Staycation di Mercure Madiun: Benarkah Hotel Ini Cocok untuk Liburan Keluarga?

No Comments
Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush sholihaat. Allah beri kami nikmat bisa menginap di hotel Mercure Madiun. Aku agak takjub, kota kecil Madiun punya hotel bintang 4! Eh, tapi nggak heran sih soalnya Madiun punya INKA dan Pertamina. Pastilah banyak tamu besar yang ke Madiun ya..hehe..

Mercure Hotel Madiun
Mercure Hotel Madiun (Web All Accor)

Hotel Mercure Madiun, Hotel Bintang 4 di Kota Kecil

Mercure Madiun adalah hotel bintang 4 dari jaringan All Accor ini di Jl. H. Agus Salim, pusat kota Madiun, dengan konsep modern. Hotel ini memiliki sekitar 153 kamar, restoran, kolam renang, gym, kids facility, meeting room, dan ballroom.

Jam check in Mercure Hotel Madiun yaitu jam 14.00 dan check put jam 12.00.

Lokasi Hotel Strategis

Perjalanan ke Hotel Mercure Madiun ini bisa dibilang tidak sulit. Dengan bermodal Google Maps, kita bisa tiba di hotel. 

Hotel Mercure Madiun ini cukup strategis karena dekat dengan alun-Alun Madiun, pusat kuliner, pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan stasiun. Akses ke Stasiun Madiun sekitar 2.5 km. Sedangkan ke Tol Gate Madiun sekitar 13 km.

Malam Hari itu, suasana sepanjang Jalan Agus Salim cukup ramai apalagi di sepanjang jalan itu memang dimanfaatkan untuk wisata kuliner dengan lampu-lampu hias ala Malioboro. Banyak mobil-mobil parkir pinggir jalan.

Bagi yang suka lapar di malam hari, mengunjungi kawasan ini seperti surga di malam hari. Hampir semua jenis makanan ada.

Tak hanya itu, lokasi hotel Mercure Madiun ini berada tak jauh dari alun-alun Kota Madiun. Tinggal jalan kaki aja bisa. 

Tapiii kami sudah terlalu lelah, nggak ada tenaga mau jalan ke alun-alun Kota Madiun yang ramai. Hehe.

Tampilan gedung hotel

Dari depan tampilan gedung Mercure Hotel ini tinggi dan terbilang mewah. Gedung dominan kaca dengan lampu hias yang terang di lobi hotel tampak dari luar. 

Tempat parkir hotel

Kami langsung menuju tempat parkir mobil yang berada di bagian bawah gedung. Jalanan agak menurun. Kemudian kami menjumpai lahan parkir di luar gedung, tanpa peneduh. Pepohonan yang masih muda di tanam di beberapa sudut. Semoga kelak yang akan memenuhi mobil-mobil yang parkir. 

Pepohonan itu berayun-ayun. Rupanya angin cukup kencang malam itu. Sebenarnya sejak di sirkuit Magetan anginnya juga nggak sabar banget. Aku tidak mau ambil resiko masuk angin. Segera kuminta anak-anak masuk ke hotel.

Kami memasuki hotel lewat lift di parkir bawah. Aku sudah memegang kunci kamar yang berupa kartu. Koridor hotel tampak nyaman dan modern dengan lapisan karpet dan warna dominan krem.

Mercure Hotel Madiun
Anak-anak mencari kamar (dok. Pribadi)

Kami mencari lift dan menekan tombol 8. Oiya, jangan lupa menempelkan kartu sebagai akses keluar masuk hotel. Lift berhenti di lantai 8.

Ruang kamar, tempat ternyaman untuk istirahat

Sebenarnya aku tak sabar ingin segera istirahat. Eh, aku lupa banget kalau ada kelas menulis jam setengah 8.

Di depan kamar, aku menempelkan kartu ke alat siang. Seketika pintu kamar terbuka.

Begitu sampai kamar, aku segera meletakkan laptop di samping tempat tidur, menyalakan laptop, menyambungkan kabel charge, menyambungkan ke Internet dan join ke ruang zoom. 

Suami juga membuka laptop, mencari colokan listrik dan menyalakan WiFi.

Awalnya, saat aku belum tersambung WiFi, suami lebih dulu mengakses WiFi. Meski sempat bingung akhirnya bisa tersambung internet. Ternyata aksesnya masuk ke Web all accor dan join dulu tanpa password apa-apa udah bisa join langsung. Nggak pakai lemot sih...

Kamar Hotel Mercure Madiun
Kamar hotel Mercure Madiun (dok. Pribadi)

Sejenak aku edarkan pandangan ke seluruh ruangan. MaasyaAllah. Kamar hotel Mercure Madiun ini desain interiornya keren dan modern. Ukuran kamarnya kurang lebih sama kayak Fave Hotel Madiun, hanya saja kamar Hotel Mercure lebih modern. 

Wardrobe-nya dihiasi lampu hingga tampak mewah. Tempat gantungan baju tidak tertutup dan lebih panjang. Di bawahnya, lemari yang agak panjang untuk tempat menaruh tas, sepatu dan lain sebagainya.

Di samping tempat tidur, ada dua meja, satu sofa dan satu kursi bulat. Di bagian ujung ruangan, ada safe deposit box, coffee/tea maker dan air mineral. 

Aku menatap ke arah jendela kaca yang memperlihatkan lampu-lampu kota Madiun. Memang tidak tampak seterang di Surabaya tapi di pagi hari, pemandangan gunung terlihat jelas. Aku tidak hapal itu Gunung Lawu atau bukan.

View dari kamar hotel Mercure Madiun
Pemandangan pegunungan dari kamar hotel (dok. Pribadi)

Seketika, aku merasa kedinginan. Aku mencari remote AC. Eh tapi nggak ada. Yang ada hanya control AC tanpa remote dan touchless gitu. Jadi diarahkan sedikit tanpa disentuh sudah berganti. 

Hotel di Madiun

Kamar mandi

Kelas belum dimulai, aku memandikan si kecil. Di kamar mandi yang ukurannya tidak besar dan tidak kecil kebersihannya terjaga. Toiletries yang tersedia di bawah wastafel seperti sabun cair sekaligus shampoo, sikat gigi, pasta gigi, handuk, tisu, shower cap. 

Penginapan di Madiun
Kamar mandi Hotel Mercure Madiun (dok. Pribadi)

Yang berbeda, untuk bungkus sikat gigi dan odolnya tidak memakai plastik tetapi pakai bungkus kertas. Ini adalah cara mereka untuk mengurangi penggunaan plastik yang tidak ramah lingkungan.

Kemasan sikat dan pasta gigi (dok. Pribadi)  

Hair dryer berada di atas wastafel dan menempel di dinding.

Saat kumandikan anak pakai shower, air panasnya stabil. Tidak tiba-tiba panas banget atau dingin. Showernya pun 3 Way. Air keluar dari shower paling atas dan besar, air keluar dari kran bisa untuk wudhu, dan satu lagi yang keluar dari shower kecil.

Tekanan air juga cukup baik.

Setelah itu kakak-kakaknya mandi sendiri. Aku hanya mengatakan bahwa kran yang panas ke arah kanan. Kubilang ngga usah diubah-ubah. . 

Setelah mandi, aku meminta mereka makan nasi kotak yang kubawa. Tidak terlalu banyak sih tapi cukup untuk mengganjal perut. Sembari mereka makan dan nonton, kelas pun dimulai. 

Ikut kelas dulu (dok. Pribadi)

Sarapan Bervariasi dan Enak 

Jam buka restoran ini dari jam 6 sampai jam 10 pagi. Menu anak juga bervariasi. Bagi vegetarian dan makanan dengan gluten free juga tersedia di sini. Suasana restoran di jam 7 pagi masih sepi. Pas jam 8 udah ramai. Kita di sana bisa sampai 1 jam. Haha.

Oiya, karena kami bawa 3 anak jadi tetap kena charge ya. Aku lupa berapa. Kalau tidak salah untuk anak-anak separuh harga orang dewasa. Harga 1 orang dewasa 98ribu. 

Sarapan di hotel bintang 4 itu biasanya menunya bervariasi. Biasanya yang membedakan apakah stok diisi dengan cepat atau tidak.

Restoran Djawara Hotel Mercure Madiun (dok. Pribadi)

Sarapan di restoran Djawara Hotel Mercure Madiun ini bervariasi. Menunya tak hanya menu tradisional Indonesia, Western maupun Asia Timur. Tentu saja karena di Madiun ada kuliner khas Madiun yaitu Pecel Madiun.

Menunya lengkap mulai dari kue, salad, buah, roti, jajanan tradisional, makanan utama, cereal, minuman. 

Menu hotel

Menu hotel mercure madiun

Rekomendasi hotel di madiun

Menu favorit anak-anak adalah sushi. Sama seperti saat menginap di Hotel Illira Banyuwangi, anakku semua makan sushi, ngga mau coba makan yang lain. Dan untungnya, sushi ini cepat diisi kembali. Selain itu, mereka juga makan cereal dikasih susu.

Menu hotel yang enak

Ide menu hotel

Sebagai orang Indonesia, ku meminta mereka makan nasi. Hehe. Kutawarkan nasi goreng atau soto. Eh ternyata sotonya tidak ada nasi. Kalau mau ambil nasi bisa diambil di stand prasmanan. Di stand prasmanan ini juga bervariasi. Yang paling utama makanan tradisional gitu, ada pecel Madiun, tumis sawit buncis, gule daging, mie goreng, dsb. Makanan yang biasa dijual di warung pun ada. Hehe. Konsep menunya emang tradisional.

Mereka mengambil mie kuah yang sebenarnya banyak isiannya tapi mereka cuma ambil mie saja. Isiannya sih aneka dumpling gitu.

Nasi goreng pun alhamdulillah bisa minta dibuatkan sedikit. Tapi anakku juga nggak habis. Soto pun juga.

Aku sendiri memilih makan nasi sedikit, daging, salad sayur dengan berbagai macam saos, salad buah yang dicelup dengan coklat fountain. 

Pastry dan roti di hotel

Roti-rotian dan pastry-nya juga menarik. Di sini disediakan juga roti gluten free. 

Nah biar bisa nyicipin semua pastry dan roti-rotian, biasanya nih aku bawa kotak makan terus aku bawa pulang hehehe.

Soal rasa makanannya sih sebenarnya kurang micin aja hehe. Tapi bukankah itu yang sehat yaaa.. Kalo roti-rotian dan pastry enak semua. Jajanan tradisional juga ada seperti bubur sumsum, kolak, takoyaki juga ada.

Untuk minum-minuman seperti jus buah aku tidak mencicipi. Anakku suka jus jeruknya. Ada jus jambu juga.

Karena anak-anakku alhamdulillah kenyang, kami pun lanjut berenang.

Kolam renang, Gym, Playground, Dan Kelinci

Ketika kita tiba di kolam renang, eh ternyata ada kasih makan kelinci gratis. Anak-anak jadi lupa mau renang. Mereka excited kasih makan kelinci. Bapak penjaga menyiapkan pancingan yang ujungnya dikasih makanan. Anakku duduk sambil memberi makan kelinci.

Kasih makan kelinci di Mercure Madiun

Kalau nggak dihentikan, mereka ngasih makan kelinci terus nggak renang-renang. Mereka pun berenang setelah aku stop mereka kasih makan kelinci.

Kolam renang di hotel Mercure Madiun ini outdoor dengan dua kolam untuk dewasa dan anak-anak. Ukuran kolamnya juga tidak terlalu panjang. 

Kolam renang Mercure Madiun

Sekitar kolam renang pun kebersihannya terjaga. Di sekitar kolam ada banyak tempat duduk untuk berjemur. Di ujung, ada shower terbuka untuk membalas badan.

Aku duduk-duduk sambil scroll-scrool. Ternyata akses WiFi di kolam renang pun lancar.

Kedalaman kolam renang dewasa sekitar 1.3 m. Sedangkan anak-anak sekitar 0.7 m.

Ternyata mereka juga nggak berlama-lama di kolam renang. Baru sebentar sudah minta mandi. Kami meminjam handuk yang sudah disediakan hotel. 

Setelah selesai mandi, anakku yang kecil langsung berlarian menuju ke arah playground yang ada di dekat kolam renang. Menarik banget ini di dekat kolam renang disediakan fasilitas untuk anak. Cari hotel yang punya playground anak emang ngga banyak. Dan di Mercure Hotel ini playground-nya disediakan ruang sendiri. 

Hotel yang punya playground

Sedangkan dua anakku yang lain malah masuk ke ruang gym dan mencoba alat sepeda dan baebel di sana. Tidak Semua hotel mengizinkan anak kecil main di ruang gym ini karena menurut mereka berbahaya. Sebenarnya kalau ada yang awasi sih nggak apa-apa yaa..

Seorang bapak yang mungkin sudah 60an sedang nge-gym dengan baik hati membantu anakku untuk mencoba alat treadmill. 

Hotel dengan Fasilitas Anak di Madiun

Nggak kebayang sih bisa menginap di Hotel Mercure Madiun. Selain  makanannya enak dan bervariasi, kamar hotel nyaman, ada kasih makan kelinci, ada playground juga. Kolam renang anak yang ditunggu-tunggu anak. Untuk rate hotel per malamnya sekitar 700ribu. Dengan fasilitas dan pelayanan yang didapat emang layak sih.. Beneran sih hotel ini bikin anak-anak senang. Cocok banget buat staycation buat keluarga.

Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.

Follower