Pantai Teluk Asmara Malang Selatan Yang Bikin Jatuh Cinta

No Comments

Setelah sekian lama nggak pergi ke pantai, akhirnya aku bisa pergi ke salah satu pantai Malang Selatan yang bagus. Namanya Pantai Teluk Asmara. Setiap pantai memiliki ciri khas yang berbeda meski berada dalam daerah yang sama yaitu Malang Selatan. Pantai Teluk Asmara ini merupakan wisata alam Malang yang berbeda dengan Pantai Ngliyep, Balekambang, Sendang Biru, Tiga Warna, Watu Leter atau Batu Bengkung


Perjalanan dari Kota Malang

Dari kota Malang, lama perjalanan bisa sampai 3 jam. Karena perjalanannya yang lama, aku jarang pergi ke pantai dengan keluarga inti. Biasanya bareng keluargaku atau keluarga suami. Kayanya kurang seru aja kalau cuma berlima.


Biasanya, kalau bareng uti akung, aku pergi ke pantai berangkat setelah sarapan sekitar jam 8 pagi. Karena aku pergi bareng keluarga suami, dan 'nebeng' mobil kakak, jadilah kami ngikut jadwal berangkatnya yaitu berangkat sekitar jam 4 pagi. Saat sholat Subuh kami berhenti di masjid.


Kenapa pagi-pagi sekali?


Biasanya kalau masih pagi, kondisi pantai tidak terlalu ramai dan tidak terlalu panas. Masih nyaman untuk bermain air. 


Perjalanan ke Pantai Malang Selatan tetap saja masih ada bagian yang jelek. Bahkan kami sempat melewati jalan yang sepi, jalan rusak, kecil dan hanya sawah dan ilalang di sekitar. Kami mengira salah jalan tapi ternyata benar.

 

Langit sudah mulai terang. Melihat matahari terbit sepanjang perjalanan memang menjadi hal yang menyenangkan. Biasanya masih di dalam rumah dan tidak melihat indahnya ciptaan Allah selepas fajar.


Tiba di Jalan Lingkar Selatan sekitar pukul 6 pagi. Kami memasuki jalan menuju Pantai Teluk Asmara.


Tiket masuk Pantai Teluk Asmara ini sekitar 10.000 per orang, mobil 15.000 (lebih mahal yaa, wkwk), dan motor 5.000. 


Pantai Teluk Asmara serupa Raja Ampat

Pantai Teluk Asmara ini berada di Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Aroma pantai sudah tercium. Debur ombak pun terdengar.


Mobil melewati jalanan tanah cokelat bercampur bebatuan. Parkir mobil berada dekat dengan warung makan. Hati-hati melewati batunya karena cukup besar. Khawatirnya, ban jadi bocor. 


Kukira, kami akan menjadi pengunjung pertama. Nyatanya, sudah banyak mobil-mobil yang parkir. Tandanya, mereka lebih dulu sampai pantai. Hmm..


Untuk menuju ke pantai, kami harus berjalan kaki menaiki tangga. Melihatnya dari jauh saja aku sudah merasa lelah. 


Sayangnya, masih ada saja sampah-sampah yang sibuang sembarangan. Parahnya, ada sampah yang tak pernah kulihat di pantai-pantai lainnya. Sampah bungkus k*nd*m. 


Aku cuma bisa... wew...


Lanjut jalan lagi...


Pantai teluk Asmara Malang


Dari atas, tampak hamparan laut berwarna biru dengan ombak yang menerjang karang begitu menyegarkan mata berada jauh di bawah kami. Aku terkesima. Subhanallah indah sekali.


Tujuan akhir belum sampai. Kami masih harus menuruni tangga menuju bibir pantai. Jaraknya mungkin sekitar 500 meter. Bagi orang tua lansia yang punya masalah kaki memang harus ada pendamping agar berjalan hati-hati dan pelan-pelan. Bagiku tangganya sedikit curam.


Beberapa pengunjung juga berjalan pelan karena ingin memanjakan mata dengan pemandangan pantai dari atas. 


Persewaan alat camping

Tiba di tangga paling bawah, aku melihat banyak tenda-tenda terpasang di sebelah kiri. Di depan salah satu tenda, papan keterangan persewaan alat camping terbaca jelas. 


Pantas saja mobil-mobil sudah ada yang lebih dulu parkir. Ternyata mobil para pengunjung yang camping.


Sebagian pengunjung sedang masak-masak, makan dan memandangi pantai dari depan tenda.


Bermain pasir putih dan air laut yang kebiruan

Anak-anak tentu saja tak bisa menahan keinginannya untuk segera menyeburkan diri ke pantai. Sebelum angin pantai menerjang tubuh mereka, aku meminta anak-anak untuk sarapan roti dulu dan minum air putih.


Setelah mengisi perut sejenak, mereka berlarian tanpa alas kaki. Pasir putih ikut berloncatan serima dengan jeritan riang mereka. Kami berpesan agar tidak berenang terlalu ke tengah. Cukup di pinggir saja. 


Mereka menyeburkan diri ke air laut yang berwarna biru. Basah sudah wajah mereka diiringi tawa bahagia. Menikmati air laut yang asin dan sedikit peliket tapi tak jua menghentikan mereka untuk bermain air. 


Rekomendasi pantai di malang


Pasir-pasir sudah menyentuh rambut mereka. Meskipun Malang dingin tapi air laut tidak terlalu dingin pagi itu. 


Aku selalu terpesona dengan warna laut yang biru kehijauan. Di Kalimantan, hampir tak pernah kutemui warna laut seperti itu kecuali di pulau Derawan. Meskipun tidak bening seperti Derawan, warna air lautnya yang biru sangat menyenangkan. 


Di sisi lain, pulau-pulau kecil terlihat mengelilingi pantai seperti terisolasi karena tak bisa diakses kecuali dengan perahu. Lagian kalau aku lihat dari jauh, tidak ada apa-apanya di sana.


Tak heran kalau Pantai Asmara ini dijuluki Raja Ampat-nya Jawa Timur karena keindahannya. Selain warnanya yang biru, ada pulau kecil seperti bukit yang berada di pinggir pantai. Sesuai namanya, pantai ini berada di bagian teluk dan membuat air laut lebih tenang karena daratan di sisinya menjadi pelindung arus yang kuat.


Pantai malang selatan
Pantai dikelilingi pulau kecil


Anakku yang paling kecil terlihat takut-takut untuk melangkah maju. Ini pertama kalinya ia melihat pantai dan menjejakkan kakinya di atas pasir pantai yang putih.


Terlihat wajahnya yang penasaran tapi juga senang. Namun, ia tak berani melangkah lebih jauh. Matanya hanya menatap kakak-kakaknya yang bermain dengan sangat heboh.


Si kecil ditemani ayahnya menikmati ombak kecil yang sampai ke bibir pantai. Dia hanya berani jongkok saat ombak kecil datang kemudian berdiri lagi saat ombak pergi. Begitu bosan bermain air, dia bermain pasir, membentuk istana atau apapun.


Pantai teluk asmara malang
Gardu pandang Pantai Teluk Asmara


Di sisi pantai yang lain yang dibatasi oleh daratan, ombaknya lebih kecil dan lebih tenang. Hanya saja, pasirnya lebih hitam, kasar dan menusuk kulit. Sepertinya sisa-sisa ranting pohon.


Tidak banyak juga pengunjung yang menikmati pantai di sini.


Warung makan

Sayangnya, di sini tidak ada penjual gorengan wkwwk. Padahal pagi-pagi perut lapar, enak makan gorengan, hehe. Di warung dekat tempat parkir, menu makanan lebih bervariasi dan lebih enak.


Kami menikmati ikan bakar, cumi goreng di warung dekat tempat parkir. Rasanya juga lumayan enak.


Sedangkan warung di dalam lokasi, tidak ada makanan berat, terbatas hanya cemilan dan tidak ada makanan berat atau pun gorengan.


Toilet

Di dalam area wisata, juga sudah ada toilet tapi biasanya antri. Sedangkan di luar, toilet lebih banyak dan tidak antri.


Musholla

Karena kami berangkat pagi dan pulang sekitar jam 10an, belum masuk waktu sholat, jadi aku juga kurang tahu yaa mushollanya dimana. Hihi. Harusnya ada lah ya...


Jauh tapi worth to visit

Alhamdulillah capekkkk. Mari melanjutkan 3 jam perjalanan. Memang jauh banget sih tapi nggak sia-sia kok perjalanan yang jauh bisa dapat pemandangan Pantai Malang Selatan yang cantik.


Oiya waktu aku kesana, resortnya di atas belum jadi. Sekarang sudah jadi. Makin tambah keren lagiiii.. Pantai Teluk Asmara bisa jadi destinasi wisata Malang yang keren..

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.

Follower