Resto Apung Kampoeng Rawa Tak Sekedar Kuliner

No Comments
Setelah puas naik kereta wisata di Museum Kereta Ambarawa, kami pun pulang. Karena hari sudah menjelang tengah hari, saya dan keluarga memutuskan mencari makan siang. Suami penasaran dengan Wisata Apung Kampung Rawa yang tak jauh dari Museum Kereta Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Resto Apung Kampoeng Rawa ini berada di pinggir Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Salah satu wisata kuliner di Ambarawa ini dibuat dan dikelola oleh 12 paguyuban petani nelayan di danau Rawa Pening. Memang saat saya naik kereta wisata dan melewati Rawa Pening, saya melihat banyak sekali keramba-keramba di pinggir danau.

Ketika saya tiba di depan gapura bertuliskan Wisata Apung Kampoeng Rawa Ambarawa terdapat bis yang sedang berhenti. Rupanya mereka sedang menunggu rombongan.


Setelah itu, saya melewati sebuah loket dan saya harus membayar tiket. Saya sempat kaget juga, untuk makan saja saya harus mengeluarkan tiket. Biaya masuk ke lokasi Wisata Apung Kampoeng Rawa adalah Rp. 15.000,- untuk mobil sedangkan untuk bis sebesar 20.000 rupiah. Dan ternyata, wisata kuliner di Ambarawa ini bukan hanya wisata kuliner biasa tapi juga terintegrasi dengan wisata alam juga wisata buatan.

Saya pun tiba si tempat parkir mobil cukup luas. Beberapa bagian yang terdapat pepohonan sudah terisi penuh. Jadi kami dapat bagian yang sangat terik matahari. Mungkin karena weekend dan kami berangkat sudah siang jadi kami nggak dapat tempat parkir yang teduh.

Toko Oleh-oleh

Di dekat tempat parkir terdapat beberapa warung yang menjual oleh-oleh dan berbagai produk makanan. Ada juga rumah khusus yang menjual oleh-oleh khas Semarang dan Ambarawa

Pendopo Joglo

Ada pendopo berbentuk joglo dekat tempat parkir.  Siapapun bisa menggunakan pendopo joglo itu. Bisa juga kali ya untuk melaksanakan resepsi pernikahan.


Pemancingan Ikan

Di wisata ini ada juga resto yang menyediakan pemancingan ikan bagi yang suka memancing. Awalnya suami mengajak untuk memancing ikan tapi saya nggak mau. Bayangkan saja masa saya harus menunggu mancing dulu. Perut mah sudah keroncongan.

Wahana permainan

Sebelum pintu masuk, ada wahaan permainan sederhana seperti trampolin, mandi bola, dan kereta-keretaan. Anak saya sudah mupeng duluan. Saya mengatakan harus makan dulu baru main. Untungnya dia mau dibujuk walaupun cukup lama. Nggak cuma itu aja, tapi ada juga bebek air yang ada di depan restoran.


Perahu masuk ke Resto

Yang unik adalah untuk masuk ke resto, saya harus naik perahu yang ditarik tali. Si bapak menarik tali dengan pelan. Kami melewati kolam yang banyak sekali ikan-ikan yang siap diolah dan dikonsumsi. Sebenarnya ada satu jalan untuk masuk ke restonya dan berada di pinggir restoran tapi saya nggak tahu. Baru tahunya pas sudah duduk di gazebonya. Hehe.

Menunggu-nunggu Pelayan

Begitu turun dari perahu/getek, saya merasakan resto apung yang bergerak mengikuti ombak air Rawa Pening. Saya pun mencari tempat duduk. Di resto apung ini kita bisa memilih temoat lesehan atau yang menggunakan kursi. Saya mencari tempat lesehan karena bisa selonjoran. Maklum perjalanan jauh rasanya ingin selonjoran saja. Sayang, karena saat weekend disana ramai sekali jadilah kami dapat gazebo di bagian depan bukan di bagian belakang yang dekat sawah dengan pemandangan gunung Sumbing, Sindoro, Telomoyo, Ungaran, dan Merbabu.



Seorang petugas sibuk sekali berlalu lalang melayani pengunjung. Kami dilewati begitu saja. Saya sempat deg-degan jangan-jangan karena sedikit jadi dilayani belakangan. Cukup lama menurutku sampai kami bisa memegang menu makanan yang beragam.

Menu-menu makanan

Makanan yang disuguhkan nggak cuma ikan-ikanan saja, seperti : gurame, mujair, lele, nila, tapi juga ada ayam, udamg, sop, oseng/cah. Minumannya juga ada degan, jus buah, es Kampoeng Rawa, es lidah buaya, es kacang manado, dan lainnya. Karena kami berada di warung apung jadinya kami memesan ikan bakar dan minuman saja. Si Raceqy terlihat seperti nggak mood makan jadi saya pesankan french fries saja. Di Restoran Kampoeng Rawa ini disediakan menu untuk anak-anak (Kids menu). Ada juga paket hemat dari harga Rp. 34.000-Rp. 54.000,-. Isinya juga lengkap dari Nila/Ayam/Bebek, nasi, sambel, sayur lalapan, tahu tempe dan minuman. Karena Restoran Kampoeng Rawa juga menyediakan tempat untuk meeting atau acara jadi menyediakan paket prasmanan dengan menu berbeda-beda tiap paket.
Menu lebih lengkapnya coba klik link ini ya.

Harga

Menurut saya harganya nggak murah tapi juga nggak terlalu mahal dan sesuai dengan yang disajikan. Misalnya ikan gurame bakar seharga 12ribu per ons (rata2 1 ekor sampai 4 ons) bisa untuk dua orang. Untuk selera saya sih rasa manis dan gurihnya udah cukup.

Spot Foto

Yang pasti, di Wisata Apung Kampoeng Rawa banyak sekali tempat foto yang cocok untuk berselfie atau wefie ria, seperti gazebo dengan pemandangan sawah dan gunung, di atas perahu, ataupun gazebo tengah kolam yang ada kursinya dan di belakangnya bertuliskan "Kampung Rawa".


Akhirnya selesai juga wisata kuliner saya di tengah danau Rawa Pening di Ambarawa. Wisata Apung Kampoeng Rawa memang wajib dicoba bagi siapapun yang merencanakan liburan di Ambarawa atau Semarang.
Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar

Follower