Kalau liburan di Surabaya itu yang bikin kita mikir-mikir adalah cuaca panasnya, seperti pergi ke pantai, kolam renang, taman. Kalau mau ajak anak-anak main ke tempat yang adem, kita bisa ke playground. Banyak playground di Surabaya yang bisa jadi pilihan menyenangkan anak-anak. Aku sendiri lebih memilih mengajak anak berenang daripada ke playground di Surabaya. Mungkin bisalah ya sesekali ke sana.
Kebetulan, keluarga suami di Malang penasaran pengen mencoba playground yang terkenal di Surabaya yaitu Playlandia. Anak-anak pun diajak.
Setelah beristirahat sejenak, kami berangkat ke Tunjungan Plaza. Lokasi Playlandia ini ada di Tunjungan Plaza 3 (TP3). Pasti semua sudah tahu lah yaaa salah satu mall terbesar di Indonesia ini. Kalau liburan ke mall terbesar ini sih udah nggak mungkin kepanasan yaaa kecuali kalau mati lampu. Hihi.
![]() |
| Playlandia Tunjungan Plaza Surabaya (sumber foto: tiket.com) |
Playlandia, Tempat Bermain Anak dan Dewasa
Playlandia merupakan playground indoor di Surabaya untuk segala usia. Bisa kebayang permainan apakah kira-kira yang tersedia untuk anak-anak dan orang dewasa. Orang dewasa kayak aku ini juga bisa ikut bermain, haha. Kira-kira jenis permainannya apa aja ya? Apa kayak TransMart atau duFan?
Playlandia ini berada di lantai 5 TP3. Oiya, kalau parkir mobil di TP ini harus diingat banget loh lokasi parkir di mana. Kalau perlu difoto aja lokasi parkirnya karena luas banget. Kita bisa lupa keluarnya dimana.
Tiket Masuk Playlandia
Ketika tiba di depan Playlandia, kami bis amelihst sebagian wahan permainannya. Lampu-lampu warna-warni, ungu, pink, biru, hijau, lebih mendominasi. Tampak sedikit wahana permainan yang membuat aku bertanya-tanya. Amankah buat anak kecil?
Aku melihat antrian yang cukup memanjang. Wajah-wajah pengunjung tampak mencoba bersabar. Sepertinya mereka sudah lama mengantri. sudah cukup banyak yang antri. Untung saja salah satu adik suami sudah mengantrikan. Jadi kami bisa ikut antrian adik ipar, hihihi.
Kebetulan saat itu ada diskon, kalau tidak salah beli 1 gratis 1. Oiya, untuk anak-anak yang kurang dari 135cm harus bersama 1 pendamping dan pendamping ini tidak perlu bayar tiket. Harga tiket masuk Playlandia 1 orang seingatku 100ribu.
Aku termasuk pendamping karena mendampingi anakku yang masih usia 3 tahun. Karena kami datang keluarga besar, promo ini lumayan banget sih. Aku tuh malah ngga update hal-hal kayak gini. Nggak pernah kepikiran kesini kalau nggak ada yang ngajakin wkwkwk. MaasyaAllah barakallahu.
Sebelum Masuk Playlandia
Sebelum masuk ke Playlandia, ternyata setiap pengunjung diwajibkan memakai kaos kaki khusus yang tidak licin atau anti slip. Jadi di bagian bah alasnya ada grip silikon untuk mencegah kaki tergelincir.
Kaos kaki ini di luar harga tiket, jadi kita harus beli lagi kalau tidak salah sekitar 25.000 (please drop comment kalau harga sekarang berubah). Ukurannya pun macam-macam. Sayangnya, untuk ukuran kaki besar sekitar 42 itu yang jarang, jadi pakai kaos kaki ukuran bawahnya dan agak ketat. Hehe.
Seru-seruan di Playlandia
Giliran kami memasuki Playlandia setelah antri sekitar hampir 1 jam. Kami melewati pintu masuk yang dijaga petugas dengan menunjukkan gelang kertas yang ditempel di tangan. Loker-loker tempat barang cukup banyak di area pintu masuk. Jadi kita nggak perlu bingung naruh barang di mana. Dengan jenis permainan di playlandia rasanya emang kita jangan bawa tas berat dan banyak.
Anak-anakku nggak sabar berlarian sama saudara sepupunya, sementara si kecil aku gandeng. Sebenarnya banyaaak banget jenis permainan di Playlandia, nanya saja hanya sedikit saja yang cocok untuk anak-anak.
Slides dan Ball Pool
Permainan pertama yang dimainkan adalah perosotan besar berbentuk corong dan tinggi. Bagiku ini cukup tinggi untuk ukuran balita. Dia nggak sabar ingin perosotan ngikuti kakak-kakaknya. Saking besarnya, aku hanya istighfar saat ia meluncur... beneran bikin jantugku deg-degan. Haha. Kakinya terangkat ke atas dan badannya berbaring. Bukan seperti orang main perosotan di taman. Hahha.
![]() |
| Si Kecil Bermain Slides (dok. Pribadi) |
Udah gitu, dia masih mau coba lagi. Ya Allaaahhh... karena ngeri, aku memintanya ganti permainan lain. Tapi namanya anak masih penasaran jadi ya lanjutt lagi. Aku dari ujung siap-siap nangkap kalau dia kenapa-kenapa. Alhamdulillah sih nggak kenapa-kenapa. Haha.
![]() |
| Slides yang Berakhir di Ball Pool (Dok. Pribadi) |
Si kecil pun berpindah ke perosotan lain yang ada bola-bolanya. Di sini, perosotan tidak terlalu tinggi seperti tadi. Tapi memang harus hati-hati karena banyak anak kecil yang main. Jangan sampai ada meluncur dan mengenai pengunjung lain.
Redbull, Mengendalikan Banteng Mengamuk
Saat anakku lagi asyik main perosotan dan bola, aku melihat wahana permainan redbull yang menjadi salah satu daya tarik pengunjung dewasa untuk bermain. Setelah melihat anakku bermain dengan aman, aku dan suami ingin mencoba redbull. Haha.
Redbull ini permainan menaiki banteng kemudian nanti mesin akan menyala dan memutar-mutar banteng dengan arah jam atau berlawanan. Semakin lama putaran banteng ini semakin kencang. Rider mungkin kesulitan untuk mengendalikan diri dan bisa saja jatuh di matras yang empuk.
Beberapa orang antri ingin mencoba menaiki banteng matador itu. Rata-rata, rider akan terjatuh di menit ke 7 menit.
![]() |
| Redbull Playlandia (dok. Pribadi) |
Suami pun ikut mencoba. Tibalah giliran saya menaiki patung banteng bertanduk yang bisa berputar-putar itu. Tubuh patung itu cukup besar. Sepertinya kalau cuma bermodal pegangan saja rasanya tidak akan kuat. Jadi aku mencoba memegang smabil merapatkan kaki meski tidak yakin akan bertahan lama. Di putaran pertama, masih bisa dikendalikan, gerakannya masih pelan. Putaran selanjutnya operator mulai menaikkan level banteng mengamuk.
Dan aku mulai kewalahan. Otot-otot kaki, tangan dan hampir seluruh tubuhku mencoba mengendalikan seluruh gerakan banteng. Banteng terus berputar semakin kencang dan pada akhirnya aku terlempar. Haha.
Parah ya ternyata. Mungkin redbull ini seperti filosofi amarah manusia kali yaa. Di saat emosi tidak bisa dikendalikan, mungkin kehidupan kita akan remuk redam. Keluar dari titik kehidupan normal. Bahayanya bisa merusak kehidupan kita, seperti halnya tubuh kita yang terlempar dan menabrak yang ada di sekitar.
Slides untuk Dewasa
Di sisi lain, ada bermacam-macam perosotan untuk orang dewasa, seperti rainbow slides, dan tunnel slides. Kita harus menaiki semacam lorong jika ingin bermain slides ini. Untuk rainbow slides harus pakai ban yaa. Untuk anak-anak masih bisa kok coba perosotan pelangi.
![]() |
| Rainbow slides (dok. Pribadi) |
Sedangkan extreme slides itu sudutnya hampir tegak, ngeri banget. Perosotan yang ekstrim itu harus pakai alas seperti alas tidur. Dan harus ada penjaganya.
Aku coba slides ini cukup mengerikan karena sudutnya hampir 90°. Seperti terjatuh dari ketinggian padahal sudha coba buat tidur. Parahnya anakku naik ini nggak pakai alas. Ya Allah alhamdulillah masih nggak apa-apa. Kasihan soalnya punggung pasti sakit. Sempat ditegur sama petugas karena anakku nggak baca tulisan sebelum meluncur. Di sini, aku berpesan padanya bahwa untuk baca dulu tulisan yang ada.
Ninja Warriors
Ninja warriors ini ada di lantai atas. Di sini, kita bertualang untuk berjalan dan melompat seperti ninja dari satu pijakan ke pijakan lainnya. Ada tali, ada seperti bandulan, dan lain sebagainya. Untuk anak-anak masih aman sih main di sini tapi tetap harus diawasi.
![]() |
| Ninja Warriors (dok. Pribadi) |
Kolam pasir
Di bagian belakang, ada satu kolam pasir untuk anak-anak. Pasirnya bukan pasir beneran tapi pasir sintetis berwarna putih seperti salju. Di sini, perosotan mini dan juga ada playground mini untuk anak-anak bayi. Di sini banyak mainan-mainan, seperti sekop, truk, dan lain-lain. Setelah keluar dari tempat ini, petugas akan meminta kita harus berdiri di atas tempat khusus dan membersihkan pasir-pasir yang menempel. Setelah itu baru boleh keluar.
![]() |
| Main pasir putih sintetis (dok. Pribadi) |
Flying Fox
Bagi anak-anak yang suka petualangan tapi tidak berani terlalu ekstrem bisa mencoba flying fox sederhana itu. Tidak terlalu tinggi dan tidak jauh sehingga cocok untuk anak balita. Asalkan pegangannya kuat ya.. karena kita hanya menggantung di tempat tali.
Panjat tebing
Di bagian sudut Playlandia ternyata ada panjat tebing untuk dewasa dan anak-anak. Di bagian depan, dekat pintu masuk di sebelah kiri, ada panjat tebing sederhana untuk anak-anak di bawahnya berisi balok-balok dari busa. Kita bisa tidur-tiduran di situ.
![]() |
| Panjat tebing sederhana dan balok busa (dok. Pribadi) |
Sedangkan panjat tebing yang beneran itu di ujug dekat slides. Meski ada sekitar 4 atau 5 titik panjat tebing tapi yang antri lumayan banyak. Akhirnya, anakku gagal nyobain.
Rope Adventure
Wahana permainan ini yang menurutku paling utama di Playlandia yang kudu dicobain, tapi memang terbatas dengan tinggi minimal 135 cm dan tinggi maksimal 185 cm. Berat minimal 20 kg dan maksimal 80 kg. Di sini pengunjung harus melewati tantangan yang berada di ketinggian dengan sistem keamanan yang terjamin. Tantangannya macam-macam sepertinya harus melewati jalan dengan memegang tali-tali yang menggantung, atau main seluncur tali. Yang takut ketinggian sepertinya harus pikir ulang kalau mau melewati ini. Hehehe.
Sebenarnya aku mau coba ternyata antrinya lumayan banyak dan lama. Yang antri pun duduk-duduk di pinggir lorong wahana. Kayaknya bakal lama dan ngga sempet waktunya.
![]() |
| Antri (dok. Pribadi) |
Kesimpulan
Sebenarnya masih banyak lagi wahana di Playlandia tapi hanya sedikitt yang aku ceritakan. Playlandia di Tunjungan Plaza ini merupakan playground terbesar di Surabaya. Playground ini dibangun dengan konsep bertingkat khususnya rope adventure yang memang menguji nyali pengunjung. Keamanan pengunjung diperhatikan dengan dipasang tali pengaman atau semacam seatbelt dan helm. Yang pasti ada berat minimal dan tinggi minimal. Konsep Playlandia ini bener-bener berbeda sama playground yang biasa aku kunjungi di Malang. Sekadang udah berkembang pesat banget.












0 comments
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.