Minggu lalu, aku mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Auriga Nusantara, Yayasan ASRI dan Blogger Perempuan Network dalam rangka Hari Lingkungan Hidup tanggal 6 Juni 2021. Webinar itu membahas tentang dampaknya karhutla yang berpengaruh kepada rusaknya lingkungan, tatanan ekonomi, hilangnya nyawa binatang dan manusia  bahkan pandemi. 


Karhutla


Aku sempat mikir, kira-kira apa hubungannya kasus kebakaran hutan dan lahan dengan pandemi. Awalnya, mungkin karena kita sekarang berada di masa pandemic Covid-19, maka webinarnya membahas tentang itu. Ternyata, pikiranku salah. Karhutla dan pandemic adalah dua kata yang mempunyai hubungan kausal. 


Webinar kali ini dihadiri dua pembicara dari Auriga Nusantara (Dedy) dan Yayasan ASRI (dr. Alvi Muldani) serta dihadiri oleh Eco Blogger Squad. Auriga Nusantara adalah organisasi non pemerintah yang bergerak dalam bidang upaya melestarikan sumber daya alam dan lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) adalah yayasan non profit yang menggabungkan program kesehatan dan lingkungan sebagai konsep utama dalam pelayanan kepada masyarakat. Blogger Perempuan Network adalah sebuah platform digital dimana seluruh blogger perempuan dari seluruh Indonesia bisa saling belajar, menceritakan dan menginspirasi satu sama lain melalui konten. Komunitas ini sudah berkembang sejak tahun 2015 dan menjadi komunitas blogger terbesar di Indonesia. Eco Blogger Squad adalah komunitas yang beranggotakan para blogger yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan hidup terutama perubahan iklim dan perlindungan hutan.


Langsung saja ke materi yuk!


Tahun 2015, tahun tertinggi kejadian Karhutla

Kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia masih terus saja terjadi. Menurut Dedy, kejadian berulang itu memiliki pola tertentu dari segi waktu dan tempat. Kejadian karhutla yang berulang ini terus menyumbang kenaikan emisi karbon yang signifikan secara global. Selama lima tahun terakhir, kejadian Karhutla tertinggi terjadi di tahun 2015. Dan tahun 2015 menjadi tahun terburuk kebakaran dan bencana kabut asap.


Luas Kebakaran Hutan


Ketika bencana karhutla terjadi, El Nino atau saat musim kemarau selalu dituding sebagai pemicu terjadinya kebakaran. Faktanya, tanpa kemarau panjang kebakaran juga tetap terjadi. Faktornya sebenarnya ulah manusia yang di sengaja.


Kebakaran tahun 2015 itu melepaskan lebih banyak karbon ke atmosfer dibandingkan dengan total emisi tahunan Negara ekonomi besar seperti Jepang dan Inggris. Tahun-tahun selanjutnya (2016-2018) memang sempat mengalami penurunan, namun jumlahnya meningkat kembali di tahun 2019. Ada pola waktu yang memang didukung oleh faktor iklim. Di tahun 2019 beberapa emisi gas rumah kaca harian melebihi emisi tahun 2015.


Kebakaran tahun 2019 melepaskan 708 juta ton emisi gas rumah kaca (CO2), hampir dua kali lipat lebih besar daripada kebakaran di sebagian hutan Amazon, Brazil (CAMS, 2019). Jumlah emisi ini lebih dari semua emisi dari industri penerbangan internasional dan diproyeksikan menjadikan Indonesia Negara terbesar ke enam di dunia untuk emisi CO2 secara keseluruhan (setelah Amerika Serikat, Cina, India, Rusia dan Jepang).


Berbeda dengan Negara lain ayng mengalami kebakaran hutan seperti di Australia dimana lahan mineralnya sangat kering. Di Indonesia tidak hanya di lahan mineral tapi juga lahan gambut sehingga saat terjadi kebakaran akan menghasilkan emisi yang berbeda.


Pertanyaan selanjutnya. Dimanakah lokasi kebakaran hutan dan lahan yang paling mendominasi? Adakah yang bisa menebak?


Luas Kebakaran kumulatif


Dari tahun 2015 hingga 2020, luas kebakaran kumulatif dan tahunan paling besar terjadi di Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai 1 juta hektar, diikuti oleh Kalimantan Tengah dan Papua. Sebenarnya kejadian karhutla terjadi pada provinsi yang selalu sama. Memang provinsi-provinsi tersebut memiliki karakteristik core bisnis, memiliki lahan industri, banyak industri-industri ekstraktif berbasis lahan seperti di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Papua. Bahkan Papua sekarang mulai ramai lagi dengan industri sawit dan deforestasi. Di antara provinsi tertinggi tersebut memang memiliki lahan gambut kecuali di NTT dan di Lampung. Hal tersebutlah yang menjadi karakteristik kebakaran hutan dan lahan terjadi pada lahan yang tidak hanya di lahan gambut tetapi juga di lahan non gambut. 


Jika diperhatikan lebih dalam pada diagram berbentuk lingkaran, dimana provinsi-provinsi yang kaya akan lahan gambut ini ketika terjadi kebakaran hebat di tahun 2015-2019, maka akan berkontribusi besar pada bencana asap kebakaran. Kebakaran hutan di Sumatera Selatan terjadi paling besar di tahun 2019. Setelah itu, Kalimantan Tengah yang juga terjadi kebakaran hutan dan lahan yang cukup besar dan selalu berdalih bahwa kejadian karhutla di sana diakibatkan oleh kesalahan masa lalu. Yang dulunya ada proyek PLG yang paska pengelolaan tidak baik menjadi penyebab berulangnya kejadian karhutla tahun 2015 dan 2019.


Kejadian kebakaran hutan dan lahan di Papua sedikit berbeda dimana kejadian karhutla di Papua cukup tinggi di 2015 dan 2019. Di tahun 2016 tetap tinggi, dan tahun 2017 menurun kemudian naik lagi di tahun 2018 meski selisihnya tidak begitu jauh. Ada karakteristik sendiri kebakaran hutan dan lahan di Papua selain disebabkan oleh pembukaan lahan industri, di Papua juga ada budaya yang dilakukan untuk berburu. Ketika terjadi El Nino, luas kejadian karhutla tetap tinggi dan ketika bulan-bulan basah dia tetap terjadi karhutla. Kejadian karhutla di Papua itu regular tapi terkendali karena dilakukan oleh masyarakat local secara turun temurun.


Sama halnya dengan Riau, dimana provinsi tersebut luasan kejadian karhutla tetap tinggi setiap tahunnya. Sementara provinsi lainnya ada perbedaan yang jauh dari tahun 2015-2019 dimana tahun 2015 dan 2019 angkanya ekstrim tinggi sedangkan tahun setelah itu turun drastis. Beda dengan Riau yang selalu tinggi dari tahun 2015-2019. Hal itu disebabkan oleh Riau mengalami dua kali kemarau di awal tahun dan di akhir tahun. Riau punya dua puncak kebakaran sehingga potensinya lebih tinggi dari provinsi yang lain.


Bagaimana kebakaran hutan itu terjadi di kawasan yang seharusnya di rehabilitasi untuk dilindungi sebagai kawasan hutan dan gambut. 


Di tahun 2015, kawasan hutan itu adalah areal yang ditetapkan sebagai hutan tetap yang fungsinya untuk menjaga kelestarian hutan. Di tahun 2015 kebakaran hutan dan lahan banyak terjadi di kawasan hutan. Hal tersebut menjadi masalah, apakah memang terjadi di kawasan hutan yang tidak dikelola dengan baik atau kawasan hutan yang diberi ijin di atasnya untuk industri ekstraktif? Jika dilihat dari tahun 2015-2019, angka kebakaran di kawasan hutan lebih dari 50% dibanding kebakaran di kawasan non-hutan. 

Kebakaran di Lahan Gambut


Lebih spesifik lagi, kesatuan hidrologis gambut (KHG) juga mengalami kebakaran hutan di tahun 2015 prosentasenya lebih besar sedikit dibanding kawasan non gambut. Meskipun di tahun 2016-2018 kebakaran di lahan gambut mengalami penurunan, namun ketika El Nino atau musim kemarau panjang terjadi maka kebakaran di lahan gambut lebih berbahaya dengan adanya kabut asap dimana apinya menjalar ke dalam tanah dan lebih lama padam.


Ketika lahan gambut rusak dan sudah dikeringkan airnya atau dilakukan kanalisasi, saat musim kemarau lahan tersebut sulit untuk menyerap air sehingga menjadi lahan yang mudah terbakar. Ini menjadi potensi kebakaran berulang. 

Dapur Asap



Pola kebakaran hutan bisa dilihat berdasar citra satelit dari titik-titik panas yang masih indikatif. Pola-pola tersebut berdasar data 20 tahun terakhir. Provinsi-provinsi seperti Kalimantan Tengah, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, memiliki pola-pola yang berulang. Misalnya di bulan Januari, provinsi Riau harus sudah mulai antisipasi. Setelah Riau, musim kebakaran terjadi ke Kalimantan Barat. Waktu-waktu terbakar sudah terekam. Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Jambi biasanya relative sama kejadian kebakaran hutan. Setelah tiga provinsi tersebut mereda, maka kebakaran hutan biasa terjadi di Sumatera Selatan. Pada bulan Oktober Sumatera Selatan mereda, selanjutnya Papua mulai terjadi kebakaran hutan.


Dari pola tersebut, maka diketahui lokasi mana yang paling beresiko termasuk provinsi apa, kabupaten dan desa apa, dan waktu yang jelas sehingga ada antisipasi atas kejadian kebakaran hutan dan lahan meskipun El Nino belum data karena dari pola waktu dan tempat itu sudah bisa diperkirakan dari data tersebut. Harapannya jumlah tidak meledak seperti kejadian kebakaran hutan dan lahan di tahun 2019 lalu.

Bulan Ramai Api


Selain itu, dari data tersebut juga muncul kecenderungan tingginya api di beberapa provinsi kaya hutan seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara. Padahal dulunya kejadian karhutla, bukan menjadi persoalan,  sekarang lima tahun terakhir muncul episentrum api baru. Seperti pada data kebakaran hutan dan lahan tahun 2021 dimana tiga provinsi tersebut sudah muncul kejadian karhutla. Belum saja selesai menangani kebakaran hutan di lokasi yang lama, sekarang lokasi yang baru juga muncul kejadian tersebut.


Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan

Karhutla bisa disebabkan oleh faktor alami dan manusia. Faktor alami seperti petir, aktivitas vulkanis, dan ground fire. Ketika suhu sangat panas, muncul api dari dalam tanah secara alami. Sayangnya di Indonesia, faktor alam tersebut hanyalah 1%, sedangkan sebagian besar 99% penyebab karhutla berasal dari manusia seperti dari praktek pembukaan lahan, perburuan. Misalnya di NTT yang kaya akan savanna sebagai tempat penggembalaan ternak. Tanah di sana dibakar secara reguler untuk menumbuhkan ternak baru sebagai bahan pakan ternak yang digembalakan. Pembakaran ini juga terjadi untuk perburuan. Pola sama agar rumput tumbuh dan rusa datang sehingga bisa menetapkan lokasi mana yang akan didatangi. Seperti yang terjadi di Taman Nasional di Lampung yang terkenal dengan badak dan gajah. Baru-baru saja terbakar untuk menumbuhkan rumput kemudian rusa datang dan menjadi hewan yang diburu.


Konflik lahan juga menjadi penyebab di kawasan ijin dan kawasan taman nasional. Ada konflik antara pengelola taman nasional dengan masyarakat. Masyarakat sengaja membakar karena tidak suka. Aktivitas lain seperti punting rokok dan bisa menyebabkan kebakaran.


Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan

Dampaknya tentu mengancam hilangnya habitat dan penurunan populasi tumbuhan dan satwa liar. Dampak lainnya dari sisi kesehatan, pendidikan dan transportasi. Banyak sekolah yang libur akibat asap kebakaran. Penerbangan juga terpaksa ditutup karena asap kebakaran mengaburkan jarak pandang. Selain itu, pemanasan global dan perubahan iklim juga menjadi dampak kebakaran hutan dan lahan. Kerugian Indonesia dari dampak kebakaran mencapai Rp. 72,95 triliun.


Kebakaran di areal HTI, Sawit, dan Kawasan Konservasi

Di tahun 2015, kebakaran di kawasan konservasi, Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Sawit sama-sama tinggi. Hasil investigasi Mas Dedy dan tim, tiga jenis kawasan tersebut yang terbakar di tahun 2015 hampir 400 hektar berubah menjadi tanaman di tahun 2019. Seolah-olah ada faktor kesengajaan untuk dibuka, dikeringkan gambutnya dan dibakar.

Kebakaran areal HTI


Peran Korporasi dalam Karhutla 2019

Tim Mas Dedy melakukan investigasi, apakah Karhutla disebabkan oleh masyarakat. Ternyata ada tiga perusahaan sengaja mengeringkan gambut, di tahun yang sama mereka mengeringkan gambut dan dibakar kemudian ditanami tanaman di atasnya. Pola- pola kebakaran yang dilakukan dengan merusak gambut dahulu memang sering terjadi.


Deforestasi Indonesia: Menyasar Provinsi Kaya Hutan

Rusaknya hutan untuk dipersiapkan untuk pertanian dan perkebunan trendnya mulai bergeser. Yang tadinya di Indonesia bagian barat dan tengah, sekarang sudah bergeser ke timur, seperti Papua yang sekarang beresiko kehilangan hutan. Dan ini menjadi persoalan yang baru. Deforestasi tidak hanya menyebabkan kebakaran dan juga faktor lain misalnya menjadi pemicu pandemic Corona.


Pelepasan Kawasan Hutan: Pencadangan Deforestasi di Tanah Papua

Hutan alam yang dilepaskan untuk perkebunan sawit dan penggunaan lahan lainnya sebanyak 1,3 juta. Sementara non hutan alam yang dilepaskan sebanyak 270 hektar. Sebenarnya tidak melanggar aturan hanya saja hutan kita yang banyak tersisa di Papua harus dilepaskan juga menjadi kebun. Dari 1,3 juta hektar itu, sebanyak 500 ribu hektar sudah berubah menjadi perkebunan sawit.


Masih ada 1,1 juta hutan yang masih bisa diselamatkan untuk MENGHENTIKAN DEFORESTASI. Meskipun tren deforestasi menurun tapi kita harus menghentikannya sebelum dampak-dampak deforestasi dan kebakaran hutan terjadi.


Apa yang harus dilakukan?

Kita memang sudah memiliki kebijakan moratorium hutan dan gambut. Diharapkan moratorium ini tetap berjalan. Paling tidak, yang saat ini ada tidak berkurang ataupun diperluas karena masih banyak kekurangan dari moratorium hutan dan gambut.


Meningkatkan penegakan hukum. Dari beberapa kasus laporan atau persidangan sangat sedikit sekali yang bisa dieksekusi dari kasus kebakaran hutan. Apalagi kebijakan omni bus law sangat berpotensi untuk lolos atau hutan hilang. Restorasi hutan dan gambut terdegradasi.


Selain itu, penting untuk mendukung komunitas pemadam kebakaran dan kapabilitas pemantauan, membangun infrastruktur hidrologis untuk mendorong kapasitas respon dini, dan memberi insentif ekonomi untuk tidak membakar. Untuk lokasi yang sudah terdegradasi seharusnya dibangun infrastruktur hidrologis.


Yang paling mudah jika suatu badan atau perusahaan melakukan kejahatan atas lingkungan adalah dengan tidak membeli produk dari perusahaan tersebut. 


Zoonosis Deasease, Akibat Deforestasi

Salah satu dampak tak langsung dari kebakaran hutan dan lahan dari sisi kesehatan adalah terjadinya pandemi. Pandemi penyakit Corona (Covid-19) dipercaya dipicu oleh transmisi virus dari hewan ke manusia dimana menjadi pemicu fokus terhadap penyakit-penyakit zoonosis yang disebarkan hewan yang dipaksa meninggalkan habitat aslinya karena kerusakan hutan yang semakin meningkat.


Zoonosis adalah penyakit atau infeksi yang secara alami bisa ditransmisikan dari ventebrate ke manusia. Terdapat sekitar 200 penyakit zoonosis. Beberapa penyakit zoonosi seperti rabies bisa dicegah dengan vaksinasi atau dengan metode lain.


Pandemic sendiri disebabkan oleh beberapa hal seperti organism spesifik dan telah bersamaan dalam beberapa ribu tahun namun tidak menyebabkan penyakit. 


Misalnya, ketika ada bakteri di kulit kita, kita merasa baik-baik saja. tapi ketika terjadi spill over atau perpindahan penyakit dari hewan ke manusia. Dan biasanya virus itu akan punya kunci untuk ke sel tubuh dan menginfeksi individu. Kunci itu berupa protein dan lainnya. Pada suatu kejadian, virus itu akan masuk ke tubuh manusia. Ketika kita sering terpapar oleh makhluk liar, akan semakin tinggi akan terpapar virus itu sehingga bisa menjadi breakout atau wabah. Misalnya dari kelelawar pindah ke Pangolin kemudian pindah ke manusia. 



Kontak makhluk liar dengan manusia dengan cara domestikasi, habitat liar terganggu, perdagangan hewan liar. Menurut Dokter Alvi harusnya makhluk liar itu ada di dalam liar dan tidak boleh berinteraksi dengan alam liar hingga suatu saat itu memiliki virus dan punya kunci yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Dan ketika itu terjadi maka akan menimbulkan masalah yang hebat.  


Ketika habitat liar terganggu, mereka akan kehilangan sumber makan dan tempat berlindung sehingga akan mencari ke permukiman manusia. Kemudian terjadi interaksi dengan manusia. Di Kalimantan Barat banyak interaksi antara hewan dan manusia. Perdagangan liar akan mengambil langsung hewan liar tersebut kemudian dijual di pasar. Interaksi hewan liar satu dengan yang lain sehingga bisa mendapat kunci untuk masuk ke dalam tubuh manusia. 


Ketika sudah wabah, virus itu bisa semakin cepat menyebar melalui perjalanan udara, urbanisasi dan perubahan iklim. Saat ini perjalanan udara sudah cukup mudah dan sering sehingga ketika terjadi wabah di suatu Negara mungkin akan menulari warga di Negara lain. Begitu juga dengan urbanisasi dimana tempat tersebut penduduk lebih padat. Perubahan iklim juga berpengaruh pada penularan wabah. Kenaikan suhu bumi membuat banyak makhluk yang mencari tempat yang dingin. Misalnya di Amerika Utara ada penyakit namanya Climb Deasease.


Timeline Pandemi

Seribu tahun yang lalu, populasi manusia masih sedikit. kemudian sudah mulai banyak dan terjadi Athenian Plague di Yunani (sekitar 20% penduduk yang meninggal), Justinian Plague (setengah penduduk dunia meninggal), Black Death disebabkan oleh tikus (seperempat penduduk dunia meninggal), kolera, Spannish influenza (pandemic paling mengerikan karena mematikan sepertiga penduduk dunia), HIV/AIDS (ditulari dari simpanze di Afrika yang dimakan dagingnya), dan Multiple Pandemics.




Pencegahan dan Kontrol

Salah satu penyebabnya zoonosis adalah domestikasi. Guideline yang aman dan sesuai dalam perawatan hewan di sector pertanian untuk menurunkan potensi foodborne zoonosis. Cara yang dilakukan bisa dengan memisahkan antar hewan ternak sehingga tidak menulari hewan lain dan menjadi kunci untuk masuk ke manusia. Selain itu, promosi mencuci tangan yang benar untuk mencegah penularan di masyarakat. 


Akhir-akhir ini banyak terjadi resistensi antibiotic karena terlalu sering memakai antibiotic lama kelamaan bakteri dalam tubuh kita akan menganggap hal yang biasa. 


Lalu bagaimana dengan menjaga hutan dan lingkungan?

Banyak orang yang menggantungkan hidup dengan hutan sekitar 1,6 miliar. Sehingga resiko bertemu kehidupan liar lebih tinggi. Penebangan pohon merubah lingkungan, ekosistem dan mempengaruhi kemunculan penyakit dan transmisinya (Taylor 1997).


Konversi lahan bisa meningkatkan penyebaran virus karena rodensia (Morand, et al, 2019). Di Amerika Selatan terjadi deforestasi yang tinggi. Deforestasi diasosiasikan dengan munculnya pathogen pada kelelawar di seluruh dunia karena fragmentasi habitat yang mengisolasi populasi, perubahan tingkah laku, menurunnya biodiversitas dan menurunnya fungsi ekosistem (Willig, et al, 2019). Pathogen yang dimaksud adalah henipaviruses di Afrika, Hendra Virus di Australia dan Nipah Virus di Malaysia. Ketika terjadi fragmentasi hutan, vector berkembang biak di perbatasan manusia dan hutan.


Virus Nipah

Virus Nipah berasal dari kelelawar buah di Asia Tenggara yang berinteraksi dengan babi dan menyebar di antara manusia. Angka kematiannya mencapai 75% dan menyebabkan wabah berulang di tahun 1998. Salah satu penyebabnya adalah deforestasi dari lading berpindah dan menyebabkan kabut dan menyebarnya wabah virus Nipah di Malaysia. Gejalanya lebih ke otak dan syaraf. Di Malaysia, kontak langsung dengan babi. 


Kenapa harus kelelawar terus? Karena kelelawar adalah mamalia dan bisa terbang. Belum lagi, kelelawar memiliki sistem imun yang berbeda sehingga ketika banyak pathogen (agen penyebab infeksi virus) dalam kelelawar tapi hewan itu tidak terlihat ada virus di dalamnya atau tidak.


Sebenarnya masih banyak virus yang disebabkan oleh hilangnya habitat atau deforestasi tapi aku hanya memberi contoh di atas.


Sudut pandang Covid-19 dari sisi lingkungan

Asal Covid-19 memang belum ditemukan secara pasti, tapi virus serupa sudah ditemukan. Sunda Pangolin bersinggungan dengan horsehoe bat di Asia Tenggara dan tinggal di hollow tree. Di fragmen hutan urban Malaysia ditemukan sunda Pangolin walaupun diversitas rendah. Hal ini membuktikan bahwa hewan ini bisa bertahan dif ragmen hutan karena bersinggungan dengan manusia dan hewan lain lebih tinggi dan berpotensi menyebabkan potensi zoonosis. Pangolin diburu di Malaysia dan Vietnam kemudian diimpor secara illegal untuk dimanfaatkan daging, kulit dan sisiknya.


Dari penjelasan dokter Alvi, bisa disimpulkan bahwa segala penyakit infeksi ini berasal dari zoonosi yang memiliki kaitannya dengan lingkungan (fragmentasi hutan). Ketika terjadi deforestasi, maka beberapa spesies menurun, namun beberapa spesies bisa beradaptasi yang bisa meningkatkan resiko zoonosis. oleh karena itu, harusnya manusia perlu menyeimbangkan produksi makanan, komoditi hutan dan barang lainnya dengan tetap menjaga hutan. Konservasi hewan liar dapat membantu hewan liar tetap berada di habitatnya dan tidak menyebarkan patogennya. 

Akhir kata, akhiri deforestasi!


Read More

 “Dispepsia,” begitu kata dokter yang mendiagnosis penyakit anakku karena ia begitu sering mengeluh sakit perut. Entah sebelum makan, saat makan atau sesudah makan. Kemudian dokter memberikan resep obat lambung untuk anakku. Saat itu, ia juga terkena penyakit gejala tipes setelah test thypoid di laboratorium.


Kupikir sakit perutnya akan sembuh. Rupanya anakku sakit lagi. Satu minggu sebelum puasa Ramadhan 2021, bahkan tidak Cuma dyspepsia-nya yang kambuh, Raceqy tiba-tiba merasa lemas, demam, diare, dan muntah. Awalnya, aku mengira anakku kecapekan karena kebanyakan main dan asupan makanan sedikit ditambah lagi terlambat makan. Aku juga mengira dia masuk angin jadi aku belikan dia obat masuk angin untuk anak. Aku belikan degan juga karena ku pikir dia salah makan.



Sayangnya, tiga hari berjalan tidak kunjung membuahkan hasil yang menggembirakan. Anakku semakin lemas dan hanya tidur-tiduran di tempat tidur. Muntah setiap makan. Mau tidak mau, aku memeriksakan anakku ke dokter. Dokter pun memberi obat diare, obat lambung dan penurun panas. Sedikit lega sebenarnya karena setelah beberapa hari minum obat dari dokter, anakku berangsur membaik. 


Sekitar seminggu kemudian, suami mengajak kami ke luar kota. Sekitar jam 5 sore Raceqy mengeluh sakit perut dan lapar. Aku sempat bingung karena aku tidak membawa cemilan atau pengganjal perut. Alhasil, aku mencari bakso. Dia pun makan. Setelah tiba di rumah, sepanjang malam dia menangis kesakitan menahan perutnya dan diare masih berlanjut. Besoknya, aku membawanya ke dokter spesialis anak yang buka di hari sabtu pagi. Lumayan jauh dari rumah tapi tidak apa-apa demi anakku segera sembuh.


Dokter mengatakan karena masih ada bakteri diare dalam perutnya makanya masih mencret dan sakit perut. Aku juga bertanya, apakah dia tidak bisa makan-makanan tertentu seperti keju, atau makanan berbahan kacang seperti sate, tahu telor, dan makanan lain yang memicu sakit perutnya. Beliau mengatakan sebenarnya tidak apa-apa. Itu hanya bakterinya belum benar-benar hilang. Selain itu juga sakit perutnya dipicu karena terlambat makan. Benarlah apa yang dikatakan dokter sebelumnya tentang penyakit Dypepsia-nya.


APA ITU DISPEPSIA?

Menurut Halodoc, Dispepsia adalah istilah medis untuk gangguan pencernaan. Orang awam biasa menyebutnya maag. Penyebab dyspepsia ini bisa bermacam-macam seperti alergi makanan, intoleransi terhadap makanan, keradangan, dan lainnya. Penderita dyspepsia akan merasa tidak nyaman pada perut bagian atas seperti rasa penuh, kembung, mulas, bersendawa, mual, muntah atau nyeri.


Pengobatan untuk penyakit dyspepsia ini adalah konsumsi obat yang mengandung antasida untuk mengurangi asam lambung, konsumsi air putih, istirahat dan makan makanan yang ada.


ATURAN AGAR DISPEPSIA TIDAK KAMBUH

Sampai saat ini pun, aku hampir tidak percaya kalau anakku mengalami dyspepsia di usianya yang masih lima tahun. Masih kecil sekali. Mau tidak mau aku harus menerima itu. Aku pun mulai menerapkan aturan di rumah agar dyspepsia-nya tidak kambuh.


Membatasi dan mengatur jam minum susu

Sebelum anakku didiagnosis dyspepsia, frekuensi minum susunya memang sering. Bahkan bisa lima kali sehari. Kuperhatikan, setelah minum susu itu, dia selalu mengeluh sakit perut. Cukup sering. 


Dilemma sebenarnya karena kandungan dalam susu pun bagus. Apakah aku melarang anakku minum susu? Tidak, Aku tidak melarang minum susu sepenuhnya. Aku hanya mencoba membatasi dan mengatur jam minum susu, seperti minum susu sekitar satu jam setelah makan nasi, melarang dia minum susu setelah bangun tidur atau tengah malam. 


Istirahat

Ini juga penting agar daya tahan tubuh anak kuat. Istirahat di siang hari dan tidur malam yang cukup. Anakku sendiri kalau dia sedang asyik main sampai lupa tidur siang. Bagiku ini juga berpengaruh terhadap gejala dyspepsia.

 

Mengatur pola makan

Dokter memang pernah mengatakan agar anakku tidak boleh terlambat makan, dan perut harus terus diisi. Alasannya jika perut terlalu lama dibiarkan kosong maka proses pencernaan akan terganggu, asam lambung bisa naik. Dan menimbulkan rasa tidak enak di perut.


Ngemil Bijak 

Salah satu cara agar dispepsia anak tidak kambuh adalah memberikan cemilan di waktu tertentu. Biasanya setelah waktu makan utama. Menu cemilan yang diberikan pun tidak sembarangan. Aku sebut dengan Ngemil Bijak. Aturan Ngemil Bijak yang aku terapkan untuk anakku yang mengalami Dispepsia adalah:


- Snack time 2-3 kali sehari (pukul 10 pagi, pukul 4 sore dan pukul 9 malam kalau dia belum tidur). Dengan begitu, perutnya selalu terisi makanan karena biasanya di jam-jam tersebut perutnya mulai lapar.


- Makan utama 3 kali sehari dan tidak boleh terlambat (sekitar pukul 7 pagi, pukul 11 siang dan pukul 6 malam.)


- Harus makan utama dulu baru kemudian snack time.


- Makan utama harus pakai nasi. Mungkin karena sebelumnya dia makan bakso dan sakit perut alias perutnya masih kelaparan, makanya aku memberlakukan ini. 


- Minum susu satu kali sehari atau sesudah makan utama. Terus terang aku masih belum berani sering-sering memberikannya susu. Setelah sakit diare itu, aku memang mulai melihat perubahannya setelah dia mengurangi konsumsi susu. 


Alhamdulillah, anak-anakku mau menuruti aturan itu. Jadilah setiap kami akan pergi ke suatu tempat dan kemungkinan akan melewati jam makan utama, aku akan menyiapkan cemilan dari rumah. Entah roti bakar, roti maryam, roti kasih selai, atau biskuit. Kadang nasi dengan lauk seadanya. Anakku malah senang sekali karena selalu ada cemilan di rumah. Tentu saja, ada resiko lain yaitu capek. Selain itu terkadang cemilan di rumah habis dan tidak ada yang bisa dimakan saat snack time. 


KEHABISAN IDE MEMBUAT CEMILAN? 


Sayangnya, ketika stok cemilan di rumah habis, aku harus mencari ide cemilan yang mudah, lezat dan bergizi untuk anakku. Biasanya aku cari resep cemilan atau snack yang mudah di google. Terkadang malah sudah scroll-scroll tapi tetap tidak nemu yang gampang dan yang disukai anakku. Semakin lama, akhirnya aku menemukan situs yang menyediakan banyak sekali resep cemilan lezat dan bergizi yang bisa aku coba di rumah untuk anak-anakku. 


Situs untuk mencari resep cemilan yang lezat dan bergizi adalah snacks-desserts.id. Situs Snacks-Desserts.id menampilkan berbagai macam menu makanan utama, makanan penutup, cemilan dan minuman. 


Situs ini diluncurkan oleh Mondelez Indonesia. Tahu kan Mondelez Indonesia? Mondelez Indonesia adalah perusahaan besar di Indonesia yang berada di bawah Mondelez International yang memproduksi berbagai macam cokelat, biskuit, keju, permen, minuman lezat dan tentu dengan kualitas yang baik. Brand produk yang diproduksi oleh perusahaan besar ini adalah Kraft, Toblerone, Oreo, Biskuat, Cadbury, Ritz, Chips Ahoy dan Belvita. Sebagai perusahaan cemilan terbesar di dunia, tujuan perusahaan tersebut adalah mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi cemilan dengan benar. Dengan tujuan tersebut, Mondelez meluncurkan situs Snacks-Desserts.id.


DAFTAR AKUN DI SNACKS-DESSERTS.ID

Kita bisa memilih menu yang tersedia dan yang cocok untuk kita. Jika ingin melihat resep pilihan chef terkenal, kita harus daftar akun terlebih dahulu. Cara daftarnya pun mudah sekali. 

- Pilih Menu pada tanda garis tiga di bagian kiri situs

- Pilih Sign Up

- Kemudian Isi nama, email, password, tipe bisnis, nama perusahaan, dan nomor telepon


Jika untuk pemakaian pribadi, aku pilih others dan pada kolom bawahnya tulis Privacy atau bisa sebutkan Content Creator atau apa saja yang menunjukkan bukan untuk usaha. Setelah itu nama perusahaan bisa sebutkan saja nama akun media sosial.


- Klik Sign Up


Kemudian coba Login dengan akun yang sudah dibuat tadi.

Setelah terdaftar, kita juga bisa mengedit profile kita melalui My Profile. Kemudian pilih Setting. Di profile tersebut, kita bisa update profile kita jika ingin mengubah informasi yang ada di dalamnya. Kita juga bisa pilih foto profile kita.

Jika ingin log out, langsung saja klik Log Out pada menu situs.




ALASAN CARI MENU DI SITUS SNACKS-DESSERTS.ID

Sebenarnya di Google banyak sekali situs yang menyediakan menu makanan yang bisa diolah. Hanya saja menurut pengalaman, saking banyaknya menu, aku malah semakin bingung. Aku jualah yang harus memikirkan menu apa yang cocok sebelum mengetikkannya di mesin pencari Google. Kalau kehabisan ide, ya sama saja jadinya itu itu saja yang diolah dan ribet. Paling parahnya, aku bahkan tidak mendapatkan resep yang cocok setelah berselancar beberapa jam lamanya.


Beda lagi kalau di Snacks-Desserts.id, menu sudah disediakan di situs tersebut. Aku tidak perlu bingung untuk mencari ide untuk membuat cemilan untuk anak. Beberapa kelebihan mencari resep di situs Snacks-Desserts.id adalah :

Resep menu bervariasi

Ketika aku membuka situs Snacks-Desserts.id, aku senang karena menu di situs ini sangat bervariasi. Mulai dari resep menu khas tradisional Indonesia yang dimodifikasi, menu ala Eropa atau menu yang mendunia, bahkan menu ala Eropa yang dipadukan dengan menu lokal. 


Menu khas tradisional Indonesia yang dimodifikasi ini membuat kita mengenal cita rasa baru dan tidak membosankan. Tentu tetap dikenal oleh lidah orang Indonesia sehingga kita tidak merasa aneh saat mencobanya. Menu khas tradisional yang dimodifikasi ini seperti menu dadar gulung hijau isi keju, bola tahu isi keju, perkedel keju leleh, sempol keju, bola-bola pisang Cadbury, martabak keju lumer, onde-onde merekah, ketan jagung susu keju, nasi goreng salute, pisang rebus gulung keju, es pisang ijo dan lain-lain.



Resep menu ala Eropa atau internasional tapi sederhana juga tersedia di situs Snacks-Desserts.id seperti Burn Cheese Toast Bread, Spaghetti Creamy, Bungeoppang Cadbury Dairy Milk, Bolognaise Cheese Noodle Roll, Mille Crepes, bread pudding, Cheese Cookies, Greek Doughnut Cadbury,  Churros Oreo Red Velvet, dan lain-lain.



Menu lezat dan bergizi

Karena anakku perlu gizi seimbang di masa pertumbuhannya, jadi aku tidak hanya memperhatikan cita rasa yang lezat saja tetapi juga bergizi. Menu-menu makanan yang ada di Snacks-Desserts.id kulihat juga bergizi dimana ada kandungan protein hewani, serat, protein nabati, kalsium tinggi, kalori, dan lainnya. Untuk ngemil bijak tentu harus memperhatikan kandungan yang ada pada menu tersebut.


Terdapat Kategori yang memudahkan pencarian

Kelebihan lainnya adalah situs ini membagi menu resep berdasar kategori jenis makanan seperti keju, biskuit dan cokelat. Tiga kategori ini tentu disesuaikan jenis makanan yang disukai banyak kalangan. Tidak hanya anak kecil tapi juga orang dewasa. Rasanya itu yang enak dan gurih.


Nggak cuma kategori itu aja ya. Masih ada kategori lain untuk mencari resep yang lezat misalnya dari Resep Populer karena paling banyak dilihat orang. Atau ketika aku mau mencari ide resep menu cemilan untuk anak-anak, aku mencari di kategori Cemilan.

Saat aku kebingungan mencari ide untuk makanan utama, aku tinggal pilih menu Makanan Utama. Setelah itu, banyak menu makanan yang bisa membangkitkan selera.

Karena aku penggemar produk Mondelez Indonesia seperti keju Craft maka aku bisa memilih menu melalui kategori Cheese atau kategori berdasar Produk Favoritmu. 



Sayangnya, untuk pencarian menu, tidak ada kolom search. Jadi kalau misal, aku mau lihat kembali resep menu yang sudah aku buat, aku harus cari-cari lagi. Sedangkan kalau ada kolom search tentu akan lebih mudah. Eh, sebenarnya ada satu fitur lagi yang bisa dimanfaatkan. Yaitu fitur Love. Jika kita mengeklik fitur Love ini maka resep menu tersebut tersimpan otomatis di My Profile kita.


Fitur penjelasan yang lengkap 

Salah satu yang diperlukan oleh ibu-ibu sepertiku yang akan mencoba resep adalah keterangan yang jelas tentang pembuatan resep tersebut. Dengan adanya keterangan tingkat kesulitan maka akan memudahkan pencoba resep sepertiku untuk melanjutkan mencoba resep atau tidak. Hehe. Terus terang, pekerjaan rumah yang banyak tapi aku juga harus menyediakan cemilan lezat dan bergizi untuk anak, aku mencari resep yang mudah dibuat tapi sudah mencakup semuanya (gizi dan rasa lezat). 


Aku juga harus memperhatikan lama memasak resep tersebut yang tersedia di situs tersebut. Tentu, dengan keterangan lama memasak, aku jadi bisa mengira-ngira kapan aku harus memulai memasak. Karena aku tidak mau mengganggu jam memasak makanan utama.



Kadang, aku juga mempertimbangkan menu tersebut apakah membuat banyak orang tertarik untuk melihat atau tidak. Seperti jumlah view yang tertera pada keterangan resep. Semakin banyak yang melihat bisa jadi menu tersebut enak rasanya dan gampang diolah.


Bahan mudah, takaran dan instruksi jelas

Aku lebih suka memilih resep menu yang bahannya tidak susah dicari. Sebagian besar resep menu di Snacks-Desserts.id itu bahannya mudah dicari. Nggak perlu susah-susah pergi ke toko bahan kue hanya untuk mencari bahannya. Di minimarket terdekat juga biasanya ada. 


Di rumah, aku memang nggak punya timbangan kue, jadi kalau mau membuat cemilan aku memakai sendok takar saja. Dan menu resep di Snacks-Desserts.id ini punya takaran yang jelas. Jadi jangan takut gagal untuk membuat aneka cemilan. 


Sebelum eksekusi, aku membaca instruksi dalam pembuatan cemilan. Dan bahasa yang digunakan juga gampang sehingga aku bisa memahami instruksi dengan jelas. 


MENCOBA RESEP EGG BOMB DARI SNACKS-DESSERTS.ID

Nah, dari semua menu aku baru dua kali mencoba resep menu di Snacks-Desserts.id. Yaitu Egg Bomb dan Nasi Gurih Keju. Tapi untuk resep yang aku share di sini adalah Egg Bomb.



Alasan aku memilih resep ini adalah :
1. Ada dagingnya sebagai sumber protein hewani yang bagus bagi tumbuh kembang anak.
2. Mudah dibuat.
3. Waktu memasak cuma sebentar.

 
Untuk prosesnya bisa dilihat di Youtube-ku ya.


Selain untuk cemilan anak, sebenarnya resep menu makanan di Snacks-Desserts.id ini juga bisa menjadi pilihan ide kreasi untuk bisnis kuliner apalagi jaman sekarang untuk bisnis kuliner dituntut kreatif. Pas banget bagi teman-teman yang ingin membuka usaha kuliner yang bisa menarik banyak orang. Apalagi produk Mondelez Indonesia ini kan enak-enak.


Kalian yang ingin coba bisnis kuliner atau sekedar untuk ngemil- yang pasti ngemil bijak sesuai kondisi masing-masing- untum anggota keluarga, cobain resep di situs Snacks-Desserts.id yuk! Siapa tahu menjadi bisnis kuliner yang paling dicari dan paling laris di tempat kalian.


Yang pasti, aku nggak perlu khawatir kehabisan ide untuk menyediakan cemilan lezat untuk anakku. Yang pastinya lagi, aku harap  bahwa dispepsia-nya nggak kambuh-kambuh berkat ngemil bijak yang aku terapkan untuk anakku.



Salam sehat selalu!

Read More
Sehat dan Bersih saat Menstruasi


Meskipun saya sudah berusia kepala tiga dan beranak dua, saya coba mengikuti webinar tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM). Saya bertanya-tanya apakah saya sudah benar dalam menjalani MKM? Atau ternyata ada hal baru yang saya tidak tahu. Ternyata, kesadaran perempuan Indonesia akan pentingnya manajemen kebersihan selama periode menstruasi masih sangat rendah.

  •   Satu dari dua anak perempuan tidak tahu apa yang harus dilakukan saat mengalami menstruasi untuk pertama kalinya.
  • Satu dari tiga anak perempuan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut.
  •   Satu dari tiga anak perempuan mengganti pembalutnya setiap 4 – 12 jam. Sisanya mengganti pembalut 2 kali sehari.
  •  Satu dari empat anak Indonesia tidak pernah mendapatkan informasi tentang menstruasi sebelum mereka mendapatkan menstruasi pertama (UNICEF Indonesia).
  • Satu dari lima perempuan anak tidak mengetahui bahwa menstruasi adalah tanda bahwa secara fisik mereka sudah bisa hamil (SDKI, 2017).
  •  Satu dari enam anak perempuan terpaksa tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih pada saat menstruasi, alasan utama karena takut di bullying apabila ketika menstruasi darah tembus ke rok seragam (UNICEF, 2015).
  • Satu dari dua anak perempuan yang mengetahui bahwa menstruasi itu adalah tanda fisik perempuan bisa hamil (UNICEF, 2019). 

Pada saat menstruasi, risiko infeksi meningkat karena bertambahnya jumlah bakteri buruk di vagina, akibat turunnya tingkat keasaman vagina karena keberadaan darah haid. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM). MKM itu sangat penting karena akan berpengaruh pada kesehatan.


Memperingati hari Kebersihan Menstruasi tanggal 28 Mei, perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia menyelenggarakan Webinar ‘Sehat dan Bersih Saat Menstruasi’ yang diikuti oleh 1.000 perempuan Indonesia.


Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM). Webinar yang dilaksanakan tanggal 27 Mei 2021 ini diisi oleh pembicara yang memang mumpuni di bidangnya, seperti:


Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH

Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM

 

Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si.,

Psikolog

 

dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Prov. DKI Jakarta

 

Prof Dwiana menjelaskan bahwa Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) dilakukan dengan berbagai cara seperti pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi, perempuan harus menggunakan pembalut yang bersih dan diganti sesering mungkin selama periode menstruasi, memiliki akses untuk pembuangannya, serta dapat mengakses toilet, sabun, dan air untuk membersihkan diri dalam kondisi nyaman dengan privasi yang terjaga.


Penyakit Infeksi Vaginal

Hal tersebut penting dilakukan agar tidak mengalami infeksi. Penjagaan kebersihan di masa menstruasi yang buruk akan mengakibatkan berbagai macam penyakit Vaginal Infection.

 

Vaginal Infection
Vaginal infection

Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis adalah infeksi vagina yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan jumlah bakteri alami (flora normal) di dalam vagina. Kondisi ini bukan merupakan kondisi berbahaya, tetapi dapat menimbulkan gejala yang menganggu, seperti keputihan dan gatal. Salah satu faktor risiko timbulnya penyakit ini adalah penggunaan berulang/jarang digantinya pembalut serta higienitas yang buruk. Infeksi vaginosis bakterialis berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi HIV, HPV (penyebab Kanker Serviks), dan komplikasi persalinan.

 

Kandidosis vulvovaginalis

Kandidosis vulvovaginitis adalah infeksi saluran reproduksi wanita yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Penyakit ini dapat menyebabkan rasa gatal ekstrem dan pembengkakan pada vagina dan vulva serta keputihan yang menggumpal. Salah satu faktor risiko dari penyakit ini adalah higienitas wanita yang buruk, terutama saat menstruasi. Kondisi organ reproduksi yang terlalu lembab serta iritasi pada penggunaan pembalut yang tidak tepat dapat menimbulkan infeksi ini. Penyakit ini dapat berhubungan dengan risiko HIV dan HPV (penyebab Kanker Serviks).

 

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan kondisi organ sistem/saluran kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. ISK dapat memberikan gejala yang beragam, mulai dari demam, sakit di perut dan panggul, nyeri saat buang air kecil, muncul dalam dari urine, dan lain sebagainya. Apabila tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi serius hingga bisa menyebabkan kematian. Salah satu faktor risiko dari penyakit ini adalah apabila perempuan memiliki kebersihan yang buruk, seperti pembersihan organ kelamin luar yang tidak tepat dan menggunakan produk yang tidak higienis.

 

Menjaga Kebersihan Selama Menstruasi

Prof. Dwiana juga menjelaskan bagaimana menjaga kebersihan masa menstruasi, seperti:

Cuci bersih pembalut yang sudah dipakai dan masukan ke dalam kantong plastik.

Ini sempat ramai juga di media sosial apakah pembalut bekas pakai dicuci dulu atau tidak. Kalau saya sih lebih nyaman dicuci dulu karena kasihan lah petugas sampah yang mengambil sampah sisa pembalut dan mencium bau amis darah karena tidak dibersihkan. Dan tentunya lebih nyaman saja.

 

Buang Pembalut dengan Benar

Buanglah pembalut yang sudah dipakai ke tempat sampah.

Lipat pembalut dan bungkus dengan kertas bekas atau Koran. Buang sampah pembalut ke tempat sampah. Jangan buang pembalut ke toilet karena akan menyumbat saluran.

 

Apabila menggunakan pembalut cuci ulang, cuci pembalut tersebut setelah digunakan.

Pengalaman saya memakai pembalut yang bisa dicuci ulang adalah bau yang tertinggal ketika dijemur. Meskipun aku cuci lama dan pakai sabun yang banyak, baunya masih ada. Sebenarnya sedikit risih juga. Cara menghilangkan bau tak sedap pada pembalut kain bisa dengan pemberian soda kue pada pembilasan awal dan cuka putih pada pembilasan akhir.

 

Pembalut sebaiknya diganti setiap 4 – 5 jam sekali

Tujuannya agar tidak ada bakteri pada vagina yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit.

 

Mandi 2 kali sehari untuk menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh

Selain menghindari bakteri pada badan maupun vagina, mandi juga memberi kesegaran tubuh.

 

Selalu cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah mengganti pembalut

Hal ini sangat penting dilakukan agar bakteri tidak ada yang menempel pada tangan.

 

Gunakan air bersih yang mengalir saat membersihkan vagina

Tentu saja agar vagina selalu bersih dan tidak menjadi tempat bakteri tumbuh.

 

Bila menggunakan cairan pembersih vagina sedapat mungkin sesuai dengan pH normal vagina.

Ternyata, membersihkan vagina dengan sabun mandi itu tidak bagus karena tingkat pH sabun itu sekitar 9-10 (terlalu basa) sementara tingkat pH ideal vagina berkisar 3,5 – 4,5. Sedangkan jika dibersihkan pakai air saja pH sekitar 7. Dan tingkat pH ideal kulit kita sekitar 5-6.

pH ideal untuk area intim kewanitaan


Sebenarnya kondisi vagina wanita lebih asam dan terdapat bakteri pathogen yang bisa menghambat tumbuhnya bakteri jahat penyebab penyakit. Namun, jika pH vagina terganggu maka akan berbahaya bagi flora area tersebut.

Cara Komunikasi Dengan Anak Remaja Putri Tentang Menstruasi

Sayangnya, informasi tersebut tidak banyak diketahui oleh anak perempuan yang baru mengalami menstruasi padahal informasi tersebut sangat penting. Menurut Psikolog, Anna Surti, anak perempuan yang tak pernah melakukan pembicaraan tentang menstruasi cenderung merasa takut, malu dan bingung saat menarke. Padahal jika ibu meluangkan waktu untuk membicarakan hal ini dengan putrinya, banyak manfaat yang didapat, antara lain kesehatan reproduksi yang lebih baik serta kedekatan ibu dan anak. Tidak sedikit anak perempuan yang mencari informasi sendiri dari teman atau internet, dan mendapatkan info yang tidak tepat, padahal berharap bisa membicarakan hal ini dengan ibunya. Oleh karena itu, ibu perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang cara membicarakan menstruasi.

Edukasi Anak Tentang Menstruasi


Jika tidak dibicarakan akan menimbulkan emosi negative (cemas, takut, malu, marah, dll), ketidaksiapan menghadapi menarke dan kesalahpahaman tentang menstruasi. Sementara jika dibicarakan maka kesehatan reproduksi remaja lebih baik. Remaja akan peduli dengan kesehatan reproduksinya. Selain itu remaja akan menunda hubungan seksual pertama dan tidak dilakukan pada masa sekolah. Resiko masalah kesehatan mental terkait seksualitas juga berkurang. Yang tak kalah penting, relasi ibu-remaja jadi lebih dekat.


Namun, banyak remaja putri yang merasa kesal atau malu jika diajak berbicara mengenai edukasi kebersihan menstruasi bersama ibunya. Seorang ibu pun merasa sulit juga untuk memberikan edukasi kepada anaknya karena beberapa alasan seperti tabu, bingung memulai dari mana, ibu kurang pengetahuan dan remaja juga ragu dengan kemampuan ibu. Oleh karena itu, perlu strategi bicara tentang menstruasi. 


Strategi Bicara Menstruasi





Menurut Bu Anna Surti, tujuh tips bicara menstruasi dengan anak perempuan adalah:

Ingat, Ibu adalah yang paling diharapkan

 

Ibu adalah sumber informasi tentang ‘menstruasi’ yang paling diharapkan oleh anak perempuan. Ibu perlu membekali diri dengan pemahaman yang tepat tentang menstruasi. Ibu perlu paham mana yang MITOS mana yang FAKTA tentang menstruasi. Ibu juga perlu membekali diri dengan cara berkomunikasitentang ‘menstruasi’. Misalnya mitos tentang minum air dingin saat menstruasi karena membuat darah menstruasi menjadi beku dan tidak lancar. Atau mitos lain misalnya tidak boleh keramas saat haid karena akan membuat pori-pori kulit menutup. Semua informasi itu sebenarnya hanya mitos saja.

 

Bicara menstruasi tidak tabu

 

Pembicaraan tentang menstruasi penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan generasi penerus bangsa.

 

Lakukan berulang kali

 

Jangan berpikir topik ‘menstruasi’ bisa dibicarakan dalam 1 kali pertemuan saja. Topik ‘menstruasi’ dapat dibicarakan sejak ada tanda-tanda awal pubertas, atau sebelumnya. Sesuaikan pembicaraan dengan usianya.

 

Bersikap positif

 

Isu-isu pubertas (termasuk menstruasi) bisa merupakan topik yang sensitif buat remaja.

 

 

Banyak bertanya dan berdiskusi

 

Lebih baik banyak bertanya dan mendengarkan jawaban remaja, dibandingkan banyak menceramahi / menasihati. Ibu bisa berbagi pengalaman pribadi secara positif. Jika tak siap menjawab pertanyaan anak, katakan butuh waktu berpikir dulu. Setelahnya cari informasi dan jawablah.

 

Jelaskan secara kongkrit

 

Gunakan gambar anatomi tubuh sederhana sembari menjelaskan. Tunjukkan pembalut dan ajari cara menggunakannya. Penjelasan ini dapat dilakukan dengan games, misalnya Menstrual Maze (Tran & Choi, 2018).

 

Jelaskan juga kepada anak laki-laki

 

Tujuannya agar anak laki-laki dapat lebih menghargai dan memahami perempuan. Anak laki-laki diharapkan tidak mengejek atau mempermalukan anak perempuan yang sedang menstruasi, namun dapat membantu. Bantuan misalnya dengan ikut menutupi teman perempuan yang mengalami ‘bocor menstruasi di roknya’. Contoh bantuan lain misalnya membawakan minuman hangat untuk teman yang lesu karena menstruasi.

 

Edukasi mengenai manajemen kebersihan menstruasi sebenarnya tidak saja dilakukan oleh ibu dari remaja putri tersebut teteapi juga pihak lain yang terkait seperti teman atau saudara perempuan, guru di sekolah, petugas kesehatan dan sumber lain (buku, film/video, artikel, internet, dll). Faktanya, lebih dari 90 persen remaja percaya kepada orang tua dan guru sebagai sumber informasi.

 

Di sekolah, UKS atau usaha kesehatan sekolah merupakan kolaborasi sekolah dengan puskesmas dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat atau kemampuan hidup sehat bagi warga sekolah. UKS di sekolah ini bisa memberikan edukasi manajemen kebersihan menstruasi kepada remaja putri. Selain itu, program Aku Bangga Aku Tahu dilaksanakan di sekolah. Penyuluhan rutin ke sekolah terkait kesehatan reproduksi dan Penyakit Infeksi Menular Seksual.

 

Program kesehatan lainnya seperti Posyandu Remaja bermanfaat untuk memfasilitasi dalam memahami seluk beluk remaja semasa puber. Vaksinasi HPV menjadi salah satu pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah dengan sasaran anak kelas 5 dan 6 SD untuk mengurangi risiko Kanker Serviks.


Rangkaian Produk Kebersihan Organ Intim kewanitaan

Untuk mendukung program edukasi mengenai manajemen kebersihan menstruasi, Sejak tahun 2017 Mundipharma Indonesia telah berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan POGI untuk melaksanakan program tersebut dan membagikan Buku Saku ‘Sehat dan Bersih Saat Menstruasi’ kepada lebih dari 1,000,000 perempuan Indonesia. Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan perempuan Indonesia semakin mengerti cara menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaannya sedini mungkin, serta dapat terus beraktivitas dengan nyaman tanpa terhalang menstruasi.

Bethadine Feminine Care


Mundipharma Indonesia melalui BETADINE® Feminine Care melakukan kampanye edukatif #YangIdeal untuk mengajak perempuan Indonesia mengetahui dan mengerti cara yang ideal dan tepat menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim kewanitaan, salah satunya dengan menggunakan pembersih khusus area kewanitaan yang ideal dan sesuai dengan kebutuhan sehari–hari, saat menstruasi, dan saat terjadi infeksi di organ kewanitaan.

 

Dalam hal ini BETADINE® Feminine Care menyediakan rangkaian produk area kewanitaan yang lengkap dan berkualitas tinggi, mulai dari pembersih kewanitaan sehari–hari dengan prebiotik; pembersih kewanitaan dengan kandungan daun sirih dan prebiotik; pembersih antiseptik kewanitaan khusus untuk mengatasi infeksi area kewanitaan dan antiseptik kewanitaan yang dilengkapi dengan aplikator; hingga tisu basah pembersih kewanitaan dengan prebiotik yang 100% biodegradable atau flushable.

 

Untuk sehari–hari, BETADINE® Feminine Wash dilengkapi dengan Prebiotik yang merupakan makanan dari bakteri baik dan memberikan perlindungan alami sehari–hari. Untuk infeksi di area kewanitaan, BETADINE®  Feminine Hygiene dengan Povidone–Iodine yang memiliki spektrum luas dan terbukti mengatasi keputihan berlebih, gatal, bau tak sedap dan iritasi ringan yang kerap terjadi saat menstruasi.


Pembelian produk Betadine Feminine Care bisa dilakukan di Shopee atau Tokopedia ya.

 

Yuk, kita jaga kebersihan selama menstruasi dengan langkah-langkah di atas dan bisa dilengkapi dengan Betadine Feminine Wash!

Read More
Food Waste


Enam belas tahun lalu, terdengar suara ledakan keras dan disusul longsor sampah hingga menimbun dua permukiman yang berjarak 1 km dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Leuwihgajah, Bandung. Total 157 jiwa tewas dalam musibah tersebut.


Tragedi tersebut memang sudah lama. Namun seharusnya bisa menyadarkan kita ada hal yang penting yang harus kita lakukan agar tragedi itu tidak terjadi lagi dan mengancam kehidupan orang lain. 


Dan akibatnya?


TPA Leuwihgajah ditutup. Semua sampah dari Bandung Raya menumpuk di Tempat Penampungan Sampah (TPS) hingga TPS tidak mampu lagi menampung sampah. Bandung menjadi daerah yang kotor. 


Sebenarnya kejadian ledakan di TPA tidak saja terjadi di TPA Leuwihgajah. Beberapa lokasi tempat pembuangan sampah di beberapa tempat juga pernah mengalami ledakan gas metan seperti di Mojokerto, di Tasikmalaya, di TPA Suwung (Denpasar, Bali). Bahkan di tingkat internasional pun pernah mengalami hal serupa seperti di TPA Payatas (Filipina) dan TPA Ano Liossia (Yunani).


Bahayanya Sampah Organik

Jika selama ini mindset kita mengatakan bahwa sampah anorganik atau sampah yang tidak bisa terurai seperti plastik dan sterofoam itu berbahaya, maka sepertinya harus pula berpikir bahwa tumpukan sampah organik pun bisa menjadi ancaman besar baik pada keselamatan manusia maupun pada kelestarian lingkungan. Sampah organik yang paling banyak menumpuk di TPA itulah yang memicu munculnya ledakan di TPA. Tentu karena selama ini banyak yang menganggap bahwa -bahkan saya sendiri- sampah organik ini tidak membahayakan karena mudah terurai. Nyatanya, pernyataan itu tidak sepenuhnya benar.


Apa yang membuat sampah organik ini berbahaya? Penyebabnya sebenarnya tergantung pada ada atau tidaknya oksigen dalam pada proses penguraian sampah organik. Penguraian tersebut yang dikenal menjadi dua proses utama yaitu proses aerob dan anaerob. Jika proses aerob membutuhkan oksigen dan menghasilkan kompos, maka proses anaerob ini tidak memerlukan oksigen dan menghasilkan gas metana. Biasanya gas metana ini digunakan untuk biogas atau biomassa.


Proses Terjadinya Ledakan Metana Sampah



Sampah organik yang menumpuk di TPA ini akan mengalami proses anaerob sehingga menghasilkan gas metana apalagi tidak menggunakan sistem pelapisan tanah setiap ketinggian satu meter. Hal tersebut menyebabkan akumulasi gas metan di bagian bawah. Ketika hujan mengguyur sampah, gas metan akan keluar naik karena berat jenis gas yang lebih ringan dari air sehingga gas metan terjebak dan volumenya semakin meningkat. Peningkatan volume gas yang bereaksi dengan udara tersebut akan memicu terjadinya ledakan dan dampak buruk pada nyawa manusia. 


Di Indonesia belum banyak TPA yang memiliki sistem pengelolaan untuk mengolah kembali gas metan sebagai sumber energi sehingga gas metan menjadi zat berbahaya. Oleh karena itu, perlu kesadaran dari masyarakat untuk mengolah sampah organik dari sumbernya atau dari rumah (domestik). Salah satu sampah organik yang cukup besar adalah sampah sisa makanan.


Satu fakta yang cukup mengejutkan adalah ternyata Indonesia menjadi negara kedua dengan sampah makanan (food waste) terbesar di dunia setelah Arab Saudi. Indonesia diperkirakan menghasilkan sampah sisa makanan sebesar 300 kg per orang per tahun. 

Rangking Food Waste


Sedangkan menurut Media Indonesia, dari total sampah sisa makanan sebesar 1,3 juta ton, sebanyak 113 kilogram per tahun per rumah tangga atau berkisar 28 kilo per orang per tahun untuk sampah domestik.


Dan dari semua jenis sampah makanan (food waste) domestik tersebut, sampah sayuran menjadi jenis sampah terbesar berkisar 7,3 kg.

Food Waste Tertinggi Di Indonesia



Dampak Negatif Food Waste

Sebenarnya dampak negatif sampah makanan (food waste) tersebut sangat luas dan berjangka panjang seperti:


Meningkatkan efek gas rumah kaca

Sampah organik yang selama ini didominasi oleh sampah food waste menumpuk di TPA hingga memicu timbulnya gas metana. Jika zat itu lepas ke udara akan menjadi gas yang 21 kali lebih berbahaya bagi lapisan ozon dibanding karbon dioksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dan asap pabrik. Lama-kelamaan lapisan ozon akan menipis. Tahu sendiri kan bagaimana bahayanya jika lapisan ozon menipis? 


Dampak negatifnya akan menjadi “multiplier effect” bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Cuaca yang tidak menentu membuat kegagalan panen terjadi. Tentunya akan berpengaruh pada produksi pangan yang sangat dibutuhkan manusia. Selain cuaca yang tak menentu, kenaikan muka air laut akan cepat terjadi sehingga banyak pulau-pulau kecil yang mulai tenggelam. Begitu juga kehidupan masyarakat di pesisir yang sering mengalami banjir. Kelangkaan air pun terjadi. Kekeringan terjadi di banyak daerah. Selain itu, keanekaragaman hayati akan punah karena tidak mampu menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang berubah. 


Membuang-buang sumber daya air dan menyia-nyiakan tanah 

Penggunaan air untuk perkebunan atau pertanian tentu tidak sedikit. Menurut FAO, untuk memproduksi 1,3 milyar ton makanan yang terbuang memerlukan volume air 250 km3 per tahun (setidaknya sama dengan volume air danau toba). Wow, banyak sekali ya!


Sementara untuk memproduksi makanan yang terbuang ini diperlukan 1,4 milyar hektar lahan pertanian (28% lahan pertanian dunia) atau sama dengan 1,5 kali daratan China! Padahal lahan yang luas untuk pertanian ini dimanfaatkan untuk kegiatan produksi lainnya yang lebih bernilai tinggi. Begitu juga dengan air yang seharusnya bisa digunakan untuk aktivitas lainnya malah terbuang sia-sia. Bayangkan betapa banyak kerugian yang telah kita peroleh akibat pembuangan sampah makanan. 


Mengancam biodiversitas

Sampah makanan bisa saja mengancam biodiversitas secara tidak langsung. Food loss pada hasil perikanan kelautan bisa menyebabkan kelangkaan karena penangkapan terus terjadi. 


Boros penggunaan minyak bumi

Saat pengolahan tanah untuk lahan pertanian tentu juga menggunakan bahan bakar minyak bumi baik untuk produksi maupun untuk pengiriman hingga ke konsumen. Pemborosan penggunaan minyak bumi yang tidak dihemat juga akan berdampak pada kelangkaan sumber daya minyak bumi. 

Truk Sampah
Truk sampah di lingkungan rumah


Meningkatkan pengeluaran

Di negara maju, kerugian yang diakibatkan oleh food waste sebesar USD 680 juta dan di Negara berkembang seperti Indonesia sebesar USD 310 juta (sustaination.id). Belum lagi jika sampah tidak dipilah juga akan memberikan kerugian keuangan. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Joko Priono di kampus UI, kerugian akibat tidak dilakukan pemilahan sampah sebesar Rp 46 juta, sementara jika dilakukan pemilahan dan pengolahan sampah maka keuntungan yang diperoleh sebesar 73,6 juta.  

Dampak Negatif Food Waste


Jika kita tidak menguranginya dari sekarang maka tentu akan berpengaruh pada kelestarian bumi. Jika kita berpikir salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif tersebut dengan cara memilah sampah sisa makanan atau organik, sebenarnya banyak cara yang lebih bisa berkontribusi untuk mengurangi sampah sisa makanan. Dari hal yang paling sederhana sampai paling kompleks.

Sembilan Cara Hidup Minim Sampah Makanan

Salah satu situs yang fokus pada food waste adalah Bandung Smart Food City yang memiliki program mengurangi sampah makanan.

Saya pun terinspirasi dari situs tersebut dengan membuat sembilan cara hidup minim sampah makanan yang biasa saya lakukan


1. Membuat menu makanan

Sebelum belanja sayur ke pasar, buat rencana menu makanan untuk beberapa hari. Baiknya dua hari karena sayur akan tahan lama dan tidak terbuang. 


2. List bahan yang akan dibeli

Setelah menentukan menu, buatlah list bahan yang akan dibeli. Menurut saya ini lebih efisien dan efektif ketika belanja di pasar katena tidak tergoda membeli bahan di luar list dan menghemat waktu. 


Oiya, daftar yang dibeli pun juga disesuai dengan porsi makan keluarga. Dan biasanya saya membeli sayur yang masih segar sehingga bisa tahan dua hari di kulkas. Kalau sudah agak layu, maka saya tidak akan membeli.



3. Hanya membeli sesuai list

Salah satu cara agar tidak banyak sampah sayur yang terbuang adalah membeli bahan makanan sesuai list/daftar. Selain itu, jumlah bahan yang dibeli disesuaikan dengan kebutuhan memasak. Disini kita harus peka terhadap kebutuhan bahan makanan yang akan dibeli. 


4. Masak secukupnya

Memasak secukupnya memang harus melalui tahap ujicoba. Tentunya porsi satu keluarga beda-beda. Jika ternyata tidak habis, maka makanan yang bisa ditaruh di kulkas lebih baik disimpan di kulkas. Sedangkan sayur-sayuran berwarna hijau tidak bisa dipanaskan jadi tidak perlu disimpan di kulkas. 


5. Mengambil makanan secukupnya

Lebih baik mengambil sedikit-sedikit dan mengambil lagi kalau kurang daripada mengambil banyak dan makanan terbuang.


6. Habiskan makanan

Usahakan habiskan makanan yang diambil. Menghabiskan makanan juga merupakan salah satu cara untuk menghargai pemasam. Dan tentu saja pemasam akan sangat senang jika makanan yang dibuat habis.


7. Saling mengingatkan antar anggota keluarga

Hal yang biasa dilakukan untuk anak saya adalah mengingatkan mereka untuk menghabiskan makanannya. Meskipun sedikit sulit, setidaknya mengajarkan mereka bahwa makanan itu harus dihabiskan. Mengingatkan mereka bahwa banyak orang di luar sana mengalami kekurangan makanan dan gizi buruk. 


8. Sisa makanan untuk hewan

Jika ternyata usaha di atas sudah dilakukan dan masih ada makanan yang tersisa, maka sisa makanan bisa diberikan untuk hewan peliharaan. Bisa diberikan untuk kucing atau ayam peliharaan. 


9. Mengolah menjadi pupuk kompos atau memisahkan sampah sisa makanan/organik

Kalau di lingkungan rumah saya jarang ada kucing atau ayam yang bisa dikasih sisa makanan, jadi sampah sisa makanan dipisahkan dari sampah anorganik lainnya. Setiap hari tertentu, sampah sisa makanan itu diambil oleh petugas sampah.

Pemilahan sampah makanan
Pemilahan Sampah Sisa Makanan Sebelum dimasukkan Tong Sampah Organik


Lebih baik lagi jika di setiap rumah terdapat fasilitas untuk pengolahan sampah organik menjadi kompos. Selain bagus untuk tanaman tentunya membantu mengurangi penumpukan sampah di TPA.

Minim Sampah Makanan


Perilaku sederhana itu tentunya sangat berpengaruh terhadap volume sampah sisa makanan (food waste) yang terbuang. Apakah kita mau sampah sisa makanan di TPA terus menumpuk bahkan membahayakan lingkungan sekitar? Apalagi setelah kita tahu begitu besar dampak negatif food waste dalam jangka panjang. Jika semua masyarakat memahami bahayanya dan peduli dengan keselamatan masyarakat bahkan kelestarian lingkungan, tentunya beban TPA tidak lagi besar. 

Mulai dari sekarang, mari kita terapkan gaya hidup minim sampah makanan untuk kehidupan bumi yang lebih baik!



Referensi :

https://m.mediaindonesia.com/humaniora/282977/wow-1-orang-indonesia-hasilkan-sampah-makanan-300-kg-per-tahun

https://m.kumparan.com/amp/kumparannews/bom-waktu-itu-bernama-sampah-makanan-1sey9ZZUcFw

http://www.kabar58.com/2021/02/tpa-leuwigajah-meledak-bandung-dijuluki.html?m=1

https://cimsa.ui.ac.id/2020/11/09/food-waste-dan-pengaruhnya-terhadap-lingkungan/


https://sustaination.id/jangan-buang-sisa-organik-di-tempat-sampah/

https://baliexpress.jawapos.com/read/2018/09/25/96529/tpa-suwung-kebakaran-lagi-diduga-akibat-ledakan-gas-metan

https://www.viva.co.id/amp/berita/nasional/289365-tempat-pengelolaan-sampah-di-denpasar-meledak

https://m.ayotasik.com/read/2019/08/27/3065/aktivis-lingkungan-sayangkan-kebakaran-tpa-nangkaleah

https://hsepedia.com/sampah/

https://faktualnews.co/2021/01/25/polisi-lokasi-ledakan-tempat-sampah-di-mojokerto-terindikasi-tidak-terdaftar/251784/amp/

https://sustaination.id/bahaya-sampah-organik/

https://gifood.id/2019/03/19/sampah-makanan-dan-dampaknya-bagi-lingkungan/

https://cimsa.ui.ac.id/2020/11/09/food-waste-dan-pengaruhnya-terhadap-lingkungan/

https://sustaination.id/food-waste-is-stupid-habiskan-makananmu-mulai-hari-ini/


Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower