Menilai Kelayakan Finansial Yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli Rumah Second

1 comment
Memiliki rumah memang menjadi dambaan setiap orang. Namun, harga rumah saat ini masih bisa terbilang tinggi untuk di lokasi-lokasi strategis, bahkan untuk rumah baru di lokasi yang ada pinggiran kota. Sehingga beberapa orang memilih untuk membeli rumah second atau bekas karena harganya bisa saja jauh lebih murah.

Menurut pengalaman membeli rumah second atau rumah bekas, mencari rumah second yang bagus dan sesuai kriteria memang tidak mudah karena selalumada kelebihan dan kekurangannya. Hanuaya saja yang paling penting adalah legalitas.

Jika kalian ingin membeli rumah second atau rumah bekas, maka kalian harus melakukan beberapa survey sebelum membelinya. Beberapa kasus terjadi ketika orang membeli rumah bekas ternyata rumah tersebut memiliki legalitas ganda sehingga bisa memicu konflik di masa depan.

Ada juga saat membeli rumah second atau bekas ternyata harganya cukup tinggi dan tidak masuk dalam anggaran. Atau harga rumah second tapi lokasi kurang bagus dan kondisi lingkungan tidak mendukung. Semua memang tergantung kriteria pembeli.

Pexels.com/Alex Staudinger


Tips membeli rumah second

Beberapa tips membeli rumah second yang harus kamu tahu adalah

1. Tentukan lokasi
Tentukan berapa jarak maksimal rumah second atau rumah bekas yang akan kalian beli dari tempat kerja kalian. Jika semakin dekat dengan tempat kerja harganya semakin mahal, maka coba cari yang sedikit lebih jauh. Asalkan tidak terlalu jauh karena jika terlalu jauh mungkin akan berpengaruh pada biaya transportasi dan tentunya akan lebih capek. Dari segi kesehatan juga perlu diperhatikan berkendara jarak jauh setiap hari.

2. Survey kondisi rumah
Melihat kondisi rumah second yang mau dibeli ini penting, seperti sirkulasi udara, cahaya, luas bangunan, luas tanah, berapa lantai, jumlah kamar tidur, dan jumlah kamar mandi. Beberapa orang mungkin membutuhkan garasi untuk memarkir mobil atau motor. Beberapa orang mungkin membutuhkan taman depan rumah karena memang suka menanam tanaman.

Yang paling penting apakah kondisi rumah second masih layak ditempati atau tidak. Memahami berapa usia bangunan tersebut juga penting karena kita harus mempertimbangkan renovasi rumah. Semakin lama usia bangunan maka semakin besar kemungkinan renovasi rumah. Biasanya, rumah yang lama dibangun, beberapa bagian rumah mengalami rusak seperti atap atau dinding. Dan hal tersebut rentan ambruk.

3. Periksa sistem penyediaan air bersih
Penting sekali untuk ditanyakan bagaimana pasokan air di sana. Apakah memakai tandon atau pompa. Apakah menggunakan sumur tanah atau air PDAM. Apakah debit air kecil atau tidak ketika pagi dan sore hari. Jangan sampai air benar-benar mati saat menggunakannya.

4. Survey bebas banjir
Anda mungkin perlu tahu juga apakah lingkungan tersebut rawan banjir atau tidak. Anda bisa melihat apakah rumah-rumah di lingkungan tersebut lebih rendah dari jalan atau tidak. Jika lebih rendah maka rawan terjadi banjir kecuali kalau saluran drainase tidak terhambat. Anda bisa melihat bagaimana saluran drainase di tempat tersebut, apakah tersumbat atau tidak. Anda bisa melihat rumah-rumah di sekitar tersebut apakah dipasang pembatas di depannya untuk penghalang air masuk atau tidak. Jika ada, bisa ditanyakan apakah lingkungan tersebut sering terjadi banjir atau tidak.

5. Survei lingkungan dan sarana prasarana
Survei lingkungan dan sarana prasarana juga penting untuk melihat apakah saat tinggal di tempat tersebut tidak kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, misalnya toko, pasar, sekolah, minimarket, masjid, poskamling, dan lain sebagainya. Semakin lengkap sarana prasarana di suatu lingkungan, harganya semakin mahal.

6. Tanyakan legalitas
Yang lebih penting, tanyakan legalitas rumah tersebut. Apakah Surat Hak Milik (SHM) atau HGB atau justru petok D? Tentu saja untuk membeli rumah pribadi lebih baik kalau legalitasnya SHM. Anda bisa meminta bantuan lembaga hukum untuk menanyakan legalitas rumah tersebut apakah aman atau tidak.

7. Perkirakan biaya tambahan
Setelah mengetahui lokasi, kondisi rumah dan lingkungannya, maka Anda bisa memutuskan anggaran berapa yang mampu Anda sediakan untuk memiliki rumah idaman. Anda juga bisa memutuskan apakah harus renovasi rumah tersebut atau tidak. Belum lagi, Anda juga harus menanggung biaya Akta Jual Beli dan biaya balik nama rumah yang akan Anda beli.

8. Lakukan penawaran harga
Biasanya harga rumah yang diberikan tidak jauh dari harga pasar yang ada di sekitar rumah tersebut. Anda bisa melakukan penawaran harga yang tetap masuk akal sesuai dengan kondisi rumah, apalagi jika Anda ingin merenovasi rumah tersebut. Tentu anggaran yang dibutuhkan lebih banyak.

9. Nilai kelayakan finansial 
Jika Anda belum mampu untuk membayar harga rumah yang dijual, mungkin Anda bisa mencari pinjaman keuangan kepada pihak ketiga. Anda bisa mencari pinjaman ke bank syariah dengan akad yang berbeda. Namun, biasanya pihak ketiga akan memberikan pinjaman sesuai dengan penghasilan yang Anda miliki. Untuk itu, penting bagi Anda untuk menilai kelayakan finansial Anda.

Menilai Kelayakan Finansial dengan Mortgage Calculator: Affordability

Untuk menilao kelayakan finansial, Anda bisa menggunakan kalkulator hipotek untuk mengetahui berapa pinjaman yang diberikan pihak bank dari penghasilan yang dimiliki.

Mortgage calculator adalah kalkulator hipotek yang digunakan untuk menghitung jumlah cicilan yang harus dibayarkan setelah membeli properti, ataupun berapa pinjaman yang diberikan oleh bank berdasarkan pendapatan tertentu.

Di website mortgage calculator ini juga terdapat berbagai macam perhitungan otomatis, seperti perhitungan hipotek, keterjangkauan, overpayment, amortisasi, dan refinancing. Anda hanya tinggal memasukkan angka di kolom tabel dan hasilnya akan keluar otomatis.

Anda juga bisa menentukan berapa jumlah pinjaman yang Anda bisa jangkau dari peminjam untuk membayar cicilan. Jika Anda memiliki pasangan dan bersedia bekerja sama melunasi cicilan tempat tinggal, Anda bisa memasukkan pendapatan pasangan Anda. Nanti Anda akan bisa melihat berapa jumlah pinjaman yang biasa diberikan untuk membeli rumah Anda. Semakin besar gaji Anda maka semakin besar keterjangkauan Anda dalam membayar cicilan.

Di sini saya mencoba untuk menggunakan kalkulator hipotek Affordability untuk melihat berapa kira-kira pinjaman yang saya peroleh untuk membeli rumah.

Jika gaji saya sekitar Rp. 2.500.000,-,uang lemburan Rp. 100.000,- per bulan, dan bonus setiap enam bulan sekitar Rp. 700.000,-, dengan uang DP rumah sekitar 25 juta, maka pinjaman paling rendah yang mampu saya bayar untuk cicilan sebesar Rp. 97.800.000,- dan paling tinggi Rp. 146.700.000,-.

Untuk uang muka, biasanya peminjam memberikan uang muka setidaknya 5% pada properti mereka. Ketika peminjam membayar kurang dari 5%, biasanya dikenakan tingkat bunga yang jauh lebih tinggi untuk mengimbangi risiko tambahan yang diambil pemberi pinjaman.



Masalahnya dengan jumlah pinjaman segitu, berarti setidaknya saya harus mencari rumah yang berada jauh dari pusat kota. Jika ingin mendapatkan

Jika gaji pasangan saya juga dimasukkan dalam kalkulator hipotek mungkin pinjaman yang diberikan lebih besar, kami bisa membeli rumah yang lebih baik meski cicilan juga lebih besar.



Dengan jumlah pendapatan yang sama antara saya dan pasangan, memang menambah pendapatan gabungan bulanan. Pada akhirnya jumlah pinjaman yang diberikan sesuai keterjangkauan pendapatan saya dan pasangan paling rendah sekitar Rp. 129.000.000,- dan paling tinggi sekitar Rp. 191.400.000,-. Itu artinya dengan penghasilan yang kami miliki, kami hanya bisa membeli properti dengan harga maksimal sekitar Rp. 191.400.000,- jika penghasilan pasangan dimasukkan. Itupun tidak terhitung dengan utang yang mungkin kami punya. 

Jika kami punya utang atau cicilan untuk membayar kendaraan setiap bulan maka cicilan tersebut harus dimasukkan. Tentunya akan mengurangi kualifikasi jumlah hipotek.


Kalkulator ini bagus untuk menentukan kemampuan kita untuk membeli properti sesuai dengan penghasilan yang dimiliki. Sebelum kita mengajukan pinjaman kepada bank maka penting untuk menilai kelayakan finansial kita dan kemampuan kita. Dengan menilai kelayakan finansial, maka risiko buruk pembayaran di tengah jalan bisa berkurang. Jangan sampai menjadi beban kedepannya. 

Semoga kita semua dimudahkan dalam urusan pembayaran properti yang kita butuhkan. Aamiin.


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

1 komentar

  1. Wah, saya baru tahu ada mortgage caalculator. Bisa banget dipake untuk merancang pemasukan dan pengeluaran supaya keuangan tidak kacau kedepannya ketika memutuskan untuk membeli properti misalnya.

    BalasHapus

Follower