Mitos-Mitos yang Berkembang Tentang Anak Speech Delay

No Comments
Apa Mom pernah mendengar mitos yang berkaitan dengan anak speech delay? Mom mungkin bisa percaya dengan mitos untuk mengatasi anak speech delay meskipun tidak dibuktikan secara ilmiah. Di masyarakat, mitos tentang anak speech delay kadang membuat Mom merasa tidak perlu ke dokter. Mom merasa santai dengan anggapan mitos tentang anak yang terlambat bicara.

Mitos anak speech delay

Apa saja mitos tentang anak speech delay? 
Mom coba simak berikut ya.

Mitos tentang anak speech delay

Mom perlu tahu apa saja mitos dan fakta tentang anak speech delay sehingga Mom tidak terjebak dengan kesalahan yang berakibat buruk pada anak. Nah, ini dia mitos tentang anak terlambat bicara dan faktanya.

#1 Ah, dulu bapakmu juga begitu!

Ketika anak mengalami keterlambatan bicara biasanya ibu akan mengatakan, “Ah, dulu bapakmu juga begitu.” Dalam arti, keterlambatan bicara yang dialami anak ini adalah genetik sehingga orang tua tidak perlu cemas atau khawatir berlebihan jika anak belum bicara. Sebenarnya cara ini baik, ya, karena membuat Mom tidak perlu bingung. Mereka menganggap anak juga akan bisa bicara sendiri seperti bapaknya. Namun, sayangnya, jika kita menganggap biasa dan santai justru anak akan semakin sulit diterapi padahal bahasa adalah sesuatu yang penting dikuasai seseorang sebagai bentuk komunikasi yang baik.

Jadi meskipun di keluarga Mom juga ada yang mengalami speech delay, Mom juga tetap harus waspada ya. Jangan biarkan mitos ini terus berlanjut ke anak-anak cucu Mom.

#2 Tenang, nanti juga bisa bicara sendiri

Mom, zaman kita jelas beda dengan zaman orang tua kita. Di zaman dulu, anak sering bermain di luar rumah di mana banyak stimulasi-stimulasi yang tanpa sadar membantu anak untuk cepat bicara.

Sementara zaman sekarang, tantangan sudah berbeda. Main di luar sudah jarang dilakukan. Namun, berganti dengan bermain di depan gadget.

Belum lagi, orang tua yang juga sibuk bekerja atau pun ibu di rumah tapi terlalu sibuk dengan gadget bisa mengurangi kesempatan anak untuk berlatih bicara.

Pada akhirnya anak akan terlambat bicara bukan karena kemampuannya yang tidak bisa tapi karena lingkungannya yang membuat anak terlambat bicara.

Mitos anak akan bisa bicara sendiri tentu salah ya Mom. Mom tetap harus mengajaknya berbicara, membaca buku, bermain, bernyanyi dan stimulasi lainnya. Mom tidak bisa mengatakan nanti anak akan bicara sendiri tanpa diberikan stimulus.

#3 Kalau anak bisa jalan duluan biasanya bicaranya belakangan

Saya tidak paham dengan korelasi ini karena saya amati anak saya sendiri. Di usia 13 bulan, anak saya baru bisa jalan dan memang bicaranya belum lancar. Namun, anak kedua saya di usia 13 bulan sudah bisa jalan dan sudah bisa bicara beberapa kata. Jadi saya menganggap mitos itu tidak bisa dibuktikan.

#4 Lidah dikerik cincin agar bisa bicara

Salah satu mitos di masyarakat agar anak cepat bicara adalah dengan mengerik lidah anak. Nyatanya, ini bisa membuat anak tak nyaman dan melukai lidah anak. Anak tidak bisa cepat bicara hanya dengan dikerik lidahnya tetapi dengan stimulus-stimulus yang diberikan.

Sebenarnya ada latihan rangsangan sensorik dan motorik seperti latihan teknik oral motor. Namun terapi oral motor ini bisa dengan menggunakan sedotan atau terompet.

#5 Mulut anak dipukul daun salam

Wow. Mom mungkin baru tahu ini. Namun, ini tidak ada korelasi memukul daun salam ke mulut anak dan anak cepat bicara.

Anak tetap butuh stimulasi-stimulasi agar cepat bicara bukan dengan memukulnya dengan daun salam. Itu hanya kebetulan dan mitos saja tanpa ada penelitian ilmiahnya.

#6 Makan manggis

Agar anak cepat bicara adalah dengan makan manggis. Itu hanya mitos saja ya Mom. Karena tidak ada bukti ilmiah makan manggis anak bisa cepat bicara.

#7 Makan tempe daun

Mom pernah dengar anak makan tempe sekaligus daunnya bisa membuat anak bisa cepat bicara? Ternyata itu hanya mitos ya Mom. Bukannya cepat bicara malah anak jadi sakit perut.

#8 Video akan menambah kosakata anak

Beberapa orang tua menganggap dengan memberikan video anak akan cepat bicara. Nyatanya, anak perlu interaksi dengan seseorang agar terjalin komunikasi.

Sementara di video hanya satu arah dan anak tidak dituntut aktif. Anak hanya pasif saja sehingga tidak membantu anak untuk berlatih bicara.

#9 Empeng bisa membuat anak terlambat bicara

Penggunaan empeng tidak membuat anak terlambat bicara. Semua hanya tergantung pada stimulus yang diberikan.

Mungkin yang dimaksud di sini, jika pemberian empeng terus-menerus hingga anak tak ada kesempatan berlatih bicara mungkin bisa saja terjadi. Tapi saat saya kecil yang waktu itu masih ngempeng sampai bahkan 5 tahun, haha, saya sudah bisa bicara

#10 Pakai daun sirih

Apa Mom pernah mendengar anak bisa cepat bicara dengan menabok daun sirih ke mulut anak? Bisa dikatakan itu mitos ya. Daun sirih tidak memiliki manfaat untuk membuat anak cepat bicara. Dokter Rusma, seorang terapis wicara, daun sirih tidak membuat anak cepat bicara. Agar anak bisa cepat bicara hanya dengan stimulus dan terapi bukan memukulkan daun sirih ke mulut anak.

Demikian mitos-mitos yang berkembang tentang anak terlambat bicara. Mom pernah dengar lagi nggak mitos tentang anak speech delay di masyarakat? Tulis di kolom komentar, ya.

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments

Posting Komentar

Follower