Halo para ibu yang sedang berjuang memberi yang terbaik buat anak-anak. Harusnya tulisan ini di posting sebelum pada mudik lebaran tapi karena sekarang kondisi badan sudah mulai segar bugar kembali makanya saya baru sempat nulis sekarang (kemarin-kemarin capek habis keliling-keliling, hehe).


Bagi ibu menyusui, sungguh sangat penting memperhatikan barang-barang bawaan yang memudahkan dan membuat kita nyaman menyusui saat perjalanan. Karena tiap minggu saya bolak-balik Malang Sidoarjo, maka saya sampai hapal barang-barang yang harus dibawa saat perjalanan. Menurut saya, ada barang-barang yang tidak boleh lupa dibawa, yaitu:

Gendongan Bayi
Saya tidak bisa jalan tanpa ada gendongan bayi. Gendongan bayi ini nggak membuat kita sakit karena tangan pegal menggendong bayi. Jenis gendongan bayi pun bermacam-macam, mau jenis hipseat, kain, baby wrap, atau carrier. Semua tergantung kebutuhan.

Kalau masih baru lahir atau sampai tiga bulan dimana bayi belum terlalu kuat menyangga leher maka gendongan yang pas pakai kain atau gendongan satu sisi seperti tas selempang. Kalau sudah bisa menyangga leher hampir bisa memakai semua jenis gendongan. Perlu diingat untuk baby wrap untuk bayi yang belum begitu berat. Anak saya berat 8 kilo saja sudah suka melorot2 pakai baby wrap. Dia pun kurang nyaman karena kurang bisa bergerak.

Pompa ASI dan botol ASI
Saya tahu anak saya yang besar (usia 2,5 tahun) masih suka minta peluk saya kalau mau tidur. Jadinya si bayi nggak bisa saya susui. Makanya saya sedia pompa ASI dan botol ASI. Jadi sebelum berangkat saya pumping dulu kemudian saya taruh di botol ASI.

Pumping ini ada dua jenis yaitu pumping elektrik atau manual. Katanya sih pumping elektrik lebih cepat dibanding manual. Pumping elektrik memang cocok untuk ibu-ibu menyusui yang bekerja. Tidak menghabiskan waktu.

Pompa ASI ini juga perlu dibawa jikalau si bayi sakit dan tidak mau mimik padahal ASI terus diproduksi. Makanya perlu dipumping agar tidak menimbulkan penyakit lain seperti mastitis.

Apron menyusui
Saat saya lebaran, saya mengunjungi keluarga-keluarga yang tentunya juga banyak tamu-tamu lain. Kalau ramai begitu biasanya si bayi sulit sekali diajak kompromi. Menyusu pun susah.

Saat di perjalanan, biasanya sinar matahari mengenai kita. Apron ini juga bisa melindungi bayi dari panasnya matahari. Makanya apron menyusui ini salah satu barang yang wajib dimiliki saat perjalanan jauh.

Baju menyusui
Kalau nggak ada baju menyusui cukup gunakan baju dengan kancing / resleting depan. Saat lebaran, saya mencoba baju menyusui dari Mooimom. Modelnya stylish dan kekinian membuat saya senang sekali memiliki baju menyusui Mooimom. Cerita tentang mudik lebaran dengan baju menyusui ada di cerita ini.

Baca Juga : Mudik Lebaran bersama Si Kecil dan Striped Vest



Bra menyusui
Bra menyusui juga memudahkan saya saat perjalanan mudik. Salah satu bra menyusui yang recommended adalah bra menyusui Mooimom namanya Soft Cup Stripe Nursing Bra.


Saat perjalanan mudik, tak perlu khawatir soft cup bra ini akan menekan kulit karena soft cup bra ini memang didesain Zero pressure. Nggak ada kawat tapi pakai karet elastisitas tinggi jadi bisa mengikuti besar lingkar dada ibu hamil dan menyusui. Kalau sudah zero pressure, jadinya kulit tidak ada bekas karet yang menekan.



Dengan bukaan depan yang menggunakan button snap-on, si kecil akan lebih gampang menyusui dari depan. Bukaan dengan strap juga bisa menjadi alternatif. Uniknya, bagian dalam soft cup bra ini (nursing pad) bisa dilepas pasang dan diganti dengan yang baru.



Saya merasa nyaman memakai  bra menyusui dari Mooimomini karena bahannya yang tidak panas di kulit. Itu disebabkan oleh sikulasi udara yang baik.

So, ibu menyusui jangan lupa bawa barang itu, ya! Semoga bermanfaat.

Untuk pembelian produk Mooimom lainnya bisa langsung ke link berikut ya.

Website : Mooimom.id
Facebook fanpage : Mooimom Indonesia
Instagram : Mooimom.id
Read More
Lebaran tahun ini adalah giliran keluarga kecil saya mudik ke rumah Mbahnya di Sragen. Kami berangkat dari Malang sekitar jam sembilan pagi. Sebenarnya saya sempat bingung mau berangkat jam berapa.

Kalau mau berangkat malam, Raceqy susah mau tidur sendiri, maunya dikeloni emaknya. Kalau sudah begitu, saya nggak bisa menyusui adiknya, Ghalib. Kalau misal berangkat siang, kasihan mobilnya harus kerja rodi karena terik matahari mempercepat mesin mobil panas.

Ah, daripada kasihan Ghalib nggak bisa disusui, akhirnya kami memilih berangkat pagi saja.  Kami pun berangkat lewat Pujon dan tembus Pare (Kediri). Saat perjalanan jauh begini, saya memilih baju kancing depan biar mudah menyusui. Biasanya saya pakai baju tanpa kancing depan (soalnya kehabisan baju kancing depan, hehe) dan kalau mau menyusui harus sembunyi-sembunyi.

Kalau saja saya dari jaman sebelum nikah sudah investasi baju berkancing depan atau resleting depan pasti sekarang nggak kebingungan kalau mau jalan-jalan dengan bayi. Karena mau menyusui juga gampang.

Satu lagi kekhawatiran saya adalah Raceqy yang bolak balik minta ke kamar mandi karena dia lagi fase toilet training.

Baca juga : Mengajarkan Toilet Training Bayi Dua Tahun

Alhamdulillah, sih, sampai Pare dia cuma minta ke kamar mandi sekali katanya mau “eok” alias mau buang air besar. Setelah itu, dia mengantuk dan minta dipeluk alias dikelon emaknya. Untungnya si bayi sudah selesai minum asi dan sudah tidur. Jadinya saya menaruh si bayi di kursi belakang. Raceqy pun tidur di pangkuan saya. Ya, beginilah resiko anak usia jarak dekat.

Di tengah perjalanan, suami sangat mengantuk. Maklum puasa jadi cepat mengantuk. Mau tak mau saya pun menggantikan menyetir. Itu pun saya menaruh Raceqy pelan-pelan biar dia nggak terbangun. Tapi baru sampai Nganjuk, Raceqy sudah bangun dan minta peluk. Akhirnya saya minta suami saya menyetir lagi walau belum sempat tidur.

Sekitar jam lima sore akhirnya tiba di Sragen. Saya pun segera memasak air untuk memandikan Ghalib air hangat. Setelah berbuka puasa dan makan malam, saya dan suami langsung terkapar setelah perjalanan jauh sedangkan Raceqy masih semangat main sama Mbahnya.

Lima hari di Sragen, tak ada aktivitas yang berarti. Alias kami hanya leyeh-leyeh di rumah sedangkan Raceqy main sepanjang hari. Paling-paling saya dan suami cari sinyal internet ke alun-alun sambil makan mie ayam dan pergi nongkrong minum susu jahe. Itupun dua hari sebelum lebaran. Saya juga nggak tahu kenapa di rumah Mbah susah sekali sinyal internet.

Allahuakbar... Allahuakbar... Allahuakbar...wa lillahilhamdu..

Akhirnya tiba juga hari Idulfitri 1439 H. Setelah menyetrika jilbab dan baju menyusui dari Mooimom, saya pun segera bersiap-siap mandi dan memandikan si kecil karena sholat Idulfitri dimulai pukul enam pagi. Padahal saya sudah menyiapkan baju sejak jam empat pagi kok tetap saja saya harus tergopoh-gopoh menyiapkan semuanya. Untungnya saya selesai menyiapkan semuanya sebelum jam enam itu pun ada yang dibantu mbahnya.

Sekitar lima menit, saya dan keluarga sampai ke masjid. Setelah saya dan ibu sudah dapat tempat, tidak lama sholat ied pun dilaksanakan.
Banyak yang khawatir kalau anak saya rewel nangis saat saya tinggal sholat. Alhamdulillah saat sholat si bayi nggak rewel.

Setelah selesai dan sambil menunggu ceramah, saya pun langsung menyusui si kecil. Saya sangat terbantu karena memakai baju menyusui dari Mooimom. Produk baju menyusui dari Mooimom namanya Striped Vest Long-Sleeved Nursing Shirt with Collar. Saya singkat Striped aja ya.

Desainnya yang Striped memudahkan saya menyusui si kecil karena ada bukaan di bagian tengah dada. Ada luaran dan dalaman yang menyatu dimana luarannya ini yang berdesain garis-garis sedangkan dalamannya berwarna putih polos yang bisa dibuka untuk menyusui.

Apalagi desain Striped bergaris yang membuat saya tidak terlihat seperti emak-emak dengan dua anak. Hehe. Saya termasuk penyuka baju dengan tampilan kasual dan sederhana seperti baju Striped ini. Walaupun sederhana, baju Striped ini memiliki kerah seperti kemeja tapi tidak terlihat serius atau formal. Di foto ketutupan jilbab.

Saya pilih ukuran paling kecil. Saya kira bakal ngepres di badan ternyata cukup longgar. Memang, baju ini bisa dipakai untuk ibu hamil. Untungnya ada tali portable alias bisa dilepas pasang. Saya bisa menyesuaikan lebar baju dengan badan saya. Resletingnya juga bagus.



Ceramah pun selesai, saya dan ibu pulang ke rumah. Jadwal kami selanjutnya adalah mengunjungi pakde-pakde yang rumahnya hanya "lima langkah" dari rumah. Pastinya bapak ibu kalau sudah ketemu saudara-saudaranya lama sekali mengobrolnya. Sedangkan si bayi nggak bisa lama-lama tinggal di tempat asing apalagi kalau panas. Jadinya saya gendong terus sambil melihat kakaknya yang sedang asyik memberi makan sapi.



Untungnya karena saya pakai Striped yang terbuat kain katun, saya nggak begitu kegerahan. Kainnya juga menyerap keringat. Walaupun warnanya putih tapi tidak menerawang.

Pilihan baju menyusui dari Mooimom sebenarnya banyak banget. Kalian bisa pilih-pilih di website Mooimom.

Setelah mengunjungi keluarga besar di Sragen, kami pun beristirahat. Hari kedua lebaran, saya mengunjungi keluarga dari bapak saya di Ponorogo dan bersilaturahmi ke tempat saudara mbah dan pakde bude. Saya menyempatkan diri membeli sate ayam ngepos yang sangat terkenal itu. Malam kedua lebaran, saya dan suami balik ke Malang karena lusanya ikut acara keluarga suami di Porong.

Oiya, lupa..mumpung bulan syawal, saya ucapkan Selamat Idulfitri 1439 H ya. Taqabbalallahu minna wa minkum. Shiyamana wa shiyamakum.

Kalau mau beli baju menyusui dari Mooimom atau produk lainnya bisa cuss langsung aja kesini ya:

Website : Mooimom.id
Facebook fanpage : Mooimom Indonesia
Instagram : Mooimom.id

Read More
Bagi kalian yang akan pergi ke kota Malang lewat Blimbing pastinya akan melewati Perumahan Graha Kencana. Di dalam perumahan itu ada tempat wisata yang cocok untuk anak-anak. Wisata buatan di Malang ini adalah  Hawaii Waterpark dan Malang Night Paradise.

Hari sabtu tanggal 9 Juni kemarin, saya berkesempatan ke wisata  Malang Night Paradise yang sudah saya ingin kunjungi sejak lama. Saya pun mengajak suami dan anak pergi ke Malang Night Paradise. Sudah lama saya tahu kalau Malang Night Paradise ini terkenal dengan wisata lampionnya.

Lokasi 

Malang Night Paradise (MNP) ini berada di kelurahan Balearjosari. Tidak jauh dari fly over Blimbing. Kalau naik bus dari Surabaya bisa langsung berhenti di depan perumahan Graha Kencana kemudian jalan kaki ke MNP.

Parkir

Bagi rombongan bus yang ingin mengunjungi Malang Night Paradise, tidak perlu khawatir dengan lokasi parkir karena lokasi parkir di MNP itu cukup luas. Tidak perlu khawatir becek juga karena sudah dipaving. Untuk biaya parkir mobil sebesar 8.000 rupiah.

Jam buka dan Tiket Masuk

Jam buka Malang Night Paradise dimulai pukul 17.00 sampai pukul 23.00. Tiket masuk Malang Night Paradise sebesar 45.000 saat weekend sudah termasuk semua wahana kecuali wahana terbaru Magic Journey (perahu). Oiya, ada undian juga loh setiap pembelian satu tiket MNP untuk satu undian.

Malang Night Paradise

Saya datang dengan anak saya yang didorong stroller. Saya sempat khawatir kalau di MNP tidak disediakan jalur khusus kursi roda. Ternyata di MNP sangat memperhatikan kaum disabel karena setelah keluar dari pemeriksaan karcis ada jalur khusus kursi roda. Saya yang membawa stroller pun jadi nyaman berwisata di MNP.

Begitu masuk MNP, banyak lampu-lampu menghiasi MNP. Ada taman khusus untuk bersantai yang dilengkapi layar LCD dan bantal-bantal besar berwarna-warni. Masjid buatan pun menyambut kami setelah keluar dari loket.


Di MNP memang sudah lama ada taman-taman lampion yang instagramable, ada dinosaurs park, dan wahana seru lainnya. Tapi ada yang baru dari wahana di MNP ini, yaitu pendulum, fun clown dan Magic Journey.

 

Saat peresmian wahana baru ini langsung dihadiri oleh artis ibukota, Anang, Ashanty, dan anak-anaknya termasuk Aurel. Para artis terkenal itu mencoba tiga wahana baru MNP. Anang, Ashanty, dan anak-anaknya menaiki perahu khas venezia mengelilingi MNP bernama Magic Journey bahkan Ashanty ketagihan untuk naik perahu lagi. Kemudian para artis itu mencoba wahana baru pendulum yang berputar-putar dan cukup mendebarkan.


Saya pun berkesempatan mencoba perahu khas venezia itu. Saya pun naik bersama anak lelaki saya, Raceqy, sedangkan si bayi digendong ayahnya. Saya pun duduk di bagian depan bersama Raceqy. Walaupun airnya sedikit masuk ke perahu tidak menyurutkan keinginan saya untuk terus naik perahu.

Wahana perahu ini baru mulai aktif beroperasi setelah lebaran. Tiket masuk tidak termasuk tiket masuk di loket. Pengunjung harus bayar lagi sekiar 30.000 rupiah per orang.



Dengan naik perahu, kita hampir dibawa keliling dunia.

Tema pertama yang menyambut kita adalah tema misteri. Properti yang digunakan di tema misteri cukup unik, ada layar-layar yang berbentuk lukisan bergerak. Dari wanita cantik menjadi wanita menyeramkan. Dari pria yang ganteng menjadi pria yang menakutkan. Tidak lupa suara-suara menakutkan juga mengiringi perahu saat mulai memasuki tema tersebut. Lampu kelap-kelip yang menghiasi dedaunan sesuai dengan tema misteri.


Kemudian kami memasuki tema laut yang dihiasi bentuk ubur-ubur yang bergantungan. Setelah itu, perahu memasuki kanal bertema lampion yang cantik bergantungan di tanaman-tanaman yang menjuntai.



Kami kun menyusuri kanal dengan tema Venezia, Italia. Lampu-lampu yang berbentuk bunga tulip menghiasi pinggir kanal ditambah bangunan khas Eropa Barat itu. Ada bangunan di atas kanal seperti di Florence.



Setelah dari Italia, kami pun ke Asia Timur yaitu Jepang dengan lampion-lampion berwarna merah terang. Dengan desain pagar-pagar merah di pinggir kanal, saya merasa seperti di Fushimi Inari walaupun di sana tidak ada lampion, hehe.


Kami menyusuri kanal dengan lampu berwarna-warni. Kami kemudian berada di wilayah Amerika Selatan dengan patung-patung batu berbentuk orang. Kami menyusuri wilayah kalimantan. Ada foto besar terpampang di pinggir kanal yang menggambarkan seorang ibu sedang berdagang di pasar terapung.

Akhirnya tibalah kami di penghujung dermaga dimana kami memulai tadi. Wisata perahu ini kira-kira membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit. Saya dan rombongan satu perahu pun keluar dari perahu.

Selain wahana yang baru itu, ada banyak sekali wahana lama yang menjadi daya tarik pengunjung ke MNP ini. Wahana di MNP yang sudah lama terkenal adalah wisata lampionnya. Walaupun wisata jenis ini sudah pernah ada di tempat lain tapi di wisata lampion ini lebih bervariasi seperti lampion merak, bunga mawar,kincir angin, angsa, guci rusia, collosium, panda, dan jamur. Pengunjung juga dimanjakan juga dengan air mancur menari (dancing water fontain), terowongan bercahaya (lighting tunnel), flower shop LED dan tree house LED.

Wahana permainan juga beraneka macam seperti mengendarai naga (dragon rides), playground kids, mobil terbang (flying car), lokasi penggalian (digging site), mengendarai dinosaurus (dino rides),  dan lain-lain. Dinosaurs park adalah salah satu wahana yang disukai anak kecil. Di Taman Dinosaurus ini memiliki beberapa jenis patung Dinosaurus.

Ketika pulang, saya mencoba berfoto di taman yang ada bantal-bantal besar dan layarnya. Setelah itu, saya, suami dan anak pun pulang. Kami melewati stand oleh-oleh dan juga stand untuk cetak foto.



Demikian cerita saya mengunjungi wahana baru di Malang Night Paradise. Yang mau mengajak anak-anaknya berwisata saat libur lebaran di Malang, Malang Night Paradise bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang perlu masuk hitungan. Semoga bermanfaat.
Read More
Setelah perjalanan panjang dari Surabaya, tibalah rombongan kami di hotel Hardys Rofa. Saya segera memberesi barang-barang yang ada di bawah kursi dan kabin Bus. Suami membawa beberapa tas dan menggendong si Raceqy turun dari bus. Suami juga menurunkan tas-tas dari bagasi dan stroller yang kami sewa di Surabaya. Ini gara-gara stroller di Malang nggak dibawa ke Surabaya.

Baca juga : Jasa Sewa Stroller di Rungkut Surabaya

Karena kesulitan membawa tas, akhirnya strollernya kami gunakan untuk membawa tas-tas. Benar-benar efektif. Sebenarnya stroller ini kami sewa untuk menaruh bayi kalau ke Tana Lot karena di sana sudah bisa pakai stroller tapi karena kesorean akhirnya batal ke Tana Lot. Menyedihkan.
Kami pun mengambil kunci kamar hotel Hardys Rofa yang sudah ditentukan oleh panitia. Saya dapat kamar di lantai lima. Saya dan suami langsung masuk lift setelah antri dengan rombongan yang lain.

Angin sore Legian memasuki sebagian koridor hotel yang terbuka. Kami berjumpa dengan cleaning service yang sedang membersihkan kamar. Mereka tersenyum ramah kepada kami.

Kunci berbentuk kartu

Kami pun tiba di pintu kamar. Kunci yang berbentuk kartu di scan di mesin pembuka pintu. Klik. Pintu terbuka. Saya memasukkan kartu di tempat samping pintu. Listrik pun menyala otomatis. Kami menyalakan lampu yang belum menyala. Kunci semacam ini memang biasa diterapkan di hotel-hotel berbintang. Kekurangannya kalau sampai kuncinya tertinggal dan pintu sudah menutup maka hanya pihak hotel yang bisa membukanya.

Kamar nyaman

Begitu saya melihat spring bed diselimuti bed cover putih, saya langsung menidurkan bayi saya. Melihatnya terlelap dan merasa kasihan karena dia sudah melewati perjalanan darat yang sangat panjang.
Kamar yang nyaman di Hardys Rofa via Trip Advisor

Balkon

Suami membuka gorden. Kami melihat kolam renang di bawah sana. Dia mencoba membuka pintu dan menikmati udara sore Legian yang kencang. Beberapa orang mengobrol-obrol di balkon sambil merokok dan menikmati minuman yang disediakan di setiap kamar.

View Hotel Dari Balkon Kamar via IG @ly_lestem


Pendingin ruangan

Saya menyalakan pendingin ruangan yang bermerk Daikin dengan pengaturan suhu pada titik 29 dersel. Bagi pecinta AC tentu suhu segitu masih panas. Tapi karena saya dari luar dan tidak ingin merasakan suhu yang begitu drastis maka saya menyalakan pada titik 29 dersel. Padahal sih memang tidak tahan AC, hehe.


Kamar mandi

Menurut saya, kondisi sebuah hotel bisa dilihat dari kamar mandinya. Jika kamar mandinya bagus dan bersih maka secara tidak langsung hotel itu sangat memperhatikan kebersihan di setiap bagian hotel. Saya memberi nilai 8 pada kamar mandinya karena ada beberapa bagian lantai yang muncul kerak.  Sama seperti kebanyakan hotel, fasilitas kamar mandinya dilengkapi wastafel, kloset duduk, tempat jemur handuk, handuk bersih, shower, tempat sampah, sabun, sikat gigi, shower cap, sabun, dan shampoo.
Air panasnya pun berfungsi walaupun harus menunggu beberapa saat. Saya memandikan si kecil cukup di wastafel saja.

Fasilitas kamar

Selain pendingin ruangan, di dalam kamar juga disediakan lemari, gantungan baju, meja, kursi, note dan pensil, brankas, heater dan air mineral.

Ruang Aula

Ruang aula ini berada di lantai dasar. Sesampainya di hotel Hardys Rofa, kami tidak makan di restoran hotel tapi di aula karena makanannya pakai catering. Setelah itu, ada acara yang diadakan panitia untuk anak kecil maupun bernyanyi. Sayangnya karena saya ingin segera istirahat dan kasihan juga bayi saya yang masih usia satu bulan, maka saya memutuskan kembali ke kamar dan tidur.

Baca Juga : Senangnya Jalan-Jalan wisata Ke Bali

Restoran

Besok paginya, kami sarapan di restoran hotel Hardys Rofa. Menunya cukup beragam walaupun dua hari sarapan di restoran hotel Hardys Rofa menunya tidak jauh berbeda dengan menu sebelumnya. Ada menu jawa nasi, sayur dan lauk. Eh tapinya lauknya sosis sih, hehe. Ada makanan barat seperti roti panggang, sereal, salad buah dan salad sayur. Minumannya ada susu, teh, kopi, air putih, dan infused water.

Restoran hotel Hardys Rofa ini berada di lantai dua jadi ada tempat duduk di balkon atau teras sehingga bisa melihat pemandagan keluar hotel walaupun pemandangannya hanya jalan raya, hehe.

Kamar mandi umum

Bagi yang ingin menyelenggarakan acara di hotel Hardys Rofa ini, tidak perlu khawatir soal kamar mandi karena ada kamar mandi umum di lantai dua dekat dengan restoran.


Kolam Renang

Fasilitas lainnya yang tidak kalah penting adalah kolam renang. Di hari kedua ketika saya dan suami tidak ikut rombongan jalan-jalan, suami dan anak memanfaatkan kolam renang hotel.

Sewa Motor dan Mobil

Tidak hanya itu, di hotel ini juga disediakan persewaan motor dan mobil. Kalau ingin menyewa motor atau mobil tinggal bilang ke petugas keamanan di depan hotel. mereka yang akan menghubungi persewaan untuk datang ke hotel. setelah itu kita langsung transaksi dengan pemiliknya. Harganya 75.000 per hari untuk motor dan siap-siap dana lebih sekitar 30.000 jika terjadi ban bocor. Pengalaman sewa motor di Bali sudah saya ceritakan di blog sebelumnya ya.

Harga per kamar

Bagi saya, hotel Hardys Rofa ini cukup murah untuk fasilitas yang diberikan. Setelah saya google di internet. Harga kamar di hotel Hardys Rofa ini mulai dari 400.000 rupiah.

Lokasi Hotel

Lokasi Hotel Hardys Rofa ini berada di Jalan Nakula No. 9, Legian, Kuta. Tidak jauh dari Pantai Kuta sekitar tujuh menit kalau naik motor. Tapi kalau ke Denpasar, dari hotel Hardys Rofa ini membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit.

Demikian review saya tentang hotel Hardys Rofa. Bagi kalian yang ingin ke Bali dan mencari hotel. Hotel Hardys Rofa ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk menginap.

Read More
Bulan Februari lalu, rombongan kantor suami mengadakan tur wisata ke Bali. Waktu masih di Malang beberapa hari sebelumnya, saya sudah bilang suami bawa stroller saja. Katanya buat apa? Ternyata pas briefing beberapa hari sebelum berangkat, pihak travelnya malah menyarankan membawa stroller karena di Tana Lot itu bisa pakai stroller.

Alhasil, saya dan suami menyesal strollernya ditinggal di Malang. Saya pernah tahu kalau di Surabaya ada tempat yang menyewakan stroller. Saya telusuri di Google. Ternyata ada banyak sekali tempat penyewaan stroller. Ada yang webnya lengkap sampai semua barang di foto dan disebutkan detailnya. Ada yang ala kadarnya.

Baca juga : Senangnya Jalan-Jalan Wisata ke Bali

Akhirnya saya bilang ke suami sewa stroller saja daripada capek-capek pulang ke Malang cuma ambil stroller. Harga sewanya mulai dari 60.000 per minggu tergantung jenis strollernya.

Kami pun berencana menyewa stroller di Baby Farra Rental karen dekat dengan rumah.

Jam Buka

Minggu - Jumat pukul 09.00 - 17.00 WIB

Lokasi

Lokasi penyewaan stroller Baby Farra Rental ada di daerah Rungkut. Akhirnya kami memutuskan ke sana hari rabu, H-1 sebelum berangkat. Dengan mengikuti petunjuk Google akhirnya kami sampai di Baby Farra Rental di Jalan Rungkut Asri Barat X No. 8.



Begitu kami masuk, sudah ada mbak-mbak admin berjilbab dan berbaju batik yang duduk manis di depan komputer. Saya juga melihat banyak sekali perlengkapan bayi dan mainan-mainan bayi yang tersusun di lemari.




Saya pun menanyakan stroller yang ada tempat barangnya di bawah tempat duduk. Tujuan pilih stroller jenis itu sih biar ada tempat untuk menaruh tas yang berisi popok, minyak telon, dan baju ganti cadangan.

Eh, malah ditunjukin stroller yang ada di depan mata yang habis dipinjam penyewa. Berwarna ungu dan cukup besar. Tapi belum dicuci. Memang menurut aturan di Baby Farra Rental, barang yang sudah dikembalikan dicuci dulu oleh pihak rental sebelum dipinjamkan penyewa lainnya.
Tapi karena kami tidak ada waktu lagi, maka kami langsung menyewa saja dan belum dicuci.

Syarat menyewa

Pembayaran dilakukan di depan. Adapun syarat menyewa adalah :
- menyerahkan identitas (KTP/SIM) atau uang sebagai jaminan.
- menandatangani surat pernyataan bermaterai (disediakan pihak rental, kita bayar biaya materai)
- mengisi data diri


Menyewa lewat online

Sebenarnya tidak perlu susah-susah datang ke rumahnya, Baby Farra Rental juga menyediakan jasa antar barang yang disewa. Tapi kita yang menanggung biaya antar jemputnya sesuai lokasi tempat tinggal. Karena saya baru pertama menyewa jadi saya memiih datang langsung ke lokasi rental. Selain ingin memastikan sebenarnya karena saya sedikit kurang yakin begitu kalau transaksi tanpa bertemu dengan penyewanya, hehe.

Setelah saya mengisi data diri, menyerahkan identitas, mengisi surat pernyataan, dan membayarnya. Kami pun membawa stroller itu ke mobil.
Oiya, kalau sebelum dibawa, pihak penyedia jasa mengarahkan saya bagaimana membuka dan menutup stroller.

Jadi di Baby Fara rental ini tidak saja hanya menyewakan stroller, bouncer, baby walker, meja dan kursi, mobil baterai, tempat tidur bayi, tapi juga beberapa mainan yang ada di playground.

So, bagi yang di Surabaya, kalau mau butuh stroller hanya dalam waktu beberapa hari bisa pinjam di Baby Fara Rental.

Website Baby Fara Rental www.babyfarrarental.com
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower