Wisata Paralayang Segorogunung : Keindahan Karanganyar dari Gunung Lawu

No Comments

Beberapa kali ke Karanganyar, ke air terjun Ngargoyoso, ke air terjun Jumog, juga main ciblon di Kalimas, rasanya tempat wisata Karanganyar belum habis-habis aku kunjungi. Kali ini, aku ke wisata paling terkenal di Kemuning, tempat wisata yang selalu dikunjungi wisatawan kalau pergi ke Kemuning, Karanganyar, yaitu wisata paralayang Kemuning. Tak perlu bisa olahraga paralayang kok kalau pergi ke sana, kita hanya menjadi penonton paraglider. 


Awalnya aku membayangkan pergi ke sana hanya untuk melihat aksi paraglider membelah langit Karanganyar saja. Hampir sama seperti paralayang di Malang. Perjalanan ke sana pun tidak kusambut terlalu antusias tetapi bagiku mengunjungi Kemuning seolah selalu memberiku ketenangan setelah keriweuhan mengurus anak-anak. 

Perjalanan Tak Membosankan

Pemandangan hijau yang terlihat di perbukitan pegunungan Lawu yang banyak ditumbuhi kebuh teh, awan yang tampak seperti kabut dan udara dingin menyambut kami sepanjang perjalanan, rumah-rumah penduduk dengan kebun-kebun sayur terlihat berada di atas dan bawah jalanan, suasana yang tenang ternyata mampu memberiku semangat dan ketenangan. 

Perjalanan dengan pemandangan indah seperti Swiss

MaasyaAllah. Itu kenapa Allah menciptakan desa dengan karakteristik lansekapnya yang indah dan berbeda dengan kota. Salah satu tujuannya adalah tempat 'healing' dari penatnya kegiatan harian. Makanya sayang banget kalau pemandangan indah di pedesaan berubah menjadi bangunan.


Sepanjang perjalanan selama 45 menit dengan mobil tidak terasa membosankan. Justru menyenangkan. Mungkin karena dilewati bersama orang-orang tersayang. Akses jalan mendekati Bukit Paralayang Segorogunung, Kemuning, Karanganyar sempit dan cukup tinggi. Di satu bagian jalan, hanya muat dilewati untuk satu mobil. Bagi yang baru pertama kali melewatinya pasti akan terasa menakutkan. 


Sebelum masuk ke tempat parkir wisata di sisi kiri dan kanan jalan, beberapa bangunan cafe yang menyuguhkan pemandangan Karanganyar dari ketinggian terlihat cukup ramai.


Wisata Bukit Paralayang Segorogunung Kemuning 

Ternyata wisata paralayang Karanganyar lebih ramai dibandingkan dengan tempat paralayang Malang yang hanya ada tempat untuk paragliding. Sedangkan wisata paralayang Karanganyar dikelola dengan banyak pilihan.


Bangunan hijau bertingkat dua yang semi terbuka terlihat mencolok di antara bangunan lain di tempat wisata Bukit Paralayang Segorogunung, Kemuning, Karanganyar. Dari balkon bangunan itu yang menjadi tempat makan, kami bisa melihat paraglider beraksi tanpa terhalang manusia-manusia lain.  


Hanya satu penyesalanku pas datang ke sana adalah aku lupa membawakan jaket untuk anak-anak. Alhasil mereka kedinginan. Anginnya juga lumayan kencang. Kasihan aja kalau mereka masuk angin.


Menikmati Makan Siang 

Saat kami tiba di sana, sebenarnya banyak sekali tempat makan, dari cafe sampai warung makan biasa. ada yang harus naik tangga dulu. Sedangkan kami hanya di dekat tempat parkir mobil saja yang berada dekat dengan bangunan hijau. 


Kedatangan kami memang cukup kesiangan di saat jam makan siang. Tempat makan tidak terlalu ramai, jadi kami bisa memilih duduk di mana. Anak-anak mulai berisik dan lapar karena memang waktunya sudah makan siang. Kita hanya beli pop mie yang bisa dinikmati anak-anak. Ada juga gorengan dan minuman hangat. Untuk harganya masih normal seperti warung lainnya. Selesai makan, anak-anak mulai ceria kembali. Mungkin makanannya telah terbakar menjadi kalori dan membuat tubuh mereka tetap hangat.  


Menikmati Keindahan Karanganyar

Beruntung saat aku ke sana siang hari, cuaca sedang cerah. Langitnya biru. Awan berarak tapi tak banyak. Jadi kami bisa melihat pemandangan Karanganyar dari atas gunung. Setelah itu, kita berfoto-foto sejenak. Anakku yang bayi terlihat kedinginan. Sepertinya kami memang tidak kuat berlama-lama di sana. Karena meski cuaca sempat cerah, setelah jam 12 siang, langit mulai gelap dan diselimuti awan. 

Wisata paralayang Kemuning
Pemandangan kota di belakang kami (foto pribadi)

Wisata paralayang

Melihat paraglider meluncur dan terbang memang seru sekali. Meskipun kelihatannya cukup deg-degan saat mereka baru awal terbang. Berlari-lari di rumput dan ketika parasut sudah mulai melayang, mereka mengangkat kaki mereka dan terbang menembus awan. Beberapa paraglider pun juga harus mengulang karena parasut belum mengembang. Beberapa pengunjung juga mencoba olahraga menegangkan itu dengan cara menjadi tandem paraglider. 
Paralayang kemuning karanganyar
Paragliding di Bukit Paralayang Segorogunung (foto pribadi)

Olahraga paralayang ini memang cukup menegangkan, makanya harus dilakukan oleh profesional yang sudah pernah melakukan training selama beberapa bulan (biasanya 3 bulan) dan sudah mendapatkan sertifikat.

Dulu, ketika baru lulus kuliah, masih muda sekitar umur 21 tahun, rasanya tertantang banget ingin tandem tapi harganya lumayan. Harganya sekitar 350 ribu. Dan kok rasanya aneh kalau tandem sama cowok lain. Hahaha.

Kalau mau tandem di paralayang Kemuning ini harganya 450 ribu hingga 600 ribu. Fasilitasnya bisa tandem dengan paraglider berlisensi Master Tandemu dan mendapatkan transportasi dari take off sampai landing. Bedanya, yang 600ribu dapat dokumentasi saat terbang.

Untuk masalah asuransi, aku tidak terlalu paham. Apa sekarang sudah ada atau tidak. Suatu ketika pernah ada seorang wisatawan yang ingin tandem. Ketika bersiap terbang, ternyata wisatawan ini kesandung batu bata di pojok hingga mereka gagal terbang dan menyebabkan ia luka berat (geger otak ringan dan patah tulang). Pada akhirnya, beliau dilarikan ke rumah sakit di Solo dan harus membayar biaya pengobatan hingga 20 juta. Sementara dari pihak paralayang memberi 'ganti rugi', mungkin saja berupa uang tapi keluarga korban saat itu belum tahu jumlahnya berapa karena sedang fokus pada pengobatan korban. 

Ya Allah semoga kita selalu berada dalam lindunganNya.

Camping Ground

Nggak cuma tempat nongkrong, di depan tempat makan, aku melihat beberapa tenda camping berjejer. Beberapa anak muda beraktivitas di sekitarnya. Ada yang duduk-duduk saja. Ada yang sedang mempersiapkan makanan


Kelihatannya memang seru sekali bisa camping 'ringan' di dekat paralayang sambil menikmati paraglider berolahraga. Nggak perlu berat-berat jauh ke atas puncak gunung yang ngga ada toilet dan harus masak sendiri. Di sini, kita bisa camping seperti di gunung tapi dengan fasilitas yang sudah disediakan (toilet dan warung makan).


Saat malam hari, saat cuaca cerah, pasti bisa lihat keindahan kota yang dihiasi lampu-lampu yang terang. Ternyata dari sini, pengunjung bisa melihat keindahan ciptaan Allah saat matahari terbit dan matahari terbenam. Romantis banget, euy! Bisa banget jadi alternatif tempat healing di Karanganyar.

Camping ground surakarta
Camping ground saat malam hari (IG @cahsoerakarta)

Biaya sewa camping ground area Surakarta juga murah saja sekitar 10ribu per orang. Sedangkan untuk tenda tentu bisa bawa atau sewa sendiri.

Tertarik?

Kalau aku pergi wisata paralayang Kemuning lagi, kira-kira aku bakal ikut tandem paragliding atau camping ya? Menurut kalian yang mana enaknya kalau bawa anak 4 tahun, 8 tahun dan 10 tahun?

Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.

Follower