Kota Malang itu termasuk kota berhawa sejuk. Dulu awal tinggal di Malang, nggak kebayang kalau berenang di hawa yang seperti itu. Ternyata... emang ademmm (dingin) boowwkk... tapi ada juga sih kolam renang yang airnya hangat walaupun harganya cukup mahal, hehe. 

Nah, waktu diajak berenang ke Sengkaling, di Taman Rekreasi Tertua di Malang, kebayang bagaimana ademnya, jadinya saya nggak berenang, cukip dipinggir saja mengamati, hehe. Dan akhirnya saya menyesal, karena berasa di kolam renang pribadi, seeppiii. 

Pas diajak ke tempat wisata Kusuma Agro di Kota Batu, sekitar setengah jam dari Kota Malang, saya memutuskan ikut berenang dan membawa baju renang. Qodarullah, tante ada paket promo dari tempat wisatanys, jadinya bisa dapat murah. Harga normal 35rb dapat diskon 50%, juga beli 1 gratis 1.

Kusuma Agro ini selain tempat penginapan, kolam renang, ada juga wisata petik buah loh. 

Wisata Petik Buah Apel

Pas kesana pas weekend, yah jadilah antri banyak. Walaupun antri banyak, tapi tempat ini beersihhh. Begitu masuk disuguhi megahnya gunung Arjuno. Entah kenapa saya selalu terkesima dengan pemandangan gunung.

 
Pemandangan Gunung Arjuno

Begitu turun sudah terlihat banyak permainan di kolam renangnya. Wah, anak-anak kecil pasti senang banget. Kalau untuk melatih kemampuan berenang tempat ini kurang cocok. Walaupun ada kolam khusus setinggi 1,5 meteran, bisa buat berenang tapi tidak cukup besar. Dengan kondisi ramai seperti itu, yang ada malah nabrak orang, hehe.

Food court dan Musholla

Arena Bermain Anak

Kolam dengan air setinggi mata kaki orang dewasa

Walauoun banyak orang tetap kesan bersih



Waterboom yang bikin teriak-teriak

Kamar mandinya juga nyaman. Selain ruang untuk mandi, ada juga ruang khusus ganti baju.
Pintu keluar
Dari sisi kebersihan, tempat wisata ini bisa dibilang bersiihh, karena disediakan tempat sampah di beberapa titik. Ada gazebo-gazebo khusus pengunjung tapi harus bayar sebesar 50 ribu. Kalaupun tidak mau bayar, ada tempat duduk di pinggir-pinggir taman. 

Kalau dari airnya, walaupun kerasa mengandung kaporit, tapi airnya tidak kotor. Malah di bawah jembatannya ada petugas membawa jaring-jaring panjang untuk membersihkan kolam dari kotoran hewan, bungkus, daun yang terbawa angin. 


Dan pastinya airnya dingin ditambah hawa Kota Batu yang dinginnn jadilah sempat menggigil kalau naik dari air. Jadi kalau sudah di dalam air jangan sering-sering naik ke atas ya biar tidak dingin.

Ada satu yang membuat saya tidak sreg adalah penataan site nya. Waktu itu, ponakan saya mau minta dibelikan pop mie, Nah ada yang dekat dengan tempat duduk tanpa harus ke foodcourt. Tempatnya di atas kamar mandi, lantai dua menghadap ke Gunung Arjuno. Ternyata untuk naik ke atas harus lewat foodcourt dan melewati jembatan, tidak ada tangga langsung kesana. Alhasil nggak jadi beli disana, untung di foodcourt nya ada.

Selain foodcourt, musholla, dan kamar mandi, ada juga penyewaan baju renang disana juga penyewaan ban.

Setelah beberapa menit berenang, juga si kecil, saya memutuskan ganti baju, lagi-lagi khawatir kalau si anak masuk angin, hehe. Pulangnya kita melewati stand penjual souvenir khas Malang dan Batu. Yang banyak malah menjual hasil kebun.
Read More
Ini berenangnya udah lama sih baru sempet update sekarang. Nyobain tempat renang yang katanya murah di Kota Malang. Sebenarnya ada rasa khawatir sih, secara harga murah biasanya identik dengan tempatnya yang penuh sesak dan kotor. Apalagi ngajak bayi yang punya kulit sensitif. Yang namanya coba-coba sih ya, mana tau ternyata anak nggak apa-apa jadi besok kesana lagi. hehe.

Namanya Kolam Renang Senaputra. Sekarang disebutnya sih Brawijaya Edupark. Lokasinya di tengah-tengah Kota Malang di pinggir Sungai Brantas. Nggak jauh dari alun-alun bundar Kota Malang. Taman rekreasi ini sudah lama sekali loh, sejak tahun 1980an. Ditengah banyaknya pengembangan tempat wisata, mungkin tempat ini jarang menjadi destinasi wisata para wisatawan. Tapi karena lamanya tempat ini telah hadir di Kota Malang, tempat wisata ini selalu mengenang bagi para penduduk kota Malang saat. Dulu, tempat ini menjadi tujuan penduduk Kota Malang jika ingin berenang. Selain karena tempatnya yang murah, banyak pula arena bermainnya.

Sesampainya di sana, mobil sudah banyak memenuhi lahan parkir Senaputra di bawah pepohonan yang rimbun. Kelihatan sekali ciri khas tempat rekreasi yang sudah lama berdiri, bisa dilihat dari banyaknya pohon beringin yang berdiri gagah. 


Tiket masuknya 15.000 per orang sudah bisa berenang, kalau main di wahananya harus bayar lagi.

Kalau suami, sebelum berenang disuruh main-main dulu sampai puas, jadilah si ponakan-ponakan main bombom car dulu. Nunggunya juga lumayan lama soalnya antrinya lumayan banyak. Jadilah setelah main bombomcar langsung lanjut berenang.

Kincir angin

Awal masuk sudah disuguhi kantin 

Bombom car dan kincir angin mini

Taman yang kurang terawat. Bangunannya juga mulai roboh



Walaupun tempat ini banyak pengunjungnya karena bisa digunakan untuk berbagai macam acara (waktu itu acara lomba), sayang beberapa spot kurang begitu terawat dan terkesan kumuh. Taman dan beberapa bangunan dibiarkan hancur.

Saat memasuki tempat berenang, sudah banyak orang yang menggelar tikar di bawah pohon, sambil membawa makanan dari rumah. Kadang ada yang membuang sampah disana. Tempat menunggunya pun kotor. Kolam renang sudah dipenuhi dengan anak-anak samoai orang tua, walaupun yang banyak anak kecilnya. 

Saya, yang awalnya berniat berenang, setelah melihat pemandangan itu, langsung memutuskan untuk tidak berenang. "Lah, nunggu aja deh disini, mana bisa berenang kalo gini, jadinya berendam," sahutku pada suami. Jadinya saya nyuruh suami ngajak anak berenang. "jangan lama-lama ye," saya mengingatkan suami. Kasian si bayi kalau lama-lama belum lagi cuaca mendung mau hujan dan udara yang dingin.

Setelah beberapa menit, suami memberikan si bayi pada saya untuk dimandikan. Katanya gerimis. Walhasil, saya langsung menyiapkan perlengkapan mandi anak. Sampai di kamar mandi, harus antri. Yah, dari angka 1-10, saya kasih nilai 7 deh. Walaupun agak sempit, tapi lumayan bersih.

Nah, pulang-pulang dari sana, dagu dan perut saya gatal-gatal, meraaahhh bentol-bentol kayanya kena hewannn.. Maklum banyak pohonnya. Pulang-pulang pula anak saya mruntus-mruntus. Haha. Habis itu sepanjang perjalanan, saya menggaruk-garuk dagu dan perut saking gatalnya. 

Hemm... kalau kesana jangan pas weekend dehhh. 
Read More
Tidak pernah terkira bahwa Kota Malang sekarang jauh lebih ramai. Enam tahun lalu, destinasi wisata Kota Malang belum begitu banyak. Sekarang, pengembangan besar-besaran di sector pariwisata mampu membangkitkan pergerakan wisatawan ke Kota Malang.

Setiap hari libur Kota Malang akan selalu dipadati wisatawan dari luar kota. Jalanan-jalanan Kota Malang akan banyak dipadati kendaraan plat luar kota. Sebegitu besarnya daya tarik Malang hingga mampu menarik massa begitu besar tidak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri.  Sesekali terlihat bus pariwisata yang berisi penumpang dari luar negeri.

Jika orang-orang menyebutnya berwisata ke Malang, maka tentunya tidak terbatas oleh administratif Kota Malang saja, tapi juga Kota Batu dan Kabupaten Malang. Oleh karena itu, tiga wilayah administrative ini disebut Malang Raya. Dari tiga wilayah administrative itu, Kabupaten Malang memiliki luasan yang paling besar dan juga memiliki potensi pariwisata yang besar. Tentunya, tantangan dalam mengembangkan pariwisata juga besar. Buktinya, Pemerintah Kabupaten Malang mampu menghadapi tantangan-tantangan terlihat arus wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Malang.

MENGENALI POTENSI PENDUKUNG PARIWISATA

Banyak sekali tujuan wisata Kabupaten Malang yang menarik pengunjung, mulai dari wisata alam, bahari, agro, budaya, religi, sejarah, pendidikan, belanja, kuliner, dan buatan. Tujuan wisata yang paling banyak menarik turis asing adalah kawasan Bromo-Tengger-Semeru. Selain itu, wisata bahari dan alam juga banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik, seperti pantai, sumber mata air dan air terjun.

Kondisi Pantai Di Malang Selatan yang Bersih (foto pribadi)

Setiap obyek wisata memiliki karakteristik tertentu. Misalnya saja Pantai Balekambang yang memiliki pulau kecil seperti yang ada di Tanah Lot Bali. Pantai Banyu Anjlok yang memiliki air terjun di pinggir pantai. Pantai Tiga Warna yang memiliki tiga warna laut yang berbeda. Pantai Sendang Biru sebagai pintu masuk menuju Pulau Sempu yang unik. Ataupun Coban Pelangi kalau lagi beruntung bisa melihat pelangi di air terjunnya. Air Terjun Sumber Pitu dimana kita bisa melihat banyak sekali air terjun yang keluar dari tebing-tebingnya. Masih banyak obyek wisata lainnya dengan keunikan masing-masing.

Sayangnya, akses menuju ke beberapa tempat wisata itu yang masih terbatas, masih ada yang belum dikelola dengan baik, lokasi tersembunyi, jalan tidak layak, bahkan tak jarang pengunjung harus memacu adrenalin untuk mencapai tempat wisata tersebut. Bagi sebagian orang, tepatnya sebagian mahasiswa, menganggap bahwa kondisi seperti itu yang dicari karena keseruannya, masih alami dan memacu adrenalin.

Menurut Data BPS Kabupaten Malang, jumlah obyek wisata yang ada di Kabupaten Malang sebanyak 69 obyek wisata dimana yang terbanyak wisata pemandian dan pantai. Banyaknya obyek wisata yang penuh daya tarik itu menjadi tantangan bagi pemerintah setempat untuk mengelolanya. Kondisi geografis yang berada di wilayah ketinggian atau pegunungan dan pantai merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan. 

Potensi lainnya yang mendukung dalam pengembangan pariwisata dan menarik wisatawan adalah transportasi, perhotelan, perdagangan dan jasa yang sudah tersedia. 

Tidak hanya itu, banyaknya perguruan tinggi di Kota Malang secara tidak langsung memberi potensi dalam mendukung pengembangan pariwisata. Banyaknya mahasiswa di Malang Raya mampu menjadi promotor wisata secara tidak langsung kepada masyarakat luas karena mahasiswa-mahasiswa ini banyak yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ditambah lagi dengan perkembangan media sosial, hampir tidak mungkin para mahasiswa ini tidak memamerkan hasil potretnya dari tempat wisata yang sudah dikunjungi.

PENCAPAIAN KINERJA PEMERINTAH DALAM SEKTOR PARIWISATA

Target Bina Kelompok Seni Budaya Lokal Gagal

Di Kabupaten Malang, pengembangan pariwisata ditujukan pada tiga sasaran. Hanya satu sasaran yang tidak sesuai target yaitu peningkatan pemberdayaan seni budaya lokal di tahun 2015 hanya tercapai 22%. Pada target ini, beberapa kelompok seni budaya lokal dibina dan diharapkan dapat terus terjaga dan dapat berprestasi. Sayangnya realisasinya kurang dari target yang diharapkan karena terbatasnya anggaran dan penghapusan dana hibah dari pusat untuk pemberdayaan seni budaya.

Tabel Laporan Kinerja Disbudpar Kabupaten Malang 2015
Kedepannya, pemerintah membatasi kelompok seni budaya lokal yang dibina sehingga pelaksanaan program bisa optimal.

Sosialisasi POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata)

Kegiatan ini merupakan bagian dari community development dalam bidang pariwisata. Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan pariwisata untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata. Selain itu dilakukan pembinaan kepada pengelola tempat wisata.

Kunjungan Wisatawan Melebihi Target

Di tahun 2015, data BPS Kabupaten Malang menyebutkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Malang sekitar 3,5 juta wisatawan domestik dan sekitar 99 ribu wisatawan asing. kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sebesa 3,6 juta wisatawan. Angka tersebut mengalami peningkatan. Jika dibandingkan tahun sebelumnya kenaikannya sebanyak 400an wisatawan atau naik sekitar 11 persen. Peningkatan ini sebagai wujud efektivitas promosi pariwisata. 

Grafik Perkembangan Kunjungan Wisatawan Ke Kabupaten Malang 2010-2015 (BPS Kabupaten Malang)

Bahkan jumlah wisatawan tahun 2015 melebihi target yang ditetapkan. Ini bisa menjadi kabar baik atau bisa menjadi bumerang bagi pemerintah ataupun masyarakat sekitar. Jika kapasitas tempat wisata tidak dapat menampung kelebihan wisatawan justru menimbulkan kerugian dari sisi lingkungan misalnya rusaknya lingkungan lokasi wisata. 

Efisiensi Pemasaran Pariwisata

Pemerintah Kabupaten Malang mengikuti pameran-pameran yang terkait pemasaran pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Misalnya mengikuti pameran Majapahit Travel Fair, pameran seni dan kopi, gathering pelaku usaha pariwisata, pameran pariwisata di Hongkong, branding pariwisata Kabupaten Malang (five paradise), dan singhasari magnificent. 

Menurut Disbudpar, tingkat efisiensi promosi wisata terhadap kunjungan wisatawan sebesar 11 %, paling tinggi diantara sasaran strategis lainnya.

Tingkat Efisiensi Sasaran Strategis Pariwisata Kabupaten Malang
Pemasaran pariwisata yang juga efektif adalah keterlibatan mahasiswa dalam penyebaran informasi melalui media sosial, dan melalui blog. Dengan begitu, pengunjung bisa menjadi promotor pariwisata secara tidak langsung.

Perbaikan Infrastruktur Jalan Raya

Infrastruktur ini penting dalam memajukan bidang pariwisata. Pemerintah Kabupaten Malang telah membangun Jalan Lingkar Selatan yang berdampak pada arus pengunjung yang datang ke pantai di selatan Malang ataupun Jawa Timur.

Dulunya jalur ini hanya jalan tanah. Di tahun 2016, kondisi jalan sudah bagus sehingga memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang melewatinya.
Sumber: harrysantosa.blogspot.co.id, dowith-passion.blogspot.co.id, verzamalang.wordpress.co.id, posinfojatim.blogspot.co.id


EFEK MULTIPLIER SEBAGAI NILAI MANFAAT

Efek multiplier atas pencapaian pengembangan pariwisata mampu meningkatkan perekonomian daerah juga menumbuhkan kegiatan di sektor baru.

Masyarakat Lokal
Yang paling terkena efeknya secara langsung adalah masyarakat lokal. Ekonomi masyarakat lokal akan terbantu karena banyak yang membuka usaha toko atau warung makan di sekitar obyek wisata.

Investor
Banyak investor yang mulai tertarik mengembangkan usahanya di selatan Kabupaten Malang dalam bidang perhotelan, perdagangan dan jasa.

Invisible export
Artinya sektor ini tanpa perlu ekspor barang tetap bisa menghasilkan devisa. Artinya secara tidak langsung devisa akan datang karena kunjungan wisatawan mancanegara. Wisatawan itu akan menukar uangnya ke dalam rupiah kemudian membeli souvenir, menggunakan jasa transportasi, penginapan dan biaya konsumsi. Seperti yang dijelaskan Yoeti (2008), semakin banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung akan memberi dampak bagi peningkatan perputaran uang di negara kita.

Destinasi wisata yang selama ini yang cukup mampu menjadi invisible export adalah Bromo-Tengger-Semeru. Cukup banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Obyek Destinasi Tujuan Wisata (ODTW) tersebut. Kawasan ini menjadi daya tarik pengunjung selain karena aktivitas vulkanik, lautan pasir, tapi juga adat istiadat yang masih kental. Belum lagi bangunan Pura yang berada di lautan pasir.

Gunung Bromo dibalik Gunung Batok (foto pribadi)

Harga tiket yang berpuluh kali lipat untuk wisatawan mancanegara telah menjadi kontribusi buat pembangunan Indonesia, walaupun ini terlihat diskriminatif jika dibandingkan tiket pengunjung domestik. Untungnya turis ini bersedia membayar lebih karena wisata Bromo-Tengger-Semeru memang punya pesona yang besar bagi turis asing. 

Menyoroti harga tiket bagi turis asing, penting untuk dipertimbangkan bahwa destinasi-destinasi wisata yang tidak terlihat menarik di mata turis asing tidak perlu harga tiket yang terlampau jauh. Bisa-bisa mereka tidak akan mengunjungi destinasi wisata itu. Kecuali jika memang di tempat wisata tertentu ingin membatasi jumlah wisatawan asing untuk menjaga kenyamanan masyarakat dan budaya lokal. Maka memang seharusnya penentuan harga tiket tempat wisata untuk wisatawan mancanegara bisa disesuaikan dengan daya tarik mereka dan kesiapan masyarakat setempat dalam menerima turis asing.


GOVERNMENT PUBLIC RELATIONS DALAM WUJUD APLIKASI

Kinerja pemerintah daerah yang baik itu memang tidak semua sampai ke telinga kita. Kurangnya akses informasi untuk masyarakat masih menjadi kendala utama dalam penerapan Government Public Relation (GPR) berperan penting dalam pemberitaan program pemerintah dan pencapaiannya. Beberapa lama ini, pemerintah meluncurkan Narasi Tunggal untuk di kalangan Kementerian/ Lembaga. Implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015. Aplikasi Narasi Tunggal yang dipasang di website Kementerian/ Lembaga menjelaskan kinerja pemerintah dan pencapaian program yang telah dilakukan.

Sayangnya, GPR yang diwujudkan dalam Narasi Tunggal itu tidak diketahui masyarakat luas secara keseluruhan. Selain itu, kendala birokarasi membuat sulitnya pelaksanaan widget ini di website masing-masing instansi. Alangkah baiknya jika Widget Narasi Tunggal ini juga bisa diaplikasikan dengan mudah ke dalam blog tidak hanya dilingkup kementerian/lembaga.

Aplikasi GPR pada Website Kominfo (sebelah kanan website)

Belum lagi perkembangan berita yang terkadang memiliki konten negatif dapat membuat reputasi lembaga jelek. Itu kenapa diharapkan dari GPR dalam Narasi Tunggal dapat menjadi diseminasi informasi yang tersebar di media sosial.

Diseminasi Informasi oleh Para Blogger

Diseminasi informasi tidak hanya dilakukan oleh kementerian atau lembaga, sebagai blogger tulisannya juga bisa memberi informasi, mengarahkan kelompok target sehingga kelompok tersebut mau memanfaatkan informasi yang diterima. Tentunya, pengarahan secara tertulis tetap dilakukan dengan santun dan faktual sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

Jika informasi di media sosial yang terkadang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan menggiring masyarakat di kelompok tertentu, maka blogger disini menjadi penetral atau berperan sebagai penghubung lidah dari masyarakat kepada pemerintah ataupun sebaliknya. Blogger harus menulis yang sesuai dengan fakta kemudian mengkritisi fenomena yang terjadi dalam masyarakat yang kemudian diuraikan dalam tulisan untuk memberikan feedback bagi pemerintah.




Sumber Pustaka:

BPS. 2016. Kabupaten Malang dalam Angka 2015. Malang : Badan Pusat Statistik.
Glasson, John. 1990. Pengantar Perencanaan Regional (An Introduction to Regional
Planing). terjemahan Paul Sitohang. Jakarta. FE-UI
Laporan Kinerja DIsbudpar Kabupaten Malang 2015

Oka A. Yoeti (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta. PT Pradnya paramita.
Read More
Perjalananku bisa renang itu tidak cepat, padahal kalau tahu teorinya, sekali pertemuan pun sudah bisa renang, ahasek. Bisa renang dalam terminologi seorang Lita bukan seperti kaya perenang pro loh ya. Hehe.

Teringat masa kecilku yang suka sekali dengan renang. Tiap bulan setidaknya ada kali satu kali berenang. Makanya kecil dulu kulitku sampai hitam, sekarang pun juga.hehe..


Langkah-Langkah Agar Bisa Berenang


1. Pegangan pinggir kolam

Hal ini sering banget aku lakuin. Memegang besi di pinggir kolam terus kaki terayun-ayun, anggap saja seperti berenang, tapi tangan tetap pegangan, dan kepala kadang masih diatas permukaan air kadang di dalam permukaan air sambil menahan napas.

2. Memakai papan pelampung selancar

Cara lainnya adalah berenang mendorong badan dengan mengayun-ngayunkan kaki tapi tangan memegang papan selancar air untuk latihan renang. Diulangi terus saja. Jangan lupa, kepala juga sering dimasukkan ke dalam air untuk latihan pernapasan, terus kalau nafas sudah mau habis yang diangkat lagi ke permukaan. Hehe. 

3. Rutin latihan

Langkah-langkah seperti ini memang nggak bisa sekali renang langsung bisa. Memang ada tahap-tahapnya. Jadi rutin latihan memang wajib dilakukan.

4. Memperhatikan cara berenang orang lain

Nah, ini nih yang bikin aku termotivasi pengen segera bisa renang di kedalaman berapa pun. Aku suka sekali loh berdiri di pinggiran kolam, bahkan di pojokan kolam yang tidak dalam hanya untuk memperhatikan orang-orang yang bisa berenang. Aku perhatikan gerakan tangan mereka, kaki mereka, dan mengambil nafas.

Akhirnya.....

Sampai akhirnya akhir kelas 3 SMP aku merasa sudah hampir bisa berenang. Belum bisa bener sih ya. Dalam artian aku sudah bisa mengapung dan mendorong badanku, menggerakkan tangan dan kaki walaupun tidak lama.

Lah sayangnya, setelah itu aku masuk sekolah asrama dan selama tiga tahun tidak pernah berenang lagi. Sedih deh. Baru bisa berenang lagi setelah aku kuliah bareng teman-teman kos. Itupun disempatkan berenang. Dan ternyata bermodal ingatan saat menjelang SMP, aku bisa berenang walaupun masih jarak pendek sekali dan walaupun belum menguasai berbagai gaya. Asal gerak aja gitu.

Berjalannya waktu, ternyata gaya renangku SALAH BESAR!! mix banget antara gaya dada dan gaya bebas. Jadi, tangan itu pake gaya dada, kaki pake gaya bebas. Haha. Kebayang kan gimana reaksi orang-orang kalau liat gaya mix-ku. Aku ngakak deh. 

Well, oke. Terlepas dari salahnya gaya yang aku lakukan. Yang sekarang sudah lebih baik dan benar. Ternyata ada kunci utama yang paling cepat agar bisa berenang. Teori ini aku dapatin dari adik ipar yang memintaku untuk mengajarkannya berenang (Loh? Nggak kebalik?). Padahal aku nggak jago loh, pernah salah gaya pulak! 

Dia diajarkan oleh temannya, kemudian adik iparku mempraktekkannya ternyata berhasil. Akhirnya aku berikan teorinya ke suami sendiri terus dipraktekkan sendiri waktu renang di Taman Rekreasi Sengkaling, ternyata BERHASIL! Satu kali pertemuan aja loh. Mau tahu?

KUNCI UTAMA BIAR CEPAT BISA BERENANG


Yup. Teorinya sudah sedikit aku singgung sebelumnya. Tanpa perlu bertahun-tahun seperti yang aku lakukan masa kecil dulu. Kunci utamanya adalaahhhhh....

"Mengapung"

Yaelaahh, kalau itu mah semua orang juga tahu kalau berenang harus bisa mengapung! Capek deh! 
Tunggu dulu. Ada pertanyaan lain.

Terus caranya biar mengapung gimana?
Aku cuma bilang "berlagaklah seperti orang mati" artinya badanmu lemas semua. Praktekkan di kolam sedalam 1 meter yak. 

Tarik napas sedalam-dalamnya. Tahan napas. Lipat kaki. Biarkan badanmu lemas, berlagaklah seperti orang mati. Biarkan air yang menenggelamkan badanmu sampai akhirnya badanmu terangkat lagi ke atas seperti melayang mengapung. 

Suami praktek seperti itu memang berkali-kali baru bisa mengapung. Tapi memang setelah bisa mengapung baru deh belajar gaya-gaya renang dan latihan pernapasan. Kalau sudah bisa mengapung, gampang sekali bisa belajar gaya renang. Coba deh dipraktekkan. Kalau udah bisa mengapung, lihat cara orang-orang yang udah jago berenang ya atau lihat video gayanya pas dirumah. Kalau aku udah tahu teori ini dari dulu, mungkin dari dulu juga aku mahir renang tanpa harus salah gaya. Wkakak.
Kalau udah berhasil bisa kabari yak! ;-)
Read More
Weekend itu saatnya liburan setelah seminggu berkutat di kantor ataupun pekerjaan rumah. Akhirnyaa weekend, sudah sebulan lalu, diputuskan berenang di Taman Rekreasi Sengkaling.

Sengkaling itu sebenarnya nama dusun di kelurahan Mulyoagung, kecamatan Dau, Kota Batu, tapi lebih dikenal karena rekreasinya. Taman rekreasi ini memang sudah sangat lama, berdiri sejak tahun 1975. Salah satu tempat rekreasi tertua di Kota Malang.

Sempat kepikiran pasti nggak keurus deh, apalagi sekarang tempat wisata di Kota Batu banyak sekali. Kalau orang dari luar kota mungkin memilih tempat wisata lain. Ternyata kondisinya tidak seperti yang aku bayangkan.


Setelah di renovasi, dari luar Taman Rekreasi Sengkaling terlihat lebih apik. Begitu masuk parkirannya yang luas, kita disambut dengan angin sepoi-sepoi dan sejuknya hawa Kota Batu. Banyak ruko yang menjual hasil karya lokal dan stand wisata kuliner di parkirannya.

Oiya, kalau mau nikahan, bisa juga loh sewa gedung di Taman Sengkaling. Pas lagi kesana, pas banget ada yang mantenan. Gedungnya di samping pintu masuk, yang gambar kapal selam (foto diatas).

Biaya masuknya 25.000 udah bisa renang di kolam Tirta, tapi kalau mau tiket terusan harganya 50.000 sudah termasuk tiket masuk utama, kolam renang tirta, bumper boat, theatre 4D, joyland, perahu naga, kiddy train, kolam primitif (di foto tulisannya waterboom). Tapi kami memilih 25.000 saja udah bisa renang di kolam Tirta.

Begitu masuk kita akan melihat dari ketinggian kapal pesiar dan kolam renang Tirta Alam. Kolam Renang Pesona Primitif ini mirip waterboom, seinget saya tidak ada plusutan yang berputar-putar itu. Sayangnya, untuk berenang di kolam itu harus bayar lagi 13rb. 


Sebelum berenang, kita memutuskan untuk eksplorasi tempat wisatanya. Dan ternyata tempatnya itu luaassss... untuk ukuran badanku yang harus gendong bayi ya cukup melelahkan. Setelah menelusuri mbah gugel ternyata luasnya kurang lebih 9 hektar. Pfiuh..Belum lagi medan arena yang naik turun karena mengikuti topografi daerah Batu.

Kita melihat kolam gurita, tempat bermain suami masa kecil dulu, yang ternyata sekarang sudah tidak berfungsi lagi. Airnya sedikit dan kotor karena banyak daun berjatuhan.

Setelah itu, aku dan rombongan istirahat di taman yang ada patung-patung kuda, ayunan, dan roda berputar. Pohon yang rimbun membuat pengunjung nyaman. Di sekitar situ, ada kantin, bombom car, teater 4D, kemudian aku mencoba berkeliling, tempat wisatanya dibelah oleh sungai Brantas. dan rasanya tidak sanggup melewati jembatan hanya untuk berkeliling menikmati taman rekreasinya. 


Foto dibawah ini diambil dari seberang sungai, tidak menyeberang. Ada kapal hantu, bisa ditebak sih, kalau masuk ke kapalnya seperti amsuk di rumah hantu yang ditakut-takutin. Ada juga joyland semacam ruangan yang berisi permainan.

Karena sudah siang, kita akhirnya makan di kantinnya. Harga standar sih, untuk soto harga 15rb dan gado-gado 10rb. Kalau dibandingkan dengan gado-gado di dekat rumah ya emang lebih mahal 3rb, hehehehe)


Setelah capek puter-puter, kita langsung menuju ke kolam renang. Untuk ukuran tempat rekreasi, di hari minggu pengunjung sangat sepi. Waktu itu kita berenang jam dua siang, bisa dibilang kolam renang privat sakingnya yang berenang cuma, suami, anak dan dua ponakan. Airnya juga cukup bersih. Agak sorean tiga sampai empat pengunjung banyak yang datang berenang. Masih terbilang sepi sih soalnya sampe bisa ngajarin suami berenang dan berhasil! Ceritanya menyusul yak. 

Kamar mandi juga cukup bersih dan pastinya tidak ada air hangatnya. Musholla nya ada dua di dalam dan di luar. Kalau aku lebih suka yang di dalam. Lebih bersih dan lebih nyaman.
Read More
Setelah mengikuti open recruitment Forum Lingkar Pena (FLP), saya merasa excited karena bisa bergabung dengan organisasi kepenulisan islam yang terbesar di dunia. Sejak sekolah menengah, saya sering sekali membaca karya-karya anggota Forum Lingkar Pena, terutama karya Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Pipiet Senja, dan lain-lain. Karya-karya yang tidak hanya menghibur pembaca tetapi juga menjadi media dakwah. Sejak mengenal karya-karya anggota FLP, saya jadi terinspirasi untuk menulis. Bahkan saya pernah menulis cerita di buku tulis saat masih SMP dengan tulisan jelek penuh coretan tak menarik untuk dibaca. Jangan ditanya buku itu dimana? Karena pasti sudah dibuang. Kalaupun masih ada, saya tak akan mau membacanya dan tak mengijinkan siapapun untuk membacanya.

Banyak Belajar dari Bedah Karya

Dari organisasi itulah saya banyak belajar dalam menulis karya fiksi. Sesuatu hal yang sulit bagi karena harus merubah cara berpikir dan menumpahkan ide yang dulunya adalah non-fiksi menjadi fiksi. Otak ini terbiasa menulis dengan sesuatu yang berlogika, berstruktur, beralasan, nyata, sains, dan penuh data. Pada akhirnya, saya berhadapan dengan karya yang terkadang penuh daya khayal tinggi dan bersifat surealis yang tidak bisa diterima dengan otak saya.

Awal pertemuan saya tidak percaya diri. Saya melihat karya-karya anggota baru cukup bagus. Karya mereka benar-benar bersinggungan dengan sastra. Saya sendiri tidak pernah menulis sastra disuruh menulis sastra dan dibedah. Bagaimana jadinya? Hasilnya saya geli sendiri membaca karya saya. Benar-benar kaku!

Bedah karya tiap minggu memberi saya kesempatan berkenalan dengan senior-senior yang memang jago dalam kepenulisan fiksi. Pengetahuan mereka yang luas membuat saya terkadang harus mencatat nama-nama sastrawan dunia yang tidak pernah saya dengar sebelumnya. Dari mereka, akhirnya pengetahuan sastrawan terkenal dunia jadi bertambah seperti Charles Dickens, Jane Austen, Tolstoy, Rudyard Kipling, dan lain-lain.


Keseruan Bedah Karya

FLP saat jaga stand Pameran di Perpustakaan Kota Malang

Dari mereka pula, saya sedikit-sedikit paham bagaimana teknik menulis fiksi dari karya sastrawan-sastrawan terkenal. Walaupun saat praktek, justru hasil coretan tangan ini tidak seindah para sastrawan itu. Beda sekali saat menulis non-fiksi. Otak kanan benar-benar diasah.

Bahkan saat saya mengalami writer's block dan menyerahkan hasil karya fiksi saya. Mereka memberikan ide-ide yang cemerlang, dari ide realis juga ide surealis. Sayangnya, otak saya belum bisa menerima ide-ide surealis.

Kritik dan saran saat bedah karya memberikan kepercayaan diri saya untuk mengikuti banyak lomba menulis dan mengirimkan tulisan fiksi ke media massa.

Ukhuwah Islamiyah

Senangnya saat bertemu teman baru dengan keunikan masing-masing. Persaudaraan seiman terjalin dan terasa menyenangkan saat saling mengingat diri untuk ibadah kepadaNya. Walaupun perkenalan kami belum lama, saya kadang terharu saat-saat mungkin waktu baru lahir terkena baby blues syndrome, teman FLP datang untuk menghibur. Thx mbak wul, teteh siro, mba zie, afifah, mmuach!


Seft Method

Tak bisa dipungkiri saat pertemuan bedah karya selalu ada cerita yang dibahas di luar materi. Ngga selalu gosip kali ye,... salah satunya adalah metode seft yang saya dapatkan dari Mbak Wulan. Metode yang mengajarkan keikhlasan dan kepasrahan terhadap perasaan-perasaan yang timbul. Eh, bener ya, Mbak ? Hehe.. Saya lupa tepatnya kapan pertama kali Mbak Wulan mengajarkan metode ini.

Lagi marah? Sedih? Kecewa? Deg-degan? nggak tenang? Sakit hati? Sampai penasaran dengan barang yang lupa ditaruh? Coba aja deh seft method ini. Lakukan dengan penuh konsentrasi yak! Insyallah selalu ada aja nemu jalannya.

Motivasi untuk terus aktif

Notifikasi obrolan di whatsapp dan grup Facebook membuat saya tersadar bahwa banyak sekali para pejuang FLP yang terus semangat menulis dan telah menghasilkan karya. Mereka menularkan semangat untuk terus menulis, membaca, dan berpikir. Tidak saja membaca teori tapi juga praktek. Atau praktek tanpa teori juga susah.

Partner Bisnis

Di FLP jugalah saya menemukan partner bisnis. Memang pada awalnya ingin berbisnis, tapi belum tahu berbisnis apa. Kebetulan Mbak Zie yang sedang S2 membutuhkan rekan untuk membantu pengembangan bisnis Pusat Flanel-nya. Akhirnya saya menawarkan diri untuk bergabung dan menyibukkan diri dengan usaha ini.


Bisa Belajar Bahasa Arab

Nggak cuma itu, saya juga menemukan guru untuk belajar bahasa Arab. Alhamdulillah, walau cuma sebentar jadi murid tapi saya bisa jadi guru cukup lama untuk keponakan saya saat akan ujian bahasa Arab di sekolahnya. Sayangnya, guru saya harus kembali ke kampung halaman setelah menyelesaikan sekolah pascasarjananya.

Bisa belajar Bahasa Arab juga


Alhamdulillah, berkat berkecimpung di FLP, satu karya antologi sudah terbit (Jodoh Pasti Bertamu, Penerbit Indiva) dan menjadi pemenang kompetisi blog Good News From Indonesia. Semoga selanjutnya bisa berkarya lebih berkualitas lagi.

Begitulah dua tahunku bersama FLP yang telah memberikan kesan mendalam dan pembelajaran tidak hanya di dunia penulisan tapi juga kehidupan sehari-hari yang insyallah menjadi keberkahan buat kedepannya. 

Setelah mengenal FLP, aku jadi bisa apa? insyallah aku bisa "nulissss"...hehehe


Read More

Follower