Melihat Hasil Karya Anak Negeri dan Berkeliling Kota Jember

1 comment
Pemandangan gunung dan kereta lewat dari jendela kamar hotel

Ketika suami mengajakku dan anak-anak ikut ke Jember, pikiranku berkelana saat aku masih kuliah. Kota yang terkenal dengan tapenya itu pernah kukunjungi satu kali saat kuliah karena memang ingin pergi ke rumah sepupu.

Saat ini, aku pergi ke Jember karena suami sedang ada tugas menemani mahasiswa. Karena acaranya akhir pekan, aku menyetujui. Coba kalau hari sekolah, aku pasti menolak. Hehe.

Yang aku pikirkan lagi, kalau suamiku ada acara, aku sama anak-anak ngapain ? Ah, gampang lah! Pikirku. Bisa jalan-jalan kemana gitu kan. Yaudah dong. Anak-anak juga semangat mau ikut. Tapi, aku sudah kasih wanti-wanti ke mereka karena ayah ada acara dan lama, jadi jangan rewel ya. Kubayangkan nggak sanggup lah aku kalau mereka rewelnya barengan, di tempat umum pula.

Keunikan Karakter Pemandangan Sepanjang Perjalanan

Lama perjalanan dari Surabaya ke Jember sekitar lima jam. Kami berangkat sekitar jam setengah tiga pagi. Selama perjalanan, anak-anak melanjutkan tidur lagi.

Aku dan suami sama-sama belum hafal jalan. Waktu dulu ke Jember pun aku naik bus jadi nggak mungkin ingat jalan, hehe. Tentu saja kami masih mengandalkan Google Map.

Perjalanan kami benar-benar berbeda seperti perjalanan kami dari Surabaya ke Semarang atau Surabaya ke Sragen yang terus-terusan disuguhkan pemandangan sawah, tol dan hutan.

Perjalanan ke Jember sebenarnya hampir sama karakteristiknya saat perjalanan dari Surabaya ke Banyuwangi. Sama-sama merasakan nuansa pedesaan yang kuat. Bedanya, saat aku pergi ke Banyuwangi bersama rombongan kantor suami, aku lebih banyak tidur. Sedangkan saat pergi ke Jember, aku cuma tidur sebentar hehe. Selebihnya menikmati perjalanan.

Kami berhenti sholat subuh di sekitar Leces, setelah keluar dari tol Probolinggo. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke arah selatan yaitu arah Lumajang, melewati Klakah kemudian belok kiri. Sepanjang perjalanan kami harus bersaing dengan truk-truk yang melewati jalanan sepi, kadang bergeronjal dan tidak terlalu lebar. Kami sempat mengira bahwa kami tersesat. Karena jalan yang kami lalui itu tidak lebar seperti bukan jalan antar kota yang lebar. Kami percaya saja pada Google Map.

Matahari mulai terbit. Embun-embun mulai turun di antara pepohonan. Menikmati aroma pedesaan dengan pemandangan yang hijau terasa menyenangkan. Kami berhenti pakai AC. Memilih membuka jendela agar udara pagi masuk ke mobil dan bertukar dengan bau abab kami. Haha.

Sepanjang perjalanan, kami melewati pedesaan dengan jalan yang tidak selebar jalan Waru-Aloha. Sampai di Lumajang, motor-motor berjejer di pinggir jalan membawa beberapa tandan pisang berwarna hijau di kanan kirinya. MaasyaAllah. Aku lupa kalau Lumajang memang terkenal dengan pisangnya.

Bingung Cari Sarapan

Sesampainya di Jember sekitar jam 7 pagi, kami langsung menuju ke kampus Universitas Jember, sebagai tempat acara. Di sana sudah banyak rombongan bus mahasiswa dari berbagai parkir di halaman kampus. Suami mendatangi mahasiswanya. Karya anak negeri belum semuanya terlihat.

Anak-anakku sudah teriak-teriak kelaparan. Daripada kupingku panas, aku mengajak mereka mencari tempat makan.

Masalahnya, aku ngga tahu tempat beli makan di mana. Mana masih pagi kan. Saat keluar dari gerbang. Dari jauh, aku lihat plang tempat makan ayam crispy. Tapi kami harus jalan lagi. Anal-anak sudah mulai heboh. Kepalaku mulai panik.

Di depan, ada tenda penjual makanan. Ada tempat duduk lesehan juga. Akhirnya tanpa pikir panjang, aku mengajak mereka makan di warung tenda. Aku menyuruh mereka memilih makanan.

Padahal menu makanannya beragam. Ada nasi campur dan pecel. Tapi anakku pilih sosis bakar dan nasi. Sebenarnya aku sangat menghindari sosis, tapi karena tidak ada pilihan lain, ya sudah deeehhh.

Mereka makan nasi dan sosis bakar. Aku makan nasi campur. Eh apa pecel ya..

Mereka juga minta minum susu kental manis. Daripada mereka rewel yaaa... aku bolehin aja sih. Hihi. Kalau bukan karena terpaksa, aku nggak bolehin deh. Memang aku agak strict karena mereka punya dispepsia dan bronkitis jadi hati-hati dengan makanan yang masuk ke tubuh. Aku juga beli satu bungkus nasi untuk suami.

Makan di warung tenda ternyata murah banget. Kami makan berempat dan satu bungkus habis sekitar 38an ribu.

Menyaksikan Karya Anak Negeri di Universitas Jember

Kami kembali ke kampus, dan sudah mulai banyak karya anak negeri, prototipe mobil hemat energi, yang dipamerkan di jalanan kampus. Prototipe itu yang akan dikonteskan. Kegiatan Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE).

Suami ikut kefoto, Rek! Haha 

Kata anakku bentuknya seperti UFO. Ya, karena memang selucu itu. Mobil hemat energi dengan ukuran kecil. Hanya seseorang yang berbadan ramping yang bisa masuk ke dalam kotak mobil itu.

Mahasiswa dari berbagai kampus pun datang, seperti ITB, ITS, UI, ITK, Unesa, ada yang dari kalimantan dan Sumatera juga.

Karena aku tidak bertemu suami, aku dan anak-anak berkeliling di belakang paddock (garasi mobil bertenda) sambil melihat aktivitas mahasiswa-mahasiswa yang keren-keren itu. Siapa tahu aku melihat suami lagi di paddock kampusnya. Soalnya hanya bisa masuk ke dalamnya hanya peserta atau pendamping yang punya nametag.

Sayangnya, sampai di depan rektorat, aku tidak melihat suamiku. Akhirnya aku berputar arah lagi, siapa tahu ada di depan masjid. Eh, ternyata juga tidak ada.

Anakku mulai ngomel-ngomel dan bosen karena harus keliling-keliling jalan kaki nggak jelas. Aduh. Aku juga bingug kasih mereka aktivitas apa. Akhirnya kami menunggu saja di latar masjid.

Dan seperti biasaaa... anak-anak cowok ini hebohnya maasyaAllah. Sampai gemeeesss!! Pengen dicokot!

Sebenarnya bisa saja aku kasih mereka hape.. tapi masih pagi banget sih. Masih jam 8 pagi. Acara saja belum dimulai. Dan mereka mulai bosen. Aku muali lelah pengen berbaring.

Tak ada yang bisa kulakukan selain mengamati prototipe-prototipe, bermain hape dan membaca tulisan.

Nggak pergi ke tempat wisata di Jember?

Sebenarnya pengen banget bisa wisata di Jember. Eh, tapi kemanaa? Pergi ke pantai Papuma itu jauh bowk. Aku nggak berani ambil resiko bawa mobil ke jalanan yang aku tidak tahu medan perangnya. Daripada kenapa-kenapa di jalan, suamiku tambah repot nanti. Wkwkwk.

Akhirnya aku cari tempat wisata di Jember selain pantai. Adanya Jember Mini Zoo, Taman Botani Sukorambe, Trans Studio, Kidzoona, Tiara Jember Waterboom, dan lain-lain. Setelah aku lihat di Google, ulasan, harganya dan foto-foto, aku merasa kurang worth to visit. Soalnya udah bayangin komentar anak-anak. 

"Ha, gini aja?" Issh. 

Mereka emang lebih suka ke tempat yang banyak permainan. Sebenarnya Trans Studio atau Kidzoona. Tapi itu sih biasa banget karena di Surabaya pun ada. Jember Mini zoo kalau kulihat-lihat hewannya lebih banyak Kebun Binatang Surabaya. Haha. Waterboom juga udah sering banget. Taman Botani kulihat yaa tanaman-tanaman gitu kan. 

Aslinya aku lebih suka datang ke tempat wisata yang hanya ada di kota itu, misalnya museum. Aku udah semangat banget mau dateng ke Museum Tembakau eh lihat di Google ternyata tutup. Sayang banget. 

Dahlah daripada capek, akhirnya aku nunggu di masjid sambil leyeh-leyeh. Wkwkwk. Serius nggak jadi wisata Jember. 

Anak-anak aku pinjamkan Youtube. Aku menyerah. Akhirnya aku bertemu suami, kami berdiskusi tentang tempat menginap. Sebenarnya suami dapat jatah kamar, tapi kamarnya bersama dosen lain jadi tidak mungkin kan diambil. Ntar aku dan anak-anak tidur di mana. So, kita cari hotel yang sesuai budget kita aja lah. Yang ada kolam renang dan tempat tidur cukup luas buat berlima.

Aku pun mencari-cari hotel yang ada kolam renangnya, yang harganya terjangkau dan lokasinya. Setelah pencarian yang melelahkan, akhirnya kami dapat di Hotel Bandung Permai Jember.

Kami langsung menuju ke sana, dan diminta bayar langsung. Setelah selesai, kami pun bisa masuk ke kamar.

Untuk review Hotel Bandung Permai Jember bahas terpisah saja ya.

Alun-alun Jember

Acara mahasiswa selesai sore. Malamnya, kami keliling kota Jember. Karena kotanya kecil, jadi ya baru bentar juga udah kembali ke alun-alun. 

Salah satu tempat wisata gratis di Jember adalah Alun-alun Jember yang keren banget. Ada tivi layar lebar. Ada lampu-lampu. Ada banyak jualan makanan dan jajanan. Ada tempat bermain. Banyak juga tempat duduknya.


Kami duduk di pinggir beton pot sambil menikmati makanan yang sudah kami beli.

Masjid Jami’

Di dekat alun-alun, ada masjid Jami'. Tapi aku ambil fotonya pas siang hari. Baru kali ini aku melihat masjid Jami‘ yang unik bentuknya. Seperti gedung MPR kataku sih. Tapi yang bener seperti kopiah. Dan masuk ke tempat wudhu perempuan pun ada tempat sholat yang terpisah dengan ruang utama.



Keesokan harinya,..

Besoknya, aku masih menikmati istirahat di hotel setelah mengantar suami ke kampus. Anak-anak beristirahat sambil menonton film.

Perpustakaan Kota

Selain di kota besar, perpustakaan daerah hampir selalu Tutup. Tapi baru kali ini ada perpustakaan buka di hari Minggu. Keren banget. Meskipun tidak terlalu besar, tapi lumayan membuat anak betah dan anteng daripada harus menunggu di kampus. Hanya saja sayang banget AC nya di ruang anak mati. Jadi panas banget.

Anakku excited banget bisa baca banyak buku

Kami ke sana pun tidak bisa lama karena jam 3 sudah mulai tutup.

Bersiap Pulang..

Kami kembali ke kampus dan menunggu sampai acara selesai di kampus karena sudah check out hotel.

Meskipun kami nggak keliling ke tempat wisata, kami dan anak-anak jadi mengenal kota Jember. Dan itu jadi kenangan yang insyaallah nggak akan dilupakan.

Setelah Isya kami pulang ke Sidoarjo setelah bertemu dengan sepupuku yang ternyata baru pulang dinas dari Banyuwangi.

Sepupuku ini datang bersama temannya yang jadi guide naik gunung Ijen. Sepupuku juga sering banget naik turun gunung Ijen. Untuk teman-teman yang butuh guide naik gunung Raung atau Ijen bisa banget komen di bawah. Nanti aku tanyakan kontaknya.

Terima kasih. Sekian perjalanan ke Jember yang begitulah...

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

1 komentar

  1. wah keren Alun Alun ada TV layar lebar bisa nonton bareng :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.

Follower