Wujudkan Bakti Pada Orang Tua Lewat ASUS VivoBook 15 A516

1 comment

ASUS VivoBook 15 A516

“Nggak pengen nyoba cpns?”

“Nggak pengen lamar ke Jakarta?”

“Lamar aja ke Malang.”

 

Sebenarnya aku ingin menjawab semua pertanyaan itu dengan mengatakan, “Ya. Aku mau.” Hanya saja ada satu hal yang mengganjal di hati. Aku tidak mau menjalani Long Distance Marriage dengan suami. Aku tahu tentu rasanya berbeda menjalani hubungan saat menikah dan sebelum menikah. Qodarullah, suami sudah diterima kerja sebagai ASN di Surabaya.

 

Kadang aku terharu. Betapa perhatiannya mereka terhadap kondisiku yang bisa dikatakan jobless setelah menikah. Membiarkan ijazahku teronggok begitu saja. Mereka lebih memilih memberi masukan di mana aku bisa mengajukan lowongan. Meski begitu tak sedikit juga yang berkomentar ‘sedikit pedas’. Yah, mungkin saja mereka tidak sengaja mengatakan itu.

 

“Sudah sekolah tinggi kalau nggak bekerja ya sayang banget. Ilmunya nggak kepakai.”

“Jauh-jauh sekolah di Prancis, ujung-ujungnya di rumah aja.”


Mendengar itu membuat telinga dan hatiku panas. Nasibku untuk bekerja memang belum bisa kesampaian sampai saat ini. Tidak seperti teman-temanku yang memang sudah bekerja karena memang rezekinya aja. Menjadi dosen di kampusnya sendiri. Di kotanya sendiri. Atau bekerja di perusahaan bonafide.

Wisuda s2
Bersama orang tua saat wisuda S2


Sebenarnya tekanan sosial itu masih bisa aku atasi. Aku cuma tersenyum dan mencoba melupakan apa kata mereka. Beda lagi kalau orang-orang terdekatku yang mengatakan itu. Seperti permintaan ibuku yang menginginkan aku tetap bekerja meski sudah menikah. 


“Nanti kalau sudah menikah ya jangan di rumah saja. Jangan jadi seperti ibu. Enak bekerja.”


Aku tidak bisa menjawab. Mungkin ibuku pernah mengalami sesuatu kejadian yang akhirnya membuat ibu meminta aku bekerja. Sedihnya, sampai sekarang aku belum bisa memenuhi permintaan itu. Sebagai anak, tentu itu sangat menyedihkan sekali. Apa yang bisa dibanggakan dariku yang tidak bekerja dan di rumah ini padahal dulu sekolah sampai jauh. Apa yang beliau banggakan ketika teman-teman beliau menanyakan di mana sekarang aku bekerja karena mereka tahu di mana aku bersekolah dulu.


Aku tahu bagaimana perasaan orang tuaku. Bisa kurasakan dalam hati mereka kecewa dan sedih. Aku tahu mereka juga mengalami tekanan sosial karena aku tidak bekerja. Tapi aku juga tidak bisa memenuhi permintaan mereka saat ini mengingat aku belum tega meninggalkan anak-anakku dengan seorang asisten di rumah. Suami juga kurang setuju. Apalagi mencari asisten yang bisa dipercaya di kota besar sangat susah. Banyak hal yang aku pertimbangkan termasuk memberi gaji asisten yang cukup layak. Dan itulah yang membuatku tak jua melamar pekerjaan.

 

~ MENGEMBANGKAN PASSION ~

Sejak menikah, setelah resign dari pekerjaan, aku mengalami transisi kehidupan yang sempat membuatku seperti kehilangan arah. Jika biasanya sibuk mengerjakan tugas kuliah dan pekerjaan di kantor, aku berdiam saja di rumah. 

Aku berdoa memohon petunjuk pada Allah. Aku ingin bisa berkarier tapi yang tidak meninggalkan keluarga dan bisa membanggakan kedua orang tuaku. 


Salah satu hal yang membuat seseorang bahagia adalah bisa dengan melakukan hal yang disukainya dan yang sesuai dengan hasratnya. Orang menyebutnya adalah passion. 


Kenapa harus passion? Karena apa pun yang kita lakukan sesuai passion maka akan ada rasa kebahagiaan dan kepuasan dalam diri. Sayangnya, tidak semua orang bisa menemukan passion atau hasrat di  dalam diri. 


Dan aku mencoba menemukan passionku. Beberapa hal yang aku lakukan untuk menemukan passion diri adalah:

 

Menggali minat terpendam ketika masa kecil

Apa yang dilakukan masa kecil bisa menjadi patokan bahwa itu adalah sebuah hasrat atau kebahagiaan. Karena ketika masih kecil, kita lebih tahu mana yang benar-benar kita sukai dan tidak. Aku pun teringat ketika aku masih kecil aku pernah menulis cerita di buku tulis, termasuk diary sehari-hari. Ketika aku melakukannya, aku merasa bahagia.


Ketika aku SMA, aku masih suka menulis diary. Saat kuliah aku juga suka menulis blog meski hanya untuk suka-suka. Dari situlah aku tahu bahwa passionku adalah menulis. 


Mencari tahu kelebihan dan kekurangan diri

Sebenarnya saat masih kecil aku tidak punya prestasi apa-apa dalam bidang menulis. Prestasi ini bisa menjadi patokan saat mencari kelebihan diri. 

 

Mengingat apa yang paling membuat iri

Jika kita iri dengan seseorang yang bisa mencapai sesuatu mungkin bisa saja itu adalah hal yang disukai. Misalnya, ketika aku masih sekolah SMA, aku iri melihat temanku yang sibuk melakukan sesuatu untuk mading, menulis cerpen untuk mading, berkreasi untuk mading.

 

Dari situlah aku menyimpulkan bahwa passionku adalah menulis. Aku pun memutuskan untuk kembali menulis. Melakukan sesuatu yang aku sukai. Yaitu menulis. Aku mengaktifkan kembali blogku, menulis fiksi dan nonfiksi. Dan berani mengikuti lomba. 


Dan aku mulai merasa enjoy. Sangat. Entah aku merasa menemukan kesenangan ketika melakukan hal itu. Seolah hidupku menjadi lebih hidup. 

 

Menuai Prestasi dan Memperoleh Penghasilan

Masyallah. Aku bahkan tidak menyangka semenjak memutuskan kembali menulis, aku memenangkan beberapa lomba. Kemenangan pertama adalah 20 penulis terpilih dalam menulis kisah inspiratif Jodoh Pasti Bertamu dari Penerbit Indiva tahun 2015. Kemudian menjadi 20 besar pemenang lomba blog Inovasi Daerahku dari Telkom yang diterbitkan BitRead tahun 2016. Kemenangan itu membuatku senang. Seolah aku menemukan sesuatu yang telah terkubur. Namun, tetap saja kemenanganku kupendam saja. Tak pernah aku kabarkan pada orang tuaku. Cukup aku dan suami saja yang tahu. 


Sampai suami membelikan tablet untuk menulis. Aku semakin aktif dan rajin menulis di tablet karena waktu itu laptopku sudah mulai tidak kondusif. 


Tak disangka, dari blog aku sudah mulai menghasilkan uang ataupun barter barang. Tak hanya blog tapi juga media sosial seperti instagram dan Twitter. Instargramku juga sudah akun bisnis karena kebutuhan insight untuk klien. 


Masyallah. Aku tidak menyangka sudah sejauh itu media sosialku bisa memberiku penghasilan meski bukan menjadi wanita karier di suatu kantor. Bukan pendapatan yang kuperoleh setiap bulannya seperti para pegawai. Penghasilanku hanya di waktu tertentu. Namun, tetap saja aku tidak cerita kepada orang tuaku. Toh bukan penghasilan tetap seperti yang diharapkan.


Prestasi yang tak kusangka-sangka selanjutnya adalah menjadi bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) tahun 2017 dan 2018 dari Kementerian Pendidikan Nasional. Lolos sayembara penulisan bahan bacaan anak menurutku adalah hadiah dari Allah dan mungkin menjadi petunjuk atas doaku dulu. Bahwa menulis mungkin jalanku. Mungkin karier yang diridhoi suami dan karier yang tidak menjauhkanku dengan anak-anak.

GLN 2017
GLN 2017


Atas momen itu, aku berani bercerita pada kedua orang tuaku. Mereka senang karena aku diundang ke Jakarta untuk acara itu. Menghadiri acara Kementerian. Wajah penuh kebanggaan terlihat jelas dari raut orang tuaku. Bahkan setiap tahun orang tuaku berharap aku selalu datang ke Jakarta.  Mungkin memang belum rezeki, jadi aku hanya mencecap GLN sampai tahun 2018.

GLN 2018
GLN 2018


Bagaimana dengan anakku? Di tahun 2017, aku masih mengajak anakku ikut acara ke Jakarta. Alhamdulillah panitia mengizinkan anakku ikut. Di tahun 2018, aku terpaksa menitipkan anak pertama di rumah orang tua. Sementara anak kedua ikut denganku ke Jakarta.


Sementara di tahun itu, aku masih bisa menyenangkan kedua orang tuaku. Alhamdulillah aku diundang ke Yogyakarta untuk mengikuti workshop penulisan bahan bacaan anak yang berjenjang dan inklusif atas kerjasama FLP dan INOVASI yang dibiayai pemerintah Australia dan Indonesia. Sampai orang tuaku datang ke Yogyakarta untuk menjemput anak pertamaku. Aku lihat wajah mereka yang begitu bahagia. 

Workshop Cerita Anak FLP-Inovasi
Workshop Penulisan Cerita Anak di Yogyakarta



Ditambah lagi saat aku meminta mereka menjaga anakku ketika aku mengikuti workshop penulisan cerita anak bersama Lets’s Read dan Litara di Surabaya yang kemudian bisa diterbitkan di aplikasi Let’s Read. 

Workshop Cerita Anak Bahasa Jawa
Workshop bersama Litara dan Let's Read


Tak sampai di situ, di tahun 2019, aku terpilih menjadi emerging writers yang diundang ke Bali untuk mengikuti Ubud Writers and Readers Festival. Dari seribu peserta hanya lima yang terpilih. Awalnya aku ingin mengajak orang tuaku. Tapi kemudian aku mengajak suami untuk menjaga anakku saat aku workshop atau mengisi acara. Sementara kalau aku mengajak orang tua kasihan mereka karena tidak bisa leluasa di kota yang asing. 

Panelis di UWRF 2019
Menjadi Panelis di UWRF 2019


 

~ IMPIAN TERBESAR ~

Sayangnya prestasi menulisku itu tidak sepenuhnya selalu kudapatkan. Sementara penghasilan dari media sosial masih terus berjalan. Dan aku tidak pernah memberitahukan penghasilan yang selalu aku dapatkan dari blog dan media sosialnya. Jumlahnya tak seberapa sih. Tapi setidaknya bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga.


Ditambah lagi pandemi yang sempat membuat kehidupan orang tuaku tak berpenghasilan dari pekerjaannya. Dan suami harus mengirimkan uang untuk membiayai kehidupan mereka. Terasa sangat berat waktu itu mengingat suami yang bergaji tidak sampai UMR harus mengeluarkan uang cukup besar. Dan akhirnya, kami harus memakai uang tabungan kami.


Namun, alhamdulillah semua terlewati dengan baik. Allah memang maha Baik. Kami dimudahkan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Entah tiba-tiba jualan suami yang laris atau penghasilan dari blog dan media sosialku lebih intens. Aku tahu di masa-masa sulit itu, ibu pun masih mengatakan bahwa jika aku bekerja, mereka tidak akan sungkan dan berat hati jika aku mengeluarkan uang untuk mereka. Di posisi itu pula, rasa bersalahku menjadi semakin besar. Padahal suamiku sendiri tidak begitu mempermasalahkan. Bahkan tidak pernah dipikir. Suami hanya yakin bahwa Allah akan membantu.


Hanya saja rasa bersalahku itu memicu semangatku untuk bisa mendapat penghasilan dari menulis. Aku ingin dari menulis aku bisa menghasilkan uang untuk bisa membantu menghidupi mereka di masa tuanya yang sudah tidak berpenghasilan. Aku ingin bisa membuktikan kepada mereka bahwa karierku yang bisa membuat mereka bangga dan yang cocok untuk ibu dua anak sepertiku adalah menulis. Aku ingin dengan menulis itu orang tuaku tidak merasa minder karena anaknya tidak bekerja. Setidaknya tidak merasa malu ketika orang lain menanyakan di mana aku bekerja saat ini. Aku ingin menulis menjadi karierku untuk membahagiakan mereka. 


Bahkan satu keinginan terbesarku yang mungkin bisa menyenangkan mereka adalah aku bisa daftar haji untuk kedua orang tuaku dari penghasilan menulis. Terasa begitu muluk ya? Sebenarnya tidak. Aku hanya percaya bahwa Allah membukakan jalan untuk mewujudkan impianku. Aku yakin ketika niat sudah diikrarkan, insyallah selalu ada jalan. Meski aku harus melaluinya dengan perjuangan, aku yakin hanya dengan doa dan tekad insyallah impianku terwujud. 


~ CARA MENDAPATKAN PENGHASILAN DARI MENULIS ~

Beberapa cara mendapatkan penghasilan dari menulis yang aku lakukan adalah:

Rajin menulis di blog

Menulis blog bisa menjadi sumber penghasilan kita. Namun, memang tidak instan. Banyak cara yang bisa dilakukan agar banyak yang membaca blog kita. Misal menulis segala pengalaman hidup yang bisa dijadikan tips untuk para pembaca. Selain itu, mengikuti komunitas blog juga bisa mempengaruhi view dari blog kita karena akan banyak program untuk membaca blog teman (blogwalking). Kalau sudah bisa intens menulis di blog, kita bisa mengajukan iklan di blog kita. Selain itu, akan ada banyak tawaran review produk dengan fee tertentu. 

 

Menulis novel di platform menulis online

Sekarang banyak sekali platform menulis online yang bisa menghasilkan uang, seperti Kwikku, Cabaca, Storial, Dreame, KBM App, dan lain sebagainya. Kita bisa upload cerita di sana dan mendapatkan pembaca. Bagi yang membeli bab cerita kita maka kita biaa mendapatkab uang. Menurut cerita kawan, menulis di KBM App bisa sampai tiga juta per bulan. Eh tentu itu dengan cerita yang menarik dan banyak pembaca sampai puluhan ribu view ya.

 

Menulis artikel di situs UGC

Banyak sebenarnya website yang berbasis User-Generated-Content (UGC) atau web yang berbasis user. Semakin sering menulis di UGC dan semakin banyak view maka akan mendapat poin yang nantinya bisa dikonversi menjadi uang. Website dengan UGC yang bisa menghasilkan uang seperti Kompasiana, Viva, dan lain sebagainya.

 

Menerbitkan buku

Menulis kemudian menerbitkan buku baik dari penerbit mayor maupun indie sebenarnya bisa menjadi peluang untuk menghasilkan uang. Semua penerbit ada kekurangan dan kelebihannya. 


Mengirim cerpen dan opini di media massa

Salah satu sumber penghasilan dari menulis adalah mengirimkan hasil tulisan kita ke mediaa massa yang berhonor. Bisa berupa cerpen maupun opini. Untuk cerpen bervariasi ya tergantung media massa. Bahkan bisa sampai satu juta. Ada juga yang hanya berapa ratus ribu.

 

Mengikuti lomba menulis

Kalau ini memang tergantung sama lucky ya. Hehe. Memang perlu trik agar bisa menang lomba menulis. Dan semua juga tergantung dari juri. Tapi ya lumayan bisa mendapat uang tunai dari lomba menulis.


~ KENDALA SAAT MENULIS ~

Sayangnya, semenjak tabletku rusak, aku tidak bisa lagi produktif menulis. Gawai smartphone kecil dengan terbatas memory membuatku sedikit produktif meski secara terbatas. Padahal ada banyak target menulis yang ingin aku selesaikan. Semua target itu akan sulit aku realisasikan hanya dengan perangkat kecil smartphone. Aku harus menulis di layar ponsel yang kecil dan kadang suka salah ketik.


Aku perlu satu perangkat pendukung dengan layar lebar dan cepat untuk menjadi produktif dalam menulis. Perangkat yang bisa menghasilkan karya dalam menulis dan bisa mewujudkan impian terbesarku. 

 

~ PERANGKAT YANG MUMPUNI DALAM WUJUDKAN MIMPI ~

Mewujudkan mimpi sesuai passion memang terkesan begitu mudah dan menyenangkan. Nyatanya, tidak begitu. Kendala mewujudkan impian selalu datang sebelum kesuksesan datang. Mampukah kita menjadikan kendala itu sebagai sebuah semangat untuk tetap berkarya. 

 

Oleh karena itu, aku perlu laptop yang mumpuni, berlayar lebar, cepat dan efisien untuk mewujudkan impianku.

 

Salah satu perangkat pendukung untuk merealisasikan impian untuk membahagiakan kedua orang tuaku dari menulis adalah Laptop ASUS A516. Banyak sekali alasan kenapa aku berharap Laptop ASUS Vivobook 15 A516 bisa mendukung karier menulisku. Oiyya, ingin tahu kenapa Laptop ASUS Vivobook 15 A516 ini bisa jadi pilihan?


Yuk, kita simak apa yang dikatakan Mbak Dewi Rieka di webnya:

“Komputer masa kini yang memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Pihak ASUS telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.”

 

“Nikmati semua manfaat dengan PC yang lengkap – PC sudah termasuk Office Home & Student 2019. Aplikasi Office versi lengkap (Word, Excel dan PowerPoint) memberikan semua fungsi yang dibutuhkan dan diharapkan oleh penggunanya. Penggunaan aplikasi Office seumur hidup dapat memastikan Anda untuk selalu memiliki akses ke fitur yang Anda kenal dan sukai. Dilengkapi dengan 100% aplikasi Office asli, software juga akan terus mendapatkan pembaruan keamanan yang rutin untuk melindungi perangkat, program dan data Anda.”

 

 

“Laptop dengan prosesor Intel® Core™ 10th Gen series ke atas didesain untuk performa dan mobilitas. Dengan efisiensi yang tinggi serta dimensi thin and light, laptop menawarkan peningkatan performa dan produktivitas untuk penggunanya. Konektivitas WiFi generasi terbaru juga memungkinkan transfer data 3x lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.”

 

 

Mari kita lihat secara spesifik kenapa laptop ASUS Vivobook 15 A516 menjadi pilihan terbaik untukku.


Puas dengan layar Lebar dan luas

Kalau aku ingin mendapatkan penghasilan dari menulis di paltform online, aku harus menulis novel setidaknya satu bab per hari. Jika dilakukan setiap hari tanpa ada lapisan layar laptop yang bisa melindungi mata, pastinya mataku akan cepat lelah, pusing dan membahayakan mata. Maka kita perlu mencari laptop yang memiliki anti glare. Anti glare ini bertujuan untuk mengurangi gangguan yang tidak diinginkan dari pantulan dan silau yang mengganggu. Cocok banget bagi mata minus dan suka panas kalau kelamaan di depan laptop. Lanjut  menonton film pun nggak masalah.

Layar ASUS VivoBook 15 A516


Nggak Cuma anti glare, layar laptop ASUS Vivobook 15 A516 membuat kita merasa lega saat harus menulis di laptop. Kenapa begitu? Karena laptop ini memiliki layar 15.6 inchi Full HD. Resolusi hingga 1920 x 1080. Bahkan layarnya menggunakan teknologi Nano Edge sehingga membuat bezel layar sangat tipis hingga bisa membuat screeen to body ratio 85%. Inilah yang membuat layar tampak lega dan tampilan yang immersif. Pantas saja laptop ini disebut sebagai laptop 15 inchi terkecil di dunia. Teknologinya saja mendukung banget!


Untuk menulis di platform online pun, aku harus membuat cover yang menarik dari segi warna dan karakter. Cover sederhana asal warnanya bisa memikat pembaca tentu akan mempengaruhi jumlah pembaca yang datang. Teknologi In Plane Switching atau IPS bisa memberikan kualitas gambar yang baik dan akurasi warna yang tajam. Cocok banget buat kita yang biasa mengolah gambar dan video dengan laptop. 


Tahu nggak kenapa gambar yang kita lihat di laptop bisa terlihat lebih nyata? Kalau menonton film benar-benar terasa nyata seperti di depan mata. Itu karena ada teknologi NTSC sebesar 45% yang menjadi perwakilan warna yang bisa dilihat oleh mata manusia. Gambar menjadi lebih akurat dan tajam.


Eh, jangan khawatir. Meski layarnya 15 inchi dan terasa lebar tapi laptop ini sangat ramping dengan bobot 1.8 kg. Nggak perlu capek-capek bawa laptop kalau aku pergi ke mana-mana dengan membawa laptop. Benar-benar mengikuti gaya hidup yang serba cepat! 

ASUS VivoBook 15 A516


Yang elegan dari tampilan laptop ini adalah warna dan stylenya yang begitu stylish. Merasa elegan saat memegang laptop ini dengan tampilan Transparent Silver dan Slate Grey.


 

Performa Tangguh

Semakin banyak target menulis yang ingin dicapai, semakin tangguh performa yang dibutuhkan. Nggak perlu takut eror saat akan mengunggah banyak bab ke platform menulis online,  harus mengedit cover melalui software, atau membuat video untuk promosi hasil tulisan ke media sosial. Bahkan saat harus kerjasama menulis dengan kementerian dan harus menginstall software InDesign saya perlu kinerja cepat dari sebuah laptop. Kesal rasanya saat harus mengunggah banyak bab terus tiba-tiba eror. Atau saat mengetik banyak bab terus tiba-tiba heng. Terpaksa restart dan beberapa ketikan yang sudah ditulis hilang. Apalagi saat harus kerja cepat karena tulisan harus segera disetor oleh Kementerian dan laptop heng gara-gara InDesign. 


Belum lagi, di masa pandemi begini, kegiatan meeting atau webinar lewat zoom atau Google Meet begitu sering. Menuntut performa laptop yang memiliki kinerja yang bagus.

Performa ASUS VivoBook 15 A516


Jangan khawatir dengan performa laptop ini. Alasannya karena laptop ASUS Vivobook 15 A516 memiliki otak yang luar biasa tangguh yaitu prosesor Intel® Core™ 10th Gen series ke atas dengan DDR4 RAM 8Gb. Dengan jumlah core dan thread yang banyak, sangat menunjang bagi penulis atau content creator yang membutuhkan software untuk menghasilkan karya karena kinerjanya cepat, performanya luar biasa. Respons untuk menyelesaikan tugas yang banyak dengan cepat. Nggak perlu khawatir eror atau heng lagi.


Selain itu, laptop ini juga didukung oleh grafis diskrit NVIDIA GeForce MX330 yang berfungsi mengolah dan memberikan tampilan output ke layar dalam format standar. Dengan adanya grafis diskrit ini laptop dapat bekerja dengan maksimal. Ditambah lagi dukungan Intel UHD Graphics 600 yang mampu melakukan penghematan energi secara optimal. Hemat daya, hemat listrik! Mantab banget deh.

 

Ruang penyimpanan ganda

Karena aku ingin memenuhi targetku dalam menulis novel atau cerpen, tentu aku membutuhkan ruang penyimpanan yang besar dan cepat, dong. Pengen banget punya laptop seperti ASUS VivoBook 15 A516 yang memiliki keunggulan kinerja data yang supercepat dan kapasistas penyimpanan yang besar.

Storage ASUS VivoBook 15 A516


Ditambah lagi fitur ruang penyimpanan ganda. Jadi kita bisa instal aplikasi di SSD PCle hingga 256GB untuk respons dan waktu load yang lebih cepat, dan HDD hingga 1 TB untuk menyimpan file besar seperti film, koleksi musik, dan album foto. Cocok banget untuk mencari inspirasi atau pengamat untuk menulis dari koleksi film, music dan juga foto.

 

Menjaga Kerahasiaan Karya dengan Fingerprint Sensor

Sebelum cerita itu launching di ranah public, kerahasiaan cerita menjadi nomor satu. Aku sendiri tipe orang yang sedikit introvert. Malu untuk menunjukkan karya ketika karya itu belum dirilis ke masyarakat luas. Itu akan mengganggu rancangan tulisan yang sudah aku buat. Jadi aku perlu editing dan revisi sampai karya itu layak terbit. Nah, dengan fingerprint sensor, maka data-data yang ada di dalam laptop akan terjaga kerahasiannya. Tidak ada orang yang bisa mengakses laptop selain pemilik laptop sendiri. Sebal kan kalau ternyata ada yang mau mengambil karya kita secara sembunyi-sembunyi. Bagi aku yang suka lupa password, teknologi sensor sidik jari bawaan Touchpad dan Windows Hello ini sangat memudahkan sekali untuk masuk ke desktop tapi dengan pengamanan yang luar biasa.

Fingerprint Sensor ASUS VivoBook 15 A516


 

Anti-typo parah berkat Backlit

Well, biasanya aku menulis di kamar saat malam hari. Tepatnya setelah anak-anak tertidur. Nah, biasanya lampu kamar dimatikan biar anak-anak tertidur lelap. Namun, kesalnya kalau lagi pakai laptop yang lama dan sering masuk recovery itu, aku sering salah ketik atau typo karena keyboardnya tidak backlit. Tidak ada cahaya yang muncul dari sela-sela tuts. Sedangkan laptop ASUS VivoBook 15 A516 ini keyboardnya backlit dan kita bisa bekerja di tempat yang minim cahaya. Ditambah lagi desainnya yang ergonomis, konstruksi satu bagian yang kokoh dan key travelnya 1,4 mm. Berkat desainnya itu, kita akan mengetik dengan nyaman. Kalau sudah begitu, bisa betah berlama-lama di depan laptop dan bisa segera menyelesaikan target menulis.

 

Konektivitas cepat, ide mengalir

Seringkali ketika aku sedang buntu, aku ingin mencari ide lewat internet, baik itu artikel, film atau pun music. Sayangnya, kadang jaringan WiFi sulit menangkap sinyal internet. Dan itu sangat menghalangiku untuk menyelesaikan target tulisan. Coba saja kalau sedang mencari ide pakai konektivitas cepat yang dilengkapi Wi-Fi 5(802.11ac) seperti di laptop ASUS VivoBook 15 A516, bisa-bisa was-wus ide langsung mengalir karena nggak perlu pakai loading lama. WI-Fi 5 ini lebih cepat tiga kali daripada generasi sebelumnya. Tuh, bikin ide langsung melayang-layang maunya ditangkap!


Saat aku ingin segera menyelesaikan pekerjaanku karena pekerjaan rumah juga menanti, kecepatan transfer data yang cepat juga aku butuhkan. Bisa dari flashdisk atau harddisk eksternal ke laptop atau sebaliknya. Keunggulan konektivitas USB-C port 3.2 dari laptop ASUS tipe ini adalah kecepatan transfer datanya bisa sampai 10 kali lebih cepat dari koneksi USB 2.0.  Bluetooth 4.1 juga memudahkan pemindahan berkas dari perangkat lain.

Konektivitas ASUS VivoBook 15 A516


Beberapa kali juga aku mengikuti webinar kepenulisan atau mengisi materi kepenulisan. Konektivitas combo audio jack 3.5mm memudahkan kita yang sering memakai headset agar suara terdengar jelas.

 

Suara Tajam dan Jernih berkat Sonic Master

Beberapa kali webinar atau mengisi acara kepenulisan, penting banget nih suaraku terdengar jernih di telinga audiens termasuk juga suara pemateri yang jelas terdengar di telingaku. Laptop ASUS VivoBook ini menggunakan audio Sonic Master yang dapat menghasilkan suara yang lebih tajam, lebih kencang, dan jelas (Crystal Clear Sound). Jangkauan suara yang dihasilkan pun lebih luas sehingga kita tidak perlu khawatir saat harus melakukan sesuatu yang mendesak kala webinar. Suara tetap terdengar jelas.

 

Dukungan Kamera Untuk Webinar

Merasa tidak percaya diri dengan kamera yang membuat wajah terlihat tidak jelas. Laptop ASUS ini memiliki kamera VGA yang bisa membuat wajah kita tidak terlihat blur di depan kamera.

 

Operating System dan Microsoft Office yang asli!

Sebagai orang yang akan berkecimpung di dunia kepenulisan, Operating System ini penting sekali. Aku sudah beberapa kali memakai operating system atau Windows yang tidak genuine. Alhasil, ketika terhubung ke internet, tiba-tiba operating system eror. Sedangkan kalau kita memiliki laptop ASUS VivoBook 15 A516 ini sudah dilengkapi dengan Windows 10 Home.


Pernah pula Microsoft Office yang dipakai tiba-tiba tidak bisa dipakai lagi. Munculnya eror. Tentu, itu membuatku kesal. Apalagi di saat lagi dibutuhkan untuk menulis. Kalau kita membeli laptop ASUS VivoBook ini sudah termasuk Office Home & Student 2019. Lengkap deh dari Word, Excel dan PowerPoint. Kerennya lagi kalau aplikasi Office ini SEUMUR HIDUP dan ASLI! Nggak perlu khawatir kalau tidak terupdate karena secara otomatis software yang terpasang ini mendapat pembaruan keamanan yang rutin untuk melindungi perangkat, program dan data kita. Nggak ada lagi deh kejadian tiba-tiba Office mogok saat online karena tidak genuine. Kita tinggal mikir mengembangkan diri tanpa pusing memikirkan Office yang tidak genuine.

 

Konstruksi Tangguh Bagi Penulis “Nomaden”

Yang aku maksudkan Nomaden di sini adalah penulis yang sering berpindah tempat dari satu kota ke kota lainnya atau satu lokasi ke lokasi lainnya. Jika laptop tidak menggunakan perlindungan yang baik akan menyebabkan terjadinya guncangan dan dapat merusak mesin yang ada di dalamnya. Kekhawatiran itu hilang dengan laptop ASUS ini karena ASUS VivoBook 15 A516 memiliki fitur peredam guncangan E-A-R® HDD untuk melindungi data dari setiap benturan.

Perlindungan ASUS VivoBook 15 A516


Hal lain yang tidak kalah penting u tuk diperhatikan adalah ketika membuka dan menutup layar, akan rentan mengalami kerusakan pada layar. Misal, layar tiba-tiba ngeblank padahal mesin masih menyala. Kerja pun terhambat. Aku pernah mengalami hal itu. Perlindungan sasis pada tipe laptop ini mampu meningkatkan pengetikan dan memungkinkan kita untuk membuka dan menutup penutup dalam satu gerakan halus. Well, perlindungan yang begini ya yang dibutuhkan kita agar laptop tetap bertahan digunakan meski sudah sering dipakai dan juga berpindah-pindah. Mupeng banget ya Allah!

 

Kontrol Jarak Jauh

Pernah mengalami masalah pada laptop? Yang akhirnya kita tidak bisa berbuat apa-apa dan harus diserahkan ahlinya. Di laptop ini memiliki fitur MyAsus yang bisa mengontrol laptop kita dari jarak jauh. Tak cuma itu, kita bisa memantau status laptopnya, troubleshooting, memindai sistem, menemukan masalah, memperbaiki otomatis, memperlihatkan status garansi perangkat, dan fasilitas untuk menghubungi layanan konsumen ASUS. Caranya gampang banget. Tinggal hubungkan ponsel kita dengan laptop ASUS tipe ini maka pusat control pun bisa dilakukan di ponsel.

MyAsus ASUS VivoBook 15 A516


Kita bisa mengakses file di laptop dari jarak jauh, melakukan screen mirroring dengan menyambungkan dari ponsel ke laptop atau dari laptop ke layer lainnya. Keren banget fitur ini!



~ MENEBAR HARAPAN ~

Mengulas kelebihan laptop ASUS Vivobook 15 A516 yang modern dan canggih ini, sungguh membuatku ngiler dan ingin bisa memilikinya. Tulisan ini akan menjadi pengingat untukku ketika aku bisa memiliki laptop ASUS Vivobook 15 A516.  Jika aku berhasil memiliki laptop ini, aku ingin mewujudkan impianku sebagai wujud baktiku pada kedua orang tuaku. Impianku itu adalah:

• Lebih aktif menulis di platform menulis online yang berpotensi menghasilkan uang. 

• Menghasilkan karya solo yang terbit mayor. 

• Memiliki banyak cerpen dan opini yang diterbitkan di media massa. 

• Memenangkan beberapa lomba menulis. 

• Menulis blog yang lebih intens.

• Dan yang paling utama, membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan bisa menaikkan haji mereka. Sebenarnya ini impian terpendamku. Semoga dengan mengembangkan passion menulisku, ilmuku tetap terpakai dan tidak sisa-sia.

Meskipun aku tidak bekerja, aku berharap bisa membantu kedua orang tuaku termasuk menaikkan haji mereka. Semoga Allah ridho dan memudahkan jalanku. Aamiinn.

Aku harap juga impianku itu sebagai salah satu wujud bakti kepada orang tuaku meskipun aku belum berhasil membuat mereka bangga menjadi pegawai kantor seperti yang diharapkan. Semoga kelak bapak ibu akan tersenyum kepadaku dengan bangga. 


 

SPESIFIKASI

 

Color

Slate Grey
Peacock Blue

Operating System

Windows 10 Home - ASUS recommends Windows 10 Pro for business


Processor

Intel® Core™ i3-1005G1 Processor 1.2 GHz (4M Cache, up to 3.4 GHz)
Intel® Core™ i5-1035G1 Processor 1.0 GHz (6M Cache, up to 3.6 GHz)
Intel® Celeron® N4020 Processor 1.1 GHz (4M Cache, up to 2.8 GHz)

Graphics

NVIDIA® GeForce® MX330,2GB GDDR5
Intel® UHD Graphics 600

Display

15.6-inch, HD (1366 x 768) 16:9, Anti-glare display, LED Backlit, 200nits, NTSC: 45%, Screen-to-body ratio: 83 

15.6-inch, FHD (1920 x 1080) 16:9, Anti-glare display, LED Backlit, 200nits, NTSC: 45%, Screen-to-body ratio: 83 %

15.6-inch, FHD (1920 x 1080) 16:9, Anti-glare display, LED Backlit, 200nits, NTSC: 45%, Screen-to-body ratio: 83 

15.6-inch, FHD (1920 x 1080) 16:9, IPS-level Panel, Anti-glare display, LED Backlit, NTSC: 45%, Screen-to-body ratio: 83 

Memory

4GB DDR3 on board
4GB DDR3 on board,4GB DDR4 SO-DIMM
8GB DDR3 on board
4GB DDR4 SO-DIMM ,Memory Max Up to:12GB

Storage

1TB SATA 5400RPM 2.5" HDD,256GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
256GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
512GB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD

I/O Ports

1x USB 3.2 Gen 1 Type-A
1x USB 3.2 Gen 1 Type-C
2x USB 2.0 Type-A
1x HDMI 1.4
1x 3.5mm Combo Audio Jack
1x DC-in
Micro SD card reader (on selected model)

Expansion Slots (includes used)

1x DDR4 SO-DIMM slot
1x M.2 2280 PCIe 3.0x2
1x STD 2.5” SATA HDD

Keyboard & Touchpad

Backlit Chiclet Keyboard with Num-key


Camera

VGA camera


Audio

SonicMaster
Audio by ICEpower®
Built-in speaker
Built-in microphone
with Cortana support

Network and Communication

Wi-Fi 5(802.11ac)+Bluetooth 4.1 (Dual band) 1*1


Battery

37WHrs, 2S1P, 2-cell Li-ion


Power Supply

ø4.0, 45W AC Adapter, Output: 19V DC, 2.37A, 45W, Input: 100~240V AC 50/60Hz universal
ø4.0, 65W AC Adapter, Output: 19V DC, 3.42A, 65W, Input: 100~240V AC 50/60Hz universal
ø4.0, 33W AC Adapter, Output: 19V DC, 1.75A, 33W, Input: 100-240V AC 50/60Hz universal

Weight

1.80 kg (3.97 lbs)


Dimensions (W x D x H)

36.02 x 23.49 x 1.99 ~ 1.99 cm (14.18" x 9.25" x 0.78" ~ 0.78")


Built-in Apps

McAfee
MyASUS

MyASUS Features

AppDeals
System diagnosis
Battery health charging
Splendid
Tru2Life
Function key lock
Smart WiFi
Link to MyASUS

Microsoft Office

Office Home and Student 2019 included


Regulatory Compliance

Energy star


Security

BIOS Booting User Password Protection
Trusted Platform Module (Firmware TPM)
McAfee LiveSafe™ 30-day trial
Fingerprint sensor intergrated with Touchpad
Security Lock

Included in the Box

Backpack



“Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS - 15 Inch Modern PC. Bigger Dream, Wider Screen Writing Competition bersama dewirieka.com”.

 


Referensi:

https://www.asus.com/id/Laptops/For-Home/Everyday-use/A516

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

1 komentar

  1. keren banget kakak, jadi memotivasi aku buat lebih rajin nulis blog :') tetap semangat ya kak!

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.

Follower