Setelah lelah menunggu dari pagi sampai siang melihat karya anak negeri di Universitas Negeri Jember, aku mulai browsing-browsing hotel di Jember yang murah-murah ajaa. Karena bawa anak-anak, aku mencari hotel yang ada kolam renang. Setelah diskusi akhirnya kita pilih menginap di Hotel Bandung Permai Jember depan Trans Mall.
![]() |
| Bandung Permain Hotel Jember (agoda.com) |
Hotel Bandung Permai Pernah Jaya di Masanya
Hotel Bandung Permai Jember merupakan hotel bintang 3 yang berlokasi di Kaliwates. Kalau dari arah kota Jember, kita harus putar balik. Hotel ini dibangun sejak tahun 1980an. Lama bangeett..
Dari tampilan di internet, gedungnya besar dan masih bangunan tua. Bagi sebagian orang mungkin tampak menyeramkan.
Meski tampak jadul, bangunan luarnya juga masih terawat. Biasanya bangunan tahun segitu sudah banyak yang ngelupas, rusak dan bocor. Sepertinya di hotel ini tidak begitu tampak rusak parah.
Saat pesan hotel ini pun aku nggak kepikiran macam-macam. Entah kepikiran serem atau mistis. Nggak sama sekali karena memang masih terawat. Hawa-hawanya juga normal-normal aja.
Biasanya kalau datang ke suatu bangunan lawas, kita akan merasakan hawa tidak enak. Merasa seperti ada yang mengawasi. Seperti saat masuk ke Hotel Majapahit Surabaya. Bangunan tua dan mewah yang menurutku vibe-nya sedikit menyeramkan. Hehe.
Ternyata hotel ini pernah jaya di masanya, loh. Semakin lama, hotel ini kehilangan pamornya dan kalah dengan hotel-hotel modern lainnya di tengah kota Jember. Isunya, hotel ini dijual atau dialihkan ke pemilik lain begitu. Entah sudah dialihkan atau sedang proses. Terlepas dari itu semua, sekarang hotel itu masih aktif dan menerima pengunjung.
Harga Kamar Hotel
Kalau pesan datang langsung ke hotel, rate kamar hotel ini lebih murah dibanding kalau pesan di OTA. Rate per kamar kalau nggak salah Rp. 250.000,-. Kalau di OTA di atas itu.
Gara-gara aku baca review, aku chat WA dulu yang aku dapat dari IG-nya. Apakah masih tersedia kamarnya? Jawabannya akan dicek dulu tapi kok lama banget. Aku menunggu chatnya sampai satu jam. Karena tidak segera dapat jawaban, aku memilih datang langsung saja dan menanyakan ketersediaan hotel.
Fasilitas Hotel
Parkir mobil
Saat aku masuk ke gerbangnya, aku lihat ada tiga bus parkir yang sepertinya akan menunggu penumpang check out hotel. Mobilku berhenti di dekat lobby.
![]() |
| Parkir mobil di belakang (agoda.com) |
Sebenarnya di parkir depan gedung ini tidak terlalu luas. Di bagian belakang gedung, justru bisa muat banyak mobil. Tempatnya ada yang teduh juga. Di sana sudah ada beberapa mobil yang parkir.
Lobby hotel
Saat di lobby, aku disambut oleh pegawai yang ramah. Aku menanyakan kamar kosong apakah masih tersedia? Sayangnya mereka nggak bisa menjawab karena harus menunggu sekitar jam 2 karena masih ada rombongan yang belum check out.
![]() |
| Lobby hotel (hotelmurah.com) |
Akhirnya aku menunggu di lobby hotel. Aku mengajak anak-anak duduk di sofa dekat lobby. Tapi namanya anak-anak mana bisa diam. Ada aja tingkahnya. Mulai keliling lobby, lihat-lihat bagian belakang gedung yang ada kolam renangnya, atau memperhatikan mbak-mbak lobby yang sibuk melayani pengunjung.
Ruang lobby ini tampak biasa. Bukan bangunan modern. Tapi cukup bersih. Sofanya pun masih layak diduduki.
![]() |
| Sofa di lobby hotel (reserving.com) |
Setelah sekitar 1 jam menunggu, dan setelah aku bertanya bolak-balik, kami pun dapat kamar. Awalnya mau dikasih menghadap Trans Mall tapi aku minta yang menghadap kolam renang. Mereka memastikan lagi kalau kamarnya sudah ready. Jadi kami menunggu lagi. Untuk urusan ini memang agak riweuh sedikit.
Lift Hotel
Petugas dengan senyum ramahnya dan selalu bersemangat itu mengantarkan kami menuju kamar. Sebenarnya kami hanya naik ke lantai 2 saja tapi petugas mengarahkan kami untuk pakai lift dekat lobby. Sampai di lantai 2, koridor hotel lebih terang dan di bagian sini tampak kontras dengan ruang lobby. Di Lantai dua, bangunan sudah direnovasi jadi tampak bersih dan bagus meskipun bukan desain ala hotel bintang 4 dan 5 ya..
Kamar yang luas
Beliau membuka pintu kamar yang menggunakan kunci manual dan pegangan pintu yang diputar. Kami pun dipersilakan masuk. Kesan pertamaku adalah... luas dan lumayanlah kamarnya. Tidak sejadul bangunan luarnya. Mungkin karena hotel zaman dulu kamarnya pasti luas dan ada sofa ya.
![]() |
| Kamar luas (tiket.com) |
Lemari baju
Ada lemari cukup besar di sebelah kanan. Meskipun beberapa sudutnya sudah ada yang sedikit rusak tapi masih bisa untuk menggantung baju. Di sebelah kiri ada kamar mandi dengan bath tub. Di dekat lemari ada meja dengan kaca besar di atasnya ada tivi. Di sebelah kanan ada spring bed. Di sampingnya ada meja. Satu sofa cokelat dekat jendela.
Televisi, cara agar anak anteng
Jujur, kadang capek juga lihat anak nggak bisa diam apalagi kalau udah di luar kota begini. Nah, satu-satunya cara biar mereka diam ya hanya diberikan tontonan. Sebenarnya, aku termasuk ibu yang tidak ingin anaknya terlalu lama menonton. Di rumah pun, aku tidak pernah menyalakan televisi.
Di rumah, dia tidak pernah saya kasih tontonan Youtube kecuali kalau aku harus keluar dan mereka di rumah; dan saat mereka pulang ke rumah kakek dan neneknya.
Banyak yang tanya, hiburannya apa?
Ada lego, kadang menggambar, mainan blok, bermain peran dll. Meski pun kadang rebutan dan menguras kesabaran ibu, itu lebih bisa dimaklumi daripada nonton film berjam-jam. Duh, efeknya itu soalnya.
Di kamar hotel, bersyukur sekali sudah ada televisi. Televisinya bukan televisi tabung ya. Tapi sudah layar LED dan ditempel di dinding. Mereka sampai kamar hotel pun setelah beres berenang langsung nonton sampai check out.
Tapi sayangnya, televisi hanya bisa menyala sampai lama waktu tertentu. Setelah dua jam, televisi akan mati dan tidak bisa dinyalakan. Atau aku saja yang tidak bisa menyalakan?
Tapi ya sudah lah, mungkin memang waktunya istirahat. Hehe..
Tempat tidur yang luas dan sofa
Menurutku tempat tidurnya lebih luas dibanding di kamar Sun Apartemen atau bahkan hotel lain yang pernah kukunjungi. Sofa di kamar sebenarnya membantu kami kalau tempat tidur nggak cukup. Salah satu dari kami bisa tidur di sofa.
Agak aneh sih, seluas-luasnya spring bed biasanya ukuran berapa sih? Meskipun kami berlima tidur bareng, masih ada sisa tempat kasur. Mungkin ini anugerah dari Allah yang memberi kami badan kurus-kurus. Salah satunya biar bisa cukup satu kasur berlima. Hehe. Meskipun ada selimut tapi kami tidak pakai karena gerah. Loh?
![]() |
| Tempat tidur luas (agoda.com) |
Pemandangan indah
Aku membuka gorden sedikit. Jendela besar dengan gorden besar menampakkan pemandangan kolam renang dan pegunungan. Cocok banget untuk menenangkan diri.
![]() |
| View gunung dan kereta lewat (foto pribadi) |
Kadang malam hari, kami mendengar kereta lewat. Suaranya terdengar jelas. Meski dibatasi tembok hotel, tapi kami bisa melihat kereta lewat. Tidak terlalu mengganggu karena tidak sering.
AC Kamar Tidak Dingin
Sayaaang bangettt, AC kamarnya nggak dingin meskipun ada angin yang keluar dari AC-nya. Hiks. Yaa namanya juga minta murah wkwkwk. Saking panasnya kalau siang, kami buka jendela. Berharap ada angin sepoi-sepoi masuk tapi juga nggak ada angin. Huaaa.
Eh kalau malam, meski jendela ditutup, kondisi kamar tidak terlalu panas, sih. Jadi kami tetap bisa tidur dengan nyenyak soalnya udah capek bangeeett.
Kolam renang
Kolam ini berada di sebelah parkir mobil. Setelah mengantar suami ke Unej, aku kembali ke hotel dan mengajak anak-anak berenang.
![]() |
| Kolam renang Bandung Permai Hotel (agoda com) |
Kita memasuki bangunan yang terpisah. Sebuah meja menjadi pintu pengunjung di mana penjaga kolam renang duduk di sana dan menanyakan apakah tamu hotel atau bukan. Setelah konfirmasi, kami boleh masuk.
Kolam renang Bandung Permai Hotel ini dibagi dua kolam: dewasa dan anak. Kolam renangnya cukup luas. Di sekitarnya ada tempat duduk dan ayunan.
Berenang di sini selalu sepi kulihat. Bisa dihitung jari yang berenang di sini. Ada yang pengunjung hotel . Ada pula anak-anak yang berlatih berenang.
Namanya anak-anak yaa... pas ketemu anakku malah ikut main, haha. Sampai dipanggil berapa kali sama coach.
Aku menunggui mereka di tempat yang dingin. Kadang di ayunan, kadang di tempat duduk yang tidak terkena matahari. Kira-kira hampir satu jam berenang, aku meminta mereka menyudahi berenang.
Kakaknya sudah lebih dulu membersihkan diri di kamar mandi kolam renang, sedangkan adik-adiknya aku meminta mereka membersihkan diri di kamar. Karena aku tidak mau repot. Hehe.
Kalau di kamar hotel, baju jalanku tidak basah.
Kamar mandi di kamar hotel
Kamar mandi juga masih jadul. Anak-anak sangat excited melihat bath tub. Mereka kira bisa bermain air di bath tub. Tapi karena aku tidak menemukan penutupnya, jadi mereka tidak bisa mengumpulkan air di bath tub dan bermain.
Meski mereka tampak kecewa, tapi mereka tak kehabisan akal untuk membuat segala sesuatu di dekatnya menjadi menyenangkan. Dengan shower yang airnya jatuh ke bath tub, mereka tetap bisa bermain air.
Di kamar mandi ini disediakan gayung. Aku mengira buat mandi tapi karena tidak ada ember, sepertinya gayung itu untuk berkumur saat gosok gigi. Di bagian bawah wastafel sudah ada bak sampah. Dua handuk dan perlengkapan mandi juga sudah disediakan. Yang kurang, memang tidak ada air hangat, meski ada kran putaran air panas. Hehe.
Musholla
Musholla ini berada di dekat tempat penjaga tadi duduk. Beberapa orang keluar masuk dari musholla. Sepertinya pengunjung yang sedang ada acara di aula hotel.
Hotel jadul, hotel menyeramkan?
Setelah menginap di Bandung Permai Hotel Jember, apakah hotel jadul ini pasti menyeramkan? Jawabanku tidak. Karena aku alhamdulillah tidak ditunjukkan hal-hal mistis itu. Vibes-nya oke-oke aja. Tidak ada hawa tidak enak atau menyeramkan. Hotel ini bisa jadi alternatif yang bawa anak banyak dan ingin berenang. Tapi pastikan lagi cari kamar yang AC-nya menyala. Sekian review Bandung Permai Hotel Jember.
.jpeg)


.jpeg)



.jpeg)



0 comments
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.