Anak Melakukan Aktivitas di Luar Rumah, Jangan Lupa Berikan Susu UHT!

No Comments

Anak-anak sebelum masuk sekolah, biasanya sangat jarang bermain di luar rumah, apalagi anak-anak yang tinggal di perkotaan. Orang tua merasa nyaman jika melihat anaknya bermain di dalam rumah. Berbeda dengan keluarga yang tinggal di pedesaan, anak-anak akan lebih sering bermain di luar rumah. Saya membandingkan kondisi di tempat tinggal saya di daerah perkotaan dan tempat tinggal orang tua saya di pedesaan. Itulah mengapa di daerah perkotaan sekarang banyak pengembangan ruang terbuka hijau yang memiliki tempat bermain anak. Tujuannya untuk mengakomodir warganya terutama anak-anak yang membutuhkan ruang bermain di luar rumah. 

Saya pun mengajak anak saya bermain di luar kamar hotel. Kebetulan saat itu, suami saya ada acara famiy gathering kantornya di salah satu hotel di kota Batu. Untungnya hotel ini ramah anak, ada tempat bermainnya yang lumayan banyak. Jarang-jarang kan ada hotel yang menyediakan tempat bermain untuk anak.

Pagi itu memang belum banyak yang bermain di tempat bermain. Jadi anak saya puas bermain ayunan, perosotan, cangkir putar, jungkat-jungkit dan roda putar. Setelah saya searching di internet, banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa beraktivitas di luar rumah/ruangan sangat bermanfaat untuk pengembangan kognitif, linguistik, motorik, dan social-emosi. 

Beberapa alasan pentingnya seorang anak bermain di luar rumah adalah:

Perlunya Kalsium dan Vitamin D dari sinar matahari.


Ketika saya mengajak anak saya bermain di luar, cuaca pagi itu di Kota Batu cukup cerah. Walaupun udara cukup dingin tapi anak saya tak ragu beraktivitas di tempat bermain. Salah satu alasan pentingnya bermain di luar ruangan, terutama di pagi hari, adalah asupan Vitamin D untuk tubuh. Seperti yang kita tahu ya kalau Vitamin D itu bagus banget untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi. 

Makanya, saat bermain di luar, saya bawa dua susu #IndomilkUHTKidsFullCream untuk anak saya, Raceqy (3 tahun). Kemasannya yang praktis bikin gampang dibawa kemana-mana. Selain itu, kandungan susu UHT Kids Full Cream ini tinggi kalsium dan kaya akan Vitamin D karena proses pengolahannya dari susu sapi segar dengan kerusakan gizi yang minimal. Saat saya mengeluarkan susu itu, anak kedua saya, Ghalib (1 tahun), teriak-teriak minta susu #IndomilkUHTKidsFullCream itu. Sedangkan masnya maunya ngehabisin. Untung saya bawa lagi. Duh, kalo sudah rebutan.

Sebenarnya susu ini aman untuk anak di atas 1 tahun dan juga cocok untuk susu selepas ASI karena susu ini susu tanpa garam. Hanya saja saya memberinya susu tersebut bukan menjadi substitusi dari ASI ya... Nggak perlu khawatir juga dengan komposisinya karena susu ini tanpa tambahan gula dan garam. Pas saya lihat di kemasannya, memang tanpa tambahan gula dan garam! Komposisi susu UHT Kids Full Cream ini adalah susu sapi segar, susu skim bubuk, air dan penstabil nabati. Kelebihan lainnya susu ini memiliki kandungan gizi cukup tinggi seperti Vitamin D, Kalsium, Vitamin A, dan kandungan gizi lainnya. Karena susu UHT Kids Full Cream ini bernutrisi dan baik untuk usia 1 tahun ke atas maka saya nggak ragu memberinya pada dua anak. Lagipula dengan kandungannya bernutrisi dan tinggi kalsium pada susu ini insyallah bisa bikin anak sehat dan aktif.

Bermain di Luar Ruangan Saat Pagi Hari Bermanfaat Bagi Kesehatan

Kandungan tinggi kalsium cocok agar anak sehat dan aktif

Olahraga

Biasanya kalau anak bermain di luar, dia suka berlari-lari, sama seperti orang lagi olahraga. Semua anggota badan bergerak karena anak #AktifItuSehat. Aktif adalah indikator seorang anak itu sehat jasmani. Saat bermain di taman bermain, anak saya paling suka bermain cangkir putar dan roda putar. Tangannya begitu kuat mencengkeram dan memutar poros agar cangkir terus berputar dengan kencang. Begitu juga saat naik roda putar, bak hamster, anak saya berlari di roda berputar terus-terusan sampai-sampai dia kesulitan menghentikannya.

Bermain Cangkir Putar Bermanfaat Melatih Otot Tangan

Melatih Keterampilan Diri

Bermain di luar juga melatih psikomotorik anak. Anak saya berlari-lari di roda putar, memutar poros di cangkir putar, atau naik tangga sebelum meluncur di perosotan merupakan hal-hal yang mengasah kemampuan dirinya. Raceqy jadi berlatih bagaimana membuat permainan cangkir dan roda berputar lebih cepat atau lebih lambat. Bagaimana dia harus menghentikan putarannya dengan menahan poros pada cangkir putar walaupun dia belum berhasil menghentikan roda putar tanpa harus terjatuh.

Melatih Anak Menghadapi Resiko

Nah, sebagai ibu, jelas banget kadang saya khawatir kalau dia main di luar tanpa pengawasan. Bisa saja dia terjatuh, terluka atau terjepit sesuatu. Bermain di taman bermain bukan berarti bebas resiko. Ternyata anak saya masih saja terjatuh, terjepit tangannya, bahkan hampir terbalik dari ayunan. Menurut McCarthy (2018), anak memang harus dilatih untuk menghadapi resiko. Bukan berarti resiko yang kita berikan itu disengaja. Sebisa mungkin kita menghindari resiko yang sangat berbahaya bagi anak. Kalau di tempat bermain hotel menurut saya masih aman saja tapi siapa yang kira kalau seorang anak bisa saja terjatuh saat berlari padahal kita sudah menganggap aman. 

Ketika saya bermain ayunan, mungkin Raceqy belum begitu memahami bahayanya. Dia sempat salah posisi yang membuat dia hampir saja terjatuh. Untung, saya dan suami segera memegangnya. Setelah itu dia malah minta turun. 

Begitu juga saat main cangkir putar. Dia sangat senang saat cangkir berputar cepat. Kemudian dia memasukkan tangannya di poros hingga membuat tangannya terjepit karena cangkir terus berputar. Dia teriak kesakitan. Untungnya pula saya segera menghentikan dan membantunya mengeluarkan tangannya dari poros.

Tidak hanya sampai di situ, resiko lain yang harus dihadapi anak saya adalah terjatuh di roda putarnya hamster (tapi versi orang, hehe). Setelah dia bisa memutar roda secara maksimal, dia ingin menghentikan dengan kakinya malah nggak bisa. Saya pun nggak mengajarkan bagaimana menghentikannya. Eh, dia malah jatuh. Untung dia nggak nangis. Saya pun mengajak dia minum susu dulu di kursi ayun.

Melatih Anak Menghadapi Resiko Tentu Dengan Pengawasan Orang Tua

Melatih Bersosialisasi

Setelah beberapa lama di tempat bermain, akhirnya anak-anak lainnya pun ikut bermain di tempat bermain tersebut. Mereka mulai memilih mainan-mainan yang lagi nggak dipakai. Sedangkan Raceqy mulai mengamati kondisi sekitarnya yang sudah mulai banyak anak-anak yang lebih tua juga lebih muda darinya. Saya hanya memperhatikan bagaimana dia berinteraksi dengan orang-orang. Anak saya belum mengenal anak-anak teman suami jadi dia agak sungkan ikut bermain. Padahal kalau di rumah saya, dia malah aktif menyapa tetangga-tetangganya yang seusianya. Saya juga mengevaluasi diri saya bahwa seharusnya saya juga aktif untuk mengenalkannya dengan teman-temannya. 

Dapat Hadiah Tiup Balon Dan Mengajak Main Adiknya
 
Setelah semua anak mendapatkan hadiah, mereka pun dengan senang hati bermain di taman bermain. Acara family gathering kantor suami pun selesai. Saya mengajak anak saya berenang di kolam renang hotel bersama anak-anak kecil lainnya. Sayangnya, dia kedinginan padahal baru tiga menit masuk air kolam. Hehe. Maklum Kota Batu memang dingin banget. 

Sebenarnya banyak banget manfaat anak-anak bermain di luar ruangan (outdoor). Kita pastinya ingin anak-anak kita juga beraktivitas di luar rumah seperti layaknya masa kecil kita. Dan jangan lupa berikan susu #indomilkUHTKidsFullCream saat aktivitasnya tinggi. Review susu UHT yang sangat singkat saya semoga bermanfaat ya!


Sumber Referensi:
McCarthy, Claire. 2018. 6 reasons children need to play outside. https://www.health.harvard.edu/blog/6-reasons-children-need-to-play-outside-2018052213880
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar

Follower