Serasa di Pantai Pribadi, Pantai Nganteb

No Comments
Banyak wisata Malang yang belum dijelajahi. Beberapa tahun belakangan memang Malang sedang menunjukkan geliat pengembangan wisatanya. Pengembangan wisata Malang ini tentu berdampak pada masyarakat sekitarnya.

Setelah beberapa bulan lalu mengunjungi Pantai Bengkung, sekarang saatnya mengunjungi Pantai Nganteb. 

Akses

Kalau dari Kota Malang arahnya sama ke arah Balekambang. Nah nanti melewati jalan gedee alias Jalan Lingkar Selatan. Pantai Nganteb ini yang paling dekat dengan Pantai Balekambang.

Seperti layaknya jalan masuk ke pantai lain, kondisinya masih tanah. Apalagi saat hujan, jalanan cukup becek.

Tiket 

Setelah dua setengah jam perjalanan dari Kota Malang, tibalah kami di Pantai Nganteb. Tiket masuknya satu orang kalau nggak salah 5.000 tambah parkir mobil.. ehm.. saya lupa 5.000 kali ya, maafin deh pelupa, hehe..

Fasilitas

Nah karena saudara ipar ada kenal dengan pemilik warung di Pantai Nganteb ini, jadinya kita memilih belok kanan setelah melewati gerbang loket tiket. Justru tempat ini jauh dari keramaian. 

Hanya sekitar ada 3 warung disana. Pengunjung belum ada yang datang, karena kita sampai sana pukul 10 pagi.  Masih belum begitu panas. Kita juga dapat service yang memuaskan. Pemilik warung yang juga rekan saudara ini repot-repot mengangkatkan meja dan kursi di bawah pohon agar kami bisa santai dan menikmati pantai. 

Ada kamar mandi juga walaupun tidak banyak, ehm.. cukup bersih tapi agak pesing, hehe..

Parkir mobilnya belum ada tempat khusus sih, jadinya kita parkir di bawah pohon dekat meja dan kursi yang disediakan tadi.

Oiyaa sinyal disini suka hilaangg. Berasa di daerah terpencil. Mungkin sinyal tahu bahwa ke pantai memang saatnya bermain-main dengan air bukan dengan handphone. 

Karakteristik Pantai

Pantai ini terkenal dengan wisata religinya karena ada pusara tempat bersemedinya.

Hampir sama seperti Pantai Bengkung, pantai ini dibatasi oleh karang dan menjorok ke daratan. 

Sembari menunggu pesanan ikan bakar, anak-anak kecil pun segera ganti baju dan bermain air. Anginnya lumayan kencang. Ketika melihat mereka asyik bermain, dan anak saya yang keliatannya ingin ikutan, maka saya membiarkan anak saya dengan kaos dalam dan popok merangkak cepat di atas pasir pantai. Satu hal yang saya khawatir kalau-kalau pasirnya melukai kulit anak. Ternyata, pasirnya LEMBUUUUUTTTT, BERSIIHHH nggak ada sisa karang. Makanya anak saya betaahhh.. 


Pantai dari atas

Serem juga berdiri sendiri di ujung tebing

Sebelum zuhur kita sudah mulai pulang di saat para pengunjung mulai ramai berdatangan. Memang lebih enak kalau ke pantai pagi-pagi.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.

Follower