Menu Sahur Bergizi dan Sederhana Untuk Ibu Hamil Agar Kuat Puasa Ramadhan

No Comments

Meskipun sudah pertengahan bulan, aku baru sempat menuliskannya hari ini. Hehe. Agak terlambat sih ya tapi ya nggak apa-apalah.



Sebenarnya banyak sekali yang bertanya apakah ibu hamil boleh berpuasa? Kalau berpuasa menu sahur apa yang cocok agar ibu hamil kuat berpuasa.


Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa ?


Dulu, ketika aku hamil anak pertama aku juga sering galau mau puasa atau tidak. Sebagai ibu-ibu jelas aku khawatir jika ada kenapa-kenapa dengan bayiku. Tapi semenjak dapat insight dari mertua alhamdulillah aku nggak galau lagi. Aku tahu dan harus ikhlas saat memutuskan aku nggak lanjut puasa. Bagaiman akhirnya aku yakin memutuskan nggak puasa? 


gambar : flonda.blogspot.com


Mari kita lihat dulu bagaimana Alquran dan hadits menyikapi ibu hamil berpuasa.

Dalam Al-Quran ayat Al-Baqarah:183-184:


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.

Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.


Sedangkan menurut hadits :


“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Perhatikan hadits ini hasan ya.


Ibnu ‘Abbas mengatakan,“Engkau seperti orang tua yang tidak mampu berpuasa, maka berbukalah dan berilah makan kepada orang miskin setengah sho’ gandum untuk setiap hari yang ditinggalkan.” (Diriwayatkan oleh ‘Abdur Razaq dengan sanad yang shahih).


Ibnu Abbas menyamakan orang hamil itu seperti orang tua renta yang tidak mampu berpuasa. 


“Putri Ibnu Umar yang menikah dengan orang Quraisy sedang hamil. Ketika berpuasa di bulan Ramadhan, dia merasa  kehausan. Kemudian Ibnu ‘Umar memerintahkan putrinya tersebut untuk berbuka dan memberi makan orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan.” (Lihat Irwa’ul Gholil, 4/20. Sanadnya shahih)


Mungkin teman-teman bisa membaca lebih detail di website Rumaysho.


Kita tahu kalau puasa itu wajib. Tapi kalau lagi sakit maka diperbolehkan tidak berpuasa tapi diqodho atau bayar fidyah. 


Suatu ketika aku pernah berpuasa ramadhan saat lagi hamil. Di hari pertama hingga kedua aku bisa menjalani puasa ramadhan dengan lancar. Tidak ada keluhan sakit kepala, meskipun lemas seperti puasa ramadhan sebelum hamil. Ibu mertua bilang "Kalau misal mulai sakit, demam atau gejala lainnya bilang loh. Puasanya dibatalkan saja." Aku juga sempat cek usg perkembangan bayi alhamdulillah juga perkembangannya baik. 


Di hari-hari terakhir, aku mulai merasakan badanku drop, nggak demam sih tapi ketularan batuk dan pilek. Sama ibu mertua akhirnya disuruh berhenti puasa dulu karena dianggap sakit dan sedang hamil. Dikhawatirkan berpengaruh pada kondisi bayi, misal denyut jantung, berat bayi, atau perkembangan fisik bayi lainnya. Ya kalau nggak hamil sih lanjut aja puasa tinggal kasih obat. Kalau hamil kan nggak sembarang minum obat.


Sama saja seperti orang menyusui saat puasa ramadhan. Kalau dalam tiga hari berpuasa ternyata anak rewel terus bahkan sampai demam memang lebih baik tidak berpuasa. 


Sebelum hari Raya, aku memilih bayar fidyah ketimbang qodho setelah hari raya karena setelah hari raya aku masih hamil dan akan menyusui. Aku nggak yakin saat menyusui nanti aku bisa puasa dan tidak sakit seperti sebelumnya. 


Jadi, selama dalam percobaan satu sampai beberapa hari puasa ramadhan mengalami seperti gejala orang sakit atau gerakan adik bayi dalam perut berkurang maka jauh lebih baik membatalkan puasa. Kalau mau yakin bisa cek usg untuk mengetahui perkembangan fisik, detak jantung dan berat badan janin. Jika berat badan janin masih kurang lebih baik bunda membatalkan puasa dan melengkapi nutrisi tubuh dengan baik.


Menu Sahur untuk Ibu Hamil


Kita semua tahu kalau ibu hamil perlu banget nutrisi yang baik demi perkembangan janin. Kekurangan gizi bisa berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan janin serta bisa menyebabkan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).


Konsumsi Karbohidrat, Serat dan Protein


Aku pernah beberapa kali sahur dengan daging ayam dan nasi saja. Nyatanya saat puasa aku sedikit lemas. Begitu aku sahur nasi ditambah sayur-mayur yang lebih banyak ditambah daging ayam, puasaku tidak selemas sebelumnya. Apalagi kalau komplit ya menu sayur, protein hewani dan nabati, karbohidrat insyallah kuat ya. Menurutku sayur-mayur itu membuat perut terasa cepat penuh atau kenyang. 


Beberapa menu sahur untuk ibu hamil dengan gizi seimbang dan sederhana :


  1. Semur ayam dan kentang

Perpaduan ayam dan kentang ini bisa dibuat sebelum berbuka puasa dan sebelum tidur bisa dipanaskan kembali. Ketika sahur bisa tinggal dipanaskan saja. Itupun kalau tidak habis duluan ya. Hehe.

Resep semur ayam dan kentang ini banyak banget berseliweran di google. Bisa dicari ya. Hehe.


Semur Ayam (inews.com)



  1. Sayur Tumis

Sayur itu paling mudah buatnya. Di rumah aku menyediakan bumbu bawang yang sudah dihaluskan. Jadi ketika masak sahur aku tinggal tumis saja bumbu jadinya. Lebih cepat dan ringkas. Sayur tumis bisa pakai apa saja ya. Jadi menu tumisan ini sangat beraneka ragam seperti tumis kangkung, tumis kacang panjang, tumis caisim, tumis brokoli, tumis kembang kol, tumis tahu tauge, tumis tempe  kacang panjang dan lain-lain.


  1. Sambal Ikan Peda

Sambal ikan peda banyak sekali ya varian resepnya.Tapi kalau aku suka resep sambal ikan peda yang kubuat sendiri. Haha.

Bahannya gampang : rajang 7 siung bawang merah dan 3 siung bawang putih, 5 biji terong lalap hijau yang bulat kecil, 3 cabe merah besar, 3 cabe hijau besar, 10 cabe rawit, 2 tomat merah dan 2 tomat hijau. Semua dipotong kecil kemudian ditumis bersama ikan peda yang sudah digoreng. Hmm. Level pedasnya tergantung ya. Menurutku 5 biji cabe rawit sudah pedas. Dan aku bukan orang yang tahan pedas ya. Jadi bagi yang suka pedas jumlah rawit segitu masih kurang pedas. Hehe.


Sambal ikan peda ( Cookpad Siti Syamsiatut)


Oiya, biasanya kalau aku punya ayam goreng yang belum habis aku buat resep seperti sambal ikan peda ini. Hanya saja ikan peda aku ganti ayam goreng.


  1. Tongseng ayam

Ini adalah menu favorit aku dan suami karena di dalam menu tongseng ayam sudah mengandung protein hewani dan sayur-mayur. Tinggal goreng tahu atau tempe sebagai protein nabati maka sajian sahur menjadi lebih lezat. Sebenarnya makanan khas Jawa Tengahan ini kan pakai daging kambing. Hanya saja aku ganti dengan daging ayam karena mudah didapat. Tetap enak kok. Oiya, resep tongseng ku ini nggak pakai santan. Kalau mau pakai santan silakan saja.


Tongseng Ayam dari Just Try and Taste


Bahannya pun sederhana: 

Bumbu halus:

5 siung Bawang merah

3 siung Bawang putih

2 biji Kemiri

1 ruas jari Jahe

½ sdt Merica

1 ruas jari Kunyit

½ sdt Ketumbar bubuk


Bahan lain:

½ kilo ayam banyak bagian tulang (urnak buat disesep2 hehe)

Kubis

2 Tomat

2 Serai

5 Cabe rawit

2 ruas Lengkuas

2 Daun Salam

3 Daun jeruk

Gula, garam

Kecap manis

Kaldu

1 liter air


Caranya bumbu halus, daun salam, daun jeruk, lengkuas, serai ditumis kemudian dikasih air. Setelah mendidih masukkan ayam, gula, garam, kaldu. Kalau sudah matang dikasih kecap, kubis dan tomat. Rasanya manis-manis gurih gitu.


Oiya mungkin terlihat  ribet ya.Biasanya aku masak sebelum buka puasa. Jadi bisa dimakan saat makan malam dan saat sahur tinggal memanaskan saja.



Konsumsi Kurma


Ibu hamil memang kebutuhan kalori yang besar. Dan salah satu makanan yang aku   konsumsi saat hamil setiap sahur dan berbuka adalah kurma. Cukup 3 biji saja setiap sahur dan berbuka. Kurma ini mengandung kalori dan glukosa yang besar dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh. Apalagi saat puasa dimana kita perlu energi dari kalori dan glukosa.


Manfaat kurma memang sangat besar. Nggak cuma kalori saja yang besar, tapi bisa juga menjadi cairan elektrolit sehingga bisa menghindari dehidrasi. Kurma juga bisa untuk melancarkan pencernaan. Bagi ibu hamil penting sekali pemenuhan zat besinya. Kandungan zat besinya bisa memproduksi sel darah merah. Dari kurma ini, pemenuhan zat besi bisa diperoleh sehingga ibu hamil tidak mudah lelah dan pucat. 


Sebenarnya masih banyak menu sahur praktis dan bergizi untuk ibu hamil. Mungkin kalau aku ingat akan aku tambahkan lagi ya.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar

Follower