Menikmati liburan yang seru di kota sendiri atau yang dikenal sebagai staycation memang sudah sering kita lakukan. Menurut beberapa orang, staycation itu bisa berlibur dan menginap dihotel di dalam negeri atau bahkan hanya liburan di tempat wisata di kota sendiri.

Di Kota Malang, ada rekomendasi staycation untuk yang menarik untuk menghilangkan penat. Tentu, staycationbisa dilakukan dalam waktu beberapa jam.

Mau menikmati wisata Malang dengan staycation bergaya kolonial Belanda, kita bisa mengunjungi hitel Shalimar Malang yang da di Jalan Buring, di depan Taman Cerme.

Kebanyakan bangunan jaman kolonial itu menyeramkan tapi kesan itu sekarang tidak terlihat pada hotel shalimar Kota Malang. Setelah saya memasuki hotel itu dan menelusuri hingga ke kamar hotel, justru saya merasa homy sekali.

Hotel ini baru saja direnovasi. Setelah sesi tips menulis cerita travelling yang saya ikuti, para peserta pun diajak berkeliling hotel dan melihat dua kamar hotel (Executive Room dan President Room).

Manajemen hotel juga menjelaskan kenapa disebut Boutique Hotel karena konsep yang ditawarkan tak hanya untuk penginapa saja. Jadi pengunjung seolah-olah sedang berada di butik yang ada di Bali, bukan di Malang.
Yang pasti hotel ini sangat bagus untuk foto-foto. Bayak spot foto yang bisa diambil untuk mengabadikan momen kita. Bahkan juga sering ada foto prewedding di hotel ini.

Setelah selesai mengelilingi hotel, ada beberapa cara menarik menikmati staycation di Hotel Shalimar Malang, yaitu:

1. Menikmati sunset di sun terrace.
Sun terrace ini dibuka dari jam 10.30-21.00. Teras hotel ini disediakan sofa-sofa untuk menikmati matahari terbit dan matahari terbenam. Di sini kita bisa juga mengambil foto-foto selfie/wefie. Udara yang sejuk membuat nyaman untuk mengobrol bersama pasangan di sun terrace ini.



2. Menikmati kuliner ala Belanda
Menurut manajemen hotel, de Hemel Restaurant menyediakan menu ala Belanda seperti de rijstaffel dan ayam kodok ala Belanda. Chef restaurant di sini memang jago membuat masakan-masakan Eropa.

3. Menambah pengetahuan kesejarahan di perpustakaan hotel
Well, orang Eropa memang suka sekali membaca terutama saat di dalam kereta bawah tanah. Fasikitas perpustakaan ini mungkin saja disediakan untuk tamu hotel asal Eropa, khususnya Belanda, yang ingin mengetahui kesejarahan Indonesia dengan bahasa Belanda. Saya menemukan banyak sekali buku berbahasa Belanda. Memang tak banyak buku yang disedaikan tapi menurut saya cukup berbobot untuk pengetahuan kesejarahan. Saya tak menemukan novel-novel teenlit atau fantasi hehe.



4. Memakai baju vintage dan berfoto di sudut bangunan
Rasanya kurang pas kalau tidak berfoto di bangunan yang terkesan jadul itu. Maka staycation di Hotel Shalimar bisa menggunakan baju vintage dengan aksesoria vintage seperti topi, sepatu atau tas untuk berfoto di setiap sudut bangunan. Di depan hotel ini juga ada mobil kodok VW berwarna putih sebagai tempat yang cocok untuk foto atau untuk prewedding.

Menikmati cara menarik saat wisata Malang di Hotel Shalimar bisa membuat liburan kamu berkesan. Ada banyak cara agar staycation kamu berkesan coba cari aja di travelingyuk.com.
Read More
Setelah berjalan-jalan di Masjid Agung Jawa Tengah, kami pun langsuhg ke hotel untuk check in. Dengan bantuan google map, akhirnya kami sampai juga di Hotel Kesambi Hijau. Menurut web ini, Hotel Kesambi Hijau dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan dikelola oleh Perusahaan Daerah Cinta Mandiri Jateng (PD TMJT).

Lokasi Hotel Kesambi Hijau

Hotel ini berada di Jalan Kesambi, Gajahmungkur. Kalau dari Jalan Pemuda lurus saja sampai ada perempatan merah. Jalannya naik ke atas. Setelah Siranda reservoir dan favehotel Diponegoro, ada Jalan Siranda di sebelah kanan. Kelihatan kok dari jalan ada hotel berwarna hijau seperti nama hotelnya.  Kami masuk aja ke jalan itu. Kebetulan ada plang yang bisa terbaca jelas.

Sampai di halaman hotel yang sangat sepi dari mobil, kami pun memilih parkir yang dinaungi oleh pohon-pohon yang dekat ATM Bank Jateng.
Oiya alamat Hotel Kesambi Hijau yaitu Jl. Kesambi No.7, Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Check in

Apa yang menjadi kekhawatiranku saat pesan hotel online adalah kamar hotel yang tiba-tiba kehabisan. Saya pernah mendengar keluhan ini terjadi. Jangan sampai deh.

Hotel Kesambi Hijau Semarang

Saya pun segera masuk ke bangunan yang berwarna hijau itu. Begitu saya masuk lobi hotel yang nyess alias sejuk, ada sofa berbentuk melingkar di tengah lobi seolah menyambut kami dengan kesegarannya.
Lobi Hotel Kesambi Hijau Semarang


Saya pun langsung menuju ke resepsionis hotel. Dua orang petugas sedang berada di meja resepsionis. Seorang petugas wanita menyambut saya kemudian saya  tunjukkan kode pemesanan yang dikirim via email oleh traveloka. Petugas yang ramah dan cantik itu meminta KTP saya sebagai jaminan. Tak lama, sekitar 3 menit, saya pun dapat kunci kamar hotel. Alhamdulillah.

Seorang petugas hotel laki-laki dengan ramahnya menawarkan diri untuk membawakan barang bawaan kami yang cukup banyak printilannya. Sebagai orang Jawa, saya merasa merepotkan karena sudah membawakan tas kami. Pertama saya menolaknya dengan halus. Tapi petugas hotel bersikeukeuh meminta dibawakan. Yaudah deh nggak apa-apa.

Melewati Garden Resto

Begitu keluar dari lobi hotel, kami berada di taman hotel. Saya melhat ada panggung kecil. Sepertinya akan ada acara live music atau mungkin sudah selesai? Taman itu sebenarnya bisa berfungsi tak hanya untuk live music tapi juga buat garden resto karena banyak gazebo-gazebo taman berbentuk payung di setiap pojok taman. Di depan garden resto ada bangunan sebagai tempat para tamu hotel untuk sarapan. Yap, itu resto hotel yang di dalam ruangan.

Garden Resto yang disulap menjadi panggung

Superior room is Super!

Kami memasuki lift dan menuju ke lantai satu. Petugas hotel menunjukkan kamar kami yang ada di ujung bangunan. Begitu kartu kamar hotel di scan di pintu, kamar pun terbuka. Pak petugas langsung memasukkan kartu hotel ke dalam slot kartu di dalam kamar. Seluruh jaringan listrik dalam kamar pun menyala.

Saya langsung merebahkan si kecil di tempat tidur. Dia langsung ketawa-ketiwi pertanda hatinya yang lega akhirnya bisa tidur di tempat tidur. Raceqy juga bahagia dan minta dinyalakan televisi untuk nonton kartun.
Saya teringat makanan si bayi yang saya buat dari Sragen. Bubur bayi yang saya bekukan. Sampai Semarang mulai melembek, nggak mencair, tapi masih dingin. Soalnya waktu perjalanan saya taruh di laci mobil jadi suhunya tetap dingin. Saya pun memasukkannya ke dalam kulkas walaupun saat itu kulkasnya belum dingin.

Fasilitas Kamar Superior (hape baterai habis jadi pake kamera hape jadul)


Dengan harga yang cukup murah, saya merasa cukup puas dengan fasilitas yang diberikan, seperti:

  • Kamar yang bersih. Sepertinya kebersihan ini harus menjadi prioritas utama agar tamu menjadi betah.
  • Tempat tidur nyaman. Setelah lelah perjalanan seharian, tempat tidur hotel menjadi tempat melepas lelah.
  • Fasilitas coffee dan tea. 
  • Fasilitas peralatan mandi. Saya lupa membawa peralatan mandi. Saya sempat kepikiran kalau saya harus keluar lagi dari hotelmhanya untuk membeli peralatan mandi. Alhamdulillah, ternyata disediakan. Iya lah, sekelas hotel Kesambi Hijau yang merupakan kelas bintang dua.
  • Standing shower, wastafel, kloset duduk.  
  • AC yang cukup dingin walaupun sedikit berisik. Biasanya ac hotel itu dingin tapi menurut saya tidak terlalu dingin.
  • Sandal hotel dan laundry bag.
  • Wifi. Sayangnya jaringan wifi di kamar saya terlalu lemah jadi saya nggak bisa berselancar menggunakan jaringan wifi. Menurut saya sih justru biar saya istirahat. Lagian hape saya juga lowbat dan lagi di charge. Hanya saja kalau misal ada acara di hotel seperti meeting atau live music maka kestabilan sinyal wifi ini perlu diperhatikan.
  • Fasilitas air panas di kamar mandi. Saya kira di wastafel ada air panasnya ternyata nggak ada. Fasilitas air panas hanya ada di shower.

Setelah memandikan anak, kami pergi lagi ke tempat acara. Malamnya sekitar pukul sembilan kami kembali lagi dari hotel. Karena hotel ini berada di jalan masuk dan di depan hotel nggak ada toko atau minimarket, jadi sebelum masuk hotel, lebih baik beli air minum botolan dari luar atau makanan ringan untuk dimakan di hotel jika dibutuhkan.

Begitu sampai hotel malamnya, kami terkejut karena parkir mobil tiba-tiba menjadi penuh sekali. Suami bertanya kepada Pak satpam. Untungnya Pak Satpam dengan baik hati mau mengarahkan kami memarkir mobil di antara mobil-mobil lainnya.

Kami pun beristirahat sampai esoknya pagi-pagi sekitar jam enam pagi kami check out untuk melanjutkan berwisata ke Museum Kereta Api Ambarawa.

Oiyaa, saya memang nggak memilih sarapan di hotel. Soalnya mau kuliner pagi di Semarang.

Restauran di Hotel Kesambi Hijau yang mengarah ke Semarang Bawah


Kalau diberi skor, saya bisa memberi skor pada Hotel Kesambi Hijau:

  • Kenyamanan nilai 8
  • Kebersihan nilai 8
  • Ketersediaan fasilitas (termasuk wifi, AC) nilai 7
  • Keramahan petugas nilai 9
  • Keamanan 9

Jadi jangan ragu lagi kalau mau menginap di Hotel Kesambi Hijau. Selamat berlibur!
Read More
Ketika tiba di Semarang, suami langsung bertemu temannya yang sudah membuat janji. Setelah selesai, masih ada waktu untuk jalan-jalan sebelum melanjutkan acara di sore hari. Tapi kami tak punya tujuan untuk dikunjungi karena panasnya matahari siang membuat kami enggan untuk jalan-jalan. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Masjid Agung Jawa Tengah yang tak jauh dari tempat teman suami.

Walaupun saya pernah tinggal di Semarang hampir dua tahun tapi saya belum pernah mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah, tempat wisata religi yang cukup terkenal bagi penduduk luar kota Semarang.

Sekilas Tentang Masjid Agung Jawa Tengah

Berbekal Google Map, kami pun menuju ke Masjid Agung Jawa Tengah yang berada di Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Dalam perjalanan menuju ke Masjid, kami melihat banyak sekali bus-bus yang lewat dari lajur yang berlawanan. Saya menduga mereka telah selesai berwisata ke Masjid.
Masjid Agung Jawa Tengah Di Kota Semarang

Begitu saya memasuki gerbang, saya melihat dari kejauhan kemegahan Masjid Agung Jawa Tengah yang memiliki perpaduan arsitektur Arab, Jawa dan Romawi. Masjid ini dibangun tahun 2001 kemudian diresmikan oleh Mantan Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 14 November 2006. Luas kawasan Masjid Agung Jawa Tengah seluas sekitar 10 hektar.

Adzan dzuhur berkumandang. Kami pun mencari tempat berteduh dan suami memarkirkan mobilnya di bawah teduhnya pepohonan parkiran. Dari area parkiran saja, saya bisa melihat area Masjid Agung Jawa tengah di bawah terik matahari yang membuat kulit panas. Beberapa pengunjung tak peduli panasnya terik matahari, mereka tetap berfoto di teras depan masjid yang luas.




Saat tiba di parkiran Masjid, saya melihat ada tenda yang terpasang di gedung sebelah masjid.  Saya melihat sudah banyak sekali mobil yang parkir. Banyak juga pengunjung yang pakai kemeja batik untuk laki-laki. Begitu saya jalan menuju ke gedungnya, ternyata ada acara resepsi pernikahan. Gedung di samping masjid Agung Jawa Tengah ini juga bisa disewakan untuk acara-acara seperti pernikahan. Ketika pintu terbuka, AC gedungnya kerasa dingin banget.

Saya, suami dan anak segera mencari tempat wudhu. Tempat wudhu wanita ada di bagian bawah. Ketika masuk ruangannya rasanya sejuk banget. Banyak orang duduk-duduk di sana. Saya juga merasa seperti di era tahun 90-an karena lantai keramiknya jadul. Kamar mandinya juga bersih.

Lupa Bawa Mukenah!

Saya naik dua lantai untuk sholat. Sudah banyak orang yang melaksanakan sholat dzuhur. Saya mencari-cari lemari yang menaruh mukena. Sayangnya hanya ada dua lemari kecil di tempat wanita. Isinya juga nggak ada mukenah-nya.

Saya lihat orang-orang yang sholat dan mencoba menerka-nerka mana yang memakai mukenah masjid. Maksud hati ingin mendatangi. Sayangnya, saya juga nggak bisa membedakan mana mukenah yang punya masjid mana yang punya pribadi.

Saya melihat pengunjung pada duduk-duduj dekat lemari mukenah. Terus seseorang baru datang dan tiba-tiba mengambil mukenah yang mau dikembalikan orang. Yah, keduluan deh.

Ini bener-bener kesalahan, saya tidak membawa mukenah. Kalau di masjid Istiqlal setiap orang bisa menyewa mukenah pada seorang ibu.

Saya pun stand by berdiri melihat orang-orang yang akan mengembalikan mukenah. Akhirnya ada satu yang akan mengembalikan mukenah ke lemari. Saya pun langsung mencegatnya dan meminjamnya. Wkwkwk. Akhirnya dapat deh!

Setelah selesai sholat, kamera saya bersiap untuk mengambil gambar-gambar masjid. Beberapa rombongan berseragam juga asyik mengambil foto di dalam masjid. Saya mencoba ke depan masjid memakai kaos kaki untuk mengambil foto. Dannn... panassss bangetttt kaki saayaaa... Langsung saya berlari-lari kembali ke masjid karena panas.

Menanti-Nanti Payung Masjid Dibuka Sambil Piknik Kecil

Saya menunggu-nunggu payung Masjid Agung Jawa Tengah dibuka seperti di Masjid Nabawi. Tak ada takmir masjid yang bisa ditanya-tanya kapan akan dibuka. Saya cari di internet harusnya jam 1 siang sudah dibuka sampai jam 2 siang.
Payung Masjid Agung Jawa Tengah Masih Tertutup

Karena tak kunjung dibuka, akhirnya saya mengajak suami balik ke mobil dan memakan bekal kami seperti orang lagi piknik dengan membuka bagasi belakang mobil. Lumayan untuk mengganjal perut kami.

Setengah jam kemudian, begitu selesai makan, anak saya minta pipis ke kamar mandi. Saya pun mengantarnya ke kamar mandi masjid. Eehhh, ternyataaaa payung masjidnya sudah dibukaa! Huwaah, sedih saya nggak bisa menyaksikan payungnya dibuka. Huks. Nggak kelihatan dari parkiran.
Yaudah, deh. Semoga bisa melihat langsung di masjid Nabawi, AMMIIINNNNN yang kenceng!!!!

Penjual Oleh-oleh

Karena sudah jam setengah dua, kami pun memutuskan segera check in ke hotel. Menuju keluar kompleks masjid kami sempat berhenti dulu untuk mengambil beberapa foto. Di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah ini juga disediakan toko-toko penjual oleh-oleh baik di samping gedung (convention hall) maupun di depan masjid. Saya hanya foto toko oleh-oleh saja ya, hihi.

Souvenir Shop Masjid Agung Jawa Tengah

Menara Asmaul Husna

Di depan masjid, ada menara yang tingginya 99 meter dan bernama Asmaul Husna. Sama seperti nama-nama Allah (Asmaul Husna) yang berjumlah 99 nama. Infonya di dalam menara ada restoran, museum, dan gardu pandang yang dilengkapi teleskop untuk melihat pemandangan Kota Semarang.

Menara Asmaul Husna


Sayangnya, saya nggak masuk dan nggak kepikiran naik ke dalam karena keburu-buru mau ke tempat acara. Katanya sih tiket masuk menara Asmaul Husna ini sekitar 3.000-5.000 rupiah. Jam buka Menara Asmaul Husna dari jam 08.00-21.00. Saat malam hari kayaknya lebih seru karena lampu-lampu Kota Semarang jadi terlihat.

Poliklinik

Eh, poliklinik? Beneran saya juga baru tahu di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah ada poliklinik (poli umum dan poli gigi). Jam bukanya hari Senin-Jumat.

Bagi kalian yang sedang travelling ke Semarang, sepertinya sesekali boleh lah sholat di Masjid Agung Jawa Tengah dan mencoba menaiki menara Asmaul Husna. Lebih bagus lagi kalau pas malam hari. Dan jangan lupa bawa mukenah sendiri yah!

Read More

Ini sudah bulan ke sembilan sejak saya memutuskan toilet training seperti yang saya kisahkan di sini. Toilet training anak usia 2 tahun itu benar-benar menguras tenaga dan pikiran dan pastinya emosi. Ibu harus bener-bener punya stok sabar.

Tanda-Tanda Anak Siap Toilet Training

Tiap anak sebenarnya punya perilaku khusus yang menunjukkan tand-tanda anak siap toilet training. Anak saya menunjukkan tanda-tanda siap toilet training itu di usia 23 bulan. Dia sering menarik-narik popoknya. Seperti nggak betah pakai popok. Walaupun dia belum jelas ngomong, dia sudah mulai menunjukkan suara kalau dia nggak nyaman sama popoknya. Akhirnya saya memilih melepaskan saja dan memulai toilet training. Dia pun mulai nyaman beraktivitas.

Sumber Adobe Stock diedit

Lama waktu toilet training

Mungkin anak saya terbilang cukup lama menjalani proses toilet training. Saya juga penasaran dengan lama waktu toilet training yang hanya berjalan tiga hari dan berhasil. Adakah yang berhasil cuma tiga hari? Kalau ada, boleh dong di share. Memang setiap anak akan beda-beda lama waktu toilet trainingnya. Saya sendiri belum berani melepas popoknya saat Raceqy keluar rumah dalam waktu yang cukup lama. Walaupun sebenarnya dia sudah bisa bilang kalau mau pipis atau buang air besar. Hanya saja kalau dia ketiduran, dia masih perlu popok karena kadang dia masih mengompol.

Perjalanan Toilet Training

Ah, bener-bener deh! Toilet training itu mengajarkan kesabaran. Kita harus sabar menghadapi anak yang tiba-tiba mengompol.
Terkadang saya merasa menyesal karena telah memarahinya. Biasanya sih saat saya capek banget, saya cuma diam saja. Tapi kayaknya kebanyakan protesnya, "Kok ngompol di celana sih? Bilang dong Mas kalau mau pipis. Biar nggak ngepel. Nggak basah gini lantainya, nanti kalau licin bisa jatuh... bla..bla..bla..."

Kadang pula saya sebel, duhhhhh...kapan selesainyaaa? Begitu teriak saya dalam hati ketika saya benar-benar sudah capek.

Pada akhirnya saya pun curhat ke teman saya yang sudah pengalaman toilet training. Setidaknya saya nggak merasa sendirian marah-marah karena anak ngompol terus, haha. Kalau sudah curhat begitu biasanya saya mulai mendingan. Atau pas saya curhat ke suami. Eh, kasihan juga masak capek-capek pulang kerja terus dicurhati masalah rumah. Tambah deh.
Ujung-ujungnya, saat saya capek. Saya ambil air wudhu terus sholat (karena memang sudah waktunya sholat). Saya curhat sama Allah tentang kelelahan saya karena toilet training bahkan menanyakan kapan toilet training ini akan berakhir. Haha. Lebay yak. Habis gimana donk? Siapa lagi tempat curhat kalau bukan sama Allah. Ah, walaupun hal-hal sepele begini. Ya kan? Walaupun Allah nggak menjawab secara langsung setidaknya saya lebih lega.

Dan entah kenapa, setiap saya curhat begitu, Raceqy mulai memberi tanda-tanda kalau mau pipis. Bahkan waktu saya sudah pasrah. Eh, si anak malah mulai bisa menahan pipis dan bilang. Sampai sekarang. Dulu setiap setengah jam mesti saya suruh ke kamar mandi. Kadang saya sampai capek sendiri. Sekarang, jangka waktu dia pipis sudah mulai lama. Rata-rata dua jam tergantung dia minum banyak atau nggak.

Sekarang pun saya sudah mengurangi intensitas penggunaan popok. Saya tetap memakaikan popok saat keluar rumah cukup lama dan saat tidur siang atau malam Jika waktunya cukup lama, saya akan mengajaknya pipis dulu dan mengajaknya ke kamar mandi sebelum keluar rumah. Jarang sih sebelum tidur karena dia nggak bisa ditebak kapan tidurnya. Kalau sudah mengantuk, dia maunya dipeluk, nggak mau ke kamar mandi. Setelah mulai terlelap baru deh dipakaikan popok. Kadang saya malah ikut tidur juga, bangun-bangun dia sudah ngompol haha.

Sudah beberapa hari ini juga, Raceqy nggak sampai kebablasan pipis. Popoknya masih bersih padahal sudah dipakai sekitar 2 hari. Walaupun begitu, terkadanh dia malas sekali untuk ke kamar mandi. Jadi harus saya paksa.

Saya pun sudah mulai mengenali tanda-tanda dia mau pipis. Tanda-tandanya adalah:

1. Kakinya seperti mengempit pipisnya seperti mau menahan pipis. Kalau sudah begitu saya suruh dia ke kamar mandi. Kadang dia mau, kadang juga nggak mau. Saya akan langsung menggendongnya jika dia nggak mau ke kamar mandi sambil saya sounding kalau sudah kerasa ya langung ke kamar mandi.

2. Kepala bergidik. Biasanya kalau kepala bergidik dia mau pipis. Saya pun menanyakan, "Mau pipis?" Lagi-lagi kalau dia bilang nggak, saya akan langsung membawanya ke kamar mandi.

3. Dia bilang mau pipis. Dia pun sudah mulai bisa bilang kalau mau pipis atau eok buang air besar). Hanya saja ketika dia bilang (eok) ternyata dia maunya pipis. Sepertinya dia belum bisa membedakan mana buang air besar mana buang air kecil. Semua dibilang eok.

Sekarang saya pun masih berjuang untuk toilet training karena belum benar-benar lepas dari popok. Kadang dia pun masih ngompol apalagi pas dia nangis kencang. Biasanya dia ngompol. Hemm... memang harus berjuang banget, yak, hehe. Kira-kira sampai kapan ya anak lepas popok? Terutama saat jalan diluar atau saat tidur malam atau siang?
Read More
Merasakan sengatan matahari siang hari sempat membuat saya malas turun dari mobil. Hanya karena keingintahuan saya akan tempat yang instagramable di Surabaya yaitu Hutan Bambu yang bersebelahan dengan Taman Harmoni, membuat saya akhirnya turun dari mobil dan mengambil kamera untuk mengabadikan momen-momen yang ada di Taman Harmoni dan Hutan Bambu yang ada di Kota Surabaya.


Taman Harmoni

Taman ini ada di sebelah Hutan Bambu. Tempat wisata di Surabaya ini cukup ramah untuk anak-anak. Fasilitas-fasilitas yang ada di tempat wisata Taman Harmoni Surabaya ini adalah:

Fasilitas Parkir

Mobil di parkiran Taman Harmoni siang itu tidak terlalu banyak. Setelah parkir, suami langsung menurunkan sepeda untuk Raceqy. Ia pun langsung menaiki sepeda dan melewati jalan-jalan taman tanpa mengeluh dengan cahaya matahari yang sangat terik.

Papan Nama Tanaman

Pada tanaman tertentu terdapat papan nama yang menjelaskan jenis tanaman seperti tanaman Tabepuya dan beberapa tanaman lainnya. Bagi saya hal ini cukup penting untuk belajar mengenal tanaman-tanaman yang ada di sekitar. Sayangnya, tak semua pengunjung berhenti di papan nama itu untuk mengetahui lebih dalam tentang jenis tanaman tersebut.

Taman Untuk Berpiknik dan Berfoto

Saya melihat beberapa keluarga sedang berteduh sambil menikmati jajanan yang mereka bawa. Beberapa petugas kebersihan taman pun tampak sedang beristirahat. Beberapa sepasang muda-mudi melewati gapura dengan tanaman merambat. Sang wanota meminta sang pria mengambil gambar dengan kamera wanita itu. Sang wanita pun bergaya. Saya tak mau mengganggu mereka. Saya pun segera mengambil gambar di tempat lain.

Fasilitas taman bermain anak

Ia begitu excited setelah melihat ada tempat bermain anak-anak di taman itu. Ada ayunan, perusutan, tempat menggantung, jungkit-jungkit, dan lainnya.

Arena Bermain di Taman Harmoni Surabaya

Fasilitas Musholla dan kamar mandi

Adzan Dzuhur belum berumandang tapi musholla sudah cukup ramai oleh pengunjung yang ingin duduk bersantai. Maklum di taman ini kursinya terbatas dan sudah dipakai pengunjung. Di dekat musholla ada kamar mandi yang saya lihat keriwehan ibu-ibu yang sedang membersihkan anaknya.

Tong Sampah 

Agar kebersihannya terjaga, di taman ini juga disediakan tempat sampah. Ada tempat sampah untuk sampah kering, sampah basah dan ada juga komposter. Komposter yang dihiasi gambar ikan ini sebenarnya untuk sisa-sisa makanan bagi pengunjung yang berpiknik. Akan tetapi banyak yang belum sadar tentang pemilahan sampah sehingga pengunjung hanya membuang sampah tanpa memilahnya.

Hutan Bambu

Begitu selesai menyusuri Taman Harmoni secara singkat, saya pun berjalan mengunjungi Hutan Bambu yang berada tepat di sebelah taman.

Kalau kita lihat di medsos, taman bambu ini seperti tempat wisata di luar negeri, mungkin di China atau Jepang. Tempatnya memang instagramable. Tempat yang cocok untuk berfoto-foto. Salah satu wisata di Kota Surabaya ini memang cukup banyak yang datang walaupun di siang hari.

Saya melihat masih ada ibu-ibu yang duduk lesehan menggelar koran dengan banyak cemilan di taman. Ada juga yang berpiknik di hutan bambu dengan menggelar koran.

Bambu-bambu sudah terlihat gersang. Pengunjung-pengunjung banyak yang mengambil gambar di tengah-tengah pepohonan. Saya pun tak ketinggalan mengambil gambar di tengah pepohonan. Sayangnya, karena banyak pengunjung, saya agak kesulitan mengambil gambar tanpa ada orang lewat.
Begitu selesai mengambil foto di Hutan Bambu saya pun bergegas pulang.

Hutan Bambu

Dari kejauhan, saya melihat banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Para pedagang benar-benar memanfaatkan keramaian yang ada di taman dan hutan bambu untuk mencari nafkah.

Tiket Masuk

Tak ada loket ataupun petugas yang menarik karcis kepada pengunjung. Insyallah sampai saat ini untuk tiket masuk ke Hutan Bambu dan Taman Harmoni itu Gratis!

Lokasi

Lokasi Hutan Bambu dan Taman Harmoni ini berada di Keputih, Sukolilo, Surabaya. Tidak jauh dari Kampus ITS. Kalau dari Jl. Arief Rahman Hakim jalan terus saja sampai ikutin jalan sampai ketemu tulisan Taman Harmoni dan Hutan Bambu. Yang pasti sebelum Terminal Keputih.
Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower