebu karena sudah panen. Tebu-tebu itu dibawa mereka ke pabrik.


De Tjolomadoe
Maaf ya ini yang nampang malah suami wkwk


Video animasi pun selesai. Ketika saya turun dari gundukan tanah pura-pura itu, video terhenti. Ketika saya naik kembali, video pun dimulai. Sensor yang ada di gundukan tanah itu yang membuat video berjalan atau berhenti.


Animasi kereta tebu

Satu lagi keunikan yang ada di museum Colomadu yaitu adanya animasi kereta tebu seperti film kartun. Animasi ini merupakan karya anak bangsa. 


Animasi kereta tebu dan pabrik Colomadu


Bagaimana Kesan Saya?

Wisata ke Museum Colomadu kali ini benar berkesan buat saya. Saya sangat senang karena sebenarnya museum di Indonesia bisa berkembang lebih baik, lebih interaktif dan tidak membosankan pengunjung. 


Salah satu alasannya mungkin karena Museum Colomadu tidak melupakan karakter-karakter anak milenial dan era 4.0 sehingga teknologi begitu berperan dalam pengembangan museum. Harusnya memang seperti itu, museum-museum di Indonesia bisa sejalan dengan perkembangan teknologi.


Semoga museum-museum di Indonesia lebih interaktif lagi. Setidaknya bisa seperti Museum Colomadu yang nyaman, tidak panas, dan bisa beriringan dengan era 4.0.


Read More
Akhirnya, setelah sekian lama tidak review buku. Terakhir saya review buku Lahbako ya. Ada yang udah baca? Sekarang saya mau review buku punya Kak Yani nih.

Tentang Buku


Judul Buku : 
Explore, Enjoy & Repeat: Catatan Perjalanan dari 20 Negara

Penulis : 
Yani Lauwoie

Penerbit : 
Grasindo

Terbitan Tahun : 
2019

Halaman : 
199

Harga Pulau Jawa : 
Rp. 70.000,-

Jenis Buku : 
Travelling

Untuk Usia : 
13+


Review Buku Explore, Enjoy & Repeat

Review Buku


Haha.

Bener banget.

Sama banget.

Oh gitu.

Wah, gitu ya ternyata.

Itu adalah beberapa komentar dalam hati saya saat menbaca buku catatan perjalanan Explore, Enjoy & Repeat punya Kak Yani Lauwoie.

Jadi, saya dapat buku itu karena jadi penanya di sesi tanya jawab dengan Kak Yani bersama teman Eco Blogger Squad. Makasihh banyaakk Kak Yani dan panitia udah milih sayaaa. Hehe.

Kak Yani Lauwoie adalah seorang penulis, editor, penerjemah yang sudah bekerja di majalah dan industri penerbitan online selama 15 tahun. Kak Yani juga pernah menjabat sebagai Digital Director di Majalah Femina.

Buku Explore, Enjoy & Repeat adalah kisah-kisah perjalanan yang seru dan menyenangkan selama Kak Yani dan teman-temannya berkunjung ke beberapa negara. Dalam buku Explore, Enjoy & Repeat, negara yang dikunjungi dan diceritakan adalah Eropa, Australia, dan Asia (termasuk negara Indonesia sendiri).

Perjalanan yang diceritakan sangat menghibur karena beberapa kali saya tertawa membaca dan membayangkan kejadian dalam perjalanan itu. Dengan baca cerita Kak Yani seolah-olah saya juga ikut travelling. Bahkan ikut tertawa juga malu sendiri dengan kisah yang dituturkan kak Yani.

Contohnya saja. Ketika di Spanyol, Kak Yani yang tidak paham arah harus bertanya kepada ibu Passie, ibu petugas stasiun kereta yang tidak mengerti bahasa Inggris. Kak Yani berbicara bahasa Inggris, ibu Passie tidak paham. Karena kesal, ujung-ujungnya Kak Yani pakai bahasa Indonesia, “Pulaaaang. Kereta pulaaang.” Eh, ternyata ibu Passie malah paham dan akhirnya menunjukkan arah pulang. Wkwkwkwk.

Tak hanya cerita lucu saja, perbedaan budaya yang diceritakan dalam buku Explore, Enjoy & Repeat juga membuat saya mengerti budaya negara lain. Contohnya tentang perbedaan budaya mengangkat tangan ketika sedang di tempat makan.

Di Indonesia, hal itu sebenarnya biasa saja terjadi di rumah makan di Indonesia tapi tidak di Roma, Italia. Jika kalian ingin sesuatu dengan mengangkat tangan maka itu tidak sopan. Orang Italia menganggap jika pelanggan mengangkat tangan seolah-olah si pelayan tidak bisa melayani pelanggan.

Dan mereka punya kode sendiri untuk meminta bon atau meminta menu. Jika ingin meminta bon, cukup dengan menggerakkan tangan seperti sedang menulis. Sedangkan kode untuk meminta menu yaitu kode kotak. Ini beneran saya gemas sendiri dengan budaya orang Italia. Bikin kita serba salah jadi traveler yang baru berkunjung.

Foto-foto yang ada di buku ini juga membuat pembaca terasa begitu dekat dengan negara-negara yang dikunjungi. Pembaca jadi bisa membayangkan tempat-tempat yang diceritakan Kak Yani. Dan pembaca jadi ikut senang dengan perjalanan yang dilalui Kak Yani.

Explore, Enjoy & Repeat

Tak hanya itu, contoh lain tentang perbedaan budaya adalah membuang toilet paper. Di Indonesia, kita dilarang membuat toilet paper ke closet. Sementara di Australia, toilet paper justru harus dibuang ke closet, bukan ke tempat sampah.

Kenapa bisa begitu? Karena toilet di Australia tak hanya memiliki mekanisme untuk pembilasan urun dan feses tapi juga untuk toilet paper.

Jadi, hal penting yang harus kita perhatikan ketika harus ke luar negeri adalah SELALU MEMBACA PERINGATAN yang tertempel di sekitar kita. BUDAYA MEMBACA memang perlu diterapkan kalau kita keluar negeri.

Kejadian yang juga sama terjadi dengan saya adalah bertemu dengan si sopir ganteng. Saya bertemu sopir taksi ganteng di Paris dengan tubuh tinggi tegap, rambut cepak, kulit putih, setelan jas hitam, sepatu pantofel dan mobil sedan BMW kinclong. Bikin perjalanan menuju apartemen begitu berbunga-bunga wkwkwkwkw.. Walopun pada akhirnya pria ganteng itu yang harusnya gratis malah salah kasih bon tagihan taksi yang harganya 200 euro.

Sedangkan Kak Yani bertemu sopir taksi ganteng di Spanyol. Pria itu pakai kaos t-shirt polos, jins, tinggi proporsional, rambut cepak. Udah kayak Adam Levine gitu. Mana wajahnya tampan pula.

Hal yang sama terjadi ketika menginap di penginapan tipe dormitory di Eropa. Tipe kamar dormitory itu lebih murah ketimbang hotel karena jumlah tempat tidur di tipe dormitory ada 4-6 tempat tidur.

Kebodohan saya dulu ketika memesan tipe dormitory adalah tidak memikirkan pemisahan gender. Saya kira bakal dipisah seperti toilet laki-laki dan perempuan. Ternyata nggak. Jadi dalam satu kamar ada tiga perempuan dan dua laki-laki. Yah, meskipun tidak terjadi apa-apa rasanya aneh dan asing aja tinggal sama orang asing. Harusnya pas memilih tempat menginap jangan Cuma lihat harganya yang murah tapi lihat juga tipenya. Jangan sampai kayak saya. Wkwkwk. Hanya gara-gara malas baca dan searching lebih lanjut jadi terjebak.

Pengalaman Kak Yani lebih serem lagi karena harus menginap dengan satu orang laki-laki. Saya kebayang seremnya.

Buku travelling ke eropa

Dalam buku ini, bahasanya ringan dan enak dibaca. Membuat pembaca seolah-olah juga mengalami. Belum lagi ilustrasi yang dimunculkan di tiap akhir cerita semakin membuat ceritanya mengesankan. 

Buku ini mengingatkan saya tentang naskah saya selama traveling di Eropa. Sayangnya, naskah saya masih berupa naskah terpendam di laptop. Entahlah kapan terbit jadi buku ber-ISBN :D. Mohon doa dan motivasinya ya wkwk.

Dan Kak Yani ini rencananya akan menerbitkan buku lagi tentang perjalanan. Ditunggu ya Kak.
Read More
Salah satu kemampuan yang sebenarnya bernilai mahal sampai saat ini adalah skill desain. Dalam hal apapun, desain adalah kemampuan yang tidak semudah asal gambar atau asal menata obyek. 

Desain bukan hanya soal maksud dan fungsi, tak jarang beberapa desainer menyematkan nilai, cerita, dan makna dari gambar yang mereka buat. Belum lagi kalau menggunakan software, tingkat kesulitannya bisa menjadi lebih tinggi. 

Maka tidak heran kalau membayar jasa desainer – apapun produk desain yang dihasilkan – pasti relatif mahal. Bukan hanya membayar produk karyanya, tetapi juga membayar waktu selama mereka belajar, berlatih, serta “sewa” alat yang digunakan.


Kendati demikian, tidak sedikit orang yang tertarik belajar desain grafis. Kesempatan untuk mendapatkan uang dari skill ini masih terbilang banyak karena permintaan di pasar akan tenaga ahli gambar juga masih melimpah. 

Toh, produk akhir dari hasil desain itu bermacam-macam dan dapat sangat bergantung kepada permintaan klien. Belum lagi ketika kita membicarakan soal makna, cerita, atau sejarah dari klien yang akan dituangkan dalam bentuk grafis. Hasilnya bisa semakin spesifik, epic, dan tentu saja berdampak ke harga.


Kalau kamu merasa kamu suntuk dengan pekerjaan desain dari klien, mungkin tidak ada salahnya kamu mencoba mencari alternatif pendapatan lain. 

Alternatif ini bukan hanya bisa mendatangkan pendapatan dalam bentuk uang tunai, tetapi juga exposure karya dan menjaring klien baru. “Wah, boleh juga. Emang, caranya kayak gimana?” Caranya adalah dengan mengikuti kompetisi di bidangmu.


Pas banget, saat ini lagi ada kompetisi di bidang desain grafis yang bisa kamu ikuti. Penyelenggaranya juga nggak kaleng-kaleng, di mana kompetisi ini adalah kerja sama antara patreon KaryaKarsa x Indomie. 

Lomba desain grafis KaryaKarsa

Yap, kamu nggak salah baca. Memang Indomie sedang menyelenggarakan kompetisi dengan tajuk 50 Tahun Indomie. Produk yang lekat dengan keseharian ini sudah berusia setengah abad loh. Tidak terasa, ya.


Selama ini, Indomie telah hadir dalam keseharian masyarakat Indonesia. Tak jarang, produk mereka juga menyemarakkan momen-momen dalam hidup kita. 

Mungkin kamu ingat ketika makan Indomie sembari menyelesaikan project klien, atau ketika kamu sedang makrab dengan teman-teman, atau mungkin sekedar kamu kelaparan di tengah malam? Diingat-ingat lagi Indomie memang punya kesan tersendiri, ya.


Dalam kompetisi ini, kreator dari berbagai bidang khususnya karya dua dimensi diundang untuk berbagai kenangan mereka bersama Indomie yang kemudian dituangkan dalam masing-masing karya. 

Oh iya, kompetisi #CeritadanRasaIndomie ini tidak hanya bisa diikuti oleh para desainer grafis karena ada beberapa kategori yang disediakan. 

Penulis, fotografer, bahkan komikus dan pencipta webtoon dipersilakan untuk bergabung dalam kompetisi ini. Jangan khawatir, setiap bentuk karya ada kategorinya masing-masing kok.


Namanya kompetisi pasti ada yang diperebutkan. Kembali pada tujuan awal bahwa ini adalah cara untuk mendapatkan alternatif pendapatan, kamu – dan ratusan mungkin ribuan peserta kompetisi lainnya – akan memperebutkan hadiah yang spektakuler. Indomie sudah menyiapkan hadiah yang relatif besar. 

Kenapa? Bahkan ketika kamu berhasil masuk sebagai 50 kreator dengan karya favorit, kamu berkesempatan mendapatkan uang tunai Rp1 juta. Hadiah ini belum termasuk dengan hadiah utama. 

Nantinya, dari 50 karya terfavorit akan dipilih 3 karya yang paling baik. Tiga karya ini akan memperebutkan hadiah gadget yang jadi incaran kawula muda sekarang: mulai dari iPhone 13, laptop berupa MacBook tipe Pro M1, hingga iPad Air.


Kalau kamu tertarik, simak ulasan garis besar kompetisi ini ya. Untuk pengumpulan karya sebenarnya sudah dimulai sejak 30 Mei 2022 silam. Tanggal terakhir untuk masa ini adalah di tanggal 31 Juli 2022. 

Nah, dalam masa itu kamu tidak hanya memiliki tugas untuk membuat dan mengumpulkan karya, tetapi juga mempromosikan karyamu di media sosial agar mendapatkan like sebanyak mungkin. 

Jangan khawatir, karya yang kamu unggah di media sosial nanti harus memberi tag dan mention ke akun @karyakarsa_id dan @indomie agar dibantu untuk repost sehingga bisa dilihat lebih banyak orang dan berkesempatan lebih besar mendapatkan like.


Oh iya, pengunggahan di media sosial ini baru bisa dilakukan kalau kamu sudah mengunggah karyamu di patreon KaryaKarsa ya. 

Kompetisi ini bukan sekadar milik Indomie, ya, tetapi juga merupakan lomba KaryaKarsa. Caranya tidak sulit, kamu cukup membuat akun kreator di platform ini, memverifikasi profil akun, lalu setelah itu mengunggah karyamu. Jangan lupa sematkan tagar #CeritadanRasaIndomie pada judul karya yang mau dilombakan, ya. 

Hal ini bertujuan untuk mempermudah penyelenggara dan para juri dalam mengakses karya yang termasuk dalam karya yang dilombakan.


Setelah terkumpul, nanti akan dilakukan penilaian dengan puncaknya di tanggal 4 Agustus 2022 dan pengumuman pemenang di tanggal 8 Agustus 2022. 

Kalau kamu diumumkan sebagai salah satu pemenang dalam kompetisi ini, kamu akan dihubungi pihak penyelenggara untuk dimintai data diri lengkap sehingga mereka bisa mengirimkan hadiahmu. 

Pengiriman hadiah ini nanti juga bersamaan dengan peluncuran buku yang memuat 50 karya terbaik dari peserta lomba KaryaKarsa dengan Indomie ini.


Mumpung masih masa pengumpulan karya, yuk segera persiapkan karyamu dan unggah sesuai cara yang sudah disebutkan. Masih bingung dengan penjelasan ini? 

Kamu bisa membaca detil kompetisi ini dengan mengakses tautan https://karyakarsa.com/indomie. Sudah paham dengan penjelasan ini? Jangan buang waktumu, ayo segera unggah karyamu!
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower