Kursus Gratis Public Speaking di QuBisa dan Karir Penulis

18 comments



Benarlah rupanya apa yang dikatakan oleh Sidney Sheldon. Kematian adalah ketakutan pertama yang dimiliki manusia dan public speaking adalah yang pertama. Haha. Bagiku itu adalah lelucon yang memang benar. Aku mengalami ketakutan itu ketika harus berbicara didepan publik.

Tepatnya, ketakutan yang harus dihadapi. Bukan sesuatu yang harus dihindari.

Sekitar dua tahun lalu, setelah aku dinyatakan lolos jadi penulis emerging writer Ubud Writers and Readers Festival, aku harus tampil di muka umum beberapa sesi. Pengalaman menjadi speaker di UWRF itu yang membuatku merasa keringat dingin beberapa hari menjelang event.

Alasan pertama yang membuat aku grogi tampil di depan umum saat event UWRF 2019 adalah aku sudah tidak pernah lagi presentasi di depan publik setelah enam tahun lamanya. Sudah cukup lama bukan? Dulu, tampil di depan publik adalah hal yang biasa meski kadang ada deg-degan juga. Setelah tidak bekerja, public speaking seperti hal yang menakutkan buatku. Aku takut salah ngomong, takut banyak kata-kata yang hilang sehingga aku banyak terdiam. Takut begini begitu. Pokoknya serba takut.

Alasan kedua adalah audiens yang hadir tak hanya orang Indonesia tapi juga orang luar negeri. Karena UWRF adalah event literasi internasional, audiens yang datang kebanyakan adalah penulis, wartawan atau ilustrator dalam dan luar negeri ataupun partisipan yang memang fokus di dunia kepenulisan. Meskipun ada penerjemah khusus tapi aku tetap merasa grogi kalau saja aku salah berbicara. 

Alasan ketiga adalah pengalaman pertama mengisi workshop UWRF SENDIRIAN yang bikin pengen salto. Yes. Jadi ada satu sesi khusus workshop yang harus aku isi tanpa pasangan dan tanpa moderator. Jadi emang formatnya santai tapi aku aja yang ngebawainnya nggak santai.

Sebagai pemateri workshop untuk menulis cerita anak jelas membuatku grogi. Lah wong mengisi workshop kepenulisan saja belum pernah. Ini malah di depan anak-anak yang ternyata para anak-anak bule. Kalaupun anak Indonesia mereka kebanyakan ngomong bahasa Inggris. Alamak. Parahnya lagi, mungkin karena kurang komunikasi sama panitia ternyata untuk sesi workshop itu aku tidak didampingi penerjemah. Jadi memang sesi-sesi tertentu saja yang pakai penerjemah. Lah akhirnya aku harus persentasi pakai bahasa inggris. Tepokjidat beneran. Beruntung memang slide ku bahasa Inggris jadi aku tinggal baca dan mengembangkan sedikit saja. Beberapa volunteer membantuku menerjemahkan kata yang aku tidak tahu. Memang benar ya kalau tanpa persiapan itu hasilnya memang kurang maksimal.

Dan masyallah aku nggak pernah kebayang sih. Benar-benar jauh dari bayanganku bisa diminta menjadi pemateri dalam workshop kepenulisan. Setelah selesai event UWRF itu, aku di ‘lamar’ untuk menjadi pemateri dalam pelatihan kepenulisan. Beruntung sih karena di masa pandemi ini aku nggak perlu keluar kota untuk mengisi materi. Jadi aku mengisi materi lewat Zoom atau pun media sosial seperti Instagram. Meskipun hanya ngomong di depan layar tetap saja aku merasa grogi saat harus berbicara lewat zoom atau Instagram yang dihadiri banyak orang.

Terakhir sekitar dua bulan lalu aku masih mengisi materi kepenulisan bersama FLP Tuban lewat zoom. Apakah aku grogi? Ya. Apalagi kalau banyak suara-suara mengganggu di belakang. Konsentrasiku langsung buyar. Setelah dievaluasi dengan mendengarkan siaran ulang hasil berbicara di depan publik, banyak sekali kekurangan-kekuranganku sebagai pembicara.

Tapi, hanya satu cara mengatasi ketakutan berbicara di depan publik yaitu melawan rasa grogi itu. Mau tidak mau aku harus melawan ketakutan itu.

Pentingnya public speaking bagi penulis

Memangnya apa pentingnya seorang penulis harus bisa public speaking? Apakah bisa mendukung karir seseorang? Berdasarkan pengalaman mengikuti UWRF hingga hari kelima aku pikir seorang penulis itu penting memiliki kemampuan public speaking

Menjadi penulis tidak hanya dituntut jago menulis tapi penulis juga harus bisa berbicara di depan publik karena penulis juga biasa diundang menjadi narasumber pelatihan kepenulisan di berbagai tempat.

Ketika seorang penulis harus melakukan bedah buku karyanya sendiri maka penulis harus bisa memberikan informasi mengenai bukunya tersebut. Penulis juga harus persuasif sehingga bisa membuat audiens tertarik membeli bukunya. Penulis juga harus motivatif sehingga audiens yang memiliki minat menulis akan terdorong untuk menulis. Oleh karena itulah, meningkatkan kemampuan public speaking sangat penting bagi pengembangan karir seorang penulis. Berikut alasan penulis harus meningkatkan kemampuan public speaking:

Memberi kesempatan menjadi narasumber

Penulis tidak hanya bekerja di atas kertas atau di depan laptop. Suatu waktu penulis juga diundang untuk menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan kepenulisan. Mau tidak mau seorang penulis harus keluar dari sarangnya. Tidak lagi bekerja di atas kertas atau di depan laptop tapi juga di depan audiens. Kemampuan public speaking yang baik bagi penulis ini merupakan kesempatan agar makin dikenal oleh banyak orang. Tentu akan mempengaruhi karir penulis ke depannya.

Meningkatkan personal branding

Melatih kemampuan public speaking seorang penulis dengan menjadi narasumber pelatihan merupakan salah satu cara meningkatkan personal branding penulis. Jika citra seorang penulis sudah dikenal masyarakat luas maka kegiatan promosi karya pun akan lebih mudah. Dengan begitu karir penulis pun bisa semakin maju. Jika tidak menjadi narasumber di berbagai pelatihan, penulis bisa saja memberikan materinya lewat video Youtube sehingga ketika diundang menjadi narasumber tidak begitu kaget. Pemanfaatan media sosial seperti Youtube untuk memberikan materi kepenulisan juga merupakan salah satu cara meningkatkan personal branding seorang penulis.

Menambah kepercayaan diri

Semakin sering berbicara di depan umum maka semakin menambah kepercayaan diri seseorang. Kepercayaan diri ini penting untuk penulis di banyak kondisi. Tidak hanya saat menjadi narasumber seperti jika berjumpa dengan relasi baru yang memungkinkan untuk diajak kerja sama.

Memperluas jangkauan karir penulis

Penulis yang sering diundang menjadi narasumber maka semakin banyak orang yang akan mengenalinya sehingga jangkauan karir penulis semakin besar. Penulis akan memiliki banyak relasi dari hasil kemampuan public speaking yang sudah dilatih. Orang akan merasa senang berbicara dengan orang yang memiliki kemampuan public speaking yang baik.

Mempermudah promosi karya

Menjadi seorang penulis pemula tidak mudah untuk promosi karya lewat media sosial sekalipun. Karena penulis pemula belum memiliki fans based yang ajeg- sepertiku- sehingga perlu usaha yang besar untuk promosi karya.

Jika penulis bisa meningkatkan kemampuan public speaking maka penulis akan dikenal banyak orang. Salah satu dampaknya adalah media sosial penulis akan banyak diikuti orang. Kita tahu sendiri di zaman digital sekarang promosi karya sudah banyak di media sosial apalagi kalau kalau sudah punya fans base.

Tuh ternyata penting banget kan meningkatkan kemampuan public speaking untuk penulis. Meski karir penulis hanya berkutat dengan laptop dan kertas tapi kemampuan public speaking harus dilatih. Kan penulis juga harus berpikir positif bahwa penulis akan diundang ke berbagai acara untuk menjadi pembicara dalam pelatihan kepenulisan. Hehe.


Mencari Kursus Online Gratis

Akhir Oktober 2021 ini insyallah aku diminta lagu mengisi materi kepenulisan bersama FLP Jember. Aku nggak mau kesalahan-kesalahanku kembali terjadi. Bagi sebagian orang memang terasa gampang, tapi bagiku seorang ibu-ibu yang tidak bekerja dan sering berbicara sama anak adalah bukan hal biasa. Jadi aku perlu meningkatkan kemampuan upskilling dan reskilling terkait dengan public speaking.

Tapi karena aku di rumah masih ngurus tiga anak kecil jadi aku mencari cara belajar efektif lewat kursus online gratis. Maklum kan waktuku sudah banyak dihabiskan dengan urusan rumah tangga. Jadi dimana aku bisa belajar gak ribet untuk meningkatkan kemampuan upskilling dan reskilling ya salah satunya pakai aplikasi siap kerja QuBisa.

Apa itu Aplikasi Siap Kerja QuBisa?

Aplikasi QuBisa adalah platform yang menyediakan kursus online yang ditujukan kepada fresh graduate atau lulusan baru yang akan memasuki tempat kerja, pekerja profesional yang ingin meng-upgrade ketrampilan mereka, ataupun individu yang ingin menjadi pengusaha.

Alasan Memilih Aplikasi Siap Kerja QuBisa?

Tadi sudah aku jelaskan kenapa aku pilih aplikasi siap kerja QuBisa karena aku mau belajar gak ribet. Selain itu berikut ini alasan QuBisa menjadi pilihan untuk kursus online gratis:

- Materi yang bervariasi dan sesuai kebutuhan generasi milenial.

- Instruktur yang profesional dan berpengalaman. Banyak instruktur yang memberikan materi di QuBisa merupakan praktisi di bidangnya dan akademisi.

- Banyak kursus gratis. Meskipn banyak kursus tapi materi yang diberikan mendala

- Kursus berbayar yang terjangkau. Ada juga kursus berbayar di QuBisa tapi harganya masih terjangkau. Harganya bervariasi tergantung jenis kursus yang ingin diikuti.

- Bersertifikat. Kursus gratis dan berbayar tetap mendapat sertifikat.

- Sistem poin yang bisa ditukarkan dengan kursus gratis


Kursus Online Public Speaking Untuk Persiapan Menjadi Pembicara

Berdasar pengalamanku sebelumnya, aku nggak mau saat berbicara didepan publik aku grogi hingga banyak kata yang belepotan atau malah nggak jelas. Aku pengen materi yang aku bawakan mudah dipahami oleh audiens. Yang paling penting aku mau materiku mampu memotivasi audiens untuk berkarya. Namun, sepertinya nggak semudah yang dibayangkan.

Aku memilih kursus Tips Menjadi Pembicara Handal dari Dr. Abdul Latif yang merupakan seorang praktisi, akademisi, dan penulis. Kira-kira gimana sih ikut kursus online gratis di aplikasi belajar online QuBisa? Baca review-ku ya.

Kursus online gratis

Materi yang dibawakan aplikatif dan mendalam

Dari sisi materi, Coach Abdul Latif memberikan materi yang mendalam tapi mudah dimengerti. Beliau menjelaskan tentang pengertian dan jenis filler words. Banyak pembicara yang mengeluarkan filler words tanpa disengaja seperti hmm, eeh, anu, dan lain sebagainya. Beliau juga menjelaskan bagaimana menghindari filler words seperti memberi jeda, berlatih, dan bersikap tenang.

Materi yang dibawakan juga banyak tapi memang pokok-pokok saat menjadi pembicara. Materi dibagi menjadi beberapa bagian bab dan subbab sehingga pembelajaran lebih jelas . Materi lainnya seperti berlatih artikulasi, intonasi, mengatur power dan pernafasan saat sedang berbicara didepan publik.

Dari materi itu pula aku jadi paham kalau gugup saat berbicara didepan publik itu hal yang wajar. Bahkan pembicara yang sudah puluhan kali tampil depan publik juga mengalami gugup dan grogi. Bedanya, ada pembicara yang mampu mengendalikan rasa gugup dan grogi.

Nah, coach Abdul Latif juga menjelaskan penyebab gugup dan mengatasi rasa gugup. Persiapan dan latihan adalah cara untuk mengatasi rasa gugup.

aplikasi siap kerja



Cara penyampaian yang jelas

Coach Abdul Latif menyampaikan materi dengan jelas lewat video karena biasanya pemateri terdengar seperti kumur-kumur tapi tidak bagi Coach. Terasa banget kalau Coach Abdul Latif adalah pembicara yang handal karena materi yang disampaikan beliau sudah dilakukan beliau. Artikulasi, intonasi beliau dalam menyampaikan sangat jelas. Teknik vokalnya pun jelas. Aku tidak perlu mengulang video karena memang penyampaiannya jelas.

Video materi untuk satu topik tidak panjang

Salah satu kelebihan materi yang disampaikan banyak subbab adalah video-video materinya singkat sekitar 3-15 menit. Dan itu memudahkan aku yang memang harus berhenti dulu karena harus mengerjakan hal lain di rumah. Beda lagi kalau videonya panjang sekitar 1 jam maka ketika harus berhenti di tengah jalan karena ada sesuatu urusan maka harus mengulang lagi.

Video Coach Abdul Latif untuk materi ini sebenarnya sekitar 1 jam tapi karena dipecah menjadi beberapa subbab sehingga satu video hanya 3-15 menit. Dan menurutku itulah cara belajar efektif agar mudah ditangkap oleh audiens.

aplikasi belajar online QuBisa

Ada kemajuan mengikuti kursus

Di aplikasi belajar online juga ada tampilan kemajuannya jadi kita tahu progres kita mengikuti kursus sudah berapa persen. Adanya progres kemajuan ini akan memotivasi kita untuk menyelesaikan kursus.

Bisa ikut kursus gratis dengan kumpulkan poin

Setelah selesai mengikuti kursus kita akan dapat poin. Poin yang terkumpul bisa digunakan untuk mengikuti kursus lainnya. Poin yang diperoleh tergantung misi yang harus diselesaikan seperti menyelesaikan kursus dan memberi ulasan kursus gratis.

Memudahkan Banyak Orang 

Kelebihan-kelebihan kursus online gratis di QuBisa itulah yang dapat membantu banyak orang untuk belajar mengembangkan diri/personal branding/ upgrade ilmu/ coaching/ mentoring, dan lain-lain tanpa kesulitan memahami materi. Yang paling penting materi yang diberikan memang harus dilatih agar semakin mahir. Menjadi pembicara handal itu perlu proses yang tidak sebentar. Berbicara di depan publik memang harus dilatih. Tidak bisa instan.

Setelah ikutin materi dari Coach Abdul Latif aku mulai punya bayangan apa yang harus aku lakukan saat persentasi. Yang paling penting aku harus menyiapkan bahan persentasi dan latihan karena selama ini aku memang kurang latihan sebelum berbicara didepan publik.

Kalian yang ingin kursus online gratis sebagai persiapan masuk dunia kerja, kalian bisa unduh aplikasi siap kerja QuBisa di App Store dan Play Store. Setelah ikut kursusnya kalian juga bisa ikuti lomba blog yang menceritakan pengalaman menggunakan aplikasi QuBisa. Kebetulan QuBisa sekarang sedang mengadakan lomba blog. Yuk, ikutan lomba blognya.



Previous PostPosting Lama Beranda

18 komentar

  1. saya ini yang termasuk demam panggung. Kalo mau maju ke publik, groginya luar biasa, bisa blank gitu ya. pokoke kaku kayak kanebo kering, hehehe.

    Bener juga ya, seorang penulis / blogger nggak cuma harus bisa nulis aja, tapi juga perlu upgrade skill public speaking, biar lancar berbicara ketika diundang menjadi narasumber. Jangan sampai rasa grogi justru menghambat perkembangan karir seorang blogger / penulis.

    Penting banget untuk upgrade dengan cara mengikuti kursus public speaking. Apalagi sekarang sudah ada QuBisa, urusan upgrade skill jadi lebih mudah. Semua dilakukan secara online dan gratis pula.

    Terima kasih banyak atas infonya Mba Lita.

    BalasHapus
  2. Dulu aku juga berpikir bahwa berbicara di depan umum itu menakutkan banget. Gugup juga. Bahkan sempat mengalami blank nggak tahu mau ngomong apa. Hehehehe

    Menurutku persiapan materi juga membantu sih.

    Mudahnya sekarang sudah ada pembelajaran publik speaking ya di aplikasi siap kerja. Aku sempat ambil materi itu juga kemarin.

    BalasHapus
  3. Penulis pun butuh bisa public speaking, ya. Mantap deh kalau begini jadi makin terampil aja bicara di depan orang banyak

    BalasHapus
  4. setuju! public speaking tuh emang penting banget, ga cuma untuk mendukung profesi, bahkan utk kegiatan keseharian pun klo public speaking nya oke juga bisa jadi power buat kita saat ngobrol, diskusi, musyawarah, rapat gitu yaa

    BalasHapus
  5. Benar kak, Kesempatan jadi narasumber adalah peluang bagus memang.
    Maka dari itu kudu asah keterampilan public speaking, biar lebih lancar

    BalasHapus
  6. Kemampuan public speaking memang perlu sering latihan ya mbak, apalagi skill ini banyak banget dipakai di berbagai karir yang dinginkan dan banyak sekali manfaatnya. Untung ada QuBisa ini yaa, jadi belajar skill apapun yang kita mau tersedia dalam satu platform.

    BalasHapus
  7. Bener banget nih, keterampilan public speaking ini bisa menumpul bahkan mneghilang kalau tidak pernah digunakan lagi. Saya juga udah merasa gagap banget kalau harus ngomong di depan umum. Sudah terlalu lama berada dalam situasi yang tidak mengharuskan berbicara kepada orang banyak. Nah pas kemarin harus IG Live untuk keperluan promosi buku, baru dah terasa panas dinginnya. QuBisa bisa banget jadi solusi belajar online buat siapa saja.

    BalasHapus
  8. Aku juga gitu mbak, takut duluan kalau disuruh ngomong di depan publik. Untung ya ada qubisa, jadi bisa training online di sana.

    BalasHapus
  9. Wah aku juga ikutan kursus public speaking kemarin mba sama QuBisa. Seneng banget karena gratis hehe. Kalo di luaran entah dah itu dah berjuta-juta. Di QuBisa gratis Alhamdulillah, banyak juga skill pengembangan diri di sana yang bisa kita akses gratis yaa mba. Keren banget QuBisa ini emangg

    BalasHapus
  10. iya, penulis nggak hanya butuh kemampuan di bidang kepenulisan saja ya mbak
    tapi juga butuh kemampuan public speaking

    BalasHapus
  11. Pengen juga aku menguasai publik speaking kak. Mau banget coba qubisa buat ninggalin skill

    BalasHapus
  12. Setujuuuuuu!!!!

    Sebagai penulis, skill "ngomong" juga harus diasah loh. Biar enak pas nego sama klien hehe

    BalasHapus
  13. Ternyata lengkap ya modul kursus online yang bisa dipilih di Qubisa. Mantap nih untuk Persiapan kerja anakku yang saat ini sEdang kuliah

    BalasHapus
  14. Aku juga pengen banget nih belajar publik speaking biar bisa lebih lancar pas harus presentasi atau bicara di depan umum. Biasanya aku kalau harus bicara di depan umum itu banyak banget filler Wordsnya dan pastinya gugup banget. Huhu

    BalasHapus
  15. Pernah banget merasakan hal yang sama. Dulu pas ada acara gathering bloger di kota saya, saya disuruh mengisi acara dan berbicara di depan orang banyak. Groginya poolll...

    Public speaking memang sangat penting, ya. Biar pas lagi presentasi atau berbicara di depan umum, kita gak grogi.

    BalasHapus
  16. Kerennya mbak bisa ikutan acara uwrf. Pasti pengalaman yang tak terlupakan ya. Setuju banget nih penulis memang harus bisa public speaking juga soalnya selain jadi penulis bisa diminta jadi pembicara juga. Akupun pengen juga sih ikutan kursus publik speaking biar nggak grogi pas harus bicara di depan umum

    BalasHapus
  17. Nah materi ini nih belum daku ambil.
    Mau juga biar gak gugupan kalau pas lagi presentasi. Soalnya skill public speaking memang semestinya kita miliki ya

    BalasHapus
  18. Aku baru belajar keterampilan problem solving mba di qubisa, setelah baca artikel ini saya jadi ingin belajar publik speaking juga. 2 skill perlu banget di jaman digital sekarang ini

    BalasHapus

Follower