Setelah check out dari Villa Arjuna Telaga Sarangan, kita nggak langsung pulang tapi kita mencari destinasi wisata di Magetan yang dekat dari telaga Sarangan dan yang menyenangkan buat anak-anak. Sempat bingung karena rata-rata tempat wisata sekarang kebanyakan untuk selfie. Anak-anak mana doyaan begitu. Rata-rata juga wisata alam yang sebenarnya sama aja di banyak tempat, bahkan di Malang. Maunya cari yang berbeda dan anak-anak bisa bermain. Sebenarnya ada dua tempat wisata di sana yang jadi target kunjungan kami. Aku mencari informasi tentang Lawu Green Forest dan Mojosemi Forest Park dari Google dan ulasan. Setelah melihat atraksi apa yang ada di dalam tempat wisata tersebut, kami pun pergi ke Lawu Green Forest (LGF) karena atraksinya banyak.
Lawu Green Forest, Wisata Berbasis Hutan
Jika kita memasuki tempat wisata, pepohonan pinus berdiri tegak dan menyejukkan. Pohon-pohon pinus yang besar membuat tempat parkiran terasa lumayan teduh meski sinar matahari masih menembus tanah. Ditambah lagi daerah ini berada di dataran tinggi lereng Gunung Lawu jadi terasa lebih sejuk.
Tempat wisata berbasis hutan ini berada di wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sarangan. Kawan ini termasuk kelas hutan lindung yang boleh dikelola menjadi kawasan wisata dan pertanian, asal tidak digunakan untuk mendirikan bangunan secara permanen, mengubah bentang alam yang ada, dan mengubah fungsi hutan. Dan ternyata, hutan lindung yang dikelola menjadi tempat wisata tersebut harus ada Mou bagi hasil antara investor dan Perhutani.
Di sini, anak-anak tidak hanya mengenal ciri hutan pinus, tetapi juga menikmati atraksi wisata yang ada di dalamnya.
Tak Jauh dari Lawu Green Forest
Lokasi Lawu Green Forest sebenarnya tidak jauh dari Telaga Sarangan. Lokasinya berada di jalan Sarangan-Cemorosewu Km, Kali Jumok, Sarangan, Kec. Plaosan, Kabupaten Magetan. Peppohonan rindang tersebar di kiri dan kanan jalanan yang meliuk menanjak. Memang jalanan dari dan menuju Telaga Sarangan menanjak, meliuk dan tidak terlalu lebar. Makanya kudu hati-hati nyetir di jalanan ini. Jangan sampai mengantuk. Pastikan juga rem mobil aman.
Memasuki Lawu Green Forest
Sesampainya di sana, gerbang tempat wisata yang besar tertera jelas nama tempat wisata sehingga kami tahu tidak salah tempat. Rombongan kami memasuki parkiran LGF. Kendaraan-kendaraan hampir memenuhi tempat parkir yang belum dipaving. Tak hanya mobil saja, bus dan minibus terlihat parkir di tempat wisata tersebut.
Beberapa pengunjung memasuki loket. Sebagian menikmati makan siang di restoran yang ada di bagian depan. Rombongan kami terus masuk dan membayar tiket masuk Lawu Green Forest. Tiket masuknya sekitar Rp. 20.000,- sampai Rp. 25.000,-. Ada juga tiket terusan seharga Rp. 90.000,- bisa memainkan semua wahana, tapi kami memilih tiket satuan saja dulu.
Jam buka Lawu Green Forest untuk pengunjung dari pukul 08.00 - 17.00 WIB. Namun, bagi pengunjung yang bermalam di penginapan, LGF ini buka selama 24 jam.
Restoran Keluarga Konsep Joglo
Di bagian depan terdapat restoran berbentuk Joglo. Jika kalian belum sarapan atau makan siang, lebih baik makan di restoran ini saja, daripada harus keluar dari tempat wisata.
Sebenarnya di dalam tempat wisata juga ada tempat makan tapi hanya untuk menu sederhana, seperti mie instan. Sedangkan di restoran ini menunya lebih lengkap dan mengenyangkan seperti bebek, ayam, ikan, sate, sapi, dan lain-lain. Minumannya juga beraneka ragam, seperti wedang jahe, kencur, jeruk, dll. Ada snack juga seperti singkong, nugget, sosis, Harga makanannya sekitar 20.000 - 38.000 rupiah.
Atraksi Wisata
Sebenarnya banyak sekali atraksi wisata di LGF, seperti rainbow slide, luge kart, gondola, tamiya gravity, dsb, tapi waktu kita ke sana, hanya beberapa saja yang bisa kita nikmati, seperti rainbow slide dan kampung tematik. Ternyata ketika ingin menaiki Luge Kart, tidak ada petugas yang menjaga. Sayang banget deeehhhh.
Rainbow Slide
Melihat wahana rainbow slide, anak-anak langsung berlarian tanpa mengerti kalau untuk naik wahana itu harus beli tiket dulu. Wahana ini tidak termasuk dalam tiket masuk. Tiket wahana ini sekitar 20.000 rupiah.
Setelah membeli tiket, mereka langsung naik ke atas dan akan dipandu oleh petugas. Satu per satu mereka turun dengan ban yang mereka naiki. Suara teriakan mereka terdengar oleh kami yang sedang menunggu di ujung wahana. Suara teriakan itu bukan menandakan ketakutan, tetapi keseruan. Banyak yang ingin mencoba terus. Haha. Dipikir nggak pake duit.
Kampung Salju
Kampung salju ini termasuk fasilitas yang didapatkan gratis. Anak-anak berlarian dan memasuki bangunan berbentuk Iglo bersama pengunjung lainnya. mereka harus menunduk-nunduk agar tidak terbentur kepalanya. Pepohonan meranggas yang ditutupi salju palsu.
Anak-anak bermain di kampung yang tampak seperti salju padahal itu hanya pura-pura. Mereka hanya berputar-putar, mengelilingi kampung Salju. Patung salju dengan tangan berbentuk kayu menarik perhatian bayi 2 tahun. Di bagian Kampung Salju ini, tanahnya sudah dipaving. Mungkin biar tampak seperti di luar negeri.
Kampung Jepang
Setelah bermain salju pura-pura, anak-anak berlarian menuju kampung Jepang. Bagi mereka sih, cukup tahu aja, desain bangunan Jepang dan pohon Sakura itu ya khas seperti di negara Jepang. Tapi bagi orang dewasa, tempat seperti itu dijadikan spot selfie.
Seoul Street
Satu sudut mirip kuil di Korea berwarna merah. Pengunjung bisa naik ke dalam bangunan. Aku cukup berfoto dari luar Menara Pagoda bersama patung orang Jepang yang memakai Kimono. Patung panda besar sedang memakan daun duduk di dekat Seoul Street.
Castle
Kastil ini sebenarnya sebuah panggung dengan tulisan Lawu Green Forest. Bisa untuk berfoto bersama dalam jumlah banyak atau untuk pentas acara. Di depannya sudah disediakan dudukan lesehan berlapis karpet rumput hijau imitasi. Banyak pengunjung duduk di sini untuk menikmati makanan yang mereka bawa atau beli. Karena sudah menjelang Ashar, kami memilih membeli makan Indomie Cup yang lebih praktis.
Simbol Agama
Di sini juga ada miniatur Ka'bah di antara pepohonan pinus. Aku sekeluarga berfoto bersama di depan miniatur Ka'bah. Semoga kelak, kami benar-benar bisa berfoto bersama di depan Ka'bah yang sebenarnya. Aamiin. Ada juga vihara dan patung budha di depannya. Aku tidak terlalu memperhatikan simbol agama lainnya.
Kebun Bunga
Tempat wisata ini sebenarnya ditata dengan cukup apik dan berwarna-warni, putih, ungu, kuning, oranye, merah hingga pink. Sayangnya, bunga-bunga di Kebun Bunga itu banyak yang palsu. Haha. Tapi ada juga kok tanaman asli, seperti anggrek bulan, sendok, kerlip, spesies Lawu, dll.
Boneka Hutan Trool
Satu lagi atraksi yang menarik anak-anak adalah boneka hutan Trool. Boneka ini bisa bergerak dan bersuara dari sensor yang dipasang di dekatnya. Anakku tidak takut justru penasaran dan bisa berlama-lama di sana, padahal wajahnya lumayan menyeramkan.
Camping Ground dan Villa
Ternyata di sini juga ada camping ground. Pengunjung bisa berkemah di sini dengan tenda. Pengunjung juga bisa menyewa villa untuk menginap. Ada 5 macam villa dengan harga yang berbeda-beda seperti Villa Arjuna, Villa Sadewa, Villa Nakula, Villa Bima dan Villa Yudistira.
Fasilitas Lain
Masih ada fasilitas pendukung tempat wisata lainnya, seperti toilet (yang kebersihannya menurutku masih kurang), Musholla, meeting room, restoran, tempat makan kecil, meeting room, dan lain-lain.
Kesan Pertama
Kesan pertama saat lihat di Google begitu menyenangkan karena berharap bisa menikmati wahana di sana. Ternyata tidak semua buka. Entah karena sudah di atas jam 12 siang, atau emang tidak ada petugasnya. Sayang banget sih, padahal pasti seru. Kalopun kesini lagi, sepertinya harus dipastikan apakah wahananya semua bisa dinaiki atau tidak.
0 comments
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.