Renang ke Taman Rekreasi Tertua di Malang

No Comments
Weekend itu saatnya liburan setelah seminggu berkutat di kantor ataupun pekerjaan rumah. Akhirnyaa weekend, sudah sebulan lalu, diputuskan berenang di Taman Rekreasi Sengkaling.

Sengkaling itu sebenarnya nama dusun di kelurahan Mulyoagung, kecamatan Dau, Kota Batu, tapi lebih dikenal karena rekreasinya. Taman rekreasi ini memang sudah sangat lama, berdiri sejak tahun 1975. Salah satu tempat rekreasi tertua di Kota Malang.

Sempat kepikiran pasti nggak keurus deh, apalagi sekarang tempat wisata di Kota Batu banyak sekali. Kalau orang dari luar kota mungkin memilih tempat wisata lain. Ternyata kondisinya tidak seperti yang aku bayangkan.


Setelah di renovasi, dari luar Taman Rekreasi Sengkaling terlihat lebih apik. Begitu masuk parkirannya yang luas, kita disambut dengan angin sepoi-sepoi dan sejuknya hawa Kota Batu. Banyak ruko yang menjual hasil karya lokal dan stand wisata kuliner di parkirannya.

Oiya, kalau mau nikahan, bisa juga loh sewa gedung di Taman Sengkaling. Pas lagi kesana, pas banget ada yang mantenan. Gedungnya di samping pintu masuk, yang gambar kapal selam (foto diatas).

Biaya masuknya 25.000 udah bisa renang di kolam Tirta, tapi kalau mau tiket terusan harganya 50.000 sudah termasuk tiket masuk utama, kolam renang tirta, bumper boat, theatre 4D, joyland, perahu naga, kiddy train, kolam primitif (di foto tulisannya waterboom). Tapi kami memilih 25.000 saja udah bisa renang di kolam Tirta.

Begitu masuk kita akan melihat dari ketinggian kapal pesiar dan kolam renang Tirta Alam. Kolam Renang Pesona Primitif ini mirip waterboom, seinget saya tidak ada plusutan yang berputar-putar itu. Sayangnya, untuk berenang di kolam itu harus bayar lagi 13rb. 


Sebelum berenang, kita memutuskan untuk eksplorasi tempat wisatanya. Dan ternyata tempatnya itu luaassss... untuk ukuran badanku yang harus gendong bayi ya cukup melelahkan. Setelah menelusuri mbah gugel ternyata luasnya kurang lebih 9 hektar. Pfiuh..Belum lagi medan arena yang naik turun karena mengikuti topografi daerah Batu.

Kita melihat kolam gurita, tempat bermain suami masa kecil dulu, yang ternyata sekarang sudah tidak berfungsi lagi. Airnya sedikit dan kotor karena banyak daun berjatuhan.

Setelah itu, aku dan rombongan istirahat di taman yang ada patung-patung kuda, ayunan, dan roda berputar. Pohon yang rimbun membuat pengunjung nyaman. Di sekitar situ, ada kantin, bombom car, teater 4D, kemudian aku mencoba berkeliling, tempat wisatanya dibelah oleh sungai Brantas. dan rasanya tidak sanggup melewati jembatan hanya untuk berkeliling menikmati taman rekreasinya. 


Foto dibawah ini diambil dari seberang sungai, tidak menyeberang. Ada kapal hantu, bisa ditebak sih, kalau masuk ke kapalnya seperti amsuk di rumah hantu yang ditakut-takutin. Ada juga joyland semacam ruangan yang berisi permainan.

Karena sudah siang, kita akhirnya makan di kantinnya. Harga standar sih, untuk soto harga 15rb dan gado-gado 10rb. Kalau dibandingkan dengan gado-gado di dekat rumah ya emang lebih mahal 3rb, hehehehe)


Setelah capek puter-puter, kita langsung menuju ke kolam renang. Untuk ukuran tempat rekreasi, di hari minggu pengunjung sangat sepi. Waktu itu kita berenang jam dua siang, bisa dibilang kolam renang privat sakingnya yang berenang cuma, suami, anak dan dua ponakan. Airnya juga cukup bersih. Agak sorean tiga sampai empat pengunjung banyak yang datang berenang. Masih terbilang sepi sih soalnya sampe bisa ngajarin suami berenang dan berhasil! Ceritanya menyusul yak. 

Kamar mandi juga cukup bersih dan pastinya tidak ada air hangatnya. Musholla nya ada dua di dalam dan di luar. Kalau aku lebih suka yang di dalam. Lebih bersih dan lebih nyaman.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar

Follower