Setelah puas naik kereta wisata di Museum Kereta Ambarawa, kami pun pulang. Karena hari sudah menjelang tengah hari, saya dan keluarga memutuskan mencari makan siang. Suami penasaran dengan Wisata Apung Kampung Rawa yang tak jauh dari Museum Kereta Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Resto Apung Kampoeng Rawa ini berada di pinggir Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Salah satu wisata kuliner di Ambarawa ini dibuat dan dikelola oleh 12 paguyuban petani nelayan di danau Rawa Pening. Memang saat saya naik kereta wisata dan melewati Rawa Pening, saya melihat banyak sekali keramba-keramba di pinggir danau.

Ketika saya tiba di depan gapura bertuliskan Wisata Apung Kampoeng Rawa Ambarawa terdapat bis yang sedang berhenti. Rupanya mereka sedang menunggu rombongan.


Setelah itu, saya melewati sebuah loket dan saya harus membayar tiket. Saya sempat kaget juga, untuk makan saja saya harus mengeluarkan tiket. Biaya masuk ke lokasi Wisata Apung Kampoeng Rawa adalah Rp. 15.000,- untuk mobil sedangkan untuk bis sebesar 20.000 rupiah. Dan ternyata, wisata kuliner di Ambarawa ini bukan hanya wisata kuliner biasa tapi juga terintegrasi dengan wisata alam juga wisata buatan.

Saya pun tiba si tempat parkir mobil cukup luas. Beberapa bagian yang terdapat pepohonan sudah terisi penuh. Jadi kami dapat bagian yang sangat terik matahari. Mungkin karena weekend dan kami berangkat sudah siang jadi kami nggak dapat tempat parkir yang teduh.

Toko Oleh-oleh

Di dekat tempat parkir terdapat beberapa warung yang menjual oleh-oleh dan berbagai produk makanan. Ada juga rumah khusus yang menjual oleh-oleh khas Semarang dan Ambarawa

Pendopo Joglo

Ada pendopo berbentuk joglo dekat tempat parkir.  Siapapun bisa menggunakan pendopo joglo itu. Bisa juga kali ya untuk melaksanakan resepsi pernikahan.


Pemancingan Ikan

Di wisata ini ada juga resto yang menyediakan pemancingan ikan bagi yang suka memancing. Awalnya suami mengajak untuk memancing ikan tapi saya nggak mau. Bayangkan saja masa saya harus menunggu mancing dulu. Perut mah sudah keroncongan.

Wahana permainan

Sebelum pintu masuk, ada wahaan permainan sederhana seperti trampolin, mandi bola, dan kereta-keretaan. Anak saya sudah mupeng duluan. Saya mengatakan harus makan dulu baru main. Untungnya dia mau dibujuk walaupun cukup lama. Nggak cuma itu aja, tapi ada juga bebek air yang ada di depan restoran.


Perahu masuk ke Resto

Yang unik adalah untuk masuk ke resto, saya harus naik perahu yang ditarik tali. Si bapak menarik tali dengan pelan. Kami melewati kolam yang banyak sekali ikan-ikan yang siap diolah dan dikonsumsi. Sebenarnya ada satu jalan untuk masuk ke restonya dan berada di pinggir restoran tapi saya nggak tahu. Baru tahunya pas sudah duduk di gazebonya. Hehe.

Menunggu-nunggu Pelayan

Begitu turun dari perahu/getek, saya merasakan resto apung yang bergerak mengikuti ombak air Rawa Pening. Saya pun mencari tempat duduk. Di resto apung ini kita bisa memilih temoat lesehan atau yang menggunakan kursi. Saya mencari tempat lesehan karena bisa selonjoran. Maklum perjalanan jauh rasanya ingin selonjoran saja. Sayang, karena saat weekend disana ramai sekali jadilah kami dapat gazebo di bagian depan bukan di bagian belakang yang dekat sawah dengan pemandangan gunung Sumbing, Sindoro, Telomoyo, Ungaran, dan Merbabu.



Seorang petugas sibuk sekali berlalu lalang melayani pengunjung. Kami dilewati begitu saja. Saya sempat deg-degan jangan-jangan karena sedikit jadi dilayani belakangan. Cukup lama menurutku sampai kami bisa memegang menu makanan yang beragam.

Menu-menu makanan

Makanan yang disuguhkan nggak cuma ikan-ikanan saja, seperti : gurame, mujair, lele, nila, tapi juga ada ayam, udamg, sop, oseng/cah. Minumannya juga ada degan, jus buah, es Kampoeng Rawa, es lidah buaya, es kacang manado, dan lainnya. Karena kami berada di warung apung jadinya kami memesan ikan bakar dan minuman saja. Si Raceqy terlihat seperti nggak mood makan jadi saya pesankan french fries saja. Di Restoran Kampoeng Rawa ini disediakan menu untuk anak-anak (Kids menu). Ada juga paket hemat dari harga Rp. 34.000-Rp. 54.000,-. Isinya juga lengkap dari Nila/Ayam/Bebek, nasi, sambel, sayur lalapan, tahu tempe dan minuman. Karena Restoran Kampoeng Rawa juga menyediakan tempat untuk meeting atau acara jadi menyediakan paket prasmanan dengan menu berbeda-beda tiap paket.
Menu lebih lengkapnya coba klik link ini ya.

Harga

Menurut saya harganya nggak murah tapi juga nggak terlalu mahal dan sesuai dengan yang disajikan. Misalnya ikan gurame bakar seharga 12ribu per ons (rata2 1 ekor sampai 4 ons) bisa untuk dua orang. Untuk selera saya sih rasa manis dan gurihnya udah cukup.

Spot Foto

Yang pasti, di Wisata Apung Kampoeng Rawa banyak sekali tempat foto yang cocok untuk berselfie atau wefie ria, seperti gazebo dengan pemandangan sawah dan gunung, di atas perahu, ataupun gazebo tengah kolam yang ada kursinya dan di belakangnya bertuliskan "Kampung Rawa".


Akhirnya selesai juga wisata kuliner saya di tengah danau Rawa Pening di Ambarawa. Wisata Apung Kampoeng Rawa memang wajib dicoba bagi siapapun yang merencanakan liburan di Ambarawa atau Semarang.
Read More
Setelah sebelumnya mengunjungi Taman Harmoni dan Hutan Bambu yang ada di Sukolilo, Surabaya. Weekend ini kami mencoba mengunjungi Taman Flora di Surabaya. Tujuan awal sih untuk mengajak anak main sepeda di sana. Tapi pas mencari parkiran, kondisi ramai sekali dengan anak-anak sekolah yang sedang ada acara. Mereka berpakaian dan berdandan aneh-aneh.

Dari jauh sudah terdengar suara musik drumband dengan suara yel-yel anak-anak sekolah.

Kami melewati pujasera di luar taman. Suasana warung masih cukup sepi dari pengunjung. Aku belum sempat lihat menu-menunya karena lagi fokus melihat jalan yang sangat ramai dengan orang.

Di pintu gerbang taman banyak sekali penjual yang menjual makanan untuk kita juga makanan untuk rusa. Suasana panas Surabaya membuat penjual es teh paling laris.

Aku banyak berpapasan dengan anak SD yang memakai pakaian daur ulang. Ternyata mereka sedang mengikuti lomba yel-yel lingkungan hidup.

Banyak dari mereka yang lesehan sambil makan siang di bawah pohon-pohon taman. Terlihat wajah mereka yang kelelahan. Aku berhenti sejenak melihat yel-yel mereka. Mereka benar-benar kreatif. Aku membayangkan yang repot begini pasti ibu dan guru-gurunya, hehe.

Aku melihat seorang petugas sedang menyiram tanaman. Wah, kebayang berapa jumlah air yang habis untuk menyiram satu taman Flora yang luas itu.

Taman Flora ini dulunya bernama Kebun Bibit Bratang dengan luas 2,4 hektar. Taman ini menjadi salah satu alternatif tujuan wisata yang murah di Kota Surabaya. Taman ini tidak dipungut biaya.



Dengan lokasi di tengah kota dan parkir yang tersedia di ruko-ruko depan taman membuat taman ini mudsh diakses. Taman Flora ini berada di Jalan Manyar No.80, Gubeng, Surabaya.

Aneka Tanaman

Di Taman Flora ini banyak tanaman berjenis tanaman pelindung, perdu, tanaman langka, dan palem. Tanaman-tanaman yang besar dan tinggi diberi papan nama kecil bertuliskan jenis tanaman dan bahasa latinnya. Disini kita bisa mengenal jenis tanaman yang sering kita lihat tapi nggak tahu namanya. Nggak perlu khawatir kepanasan karena pohon yang besar membuat pengunjungnya teduh. Makanya beberapa mahasiswa duduk-duduk di bawahnya dengan menggelar tikar.


 Playground

Setelah selesai melihat beberapa pertunjukan, aku dan keluarga keliling-keliling taman. Suasana teduh. Di beberapa titik banyak playground. Sayangnya playgroundnya beralaskan pasir jadi pertama-tama anakku kurang nyaman tapi lama-lama dia mau juga bergabung dengan teman-teman yang lain. Kayaknya setelah dibujuk ayahnya, hehe.


Ruang Menyusui

Eh ternyata ada ruang menyusui di dalam kantor pengelola tamannya cuma belum lihat fasilitas di dalamnya ada apa aja.

Mini Outbond

Anak juga bisa berpetualang di mini outbond yang melatih keseimbangan, otot dan kebernaian anak. Ada panjat tebing yang dibuat untuk anak-anak. Ukurannya mungkin sekitar 2 meter. Beberapa anak sekolah juga ada yang sedang latihan pramuka. Selain itu ada permainan berdiri di atas satu tali dengan berpegangan pada tali lainnya. Latihan itu untuk melatih keseimbangan dan otot tangan.


Taman Fauna

Walaupun namanya Taman Flora tapi di taman ini juga ada Taman Fauna dengan satwa burung dan rusa. Kita bisa ngasih makan ke rusa-rusa itu. Kebun Rusa ini ada di pinggir jalan dekat lampu merah. Kebayang bagi pengendara yang berhenti di lampu merah mencium bau-bau rusa. Haha. Rusa-rusa selalu mendekat setiap ada pengunjung yang datang mendekati mereka. Rusa-rusa itu tampak lapar. Beberapa pengunjung terlihat memberi makan mereka.


Perpustakaan

Aku cukup kaget karena Taman Flora ini ada perpustakaannya. Bentuk bangunannya semi terbuka. Jadi dindingnya bertembok tapi tanpa jendela hanya temboknya separuh. Hal ini membuat angin bisa masuk ke dalam perpustakaan sehingga kita akan merasa teduh dan nggak kepanasan. Di beberapa bagian tergantung foto-foto para pejuang kemerdekaan dan foto Tempo Doeloe (kutebak mungkin para pejuang dari Surabaya dan foto Surabaya Tempo Doeloe).


Broadband Learning Center

Aku penasaran dengan ruang digitalnya tapi sayang ruangannya dikunci jadi nggak bisa lihat isinya. Kalau dari judulnya sih tempat pembelajaran teknologi informasi. Kuduga di dalam banyak komputer dengan jaringan internet sehingga anak-anak bisa belajar teknologi informasi.


Rumah Kompos

Pemerintah Kota Surabaya memang sedang menggalakkan program yang ramah lingkungan. Salah satunya dengan pengembangan rumah kompos. Di beberapa titik juga ada bak sampah untuk diolah jadi kompos.


Musholla

Karena waktu itu bekum masuk waktu dzuhur, jadi aku nggak sempat merasakan sholat di Musholla. Kulihat seseorang petugas sedang membersihkan musholla sebelum digunakan.

Toilet

Namanya juga fasilitas umum, di Taman Flora ini disediakan toilet. Tapi toiletnya cukup sederhana. Untung aku dan anakku belum kebelet pipis.

Air mancur

Keunggulan lainnya yang bisa menarik perhatian anak-anak adalah adanya air mancur di tengah-tengah taman.

Taman ini menjadi sangat penting bagi kepentingan ekologis kita karena tumbuhan yang ada di dalamnya merupakan penyumbang oksigen bagi penghuni kota. Tak hanya berfungsi ekologis, Taman Flora juga dapat berfungsi sebagai wadah untuk mengedukasi dan memberi hiburan pada anak dengan harga yang ramah di kantong alias murah. Maka, Taman Flora bisa menjadi pilihan keluarga untuk membawa anak-anak saat liburan.
Read More
Bulan Oktober, saya dapat kesempatan untuk ikut pertemuan Gerakan Literasi Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa kemdikbud. Pada pertemuan tersebut membahas perbaikan-perbaikan naskah buku yang lolos seleksi.

Pertemuan tersebut diselenggarakan di salah satu hotel di Jakarta. Hotel di Jakarta Utara bernama Hotel Ibis Style Sunter. Hotel Ibis memang banyak tersebar di beberapa negara. Yang saya tahu selain Ibis Style adalah Ibis Budget sengan harga yang sesuai dengan budget kita.

Lokasi

Hotel Ibis Style Sunter ini berlokasi di daerah Sunter di Jalan Gaya Motor di Jakarta Utara. Jika dibandingkan dengan dua bandara di Jakarta, hotel ini lebih dekat ke Bandara Halim Perdana Kusuma ketimbang Bandara Soekarnohatta. Itu kalau lihat di petanya.

Sesampainya di Lobby hotel, saya pun registrasi ke panitia. Setelah itu, saya bertanya tentang kamar saya. Ternyata saya belum dapat kamar, padahal badan sudah legrek semua. Sepertinya kamarnya memang lagi dibersihkan.
Akhirnya saya ke ruang aula untuk makan siang yang sudah di sediakan. Uniknya, untuk ke aulanya tidak menyatu dengan bangunan kamar hotelnya. Aula dan tempat menginap berada di gedung yang berbeda.

Kolam renang

Kolam renang hotel Ibis Style berada di lantai atas dan berada di dalam ruangan (indoor). Kedalaman kolam renang sekitar 1,5 meter untuk dewasa dan 0,5 meter untuk anak-anak. Kolam renang anak bersebelahan dengan playground dan terdapat perosotan yang mengarah ke kolam renang dan playground.


Playground 

Saya sempat kaget juga ternyata di hotel ini ada fasilita playground di dekat kolam renang anak. Dan lokasinya dekat dengan Hall tempat pertemuan berlangsung. Playgroundnya nggak banyak. Ada perosotan yang mengarah ke kolam renang dan ke arah playground. Selain itu, ada mainan kuda-kuda sebanyak dua buah.

Di playground ini berada di luar ruangan sehingga nggak menggunakan AC. Jadi suasana di playground cukup panas. Tapi menurut saya penyediaan fasilitas playground di Hotel Ibis Style Sunter ini menunjukkan bahwa hotelnya cukup ramah anak.

Mungkinkah bawa stroller?

Sayangnya, untuk menuju ke aulanya harus melewati tangga cukup tinggi. Jadi, saya nggak bisa bawa stroller ke aulanya padahal stroller cukup membantu agar saya nggak perku gendong bayi.

Play room

Tak hanya playground, hotel ini juga menyediakan ruang khusus anak yang dekat dengan lobby. Dindingnya di cat bergambar kartun. Di dalam ruangan itu ada kursi dan meja berwarna-warni. Bantal untuk bersandar. Sayangnya, saya nggak ingat jenis mainan apa yang ada di sana walaupun nggak banyak sih.

Akses Lift

Setelah saya selesai makan yang disesiakan oleh catering panitia, saya pun pergi ke kamar. Untungnya Allah beri saya kekuatan untuk membawa 1 ransel, 1 tas jalan dan bayi digendong di depan.

Akses lift ini menggunakan kartu yang sama untuk membuka pintu kamar. Untungnya, sama pegawai hotel, lift sebelah kirinya di loss kan jadi siapa aja bisa naik turun dengan lift. Mungkin karena hari itu ada dua instansi yang mengadakan acara.

Saya lupa minta kartu kamar ke resepsionis karena kata panitia sudah ada teman sekamar saya yang datang.

Desain kamar yang unik

Saya turun di lantai enam. Saat masuk kamar dengan mengetuk pintu, saya kaget karena biasanya panitia menyediakan twin bed buat peserta dalam satu kamar. Ternyata cuma queen size. Karena saya bawa bayi 9 bulan jadi saya merasa sedikit nggak enak hati kepada teman sekamar saya. Khawatirnya mengganggu. Apalagi khawatirnya dia jadi kurang nyaman karena harus ndusel2 sama bayi saya.

Alhasil, saya harus meminta maaf dulu karena saya bawa bayi hehe. Ternyata dia pun kaget karena biasanya panitia menyediakan twin bed. Ehm. Pernah juga sih satu kali waktu pertemuan tahun lalu kasurnya juga queen size hanya saja saya tidur sama anak saya, nggak ada teman sekamar yang lain, jadi terkesan luas hehe.

Satu hal dari desain kamarnya yang sempat buat kaget adalah pintu lemari yang bisa digunakan sekaligus untuk menutup kamar mandi. Jadi kalau lemari itu ditutup maka kamar mandi terbuka. Tapi kalau pintu lemari digeser alias dibuka maka kamar mandi jadi ketutup. Pintu lemarinya bisa buat kaca satu badan penuh.

Breakfast

Selama dua kali sarapan di hotel, saya rasa makanannya hampir sama. Sepertinya hampir semua hotel seperti itu ya? Menu yang dihidangkan saat sarapan seperti sayur capcay, mie, sosis, ayam kecap, bubur ayam, bubur sumsum, roti-rotian, salad sayur, salad buah, aneka makanan jawa yang ditaruh di atas gerabah. Dan beberapa menu lain yang saya lupa menunya.

Saat makan siang memang menunya lebih sedikit. Hanya saja menunya juga hampir sama. Saya juga kurang tahu apakah makan siang disediakan dari hotel apa nggak? Karena kalau saya lihat menunya hampir sama.
Biasanya kalau acara di hotel, saat sarapan setiap tamu hotel diabsen sesuai nomor kamar. Tapi pas saya di Ibis Style saya nggak diabsen jadi siapa aja bisa masuk.

Restoran di Ibis Style Sunter (dok. Pribadi)

Wifi

Penggunaan wifi berpassword di ruang aula saat acara berlangsung memang cukup membantu untuk mendukung berjalannya acara. Mungkin karena dipakai orang banyak jadi terkadang jaringannya sibuk dan susah konek. Sedangkan saat di kamar, sambungan internet wifi cukup lancar.

Balkon

Saya dapat kamar dengan balkon semi tertutup. Pemandangan gedung-gedung tampak dimana-mana maklum lah namanya juga kota besar. Saya jarang sekali duduk-duduk di balkon. Ketika saya membuka pintu balkon dan duduk di sana justru bukan udara segar yang saya dapat tapi udara Jakarta yang sudah banyak polusi. Belum lagi hawanya panas. Yasudahlah. Saya tutup kembali balkonnya.
Sedangkan fasilitas lain sama seperti hotel berbintang lainnya seperti teh, kopi, gula, dan pemanas air.


Kamar mandi

Karena kamarnya minimalis dan modern maka kamar mandinya menggunakan shower yang ditutup oleh kaca bening. Butuh waktu pula untuk menggunakan air panas baik di showernya ataupun di wastafelnya.

Kaca kamar mandi yang bisa tembus ke tempat tidur (dokumen pribadia)

Anak mengompol?

Saya punya pengalaman saat bermalam di sana, ompol anak saya sempat tembus padahal sudah pakai popok. Jadinya, besoknya saya minta ke resepsionis untuk mengganti seprei. Tak lama, seorang petugas datang membawa beberapa lapisan seprei di tangannya. Dia begitu sigap mengganti sepreinya. Dia juga cerita kalau tembus ompol masih nggak apa-apa tapi kalau darah mens itu harganya hampir (separuh-kalo nggak salah) dari harga kamar. Untung saja.

Hari Jumat pun tiba, saya mulai berkemas-kemas sebelum acara dimulai. Biar nanti saat acara selesai saya bisa check out sebelum jam 12 siang. Menunggu Pak Menteri takmkunjung tiba, saya sempat khawatir karena saya ada janji ke Kemristek untuk ambil SK. Untungnya, saya bisa pamit duluan. Ada rasa sedih bercampur senang saya meninggalkan  acara lebih dulu. Sedih karena saya belum tahu tahun depan apakah masih bisa berkumpul dengan penulis-penulis lainnya. Senang karena akhirnya acara dan tanggungan saya selesai. Saatnya bertemu anak yang saya titipkan ke Mbahnya di Sragen, hehe.


Read More
Setelah tiba di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul enam sore, aku sempat bingung mau naik apa ke tempat acara. Kalau dari bandara sih yang murah biasanya pakai bus DAMRI tapi ya gitu harus menunggu cukup lama. Apalagi jam acara dimulai pukul tujuh malam. Jadi aku harus pilih kendaraan yang bisa cepat. Apalagi kalau bukan taksi? Tinggal memutuskan taksi online atau taksi bandara. 

Begitu keluar pintu kedatangan, aku nggak melihat counter-counter taksi bandara walaupun banyak taksi bandara berkeliaran. Di tempat lain, kulihat beberapa orang memenuhi counter taksi online.
Apa ikut antri taksi online kali ya? Duh, tapi aku nggak punya aplikasi taksi online soalnya tabletku nggak support untuk aplikasi macam itu. Sebenarnya bisa aja sih ngehubungi saudara yang bisa pesankan taksi online, tapi kok ekspresi orang-orang yang berdiri di counter taksi online pada bete ya. Apa nunggunya lama? Mungkin saja sangat lama.

Akhirnya aku ikut masuk antrian orang-orang yang ingin menaiki taksi bandara. Antriannya memang mengular. Tapi taksi yang datang pun banyak langsung tiga taksi jadi sebenarnya tidak terasa juga. Sekitar 15 menit tiba juga giliranku yang naik taksi.

Kali ini tujuanku ke Hotel Kartika Chandra adalah untuk mengikuti Pertemuan Penulis Tahap Pertama. Pertemuan ini merupakan pertemuan para penulis yang menang sayembara bahan bacaan SD oleh Badan Bahasa Kemdikbud.

Lokasi Hotel Kartika Chandra

Hotel Kartika Chandra ini berada di Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 18-20, Karet Semanggi, Setia Budi, RT.8/RW.2, Jakarta Selatan

Ternyata hotel ini berada di deretan bangunan-bangunan penting di ibukota. Jadi nggak begitu sulit mencarinya. Hanya saja waktu itu lagi jam pulang kantor sekitar jam setengah tujuh malam. Alhasil, jalanan di google map berwarna merah. Banyak titik-titik macet. Sempat khawatir juga karena jam tujuh malam acara selanjutnya dimulai.

Sebenarnya Pak Sopir menyarankan lewat tol saja biar cepat tapi kami sama-sama nggak punya e-money.  Bapaknya sempat bilang nekad aja lewat tol tanpa e-money tapi nanti pinjam e-money mobil belakang.

Haduh, repot banget deh. Akhirnya aku bilang lewat bawah aja. Nggak usah lewat tol.

Alhamdulillah walaupun melewati macet setidaknya nggak telat-telat banget sampai tempat acara.

Begitu sampai hotel, aku takjub. Dari luar bangunannya mewah banget dan besar.

Hotel Kartika Chandra dari depan (traveloka.com)


Parkir hotel

Parkir hotelnya luas banget. Kalau aku disuruh jalan kaki dari depan gerbang hotel ke lobby hotel dengan bawa anak dan tas mungkin aku sudah pingsan kali saking luasnya.

Di sebelah hotel ada bioskop XXI juga. Wah, kebayang nih kalau sudah selesai acara pada nonton di bioskop. Tapi aku nggak mungkin sih soalnya bawa bayi, hehe.

Bangunan Hotel

Kalau dilihat-lihat dari luar, bangunan hotel Kartika Chandra seperti bangunan tua. Kutebak hotel itu dibangun sekitar tahun 1980/1990-an. Walaupun begitu, bangunan ini terlihat mewah dari luar.

Keramahan Pegawai Hotel

Taksi pun menurunkan aku di depan pintu lobby. Seorang pegawai hotel berpakaian jas hitam dan kopi hitam menyambutku dengan senyuman ramah.
Kubilang, “Saya mau ikut acara badan bahasa.”

Ia pun mempersilakanku untuk check in terlebih dahulu. Aku pun setuju karena ingin menaruh barang-barang di kamar. 

Di resepsionis, seseorang menerimaku dan memberikan sebuah daftar nama setelah tahu bahwa aku salah satu peserta pertemuan. Aku menandatangani daftar nama itu. Aku sekamar dengan teman yang sudah cukup kukenal. Namanya Mbak Ira Diana.

Lobi Hotel Kartika Chamdra

Aku pun menuju ke kamar setelah mendapatkan kunci yang berupa kartu dari pegawai resepsionis.

Kamar Old-fashioned dan Elegant

Begitu masuk kamar, lampu redup kamar hotel bintang 4 ini membuat mataku ingin terlelap. Ups, aku ingat kalau harus ikut materi. Aku rebahkan si kecil di tempat tidur yang lagi tertidur pulas.

Tempat tidur twin-bed memang diperuntukkan untuk aku dan Mbak Ira. Tapi aku nggak lihat barang-barang Mbak Ira. Mungkin Mbak Ira nggak nginep di hotel? Soalnya Mbaknya memang tinggal di Jakarta. 

Aku mencoba mengatur suhu kamar agar tidak kedinginan. Tapi aku kaget karena AC nya nggak seperti AC masa kini. Tombolnya juga berbeda. Semua tombol di kamar benar-benar tombol old-fashioned!

Aku seperti sedang memecahkan teka-teki. Kulihat dan kuperhatikan dengan seksama tombol AC kamar. Kuharap ada petunjuk yang jelas untuk mengurangi dan menambah suhu. Mungkin karena sudah malam dan lelah jadinya aku nggak begitu teliti. 

Setelah selesai acara, aku penasaran dengan tombol AC. Begitu kulihat lagi, eh ternyata tinggal memutar saja seperti putaran kipas angin. Hehe.

Tombol-tombol lampu pun begitu. Inginnya mematikan salah satu lampu kamar tapi aku nggak menemukan tombolnya. Yang kulihat hanya tombol tua yang kuanggap sebagai tombol lampu kamar. Kutekan-tekan tombolnya, tak ada perubahan. Kucari tombol-tombol lain di setiap sudut kamar tapi hanya tombol tadilah yang kutemukan.

Aku menghembuskan nafas. Sepertinya hotel old-fashioned ini benar-benar membuatku kebingungan. Jadinya aku membiarkan lampu-lampu itu menyala sepanjang siang dan malam hari.

Kamar Hotel Kartika Chandra

Kamar Mandi

Aku mencoba melihat kamar mandi. Jangan-jangan aku harus mencari tombol-tombol ajaib untuk menyalakan air. Ketika kubuka pintu kamar mandi, kulihat wastafel di sebelah pintu kamar mandi dengan tempat tisu berbahan besi tertempel di dinding. Kamar mandinya cukup luas. Di sebelah kiri, ada bathtub dengan shower terletak di atas kran air. Kloset berada di ujung. 

Memang hotel-hotel baru dan modern hampir nggak menggunakan bathtub lagi. Katanya penggunaan bathtub itu membuat air boros dibanding shower.

Melihat kamar mandi sejenak ternyata membuat aku memutuskan untuk mandi saja sebelum ikut acara. Secepat kilat, aku mandi. Untung si bayi masih terlelap. Segera aku gendong lagi dan pergi ke tempat acara.

Hall

Tempat acaranya berada di Gedung sebelah. Jadi aku berjalan kaki melewati restoran hotel yang sudah tutup. Aku baru ingat kalau aku belum makan malam hanya roti dari pesawat untuk mengganjal perutku. Itu belum cukup. Aku berdoa semoga maag ku nggak kambuh. 

Begitu aku tiba di ruang acara dan melengkapi keperluan administrasi, aku pun membuka pintu kayu yang berat dengan ukir-ukiran bunga. Aku lupa nama Hall nya apa ya, hehe.

Acara-acara sudah dimulai. Kursi-kursi sudah penuh terisi peserta. Ada beberapa kursi yang kosong tapi di tengah-tengah. Aku harus blusuk untuk bisa duduk disitu. Akhirnya aku memilih kursi di pojok ruangan. Mungkin kursi untuk panitia. Lebih nyaman karena aku bisa menyusui dengan mudah kalau anakku menangis. Dan lagi aku langsung bisa ngeloyor pergi kalau tangisan anakku tak kunjung berhenti.

Hall hotel Kartika Chandra kubilang cukup mewah. Mungkin karena ada ukir-ukirannya. Dengan jumlah peserta sekitar 150 orang, Hall itu cukup untuk menampung peserta tanpa overload dan masih lowong. Yang pasti AC-nya nggak panas. 

Musholla

Musholla juga disediakan bagi peserta yang ingin sholat tanpa harus ke kamar. Letaknya di sebelah Hall. Ruangannya cukup luas untuk sebuah musholla hotel. Biasanya Musholla ini tempatku menyusui si bayi.


Breakfast

Dengan rate per kamar 800an ribu, aku merasa sangat worth it mendapatkan segala fasilitas yang diberikan termasuk sarapannya. Menurutku selama sarapan di beberapa hotel, menu sarapan di Hotel Kartika Chandra sangat beragam. Ada masakan Indonesia dan masakan Eropa. Tak perlu bingung buat turis asing yang nggak terbiasa dengan makanan kaya rempah bisa menikmati makanan dari negaranya seperti salad sayur, salad buah, roti-roti, wafel. Bagi orang Indonesia juga nggak perlu risau karena makanannya sudah disesuaikan dengan lidah orang indo yang kaya rempah seperti bubur ayam, nasi goreng, capcay, ayam, ikan fillet. Aku kayak orang kalap pas sarapan di sana. Semua menu kucoba. Wkwkwk.

Karena anakku masih 7 bulan. Jadinya aku belikan dia jus buah pepaya tanpa gula dan tanpa konsentrat di resto hotel. Harganya lumayan bowkk. 45 ribu. Wkakaka. Dan anaknya malah makan sedikiitttt. Sedihh.

Oiya, ternyata pas ketemu Mbak Ira katanya nginep di kamar satunya karena dapat jatah dari kantor dan sekalian bawa anaknya, hehe.

Selesai sudah menginap di hotel yang old-fashioned tapi elegant. Acara pun selesai. Tanggungan selesai. Tapi masih ada pertemuan kedua lagi.




Read More

Makanan yang dianjurkan untuk bayi adalah makanan yang mengandung banyak gizi dan jangan yang mengandung MSG. Jika makanan bayi tidak bergizi maka tumbuh kembangnya akan terganggu. Oleh karena itu anda harus memperhatikan makanan yang akan diberikan pada bayi anda. Bagimana jika makanan instan untuk bayi? Tidak apa sih jika sesekali saja bayi anda memakan makanan instan. Tetapi bagaimana pun tetap instan dan dibuatnya melalui proses yang mungkin berbeda jika kita sendiri membuatnya di rumah. Sehingga gizi bayi anda takutnya tak akan terpenuhi jika hanya mengonsumsi makanan instan walaupun yang diperuntukan untuk bayi. Maka sangat perlu memberikan makanan sehat untuk bayi. Dengan begitu bayi anda akan mempunyai pertumbuhan yang baik pula. 

Makanan Sehat Untuk Bayi Dibawah 1 tahun

Bayi mulai makan makanan pendamping adalah ketika sudah berusia 6 bulan. Bayi berusia 6 bulan boleh memakan makanan yang memang dianjurkan oleh WHO. Makanan tersebut harus bertekstur halus dan juga harus makanan yang tidak megandung bahan yang berbahaya. Sehingga untuk pertama kali makan ketika berusia 6 bulan, bayi dianjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan. Buahnya pun yang termasuk super food. Buah yang termasuk ke dalam kriteria tersebut adalah seperti alpukat, pepaya dan pisang. 

Anda bisa membuat buah tersebut menjadi jus. Jadi anda bisa menghaluskan alpukat tanpa tambahan gula dan pemanisa buatan lainnya. Biarkan bayi merasakan rasa yang original dari buah tersebut. Untuk buah pepaya juga anda bisa memblendernya hingga halus. Khusus pisang, anda bisa memberikannya lansung namun dengan disendok dengan tipis-tipis. Setelah memberikan buah selama seminggu atau 2 minggu. Anda mulai bisa memberikan makanan jenis lain seperti kentang, ubi, jagung, telur, ikan atau bahkan nasi. Jadi kenalkan 1 persatu dengan menjadikan semua bahan tersebut menjadi bubur. Jadi misalnya membuat kentang menjadi bubur dengan direbus dahulu baru diblender. 

 

Makanan Sehat Untuk Bayi Diatas 1 Tahun

Setelah diatas 1 tahun bayi mulai bisa memakan makanan yang sama seperti anggota keluarga. Artinya tidak lagi bubur atau sudah bertekstur kasar. Namun anda juga harus lihat kemampuan bayi. Jika bayi belum bisa, anda jangan memaksakan dulu. Kenalkan saja dulu, nanti jika mereka sudah terbiasa baru ubah tekstur dan menu. Untuk makanan bayi di atas 1 tahun juga tetap perlu diperhatikan. Janga mengandung MSG dan juga gula yang berlebih. Agar bayi  anda tetap sehat.
Anda bisa membuat makanan bayi dengan mempertimbangkan semua elemen masuk. Jadi karbohidrat, nabati, protein, dan juga sayuran harus anda. anda bisa memberi mereka sayur bayam dengan tambahan tahu putih, lalu goreng ikan salmon dengan margarin khusus bayi. Kemudian makan dengan nasi putih. Jika bayi belum bisa makan nasi putih yang seperti biasa, anda bisa membuatnya sedikit lembek. Untuk cemilannya anda bisa memberikan agar buah yang bergizi. Tentu anda bisa mengganti gula dengan susu murni atau madu. Cemilan sehat lainnya bisa anda buat kue kukus pisang. Tentu saja menggunakan bahan yang sehat seperti pisang, keju dan juga susu murni. Semua bahan dicampur jadi satu. Dicetak lalu dikukus hingga matang. 

Makanan sehat bayi untuk umur 1 tahun ke bawah atau 1 tahun ke atas sebenarnya tidak beda jauh. Hanya saja yang membedakan adalah tekstur makanan dan bagaimana makanan diolah. Maka bahan yang digunakan tidak jauh berbeda. Sehingga anda jangan  terlalu cemas atau pusing jika bayi mulai beranjak 1 tahun ke atas, tetap berikan makanan yang bergizi. Dan usahakan untuk tidak memberikan makanan cepat saji.
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower