Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan
Berkunjung ke kota Cahaya di Benua Biru banyak sekali tempat-tempat wisata yang wajib dikunjungiKota Paris, sebagai ibu kota Prancis, sangat terkenal sebagai kota yang romantis. Memang pemandangan kota Paris masih didominasi oleh arsitektur klasik. Belum lagi penataan kotanya yang dirancang Haussmann, menambah indahnya kota tersebut. Tempat-tempat terkenal yang wajib dikunjungi saat ke Paris yaitu:

La Tour Eiffel atau Eiffel Tower

Ikon ini menjadi sangat terkenal karena pada waktu dibangun belum ada yang bisa menandingi tingginya menara tersebut. Menara ini dibangun sekitar tahun 1889 oleh Insinyur Gustave Eiffel. Tingginya sekitar 324 meter. Menara Eiffel termasuk struktur bangunan tertinggi di Kota Paris. Jadi wajiblah kita datang ke ikon ini.

Kalau bisa, pakailah Metro Paris untuk merasakan bagaimana kehidupan masyarakat megapolitan. Kalau naik metro turun di Stasiun Bir-Hakeim, Passy, Champs de Mars Tour Eiffel atau Trocadero. Kemudian jalan kaki ke menaranya. Menurutku lewat Trocadero lebih dekat karena begitu keluar pintu stasiun, banyak turis yang foto-foto. Dari Trocadero, pemandangan Eiffel terlihat jelas karena itu tempat tersebut jadi lokasi yang tepat buat foto. Yang biasanya foto tunjuk menara Eiffel tuh. Setelah itu jalan kaki sambil menikmati taman Trocadero yang cukup luas. 

Selain itu, kita akan menyebrangi jembatan sambil menikmati sungai Seine. Sekalian ambil foto, dari sini terlihat jelas bagaimana megahnya Eiffel. Dan kita akan terkagum-kagum saat melihatnya.

Menara Eiffel Paris
Menara Eiffel (Dok. pribadi)
Untuk pergi ke puncak nya, kita bisa menggunakan lift dan membayar sekitar 25 euro sampai puncak. Untungnya saat kesana umur kurang dari 25 tahun, karena ada diskon jadi bayar cuma 15 euro. 

Dan kalau datang kesini, mending pagi, karena antrinya panjaaangg. Saat beli tiket sudah antri panjang, sampai di lantai dua antri lagi untuk ke puncak. Nanti setelah di atas mau turun antri lagi. di Total bisa 2 jam hanya untuk mengantri. Dan kalau lagi peak visit, lagi ramai-ramainya, pas dipuncak waktu berkunjungnya dibatasi.

Metro
turun di Bir-Hakeim, Passy, Champs de Mars, Trocadero

Jam Buka 

Setiap hari jam 9 pagi sampai 12 malam (15 juni - 1 september)
Selain itu jam 09:30 pagi sampai jam 23:00 

Tarif 
Lewat Lift
Lewat lift sampai lantai 2:
full tarif / dewasa : 8,5 euro
umur 12 - 24 tahun : 7 euro
umur 4 - 11 tahun dan cacat: 4 euro

Lewat lift sampai puncak
full tarif / dewasa : 14 euro
umur 12 - 24 tahun : 12,5 euro
umur 4 - 11 tahun dan cacat: 9,5 euro

Tarif Naik Tangga

Full tarif/ dewasa : 5 euro
umur 12 - 24 tahun : 3,5 euro
umur 4 - 11 tahun  : 3 euro
kalau usia kurang dari 4 tahun gratis.

Louvre Museum

Setelah mengunjungi Eiffel, jangan lupa datang ke Museum Louvre. Disana selain menikmati Piramid yang terkenal itu dan bangunan arsitektur klasik. Kalau kita masuk ke museum harus bayar 25 euro (kalau gak salah pas tahun 2012). Di dalam Louvre akan banyak sekali melihat lukisan-lukisan dari berbagai ukuran dan tema. Bahkan di langit-langitnya pun dilukis.
Museum Louvre (Dok. pribadi)

Satu hal lagi yang menjadi daya tarik Louvre adalah lukisan Monalisa, yang sangat kecil dan diperebutkan untuk difoto oleh banyak orang.


Metro

turun di Palais Royal Musee du Louvre

Jam Buka 

Setiap hari kecuali Selasa jam 9 pagi sampai 6 malam
dan juga buka hingga malam sampai jam 21:45 untuk hari rabu dan jumat 

Tarif
15 Euro
Bulan April - September : tidak ada gratis
Bulan Oktober - maret : gratis untuk pihak tertentu hanya di hari minggu pertama awal bulan
Gratis tersebut hanya untuk :
  • kurang dari umur 18 tahun disertai kartu identitas
  • umur 18 - 25 tahun penduduk uni eropa disertai kartu identitas
  • Pengajar sejarah/ seni/ yang berhubungan dengan materi dalam museum
  • Seniman
  • Warga tanpa pekerjaan dengan bukti
  • Warga dengan pendapatan rendah dibuktikan dengan surat dari Badan yang berwenang
  • Penduduk cacat dan yang menemani


Place du Pantheon

Jangan lupa ke Place du Pantheon. Berlokasi di Latin Quartier, atau lingkungan Latin. Facade arsitekturnya mengikuti gaya bangunan neo-klasik di Roma. Selain berfungsi sebagai gereja jaman dulu, juga ada pemakaman (crypte) bawah tanah atau burial place khsuus orang-orang terkenal, baik dari politisi maupun penulis sastra yang berpengaruh, seperti Voltaire, Jean-Jacques Rousseau, Victor Hugo, Louis Braille (penemu huruf Braille), Alexandre Dumas.
Pantheon Sorbonne (Dok. Pribadi)
Metro
turun di Luxembourg (naik RER ya)

Jam Buka 

1 April - 30 September : jam 10:00 - 18:30
1 Oktober - 31 maret : jam 10:00 - 18:00
Tutup tanggal 1 januari, 1 Mei dan 25 desember

Tarif
8,5 euro
Gratis untuk usia kurang dari 18 tahun dan
Gratis untuk usia 18-25 tahun bagi penduduk di Uni Eropa

Versailles Palace

Istana Versailles sebagai lambang kebesaran monarki absolut ini dulunya ditinggali oleh Raja Louis, Marie Antoinette dan Napoleon Bonaparte. Dan sudah ada sebelum revolusi perancis atau dibangun sekitar tahun 1623.

Bangunannya sangat indah karena terdapat elemen-elemen dan ukiran-ukiran yang unik. Bahkan ada bagian bangunan yang terbuat dari Emas.

Istana Versailles (dok. pribadi)
Metro
turun di Versailles- Chantiers (naik RER C ya)

Jam Buka 

Musim Liburan
1 April - 31 Oktober
Buka setiap hari kecuali senin jam 09:00 sampai 18:30

Kastil Trianon dan Domain Marie Antoinette
Setiap hari kecuali senin jam 12:00 - 18:30

Kebun
Buka setiap hari dari jam 08:00 - 20:30

Taman
Buka setiap hari dari jam 07:00 - 20:30

Bukan Musim Liburan
1 November - 31 Maret
Setiap hari kecuali senin jam 09:00 - 17:30

kastil Trianon dan Domain Marie Antoinette
Setiap hari kecuali senin jam 12:00 - 17:30

Kebun dan Taman
Setiap Hari jam 08:00 - 18:00

Tarif
Full tarif 15 euro
Diskon tarif 13 euro dan 6 euro (berdasarkan usia dan pihak tertentu)
Tiket untuk Kastil Trianon dan Domain Marie Antoinette : 10 euro untuk full tarif, dan tarif diskon 6 euro.

Notre Dame de Paris dan Situs Arkeologi Bawah Tanah

Gereja ini merupakan salah satu gereja yang terkenal dan terbesar di dunia. Dengan gaya arsitektur gothik, gereja ini menjadi salah satu tujuan wisata dari berbagai mancanegara. 

Dibawah gereja tersebut ada Museum Arkeologi Bawah Tanah (Crypt) sebagai titik awal mula berdirinya permukiman di Paris. Crypt tersebut ditemukan saat konstruksi gereja sedang berlangsung. Jadi, jika berkunjung ke Notre Dame, coba kunjungi Crypt tersebut.

Selain itu, para pengunjung juga bisa naik ke puncak gereja untuk melihat keindahan kota Paris ada atas.

oiya didepan notre dame ini ada titik nol paris. Konon kalau kita menginjakkan kaki kita di lingkaran itu, maka suatu saat kita akan kembali ke Paris.

Notre Dame de Paris (dok. pribadi)
Metro
Turun di stasiun Saint Michel Notre Dame (RER B ya)

Jam Buka
  • Untuk Gereja buka Setiap Hari dari jam 08:00 - 18:45 (19:45 sabtu dan minggu)
  • Untuk Situs Arkeologi Parvis Notre Dame dari Buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional dari jam 10:00 - 17:30 
  • Untuk ke puncak Notre Dame buka setiap hari:

       - 1 April - 30 September : 10:00 - 18:30 (malam hari bulan Juli dan Agustus:
          jumat & Sabtu : 10:00 - 23:00
       - 1 Oktober - 31 maret : 10:00 -17:30
       - tutup 1 Januari, 1 mei dan 25 desember
       
Tarif

Full tarif : 7 euro
Diskon tarif : 5 euro (pengajar, warga usia 18-26 tahun, anggota komunitas sejarah, seni, arkeologi prancis)
Gratis yang kurang 18 tahun, tanpa pekerjaan, warga penghasilan rendah, mahasiswa seni, beberapa kampus seni, warga kota Roma, seniman, warganegara yang cacat, dll.


Sacre-Coeur Montmarte

Satu lagi gereja yang terkenal dan menjadi daya tarik wisatawan karena lokasinya di ketinggian kota Paris (daerah berbukit). Gereja ini berada di kawasan Montmarte dimana dulunya pernah tinggal seniman, penulis, pelukis, komedian terkenal dunia seperti Van Gogh, Pablo Picasso dan lainnya.

Dari Sacre Coeur kita juga bisa melihat kota Paris dari atas titik tertinggi Kota Paris. Jika capek berjalan kaki naik tangga, sudah disiapkan eskalator khusus (funiculaire de Montmarte). Funiculaire ini sudah dibuka sejak tahun 1900 sebagai water-driven funicular, kemudian direnovasi tahun 1935 menggunakan furniculaire elektrik. Tahun 1990 direnovaso kembali untuk diganti menjadi furniculaire modern. Kalau punya Pass Navigo atau kartu transport umum Paris bisa digunakan sebagai tiket naik furniculaire.

Kalau sudah di Montmarte, jangan lupa jalan ke Place de Tertre dan mengunjungi Le Mur de Je T'aime atau I Love You Wall. Dinding yang dipenuhi kata Aku cinta padamu dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia, Jawa, Sumatra dan Maluku (Kalau tidak salah).

Sacre-Coeur Montmarte Paris (dok.pribadi)

Metro

Turun di stasiun Anvers.
Kalau ke Le Mur de Je t'aime lebih dekat dari Metro Abbessess. 

Jam Buka

Setiap hari 06:00 - 22:30  
     
Tarif

Gratis

Arc-de-Triomphe

Artinya adalah Gerbang Kemenangan. Monumen ini sangat terkenal karena dibangun atas peritntah Napoleon Bonaparte tahun 1800an sebagai simbolisme kemenangan dan juga sebagai penghormatan gugurnya para pahlawan Prancis. Di bawah lengkungan Arc de Triomphe terdapat makan prajurit Prancis tanpa diketahui namanya.

Biasanya kalau acara Bastille Day (14 Juli) atau hari kemerdekaan Prancis, Arc de Triomphe sebagai titik awal acara parade Militer ke arah sepanjang Champs-Elysees hingga ke Place de la Concorde.

Arc-de-Triomphe Paris (dok.pribadi)


Uniknya, saat pengumuman pemenang kompetisi balap sepeda La Tour de France, gerbang ini menjadi menarik karena disorot cahaya dengan gambar yang bermacam-macam. 

Arc-de-Triomphe saat La Tour de France, Paris (dok.pribadi)

Metro

Turun di stasiun Charles de Gaulle Etoile.atau kalau mau menikmati jalan Champs-Elysées dan tidak terlalu jauh jalan kaki bisa turun di stasiun George V.

Jam Buka

April - September : 10:00 - 23:00
Oktober - Maret : 10:00 - 22:30 
Tutup tanggal 1 januari, 1 mei, 8 mei pagi, 14 juli pagi, 11 november pagi dan 25 desember.        

Tarif
Full tarif 8 euro
Mahasiswa 18 - 25 tahun : 5 euro
Kelompok lebih dari 20 dewasa : 6,2 euro
Gratis untuk anak-anak dan mahasiswa diatas 17

Opera Garnier/ Palais Garnier

Bangunan ini merupakan bangunan teater untuk pertunjukkan seni. Dari segi arsitekturnya, bangunan ini elegant, gayanya klasiikkk banget, neo-baroque, seperti kembali ke masa-masa kerajaan. Ukiran, ornamen, patung, pilarnya semuanya dikombinasi agar terlihat mewah. Belum lagi saat masuk ke dalamnya. Bisa tersihir! Lapisan perunggu yang menghiasi patung dan lukisan. Semua patung dan lukisan bertemakan seni. 
visitepalaisgarnier.fr
wikipedia

Metro

Opéra (lines 3, 7 et 8), Chaussée d’Antin (lines 7 et 9) Madeleine (lines 8 et 14), Auber (RER A)

Jam Buka

tergantung jadwal pertunjukan         

Tarif
untuk menonton pertunjukan minimal 10 euro.hanya untuk menonton

Bateau Mouche atau Vedettes

Untuk menikmati indahnya Sungai Seine dengan pemandangan bangunan klasiknya di sepanjang sungai, kita bisa menggunakan kapal khusus, biasa disebut Bateau Mouche atau Vedettes. Perbedaannya pada rute dan harga. Di titik-titik tertentu sepanjang sungai Seine kita akan menemukan banyak kapal pesiar. Di dekat Eiffel juga ada. Semua tergantung rute dan harga. Kalau kita mau beromantis ria di sepanjang sungai Seine dengan kapal pesiar, juga bisa! Pesan Cruise Trip ditambah dinner atau lunch. Yang jelas, memang mahal! :D menu makan siang aja 55 euro, makan malam paling murah 90 euro atau sekitar 1,5juta rupiah :-o
Bateau Mouche nelewati Conciergerie (penjara) (dok.pribadi)


Vedettes melewati La Tour Eiffel (dok.pribadi)


Tarif

Bateau Mouche
Full tarif /dewasa 13,5 euro
anak-anak kurang dari 12 tahun : 6 euro
anak-anak kurang dari 4 tahun : gratis

Vedettes du Pont Neuf 

Full tarif /dewasa 14 euro
anak-anak kurang dari 12 tahun : 7 euro

Jam Buka

Bateau Mouche
April - September : 
10:15 – 11:00 – 11:30 – 12:1513:00 – 13:45 – 14:30 – 15:0015:30 – 16:00 – 16:30 – 17:0017:30 – 18:00 – 18:30 – 19:00
Setiap 20 menit dari jam 19:00 - 22:30

Oktober - Maret

11:00 – 12:00 – 13:00 – 13:4514:30 – 15:15 – 16:00 – 16:45 – 17:3016:15 – 19:00 – 19:45 – 20:30 – 21:20
Lama perjalanan sekitar 1 jam 10 menit

Vedettes du Pont Neuf 

15 Maret - 31 Oktober
10:30 – 11:15 – 12:00 – 13:30 – 14:00 –14:30 – 15:00 – 15:30 – 16:00 – 16:00 – 17:00– 17:30 – 18:00 – 18:30 – 19:00 – 20:00 – 21:00 – 21:30 – 22:00 – 22:30

1 November - 14 Maret (senin - kamis): 10:30 – 11:15 – 12:00 – 14:00 – 14:45 –15:30 – 16:15 – 17:00 – 17:45 – 18:30 – 20:00 – 21:30

1 November - 14 Maret (jumat - minggu): 10:30 – 11:15 – 12:00 – 14:00 – 14:45 –15:30 – 16:15 – 17:00 – 17:45 – 18:30 – 20:00 – 21:00 - 22:00

sumber: http://www.bateaux-mouches.fr/ dan http://vedettesdupontneuf.com/

Masjid Besar Paris/ Grande Mosquee de Paris


Bagi kalian yang beragama Islam, sempatkanlah solat di Masjid Paris ini. Satu-satunya masjid besar di negara sekuler, di kota Paris dan salah satu masjid terbesar di Prancis. Gaya bangunannya dipengaruhi gaya arsitektur dari arab/maghreban/afrika utara, seperti Maroko. Karena tempat kuliah tidak jauh dari masjid, dimanfaatkan banget datang ke masjid. Soalnya untuk mencari tempat yang aman dan nyaman untuk solat itu sangat susah sekali.  

Metro
turun di Place Monge atau di Censier Daubenton

Grande Mosquee de Paris

Sekian Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi Kota Paris, semoga nanti ketemu dipostingan selanjutnya mengenai Tempat Wisata yang Tidak Biasa Dikunjungi di Kota Paris yaa... 
Read More

   Alhamdulillah Ramadhan kali ini sudah di Indo, tahun lalu sempat merasakan puasa Ramadhan di Eropa, di Paris. Une experience inoubliable pkoknya (pengalaman tak terlupakan). Gimana gak, selain jauh dari keluarga, berada di negara minoritas muslim (alias negara sekuler), perbedaan waktu yang jauh berbeda dengan di Indonesia, dan puasa selama 18 jam!
     
     Seperti halnya di Indo, yang masih ada gak puasa, disana juga sama ada yang puasa dan ada yang nggak. Ketika bertemu seorang muslim disana, ada yang bertanya apa saya puasa? saya jawab iya tentu, dan dia merasa takjub dan mengakui kalau dia nggak puasa karena bekerja. Saya hanya diam, seperti halnya di indo, bekerja saat puasa aja lemes, gimana kalau di Eropa yang harus 18 jam.  Apalagi di negara sekuler, mana peduli puasa atau nggak, yang penting kerjaan beres.
      
      Beberapa kesulitan saat menjalankan puasa Ramadhan di Paris:

1.      Perbedaan waktu permulaan puasa

Well, karena Paris berada di lintang dan bujur yang berbeda dengan Indonesia, maka lama waktu puasa pun berbeda. Waktu indonesia puasa sekitar 12 jam, maka di Paris karena saat itu musim panas dan siangnya lebih panjang maka lama puasa menjadi 18 jam. Dan entahlah panasnya disana berbeda dengan panasnya di Indonesia. Walaupun sama2 32°C tapi musim panas di paris, kering ngga ada angin sepoi2, kalaupun ada, rasanya kaya ditiup pake sedotan!
Dan paling kerasa itu, hari pertama puasa, belum terbiasa puasa 18 jam, saat jarum jam mengarah di angka 6. Wew rasanyaa setengah bahagiaamau buka puasa, berasa banget tubuh udah saatnya untuk dimasuki makanan karena kebiasa di Indo buka puasa sekitar jam 6, tapi setelah melengok ke jendela baru disadarkan kalau ternyata matahari masih sangaaattt terang benderang (masih waktu ashar). Mesti harus bersabar. Ternyata masih ada 3,5 jam lagi buka puasa. Karena belum kebiasa puasa dengan waktu yang selama itu, pas jam 8 sore, mata berkunang-kunang, badan lemes, pengennya tidur terus. Tapi, hari-hari berikutnya, akhirnya udah kebiasa. Itu kenapa, di beberapa belahan dunia umat muslim lebih memilih tidur saat siang hari karena emang siangnya lama bangeett. Tapi namanya hidup di negeri orang, ngga ada makanan indo, makanan masak sendiri, jam 6 walaupun lemes tetep masak buat buka puasa.


 2.       Buka puasa


Akhirnya setelah puasa 18 jam, buka puasa juga ! sekitar pukul 21h35 CET . Padahal ya kalo di Indo jam segitu udah selesai taraweh (bayangkan pukul 21h35 itu suasana magrib di Indo. Di Paris saat itu masih azan maghrib (azan dr lepi sih, hehe.. sedih ga pernah denger azan berkumandang selain di masjid itupun suaranya ga boleh terdengar sampe keluar). Buka puasa seadanya dengan masakan seadanya. Dan semakin mendekati Idul Fitri, entah kenapa buka puasa semakin lamaaa dan waktu sahurnya semakin cepattt, waktu isyanya semakin mendekati sahur, huhuhu….alias siangnya lebih lamaaaa lagiii.

 3.       Waktu Sholat isya dan taraweh


Nah ini dia menyesuaikan jam tidur dengan jam sholat isya.. pas bulan ramadhan isya nya jam 12 malem yang harusnya jam segitu saya sudah tidur nyenyaakkk. Yang jelas sy ngga pernah solat taraweh di masjid. Gimana bisa, tempat saya ke masjid butuh sekitar 20 menit, apalagi tengah malem, udah sepi, serem pula, bisa-bisa pulang ke apartemen udah kehabisan kereta, trus naik bis malem yg nunggunya lamaaa,  tapi yang jelas sih setauku ga ada solat taraweh bareng di masjid. Tapi untung ada temen di kamar jadi sering taraweh bareng, walaupun konsentrasi kadang hilang karena udah jam dua belassss malemmm, lupa berapa rakaat, tapi seenggaknya ada yg ingetin. Hehe. 



4.       Sahur

Kesulitan lainnya, setelah selesai solat taraweh jam 00h30 CET adalah belum masak buat sahur, kadang jam 01h30 baru selese masak, nah kalo udah selese gitu, bingung mau tidur atau lanjut sampe sahur, soalnya imsaknya jam 03h30! IMSAKKKK setengah empaattt…padahal mata udah kriyip2, kepala udah berat, kalau saya tidur, bisa2 ngga bisa bangun sahur, kalau ngga sahur, waduh … dengan lama puasa 18 jam kayanya saya ngga kuat…Bagi saya hal terberat saat puasa di Paris, saat malam hari, godaannya macam2. Pilihannya: Mau menjamak taqdim isya dan maghrib tapi ngga taraweh. ATAU tunggu sampe selesai taraweh terus tidur, tapi kawatir ga bisa bangun sahur. Dan akhirnya sih setia menunggu sampe isya yg setengah satu malem...
    Dan disaat badan dah capek, ngantuk, pengen tidur, ternyata belum ada makanan untuk sahur, alhasil ya masak dulu. Pernah juga suatu malam karena kawatir ngga bisa bangun sahur akhirnya ngga tidur, setelah solat subuh baru tidur.
    Dan rasanyaaa.. cuma batin, betapa nikmatnya puasa di negeri sendiri, sesusah-susahnya puasa jadi anak kos di indo, ternyata lebih susah puasa jadi anak kos di negeri orang. Di Indo, anak kos bakal susah cari makan sahur, tapi di paris, ngga cuma susah nyiapin masakan apa buat sahur, tapi membagi waktu solat isya, taraweh, tidur, sahur, imsak, subuh itu yang susah.  Dan akhirnya saya jadi terbiasa puasa 18 jam, yang penting:

DO :

- NIAT. Saat sebelum tidur malam sudah diniatin hendak sahur dan puasa. Minta sama Allah dibangunkan sahur, hehe.. (kalau saya permintaan sangat kecil itu sangat berguna, karena pasti selalu dibangunkan asalkan yang serius mintanya, insyallah). Karena kadang disaat saya benar-benar pengen tidurrrrr, ngga kuat melek jadinya minta doa dibangunin sahur, hehehee (atau bisa minta bangunin temen via telp, tapi ngga pernah sih, karena kalau udah capek banget mau ditelp berkali2, digedor2, ngga bakal bangun, jadi minta sama Allah, namanya juga roh kita dipegang Allah :D ). Berdoa juga semoga dikuatkan dan bisa melewatinya.

- SAHUR.Penting nih sahurr, soalnya untuk menjaga tubuh kita tetap vit. Minum susu, makan keju, roti, atau makan buah. Kalau sampe ketiduran ngga sahur, diniatkan aja dan berdoa semoga dikuatkan dan dimudahkan menjalani.

-  TIDUR. Kalau bisa, tidur ajaa.. tapi karena musim panas ga ada angin, kalau saya malah ngga bisa tidur, panas banget..kalau saya sih biasanya tidur pagi hariii.. matahari belum panas, udara masih dingin :D 

DON’T:

- mengeluarkan kata keluhan sedikitpun. Pertama-tama sering banget tuh, ngeluh “Panasnyaaa…lamanyaa..kapan bukaa puasaaa..” ternyata bener ngga kuatttt (ngga pernah batal tapi). Tapi kemudian mencoba membiasakan diri ngga mengeluh, kalaupun mau ngeluh cukup disimpan dalam hati aja. Dijamin, puasa bakal tahan 18 jam, insyallah! Bukan berarti puasa 18 jam, ngga bisa ngapa2in, bahkan saat bulan puasa sy masih bisa jalan-jalan, maen ke taman, ke danau, ke museum sampai berjam-jam. Emang lemes sih, lapar dan haus. Tapi kalau dah niat, sahur, doa dan ngga ngeluh insyallah bisa. Bahkan saya sempet ke Itali pas bulan puasa, inget banget nyampe di venesia panasssssssssss puoolll, ngalah2in paris, maklum deket laut mediterania, jadinya panass. Sampe partner, mba Nia, yang bareng ke venesia heran kok bisa tahan, padahal dia dah kehausan sampe antri di keran air minum gratis yang keliatan banget segernyaaa. Aku ya aslinya ngga tahan, panas banget, tapi ngga tau saat itu yakin aja bisa sampe buka puasa, dan masih semangat jalan. Apa karena euforiaku yang berlebihan bisa visit ke Venesia ya, membuat capek haus laparku ngga kerasa .. :D (maklum seminggu lagi harus meninggalkan eropa jadi nyempetin jalan2 hehe)
Puasa Panas2 ke Venezia

 
naik Gondola sampai gosong.

 Pengalaman puasa saat musim dingin


Tapiiiii ada lagi puasa yang menurut saya lebih ga enak. Puasa pas musim dingin. Waktu itu 2 bulan setelah nyampe Paris, sy bayar puasa wajib. Waktu itu sih mikirnya, ah puasa pas musim dingin kan enak, siangnya lebih pendek. Ternyataaaa…. Nggaa enaaakkkkk… enak juga puasa pas musim panas, walaupun siangnya lebih panas. Kenapa bisa begitu???Yaiyalah, saat musim dingin harusnya tubuh kita diisi banyak asupan kalori, asupan makanan, kalau bisa makan roti, kentang, keju terus, sedangkan saat puasa, tubuh kita kosong dan ngga bisa menahan dingin. Keingat, puasa saat musim dingin, bener2 ngga tahan dingin, walaupun sudah ada pemanas ruangan, sudah pake sweater dan baju lapis 2. Tetap dingiiin! Untungnya puasa cuma beberapa hari, jadi masih tahan. 
Lah wong ngga puasa aja, pas musim dingin makan nasi 3x sehari, tubuh masih lapar kedinginan, dan butuh asupan terus. Giliran saya makan kentang, mayonais, keju, yogurt, ternyata kuat sampe makan malam. Kalau musim dingin jangan makan nasi deh, makan keju roti kentang aja, karena kalorinya besar jadi bisa menghangatkan tubuh.


saat musim dingin salju jarang turun di Paris, paling bisa diitung dengan jari kapan turunnya, tapi dinginnya ga nguatiinnn

   Dan sekarang berkesempatan Ramadhan di Indo semoga bisa menjalankan ibadah dg sebaik2nya ditengah2 pekerjaan yang ckckckckckk.....
     Semoga semua dimudahkan menjalankan ibadah puasanya dan selalu diberi keberkahan oleh Allah, amin amin amin




Read More
Berliiiinnnnn !!!
Merci deux mille fois Allah, aku bisa nyampe di negeri Hitler ini :) setelah travelling di brussels. Aku bisa travelling ke Berlin sendirian! Solo travelling pertama ke Berlin naik Bus dari Brussels.

Semi Solo Travelling ke Berlin

Setelah menempuh perjalanan sekitar 7 jam lebih, aku tiba di Berlin. Aku bertemu teman SMA setelah ngga ketemu 7 tahun. Aku ngga nyangka bisa ketemu disini, padahal temen itu orang malang. Kalo pas kuliah S1 dia nyempetin ke kampung halamannya, tapi ngga sempat ketemu, malah ketemu disini :)
Bener2 pangling :D

Itulah mengapa aku sebut semi solo travelling karena saat di Berlin aku tidak benar-benar Solo Travelling tapi di-guide-in temanku. Hehe.

Seperti di Paris, karena aku turis dan kalau ingin jalan2 seharian lebih baik beli tiket transportasi Berlin yang terusan untuk satu hari yang bisa dipakai untuk trem, subway, bus. Harganya sekitar 7 euro. Dengan begitu lebih murah dan puas, ngga perlu bayar tiap kali naik transport umum. #recommended

Obyek Wisata di Berlin

Sebenarnya aku tidak tahu destinasi wisata di Berlin. Jadi aku pasrah saja diajak temanku ke tempat wisata di Berlin. Dan kami kebanyakan jalan kaki, naik kereta dan Bus. Aku bisa menikmati Berlin dari dalam bus. MaasyaAllah.

Gereja

Kunjungan pertama di Berlin, aku diajak pergi ke gereja yang sebenarnya tinggal separuh. Aku tidak ingat nama gerejanya apa. Karena waktu perang dunia II, gereja itu kena tembakan dari pesawat perang, dan akhirnya menaranya hilang separuh.

Uniknya, revitalisasi bangunannya ditutup dengan tembok agar tidak merusak pemandangan padahal kalo dibuka keliatan kubah yang terpotong itu.


Mall pertama di Eropa Barat

Aku juga melihat dari jauh Mall pertama di Eropa Barat. Mall di Berlin ini tidak terlalu ramai seperti Mall di Indonesia. Hmm apa mungkin aku tidak masuk ke dalam ya. Tapi kendaraan cukup ramai 

Mall pertama di Eropa barat yang WoW pada jaman dulu


Berlin Hauptbahnhof

Aku juga pergi ke Hauptbahnhof. Stasiun kereta Berlin ini keren sih. Lebih luas dan ada mall-nya. Aku suka dengan desain kaca di depannya. Terkesan mewah. Aku terbiasa dengan stasiun di Paris yang klasik. Pas lihat desain stasiun kereta di Berlin ini modern.

Stasiun utama di Berlin ini merupakan stasiun yang paling besar di Eropa. Kalo di Perancis. Stasiunnya ada terminus (titik akhir kereta, terminal kalo di indo) dan lebih dari 10an quais (jalan dipinggir sungai) dimana kereta berhenti cukup lama untuk melakukan rute sebaliknya. Kalau di berlin tidak ada terminus dan mereka hanya berhenti sebentar. Quai mereka juga kurang dari 10.



Wilkommen in Berlin

Stasiunnya udah kaya' Mall aja


Gedung Parlemen Berlin

Meskipun beberapa bangunan di Berlin sudah modern, beberapa bangunan masih asli dan klasik. Gaya feodal dibiarkan tetap terlihat. Aku dan temanku ke gedung parlemen Berlin atau the Reichstag. 

Di depan gedung ini terhampar salju yang luas. Bendera Jerman berkibar di atas gedung parlemen.

Kata temenku kita bisa masuk kesana, gratis, tapi harus daftar online di websitenya beberapa bulan sebelumnya.

Gedung parlemen Berlin

Didepan gedung parlemen Berlin, The Reichstag

Brandenburg Gate

Tak jauh dari gedung parlemen, kami mengunjungi Brandenburg Gate. Dulunya gerbang ini sebagai pintu masuk ke Berlin. Dan hanya itu yang tersisa. Bagiku ini adalah tempat yang harus dikunjungi ketika di Jerman.

Brandenburg Gate

Hotel Adlon

Hotel Adlon ini yang paling terkenal. Biasanya para presiden di dunia datang ke Berlin biasanya nginep disana. Selain itu, saat Festival Film Internasional di Berlin, artis Hollywood pada nginep di sana, seperti Angelina Jolie, Michael Jackson, Brad Pitt, Penelope Cruz, etc.

Didepan Hotel Adlon

Holocaust Memorial

Semua sudah tahu sejarah Holocaust di mana orang Yahudi di Jerman banyak yang dibunuh yang kemudian dibuatkan memorial holokaus di Berlin.

Memorial sangat luas sekitar 19ribu m2. Di dalamnya terdapat beton-beton persegi panjang dengan ukuran yang berbeda-beda. 

Holocaust memorial, to the murdered Jews

Tembok Berlin

Di buku sejarah masa Sekolah, Tembok Berlin ini begitu kuat dalam ingatanku sampai akhirnya aku tiba di sini. 

Tembok pembatas dari beton ini dulunya memisahkan antara Berlin Timur dan Barat. Tujuannya katanya biar Berlin Timur Nggak terpengaruh sama fasisme padahal maksudnya biar Berlin Timur bisa mengikuti golongan komunis dari Uni soviet. Tembok Berlin ini dibangun tahun 1961. Panjang Tembok Berlin Barat bisa mencapai 155 km dengan tinggi sekitar 4 meter.

Kejatuhan Tembok Berlin ini membuat Jerman Barat dan Timur bersatu. Sebagian Tembok Berlin masih terlihat sampai sekarang. Sebagian lagi dihancurkan. Ketika peristiwa itu banyak korban yang meninggal.



Tembok Berlin yang penuh lukisan

Tembok Berlin yang dilukis dengan berbagai macam lukisan

Tembok yang sudah dipecahkan dan dibuat jalan diberi penanda sebuah garis yang menunjukkan bahwa disitu pernah dibangun Tembok Berlin.


Penanda dulu dibangun Tembok Berlin


Catholic Catedral

Kami menyusui kota Berlin dan melewati katedral ini. Entahlah waktu itu aku aku foto aja. Di depan katedral ini ada banyak salju bertebaran padahal cuaca cerah dan salju belum mencair.
One of the famous catholic cathedrals in Berlin

Humboldt University

Katanya Humboldt University ini adalah kampus terkemuka dunia untuk sains pada abad 19 dan awal abad 20 karena terobosan besarnya pada bidang fisika dan ilmu pengetahuan lainnya. Di kampus Humboldt University ini tempat Albert Einstein, Karl Marx berkuliah.


Humboldt University, sekolahnya Einstein

Postdamer Platz

Postdamer Platz ini adalah Centre commercial sekaligus bioskop-bioskop yang terkenal. Biasanya di Postdamer Platz diselenggarakan Festival Film Internasional. Banyak artis dunia yang datang ke sini.


Terus kami jalan kaki sampai ke tempat ini. Aku nggak tahu namanya apa. Hehe.




Berliner Fernsehturm

Berliner Fernsehturm ini merupakan stasiun tivi sekaligus restoran di menara di Berlin timur. 



Weltzeituhr

Weltzeituhr ini adalah jam di seluruh dunia (Worldtime Clock) yang ada di Alexanderplatz, Berlin



Berakhirlah perjalanan di Berlin dengan suhu udara yang cukup dingin. Alhamdulillah. MaasyaAllah. Semoga kelak aku bisa datang kembali ke sini Aamiin.

Solo Travelling ke Koln

Aku hanya menginap semalam di apartemen Wonny. Setelah itu aku akan mengunjungi Koln atau Cologne dengan Bus.

Aku berangkat dari Berlin pagi. Aku bahkan hampir terlambat. Busnya mau jalan. Untung busnya mau berhenti. Pak sopir udah kesel tuh karena aku terlambat. Haha. Mereka sangat on time. Jadi jangan coba-coba telat di Jerman.

Lama perjalanan dari Berlin ke Koln (Cologne) 9 jam. Keesokannya, aku tiba di Koln atau Cologne, kota kecil di sebelah barat Jerman. Kota Koln ini cukup terkenal dengan jembatan dan gerejanya. Dan dari kota sanalah, kereta Thalyss ku akan berangkat ke Paris.

Setelah menitipkan tas ke loker, kemudian saatnya jalan2.

Keluar dari stasiunnya, ternyata gereja yang terkenal itu udah terlihat. Banyak turis foto2 di sana.

Termasuk aku yang mencari orang yang bisa buat motoin aku.



Hohenzollern Bridge yang penuh dengan gembok cinta seperti di paris :D

Rumah unikk warna warni, Martinsviertel dari kejauhan :D

Kota Cologne cukup kecil sih, jadi akunya muter2 juga pake jalan kaki aja. Capek sih, tapi ya lebih hemat daripada naik subway :D

Karena udah malem dan sepi tanpa modal Google Map seperti sekarang, dna hanya modal mengingat-ingat pas aku cari di internet pas di apartemen, aku cari hotel yang udah aku booking lewat internet. 

Aku sempat tersesat dan sempat tanya-tanya orang juga alamat hotelnya. 

Bagian ini yang membuatku khawatir. Apalagi aku hanya sendirian. Tanpa internet. Tanpa Google Map. Hanya modal alamat yang kucetak di kertas dan sedikit potongan peta kecil.

Akhirnya aku menemukan hotelku sekitar jam 8 malam. Lega sekali. Setelah konfirmasi ke bagian resepsionis. Aku pun masuk ke kamar yang ternyata bareng banyak orang.

Aku memang salah karena tidak teliti dengan deskripsi yang ada di internet. Aku ngambil kamar paling murah. Ternyata kamar itu tipe dorm alias asrama. Satu kamar untuk 8 kasur. Itu pun dicampur antara cewek dan cowok. 

Huff. Bayangkan shock-nya aku. Beruntung ada cewek juga. Yang sama-sama tidak saling kenal semua. Meskipun akhirnya kami berkenalan. Dan satu jam kemudian aku tidak ingat lagi nama-nama mereka. Aku memilih mandi dan tidur. Kamar mandi ada di dalam kamar dan kami gantian pakai kamar mandi. Nggak nyaman banget lah.

Besoknya bangun dengan rasa syukur karena beberapa orang sudah pergi duluan, tidak ada barang yang hilang, dan tubuhku masih utuh. Haha. Aku melanjutkan jalan-jalan di sekitar shopping centre, buat cari oleh2, ternyata ngga ada hanya toko barang branded. 

Ternyata aku beli oleh-oleh Koln justru di stasiun. Harganya lebih murah. 

Aku tidak mau terlambat masuk ke dalam kereta. Jadi aku membaca jadwal keberangkatan di papan informasi besar.  Ternyata masih cukup lama jadi aku mencari makan di stasiun yang cukup ramai itu.

Aku beli roti khas Jerman, Pretzel, yang dijual di stasiun. Rasanya? Hambar. Hahaha. Lidahku masih selera lidah roti Indonesia yang manis dan terasa menteganya.

Setelah itu, aku masuk ke dalam kereta. Beberapa orang sudah masuk ke dalam kereta. Perjalananku selamat sampai Gare du Nord meski ada kejadian mengerikan.

Sekilas travelling ke tiga negara Eropa

Setelah travelling ke negara perancis, belgia, belanda, dan jerman, negara Jerman lah yang TOP banget, mulai dari kedisiplinannya, bahkan kejujurannya. 

Di perancis, belgia, mau naik subway aja harus ada mesin tiketnya biar bisa masuk ke jalur keretanya. 

Kalo di Belanda, pake sistem Check in dan check out. Kalo mau masuk tram/subway harus check in. Kalo ada pemeriksaan bisa kena denda kalau tidal check in. 

Jangan lupa check out, karena harga transport yang kita naikin tergantung saat kita check out, kalau kita lupa check out, isi kartu transportnya bisa habis.

Kalo di Jerman lain lagi, mereka semua udah percaya bahwa yang naik kereta itu punya tiket. Kesadarannya tinggi banget, dan orang-orang juga ngga ada yang nakal atau mau curang ngga beli tiket, kata temen. 

Di stasiun kereta kita harus ngetap karcis sendiri. Ngga ada gerbang yang ditutup. Ngga ada tiket juga bisa masuk. Mau berbuat curang juga bisa tapi di sana orangnya jujur.

Contoh lagi saat nyebrang, di perancis, kalau tanda lampu hijau belum nyala, walaupun tidak ada mobil, orang2 tetep nyebrang, termasuk aku. 

Giliran di Jerman, saat lampu masih merah dan tidak ada mobil, akunya ngga sabaran, kok ngga nyebrang aja sih, kan ngga ada mobil. Tapi temenku nyantai aja nunggu sampai lampu warna hijau. Sampai akhirnya ada gerombolan turis perancis yang bilang ke temennya pake bahasa prancis, "Hey, ayo nyebrang, ini kan ngga ada mobil." tapi temennya ngga bergerak, masih noleh2 ke kanan ke kiri, sedangkan orang jerman yang lain pada diem. 

Akhirnya turis perancis tetap nyebrang, walopun masih merah, dan temennya yang lain bilang "Heeyy ini kan masih meraah" tapi akhirnya dia nyebrang juga. -____-

Aku nyebrang saat lampu bener2 hijau.

Voila ! sampai ketemu di cerita traveling selanjutnya :D

Semoga suatu saat bisa kembali ke negeri yang serba teratur dan jujur ini.

Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda

Follower