Cara Mengelola Bisnis Pakaian Di Masa New Normal

No Comments
Menjalankan bisnis bisa dikatakan tidak mudah apalagi di jaman pandemi Covid-19 seperti ini dimana banyak pebisnis yang gulung tikar. Pengalaman keluarga saya yang sudah lama berbisnis juga mengalami kondisi surut ketika masa pandemi. Banyak orang yang bekerja dari rumah membuat tempat berjualannya sepi. Pasar pun sepi karena orang tidak keluar rumah. Karyawan terpaksa diliburkan untuk mengurangi beban pengeluaran.



Produk Penjualan Yang Mengalami Pasang Surut di Masa Pandemi Covid-19


Ada beberapa produk yang justru berkembang di masa pandemi. Ada juga produk yang semakin surut di masa pandemi. Semua dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang meminta masyarakat untuk tetap di rumah. Sama halnya dengan bisnis pakaian seperti jilbab dimana orang tidak perlu membeli jilbab banyak karena hampir tidak pernah keluar rumah. Meskipun begitu tetap saja ada yang membeli jilbab karena merasa harus tampil berbeda saat akan kuliah online atau kerja online.

Produk penjualan seperti masker, oxymeter dan vitamin merupakan produk yang sering dicari selama pandemi. Semua produk memang tergantung trend yang terjadi di masyarakat saat ini.

Cara Mengelola Bisnis Pakaian Selama Masa New Normal

Namun, kondisi perekonomian yang mulai bangkit ini, pebisnis harus jeli terhadap trend bisnis saat ini. Pebisnis harus mulai memperhatikan beberapa hal yang bisa disimpulkan bagaimans cara mengelola bisnis pakaian selama masa New Normal.

1. Memiliki berani mencoba dan berinovasi


Sudah diakui bahwa pandemi memang mengubah segalanya dalam berbisnis. Namun, jika tidak memiliki keberanian untuk mencoba hal baru adalah alasan tidak berkembangnya suatu bisnis. Karena bisnis yang berhasil juga biasanya berawal merangkak dari bawah. Pebisnis juga dituntut inovatif akan produk yang dijualnya. Bisa dilihat dari produknya yang unik dan berbeda ataupun pemasarannya yang kuat dan inovatif.



Seorang pebisnis harus juga peka menangkap peluang dengan kondisi yang ada. Di masa sekarang dimana kantor, sekolah dan tempat-tempat umum lainnya sudah mulai ramai, maka perlu bisnis yang tetap inovatif dan kreatif. Tak hanya offline, pengembangan bisnis juga bisa dilakukan secara online.



Dengan kecepatan internet dan jasa pengiriman, harusnya penjualan online sudah bukan menjadi kendala. Pebisnis bisa menawarkan produknya dengan berjualan di social media atau marketplace. Pebisnis juga bisa mencontoh cara marketing yang efektif agar produk bisnis laku terjual.



2. Memiliki ketelitian


Pebisnis juga perlu melakukan perhitungan terhadap barang yang dijualnya, mulai dari pembelian dari seller, transportasi untuk barang, pemasaran hingga pengemasan saat pengiriman. Bahkan pebisnis yang mengambil produk dari luar kota juga bisa mulai memasukkan anggaran tes swab atau antigen.



Tak bisa dipungkiri bahwa pengemasan yang kreatif meskipun sederhana juga menjadi nilai tambah kepuasan pelanggan untuk membeli produk yang dijual. Semua harus dihitung agar ketika produk yang dijual untungnya kecil tapi tidak merugikan karena sudah dihitung dengan baik. Misalnya, saat akan berbisnis pakaian maka harus diperhitungkan berapa pakaian yang harus dibeli dari seller agar menghasilkan keuntungan yang sudah ditentukan.



3. Perhatikan trend pembelian


Meskipun sekarang masyarakat sudah mulai beraktivitas kembali, tapi sudah tidak seperti dulu. Aktivitas di luar dilakukan terbatas pada tempat dan waktu tertentu. Pebisnis harus memperhatikan trend pembelian. Misalnya di masa pandemi ini banyak orang yang akhirnya jarang keluar rumah sehingga dianggap tidak perlu membeli pakaian padahal tidak selamanya mereka tidak membeli pakaian.



Pebisnis bisa memilih produk pakaian yang sering dipakai di rumah, misalnya kaos, celana atau pakaian dalam. Atau produk pakaian seperti jilbab yang memang orang perlu tampil di depan layar laptop atau ponsel karena harus kerja dan kuliah dari rumah. Pebisnis harus mulai memutuskan produk yang dijual ke masyarakat. Bukan berarti pebisnis harus ikut-ikutan dengan trend yang ada. Setidaknya, ketika mengikuti trend maka konsumen akan mudah didapat.



Demikianlah, cara mengelola bisnis pakaian agar mampu bertahan di masa pandemi. Hal-hal tersebut harus diperhatikan untuk bisa mempertahankan bisnis yang sudah berjalan. Pebisnis harus bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi saat ini dengan melakukan pembaharuan-pembaharuan yang kreatif dan inovatif.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 comments

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan memberi komentar.

Follower