Tampilkan postingan dengan label Arabic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arabic. Tampilkan semua postingan
Bahasa itu....
Seperti masakan, kalau nggak dipraktekkin, nggak bakal berkembang-berkembang.

Seperti yang aku ceritakan tentang metode belajar bahasa arab dengan metode tamyiz, bahwa belajar arab itu gampang-gampang susah sebenarnya. Semenjak belajar bahasa arab beberapa bulan lalu, jadinya aku sedikit paham tentang fi'il (kata kerja), isim (kata benda), dan huruf, walaupun belum menguasai benar. Sayangnya, setelah beberapa bulan, harus off (Duh, teh.. ditunggu banget loohh belajar tamyiz nya lagi).

Nggak ada yang bisa dilakukan selain belajar sendiri, mengulang-ulang (walaupun sangat jaraaaaanggg). Untungnya pula ada keponakan yang sekolah di Muhammadiyah. Setiap ada ujian, selalu belajar sama aku. Untungnya pula bahasanya masih ringan.

Temanya mulai dari perkenalan, tanya kabar, penunjukkan kata benda, kata ganti orang.



Dan ujian keponakan kali ini, membuatku merasa asing dengan vocabulary nya. Untungnya lagi, buku anak-anak dilengkapi dengan gambar-gambar. Mau nggak mau akhirnya aku juga ikut menghapal.

Kata-kata yang baru ku pelajari nii:

كراسة  (kurraasatun) : buku catatan
نافذة (naafidzatun) : jendela
صورة (syuuratun) : foto/gambar
حقيبة (hakiibatun) : tas /kopor
ممحاة (mimhaatun) : penghapus
مسطرة (mistaratun) : penggaris

Beruntunglah, aku pernah sedikiiittttt sekali belajar bahasa arab, jadi saat dihadapkan dengan buku arab anak SD tidak begitu canggung lagi. Ada cara lain belajar bahasa dengan cukup mudah. Beberapa cara belajar bahasa asing dengan mudah berikut semoga bisa membantu.

Belajar dari buku anak-anak

Buku anak-anak dirancang dengan cukup mudah sehingga anak-anak bisa memahami apa yang diajarkan. Belajar bahasa dari buku anak-anak tentunya dilengkapi dengan gambar-gambar sehingga memudahkan pemula untuk belajar. Jangan khawatir dengan artinya. Tinggal lihat buku catatan anak anda yang sudah dicatat di sekolah. Kalau belum tahu artinya bisa cek di kamus, atau mbah google, hehe.. lebih afdol lagi kalau ada rekan atau keluarga yang bisa bahasa arab, tinggal ngehubungi aja. Kalau misal nggak ngerti juga, jawab saja nggak ngerti. Hehee..

Ikut belajar dengan anak-anak

Selain mengawasi, belajar bahasa dengan anak-anak juga merupakan salah satu cara agar bisa berbahasa asing.

Sedia kamus

Kamus juga penting ni buat belajar bahasa asing, walaupun cuma aplikasi kamus yang diperoleh dari internet, tapi kalau untuk kata benda yang umum pasti tersedia.

Tanya rekan

Jika kamus pun kurang meyakinkan, coba tanya rekan yang memang ahli dalam bidang bahasa. Waktu ngajarin ponakan ada kata asing dan di kamus pun tak ada.
أحسنت  (ahsanta), aku kira artinya sama kaya bahasa perancis enchanté (ongsongte) yang artinya senang berkenalan denganmu. Ternyata setelah ditanya artinya very good/pintar. Misalnya saat murid bisa menjawab pertanyaan guru, dapat dijawab ahsanta.

ألى اللقاء (ilallika') artinya sampai jumpa lagi
مع السﻻ مة (ma'assalama) artinya keselamatan menyertaimu

Tips di atas tidak saja untuk bahasa arab tapi juga untuk bahasa asing lainnya.

Seperti pada quote berikut yang siapa tahu membuat semangat kita untuk belajar bahasa asing.

Www.gospeaky.com


Read More
Well, sebenarnya keinginan belajar bahasa Arab muncul saat berbelanja ke pasar di Place d'Aligre (Prancis) dan diajak ngomong bahasa Arab. Dominan penjualnya berasal dari daerah Maghreban (Afrika Utara). Karena tahu aku berjilbab dia mengira aku orang Aljazair. Wow, seneng donk, secara orang Aljazair kan mancung-mncung dan cantik-cantik, hehe..
Aku bilang bukan, aku orang indonesia.
Kemudian dia berbicara (sepertinya) bahasa Arab yang aku tak paham artinya.
"Maaf, saya nggak paham. Saya nggak bisa bahasa arab"
Kemudian dia bilang, "kamu nggak ngerti? Tapi kamu kan orang muslim, harusnya kamu bisa bahasa arab dong?"
Jedyarrrr....
"Nggak, saya nggak bisa, Pak."
"Ah, nggak mungkin, kamu pasti bisa!"

Duh, ni orang ngotot juga. Cukup lama ya eyel-eyelan, ujung-ujungnya dia bilang, "kamu bisa lah! Kamu sholat pakai bahasa Arab kan?!" Sambil pasang tampang senyum-senyum.
Ehhmmm.... oke. Dia ajak bercanda rupanya *pasang tampang datar dan bilang merci (trims) dan au revoir (goodbye). Dan dia hanya senyum-senyum aja sambil merapikan sayur-sayur jualannya.

Sejak itu kepikiran deh pengen bisa bahasa Arab, apalagi pas ikut solat jumat di Masjid Paris, khotbahnya pake tiga bahasa (Arab, Prancis, Inggris), dan bahasa Arab yang paling banyak digunakan mengingat jamaahnya banyak berbahasa Arab.

Dan saat pulang ke Indonesia, keinginan belajar bahasa arab itu baru bisa dieksekusi beberapa bulan belakangan ini. Walaupun cuma seminggu sekali, tapi lumayan lah bisa sedikiiiittttt baca tulisan arab tanpa harokat. Apalagi saat lewat di asrama gontor putri di Ngawi. Walaupun cuma bisa baca kata "bintu" di pintu gerbang utamanya, rasanya senangggg bangetttt.. hahha.

Alhamdulillah, Allah mempertemukan dengan kawan yang memang jurusan bahasa Arab di UIN Malang melalui komunitas menulis FLP. Istilahnya sih kita "barter bahasa". Dia ngajarin bahasa arab, aku ngajarin bahasa perancis semampuku.

Dan baru beberapa minggu ini, temanku mengenalkan metode khusus Pintar Terjemahan Al-Quran dengan Metode Tamyiz, yang sudah dia pelajari selama sebulan di Indramayu

Apa itu Tamyiz?


Sebenarnya metode ini digunakan untuk anak kecil. Bayangkan kita berlagak menjadi anak kecil yang diajari bahasa arab. Jadi kebanyakan menghafal sambil bernyanyi-nyanyi. Dan lagi karena rasa ingin tahu besar, aku selalu aja bertanya macam-macam, sampe temanku bingung sendiri. Ujung-ujungnya, dia menegaskan berlagaklah seperti anak kecil yang tidak kritis dan nggak banyak tanya! Hahaha. Baiklah.

Menurut buku Tamyiz nya pak Abaza, MM, metode Tamyiz adalah lembar kerja tentang formulasi teori dasar Quantum Nahwu Shorof yang masuk dalam kategori Arabic for specific purpose (ASP) dengan target sederhana bahwa dari kecil anak SD/MI dan pemula pintar membaca, menterjemah dan menulis (imla) Qur'an dan kitab kuning.

Biar kaya Imam Syafi'i yah, kecil-kecil aja udah bisa.

Prinsip Cara Mengajar Tamyiz


  • Mengajar dengan bahasa hati (mengajar bisa dengan mulut bisa dengan hati, karena Allah menurunkan Qur'an ke hati manusia)
  • Mengajar dengan mematuhi tahapan 

Prinsip Belajar Tamyiz


  • LADUNI (ilate kudu muni) : santri belajar dengan mengeraskan suaranya sebagai salah satu cara untuk mengoptimalkan penggunaan potensi otak kiri dan otak kanan secara seimbang, ditambah dengan teknik pengulangan yang integratif sebagai salah satu cara mengoptimalkan potensi otak bawah sadar sehingga hasil belajar akan lebih optimal.
  • SENTOT (santri TOT) : model belajar santri diharapkan setelah ustadz mengajarkan ke para santri, maka santri pun bisa mengajarkan kepada orang lain.

Metode Tamyiz

Tamyiz dikelompokkan menjadi:

  • TAMYIZ 1 : Santri pintar menterjamahkan Qur'an dengan bantuan kamus Kawkaban
  • TAMYIZ 2 : Santri pintar membaca I'rob kitab kuning tanpa terjemahan.
  • TAMYIZ 3 : Santri pintar tarkib dan mengajarkan Qur'an san kitab kuning
  • KITAB KUNING DIGITAL : Santri pinyar maktabah syamilah yang berisis minimal ribuan kitab yang dapat diakses gratis
Untuk belajar Tamyiz 1 pun tidak sedikit, karena harus menghafalkan Isim, Fi'il dan Huruf disertai artinya. Tapi itu tidak sulit kalau kita menghafalkannya sambil menyanyi. 

Contoh aku harus menghafal 26 kolom huruf. Satu kolom huruf beda artinya. Contoh di kolom pertama ada huruf ب ك ل إل على من في عن ظرف حتى  yang harus dinyanyikan dengan lagu anak kecil seperti lagu ulang tahun.
Selain itu, ciri isim dan fi'il pun dinyanyikan, jadi dengan menghafal itu semuanya plus dilagukan, memudahkan kita untuk mengartikan dengan bantuan kawkaban. Padahal sebelum kenal metode tamyiz, arti apa dan siapa aja sering kebalik-balik.

Padahal kalau ini dilajukan intensif setiap hari (3-4 jam sehari) seperti di pondok pesantrennya, santrinya insyallah bisa mengerti kitab kuning dalam waktu kurang lebih 100 jam.

Karena terbatasnya waktu belajar, akhirnya cuma belajar seminggu sekali, inipun baru saja menjadwalkan kembali untuk belajar 2x seminggu. 
Semogaa setelah ini Pintar Terjemah Al-Quran habis seru aja tiap ngaji tanpa baca terjemahannya sudah tahu artinya. hehe. Melatih juga sih, siapa tahu punya kesempatan ke negara berbahasa arab trus nggak asing dengan tulisan arab gundul di setiap jalan. 

Bukannya Allah menjamin ya dalam Surah Yusuf ayat 2.


Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

Begitu juga dalam surah Al-Qamar ayat 17.

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[30], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Semoga dimudahkan amin....
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower