Hotel Ibis Style Sunter : Hotel dengan Fasilitas Playground di Jakarta

8 comments
Bulan Oktober, saya dapat kesempatan untuk ikut pertemuan Gerakan Literasi Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa kemdikbud. Pada pertemuan tersebut membahas perbaikan-perbaikan naskah buku yang lolos seleksi.

Pertemuan tersebut diselenggarakan di salah satu hotel di Jakarta. Hotel di Jakarta Utara bernama Hotel Ibis Style Sunter. Hotel Ibis memang banyak tersebar di beberapa negara. Yang saya tahu selain Ibis Style adalah Ibis Budget sengan harga yang sesuai dengan budget kita.

Lokasi

Hotel Ibis Style Sunter ini berlokasi di daerah Sunter di Jalan Gaya Motor di Jakarta Utara. Jika dibandingkan dengan dua bandara di Jakarta, hotel ini lebih dekat ke Bandara Halim Perdana Kusuma ketimbang Bandara Soekarnohatta. Itu kalau lihat di petanya.

Sesampainya di Lobby hotel, saya pun registrasi ke panitia. Setelah itu, saya bertanya tentang kamar saya. Ternyata saya belum dapat kamar, padahal badan sudah legrek semua. Sepertinya kamarnya memang lagi dibersihkan.
Akhirnya saya ke ruang aula untuk makan siang yang sudah di sediakan. Uniknya, untuk ke aulanya tidak menyatu dengan bangunan kamar hotelnya. Aula dan tempat menginap berada di gedung yang berbeda.

Kolam renang

Kolam renang hotel Ibis Style berada di lantai atas dan berada di dalam ruangan (indoor). Kedalaman kolam renang sekitar 1,5 meter untuk dewasa dan 0,5 meter untuk anak-anak. Kolam renang anak bersebelahan dengan playground dan terdapat perosotan yang mengarah ke kolam renang dan playground.


Playground 

Saya sempat kaget juga ternyata di hotel ini ada fasilita playground di dekat kolam renang anak. Dan lokasinya dekat dengan Hall tempat pertemuan berlangsung. Playgroundnya nggak banyak. Ada perosotan yang mengarah ke kolam renang dan ke arah playground. Selain itu, ada mainan kuda-kuda sebanyak dua buah.

Di playground ini berada di luar ruangan sehingga nggak menggunakan AC. Jadi suasana di playground cukup panas. Tapi menurut saya penyediaan fasilitas playground di Hotel Ibis Style Sunter ini menunjukkan bahwa hotelnya cukup ramah anak.

Mungkinkah bawa stroller?

Sayangnya, untuk menuju ke aulanya harus melewati tangga cukup tinggi. Jadi, saya nggak bisa bawa stroller ke aulanya padahal stroller cukup membantu agar saya nggak perku gendong bayi.

Play room

Tak hanya playground, hotel ini juga menyediakan ruang khusus anak yang dekat dengan lobby. Dindingnya di cat bergambar kartun. Di dalam ruangan itu ada kursi dan meja berwarna-warni. Bantal untuk bersandar. Sayangnya, saya nggak ingat jenis mainan apa yang ada di sana walaupun nggak banyak sih.

Akses Lift

Setelah saya selesai makan yang disesiakan oleh catering panitia, saya pun pergi ke kamar. Untungnya Allah beri saya kekuatan untuk membawa 1 ransel, 1 tas jalan dan bayi digendong di depan.

Akses lift ini menggunakan kartu yang sama untuk membuka pintu kamar. Untungnya, sama pegawai hotel, lift sebelah kirinya di loss kan jadi siapa aja bisa naik turun dengan lift. Mungkin karena hari itu ada dua instansi yang mengadakan acara.

Saya lupa minta kartu kamar ke resepsionis karena kata panitia sudah ada teman sekamar saya yang datang.

Desain kamar yang unik

Saya turun di lantai enam. Saat masuk kamar dengan mengetuk pintu, saya kaget karena biasanya panitia menyediakan twin bed buat peserta dalam satu kamar. Ternyata cuma queen size. Karena saya bawa bayi 9 bulan jadi saya merasa sedikit nggak enak hati kepada teman sekamar saya. Khawatirnya mengganggu. Apalagi khawatirnya dia jadi kurang nyaman karena harus ndusel2 sama bayi saya.

Alhasil, saya harus meminta maaf dulu karena saya bawa bayi hehe. Ternyata dia pun kaget karena biasanya panitia menyediakan twin bed. Ehm. Pernah juga sih satu kali waktu pertemuan tahun lalu kasurnya juga queen size hanya saja saya tidur sama anak saya, nggak ada teman sekamar yang lain, jadi terkesan luas hehe.

Satu hal dari desain kamarnya yang sempat buat kaget adalah pintu lemari yang bisa digunakan sekaligus untuk menutup kamar mandi. Jadi kalau lemari itu ditutup maka kamar mandi terbuka. Tapi kalau pintu lemari digeser alias dibuka maka kamar mandi jadi ketutup. Pintu lemarinya bisa buat kaca satu badan penuh.

Breakfast

Selama dua kali sarapan di hotel, saya rasa makanannya hampir sama. Sepertinya hampir semua hotel seperti itu ya? Menu yang dihidangkan saat sarapan seperti sayur capcay, mie, sosis, ayam kecap, bubur ayam, bubur sumsum, roti-rotian, salad sayur, salad buah, aneka makanan jawa yang ditaruh di atas gerabah. Dan beberapa menu lain yang saya lupa menunya.

Saat makan siang memang menunya lebih sedikit. Hanya saja menunya juga hampir sama. Saya juga kurang tahu apakah makan siang disediakan dari hotel apa nggak? Karena kalau saya lihat menunya hampir sama.
Biasanya kalau acara di hotel, saat sarapan setiap tamu hotel diabsen sesuai nomor kamar. Tapi pas saya di Ibis Style saya nggak diabsen jadi siapa aja bisa masuk.

Restoran di Ibis Style Sunter (dok. Pribadi)

Wifi

Penggunaan wifi berpassword di ruang aula saat acara berlangsung memang cukup membantu untuk mendukung berjalannya acara. Mungkin karena dipakai orang banyak jadi terkadang jaringannya sibuk dan susah konek. Sedangkan saat di kamar, sambungan internet wifi cukup lancar.

Balkon

Saya dapat kamar dengan balkon semi tertutup. Pemandangan gedung-gedung tampak dimana-mana maklum lah namanya juga kota besar. Saya jarang sekali duduk-duduk di balkon. Ketika saya membuka pintu balkon dan duduk di sana justru bukan udara segar yang saya dapat tapi udara Jakarta yang sudah banyak polusi. Belum lagi hawanya panas. Yasudahlah. Saya tutup kembali balkonnya.
Sedangkan fasilitas lain sama seperti hotel berbintang lainnya seperti teh, kopi, gula, dan pemanas air.


Kamar mandi

Karena kamarnya minimalis dan modern maka kamar mandinya menggunakan shower yang ditutup oleh kaca bening. Butuh waktu pula untuk menggunakan air panas baik di showernya ataupun di wastafelnya.

Kaca kamar mandi yang bisa tembus ke tempat tidur (dokumen pribadia)

Anak mengompol?

Saya punya pengalaman saat bermalam di sana, ompol anak saya sempat tembus padahal sudah pakai popok. Jadinya, besoknya saya minta ke resepsionis untuk mengganti seprei. Tak lama, seorang petugas datang membawa beberapa lapisan seprei di tangannya. Dia begitu sigap mengganti sepreinya. Dia juga cerita kalau tembus ompol masih nggak apa-apa tapi kalau darah mens itu harganya hampir (separuh-kalo nggak salah) dari harga kamar. Untung saja.

Hari Jumat pun tiba, saya mulai berkemas-kemas sebelum acara dimulai. Biar nanti saat acara selesai saya bisa check out sebelum jam 12 siang. Menunggu Pak Menteri takmkunjung tiba, saya sempat khawatir karena saya ada janji ke Kemristek untuk ambil SK. Untungnya, saya bisa pamit duluan. Ada rasa sedih bercampur senang saya meninggalkan  acara lebih dulu. Sedih karena saya belum tahu tahun depan apakah masih bisa berkumpul dengan penulis-penulis lainnya. Senang karena akhirnya acara dan tanggungan saya selesai. Saatnya bertemu anak yang saya titipkan ke Mbahnya di Sragen, hehe.


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

8 komentar

  1. Konsepnya mirip ma ibis d mlg.. Smg bs nginap yg d jkrt juga.. Aamiin

    BalasHapus
  2. Wah ke acara bawa si kecil ya mb? Tapi klu sdh sinkecil ga rewel fine2 aja ya mba...😊

    BalasHapus
  3. Wah asik ya mba ramah anak.. btw keren banget mba dapat undangan dari Badan Bahasa Kemdikbud ��

    BalasHapus
  4. Wow! Aku belum pernah ke sini..😘

    BalasHapus

Follower